cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
THE EFFECT OF USING CROSSWORD PUZZLES ON INDONESIAN EFL COLLEGE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY Aufa Nabila; Hafizatun Septi Arizky; Novelia Fitriani; M. Aripin Ilham; Muhammad Hakim; Abdul Syahid
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12299

Abstract

ABSTRACT This study investigates the effect of using crossword puzzles on Indonesian EFL college students’ vocabulary mastery. Vocabulary is an important aspect of learning English because it helps students understand and express meaning effectively. There's so many EFL learners are still struggle to remember vocabulary, spell words correctly, and use them appropriately in different contexts. For this reason, more engaging learning activities are needed to support vocabulary development. This study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach to investigate the effect of crossword puzzle activities on students' vocabulary mastery. The study involved 27 fourth-semester students of the English Education (Tadris Bahasa Inggris) Study Program selected through purposive sampling. The data were collected through vocabulary tests administered before and after the implementation of crossword puzzle activities. The results indicated an improvement in students’ vocabulary mastery, with the mean score increasing from 93.34 in the pre-test to 97.26 in the post-test. A paired-samples t-test revealed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.001), with a large effect size (Cohen’s d = 0.91). These findings suggest that crossword puzzles are effective in enhancing students’ vocabulary mastery. These findings indicate that crossword puzzles can encourage active participation, provide repeated exposure to vocabulary, and create more meaningful learning experiences. Therefore, crossword puzzles may be considered an effective and enjoyable alternative strategy for teaching vocabulary in EFL classrooms. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan teka-teki silang terhadap penguasaan kosakata mahasiswa program Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di perguruan tinggi. Kosakata merupakan aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris karena membantu mahasiswa memahami dan mengekspresikan makna secara efektif. Banyak pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) yang masih kesulitan mengingat kosakata, mengeja kata dengan benar, dan menggunakannya secara tepat dalam konteks yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik untuk mendukung pengembangan kosakata. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen (pre-experimental design) dengan rancangan one-group pre-test–post-test untuk mengetahui pengaruh penggunaan aktivitas crossword puzzle terhadap penguasaan kosakata mahasiswa. Penelitian melibatkan 27 mahasiswa semester IV Program Studi Tadris Bahasa Inggris yang dipilih dengan teknik purposive sampling.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kosakata meningkat dari 93,34 pada pra-tes menjadi 97,26 pada pasca-tes. Uji-t sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pra-tes dan pasca-tes (p < 0,001), dengan ukuran efek yang besar (Cohen’s d = 0,91). Temuan ini menunjukkan bahwa teka-teki silang efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa teka-teki silang dapat mendorong partisipasi aktif, memberikan paparan berulang terhadap kosakata, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Oleh karena itu, teka-teki silang dapat dianggap sebagai strategi alternatif yang efektif dan menyenangkan untuk mengajarkan kosakata di kelas EFL.
REALISME MAGIS DALAM FILM MY NEIGHBOR TOTORO KARYA HAYAO MIYAZAKI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Likas Amelia Lumban Gaol; Uus Martinus Kamajaya Al Katuuk; Oldie Stevie Meruntu
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12557

