cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
FAKTOR-FAKTOR PENENTU EMPLOYABILITY SKILLS MAHASISWA DALAM PENDIDIKAN TINGGI: STUDI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhamad Suhardi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.14044

Abstract

ABSTRACT The changing competency demands of the workforce in the transition from the Industrial Revolution 4.0 to Society 5.0 have positioned employability skills as a key indicator of higher education graduates' work readiness. Despite this growing importance, numerous studies continue to report a mismatch between graduates' competencies and industry expectations, while empirical evidence regarding the factors shaping employability skills remains fragmented and lacks comprehensive synthesis. This study aims to identify, classify, and synthesize the factors influencing university students' employability skills, while also determining the factors most consistently reported across the existing literature. A Systematic Literature Review (SLR) approach was employed through the processes of identification, selection, classification, and descriptive synthesis of 20 scholarly articles retrieved from the Scopus, Google Scholar, and ScienceDirect databases, published between 2022 and 2026. The synthesis revealed that psychological attributes and learning experiences constitute the most consistent determinants of employability skills, whereas the contribution of technical competencies tends to vary when not supported by non-technical competencies. These determinants include soft skills, work motivation, self-efficacy, emotional intelligence, psychological capital, internship experience, social support, learning environment, and educational programs. This study contributes a conceptual synthesis demonstrating that employability skills evolve through the interaction of personal and contextual factors, highlighting the need for integrated learning strategies that are responsive to the evolving demands of the labor market. ABSTRAK Perubahan kebutuhan kompetensi di dunia kerja pada era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0 menempatkan employability skills sebagai salah satu indikator utama kesiapan lulusan perguruan tinggi. Meskipun demikian, berbagai penelitian masih melaporkan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, sementara bukti empiris mengenai faktor-faktor yang membentuk employability skills masih tersebar dalam berbagai kajian dan belum terintegrasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi employability skills mahasiswa sekaligus mengidentifikasi kecenderungan faktor yang paling konsisten dilaporkan dalam literatur. Pendekatan Systematic Literature Review diterapkan melalui proses identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan sintesis deskriptif terhadap 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Scopus, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi 2022–2026. Sintesis memperlihatkan bahwa determinan psikologis dan pengalaman belajar merupakan kelompok faktor yang paling konsisten membentuk employability skills, sedangkan kontribusi kompetensi teknis cenderung lebih bervariasi apabila tidak didukung kompetensi nonteknis. Faktor-faktor tersebut mencakup soft skills, motivasi, self-efficacy, emotional intelligence, psychological capital, pengalaman magang, dukungan sosial, lingkungan belajar, dan program pendidikan. Penelitian ini menawarkan sintesis konseptual yang menegaskan bahwa employability skills berkembang melalui keterkaitan antara faktor personal dan kontekstual, sehingga pengembangannya memerlukan strategi pembelajaran yang terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan dunia kerja.
STRATEGI DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Siti Nur Habidah; Ahmad Rifa’i
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.5489

