cover
Contact Name
Minanton
Contact Email
Minanton@ikbis.ac.id
Phone
+6285256365693
Journal Mail Official
e-journal@ikbis.ac.id
Editorial Address
Jl. Medokan Semampir Indah No. 27, Kel. Medokan Semampir Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60119
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK)
ISSN : -     EISSN : 27758958     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) is the official journal of the Nursing Study Program of the Institute of Health and business Surabaya (IKBIS Surabaya). This journal is an open-access journal, peer-reviewed, and published every 6 months (January and July) with a minimum of 5 articles per issue. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer aims to promote the research papers of clinical nurses, lecturers, and nursing students and contribute to the development of nursing science from the Indonesian perspective. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) focuses on nursing fields (Medical Surgery, Emergency, Child, Maternity, Mental, Gerontic, Management, Family and Community) and specifically related to the learning process and curriculum development, complementary therapy, innovation, the current trends, and issues in nursing. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) accepts research articles (quantitative, qualitative, and mix-method) as well as literature reviews. JPKK does not accept articles that have been or are being published in other journals.
Articles 156 Documents
DESKRIPSI KEMAMPUAN HIGH QUALITY CARDIOPULMONARY RESUSCITATION (HQ-CPR) PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Murtadho, Maulana Arif; Ristanto, Riki
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1000

Abstract

Latar belakang: Henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) merupakan salah satu penyebab utama kematian global. High-Quality Cardiopulmonary Resuscitation terbukti dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien. Namun, kemampuan mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan HQ-CPR masih perlu dievaluasi untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi situasi kegawatdaruratan. Tujuan: Mengetahui kemampuan HQ-CPR pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mahasiswa keperawatan dalam melakukan HQ-CPR. Penelitian dilaksanakan pada 25–26 September 2021 di Laboratorium Keperawatan Gawat Darurat ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Sampel sebanyak 91 mahasiswa semester enam dipilih melalui teknik purposive sampling dari total 101 peserta pelatihan BTCLS tahun 2021. Variabel penelitian terdiri dari: usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, skor IMT, kecepatan kompresi dada, kedalaman kompresi, chest recoil, interupsi minimal, dan rasio kompresi–ventilasi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang divalidasi oleh instruktur BTCLS dan didukung rekaman video, serta dianalisis secara univariat menggunakan Stata versi 17. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik dari Komite Etik Poltekkes Kemenkes Malang (No. 041/KEPK-POLKESMA/2021). Hasil: Dalam pelaksanaan HQ-CPR, 82.4% responden melakukan kompresi dada sesuai standar, 64.8% menunjukkan recoil dada yang baik, dan 65.9% memiliki kedalaman kompresi yang sesuai. Sebanyak 81.3% mampu meminimalkan interupsi, serta 85.7% memenuhi rasio kompresi dan ventilasi 30:2. Secara keseluruhan, 53.8% responden dinyatakan mampu melakukan HQ-CPR sesuai kriteria. Kesimpulan: Lebih dari separuh mahasiswa keperawatan mampu melakukan HQ-CPR secara tepat, namun beberapa aspek teknis seperti kedalaman kompresi dan recoil dada masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan yang berkelanjutan dan berbasis umpan balik. Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi institusi pendidikan untuk memperkuat kompetensi kegawatdaruratan sejak dini.
PENGARUH HYPNOPREGNANCY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DI KLINIK "RAHSKA MOM BABY CARE" PEKANBARU Lexi, Sri Agnes; Susanti, Revita; Afriani, Riska; Richa Rahmana, Fatma
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1001

Abstract

Background: Pregnancy brings physical and psychological changes, therefore pregnant women need a conducive physical and psychological condition so that the pregnancy process until delivery can run smoothly. Physiological changes that may appear in pregnant women can be a factor in the formation of psychological problems in pregnant women, such as anxiety that arises in each trimester of pregnancy. Aim: To identify the influence of hypnopregnancy on the anxiety levels of pregnant women at Rahska mom baby care Method: This study uses a Pre-experimental research design with One Group Pre Test- Post Test Design on 23 pregnant women in the second and third trimesters. The statistical test in this study uses the Wilcoxon Signes Rank Test. Results: The statistical results using the Wilcoxon Signes Rank Test on 23 pregnant women obtained a P.Value of 0.000 ˂ 0.005. This shows that there is a significant influence between hypnopregnancy on the level of anxiety of pregnant women in the second and third trimesters preparing for childbirth. Results: The results of the Pearson correlation test with a level of error (α) = 0.05, obtained p value = 0.011. This means that there is a significant relationship between workload and caring behavior applied by nurses. Conclusion: Based on the results of this study, hypnopregnancy has an effect on the anxiety levels of pregnant women. Therefore, it is recommended that pregnant women practice hypnopregnancy regularly to reduce anxiety levels during pregnancy
Peran Nursing Huddle di Lingkungan Akademik: Tinjauan Literatur tentang Peningkatan Kerja Sama Tim dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa Keperawatan Zuhriyah, Siti; Amelia Magdalena Kawengian; Hesky Frengky Ngongoloy; Fransisca Sri Murdiati; Budi Utomo
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1008

