Wasana Nyata
Jurnal Nasional ini adalah terbitan berkala ilmiah secara terbuka berbasis ilmu terapan, pengabdian kepada masyarakat dan kajian ilmiah yang diterbitkan oleh Bidang Publikasi Ilmiah STIE AUB Surakarta dengan nomer registrasi ISSN 2580-8443 (online) dan ISSN 2747-2876 (print). Jurnal pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan sebagai media pertukaran gagasan, informasi karya ilmiah dari berbagai kalangan akademis, praktisi, dunia usaha, alumni, mahasiswa dan masyarakat secara umum. Selain itu, jurnal ini sebagai salah satu kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan partisipasi ilmiah secara umum. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan pada media lain baik terbitan Nasional maupun Internasional
Articles
206 Documents
PENTINGNYA PEMBUKUAN SEDERHANA BAGI KELOMPOK UMKM KUB MURAKABI DESA NGARGOYOSO
Cahyani Tunggal Sari;
Etty Indriani
WASANA NYATA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.951 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v1i1.189
Kelompok Usaha Bersama MURAKABI merupakan salah satu kelompok usaha yang ada di Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Kelompok Usaha Bersama ini memproduksi aneka makanan olahan dengan bahan ubi ungu. Produk yang dihasilkan antara lain timus dan bakpia. KUB Murakabi ini merupakan inisiatif dari Bu Endang selaku ketua UMKM untuk memberdayakan ibu-ibu yang ada di wilayah Ngargoyoso. Awalnya Bu Endang mengikuti pelatihan boga dari Dinas Koperasi dan UMKM kemudian, ilmu dari pelatihan yang didapat, ditularkan kepada ibu-ibu di wilayah Ngargoyoso. Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha bersama Murakabi sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan petani. Kegiatan mengolah ubi ungu menjadi bakpia dan timus ini dilakukan di malam hari karena di pagi harinya, produk timus dan bakpia diambil oleh para pedagang. Sistem pemasarannya masih sederhana karena produksi dilakukan hanya jika ada pesanan. Dan penjualan hanya dengan sistem beli putus, tidak melayani sistem konsinyasi. Pencatatan keuangan masih sangat sederhana, yaitu hanya dicatat pengeluaran dan pemasukan, belum ada pos-pos sesuai dengan departemennya baik produksi, pemasaran, maupun sumber daya manusia. Kegiatan Pelatihan diperuntukkan bagi seluruh sumber daya manusia yang terlibat dalam Kelompok Usaha Bersama Murakabi. Pengusul mengajukan tema pembukuan sederhana UMKM sejalan dengan program studi yang menaungi pengusul yaitu program studi manajemen. Selain itu, program pelatihan pembukuan sederhana UMKM juga sejalan dengan program pemerintah yang mengharapkan UMKM naik kelas.Kata Kunci : pembukuan sederhana, UMKM, KUB Murakabi Desa Ngargoyoso
Peningkatan Produktivitas Produksi Brem Sebagai Upaya Untuk Mengangkat Potensi Kabupaten Wonogiri
Y. Djoko Suseno;
Edi Wibowo
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.73 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.364
Tengar Village Nguntonadi sub-district is one of brem-producing centers in Wonogiri region with high quality. However, in the management of brem production many experience barriers in addition to technology and marketing problems. The purpose of this community service activity is to transfer technology to improve the quality of brem production, and marketing management training to increase brem sales value. The method used is through training, mentoring to partners and monitoring although community service activities have been completed to maintain the sustainability of the program. The impact of community service activities is that there has been a transfer of technology from traditional to modern so that brem making becomes more hygienic and quality, as well as changes in marketing patterns from direct sales to sales through social media.Key words : Wonogiri’s brem, technology, marketing.