Abstract

Magical realism is a literary approach that combines realistic and magical elements within a unified narrative framework. Although studies on magical realism have been widely conducted in novels and short stories, research examining magical realism in animated films and its implications for literature learning remains limited. This study aims to analyze the characteristics of magical realism in Hayao Miyazaki’s My Neighbor Totoro based on Wendy B. Faris’s theory and to examine its implications for literature learning at the junior high school level. This research employed a descriptive qualitative approach using observation and documentation techniques for data collection. Data were analyzed through identification, classification, interpretation, and conclusion drawing based on Faris’s five characteristics of magical realism. The findings reveal that My Neighbor Totoro fulfills all five characteristics of magical realism, namely the irreducible element, phenomenal world, merging realism, unsettling doubts, and disruptions of time, space, and identity. The magical elements are naturally integrated into the characters’ everyday reality, creating a strong magical realist narrative. Furthermore, the film has potential as instructional material for fantasy narrative texts in junior high schools because it can enhance students’ imagination, literary appreciation, and character development, including independence, family affection, and mutual assistance. Therefore, My Neighbor Totoro can be utilized as an innovative and contextual medium for literature learning. ABSTRAK Realisme magis merupakan salah satu pendekatan sastra yang memadukan unsur realitas dan unsur magis dalam satu kesatuan naratif. Meskipun kajian realisme magis telah banyak dilakukan pada karya sastra berupa novel dan cerpen, penelitian yang mengkaji realisme magis dalam film animasi serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik realisme magis dalam film My Neighbor Totoro karya Hayao Miyazaki berdasarkan teori Wendy B. Faris serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan lima karakteristik realisme magis Wendy B. Faris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film My Neighbor Totoro memenuhi lima karakteristik realisme magis, yaitu the irreducible element, phenomenal world, merging realism, unsettling doubts, dan disruptions of time, space, and identity. Kehadiran unsur magis dalam film menyatu secara alami dengan realitas kehidupan tokoh sehingga membentuk narasi realisme magis yang kuat. Selain itu, film ini memiliki relevansi sebagai bahan ajar pada materi teks cerita fantasi di SMP karena mampu mengembangkan imajinasi, apresiasi sastra, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti kemandirian, kasih sayang keluarga, dan sikap tolong-menolong. Dengan demikian, film My Neighbor Totoro dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sastra yang inovatif dan kontekstual.
ANALISIS PENGELOLAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI TK ISLAMI TERPADU ADZKIA ISLAMI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Dinda Oktarini; Aliyah Aliyah; Shera Shera; Vinna Asta Rani; Riza Urzila; Desi Aryani; Dewi Masriah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12558

Abstract

This study aims to analyze the management of educational administration at Adzkia Integrated Islamic Kindergarten in improving learning effectiveness. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of the principal and teachers, while supporting data were obtained from various school administrative documents, including organizational structure records, semester programs, Daily Learning Implementation Plans (RPPH), financial reports, and children's developmental report cards. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and method triangulation were applied to ensure data validity. The findings reveal that Adzkia Integrated Islamic Kindergarten has implemented educational administration management systematically, covering curriculum administration, student administration, personnel administration, facilities and infrastructure management, and financial administration. The implementation of the Merdeka Curriculum is supported by comprehensive administrative documents, such as semester programs, daily learning plans, and assessment and reporting systems for children's development. Human resource management is carried out through clear task distribution, teacher training programs, and principal supervision. Financial management, including the utilization of School Operational Assistance (BOS) funds, is conducted transparently and accountably through systematic planning, recording, and reporting processes. Furthermore, a well-functioning organizational structure and regular administrative monitoring contribute to the smooth implementation of educational programs. However, the limited number of educational staff requires teachers to perform multiple administrative responsibilities. Therefore, additional administrative personnel and strengthened human resource capacity are needed to further enhance learning effectiveness and improve the quality of early childhood education services. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan administrasi pendidikan di TK Islam Terpadu Adzkia dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru, sedangkan data pendukung diperoleh dari berbagai dokumen administrasi sekolah, seperti struktur organisasi, program semester, RPPH, laporan keuangan, dan rapor perkembangan anak. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Islam Terpadu Adzkia telah melaksanakan pengelolaan administrasi pendidikan secara sistematis yang meliputi administrasi kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan keuangan. Implementasi Kurikulum Merdeka didukung oleh dokumen administrasi yang lengkap, seperti program semester, RPPH, serta sistem penilaian dan pelaporan perkembangan anak. Pengelolaan sumber daya manusia dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas, pelatihan guru, dan supervisi kepala sekolah. Pengelolaan keuangan, termasuk pemanfaatan Dana BOS, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel melalui perencanaan, pencatatan, serta pelaporan yang teratur. Struktur organisasi sekolah yang berjalan baik serta pengendalian administrasi yang dilakukan secara berkala turut mendukung kelancaran pelaksanaan program pendidikan. Meskipun demikian, keterbatasan jumlah tenaga pendidik menyebabkan guru masih merangkap beberapa tugas administrasi. Oleh karena itu, diperlukan penambahan tenaga administrasi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar efektivitas pembelajaran dan mutu layanan pendidikan anak usia dini dapat terus ditingkatkan secara optimal.
NILAI MORAL DALAM FILM GARA-GARA WARISAN KARYA MUHADKLY ACHO SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Syalomita Taroreh; Wimsje Palar; Intama Polii
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12581