Abstract

Latar Belakang : Kerja sama tim yang efektif dan komunikasi yang jelas adalah landasan dari asuhan pasien yang aman dan berkualitas tinggi. Namun, mahasiswa keperawatan sering kali mempelajari keterampilan ini dalam lingkungan yang terfragmentasi dan individualistis. Tujuan : Nursing huddle, sebuah rapat berdiri singkat yang diadopsi dari praktik klinis, muncul sebagai alat pedagogis yang kuat dalam dunia akademik keperawatan untuk menjembatani kesenjangan ini. Metode : Tinjauan literatur ini mensintesis bukti-bukti yang ada mengenai implementasi dan dampak nursing huddle di lingkungan akademik, seperti laboratorium simulasi dan konferensi pasca-praktik klinik. Hasil : Temuan mengindikasikan bahwa huddle akademik menyediakan ruang terstruktur dan aman bagi mahasiswa untuk melatih teknik komunikasi vital, meningkatkan kesadaran situasional, serta menumbuhkan budaya kerja sama tim dan keamanan psikologis. Meskipun literatur sangat mendukung manfaatnya, masih terdapat kesenjangan terkait kurangnya model implementasi yang terstandarisasi dan studi longitudinal yang melacak transfer keterampilan ini ke dalam praktik profesional. Kesimpulan : Tinjauan ini menyimpulkan bahwa nursing huddle adalah strategi pendidikan berdampak tinggi dan berbiaya rendah yang secara langsung menjawab kompetensi inti dan mempersiapkan mahasiswa dengan lebih baik untuk realitas lingkungan kerja layanan kesehatan yang kolaboratif.
STRATEGI PENCEGAHAN SPASME ARTERI RADIAL PADA PCI TRANSRADIAL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Mira Dwi Lantasary; Latifah; Indah Almaidah; Evi Nurhidayati; Afridayanti Siregar, Devi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1009

Abstract

Background: Radial artery spasm is a common complication in transradial PCI procedures that can hinder procedural success and increase patient risk. Therefore, preventing radial artery spasm is crucial to improving procedural outcomes. Objective: This systematic literature review aims to evaluate various strategies for preventing radial artery spasm during transradial PCI, including both pharmacological and non-pharmacological interventions. Methods: This systematic literature review follows the PRISMA guidelines, with article searches conducted in three major databases (PubMed, Scopus, Google Scholar) for studies published between 2016 and 2025. Inclusion criteria were studies addressing the prevention of radial artery spasm and the interventions used to prevent such complications. Results: The use of spasmolytic agents, such as nitroglycerin and verapamil, has proven effective in reducing radial artery spasm. On the other hand, local heating with infrared emitters also shows potential for improving artery diameter and reducing procedure duration, although its effects are more gradual. A multimodal approach combining pharmacological and non-pharmacological therapies provides the best results in preventing radial artery spasm. Conclusion: Preventing radial artery spasm in transradial PCI requires a comprehensive approach, combining both pharmacological and non-pharmacological therapies. Local heating can be an effective additional option; however, further research is needed to validate long-term outcomes and improve transradial PCI results.
EDUKASI YANG DIPIMPIN PERAWAT UNTUK PERAWATAN AKSES VASKULAR JANGKA PANJANG PADA HEMODIALISIS: SISTEMATIK LITERATURE REVIEW Cahyanto, Heri Nur; Enjelia, Devis; Susanah, Susi; Adja, Hesti; Herwanto, Rio
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1010

