cover
Contact Name
Febblina Daryanes
Contact Email
febblina.daryanes@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6282382700578
Journal Mail Official
biogenesis@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Kampus Bina Widya Km 12,5 Panam Pekanbaru Riau 28293
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
BIOGENESIS
Published by Universitas Riau
Biogenesis menerbitkan artikel dengan fokus bidang kajian Pendidikan Biologi dan Biologi. Biogenesis menerbitkan artikel dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus
Articles 192 Documents
PENGARUH JENIS PEWARNAAN TERHADAP KUALITAS TERASI UDANG REBON(Acetes erythraeus) SEBAGAI RANCANGAN MODUL PADA MATERI BIOTEKNOLOGI SMA KELAS XII Yunita Kesia S; Imam Mahadi; Sri Wulandari
Biogenesis VOL 19, NO 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.19.2.101-117

Abstract

Terasi memiliki warna asli coklat kehitaman yang berpengaruh terhadap daya tarik konsumen. Secara umum bahan pewarna yang sering digunakan terbagi atas pewarna alami dan sintetis (buatan). Pewarna sintetis lebih mudah ditemukan dipasaran dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan pewarna alami. Namun banyak sekali produsen yang menyalahgunakan pemakaian pewarna. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh limbah kulit buah manggis, kulit buah naga dan karmoisin terhadap kualitas terasi udang rebon (Acetes erythraeus) serta menghasilkan rancangan modul sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi kelas XII SMA. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu eksperimen dan perancangan modul pada bulan April-Mei 2021. Eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa perbedaan pewarna, pewarna alami (kulit buah manggis dan kulit buah naga) dan pewarna sintetis (karmoisin). Adapun perlakuan: P0(perlakuan tanpa pewarna), P1 (ekstrak pewarna kulit buah manggis), P2 (ekstrak pewarna kulit buah naga), dan P3 (pewarna karmoisin). Parameter yang diukur meliputi kadar protein, kadar lemak, kadar pH, kadar air, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit buah berpengaruh sangat nyata terhadap kualitas terasi udang rebon. Perlakuan yang terbaik adalah P1 (ekstrak pewarna kulit buah manggis) dengan kadar protein sebesar 20,15%, kadar lemak 0,08%, kadar pH 6,8, kadar air 23,97%, nilai uji kenampakan 8,9, nilai uji bau 8,6,  nilai uji rasa 8,6, nilai uji tekstur 8,5 dan nilai hedonik 8,6. Hasil eksperimen digunakan untuk modul sebagai bahan ajar pada materi bioteknologi konvensional pada pembelajaran Biologi di SMA kelas XII.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS FLIP PDF PROFESSIONAL PADA MATERI NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF DI KELAS XI SMA Ria Mariati; Mariani Natalina L; Darmadi Darmadi
Biogenesis VOL 19, NO 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.19.2.118-134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul elektronik berbasis Flip PDF Professional pada materi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif di kelas XI SMA yang berkualitas. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau, SMAN 1 Pekanbaru, dan SMAN Plus Provinsi Riau pada bulan Februari 2021–April 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, desain, dan pengembangan. Tahap analisis yaitu menganalisis kurikulum, analisis karakteristik siswa, dan analisis materi pembelajaran. Tahap desain yaitu mendesain perangkat pembelajaran dan storyboard modul elektronik. Tahap pengembangan yaitu mengembangkan produk modul elektronik berbasis Flip PDF Professional, melakukan validasi dan uji coba terbatas tahap I dan II terhadap modul elektronik. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah lembar validasi dan angket respon, terdiri dari aspek format dan kegrafisan, aspek isi/materi, aspek bahasa, dan aspek berbasis Flip PDF Professional. Data hasil validasi dan uji coba terbatas dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi modul elektronik mendapatkan nilai rata-rata 3.74 dengan kategori sangat valid. Uji coba terbatas tahap I dan II mendapatkan nilai rata-rata 3.78 dengan kategori sangat baik. Kualitas modul elektronik mendapatkan nilai rata-rata 3.76 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modul elektronik berbasis Flip PDF Professional pada materi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif di kelas XI SMA yang telah dikembangkan memiliki kualitas sangat baik
FLIPBOOK DIGITAL SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA: DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Dita, Killian Iko; Nunaki, Jan Hendriek; Nasir, Nur Indah Ririn Fitriani; Winarno, Nanang; Damopolii, Insar; Latjompoh, Masra
Biogenesis VOL 20, NO 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.2.55-70

