cover
Contact Name
Minanton
Contact Email
Minanton@ikbis.ac.id
Phone
+6285256365693
Journal Mail Official
e-journal@ikbis.ac.id
Editorial Address
Jl. Medokan Semampir Indah No. 27, Kel. Medokan Semampir Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60119
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK)
ISSN : -     EISSN : 27758958     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) is the official journal of the Nursing Study Program of the Institute of Health and business Surabaya (IKBIS Surabaya). This journal is an open-access journal, peer-reviewed, and published every 6 months (January and July) with a minimum of 5 articles per issue. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer aims to promote the research papers of clinical nurses, lecturers, and nursing students and contribute to the development of nursing science from the Indonesian perspective. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) focuses on nursing fields (Medical Surgery, Emergency, Child, Maternity, Mental, Gerontic, Management, Family and Community) and specifically related to the learning process and curriculum development, complementary therapy, innovation, the current trends, and issues in nursing. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) accepts research articles (quantitative, qualitative, and mix-method) as well as literature reviews. JPKK does not accept articles that have been or are being published in other journals.
Articles 231 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS ABIANSEMAL II Ayu Wahyuna Aristya Dewi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1351

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui kepatuhan terhadap diet hipertensi. Kepatuhan diet pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama dukungan keluarga yang berperan sebagai sistem pendukung utama dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga sangat penting dalam membantu lansia menjalankan pola makan yang dianjurkan guna mencegah komplikasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Abiansemal II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Abiansemal II. Sampel berjumlah 103 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet hipertensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia, dengan nilai signifikansi p < 0,001 dan nilai koefisien korelasi r = 0,966. Arah hubungan bersifat positif, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan keluarga, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan lansia dalam menjalankan diet hipertensi. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan diet hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga perlu diperkuat dalam upaya pengendalian hipertensi, khususnya pada tingkat pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas.
Nutritional and Lifestyle Determinants of Cardiovascular Disease Risk Among Adolescents: A Structured Narrative Review Mohammad Zainul Ma’arif; Riezky Faisal Nugroho; Alfan Ridha
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1380

Abstract

Background: Cardiovascular disease remains the leading cause of death worldwide, and its pathogenesis begins early in adolescence through the development of cardiometabolic risk factors. Changes in dietary habits, low physical activity, sedentary behavior, alcohol consumption, and high intake of ultra-processed foods contribute to the potential for increased cardiovascular risk in adolescents. Aim: This study aimed to review the influence of nutritional and lifestyle factors on cardiovascular disease risk among adolescents. Methods: A structured narrative review was conducted through a literature search in PubMed/MEDLINE. Articles published between 2020 and 2026 were screened based on predefined inclusion and exclusion criteria. Seven studies met the eligibility criteria and were included in the final synthesis.. Results: The findings showed that poor-quality dietary patterns characterized by high consumption of ultra-processed foods, sugar, saturated fat, and sodium were associated with obesity, insulin resistance, hypertension, dyslipidemia, and increased cardiometabolic risk. Alcohol consumption contributed to elevated triglycerides, LDL levels, and impaired lipid metabolism. Furthermore, sedentary behavior and low physical activity were associated with impaired cardiac function, increased inflammation, and early vascular changes in adolescents. Conclusion: Nutritional and lifestyle factors play a significant role in the early development of cardiovascular disease risk during adolescence. Early interventions focusing on improving diet quality, increasing physical activity, reducing sedentary behavior, and limiting alcohol consumption are essential to prevent future cardiovascular disease.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Jiwa Remaja Di SMA N 1 Sukawati NI PUTU NOVIA MURTANINGSIH; ANAK AGUNG ISTRI DALEM HANA YUNDARI; DESAK MADE ARI DWI JAYANTI
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1289

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi menuju kedewasaan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial, sehingga remaja rentan mengalami masalah kesehatan jiwa seperti stres, kecemasan, dan gangguan perilaku. Kurangnya dukungan sosial keluarga, seperti rendahnya perhatian, komunikasi, dan dukungan emosional, sering menjadi permasalahan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan jiwa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja di SMA Negeri 1 Sukawati. Penelitian menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 194 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan sosial keluarga dan instrumen Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berada pada kategori baik sebanyak 179 responden (92,3%) dan kategori kurang sebanyak 15 responden (7,7%). Kesehatan jiwa remaja berada pada kategori normal sebanyak 161 responden (83,0%). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0,651, yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan sosial keluarga yang baik berhubungan erat dengan kesehatan jiwa remaja yang lebih baik, sehingga keluarga dan pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan dukungan emosional serta komunikasi yang efektif untuk mencegah masalah kesehatan jiwa pada remaja.
EFEKTIFITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAPAT PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONING: EFEKTIFITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAPAT PENURUNAN TEKANAN DARAH Mohammad Shiddiq Suryadi didik; Elok alfiah Mawardi; Atiqur Rohman; Hilmah Noviandry Rahman; Ela Siswaty
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1356