Abstract

ABSTRACT Arabic language learning in madrasahs plays an important role in developing students’ language proficiency and reasoning skills. However, conventional teaching methods that emphasize memorization oftenlead to passive learning and do not adequately train students’ critical thinking abilities. This study aims to examine the implementation of discussion strategies in Arabic language learning at MTsN 3 Sidoarjo and to analyze how these strategies enhance students’ critical thinking skills. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation. The study began with the determination of the research focus and the development of research instruments. Subsequently, data collection was carried out through learning observations, interviews, and document analysis. The collected data were analyzed to identify patterns and meanings relevant to the research objectives, and their validity was ensured through triangulation. The research findings were then systematically organized and presented in accordance with academic writing conventions. The results indicate that the use of discussion strategies significantly increases student participation and interaction in the classroom. Students become more active in exchanging ideas, asking questions, and expressing arguments based on logical reasoning. Through structured discussions, students not only gain a deeper understanding of Arabic language concepts but also develop essential skills such as analysis, evaluation, and problem-solving. The integration of discussion as a learning strategy creates a more dynamic, student-centered classroom environment, which ultimately supports students’ overall development, particularly in terms of critical thinking skills. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab di madrasah memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan keterampilan bernalar siswa. Namun, metode pembelajaran konvensional yang menekankan pada hafalan sering kali menyebabkan siswa pasif dan kurang terlatih dalam berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi diskusi dalam pembelajaran bahasa Arab di MTsN 3 Sidoarjo serta menelaah bagaimana strategi tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini diawali dengan penetapan fokus kajian dan penyusunan instrumen penelitian. Selanjutnya, pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan makna yang relevan dengan tujuan penelitian, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi. Seluruh hasil penelitian selanjutnya disusun dan disajikan dalam bentuk laporan penelitian yang sistematis sesuai kaidah penulisan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi diskusi secara signifikan meningkatkan partisipasi dan interaksi siswa di kelas. Siswa menjadi lebih aktif dalam bertukar ide, mengajukan pertanyaan, serta mengemukakan argumen dengan penalaran yang logis. Melalui diskusi yang terstruktur, siswa tidak hanya memahami konsep bahasa Arab secara lebih mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan penting seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Integrasi diskusi sebagai strategi pembelajaran mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis dan berpusat pada siswa. Hal ini pada akhirnya turut mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, khususnya dalam aspek berpikir kritis.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR Deny Apriyani Juhri; Selly Prasasti; Khoirunisa Zahrani; Wahyu Aulia Rahmadila; Rahmat Elvendi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.7478

Abstract

ABSTRACT The inadequate cognitive abilities of students in the IPAS subject indicate the need for a more appropriate learning model. The Contextual Teaching and Learning (CTL) model is expected to improve students’ understanding through active engagement and by connecting the material to everyday life contexts. This study aims to analyze the influence of implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on the cognitive abilities of fourth-grade students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject. This research employed a quantitative method with a Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design. The sample consisted of all fourth-grade students of UPT SDN 1 Pringsewu Selatan, totaling 30 students, comprising 16 female and 14 male students. The research data were collected using multiple-choice tests developed according to the indicators of cognitive abilities (C1–C6). The validity test results showed that 10 items were valid with an r count > r table (0.444), while the instrument’s reliability, calculated using the KR-20 formula, yielded a value of 0.806, categorized as high. The prerequisite tests indicated that the data were normally distributed and homogeneous. The t-test produced a value of t count = 16.001 > t table = 2.080, leading to the conclusion that the use of the CTL model had a significant effect on students’ cognitive abilities. Thus, the application of the Contextual Teaching and Learning model proved effective in improving students’ cognitive abilities in IPAS learning through active engagement, learning activities linked to real-life contexts, and more meaningful learning experiences. ABSTRAK Kondisi kemampuan kognitif siswa yang belum memadai pada mata pelajaran IPAS menunjukkan kebutuhan akan penerapan model pembelajaran yang lebih tepat. Model Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui keterlibatan aktif dan pengaitan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan kognitif peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini mencakup seluruh peserta didik kelas IV UPT SDN 1 Pringsewu Selatan yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 16 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda yang dikembangkan sesuai dengan indikator kemampuan kognitif (C1–C6). Hasil uji validitas menunjukkan 10 butir soal valid dengan nilai r hitung > r tabel (0,444), sedangkan reliabilitas instrumen menggunakan rumus KR-20 menghasilkan nilai 0,806 dengan kategori tinggi. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data memiliki distribusi yang normal serta bersifat homogen. Uji-t menghasilkan nilai nilai t hitung = 16,001 > t tabel = 2,080, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model CTL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kognitif peserta didik. Dengan demikian, penerapan model Contextual Teaching and Learning terbukti mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran IPAS melalui keterlibatan aktif, aktivitas belajar yang dikaitkan dengan konteks nyata, serta pengalaman belajar yang lebih bermakna.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI DAN MINAT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DPIB Meta Maliana Sitio; Nathanael Sitanggang
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.7960