Abstract

Ketersediaan sumber belajar berbasis digital masih belum merata ke seluruh sekolah di Indonesia. Guru belum punya waktu untuk mendesain sendiri dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Kondisi ini menyebabkan hasil belajar siswa menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dampak penggunaan flipbook digital terhadap hasil belajar siswa. Desain one group pre-test post-test digunakan untuk 26 siswa. Seluruh siswanya duduk di bangku kelas dua (kelas VIII) di salah satu SMP Negeri di Manokwari. Sebanyak sepuluh item pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan juga dilakukan perhitungan n-gain. Temuan menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan flipbook digital adalah 57,69. Pengukuran pada akhir pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dengan skor rata-rata sebesar 96,92. Selisih peningkatan hasil belajar siswa sebesar 39,23. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 < 0,005. Temuan ini menunjukkan bahwa flipbook digital berdampak pada hasil belajar siswa. Hasil perhitungan n-gain menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa berada pada kategori tinggi (0,93). Flipbook digital mempunyai dampak yang kuat terhadap hasil belajar siswa, dimana mereka dapat mencapai peningkatan prestasi yang tinggi. Flipbook digital berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sistem peredaran darah manusia.
KOMPOSISI JENIS TEGAKAN DI HUTAN KOTA PULAU BUNGIN SEBAGAI RANCANGAN BOOKLET KEANEKARAGAMAN HAYATI Rama, Ance Gusti; Suwondo, Suwondo; Nursal, Nursal
Biogenesis VOL 20, NO 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.1.11-28

Abstract

Tegakan Hutan merupakan sekumpulan pohon-pohon yang mempunyai umur, komposisi dan bentuk yang sama. Komposisi jenis tegakan hutan dapat dimanfaatkan sebagai pengayaan materi keanekaragaman hayati pada tingkat spesies. Pembelajaran keanekaragaman hayatimerupakan konsepyang mempelajari berbagai tingkatan keanekaragaman makhluk hidup, baikkeanekaragaman flora maupun fauna. Keanekaragaman hayati ini terdapat pada kelas X SMA yaitu KD 3.2 menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya. Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Kota Pulau Bungin Kabupaten Kuantan Singingi, perancangan booklet pada keanekaragaman hayati dilakukan pada bulan Maret 2022. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode jelajah yaitu dengan menelusuri jalur setapak di wilayah Hutan Kota Pulau Bungin. KD yang cocok untuk diintegrasikan dengan hasil penelitian komposisi jenis di Hutan Kota Pulau Bungin Kabupaten Kuantan Singingi adalah KD 3.2 menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa komposisi jenis tegakan di Hutan Kota Pulau Bungin Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan sebanyak 457 individu tumbuhan tegakan hutan yang tergolong dalam 46 spesies dari 24 suku, terdiri dari strata pertumbuhan pohon sebanyak 173 individu, tiang 107 individu, pancang 101 individu, dan semai 76 individu. Suku yang mendominasi pada keseluruhan fase pertumbuhan adalah Arecaceae. Hasil penelitian dapat diintegrasikan pada rancangan sumber belajar bookletkeanekaragaman hayati kelas X SMA.
PENGEMBANGAN ENSIKLOPEDIA SISTEM IMUN TERINTEGRASI SALINGTEMAS (SAINS LINGKUNGAN TEKNOLOGI MASYARAKAT) UNTUK KELAS XI SMA Agung, Anggun Fitria
Biogenesis VOL 20, NO 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.2.71-88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan ensiklopedia sistem imun kelas XI SMA terintegrasi Salingtemas (Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat) dan kelayakannya. Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Research and Development (R&D) Borg & Gall lima tahap, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) pengujian lapangan awal, dan (5) revisi produk. Penelitian bertempat di SMAN 1 Jetis Bantul dan FMIPA UNY. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran Biologi dan angket tanggapan peserta didik yang telah dimodifikasi dari beberapa instrumen penelitian lain. Instrumen penelitian menggunakan skala Guttman dan Likert. Terdapat tiga aspek yang menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan ensiklopedia sistem imun terintegrasi salingtemas ini, yaitu kebenaran konsep, penyajian materi dan tampilan media. Berdasarkan hasil uji kelayakan media, rerata indeks aspek kebenaran materi berdasarkan skala Guttman sebesar 94,79%, sedangkan rerata indeks aspek lain berdasarkan skala likert oleh ahli materi sebesar 78,82%. Nilai rerata indeks berdasarkan aspek oleh ahli media, guru dan peserta didik berturut-turut sebesar 80,46%, 76,76% dan 79,39%. Berdasarkan hasil tersebut, maka ensiklopedia sistem imun salingtemas secara keseluruhan berkategori sangat layak untuk digunakan. Diharapkan media ini dapat digunakan untuk memudahkan dalam mempelajari dan memahami materi sistem imun kelas XI SMA.
A REVIEW : STUDI KONTAMINASI AFLATOKSIN MELALUI UJI MIKOTOKSIN PADA BERBAGAI HASIL PERTANIAN Chika, Syifara
Biogenesis VOL 20, NO 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.1.29-36

