cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
+628970102345
Journal Mail Official
admin@ejurnalkotamadiun.org
Editorial Address
Sekretariat PGRI Kota Madiun Jl Tanjung Manis
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM)
ISSN : 27453790     EISSN : 27453820     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) dikelola dan diterbitkan oleh APKS (Asosisasi Profesi dan Keahlian Sejenis) PGRI Kota Madiun untuk mempublikasikan karya ilmiah dibidang pendidikan dan pembelajaran demi terwujudnya pendidikan yang maju yang mampu menjawab tuntutan dan perkembangan jaman
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Peningkatan Kreatifitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Di Kelas Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving Di SDN Kedungputri 2 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021 Suwarto Suwarto
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No.1 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, kajian diarahkan pada pengembangan Model Pembelajaran Creative Problem Solving, karena faktor penyebab yang lain menjadi bidang kajian tersendiri. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk mengatasi masalah tersebut di atas. Menurut metode ini belajar adalah construction atau knowledge. Dengan cara mencocokkan pelajaran yang dipelajari oleh setiap siswa, ide atau aktivitas yang baru dengan pengetahuan yang telah ada dan percaya bahwa sudah dipelajari oleh guru. Dalam hal ini kuncinya adalah bersifat membangun keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang Model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar di kelas di SDN Kedungputri 2, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021. Lokasi Penelitian ini adalah SD Negeri Kedungputri 2, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021, hal ini disebabkan karena guru telah kreatif dalam menerapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving, terlihat dari hasil peningkatan ketuntasan secara klasikal dari siklus I (77,78 %) meningkat pada siklus II menjadi (88,89 %), sehingga pada siklus II secara klasikal tercapai. Kesimpulannya, dengan menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving proses pembelajaran guru dapat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar di kelas di SDN Kedungputri 2, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021.
Implementasi Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) Dapat Memotivasi Guru Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Di SDN Papungan 1 Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Rusmiyati Rusmiyati
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 No.1 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang terjadi di SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi secara umum dalam melaksanakan pembelajaran masih kurang optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan sekolah. Penelitian dilaksanakan di SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama 1 (satu) bulan, yakni bulan September 2019. Adupun jumlah subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi yang berjumlah 10 guru. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penggunaan media dalam pengajaran mampu meningkatkan kemampuan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika di rata-rata prosesntase kegiatan guru dalam mengajar mengalami kenaikan sebesar 20,00% yakni jika siklus I sebesar 68,00% maka pada siklus II menjadi 88,00 %. Hal ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media efektif dalam meningkatkan motivasi guru dalam pembelajaran, (2) Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media juga meningkatkan jumlah guru yang mengajar dengan media, jika siklus 1 yang menggunakan media sebanyak 7 guru atau 70,00 % sedangkan siklus 2 meningkat menjadi 9 guru atau 90,00% selain itu juga mampu meningkatkan nilai pelaksanaan pembelajaran guru SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi indikasinya, jika siklus I guru yang dinyatakan tuntas sebanyak 7 atau 70% dengan rata-rata 80,00 maka pada siklus II meningkat menjadi 9 atau 90,00% dengan rata-rata nilai 87,50. Artinya jika pada siklus I ketidaktuntasan sebesar 30% maka setelah penerapan siklus II menurun menjadi 10,00 %. Dengan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa dengan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media pelaksanaan pembelajaran dapat ditingkatkan secara optimal.
Peningkatan Hasil Belajar Mempelajari Perubahan Keruangan Dan Interaksi Antarruang Negara-Negara Asia Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ngrayun Hari Purnomo
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada kompetensi dasar Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 54,62. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial melalui metode Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 74,04; siklus II 78,85; dan siklus III 82,88. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 65,38%, siklus II meningkat menjadi 76,92%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,15%..
Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Seni Rupa Materi Ragam Hias Pada Bahan Kayu Melalui Penerapan Model Pembelajaran Mind Map Pada Siswa Kelas VII-D SMPNegeri 2 Tenggarang Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 Eko Kristanto
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode mind map pada pembelajaran seni rupa materi ragam hias pada bahan kayu di kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini terfokus pada peserta didik di kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 14 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni rupa materi ragam hias pada bahan kayu siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 meningkat.Adapun penjelasan mengenai ketuntasan keaktifan belajar siswa pada kondisi awal sebanyak 14 siswa atau 45,16%, pada siklus I menjadi 21 siswa atau 67,74%, dan pada siklus II menjadi 31 siswa atau 100%. Rata-rata nilai hasil tes pada kondisi awal sebesar 55,81, pada siklus I meningkat menjadi 66,77, dan pada siklus II menjadi 77,42, sedangkan jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 7 siswa atau 22,58%, pada siklus I menjadi 19 siswa atau 61,29% dan pada siklus II menjadi 28 siswa atau 90,32%. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind map terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni rupa materi ragam hias pada bahan kayu siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019.
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Cerita Pendek Melalui Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 Anita Wartianingsih
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran, peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek di kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini terfokus pada peserta didik di kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek pada siswa. Penjelasan mengenai peningkatan aktivitas belajar siswa pada kondisi awal siswa yang tuntas aktivitas belajarnya hanya 10 siswa atau 34,48%, pada siklus I meningkat menjadi 20 siswa atau 68,97% dan pada siklus II menjadi 29 siswa atau 100%. Peningkatan nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 58,28, pada siklus I meningkat menjadi 68,62, dan pada siklus II menjadi 77,93, sedangkan jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 8 siswa atau 27,59%, pada siklus I menjadi 18 siswa atau 62,07%, dan pada siklus II meningkat menjadi 27 siswa atau 93,10%. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek.