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Hipertensi/tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang tidak menural yang umumnya ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas batas normal. Pengukuran tekanan darah tinggi ini menggunakan alat seperti cuff air raksa atau alat digital yang membantu memantau angka diastolik dan systolic untuk menilai tekanan darah seseorang atau kesehatan seseorang. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental dehh group pretest posttest dengan populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 Responden dan dijadikan sampel 30 responden dengan teknik probabilty sampling dengan teknik random sampling.. penelitian ini menggunakan alat stitosokop. Hasil peneitian ini melalui editing,coding,scoring,tabulating dan menggunakan wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden dengan tekanan darah berat 1 pasien (3,3%). sebelum diberikan Terapi Relaksasi Otot Progresif sebagian kecil tekanan darah Ringan sebanyak 1 pasien (3,3%) setelah di berikan Terapi Relaksasi Otot Progresif hampir setengahnya tekanan darah ringan sebanyak 9 pasien (30,0%), sebelum diberikan Terapi Relaksasi Otot Progresif sebagian kecil tekanan darah dan maligna sebanyak 1 pasien (3,3%). Tidak ada satupun. tekanan darah maligna (0,0%) Hasil dari pengolahan data uji Wilcoxon didapatkan hasil (P=0,00) yang artinya ada pengaruh pemberian Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap tekanan darah pada pasien Hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil diatas terapi progresif terhadap penderita hipertensi dapat dijadikan sebagai refrensi kepada peneliti selanjutnya untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekan darah pada pasie hipertensi. Kata Kunci : Terapi Otot Progresif, Tekanan Darah, Hipertensi.
EFEKTIVITAS INTERVENSI PENDUKUNG KEPERAWATAN DALAM MENURUNKAN EFEK SAMPING FOTOTERAPI PADA NEONATUS: SISTEMATIKA REVIEW kartika kartika
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1369

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu kondisi umum yang dialami oleh neonatus, di mana fototerapi menjadi terapi utama untuk menurunkan kadar bilirubin. Meskipun efektif, fototerapi sering kali disertai dengan efek samping seperti dehidrasi, ruam kulit, gangguan tidur, hipotermia, dan iritabilitas, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas intervensi pendukung keperawatan dalam menurunkan efek samping fototerapi pada bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia, berdasarkan bukti ilmiah lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah 13 artikel ilmiah primer dari berbagai database internasional dengan protokol seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Hasil sintesis tematik menunjukkan bahwa intervensi seperti manajemen hidrasi, pengaturan posisi tubuh, kontrol suhu lingkungan, pijat bayi, refleksologi kaki, serta edukasi menyusui efektif dalam mencegah dan mengurangi efek samping fototerapi, sekaligus mempercepat penurunan kadar bilirubin. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perawat dalam pemberian perawatan suportif yang terstruktur dan berbasis bukti selama pelaksanaan fototerapi. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat landasan praktik keperawatan neonatal, serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan pedoman intervensi klinis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan neonatus yang menjalani fototerapi.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT CAMPURAN GARAM DAN SERAI DENGAN AIR HANGAT CAMPURAN GARAM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI MANGUHARJO KABUPATEN MADIUN Priyoto Priyoto; Asrina Pitayanti; Bayu Purnama Atmaja
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1371

Abstract

Hipertensi sering terjadi pada lansia menyebabkan menderita stroke, infark miokard, gagal ginjal, kerusakan otak bahkan kematian. Lansia dengan hipertensi cenderung tidak stabil karena kurangnya memperhatikan gaya hidup dan pengobatan tidak teratur. Rendam kaki garam dan serai dengan campuran garam mengandung Na, CI dan minyak atsiri dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitiannya adalah menganalisis efektifitas pemberian rendam kaki menggunakan air hangat garam dan serai dengan campuran garam terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian Exsperimental dengan randomized pre-post test control groups design. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Jumlah responden sebanyak 33 lansia yang dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil uji Wilcoxon sign rank test tekanan darah sistolik pada kelompok rendam kaki garam dan serai dengan kelompok campuran garam diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), berarti ada pengaruh pemberian rendam kaki terhadap perubahan tekanan darah sistolik. Hasil uji Mann-Whitney perbandingan dua kelompok diperoleh nilai p= 0,026 (< 0,05), berarti ada perbedaan yang signifikan diantara dua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perubahan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah rendam kaki air hangat campuran garam dan serai dengan campuran garam. Pemberian kedua terapi dapat dijadikan alternatif menurunkan tekanan darah pada lansia dilakukan secara teratur dalam 7 hari berturut-turut selama 15 menit.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUONO Dian Pitaloka Priasmoro; Hestri Yani Tetoyo
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1378