Abstract

Aflatoksin merupakan toksin yang diproduksi oleh mold atau fungi berjenis Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Zat tersebut dapat mengkontaminasi berbagai tanaman pangan, sehingga dapat membahayakan manusia maupun hewan ternak yang mengkonsumsinya. Mikotoksin (mycotoxin) merupakan suatu metabolit sekunder dan berasal dari bermacam-macam jenis jamur diantaranya Penniclium, Fussarium dan Aspergillus di dalam bahan pangan dan memiliki sifat sitotoksik. Aflatoksin merupakan singkatan dari Aspergillus flavus toxin. Aflatoksin dapat dijumpai pada hasil pertanian seperti jagung, kedelai, beras, kacang tanah, dan lainnya. Aflatoksin adalah jenis mikotoksin dengan penyebaran yang paling luas dan berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontaminasi aflatoksin melalui uji mikotoksin pada berbagai hasil pertanian. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan. Studi literatur terdiri dari beberapa tahapan yaitu mengumpulkan beberapa referensi dari artikel jurnal, buku, ataupun penelitian terdahulu tentang uji mikotoksin pada berbagai hasil pertanian dan kemudian mensintesis data untuk menarik kesimpulan. Proses analisis dilakukan melalui pemilihan, pembandingan, pemilahan, dan penggabungan sehingga hasil yang didapatkan relevan Berdasarkan literatur, penelitian uji mikotoksin menggunakan jagung, strip test dan berbagai alat bahan di laboratorium. Dalam pertumbuhannya, produksi aflatoksin dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengaruh aerasi, pengaruh atmosfer seperti O2 dan CO2, suhu, dan kelembaban. Kandungan aflatoksin pada jagung dan kacang tanah bervariasi. Kacang tanah adalah salah satu substrat yang baik untuk tempat pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Kacang tanah adalah substrat yang berperan penting dalam penghasil dan pertumbuhan aflatoksin. Jagung dan kacang tanah adalah biji-bijian yang sering terinfeksi jamur Aspergillus flavus yang memproduksi aflatoksin.
ANALISIS PENGARUH SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA BAHAN PANGAN Aqilah, DayangNur; Fauziyah, Nala; Sari, Kamalia Zahra Ratna; Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu; Mahmudi, Kendid
Biogenesis VOL 20, NO 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.2.89-98

Abstract

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, sehingga permintaan bahan pangan setiap tahunnya bertambah. Dalam menghadapi ini, ekspor bahan pangan ke berbagai daerah memerlukan pengawet agar kualitas tetap terjaga sampai ke konsumen. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sinar gamma dapat berfungsi sebagai pengaruh pertumbuhan bakteri pada bahan pangan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis literatur yang relevan. Metode yang digunakan adalah analisis literatur. Penelitian ini menggunakan 21 literatur yang berasal dari jurnal tahun 2019 sampai 2024. Metode analisis literatur mencakup pencarian, evaluasi, dan sintesis berbagai sumber teks terkait topik penelitian tentang analisis sinar gamma terhadap pertumbuhan bakteri pada bahan pangan. Iradiasi gamma merupakan salah satu metode pengolahan pangan pascapanen yang efektif menurunkan jumlah patogen. Radiasi ini bekerja dengan merusak DNA bakteri, membran dan dinding sel, serta inaktivasi enzim dan protein esensial. Penggunaan radiasi gamma dalam dosis rendah memiliki keuntungan seperti meningkatkan pertumbuhan dan perkecambahan benih, mengurangi populasi mikroba berbahaya dan memperpanjang umur simpan makanan. Meskipun teknologi ini aman, masih ada kekhawatiran dan kesadaran masyarakat yang rendah terhadap penggunaannya. Kontrol dosis radiasi yang diterapkan sangat penting untuk memastikan keamanan pangan. Meskipun tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat dan biaya tinggi masih ada, upaya peningkatan pemahaman dan penerapan teknologi ini terus dilakukan untuk meningkatkan keamanan pangan dan manfaat bagi konsumen.
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 4 TANJUNGPINANG Natasya, Tia; Saputra, Febri; Fitriani, Desi; Putri, Winda Aulya; Mairiyati, Mairiyati; Nevrita, Nevrita
Biogenesis VOL 20, NO 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.1.37-44

