cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
RESPON FUNGSIONAL IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus Peters) TERHADAP KEPADATAN POPULASI LARVA NYAMUK (Aedes aegypti L.) Netty D H. Sitanggang; Danny S. Siregar
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The functional response of Oreochromis mossambicus Peters to prey density (larva Aedes aegypti L) had been studied on December 2013 until February 2014 in Laboratory Department of Biology-Chemistry, Faculty of Technique, Mathematics and Natural Sciences, Indraprasta University, Jakarta by using Holing Methods. Experiment was arranged with Randomized Block Design (RBD) factorial, where the first factor (A) was the size of Oreochomis mossambicus (2, 4, 6 cm). The second factor (B) was the density of larva mosquito (5, 10, 15, and 20 individual/lit). The result of this study showed that the time for searching the prey by predator decreased at the increase of prey density. The handling time decrease with the size of fish Oreochromis mossambicus, it increases prey density. In treatment with the fish about 2 cm length with density of Aedes aegypti larvae 5, 10, 15, and 20 the handling time is 40,48; 14,47; 9,75; 7,75 second respectively and the fish size 4 cm is 29,73; 15,37; 9,60; 7,30 second. The fish size 6 cm didn’t eat mosquito larvae. The model of functional response of Oreochromis mossambicus Peters density of mosquito larvae of Aedes aegypti is the type III (sigmoid). Keywords: Functional Response, Population Density, Holing Methods, Larvae
LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARANGURU IPA-BIOLOGI SMPN DI KABUPATEN PONOROGO Susantini, Endang
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum kegiatan Lesson Study/LS  ini adalah meningkatkan kualitas  pembelajaran biologi di SMPN Kabupaten Ponorogo. Tujuan khusus (a)  guru IPA-Biologi dapat mengembangkan RPP  dan perangkatnya, (b) Guru IPA-Biologi dapat melaksanakan  open lesson  sesuai dengan RPP dan perangkat yang dibuat, (c) Guru IPA-Biologi dapat melaksanakan  LS. Sasaran  LS  adalah 7 (tujuh)  guru IPA-Biologi di SMPN dari berbagai katagori, termasuk  Sekolah Pelayanan Minimum di Kabupaten Ponorogo. Metode yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut melalui kegiatan Workshop, Pendampingan I, dan Pendampingan II. Pada saat  Workshop  guru  IPA-Biologi menghasilkan perangkat yang akan digunakan dalam  LS sedangkannarasumber melakukan modelling dari RPP dan LKS Inkuiri yang dicontohkan. Pelaksanaan Pendampingan I dan Pendampingan II  menggunakan LS yang meliputi fase Plan, Do dan See. Hasil kegiatan LS menunjukkan 7 guru IPA-Biologi sudah dapat menyusun RPP dan perangkatnya, hanya 4 guru yang dapat melaksanakan  open lesson, dari empat guru IPA-Biologi yang menjadi model, dua guru mengalami peningkatan kemampuan mengajar,  satu guru tidak mengalami peningkatan, dan satu guru sudah mempunyai kemampuan mengajar sangat baik. Kata Kunci: Lesson Study, Guru IPA-Biologi, Kemampuan Mengajar
RESPON PERTUMBUHAN Pichia manshurica DAN Rhodosporodium paludigenum PADA BERBAGAI MEDIA BASAL SEBAGAI PENENTU UNTUK PROSES ISOLASI PROTOPLAS Wijanarka Wijanarka; Endang Sutariningsih; Kumala Dewi; Ari Indrianto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pertumbuhan mikroorganisme biasanya ditunjukkan dengan adanya pertambahan jumlah sel atau masa sel yang sedang tumbuh. Pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidupnya, salah satunya medium pertumbuhan. Medium tersebut sangat menentukan tingkat keberhasilan umur kultur dan profil fase pertumbuhan yang sangat penting pada saat isolasi protoplas. Tujuan penelitian ini adalah kinetika respon dan profil pertumbuhan Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum Pada Berbagai Media Basal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2011 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNDIP Semarang. Khamir Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum ditumbuhkan pada media basal  MEB (M1), TEB (M2), ME (M3) dan YPD (M4) serta dilakukan pengamatan pertumbuhan  setiap 6 jam selama 42 jam. Tahap berikutnya dilakukan studi analisis kinetika pertumbuhan khamir pada media basal yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  media YPD (M4)  mempunyai kecepatan pertumbuhan (μ) tertinggi  (0.2086 mg/jam)  dan waktu generasi terpendek 3.3236 (menit) pada jam ke-18, sedangkan Rh. paludigenum mempunyai nilai μ sebesar 0.2751 (mg/jam)  dan g  sebesar 2.5197 (menit). Kesimpulan penelitian ini adalah media YPD (M4) dapat digunakan untuk pertumbuhan Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum serta dapat digunakan  untuk media  isolasi protoplas   Kata Kunci:  Pertumbuhan, media basal, P. manshurica dan R. paludigenum
