cover
Contact Name
Minanton
Contact Email
Minanton@ikbis.ac.id
Phone
+6285256365693
Journal Mail Official
e-journal@ikbis.ac.id
Editorial Address
Jl. Medokan Semampir Indah No. 27, Kel. Medokan Semampir Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60119
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK)
ISSN : -     EISSN : 27758958     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) is the official journal of the Nursing Study Program of the Institute of Health and business Surabaya (IKBIS Surabaya). This journal is an open-access journal, peer-reviewed, and published every 6 months (January and July) with a minimum of 5 articles per issue. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer aims to promote the research papers of clinical nurses, lecturers, and nursing students and contribute to the development of nursing science from the Indonesian perspective. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) focuses on nursing fields (Medical Surgery, Emergency, Child, Maternity, Mental, Gerontic, Management, Family and Community) and specifically related to the learning process and curriculum development, complementary therapy, innovation, the current trends, and issues in nursing. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) accepts research articles (quantitative, qualitative, and mix-method) as well as literature reviews. JPKK does not accept articles that have been or are being published in other journals.
Articles 181 Documents
The Effect Of Warm Compresses On Reducing Back Pain Intensity In Last-Trimester Pregnant Women Susanti, Novita; Priasmoro, Dian Pitaloka
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1223

Abstract

Background: Pain is a common complaint experienced by pregnant women as a result of physiological and biomechanical changes in the body approaching childbirth. Pain that is not properly managed can affect comfort, sleep quality, and the psychological condition of pregnant women. One non-pharmacological method that is simple, safe, and effective is the application of warm compresses. This study aims to determine the effect of warm compresses on reducing pain intensity in pregnant women. Objective: This study aims to examine whether warm compresses have an effect on pain intensity in pregnant women and can be recommended as a non-pharmacological intervention. Methods: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of third-trimester pregnant women experiencing pain who met the inclusion criteria. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the application of warm compresses. Results: The results showed that most respondents experienced moderate pain before the application of warm compresses. Following the intervention, the majority of respondents reported a decrease in pain intensity, categorized as mild. Statistically, there was a significant difference between pain intensity before and after the application of warm compresses, indicating that warm compresses reduced pain intensity in pregnant women. Conclusion: Based on the study results, it can be concluded that the application of warm compresses reduces pain intensity in pregnant women. Warm compresses are an effective, safe, and easy-to-apply non-pharmacological method to improve the comfort of pregnant women.
Hubungan Riwayat Hipertensi Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik di Usia Muda Deviandika Mustika Putri
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1241

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya gagal ginjal kronik (GGK) yang kini semakin banyak ditemukan pada usia muda. Hipertensi yang berlangsung lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan progresif pada fungsi ginjal hingga mencapai stadium akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian gagal ginjal kronik pada usia muda. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 518 pasien gagal ginjal kronik stadium V yang menjalani hemodialisis di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian gagal ginjal kronik pada usia muda dengan nilai p = 0,019 (p < 0,05). Pasien dengan riwayat hipertensi cenderung memulai hemodialisis pada usia yang lebih muda dibandingkan pasien tanpa riwayat hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa riwayat hipertensi berhubungan signifikan dengan kejadian gagal ginjal kronik pada usia muda, sehingga pengendalian hipertensi sejak dini sangat penting untuk mencegah progresivitas penyakit ginjal.
Hubungan Peran Teman Sebaya dan Paparan Media Sosial dengan Perilaku Meroko Elektrik Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Siti Nursadiyah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1245

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi pengguna rokok elektrik pada usia ≥15 tahun meningkat dari 0,3% pada tahun 2011 menjadi 3,0% pada tahun 2021. Rokok elektrik berpotensi menyebabkan gangguan paru hingga penyakit kronis. Faktor sosial seperti peran teman sebaya dan paparan media sosial diduga berpengaruh terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran teman sebaya dan paparan media sosial dengan perilaku merokok elektrik pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 63 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan program SPSS versi 24. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik (p = 0,003; r = 0,372). Sementara itu, paparan media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok elektrik (p = 0,448). Kesimpulan: Peran teman sebaya memiliki hubungan signifikan dan menjadi faktor dominan terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa, sedangkan paparan media sosial tidak berhubungan secara langsung. Background: The use of electronic cigarettes in Indonesia has increased significantly. Data from the Global Adult Tobacco Survey (GATS) in 2021 indicate that the prevalence of e-cigarette use among individuals aged ≥15 years increased from 0.3% in 2011 to 3.0% in 2021. Electronic cigarettes may cause pulmonary disorders and chronic diseases. Social factors such as peer influence and social media exposure are suspected to affect e-cigarette smoking behavior among university students.Aim: This study aimed to analyze the relationship between peer influence and social media exposure with e-cigarette smoking behavior among students at Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang Campus. Method: This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. A total of 63 respondents were selected using total sampling. Data were collected using a Google Form-based questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with SPSS version 24..Results: The results showed a significant relationship between peer influence and e-cigarette smoking behavior (p = 0.003; r = 0.372). In contrast, social media exposure was not significantly associated with e-cigarette smoking behavior (p = 0.448).Conclusion:Peer influence is significantly associated and represents the dominant factor in e-cigarette smoking behavior among university students, whereas social media exposure is not directly associated
The Relationship Between Cognitive Function and Daily Physical Activity in Elderly at The Bougenville Elderly Posyandu Rembun Village Dampit District Malang aini, Intan
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1246