PENINGKATAN PENDAPATAN SAMPINGAN DALAM KELUARGA MELALUI PELATIHAN MIE ORGANIK DI KABUPATEN KLATEN
Hariyanti Hariyanti;
Nuryati Nuryati
WASANA NYATA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (586.908 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v4i1.575
AbstrakLokasi pengabdian masyarakat bertempat diBalai Desa Canan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten,dengan dihadiri para ibu pengurus tiap-tiap RT se Kelurahan Canan sejumlah 34 ibu.pada hari Selasa tanggal 26 Nopember 2019. Adapun metode yang digunakan ceramah, praktek/demo, tanya jawab, diskusi dan latihan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Canan dengan memberi pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan mie organik yaitu berbahan utama gandum dan sayuran. menjadi produk olahan mie dengan tampilan dan rasa yang bermacam-macam, bernilai gizi dan kaya nutrisi serta layak jual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga dan berkembang menjadi usaha yang menjanjikan pada masa mendatang. Hasil akhir agar ibu-ibu PKK desa Canandapat membuat sendiri produk mie organik secara mandiri dirumah..Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan ternyata secara umum ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam mengolah produk mie organik. Target setelah dilaksanakan pelatihan cukup menggembirakan 80% tujuan pelatihan tercapai dan sisanya perlu ditindak lanjuti dengan pendampingan untuk Pengabdian Kepada Masyarakat berikutnya.Kata kunci : Aneka sayur-mayur, Produk mie.
Peran Bank Sampah dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Ibu-Ibu Rumah Tangga
Mulyadi Mulyadi;
Ridwan Wahyudi;
Ika Swasti Putri
WASANA NYATA Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.31 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v4i2.750
Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertempat di Bank Sampah Kampung Minapadi RW IX, Kalurahan Nusukan. Waktu pelaksanaan pada hari Minggu, 15 Desember 2019. Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga melakukan partisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan yang meliputi pemberian materi, diskusi, dan praktik cara pengelolaan bank sampah untuk meningkatkan ekonomi ibu-ibu rumah tangga. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendampingan tentang pengelolaan Bank Sampah, penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah, sebagai potensi peningkatan ekonomi masyarakat di Kecamatan Banjarsari.
Pendampingan Pembuatan Kemasan Dan Pelabelan Produk Makanan Berbahan Ubi Ungu Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar
Susila, Linda Nur;
Riyanto, Riyanto;
Haryanti, Setyani Sri
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.118 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.394
Pengabdian kepada masyarakat Tentang Pendampingan Pembuatan Kemasan Dan Pelabelan Produk Makanan Berbahan Ubi Ungu Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar dengan sasaran home industry makanan berbahan ubi ungu yang dikerjakan oleh ibu ibu.Tujuan kegiatan pengabdian dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang pembuatan kemasan dan pelabelan produk makanan berbahan dasar ubi ungu di Di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, agar produsen makanan berbahan ubi ungu menyadari betapa pentingnya kemasan yang baik dan pemberian label, sehingga mampu membuat kemasan yang menarik dan aman, mampu membuat label, mau memperbaiki ataupun meningkatkan isi dan tampilan label pada kemasan produknya sehingga mempunyai daya saing dan penghasilan meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian ini adalah metode ceramah tentang fungsi pengemasan yang baik dan fungsi pelabelan produk makanan berbahan dasar ubi ungu, serta pendampingan pembuatan kemasan dan membuat label yang dapat meningkatkan nilai jual. Para peserta terlibat berlatih dan berkraeasi membuat kemasan dan pelabelan untuk meningkatkan nilai jual. Setelah mengikuti pelatihan pembuatan kemasan dan pelabelan para peserta antusias untuk mencoba membuat kemasan yang baik yaitu kemasan yang dapat melindungi makanan dan menarik bagi calon konsumen yang dapat meningkatkan nilai jual. Mereka juga antusias untuk memberi label pada produknya sehingga konsumen mengetahui komposisi bahan yang digunakan yang dapat menarik calon konsumen karena bahan bakunya ubi ungu yang banyak khasiatnya dan tanpa pengawet. Target setelah dilaksanakan pendampingan cukup menggembirakan 65 % tujuan pendampingan tercapai dan sisanya perlu ditindak lanjuti.Kata kunci: Ubi ungu, kemasan, pelabelan
PENDAMPINGAN PENGELOAAN LIMBAH PLASTIK DI KELURAHAN NGADILUWIH KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR
Endang Brotojoya;
V. Titi Purwantini
WASANA NYATA Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.577 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v3i2.522