Meningkatkan Pemahaman Dan Hasil Belajar IPA Materi Sistem Reproduksi Pada Manusia Melalui Penerapan Metode Kerja Kelompok Pada Siswa Kelas IX-C SMP Negeri 2 Tenggarang Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 Erlin Mawarni
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul di awal proses pembelajaran adalah rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas IX-C SMP Negeri 2 Tenggarang Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Subjek penelitian sebanyak 29 siswa. Pengumpulan data dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data dengan teknik triangulasi.Analisis data dilaksanakan secara kualitatif dan kuantitatif pada setiap akhir siklus.Hasil penelitian membuktikan penggunaan metode kerja kelompok mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa dari 37,93% atau 11 siswa pada kondisi awal, menjadi 68,97% atau 20 siswa pada siklus I, dan pada siklus II meningkat menjadi 93,10% atau 27 siswa, serta meningkatkan hasil belajar siswadari rata-rata 62,07 pada kondisi awal,pada siklus I menjadi 75,17, dan pada akhir siklus II menjadi 85,86, sedangkan ketuntasan belajar mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana pada kondisi awal hanya 8 orang siswa atau 27,59%, pada siklus I menjadi 62,07% atau 18 siswa, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 89,66% atau 26 siswa. Kesimpulannya adalah penggunaan metode kerja kelompok terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IX-C SMP Negeri 2 Tenggarang Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020.
Peningkatan Hasil Belajar Menyampaikan Pengalaman Pribadi Di Masa Lampau Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Ngrayun Suparman Suparman
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau. sangat rendah, yakni hanya 16 siswa dari 32 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,78. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Ngrayun Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Inggris materi ajar Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 71,72; siklus II 75,16, dan siklus III 80,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Taksiran Melalui Metode Kooperatif Model Group Investigation Pada Siswa Kelas IV Semester II Sekolah Dasar Negeri Krompol 2 Kecamatan Bringin Noor Rafahuna
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation ? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV Semester II SDN Krompol 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,00%), siklus II (75,00%), siklus III (85,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Group Investigation dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV Semester II SDN Krompol 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.
Mengoptimalkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Sejarah Melalui Metode Applying Approach Learning Pada Siswa Kelas XI-IPS-1 Semester Genap Di SMA Negeri 2 Pare, Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020 Sarbawa Sarbawa
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan strategi pembelajaran Applying Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Pengetahuan dipresentasikan di dalam kontes Pemanfaatan) Pada Siklus I Berdasarkan data keaktifan dalam diskusi tersebut, menunjukkan bahwa situasi belajar di kelas kurang menunjang keberhasilan belajar siswa. Sebab dari 32 siswa, diketahui yang aktif dalam diskusi hanya 5 anak dengan prosentase 15,63%. Melihat data diatas dapat disimpulkan bahwa rata rata nilai diperoleh sebesar 63.09 (63%). Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Pada siklus II menunjukkan bahwa situasi belajar di kelas sedikit ada peningkatan keaktifan dibandingkan dengan kegiatan pada siklus 1. Dari 32 siswa, yang diketahui aktif dalam diskusi hanya 7 anak dengan prosentase 21.88%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus 1 dan kegiatan siklus 2, ada peningkatan 2 siswa yang aktif dengan prosentase 6.25%. bahwa rata rata nilai diperoleh sebesar 63.84 (64%). Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Pada Siklus III bahwa situasi belajar di kelas mengalami peningkatan keaktifan dibandingkan dengan kegiatan pada siklus 1 dan siklus 2. Dari 40 siswa, yang diketahui aktif dalam diskusi ada 10 anak dengan prosentase 31.25%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus sebelumnya dengan siklus 3, ada peningkatan 3 siswa yang aktif dengan prosentase 9.38%. dengan rata rata nilai diperoleh sebesar 72.72 (73%). Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Pada Siklus IV bahwa situasi belajar di kelas mengalami peningkatan keaktifan yang signifikan dibandingkan dengan kegiatan pada siklus sebelumnya. Dari 32 siswa, yang diketahui aktif dalam diskusi ada 25 anak dengan prosentase 78.13%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus sebelumnya dengan siklus 4, ada peningkatan 15 siswa yang aktif dengan prosentase 46.88%. Melihat data diatas dapat disimpulkan bahwa rata rata nilai diperoleh sebesar 82.25 (82%). Hal ini masih berada di Atas KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Maka dalam kegiatan penelitian ini tidak perlu dilakukan kegiatan penelitian pada Siklus berikutnya yang dikarenakan dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil.
Peningkatan Hasil Belajar Membuat Roti Soft Roll Dan Hard Roll Pada Mata Pelajaran Produk Pastry Dan Bakery Melalui Model Pembelajaran Blended Learning In Online Context (Virtual Class) Siswa Kelas XII A1 SMK Negeri 2 Ponorogo Wiwik Suryani
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 3 No 2 (2022): Volume 3 No.2 Tahun 2022
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Produk Pastry dan Bakery khususnya pada standar kompetensi Membuat roti soft roll dan hard roll sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,43. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Membuat roti soft roll dan hard roll. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 5 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Membuat roti soft roll dan hard roll melalui metode Blended Learning in Online Context (Virtual Class) pada siswa Kelas XII A1 SMK Negeri 2 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Model Pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class) dalam meningkatkan kemampuan mata pelajaran Produk Pastry dan Bakery ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,86; siklus II 74,86; dan siklus III 80,43. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 62,86%, siklus II meningkat menjadi 74,29%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 94,29%.

Page 8 of 10 | Total Record : 95