Abstract

ABSTRACT Students’ learning outcomes in the Road and Bridge Construction component at vocational high schools (SMK) have not yet reached an optimal level. This condition is presumed to be related to the limited variation in instructional models used as well as differences in students’ learning interests. This study was conducted to examine the effects of implementing the SAVI learning model and Direct Instruction, students’ levels of learning interest, and the interaction between these two variables on the learning outcomes of Grade XI DPIB students at SMK Negeri 2 Medan. The study employed a quasi-experimental approach using a 2×2 factorial design and involved a comparison group that was administered both a pretest and a posttest. The research subjects were Grade XI DPIB students in the 2025/2026 academic year, selected through purposive sampling. Learning outcome data were collected through tests, while learning interest was measured using a questionnaire. Data analysis began with prerequisite testing, including tests of normality and homogeneity, followed by a two-way analysis of variance (ANOVA) at a significance level of 0.05. The results indicated that the data were normally distributed and homogeneous. Hypothesis testing showed that the calculated F value exceeded the critical F value, indicating significant differences in learning outcomes between students taught using the SAVI model and those taught using Direct Instruction. Significant differences in learning outcomes were also found when viewed in terms of students’ levels of learning interest, and an interaction was identified between the instructional model and students’ learning interest. The findings reveal that the implementation of the SAVI learning model yields more optimal results for students with high learning interest, whereas the Direct Instruction model demonstrates greater effectiveness for students with lower levels of learning interest. Therefore, alignment between the instructional model and students’ learning interest characteristics plays an important role in improving learning achievement. ABSTRAK Hasil belajar siswa pada elemen Konstruksi Jalan dan Jembatan di SMK belum optimal, hal ini diduga berkaitan dengan pemilihan model pembelajaran yang kurang variatif serta perbedaan minat belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI dan Direct Instruction, tingkat minat belajar siswa, serta interaksi antara kedua variabel tersebut terhadap hasil belajar siswa kelas XI DPIB di SMK Negeri 2 Medan. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuasi eksperimental, menerapkan rancangan faktorial 2×2, serta melibatkan kelompok pembanding yang diberikan tes awal dan tes akhir. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI DPIB tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data hasil belajar diperoleh melalui tes, sedangkan minat belajar diukur menggunakan angket. Tahap analisis data dimulai dengan pengujian prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas, selanjutnya dilakukan analisis varians dua arah (ANAVA) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa nilai F hitung melampaui F tabel, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna pada hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SAVI dan Direct Instruction, terdapat perbedaan capaian belajar ditinjau dari tingkat minat belajar, serta ditemukan interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI memberikan hasil yang lebih optimal pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, sementara model Direct Instruction menunjukkan efektivitas yang lebih besar pada siswa dengan tingkat minat belajar rendah. Oleh karena itu, kesesuaian antara model pembelajaran dan karakteristik minat belajar siswa berperan penting dalam upaya meningkatkan capaian hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X DPIB Kesia Trinita Saragih; Nathanael Sitanggang
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.7961

Abstract

ABSTRACT The implementation of appropriate learning models contributes to the achievement of student learning outcomes, particularly when viewed in relation to differences in learning motivation levels. This study aims to analyze the effect of implementing the Inquiry learning model and students learning motivation levels on learning outcomes, as well as to examine the interaction between these two variables in the subject Basic Principles of Design Modeling and Building Information for tenth grade DPIB students at SMK Negeri 2 Medan. This study employed a quasi experimental method with a 2 × 2 factorial design, which included the administration of a pretest, the learning process, and a posttest. The research sample consisted of two classes: class X DPIB 1, comprising 36 students as the experimental group that applied the Inquiry learning model, and class X DPIB 2 with the same number of students as the control group that used the Direct Instruction model. The research instruments included a learning outcomes test and a learning motivation questionnaire, both of which had been tested for validity and reliability. The homogeneity test indicated that the data were derived from a homogeneous population. Data analysis using two way ANOVA revealed differences in learning outcomes influenced by the learning model and learning motivation level, as well as an interaction between the two variables. Students with high learning motivation achieved more optimal learning outcomes when the Inquiry model was applied, whereas students with low learning motivation tended to obtain better results through the Direct Instruction model. These findings are expected to serve as a basis for teachers in adjusting the selection of learning models according to students learning motivation characteristics. ABSTRAK Penerapan model pembelajaran yang tepat berkontribusi terhadap pencapaian hasil belajar siswa, terutama jika ditinjau berdasarkan perbedaan tingkat motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Inquiry dan tingkat motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, serta mengkaji adanya interaksi antara kedua variabel tersebut pada mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan siswa kelas X DPIB di SMK Negeri 2 Medan. Penelitian ini menerapkan metode kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2 × 2 yang mencakup pelaksanaan pretest, proses pembelajaran, dan posttest. Sampel penelitian melibatkan dua kelas, yaitu kelas X DPIB 1 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Inquiry, serta kelas X DPIB 2 dengan jumlah siswa yang sama sebagai kelompok kontrol yang menggunakan model Direct Instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes untuk mengukur hasil belajar serta angket motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Uji homogenitas menunjukkan data berasal dari populasi homogen. Hasil pengolahan data melalui ANAVA dua jalur menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang dipengaruhi oleh model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar, serta adanya interaksi antara kedua variabel tersebut. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi menunjukkan capaian hasil belajar yang lebih optimal ketika diterapkan model Inquiry, sementara siswa dengan motivasi belajar rendah cenderung memperoleh hasil yang lebih baik melalui model Direct Instruction. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi guru dalam menyesuaikan pemilihan model pembelajaran dengan karakteristik motivasi belajar siswa.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR X DPIB Fendi Ryandi; Nono Sebayang
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8160

