cover
Contact Name
LA ODE ALIFARIKI
Contact Email
ners_riki@yahoo.co.id
Phone
+6285145272116
Journal Mail Official
ners_riki@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Pelangi Residence no D18, Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari Prov.Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
ISSN : -     EISSN : 2798107X     DOI : -
Core Subject : Health,
Nursing Area, Environmental Health, Public Health, Epidemiology, Occupational Health, and Other aspect of health
Articles 192 Documents
Gambaran Peran Perawat dan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Abeli Kota Kendari Zaqi Fadila
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 4 No. 2 (2024): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v4i2.81

Abstract

Salah satu tantangan dalam pengelolaan hipertensi adalah rendahnya tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan, yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran perawat sebagai edukator dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan survei pada 52 pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Abeli. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terkait peran perawat dan kepatuhan pasien, dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia >60 tahun (61,5%) dan berjenis kelamin perempuan (69,2%). Peran perawat dinilai baik oleh 82,7% responden, sedangkan 84,6% pasien menunjukkan kepatuhan minum obat yang tinggi. Terdapat hubungan positif antara peran perawat sebagai pendidik dengan tingkat kepatuhan pasien. Kesimpulan penelitian adalah peran efektif perawat sebagai pendidik berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat, yang penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Rawat Jalan Epilepsi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau Ken Aisyah Waode
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 4 No. 2 (2024): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v4i2.82

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit neurologis kronis yang memerlukan terapi obat jangka panjang untuk mengontrol bangkitan kejang. Kepatuhan minum obat menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengobatan epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kepatuhan minum obat pasien epilepsi pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan desain deskripsif observasional dengan pendekatan survey. Sampel penelitian terdiri dari 82 pasien yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki tingkat kepatuhan rendah (45,1%) dan sedang (40,2%), sementara hanya 14,6% yang memiliki kepatuhan tinggi. Pasien dengan kepatuhan tinggi memiliki kontrol bangkitan epilepsi yang lebih baik dibandingkan dengan pasien yang memiliki kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien meliputi usia, lama pengobatan, pemahaman terhadap terapi, serta dukungan sosial dan ekonomi. Pasien dengan durasi terapi lebih dari tiga tahun cenderung memiliki kepatuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pasien yang baru menjalani terapi dalam jangka waktu lebih pendek. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi kesehatan dan dukungan sosial untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam konsumsi obat antiepilepsi.
Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan Tenaga Kesehatan di Ruang Unit Gawat Darurat Terhadap Kepuasan Pasien di RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau Ahmad Zerri; Handi Rustandi; Yalta Hasanudin Nuh
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 4 No. 2 (2024): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v4i2.83

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas di unit gawat darurat (UGD) merupakan faktor utama dalam menentukan kepuasan pasien, terutama di rumah sakit yang memiliki tingkat kunjungan tinggi seperti RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dimensi kualitas pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 150 pasien yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan statistic 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memberikan penilaian positif terhadap pelayanan di UGD, terutama pada aspek keandalan dan ketanggapan tenaga kesehatan. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien (p = 0.000). Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal waktu tunggu dan interaksi antara tenaga medis dengan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek komunikasi dan penyediaan fasilitas yang memadai, sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan.
Hubungan IMT dengan Dislipidemia pada Pasien PJK yang Menjalani Tindakan Percutaneus Coronary Intervention Arfiyan Sukmadi; Haryati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 4 No. 2 (2024): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v4i2.86

