cover
Contact Name
Minanton
Contact Email
Minanton@ikbis.ac.id
Phone
+6285256365693
Journal Mail Official
e-journal@ikbis.ac.id
Editorial Address
Jl. Medokan Semampir Indah No. 27, Kel. Medokan Semampir Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60119
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK)
ISSN : -     EISSN : 27758958     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) is the official journal of the Nursing Study Program of the Institute of Health and business Surabaya (IKBIS Surabaya). This journal is an open-access journal, peer-reviewed, and published every 6 months (January and July) with a minimum of 5 articles per issue. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer aims to promote the research papers of clinical nurses, lecturers, and nursing students and contribute to the development of nursing science from the Indonesian perspective. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) focuses on nursing fields (Medical Surgery, Emergency, Child, Maternity, Mental, Gerontic, Management, Family and Community) and specifically related to the learning process and curriculum development, complementary therapy, innovation, the current trends, and issues in nursing. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) accepts research articles (quantitative, qualitative, and mix-method) as well as literature reviews. JPKK does not accept articles that have been or are being published in other journals.
Articles 231 Documents
Cryotherapy-Based Interventions to Enhance Recovery After Total Knee Arthroplasty: A Systematic Review Fayza Eka Zhafirah; Nadia Meilanda Intriani; Sekar Arum Firdausi; Herdina Mariyanti; Adelvia Nabunome; Agun Arya Wijaya
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1414

Abstract

Background: Cryotherapy is used as a non-pharmacological adjunctive intervention to support recovery after total knee arthroplasty (TKA). It helps reduce postoperative pain, edema, inflammation, and limited knee movement, which commonly occur during the early recovery phase. Optimal postoperative symptom management is important to support early mobilization, improve functional recovery, reduce analgesic or opioid use, and increase patient satisfaction. Methods: A systematic review of quantitative studies published from 2021 to 2026 was conducted across six databases: PubMed, Scopus, Web of Science, SAGE Journals, ProQuest, and ScienceDirect. Study selection followed PRISMA guidelines, eligibility criteria were structured using the PICOS framework, and methodological quality was assessed using Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. Results: Twelve studies met the inclusion criteria. The interventions included ice packs, compressive cold therapy, computer-assisted cooling, motorized cold-compression, preoperative hypothermia, and cryoneurolysis. Most studies showed that cryotherapy reduced postoperative pain and swelling, improved knee range of motion, and supported early functional recovery. Several studies also reported reduced opioid consumption, blood loss, and length of hospital stay. Conclusion: Cryotherapy is a promising adjunctive intervention to enhance recovery after TKA, especially when delivered through structured nurse-led protocols. Further studies with standardized protocols and longer follow-up are needed. Keywords: Cryotherapy, Total Knee Arthroplasty, Postoperative Pain, Edema, Functional Recovery, Nursing Intervention.
Closed-Incision Negative Pressure Therapy and Abdominal Donor-Site Outcomes in DIEP Flap Breast Reconstruction: A Review of Current Evidence Fayza Eka Zhafirah; Adelvia Nabunome; Agun Arya Wijaya; Herdina Mariyanti; Nadia Meilanda Intriani; Sekar Arum Firdausi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1415

Abstract

Background: ciNPT is used to reduce abdominal donor-site complications in autologous breast reconstruction. Optimizing donor-site management is essential to prevent wound dehiscence, surgical site infection, seroma, hematoma, and delayed healing, which may prolong recovery and negatively affect postoperative outcomes. Methods: Systematic review of comparative studies (2020–2026) across six databases (PubMed, Scopus, Web of Science, SAGE Journals, ProQuest, ScienceDirect); methodological quality assessed using Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. Eight full-text studies evaluating ciNPT on abdominal donor-site incisions in adult patients undergoing autologous breast reconstruction were included. Results: ciNPT was consistently associated with reduced wound dehiscence and improved wound stability versus conventional care. Trends toward lower surgical site infection, seroma, hematoma, and complication-related re-intervention were observed, particularly in high-risk patients with elevated BMI or comorbidities. Some heterogeneity in study design and outcome definitions was noted. Conclusion: ciNPT is a promising adjunct for reducing abdominal donor-site complications in autologous breast reconstruction. Further high-quality randomized controlled trials with standardized outcomes and long-term follow-up are needed. Keywords: ciNPT, DIEP flap, donor site, breast reconstruction
FAKTOR YANG MEPENGARUHI STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS BESITANG KABUPATEN LANGKAT Sri Dearmaita Purba; Antonij Edimarta Sitanggang; Liza Novira Dewi; Dewi Risma Uli Bancin; Taruli Rohana Sinaga; Sri Purwanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1417