Abstract

ABSTRACT Based on observations of the learning process at SMK Negeri 5 Medan, it was found that students learning outcomes in the basic technique element of the subject Fundamentals of Modeling and Building Information have not yet reached the expected level. The learning process is still dominated by the Direct Instruction model in the form of lectures and written assignments. This condition indicates the need for innovation in selecting learning models to improve students learning outcomes. This study aims to analyze the significant effect of implementing the Reciprocal Teaching model on learning outcomes in the basic technique element of the subject Modeling Design and Building Information Work, and to compare it with the Direct Instruction model among tenth grade DPIB students at SMK Negeri 5 Medan in the odd semester of the 2025/2026 academic year. This research employed a quantitative approach using a true experimental design with a control group pretest posttest type. The research population consisted of all tenth grade DPIB students selected through cluster random sampling, with class X DPIB 1 assigned as the control group and class X DPIB 2 as the experimental group. Data were collected through objective tests and documentation. The results showed that the average learning outcomes of students taught using the Reciprocal Teaching model were 80.94, while those taught using the Direct Instruction model achieved an average score of 67.82. The t-test results indicated a significance value of 0.00 < 0.05, leading to the conclusion that the Reciprocal Teaching model has a significant effect and produces higher learning outcomes compared to the Direct Instruction model. ABSTRAK Berdasarkan hasil pengamatan proses pembelajaran di SMK Negeri 5 Medan, terlihat bahwa hasil belajar siswa pada elemen teknik dasar dalam mata pelajaran Dasar Dasar Pemodelan dan Informasi Bangunan masih belum mencapai tingkat yang diharapkan. Proses pembelajaran masih didominasi model direct instruction berupa ceramah dan penugasan tertulis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi dalam pemilihan model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh signifikan penerapan model Reciprocal Teaching terhadap hasil belajar pada elemen teknik dasar dalam mata pelajaran Pekerjaan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, serta membandingkannya dengan model Direct Instruction pada siswa kelas X DPIB SMK Negeri 5 Medan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true eksperimen tipe control group pretest posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X DPIB yang dipilih melalui teknik cluster random sampling, dengan penetapan kelas X DPIB 1 sebagai kelompok kontrol dan kelas X DPIB 2 sebagai kelompok eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui tes objektif dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata rata hasil belajar siswa yang menggunakan model Reciprocal Teaching sebesar 80,94, sedangkan siswa yang diajar dengan model Direct Instruction memperoleh rata rata 67,82. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Reciprocal Teaching berpengaruh signifikan dan menghasilkan capaian hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan model Direct Instruction.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR DPIB SMK NEGERI 5 MEDAN Sihat Siallagan; Efendi Napitupulu
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8175