Abstract

The integration of moral values into literature learning is an essential strategy for strengthening students' character development. As an audiovisual literary work, film has the potential to convey moral messages that are closely related to everyday life and can therefore be utilized as an effective learning medium. This study aims to describe the moral values contained in the film Gara-Gara Warisan directed by Muhadkly Acho and to explain their implications for literature learning in schools. This research employed a qualitative descriptive method, with Gara-Gara Warisan serving as the primary data source. Data were collected through documentation and analyzed using qualitative data analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal five major moral values portrayed in the film: mutual respect, family values, honesty, cooperation, and tolerance. These values are reflected through the characters' dialogues, actions, conflicts, and interactions, emphasizing the importance of respect, collaboration, and responsibility in social life. The study concludes that Gara-Gara Warisan has strong potential as a contextual medium for literature learning to support character education, enhance literary appreciation, and help students internalize moral values through meaningful learning experiences. ABSTRAK Penanaman nilai moral dalam pembelajaran sastra menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung penguatan karakter peserta didik. Film sebagai karya sastra audiovisual memiliki potensi untuk menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Gara-Gara Warisan karya Muhadkly Acho serta menjelaskan implikasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa film Gara-Gara Warisan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat lima nilai moral utama, yaitu saling menghargai, kekeluargaan, kejujuran, gotong royong, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui dialog, tindakan, konflik, serta interaksi antartokoh yang menggambarkan pentingnya sikap saling menghormati, kerja sama, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film Gara-Gara Warisan memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra yang kontekstual untuk mendukung penguatan pendidikan karakter, meningkatkan apresiasi sastra, serta membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai moral melalui pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
ANALISIS EFEKTIVITAS MEDIA PRESENTASI DIGITAL INTERAKTIF PADA PEMAHAMAN KONSEP KIMIA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Steven Sinaga; Syafriani Syafriani; Eka Ananda Syafira; Rafida Khairani; Dinda Cantika Sari; Putri Rizkia; Hendra Kurnia Pulungan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11786

Abstract

The abstract nature of chemical concepts and the limitations of conventional, rigid, one-way slide visualizations underlie this research. These operational issues in the field lead to low information retention, persistent misconceptions, and a decline in students' academic learning outcomes to below 60 percent. The primary focus of this scientific study is to analyze the effectiveness of using interactive digital presentation media on escalating understanding of substantive chemical concepts. This descriptive quantitative research using a survey approach was conducted through a five-level Likert-scale questionnaire. Sampling was conducted via purposive sampling technique, reaching 32 students in the Chemistry and Chemistry Education Study Programs at Medan State University. The actual data analysis procedure was executed in a structured manner using percentage score calculations of respondent responses and qualitative descriptions of open-ended questions. Empirical research findings reveal the positive influence of the use of animations, quizzes, and virtual laboratory portals such as PhET Interactive Simulations in stabilizing learning focus, intrinsic motivation, and facilitating the visualization of atomic bonds. Daily technical obstacles include internet network disruptions and excessive use of visualizations that risk increasing cognitive load. The main conclusion confirms that hybrid multimedia instruction has proven reliable in flexibly boosting students' cognitive resilience. ABSTRAK Sifat abstrak dari konsep-konsep kimia serta keterbatasan visualisasi salindia konvensional yang kaku dan searah melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional lapangan tersebut memicu rendahnya retensi informasi, miskonsepsi yang menetap, serta penurunan tingkat ketuntasan hasil belajar akademik mahasiswa di bawah 60 persen. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis tingkat efektivitas penggunaan media presentasi digital interaktif terhadap eskalasi pemahaman konsep kimia substantif. Langkah-langkah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei ini dijalankan melalui pengisian kuesioner berskala Likert lima tingkat. Penarikan sampel dilakukan via teknik purposive sampling yang menjangkau sejumlah 32 mahasiswa Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Medan. Prosedur analisis data aktual dieksekusi secara terstruktur memakai perhitungan skor persentase sebaran jawaban responden serta deskripsi kualitatif pertanyaan terbuka. Temuan riset secara empiris menyingkap pengaruh positif penggunaan animasi, kuis, dan portal laboratorium virtual seperti PhET Interactive Simulations dalam menstabilkan fokus belajar, motivasi intrinsik, serta mempermudah visualisasi ikatan atomik. Kendala teknis harian mencakup gangguan jaringan internet serta penggunaan visualisasi berlebih yang berisiko menaikkan cognitive load. Simpulan utama menegaskan bahwa hibridasi instruksional multimedia terbukti andal dalam mendongkrak ketahanan kognitif mahasiswa secara fleksibel.    
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) : ANALISIS IMPLEMENTASI, PERMASALAHAN, DAN UPAYA PENYELESAIAN DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN HIDUP 4C ABAD 21 Ilham Ahmad Fuady; Wulandari Wulandari; Rahmad Abdul Aziz T.; Sarah Sofwati; Jurmina Gaho; Taufik Muhtarom
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13216