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan hemodialisis sangat bergantung pada akses vaskular jangka panjang yang berfungsi baik. Infeksi, trombosis, dan kegagalan maturasi merupakan penyebab utama morbiditas dan rawat inap, yang kerap terkait keterbatasan pengetahuan dan praktik perawatan mandiri. Edukasi yang dipimpin perawat dipandang kunci untuk memberdayakan pasien. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas strategi edukasi yang dipimpin perawat terhadap pengetahuan, praktik perawatan mandiri, dan luaran klinis akses vaskular pada pasien hemodialisis. Metode: Tinjauan sistematis mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan di PubMed, Scopus, dan Cochrane Library untuk publikasi Januari 2010–Desember 2024. Rekaman diimpor ke Covidence untuk deduplikasi, penyaringan dua penelaah, telaah teks penuh, dan pencatatan alasan eksklusi. Kriteria inklusi: uji terkontrol pada pasien hemodialisis dewasa yang mengevaluasi intervensi edukasi dipimpin perawat dengan luaran pengetahuan, perilaku perawatan mandiri, dan/atau luaran klinis (infeksi, trombosis/oklusi, maturasi/patensi, rawat inap). Risiko bias dinilai dengan RoB 2 (RCT) dan ROBINS‑I (studi quasi). Karena heterogenitas tinggi, dilakukan sintesis naratif. Hasil: Termasuk 15 studi dari 9 negara (1.824 pasien): 11 RCT dan 4 studi quasi‑eksperimental terkontrol. Modalitas intervensi meliputi sesi tatap muka terstruktur dan demonstrasi keterampilan, booklet/multimedia/video, dukungan internet/telehealth/aplikasi seluler, serta program latihan pascaoperasi yang diawasi perawat. Sebanyak 13 dari 15 studi melaporkan peningkatan bermakna pada pengetahuan dan/atau perilaku perawatan mandiri (p<0,05). Beberapa studi menunjukkan perbaikan luaran klinis, termasuk penurunan kegagalan maturasi dan percepatan maturasi AVF, serta penurunan infeksi dan trombosis dibanding perawatan standar. Penilaian risiko bias menunjukkan sebagian besar RCT berada pada kategori rendah hingga some concerns, sedangkan studi quasi cenderung moderat hingga tinggi karena keterbatasan perancangan dan pengukuran. Kesimpulan: Bukti yang ada mendukung program edukasi terstruktur yang dipimpin perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku perawatan mandiri, dengan sinyal kuat ke arah perbaikan luaran klinis akses vaskular. Diperlukan standarisasi protokol, pelaporan outcome inti yang seragam, RCT multicenter dengan tindak lanjut ≥6–12 bulan, serta evaluasi biaya‑efektivitas untuk memperkuat generalisasi dan adopsi sebagai standar layanan.
INVESTIGASI EPIDEMOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI KABUPATEN ROKAN HILIR, RIAU TAHUN 2024 : Keperawatan Komunitas Devis Enjelia; Nurhidayati, Evi; Suhardiansyah; ⁠Ambo Anto; Susanah, Susi; Deddy Novianto, ⁠Eko; Oktaviana Larasati, Putri
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1015

Abstract

Latar Belakang: Pada pertengahan tahun 2024 Kabupaten Rokan Hilir dilaporkan terjadi lonjakan kasus malaria yang signifikan setelah menerima sertifikat eliminasi malaria pada tahun 2022, menandakan selama tiga tahun berturut – turut, menandakan tidak adanya penularan lokal. Peristiwa ini menyoroti kerentanan wilayah eliminasi terhadap reintroduksi malaria, sehingga pemerintah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karateristik epidemologi KLB Malaria di Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif epidemiologi dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan Puskesmas di wilayah terdampak selama periode Mei hingga September, Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mensintesis informasi untuk menggambarkan distribusi kasus berdasarkan variabel waktu, tempat, dan orang. Hasil: Sebanyak lebih dari 800 kasus malaria terkonfirmasi dilaporkan selama periode KLB. Kurva epidemi menunjukkan peningkatan kasus secara tajam mulai akhir Mei 2024 dan mencapai puncak pada bulan Juli 2024. Distribusi kasus menunjukkan konsentrasi tinggi di tiga kecamatan pesisir: Sinaboi (n=410), Pasir Limau Kapas (n=319), dan Bangko (n=91). Investigasi menemukan bahwa sebagian besar kasus indeks memiliki riwayat perjalanan dari daerah endemis malaria di luar Provinsi Riau. Jenis parasit yang teridentifikasi adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Kesimpulan: KLB Malaria di Rokan Hilir merupakan contoh klasik reintroduksi penularan di wilayah eliminasi, yang digerakkan oleh mobilitas penduduk. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan sistem surveilans pasca-eliminasi, khususnya surveilans migrasi dan respons cepat, untuk melindungi status bebas malaria.
EFEKTIVITAS PROGRAM EMPOWERMENT STRUKTURAL TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Baslia, Nurul; Trisye Yolanda Rumbe; Marintas; Nirwana Alef Lamma; Nabilla Mayasari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1016