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) penyebab  kematian nomor satu di dunia. Dislipidemia ditetapkan sebagai faktor resiko mayor terjadinya PJK menurut WHO-community study of elderly yang dapat menyebabkan aterosklerosis. Obesitas  menjadi masalah kesehatan di negara-negara berkembang, data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas sejak periode tahun 10.5% (2007) sampai 23.4% (2023). Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh (IMT), semakin besar juga risiko akumulasi lemak yang mempengaruhi profil lipid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan IMT dengan dislipidemia pada pasien PJK yang menjalani tindakan Percutaneus Coronary Intervention (PCI). Desain penelitian korelasional dengan pendekatan potong lintang dilaksanakan di RS tipe B dengan sampel sebanyak 105 pasien PJK yang dilakukan PCI periode tahun 2020 yang ditentukan secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan penelusuran data rekam medik terkait nilai IMT dan hasil pemeriksaan lemak darah. Uji koefisien kontingensi digunakan untuk menentukan hubungan antara kedua variabel.  Hasil menunjukkan 72 (68.6%) responden berjenis kelamin laki-laki. usia rata-rata 55 tahun dengan kelompok usia berisiko > 45 tahun sebanyak 87 orang (82.9%), responden dengan IMT kategori lebih, sebanyak 46 orang (43.8%), responden dengan dislipidemia sebanyak 41 orang (39.0%). Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p = 0.042 artinya terdapat hubungan antara IMT dengan dislipidemia pada pasien PJK dengan tindakan PCI. Nilai korelasi sebesar 0.194 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Kesimpulan penelitian bahwa IMT yang berlebih memiliki hubungan yang signifikan dengan dislipidemia pada pasien PJK yang menjalani tindakan PCI.
Hubungan Akses Pelayanan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Kelurahan Abeli Herwandi, Nayla Meylana Putri
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.87

Abstract

Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien adalah akses terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara akses pelayanan kesehatan dan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Kelurahan Abeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 73 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan metode Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup akses pelayanan kesehatan dan kepatuhan pasien dalam minum obat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan akses pelayanan kesehatan yang baik cenderung lebih patuh dalam mengonsumsi obat dibandingkan mereka yang memiliki akses terbatas. Namun, ditemukan pula bahwa selain akses, faktor lain seperti motivasi pribadi, dukungan keluarga, serta kualitas pelayanan kesehatan juga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien. Kesimpulan penelitian bahwa akses pelayanan kesehatan berperan dalam kepatuhan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat.
Pengaruh Program Manajemen Mandiri Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Sukurni
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.89

Abstract

Program manajemen mandiri telah dikembangkan untuk memberdayakan pasien dalam mengelola kondisi mereka secara mandiri, dengan tujuan tidak hanya mengendalikan glikemia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program manajemen mandiri terhadap kualitas hidup pasien DM melalui telaah sistematis literatur, serta mengidentifikasi pola temuan yang konsisten, efektivitas berbagai pendekatan intervensi, dan faktor-faktor pendukung maupun penghambat implementasi program. Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun mengikuti panduan PRISMA 2020. Literatur dikumpulkan dari basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, CINAHL, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang disertakan mencakup uji coba terkontrol acak (RCT), studi quasi-eksperimental, dan kohort yang memfokuskan pada intervensi manajemen mandiri dan mengukur kualitas hidup dengan instrumen valid seperti SF-36, WHOQOL, EQ-5D, dan DQOL. Dari 10 studi yang dianalisis, mayoritas menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai domain kualitas hidup pasien setelah mengikuti program manajemen mandiri. Intervensi yang mencakup edukasi terstruktur, dukungan sebaya, dan penggunaan teknologi digital menunjukkan hasil positif, terutama dalam aspek fisik dan psikososial. Studi RCT menunjukkan hasil yang lebih konsisten dibanding desain lainnya. Meskipun demikian, variasi dalam desain studi dan instrumen pengukuran masih menjadi tantangan dalam generalisasi temuan. Kesimpulan penelitian bahwa program manajemen mandiri terbukti memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup pasien DM. Intervensi yang kontekstual, berkelanjutan, dan melibatkan pasien secara aktif memiliki potensi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.  
Hubungan Peran Petugas Surveilans dengan Tindakan Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Ali, Indra Haryanto; Imelda Tumulo; Bun Yamin M. Badjuka; Tumartony T. Hiola; Hamka; Hadrianti Haji Darise Lasari
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.91