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER CALON GURU BIOLOGI PADA 3 VARIAN MULTIMEDIA YANG BERBEDA Mariana Mariana; Zulkifli Zulkifli; Ermina Sari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan  tiga varians multimedia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru biologi pada konsep embriologi manusia. Multimedia yang digunakan adalah varian-1 yang terdiri dari unsur animasi dan narasi, varian-2 terdiri dari unsur animasi, narasi, dan musik, serta varian-3 terdiri dari unsur animasi, narasi, musik, dan teks. Penelitian ini dilaksanakan di FKIP program studi pendidikan biologi semester IV pada tahun ajaran 2009/2010. Metode penelitian yang digunakan adalah Weak Experimental The Static Group comparison Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil sebanyak tiga kelas merupakan seluruh populasi yang terdiri dari tiga kelas paralel. Pengumpulan data dilakukan melalui tes awal dan tes akhir pada keterampilan berpikir kritis dan  angket siswa dan wawancara guru terhadap tiga varian multimedia yang digunakan. Data dianalisis dengan uji beda rerata one-way anova. Rerata N-Gain pada kelas multimedia varian-1, varian-2,  dan varian-3 adalah 0,35, 0,51 dan 0,41. Guru dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan multimedia. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ketiga varian multimedia berbeda secara signifikan  dalam  dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru biologi. Multimedia varian-2 secara signifikan lebih efektif dibandingkan varian-1 dan varian-3.   Kata kunci:  Berpikir kritis, Pendidikan karakter, Multimedia.
The Application of E-Module Based on Problem-Based Learning to Improve Critical Thinking Ability and Reduce Misconception on Ecology Material in the Students of X MIPA 1 SMA Negeri 5 Surakarta in the School Year Of 2014/2015 Diana, Nina; Karyanto, Puguh; Sudarisman, Suciati; Indriyati, Indriyati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to improve critical thinking ability and reduce misconception on ecology material in the students of X MIPA 1 of SMA Negeri 5 Surakarta in the school year of 2014/2015 through the application of e-module based on Problem-Based Learning. This study was a Classroom Action Research conducted in two cycles, each of which consisting of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subject of research was the students in X MIPA 1 of SMA Negeri 5 Surakarta in the school year of 2014/2015 consisting of 30 students. Techniques of collecting data used were essay test to measured critical thinking skill, open ended reasoning of two-tier diagnostic test to measure misconception, observation and interview as the data proponents. Data validation was conducted using triangulation methode. The data were analyzed using descriptive qualitative technique consists of three components: data reduction, data presentation, and taking the conclusion. Target of the research is an increase of 20% on critical thinking aspects and reduce misconception 20% on ecology concepts at the end of the cycle. The result of research showed that there were an increase in critical thinking ability and a decrease in misconception. The improvement of critical thinking ability included six aspects: interpretation of 20.83%, analysis of 20.42%, evaluation of 40.00%, conclusion of 39.17%, explanation 32.50%, and self regulation of 25.83%. The decreased misconception included four important concepts in ecology: population of 34.45%, community of 43.06%, food chain and web of 34.07%, and science, environment, technology and community (salingtemas) ecology of 28.15%. Considering the result of research, it could be concluded that the application of e-module based on Problem-Based Learning could improve critical thinking ability and reduce the students’ misconception in ecology material.Keywords: e-module based on Problem Based Learning, critical thinking, misconception.