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus. Banyak faktor risiko yang menyebabkan penyakit hipertensi. Adapun faktor risiko terjadinya hipertensi dapat dibedakan atas faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti genetik, jenis kelamin, dan umur, dan faktor risiko yang dapat diubah seperti kegemukan atau obesitas, kurang olahraga atau aktivitas fisik, merokok, stres, konsumsi alkohol, dan konsumsi garam. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan upaya pencegahan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Duono. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 80 responden di Puskesmas Duono, Kabupaten Halmahera Barat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan hipertensi dengan upaya pencegahan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi (p-value 0,001 < 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan upaya pencegahan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Duono. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, semakin baik pula upaya pencegahan hipertensi yang dilakukan.
Intervensi Keperawatan Nonfarmakologis untuk Manajemen Nyeri Akut Pascaoperasi pada Pasien Fraktur Ortopedi: A Scoping Review Januar Rizqi; Ririn Wahyu Widayati; Tia Amestiasih
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1384

Abstract

Latar Belakang: Nyeri akut pascaoperasi fraktur merupakan masalah klinis yang dapat menghambat mobilisasi, mengganggu kualitas tidur, meningkatkan kecemasan, memperpanjang masa rawat, dan memengaruhi pemulihan pasien. Intervensi keperawatan nonfarmakologis bisa digunakan sebagai strategi adjuvan dalam manajemen nyeri, tetapi bukti pada konteks fraktur ortopedi masih tersebar dan bervariasi. Tujuan: untuk memetakan bukti mengenai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk manajemen nyeri akut pascaoperasi fraktur ortopedi di rumah sakit. Metode: Review ini disusun berdasarkan kerangka Population, Concept, dan Context (PCC) dan dilaporkan mengikuti PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE dan Scopus tanpa pembatasan tahun publikasi. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diekstraksi menggunakan formulir charting terstruktur. Sintesis dilakukan melalui descriptive numerical summary, evidence mapping, dan narrative synthesis. Hasil: Sebanyak 68 records diidentifikasi, 15 duplikasi dihapus, dan 53 records diseleksi. Delapan randomized controlled trials memenuhi kriteria inklusi. Intervensi yang terpetakan dikelompokkan menjadi lima kategori: sensory and distraction interventions, traditional and complementary medicine, mind-body and relaxation interventions, manual therapy, dan multimodal nursing care. Kesimpulan: Intervensi keperawatan secara nonfarmakologis berpotensi mendukung manajemen nyeri pascaoperasi fraktur ortopedi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kesiapan Pulang (Discharge Readiness) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RSD Kota Tidore Kepulauan Melati M. Ade; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1388

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, termasuk setelah pasien keluar dari rumah sakit. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam keberhasilan transisi perawatan adalah tingkat pengetahuan pasien yang dapat memengaruhi kesiapan pulang (discharge readiness). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapan pulang (discharge readiness) pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 26 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ), sedangkan kesiapan pulang diukur menggunakan Readiness for Hospital Discharge Scale (RHDS). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan Fisher-Freeman-Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (57,7%) dengan rata-rata usia 53,85 tahun. Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori baik (46,2%), sedangkan kesiapan pulang didominasi kategori siap pulang (53,8%). Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh responden dengan tingkat pengetahuan kurang berada pada kategori tidak siap pulang (100%), sedangkan sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan baik berada pada kategori siap pulang (91,7%). Uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukkan nilai p<0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan pulang (discharge readiness) pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Semakin baik tingkat pengetahuan pasien, semakin tinggi kesiapan pasien untuk melanjutkan perawatan secara mandiri setelah keluar dari rumah sakit. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, tingkat pengetahuan, kesiapan pulang, discharge readiness.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Faktor Risiko Stroke dan Faktor Risiko Stroke dengan Kejadian Stroke pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan Suryani Hatta; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1394

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Kejadian stroke dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik yang dapat dimodifikasi maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Pengetahuan mengenai faktor risiko stroke berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang faktor risiko stroke dan faktor risiko stroke dengan kejadian stroke pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Stroke Recognition Questionnaire (SRQ) dan lembar observasi rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang faktor risiko stroke dengan kejadian stroke (p=0,002) dan hipertensi dengan kejadian stroke (p=0,004). Sementara itu, diabetes melitus (p=0,135) dan kebiasaan merokok (p=0,663) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian stroke. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang faktor risiko stroke dan hipertensi berhubungan dengan kejadian stroke pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan. Peningkatan edukasi kesehatan dan pengendalian hipertensi perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan stroke.