Abstract

Thematic learning in elementary schools is considered an effective approach to developing 21st-century competencies, particularly the 4C skills (critical thinking, creativity, communication, and collaboration). However, previous studies have reported inconsistent findings, and a comprehensive synthesis of the implementation, challenges, and solutions remains limited. This study aimed to analyze the implementation, challenges, and solutions in thematic learning to improve 21st-century 4C life skills in elementary schools. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing 34 scientific articles retrieved from Google Scholar and SINTA-indexed journals based on predetermined inclusion criteria. The findings revealed that thematic learning contributes to the development of students' critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills through discussion activities, group work, problem-solving, and active participation in the learning process. Nevertheless, several challenges remain, including teachers' limited understanding of 21st-century learning, limited use of technology-based learning media, and low student participation in classroom activities. To address these challenges, teacher training and mentoring, the implementation of innovative learning models such as Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PJBL), and the utilization of interactive technology-based learning media are recommended. ABSTRAK Pembelajaran tematik di sekolah dasar dipandang mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21, khususnya keterampilan 4C (critical thinking, creativity, communication, dan collaboration). Namun, hasil penelitian mengenai implementasi pembelajaran tematik dalam meningkatkan keterampilan 4C masih menunjukkan temuan yang beragam sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kendala dan upaya penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, kendala, dan upaya penyelesaian dalam penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan hidup 4C abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 34 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dan jurnal-jurnal terakreditasi SINTA berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran tematik mampu meningkatkan keterampilan 4C siswa melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, pemecahan masalah, dan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru mengenai pembelajaran abad ke-21, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang belum optimal, serta rendahnya partisipasi aktif siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi pelatihan dan pendampingan guru, penerapan model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL), serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi yang lebih interaktif.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII PADA MATERI SISTEM KOLOID Jumaintan Dahaman; Dahlan Dahlan; La Rudi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13272

Abstract

ABSTRACT The low learning outcomes of students on the colloid system topic indicate the need for an instructional model that can improve conceptual understanding and promote active learning. This study aimed to analyze the effect of the Discovery Learning model on the learning outcomes of twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Menui in learning the colloid system. This research employed a quasi-experimental method using a Non-Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. The participants consisted of an experimental class taught using the Discovery Learning model and a control class taught using the Problem-Based Learning (PBL) model. Data were collected through learning achievement tests and student response questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. The findings revealed that the implementation of the Discovery Learning model improved students' learning outcomes more effectively than the Problem-Based Learning model. Students in the experimental class demonstrated better conceptual understanding and showed highly positive responses toward the learning process. These findings indicate that Discovery Learning facilitates active knowledge construction through discovery activities, resulting in more meaningful learning experiences. Therefore, the Discovery Learning model has a positive and effective influence on improving students' learning outcomes in the colloid system topic learning outcomes in the colloidal system topic. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada materi sistem koloid menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Menui pada materi sistem koloid. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Non-Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas siswa kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dan siswa kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara lebih baik dibandingkan model Problem Based Learning. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan penguasaan konsep yang lebih tinggi serta memperoleh respons yang sangat positif terhadap proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif melalui proses penemuan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem koloid.
TRANSFORMASI MAHĀRATUL KALĀM SANTRI MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF BERBASIS BI'AH LUGHAWIYAH DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIFAQIYAH Novi Ulfa Safitri; Ica Safitri; Uci Amelia; Deni Kusuma
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13327