The Pollen Morphological Characteristics Pollen Super Red Dragon Fruit (Hylocereus Costaricensis) with A Scanning Electron Microscopy as Biology Learning Source of Senior High School Yayuk Robidah; Sri Wahyuni; Lud Waluyo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study palinologi important to prove especially in plant taxonomy. Technological progress with the scanning electron microscopy (SEM) can support in the field of knowledge palinologi because of the world of more than a light microscope. The purpose of this research is described morphological structure pollen Hylocereus costaricensis (super red dragon fruit) use SEM, and use it as biology learning source of senior high school. This research is a descriptive qualitative study that describes the results of observations of pollen Hylocereus costaricensis based on relevant literature. The sample is pollen Hylocereus costaricensis. The object of study that observed is a unit of pollen, the form of pollen, size, aperture and ornamentation eksin. The result showed that Hylocereus costaricensis are categorized in the unit of a monad, the form of subsferodial, the size of magna, the aperture of tricolpate and the ornamentation of spinulose. This research result can be used as biology learning source of senior high school.Keywords: Pollen, Hylocereus costaricensis, Scanning Electron Microscopy; Source of learning biology
PENGGUNAAN LEMBAR KERJA MAHASISWA BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MERANCANG PRODUK FERMENTASI Baiq Fatmawati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student work sheets are sheets contains a task that must be done by students who serve as sheets guide, discussion, observation, discovery, and a vehicle to exercise critical and creative thinking skills student.  This research was focused to find out the ability design a product of fermentation from plant and animal material.  The study involved a number of prospective teachers biology in STKIP Hamzanwadi Selong of fifth semester (n=34). Data was collected using student worksheet activity based project. The  procedure of research are: devide a group, drawto to kind of food, and designing activities. The study resulted is design made one by each group was reflection three times for some components of design. The conclusion of this study is the ability of student in designing product of fermentation be needed from lecturer. Keywords: Student work sheets based project, design, fermentation
APLIKASI ANTIOKSIDAN DARI RUMPUT LAUT Nawaly, Hermanus; Susanto, A. B.; Uktolseja, Jacob L.A.
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, pemintaan akan antioksidan alami yang berasal dari tanaman termasuk rumput laut berkembang sangat cepat. Rumput laut mengandung berbagai jenis bioaktif yang ekstraknya dapat menetralkan radikal bebas pada penelitian-penelitian secara  in vitro. Review  ini akan menjelaskan aplikasi dari ekstrak rumput laut sebagai antioksidan pada makanan manusia, kosmetik, dan akuakultur. Untuk makanan manusia, penambahan ekstrak rumput laut pada daging, makanan kecil, rempah-rempah dan minyak dapat menghambat oksidasi  untuk mengawetkan makanan dan meningkatkan aktivitas antioksidan dari makanan itu sendiri. Penambahan ekstrak rumput laut dalam produk kosmetik bertujuan untuk mencegah radikal bebas yang dapat membakar kulit via sinar UV. Selain itu, ekstrak ini sendiri  dapat berfungsi sebagai anti penuaan, sitoprotektif dan pemutih. Penambahan ekstrak rumput laut pada makanan ikan dalam kegiatan akuakultur  bermanfaat untuk mengawetkan makanan ikan dan menjaga kesehatan ikan serta pertumbuhannya sebagai substansi aditif. Selain itu, manfaat tidak langsung dari penggunaan ekstrak rumput laut dalam makan manusia, kosmetik, dan akuakultur adalah sebagai pewarna alami.  Kata kunci: Aplikasi Antioksidan, Rumput Laut, Makanan Manusia, Kosmetik, Akuakultur