Kerajinan dari sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa menjadi alternatif peluang usaha di sekeliling kita. Seperti diketahui plastik merupakan bahan kebutuhan yang banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia modern. Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari justru semakin meningkat sehinga problem semakin pelik. Solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan yang berasal dari plastik atau mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat. Sampah plastik bisa diolah menjadi aneka Kerajinan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Peluang usaha Kerajinan sampah plastik ini disamping mendatangkan rezeki juga mengurangi polusi akibat sampah plastik. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adi Unggul Bhirawa memberikan pendampingan dalam pengelolaan limbah plastik dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pendampingan dalam Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kemandirian Ekonomi melalui Bank Sampah di Kompleks Perumahan Banyuanyar Surakarta
Endang Brotojoyo;
V Titi Purwantini
WASANA NYATA Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.288 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v4i2.741
Sampah atau waste (Inggris) memiliki banyak pengertian. Sampah merupakan sisa-sisa bahan yang tidak terpakai dari semua kegiatan manusia yang dianggap sudah tidak memiliki nilai, dalam segala bentuknya bisa padat, cair ataupun gas. Setiap Lingkungan melalui Rukun Warga dan Rukun tetangga harus memperhatikan pembungan sampah semua warga masyarakan Seluruh Indonesia sampah yang dihasilkan adalah sampah basah 60% sampai 70%, Sampah yang dihasilkan berasal dari pasar dan tempat tinggal warga mencapai 95% sampah organik sedangjkan untuk pemukiman 75% sampah organik. Sampah terdiri dari sampah padat, cair dan gas. (Tim Penulis PS, 2008). Saat ini telah digiatkan Sistem Pengelolaan Sampah berdasar ukuran volume sampah (organik maupun anorganik) yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga tidak terjadi penumpukan sampah hanya di satu tempat saja. Sampah yang terbuang ini akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitarnya juga. Pemilahan sampah menurut jenis dan manfaatnya dapat memotivasi masyarakat hidup sehat dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan,.(Hebbie Ilma Adzim,2013). Bank sampah dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik.Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekomoni masyarakat.
PILOT PROYEK PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN DALAM RANGKA UPAYA EFISIENSI BIAYA HIDUP KELUARGA DI DESA DENGGUNGAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI
Dibyo Iskandar;
Etty Indriani
WASANA NYATA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (825.246 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v2i1.243
Lahan tidur di Indonesia, sangat luas baik lahan pertanian yang beralih fungsi yang untuk sementara waktu belum difungsikan sesuai peruntukkan dan lahan pekarangan yang dibiarkan menganggur tidak diolah atau belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal jika lahan tersebut dioptimalkan, pemanfaatannya dapat memberikan banyak hal yang positif misalnya mengurangi pengangguran,menambah supply bahan pangan dan lingkungan tidak terkesan kumuh dan sekaligus sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga. Yang berkaitan dengan kepemilkkan pribadi terutama lahan pekarangan jika diolah memiliki potensi dalam menyediakan bahan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian pangan yang menjadi ironi.dan permasalahan atau fenomena yang tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat,yang ditandai masih banyak dijumpai kurang optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan diantaranya belum membudaya budidaya pekarangan secara intensif, masih bersifat sambilan dan belum berorientasi pasar dan belum adanya program khusus dari petugas atau kader.Tujuan pengabdian ini adalah memberikan motivasi kepada masyarakat demgan cara memberikan bukti nyata melalui Pilot Proyek pemanfaatan lahan pekarangan seluas kurang lebih 1000 meter dengan ditanami empat jenis sayuran yaitu bayam cabut, kangkung cabut kacang panjang dan terong setelah melihat bukti sehingga masyarakat bisa tertarik untuk memanfaatkan lahan miliknya untuk difungsikan dengan baik..Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Denggungan Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali.Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta yang hadir bersedia membentuk kelompok yang terdiri bapak dan Ibu – ibu berkenan sebagai penggiat pengoptimalan lahan pekarangan melalui kesediaannya menggarap lahan pilot proyek secara suka rele dan bersedia membagikan hasil tanaman secara gratis kepada masyarakat pada awal pertama panen. Kata kunci: lahan pekarangan, pilot proyek,penggiat,hasil,ketertarikan.