Abstract

This study aims to analyze the transformation of mahāratul kalām (Arabic speaking skills) among students through a communicative approach based on bi’ah lughawiyah at Al-Ittifaqiyah Islamic Boarding School. The study was motivated by the low level of students' Arabic speaking proficiency, which is attributed to the predominance of structural approaches in language instruction and the limited opportunities for active communication practice. In this study, transformation refers to the improvement of students’ speaking abilities, as reflected in increased confidence, speaking fluency, vocabulary mastery, the ability to express ideas, and the spontaneous use of Arabic in daily communication. A mixed-method approach was employed. Data were collected through Guttman-scale questionnaires, semi-structured interviews, observations, and documentation. The participants consisted of 30 students, three language administrators, and two Arabic language supervisors (musyrifah). Quantitative data were analyzed using percentage calculations and interpreted based on Riduwan’s (2013) criteria, while qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that active communication practices achieved a score of 80.6% (good category), social interaction and bi’ah lughawiyah reached 91.3% (very good category), and the transformation of speaking skills attained 87% (very good category). Qualitative findings further reveal that students experienced a significant shift from being passive and afraid of making mistakes to becoming more confident, active, and capable of communicating in Arabic across various situations. In addition, students’ educational backgrounds, particularly their previous experience in learning Arabic, influenced the pace of their speaking skill transformation. This study confirms that the integration of a communicative approach with bi’ah lughawiyah effectively promotes the development of students’ Arabic communicative competence in an active, contextual, and sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi mahāratul kalām (kemampuan berbicara bahasa Arab) santri melalui pendekatan komunikatif berbasis bi’ah lughawiyah di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiyah. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara bahasa Arab santri yang disebabkan oleh dominasi pendekatan struktural dalam pembelajaran dan minimnya praktik komunikasi aktif. Transformasi dalam penelitian ini dipahami sebagai perubahan kemampuan berbahasa yang ditandai oleh peningkatan keberanian berbicara, kelancaran berkomunikasi, penguasaan kosakata, kemampuan menyampaikan pendapat, serta penggunaan bahasa Arab secara spontan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik pengumpulan data melalui angket skala Guttman, wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 30 santri, 3 pengurus bahasa, dan 2 musyrifah bahasa Arab. Analisis data kuantitatif menggunakan rumus persentase yang diinterpretasikan berdasarkan skala Riduwan (2013), sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi aktif memperoleh persentase 80,6% (kategori baik), interaksi sosial dan bi’ah lughawiyah 91,3% (kategori sangat baik), serta transformasi kemampuan berbicara 87% (kategori sangat baik). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa santri mengalami perubahan dari kondisi pasif dan takut melakukan kesalahan menjadi lebih percaya diri, aktif, dan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dalam berbagai situasi. Selain itu, latar belakang santri, khususnya pengalaman belajar bahasa Arab sebelumnya, turut memengaruhi kecepatan transformasi kemampuan berbicara. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan komunikatif dan bi’ah lughawiyah efektif dalam membentuk kompetensi komunikatif bahasa Arab santri secara aktif, kontekstual, dan berkelanjutan.
PERAN BI’AH LUGHAWIYAH DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN FONOLOGIS MAHARAH ISTIMA’ SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIFAQIAH Erma Sapitri; Novi Ulfa Safitri; Dini Kaspa; Baidinda Dwi Amanah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13398