Abstract

Penurunan risiko degradasi kemampuan kognitif pada kelompok lanjut usia dapat diupayakan melalui keterlibatan rutin dalam kegiatan yang berperan sebagai pemicu stimulasi saraf otak, salah satunya diwujudkan melalui aktivitas fisik. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis keterkaitan antara fungsi kognitif dengan pola aktivitas fisik yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari oleh lansia. Hubungan antarvariabel dianalisis melalui rancangan penelitian korelasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Kelompok sasaran penelitian mencakup individu lanjut usia yang terdaftar dan aktif di Posyandu Bougenville, Desa Rembun. Sebanyak 92 responden lanjut usia ditetapkan sebagai partisipan penelitian berdasarkan kriteria tertentu melalui teknik pemilihan sampel bertujuan (purposive sampling). Pengumpulan informasi dilakukan menggunakan instrumen penilaian fungsi kognitif Mini Mental State Examination (MMSE) serta instrumen pengukuran aktivitas fisik harian Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Proses pengolahan dan analisis data dilaksanakan dengan uji Chi-Square menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang mengindikasikan bahwa nilai tersebut lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Maka hal ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif dengan aktivitas fisik sehari-hari pada lansia di posyandu lansia. Semakin baik fungsi kognitif yang dimiliki akan semakin tinggi pula tingkat aktivitas fisik. Upaya peningkatan fungsi kognitif dan aktivitas fisik penting untuk merangsang otak lansia dengan olahraga ringan. Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk membantu lansia tetap aktif.
HUBUNGAN ANATARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MANAJEMEN DIABETES MELITUS Sholikha, Mar'atus
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1257

Abstract

Sebagai salah satu penyakit kronis tidak menular, diabetes melitus (DM) memiliki prevalensi yang terus mengalami peningkatan dan dapat memicu komplikasi berat apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara optimal. Keberhasilan pengendalian DM sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani manajemen penyakit, yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik teratur, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pemantauan kadar glukosa darah. Peran dukungan keluarga diduga dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan manajemen diabetes melitus, namun bukti empiris dari penelitian sebelumnya belum menunjukkan keseragaman hasil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan manajemen diabetes melitus pada pasien di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 42 responden yang merupakan pasien diabetes melitus ditetapkan sebagai sampel melalui teknik accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan instrumen Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), kemudian dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden dalam penelitian ini menunjukkan tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan manajemen diabetes melitus yang termasuk dalam kategori sedang hingga baik. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,859 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diabetes melitus. Dengan demikian, kepatuhan pasien diduga lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi diri, pengalaman penyakit, tingkat self-efficacy, serta dukungan dari tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PERILAKU PICKY EATING DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN Hidianti, Diva Alsya; I Gede Juanamasta; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1273

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya stunting adalah perilaku picky eating. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sidemen. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian berjumlah 42 orang, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner CEBQ dan microtoise. Hasil penelitian menunjukkan usia terbanyak 26-30 tahun yaitu 7 orang (50%) pada kelompok kasus dan 11 orang (39,3%) pada kelompok kontrol, Pendidikan mayoritas yaitu SD pada kelompok kasus sebanyak 6 orang (42,9%) dan SMP sebanyak 10 orang (35,7%) kelompok kontrol, pekerjaan mayoritas yaitu buruh/petani pada kelompok kasus sebanyak 7 orang (50%) dan tidak memiliki pekerjaan pada kelompok kontrol 11 orang (39,3%), hubungan dengan anak mayoritas yaitu ibu pada kelompok kasus sebanyak 14 orang (100%) dan kontrol 22 orang (78,6%), jumlah anak mayoritas yaitu ≤ 2 anak pada kelompok kasus sebanyak 9 orang (64,3%) dan kontrol 22 orang (78,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita pada kelompok kasus memiliki perilaku picky eating dibandingkan kelompok kontrol. Hasil: Terdapat hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan berdasarkan uji chi square dengan nilai signifikasi p-value 0,025 (p < 0,05). Kesimpulan: Perilaku picky eating berhubungan dengan kejadian stunting pada balita, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi pola makan dan pemantauan gizi secara rutin.
The Dampak Era Digital Terhadap Perilaku dan Kesehatan Mental Remaja: Literature Review Carolina, Kadek
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1285