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kesehatan ibu dan janin. Status gizi yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan janin. Berbagai faktor diduga memengaruhi status gizi ibu hamil, di antaranya pengetahuan, pendidikan, umur, dan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil di Puskesmas Besitang, Kabupaten Langkat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Besitang pada periode penelitian sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi ibu hamil diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan pendidikan (p=0,003) memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Sebaliknya, umur (p=0,742) dan pekerjaan (p=0,404) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Kesimpulan: Pengetahuan dan pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil, sedangkan umur dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Peningkatan edukasi gizi melalui pelayanan antenatal perlu dioptimalkan sebagai upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan mendukung kesehatan ibu serta janin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP PENERIMAAN IMUNISASI GANDA DI PUSKESMAS TAMBELANG Ekatrisnawati Tumuju; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1420

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi ganda adalah pemberian dua jenis vaksin atau lebih dalam satu kali kunjungan pelayanan, sesuai jadwal imunisasi nasional, bertujuan mempercepat kelengkapan imunisasi, hemat waktu, dan aman bagi anak. Di wilayah kerja Puskesmas Tambelang, cakupan imunisasi dasar lengkap masih mencapai 71,2% (tahun 2025), dan salah satu penyebab utamanya adalah penolakan atau keraguan orang tua dalam pemberian imunisasi ganda karena kurangnya pemahaman dan kekhawatiran akan efek samping. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penerimaan imunisasi ganda pada anak usia 2–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia 2–12 bulan, berjumlah 127 orang. Sampel diambil sebanyak 85 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua tergolong baik (49,4%), cukup (34,1%), dan kurang (16,5%). Sikap orang tua tergolong positif (48,2%), netral (37,6%), dan negatif (14,1%). Sebesar 64,7% orang tua bersedia menerima imunisasi ganda, sedangkan 35,3% menolak atau ragu. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan dengan penerimaan imunisasi ganda (p = 0,001) dan hubungan yang sangat bermakna antara sikap dengan penerimaan imunisasi ganda (p < 0,001). Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan dan semakin positif sikap orang tua, semakin tinggi pula kesediaan menerima imunisasi ganda. Diperlukan strategi penyuluhan yang lebih intensif, menggunakan pendekatan budaya lokal, serta melibatkan tokoh masyarakat di wilayah Tambelang untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan orang tua
Hubungan Caring Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Klinik dr. Fajar Habibi Pasean Pamekasan Imam Ghazali
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1423

Abstract

Latar Belakang: Kepuasaan pasien merupakan suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Klinik dr. Fajar Habibi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional. Populasi sebanyak 90 orang dengan teknik simpel random sampling. Sampel diperoleh sebanyak 57 orang. Alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan caring perawat menunjukkan sebagian besar perawat memiliki caring yang baik sebanyak 43 orang (75,4%). Kepuasan pasien menunjukkan hampir seluruhnya pasien puas sebanyak 50 orang (87,7%). Hasil uji chi square didapatkan p value 0,000 (<0,05) artinya, ada hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien di Klinik dr. Fajar Habibi. Kesimpulan: Caring yang termanifestasi melalui perhatian yang tulus, empati, dan kesediaan untuk mendengarkan secara aktif terhadap kebutuhan pasien dan pelayanan akan memberikan dampak kepuasan yang baik pada pasien.
Knowledge of Students Regarding Complementary Feeding (MP-ASI) for Infants Aged 6–24 Months INDAH AZHARI
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1424

Abstract

Background: The period of infancy between 6–24 months of age is a critical stage in the life cycle that significantly influences children’s growth and development. At six months of age, infants have increased energy and nutrient requirements, making breast milk alone insufficient to meet their nutritional needs. Therefore, the introduction of appropriate complementary feeding is essential and should follow recommended guidelines by considering factors such as age suitability, portion size, feeding frequency, food texture, dietary diversity, and food safety. Adequate knowledge regarding complementary feeding practices is an important competency that nursing students, as future healthcare professionals, should possess, particularly in their role as health educators in providing health education and promoting appropriate infant feeding practices within the community. Objective: This study aimed to describe the level of knowledge among students regarding appropriate complementary feeding practices for infants aged 6–24 months. Methods: This study employed a descriptive research design. The study population consisted of all fourth-semester Diploma III Nursing students, totaling 152 students. A sample of 122 respondents was determined using the Slovin formula and selected through a non-probability sampling technique using purposive sampling. Data were collected using informed consent forms and a structured questionnaire distributed via Google Forms. The data were analyzed descriptively using IBM SPSS Statistics and presented as frequency distributions and percentages. Results: Most respondents were 20 years old (80 respondents; 65.6%), the majority were female (113 respondents; 92.6%), and all respondents were Diploma III Nursing students (122 respondents; 100%). Regarding the level of knowledge of complementary feeding, most respondents had good knowledge (80 respondents; 65.6%), followed by sufficient knowledge (38 respondents; 31.1%) and poor knowledge (4 respondents; 3.3%). Conclusion: Most Diploma III Nursing students demonstrated a good level of knowledge regarding complementary feeding for infants aged 6–24 months. These findings indicate that the students have an adequate understanding of recommended complementary feeding practices. However, continuous educational reinforcement and practical learning experiences are still needed to further enhance their competence as future healthcare professionals.
Proses Pengantaran Obat Terhadap Kepuasan Pasien Aridhina Yunita Rahma Aridhina
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengantaran obat terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah literatur review merupakan studi sistematis yang bertujuan untuk menemukan artikel jurnal yang sesuai dengan tujuan literatur review. Pencarian literatur dibatasi pada artikel yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025. Pengumpulan artikel jurnal dilakukan menggunakan basis data pencarian elektronik seperti “Google Scholar,” “PubMed,” dan “Springer.” Kata kunci yang digunakan adalah “pengantaran obat AND kepuasan pasien”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 jurnal didapatkan bahwa pengantaran obat yang cepat, tepat, dan berkualitas secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien. Penggunaan sistem berbasis digital dan aplikasi mobile, serta integrasi teknologi informasi, mempermudah proses pengantaran dan memberikan peningkatan yang signifikan dalam kepuasan pasien, terutama pada rawat inap, dibandingkan dengan metode konvensional. Simpulan, pengantaran obat yang cepat, tepat, dan berkualitas, didukung oleh sistem digital dan aplikasi mobile, secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien.
Hubungan Usia dengan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Inap RSD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Kadir; Heny Nurmayunita
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1426