Abstract

Kejadian DBD di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun dan menyebar luas, penyakit ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. DBD adalah penyakit menular yang paling umum menimpa anak-anak. DBD masih menjadi masalah kesehatan, karena masih banyak wilayah endemis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran petugas surveilans dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan petugas surveilans tersebar di 10 Puskesmas dan masyarakat di 10 Puskesmas di ambil 1 penderita di masing-masing Puskesmas dan 8 KK disekitar rumah penderita DBD sehingga sampel masyarakat yaitu 80. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi (p value) sebesar 0.001 < ? 0.05 dan nilai chi square hitung sebesar 11.723 > chi-square tabel 3.841. Kesimpulan ada hubungan peran petugas surveilans dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Sadari Berbasis Demonstrasi terhadap Deteksi Dini Ca Mammae pada Wanita Usia Subur (WUS) Lestari, R. Tri Rahyuning; Rizky Handayani; Putri Handayani; Amelia Nurul Hakim; Gilang Rahmatulloh
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.92

Abstract

Edukasi dengan teknik demonstrasi telah digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman WUS tentang SADARI. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas jangka panjang metode ini dalam meningkatkan kepatuhan WUS melakukan SADARI secara rutin masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi SADARI berbasis demonstrasi terhadap deteksi dini Ca Mammae pada Wanita Usia Subur (WUS) di RW 04 Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang. Desain penelitian ini menggunakan pre- experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design yang dilakukan di RW 04 Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang dari bulan Januari-Juni 2024 dengan Jumlah responden 102 responden dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dan SOP. Uji Wilcoxon Signed Test dengan standar signifikan 95%. Hasil analisis diperoleh tingkat pengetahuan berkorelasi dengan tindakan melakukan SADARI dengan p value<0.05. Adanya pengaruh demonstrasi terhadap deteksi dini Ca Mammae. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi SADARI meningkatkan pengetahuan dan tindakan WUS terkait dengan deteksi dini Ca Mammae yang dilihat dari hasil perbandingan nilai pretest dan posttest.
Identifikasi Determinan Kejadian Stunting Balita Usia 24–59 Bulan di Puskesmas Ilangata Kabupaten Gorontalo Utara Hatta, Herman; Franning Deisi Badu; Maesarah; Marselia Sandalayuk
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.93

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada balita. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 274 balita berusia 24–49 bulan yang dipilih menggunakan metode Simple Random Sampilng. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup riwayat berat badan lahir rendah BBLR, Riwayat Pemberian ASI Eksklusif. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total sampel 43 balita 16% mengalami stunting, sedangkan 231 balita, 84% tidak mengalami stunting. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara panjang badan lahir rendah PBLR dengan kejadian stunting p = 0.002 serta antara asupan protein dengan stunting p = 0.000. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara riwayat berat badan lahir rendah BBLR. p = 0.426 maupun riwayat pemberian ASI eksklusif p = 0.490 dengan kejadian stunting. Kesimpulan penelitian bahwa faktor BBLR maupun pemberian ASI eksklusif bukan merupakan determinan utama yang memengaruhi kejadian stunting. Meskipun demikian, kedua faktor tersebut tetap penting untuk diperhatikan dalam upaya peningkatan status gizi anak secara umum, mengingat bukti-bukti dari studi lain yang menunjukkan pengaruhnya dalam jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Determinasi Sosial dan Klinis terhadap Kejadian Hipertensi Gestasional pada Ibu Hamil Saida
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.96

Abstract

Hipertensi gestasional merupakan komplikasi kehamilan yang signifikan, berkontribusi terhadap morbiditas ibu dan janin. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor determinan sosial dan klinis. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengidentifikasi dan merangkum faktor-faktor tersebut berdasarkan literatur ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir (2015–2025). Pencarian dilakukan di basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar, menggunakan kombinasi kata kunci dan operator Boolean. Delapan studi terpilih meliputi desain potong lintang, kohort, dan kasus-kontrol, dengan variasi lokasi geografis termasuk India, Amerika Serikat, Ethiopia, dan Polandia. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan rendah, status ekonomi rendah, tinggal di pedesaan, stres psikososial, dan diskriminasi rasial, serta faktor klinis seperti indeks massa tubuh (IMT) tinggi, riwayat hipertensi, dan komorbiditas kardiovaskular berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi gestasional. Kesimpulan penelitian bahwa pentingnya integrasi pendekatan sosial dan klinis dalam strategi pencegahan dan manajemen hipertensi pada kehamilan.

Page 7 of 20 | Total Record : 192