Abstract

ABSTRACT The findings indicate that teachers still predominantly apply conventional learning models; therefore, a personalized, student-centered learning model aligned with the Merdeka Curriculum is needed to improve students’ understanding and accuracy in technical drawing components. This study aimed to examine the effect of the Personalized System of Instruction (PSI) learning model on the learning outcomes of Grade X students in the Design Modeling and Building Information (DPIB) specialization at SMK Negeri 5 Medan. The study employed a quasi-experimental method using a Control Group Pretest–Posttest design, involving two groups: Class X DPIB 1 as the experimental group and Class X DPIB 2 as the control group. The research procedures included instrument testing, validity, difficulty index, discrimination power, and reliability, administration of pre-tests and post-tests, and data analysis through normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the t-test. The results showed that the implementation of the PSI model had a positive and significant effect on students’ learning outcomes, as indicated by a significance value of 0.000 < 0.05, with the experimental group’s average learning outcomes being 12.50% higher than those of the control group. The conclusion of this study is that the Personalized System of Instruction model is effective and feasible for improving students’ learning outcomes in technical drawing for Grade X DPIB students at SMK Negeri 5 Medan. ABSTRAK Adanya temuan bahwa guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional, sehingga diperlukan model pembelajaran berbasis personal yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan pemahaman dan ketelitian siswa pada elemen gambar teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI) terhadap hasil belajar siswa kelas X Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 5 Medan. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Control Group Pretest–Posttest, melibatkan dua kelompok, yaitu kelas X DPIB 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X DPIB 2 sebagai kelompok kontrol. Tahapan penelitian meliputi uji instrumen yaitu validitas, indeks kesukaran, daya beda, dan reliabilitas, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta analisis data melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PSI memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, di mana rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi sebesar 12,50% dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini adalah bahwa model Personalized System of Instruction efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada elemen gambar teknik kelas X DPIB di SMK Negeri 5 Medan.
THE IMPACT OF SYNTAX MASTERY ON STUDENTS’ WRITING ACCURACY Aisyah Amru; Nadia Wulandari; Nasywa Sakinah; Izzati Amirah Sari; Siti Ismahani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8299

Abstract

This study investigates the effect of students’ syntax mastery on writing accuracy in English as a Foreign Language (EFL). Writing accuracy is closely related to the correct application of syntactic rules, including sentence structure, word order, and grammatical relationships. An experimental research design was employed involving ten first-semester EFL students. Data were collected through a syntax mastery test and a writing task designed to measure students’ accuracy in constructing grammatical sentences. Pre-test and post-test scores were analyzed to examine the relationship between syntax mastery and writing performance. The results indicate that students with higher levels of syntax mastery achieved significantly better writing accuracy compared to those with lower mastery. These students demonstrated greater ability to produce grammatically correct and well-structured sentences. The findings underscore the importance of syntax instruction in enhancing EFL learners’ writing accuracy. Consequently, the integration of syntax-focused teaching strategies is recommended to support the development of accurate writing skills in EFL classroom contexts. ABSTRAK Penelitian ini menyelidiki pengaruh penguasaan sintaksis siswa terhadap akurasi menulis dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Akurasi menulis sangat berkaitan dengan penerapan aturan sintaksis yang benar, termasuk struktur kalimat, urutan kata, dan hubungan gramatikal. Desain penelitian eksperimen digunakan dengan melibatkan sepuluh mahasiswa EFL semester pertama. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan sintaksis dan tugas menulis yang dirancang untuk mengukur akurasi siswa dalam membangun kalimat yang gramatikal. Skor pre-test dan post-test dianalisis untuk mengkaji hubungan antara penguasaan sintaksis dan performa menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat penguasaan sintaksis yang lebih tinggi memperoleh akurasi menulis yang secara signifikan lebih baik dibandingkan siswa dengan penguasaan rendah. Siswa tersebut menunjukkan kemampuan lebih besar dalam menghasilkan kalimat yang gramatikal dan tersusun dengan baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran sintaksis dalam meningkatkan akurasi menulis siswa EFL. Oleh karena itu, integrasi strategi pengajaran yang berfokus pada sintaksis direkomendasikan untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis yang akurat dalam konteks kelas EFL.
LEARNING A WRITING POETRY THROUGH PRAGMATIC ANALYSIS Dodi Erwin Prasetyo; Abdul Hadi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8301