Abstract

Background: One of the causes of low job satisfaction among nurses is an unsupportive or disempowering work environment. The concept of structural empowerment explains that when nurses are given access to information, support, resources, and development opportunities, their job satisfaction improves. However, stronger evidence is still needed to confirm its effectiveness. Objective: To systematically evaluate the effectiveness of structural empowerment-based intervention programs in improving nurses’ job satisfaction in clinical settings. Methods: This systematic review was conducted according to the PRISMA 2020 guidelines. Article searches were focused on the PubMed, CINAHL, and Scopus databases for publications from January 2020 to December 2025. Inclusion criteria consisted of controlled trials (RCTs and quasi-experimental designs) implementing structural empowerment interventions (such as shared governance, mentoring programs, or participatory leadership) aimed at nurses, with outcomes measuring job satisfaction using validated instruments. Results: A total of ten studies (6 RCTs and 4 quasi-experimental) involving 2,158 nurses across six countries met the inclusion criteria. Eight out of ten studies reported a statistically significant increase in job satisfaction scores (p<0.05) in the intervention groups. The most notable improvements were observed in domains such as autonomy, control over practice, and professional relationships. Two studies found no significant difference, which was attributed to the short duration of the interventions. Conclusion: Existing evidence consistently shows that well-structured and management-supported structural empowerment programs effectively enhance nurse job satisfaction. The implementation of shared governance demonstrates the strongest and most sustainable impact. Further research is needed in the form of multisite RCTs with long-term follow-up and cost-effectiveness analysis to support broader generalization and adoption as a nursing management standard. Keywords: Structural empowerment, Shared governance, Nursing, Systematic review
The Effectiveness of Code Blue Simulation on Nurses' Readiness in Cardiopulmonary Resuscitation Anto, Ambo; Sumiyati; Peristiowati, Yuly; Susiati, Asih Luklu
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1019

Abstract

Simulation-based Code Blue training has emerged as a pedagogical approach to enhance nurses' preparedness in managing sudden cardiac arrest events. This study aims to examine the effectiveness of various Code Blue simulation models in improving Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) competencies among nursing professionals. A systematic literature review was conducted using five recent Scopus-indexed studies that evaluated simulation-based interventions, including in situ simulations, protected Code Blue scenarios, and video-assisted debriefing. Results: The findings indicate that simulation significantly contributes to improved clinical performance, critical decision-making, and interprofessional team coordination. Conclusion: These results underscore the urgency of integrating Code Blue simulation into nursing education and training curricula to enhance professional readiness and promote patient safety..
SERVICE QUALITY AND NET PROMOTE SCORE (NPS): A LITERATURE REVIEW ON THEIR RELATIONSHIP IN HEALTHCARE SERVICE Lombongkaehe, Citra Marianti Ningsih; Grace Solely Houghty
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1020

Abstract

This literature review examines the relationship between service quality and Net Promoter Score (NPS) in the context of Indonesian healthcare services. Drawing on recent empirical studies, the review highlights that improvements across all dimensions of service quality-tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy-are essential for achieving high patient satisfaction and fostering loyalty. The findings indicate that while NPS is a useful and increasingly popular metric for measuring patient loyalty, its effectiveness is limited if used in isolation, as it may not fully capture the complexity of patient experiences and can be influenced by contextual factors. Therefore, integrating NPS with comprehensive service quality assessments and qualitative feedback is recommended to provide a more accurate and actionable understanding of patient perceptions. This review offers practical guidance for hospital managers seeking to enhance both patient experience and organizational performance through a holistic approach to service quality improvement.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI HIJAMAH (BEKAM KERING) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WLIAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PENANG KABUPATEN SAMPANG Mohammad Shiddiq Suryadi; Lestari Ika , Mei; Willi Holis; Uyunur Rohmah; Faisal Amir
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1021

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi termasuk masalah yang tidak boleh diabaikan terutama pada lansia karena gejalanya seringkai tidak diketahui meskipun sudah berlangsung lama. Penggunaan obat-obatan farmakologi selain dapat mengeluarkan biaya yang sangat mahal juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal apabila di konsumsi dengan waktu yang sangat panjang, maka dari itu juga dibutuhkan terapi non farmakologi. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest . Populasi terdiri dari 32 lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Penang. Sampel ditentukan dengan cara acak dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah diberikan terapi Hijamah (Bekam Kering), dengan nilai signifikansi p = 0,003. Hal ini mengindikasikan bahwa terapi Hijamah (Bekam Kering) efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi Hijamah (Bekam Kering) bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan alternatif terapi untuk menurunkan bahkan menormalkan tekanan darah pada penderita hipertensi, dan terbukti efektif dalam membantu menurunkan dan menormalkan tekanan darah pada individu dengan kondisi tersebut. Kata Kunci : Terapi Hijamah (Bekam Kering), Tekanan Darah, Hipertensi.