Abstract

Era digital ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja. Remaja sebagai kelompok usia yang berada dalam fase pencarian identitas menjadi kelompok yang paling aktif dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya media sosial. Di satu sisi, era digital memberikan berbagai kemudahan seperti akses informasi, sarana komunikasi, dan peluang pengembangan diri. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perilaku dan kesehatan mental remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dampak era digital terhadap perilaku serta kesehatan mental remaja berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur (literature review) dengan penelusuran artikel ilmiah yang dilakukan melalui Semantic Scholar, Proquest dan ScienceDirect sebagai mesin pencari akademik. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian, kemudian dilakukan proses seleksi secara bertahap berdasarkan kesesuaian topik, tahun publikasi, dan ketersediaan teks lengkap. Dari hasil penelusuran dan penyaringan tersebut, diperoleh 9 artikel ilmiah yang dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa era digital memberikan dampak yang beragam terhadap remaja. Dampak positif meliputi peningkatan akses informasi, kemudahan komunikasi, dan perluasan jejaring sosial. Sementara itu, dampak negatif yang ditemukan antara lain perubahan perilaku sosial, meningkatnya risiko kecemasan dan stres, gangguan kesehatan mental, serta munculnya perilaku menyimpang akibat penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam membimbing remaja agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Tinjauan literatur ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengaruh era digital terhadap perilaku dan kesehatan mental remaja.
Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Yuniari, Ni Kadek Yuniari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1293

Abstract

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that requires long-term management, one of which is adherence to dietary recommendations. Poor dietary adherence remains a major problem among patients with T2DM. One important internal factor influencing dietary adherence is self-motivation, which encourages individuals to consistently engage in healthy behaviors. This study aims to determine the relationship between self-motivation and dietary adherence among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of 95 respondents, with 40% aged over 56 years. Data were collected using a self-motivation questionnaire and a dietary adherence questionnaire. Results: The results showed that most respondents had a good level of self-motivation, with 64 respondents (67.4%), and a moderate to good level of dietary adherence, with 68 respondents (71.6%). The Spearman rank correlation test showed a correlation coefficient (r) of 0.504 with a significance value (p-value) of 0.000 (p < 0.01). Conclusion: Self-motivation plays an important role in encouraging patients with Type 2 Diabetes Mellitus to adhere to the recommended diet.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Masyarakat Dalam Mengikuti Jalur Evakuasi Saat Terjadinya Erupsi Gunung Agung Di Dusun Tunas Sari Kabupaten Karangasem Ni Kadek Amelia Cahaya Putri; Ni Made Dewi Wahyunadi; I Gusti Agung Tresna Wicaksana; Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1304

Abstract

Latar Belakang: Kesiapsiagaan masyarakat dalam mengikuti jalur evakuasi menjadi faktor penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Tingkat pengetahuan masyarakat diduga berperan dalam membentuk sikap masyarakat saat menghadapi kondisi darurat, khususnya dalam mengikuti jalur evakuasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam mengikuti jalur evakuasi saat terjadi bencana erupsi Gunung Agung di Desa Tianyar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Dunus Tunas Sari Kabupaten Karangasem dengan jumlah sampel yaitu 350 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga uji statistik yang digunakan yaitu Spearman’s Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 299 responden (85,4%) dan sebagian besar memiliki sikap cukup dalam mengikuti jalur evakuasi sebanyak 206 responden (58,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat (p-value < 0,001) dengan koefisien korelasi r =0,346 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam mengikuti jalur evakuasi saat terjadi bencana erupsi Gunung Agung di Desa Tianyar.
HUBUNGAN ANTARA SOP PEMERIKSAAN RADIOLOGI DENGAN KEJADIAN INFEKSI COVID-19 PADA RADIOGRAFER YANG BEKERJA DI RUMAH SAKIT TIPE C DI DAERAH BANTEN Puspitasari, Puput; Haryadi, Octo
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1319

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan pemeriksaan rontgen thoraks selama pandemi COVID-19 meningkatkan risiko paparan dan penularan penyakit pada radiografer. Radiografer bekerja dekat dengan pasien sehingga penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya SOP pemeriksaan radiologi menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi COVID-19.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan SOP pemeriksaan radiologi dengan kejadian infeksi COVID-19 pada radiografer yang bekerja di Rumah Sakit Tipe C di daerah Banten. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 100 radiografer yang bekerja di Rumah Sakit Tipe C di daerah Banten, diambil menggunakan teknik voluntary sampling. menggunakan kuesioner online. Analisis data dilakukan dengan uji statistik regresi logistik ganda.Hasil: Hasil analisis Bivariat dengan (α) = 0,05 diperoleh nilai p = 0,022 menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara SOP pemeriksaan radiologi dengan kejadian Covid-19 Pada Radiogrfer yang bekerja di Rumah Sakit Tipe C di Banten.Kesimpulan: Penerapan SOP pemeriksaan radiologi berhubungan signifikan dengan kejadian infeksi COVID-19 pada radiografer. Semakin baik penerapan SOP pemeriksaan radiologi, semakin rendah risiko terjadinya infeksi COVID-19 pada radiografer di Rumah Sakit Tipe C di daerah Banten. Kata Kunci : Perilaku, Radiografer, Covid-19