PENGARUH EKSTRAK MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) TERHADAP PROSES AWAL PENYEMBUHAN LUKA Rodhiyah Rodhiyah; Sulistiyawati Sulistiyawati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penyembuhan luka merupakan proses pergantian jaringan yang rusak atau mati oleh jaringan yang baru. Proses ini terdiri dari tiga fase yang saling tumpang tindih yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi atau remodeling. Biji bunga matahari mengandung β-sitosterol, flavonoid dan linoleic acid yang mampu memacu proses penyembuhan luka dan sudah dipakai pada pengobatan tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal minyak biji bunga matahari (Helianthus Annuus) terhadap proses awal penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan tiga ekor tikus putih jantan strain Spraque Dawley umur 3 bulan dengan berat badan 200-300 gram dibuat luka eksisi punch biopsy pada kulit punggung 0,5 cm kanan dan kiri dari kolumna vertebralis dan 2,5 cm dari telinga. Luka eksisi dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol yaitu satu luka eksisi pada punggung sebelah kiri selanjutnya tanpa diberi obat-obatan dan kelompok perlakuan yaitu satu luka eksisi pada punggung sebelah kanan yang ditetesi minyak biji bunga matahari.Tikus dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari 1 ekor tikus sesuai periode dekapitasi yaitu hari ke-3, 7 dan 12 setelah perlukaan. Jaringan luka dibuat preparat histologis untuk mengetahui fase inflamasi pada penyembuhan luka dengan menghitung jumlah sel leukosit PMN. Hasil penelitian menunjukkan jumlah leukosit PMN hari ke 3 pada kelompok kontrol sejumlah 200 dan pada kelompok minyak biji bunga matahari sejumlah 153 leukosit PMN, dan terus menurun pada hari ke 7 dan 12. Hasil penelitian membuktikan adanya perbedaan yang bermakna jumlah leukosit PMN pada setiap periode dekapitasi dan kelompok. Kesimpulan dari penelitian adalah aplikasi topikal ekstrak minyak biji bunga matahari dapat mempercepat fase inflamasi sehingga penyembuhan luka lebih cepat terjadi.   Kata kunci: penyembuhan luka, Helianthus Annuus, leukosit PMN
Materi Poster AKTIVITAS ANTIBAKTERI BACILLUS CEREUS YANG DIISOLASI DARI SEDIMEN PANTAI MENTIGI LOMBOK UTARA Bambang F Suryadi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Isolat Bacillus cereus dari sedimen pantai Mentigi terbukti memiliki potensi antibiotik yang cukup bagus untuk dikembangkan dengan cara fermentasi. Fermentasi Bacillus cereus memerlukan optimalisasi jenis medium dan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium yang tepat untuk produksi antibiotik pada B. cereus. Isolat B. cereus ditumbuhkan pada medium starter NB cair selama 16 jam dan kemudian difermentasikan dalam medium cair NB dengan suplementasi garam-garaman dan penambahan unsur N organik maupun anorganik selama 48 jam. Antibiotik yang telah dipisahkan dari kultur sel melalui sentrifugasi selanjutnya diuji daya hambatnya terhadap bakteri uji yang terdiri dari 3 bakteri gram positif (Staphylococcus aureus, Bacillus cereus dan Streptococcus viridans) dan 3 bakteri gram negatif (Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae dan Proteus mirabilis). Zona hambat tertinggi dihasilkan oleh supernatan isolat Bacillus cereus yang dikultur pada medium dengan sumber N organik pada waktu inkubasi 24 jam. Supernatan isolat B. cereus pada semua kombinasi medium fermentasi menunjukkan zona hambat tertinggi terhadap bakteri uji B. cereus (gram +) dan P. mirabilis (gram -).   Kata Kunci: Antibiotik, Bacillus cereus, Medium Fermentasi, Sumber N, Waktu Inkubasi, Pantai Mentigi.

Page 62 of 124 | Total Record : 1234