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran dinamis yang memenuhi kebutuhan siswa berdasarkan kesiapan, hasil, profil, minat, dan kemampuan mereka. Konten, proses, dan hasil atau produk adalah empat cara berbeda untuk belajar. Akibatnya, peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Negeri 4 Tanjungpinang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif Pembelajaran Berdiferensiasi ketika diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang menghasilakan dan mengolah data deskriptif seperti wawancara, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Tanjungpinang, di mana sekolah tersebut sudah melakukan pembelajaran diferensiasi dengan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi seperti menggunakan Strategi dalam pembelajaran diferensiasi seperti diskusi kelompok dan percobaan/praktikum. Dengan menentukan kriteria pemilihan strategi diferensiasi dengan cara mengelompokan secara acak yang di mana siswa di arahkan untuk saling berbagi tidak hanya berpatok kepada guru, dengan teman yang bervariasi dapat membantu temannya untuk memahami materi. Dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 4 Tanjungpinang sudah menerapkan pembelajaran diferensiasi pada mata pelajaran IPA disetiap proses pembelajarannya.
PERCEPATAN PERKECAMBAHAN TANAMAN BAKAU API-API (Avicennia marina Forsk. Vierh) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN HORMON NAA DAN BAP Mahadi, Imam; Fitriya, Gita; Wulandari, Sri; Kusnedi, Hana Tasya
Biogenesis VOL 20, NO 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.2.99-111

Abstract

Bakau api-api (Aivicenniai mairinai Forsk. Vierh) merupakan tumbuhain pionir paida lahan pantai yang terlindungi. Bakau api-api (Aivicenniai mairinai Forsk. Vierh) ini bergunai untuk menekan laju abrasi paintaii, oleh sebab itu mangrove api-api ini perlu dilestarikan. Degradasi hutan mangrove yang signifikan di Indonesia memerlukan upaya rehabilitasi yang efektif dan efisien. Upaya penyediaan benih unggul dalam waktu singkat dan dalam jumlah banyak, salah satunya melalui kultur jaringan. Pemanfaatan ilmu bioteknologi dalam pembudidayaan bakau dengan cara kultur jaringan. Tujuan penelitian adalah untuk dapat memperoleh bibit bakau api-api dalam waktu yang singkat dan cepat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengain Rancangan Acak Lengkap faiktoriail 4×4 dengain perlakuan diulang 3 kali. Pada penelitian ini menggunakain hormon NAA dain BAP untuk mempercepat perkecambahan mangrove api-api, dan menggunakan eksplain biji. Analisis data menggunakan Analysis of Variances dan uji lainjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi dengan faktor waktu tumbuh tanaman, laju pertumbuhan tanaman terbaik dicapai paidai perlaikuain N2B2 dengain  hormon 2mg L-1 NAiAi + 2 mg L-1 BAiP merupaikain perlaikuain yaing terbaik dalam mempercepait percambahan eksplain bii bakau api-api yaitu  waiktu muncul eksplain yang tercepat yaitu 21 hairi setelaih kultur  dengain persentase tumbuh eksplain 100%, jumlaih daun plantlet 4 helai  dan rata-rata  tinggi per plantlet 4 cm.
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMAN 5 TANJUNGPINANG Isral, Ananda Geiskha; Fatullah, Ibnu Bimo Wahyu; Sugeng, Dewi Sri Mulyani; Fatimah, Fadya Puspita Ayu; Sari, Hermila Puspita; Nevrita, Nevrita
Biogenesis VOL 20, NO 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/biogenesis.20.1.45-54

Abstract

Pembelajaran diferensiasi adalah pembelajaran yang menggambarkan proses pembelajaran yang berprinsip memberikan semua siswa kesempatan terbaik untuk belajar memperoleh ilmu di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan desember 2023 di SMAN 5 Tanjungpinang dengan menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan menggunakan purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu dan data dikumpulkan melalui wawancara yang direkam untuk menunjang kebutuhan terkait pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran biologi. Validitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dengan menggunakan beberapa tahapan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan dari penelitian menunjukkan bahwa guru sudah memahami konsep pembelajaran diferensiasi secara umum, hanya saja untuk implementasi pada mata pelajaran biologi sendiri masih belum terlaksana secara maksimal karena kurangnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran diferensiasi.