PENGEMBANGAN PENINGKATAN KUALITAS PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA HOME INDUSTRY DI LINGKUNGAN KECAMATAN MATESIH KARANGANYAR
Yosephine Angelina Yulia;
Andri Octaviani;
Hanif Safika
WASANA NYATA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (96.09 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v3i1.464
Kabupaten Karanganyar merupakan tempat UMKM yang berkembang. Persebaran skala usaha UMKM di Kabupaten Karanganyar bervariasi dengan rata-rata usia usaha selama 11 tahun. Terdapat sekitar 37 persen UMKM berskala mikro, 32 persen berskala kecil dan 31 persen berskala menengah. Jika dilihat dari aspek pengembangan usaha, secara umum hanya sekitar 17 persen UMKM yang tidak memiliki hambatan berusaha. Beberapa jenis hambatan berusaha tersebut antara lain yaitu: hambatan persaingan (persaingan klaster, persaingan domestik dan persaingan luar negeri), penyelundupan, kebjakan ekonomi, kebijakan harga, penguasaan teknologi, permodalan dan manajerial. Pada kenyataanya praktek kegiatan UKM selalu berjalan tanpa mengandalkan informasi keuangan yang disusun secara tertib dan teratur. Banyak UMKM yang dapat berjalan normal tanpa dukungan informasi keuangan yang memadai. Pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana sangat penting sekali untuk dikuasai terutama sekali tentang cara perhitungannya. Apalagi jika UMKM membutuhkan modal dari Bank, jika UMKM sudah mempunyai laporan keuangan sederhana maka pihak Bank akan lebih mempermudah proses peminjaman dana untuk modal. Selain itu ada banyak kasus usaha kecil yang salah dalam membuat laporan keuangan secara sederhana. Karena seyogyanya dalam membangun usaha, penjual dituntut untuk mampu menghitung dan membuat laporan keuangan untuk usahanya sendiri guna mengetahui secara persis pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan.Kata kunci: kewirausahaan, UMKM, laporan keuangan sederhana
Pendampingan Peningkatan Ekonomi Kreatif Untuk Mengangkat Produk Toga Melalui Digital Marketing Dan Pengemasan Di Desa Sumber Bulu Karanganyar
Yosephien Angelina Yulia;
Andri Octaviani;
Agus Utomo
WASANA NYATA Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : STIE AUB Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.781 KB)
|
DOI: 10.36587/wasananyata.v5i1.910
Tanaman obat keluarga (disingkat Toga) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah Mendampingi kelompok warga desa wisata Sumberbulu untuk pengelolaan pemasaran khususnya digital marketing. Mendampingi pengemasan pada produk toga agar mempunyai nilai jual yang maksimal. Pengabdian dilaksanakan pada tahun 2021. Metode pelaksanaan yaitu dengan cara ceramah dan presentasi serta diskusi. Target luaran yang akan dihasilkan dalam pengabdian ini adalah: Adanya peningkatan dalam pemasaran melalui digitalisasi marketing pada produk toga, Mampu mengembangkan pengemasan pada produk toga sehingga mempunyai nilai jual lebih, Adanya peningkatan pemahaman masyarakat akan arti pentingnya digitalisasi marketing pada masa digital saat ini