Abstract

ABSTRACT Writing is a language skill that is developed through continuous practice, including in poetry writing. However, in instructional practice, poetry writing activities tend to focus mainly on aesthetic aspects of language and have not widely incorporated more contextual linguistic approaches, particularly pragmatic analysis. In addition, scholarly studies integrating poetry writing with a pragmatic perspective remain relatively limited. Therefore, this study aims to explore poetry writing through a pragmatic analysis approach and to examine its contribution to the development of students’ critical thinking and writing skills. This research employs a qualitative approach using a library research method by systematically reviewing textbooks, journal articles, and previous studies relevant to poetry writing and pragmatics. The research stages include collecting relevant literature, analyzing the concepts of writing and poetry, examining pragmatic contexts, and synthesizing the relationship between pragmatics and the poetry writing process. The findings indicate that integrating pragmatic analysis into poetry writing instruction has the potential to enhance students’ ability to generate and develop ideas, understand contextual meanings, and foster critical language awareness. The main conclusion of this study emphasizes that a pragmatic approach can serve as a strategic alternative in poetry writing instruction, with pedagogical implications highlighting the need for collaboration between educators and curriculum developers, as well as opportunities for further research examining the relationship among pragmatics, poetry, and learners’ levels of language proficiency. ABSTRAK Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat terlatih dan memerlukan proses pembiasaan yang berkelanjutan, termasuk dalam penulisan puisi. Namun, dalam praktik pembelajaran, kegiatan menulis puisi masih cenderung terbatas pada aspek estetika bahasa dan belum banyak memanfaatkan pendekatan linguistik yang lebih kontekstual, khususnya analisis pragmatik. Selain itu, kajian ilmiah yang mengintegrasikan penulisan puisi dengan perspektif pragmatik masih relatif jarang ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penulisan puisi melalui pendekatan analisis pragmatik serta mengkaji kontribusinya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui penelaahan sistematis terhadap buku teks, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penulisan puisi dan pragmatik. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sumber pustaka, analisis konsep menulis dan puisi, kajian konteks pragmatik, serta sintesis hubungan antara pragmatik dan proses penulisan puisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi analisis pragmatik dalam pembelajaran menulis puisi berpotensi meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan dan mengembangkan ide, memahami konteks makna, serta menumbuhkan kepekaan berbahasa secara kritis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pragmatik dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran menulis puisi, dengan implikasi pedagogik berupa perlunya kolaborasi antara pendidik dan pengembang kurikulum, serta peluang penelitian lanjutan yang mengkaji hubungan pragmatik, puisi, dan tingkat kebahasaan peserta didik.
PENERAPAN DIGITAL LEARNING DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT Firsta Bagus Sugiharto; Kardiana Metha Rozhana; Reni Wahyu Eka Sayekti; Tomas Surandoko
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8490

Abstract

The development of digital technology has encouraged Community Learning Centers (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) to adopt more flexible learning approaches that are responsive to learners’ needs. However, the implementation of digital learning in PKBM still faces limitations related to resource readiness and supporting infrastructure. This study aims to analyze the implementation of digital learning in supporting learners’ learning processes in PKBM, particularly in improving content comprehension, digital skills, and learning independence. The study employed a descriptive approach involving PKBM learners and tutors as research subjects. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the implementation of digital learning increases learners’ active participation, facilitates access to learning materials, and promotes the development of digital literacy and confidence in using technology. Despite challenges such as limited devices and unequal internet access, digital learning has been shown to contribute positively to the effectiveness of learning in PKBM and is worthy of further development as a learning strategy in nonformal education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengadaptasi pembelajaran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, penerapan digital learning di PKBM masih menghadapi keterbatasan pada aspek kesiapan sumber daya dan sarana pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digital learning dalam mendukung pembelajaran peserta didik di PKBM, khususnya pada peningkatan pemahaman materi, keterampilan digital, dan kemandirian belajar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek peserta didik dan tutor PKBM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital learning meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, mempermudah akses materi, serta mendorong peningkatan literasi digital dan kepercayaan diri dalam penggunaan teknologi. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet, penerapan digital learning terbukti memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran di PKBM dan layak dikembangkan sebagai strategi pembelajaran pendidikan nonforma