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan diduga berhubungan dengan perubahan metabolisme glukosa pada penderita DM. Individu berusia di atas 45 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan toleransi glukosa, dan risiko ini meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia Tujuan: Mengetahui hubungan usia dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari rekam medis elektronik (RME) pasien Diabetes Melitus periode Februari–April 2026. Sampel penelitian berjumlah 45 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Rata-rata usia pasien adalah 57,56±8,90 tahun dan rata-rata kadar gula darah sewaktu sebesar 185,24±50,78 mg/dL. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai r=0,122 dan p=0,424, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar gula darah sewaktu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap RSD Kota Tidore Kepulauan.
PERIOPERATIVE WARMING INTERVENTIONS TO PREVENT HYPOTHERMIA IN ADULT DIGESTIVE SURGERY: A SYSTEMATIC REVIEW OF RANDOMIZED CONTROLLED TRIALS Azzahra Sida Puspaningrum
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1428

Abstract

Background: Perioperative hypothermia remains a clinical challenge that frequently occurs in patients undergoing digestive system surgery. However, this incident is still considered a minor complication. However, if this condition is not managed properly, it can lead to various complications, such as cardiac arrhythmia, ischemia, risk of infection, decreased wound healing, and various other complications. Preventive management of perioperative hypothermia through environmental modifications, providing unheated or heated blankets, warm infusion therapy, and the use of technology can reduce the incidence of hypothermia, shivering, accelerate the recovery process, minimize infection, and improve patient comfort. Objective: To evaluate the effectiveness of hypothermia prevention management in patients undergoing digestive system surgery in the perioperative phase. Methods: A systematic review was conducted following the PRISMA guidelines by searching for various relevant articles from 5 databases: Scopus, PubMed, Proquest, Web of Science, and Sage. Inclusion criteria for articles were published within the last 5 years (2021-2026), using a Randomized Controlled Trial (RCT) design, using English, and discussing interventions to prevent hypothermia in cases of digestive system surgery in the perioperative phase. Results: Twelve articles out of 535 identified were deemed eligible and met the inclusion criteria . Rewarming/peri-induction forced-air warming and composite or multimodal warming strategy were the most significant interventions in reducing the incidence of perioperative hypothermia compared to other interventions such as room heaters, heated blankets, non-heated blankets, and warm infusion therapy. Conclusion: Hypothermia prevention management is effective in reducing the incidence of perioperative hypothermia in the perioperative phase.
HUBUNGAN KEGIATAN WAKTU LUANG DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA PEDAGANG BAWANG MERAH DI KECAMATAN WANASARI Nina Maria Desi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1429

Abstract

Peningkatan insidensi IMS dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah perubahan demografik seperti pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat tinggi, pergerakan masyarakat yang meningkat akibat perkerjaan ataupun pariwisata dan kemajuan sosial ekonomi. Dari studi pendahuluan yang dilakukan terhadap pedagang bawang merah di wilayah Kec. Wanasari Kab. Brebes terungkap bahwa pengetahuan mengenai perilaku seksual beresiko kurang dan perilaku seksual beresiko tanpa kondom yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional, metode pengumpulan data dengan penyebaran kuisioner untuk mencari gambaran perilaku seksual berisiko. Sampel penelitian yaitu pedagang bawang merah di Kec. Wanasari Kab. Brebes yaitu sebesar 120 orang. Analisis data menggunakan Chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian variabel yang memiliki hubungan bermakna secara statistik terhadap perilaku seksual berisiko adalah kegiatan waktu luang (p value 0,016). Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes lebih Memberikan informasi serta bahan masukan tentang perilaku seksual berisiko kepada masyarakat yang masih rendah dan masih mempunyai pemahanan yang salah tentang seksual, serta mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter sehingga masyarakat dapat hidup sehat.