Abstract

Many students at Islamic boarding schools face difficulties in distinguishing phonetically similar Arabic letters, such as ص  and س, ذ  and ز, as well as ض  and ظ. These difficulties arise from phonological interference caused by regional languages that lack equivalent phonemes, which in turn hinders students’ maharah istima’ (Arabic listening skills). This situation highlights the need for a structured linguistic environment, or Bi’ah Lughawiyah, as a systematic solution. This study aims to: (1) describe the implementation of Bi’ah Lughawiyah at Al-Ittifaqiah Islamic Boarding School; (2) analyze its role in developing students’ phonological competence in maharah istima’; (3) identify phonological difficulties experienced by students in distinguishing Arabic phonemes; and (4) determine the supporting and inhibiting factors in students’ phonological development. This study employed a qualitative descriptive approach involving 30 students, 2 language supervisors, and 2 female teachers selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and observation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive data analysis model, which consists of three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing, with source triangulation. The results indicate that Bi’ah Lughawiyah positively impacts students’ phonological competence in maharah istima’: 26 out of 30 students reported improved listening ability, and 25 students stated that consistent exposure to Arabic speech helped them understand phoneme distinctions. Nevertheless, students still struggle to differentiate phonetically similar letters such as ص, س, ذ, ز, ض, and ظ due to phonological interference from regional languages. This study affirms that Bi’ah Lughawiyah functions not merely as a communication medium within the pesantren, but as an effective language acquisition instrument when implemented consistently and supported by all elements of the institution. ABSTRAK Banyak santri di pondok pesantren mengalami kesulitan dalam membedakan bunyi huruf hijaiyah yang mirip secara fonetis, seperti ص  dengan س, ذ  dengan ز, serta ض  dengan ظ. Kesulitan ini muncul akibat interferensi fonologi dari bahasa daerah yang tidak mengenal fonem-fonem tersebut, sehingga kemampuan maharah istima’ santri pun terhambat. Kondisi ini mendorong perlunya lingkungan bahasa atau Bi’ah Lughawiyah yang terstruktur sebagai solusi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Bi’ah Lughawiyah di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah; (2) menganalisis perannya dalam mengembangkan kemampuan fonologis maharah istima’ santri; (3) mengidentifikasi kesulitan fonologis santri dalam membedakan bunyi huruf hijaiyah; serta (4) menemukan faktor pendukung dan penghambat perkembangan fonologis tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 30 santri, 2 pengurus bahasa, dan 2 ustadzah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa Bi’ah Lughawiyah berdampak positif terhadap kemampuan fonologis maharah istima’ santri: 26 dari 30 santri merasakan peningkatan kemampuan menyimak, dan 25 santri menyatakan pembiasaan mendengar membantu pemahaman bunyi huruf. Namun, santri masih kesulitan membedakan huruf ص, س, ذ, ز, ض, dan ظ  akibat interferensi fonologi bahasa daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa Bi’ah Lughawiyah bukan sekadar media komunikasi pesantren, melainkan instrumen pemerolehan bahasa yang efektif apabila diterapkan secara konsisten dan didukung seluruh elemen pesantren.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN CONCRETE PICTORIAL ABSTRACT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII Rosiana Ervita Juliyanti; Aryo Andri Nugroho; Muhammad Prayito
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13722

Abstract

ABSTRACT Low students' mathematical conceptual understanding of similarity topics indicates the need for a learning approach that helps students construct conceptual understanding gradually, actively, and meaningfully. This study aimed to analyze the effectiveness of the Concrete Pictorial Abstract (CPA) approach in improving students' mathematical conceptual understanding and to examine the influence of learning motivation and student activeness on that ability. This research employed an experimental method using a posttest-only control group design. The sample consisted of 64 seventh-grade students at SMP Negeri 1 Kalinyamatan in the 2025/2026 academic year, selected through cluster random sampling and assigned to an experimental class and a control class. Data were collected using a mathematical conceptual understanding test, a learning motivation questionnaire, and a student activeness observation sheet. The data were analyzed using normality and homogeneity tests, t-tests, as well as simple and multiple linear regression analyses. The findings revealed that learning through the Concrete Pictorial Abstract approach enabled students to achieve both individual and classical learning mastery and produced significantly better mathematical conceptual understanding than conventional instruction. Furthermore, learning motivation and student activeness had significant positive effects, both individually and simultaneously, thereby strengthening the effectiveness of the Concrete Pictorial Abstract approach in mathematics learning. These findings suggest that the Concrete Pictorial Abstract approach can be recommended as an alternative instructional approach to enhance students' mathematical conceptual understanding, particularly in learning similarity. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi kesebangunan menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mampu membantu siswa membangun pemahaman konsep secara bertahap, aktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan pendekatan Concrete Pictorial Abstract (CPA) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, serta mengkaji pengaruh keaktifan dan motivasi belajar terhadap kemampuan tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri atas 64 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kalinyamatan Tahun Ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, kemudian dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematis, angket motivasi belajar, dan lembar observasi keaktifan siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t, serta analisis regresi linear sederhana dan regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Concrete Pictorial Abstract mampu mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal serta menghasilkan kemampuan pemahaman konsep matematis yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Keaktifan dan motivasi belajar juga terbukti memberikan pengaruh positif, baik secara parsial maupun simultan, sehingga memperkuat efektivitas pendekatan Concrete Pictorial Abstract dalam pembelajaran matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Concrete Pictorial Abstract dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi kesebangunan.