cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KERAGAMAN MIKOFLORA SERTA SPESIES KAPANG KONTAMINAN DOMINAN PADA DENDENG IKAN Utami Sri Hastuti; Permata Ika Hidayati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.641 KB)

Abstract

ABSTRAK Dendeng ikan dapat terkontaminasi oleh berbagai spesies kapang kontaminan. Dendeng ikan merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak disukai oleh masyarakat dan banyak diproduksi sebagai industri rumah tangga dalam rangka diversifikasi produk ikan. Apabila spesies-spesies kapang kontaminan dapat menghasilkan mikotoksin, maka dapat membahayakan kesehatan para konsumen dendeng Ikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti spesies-spesies kapang kontaminan yang dapat bertahan hidup pada ikan yang telah diawetkan menjadi dendeng ikan 2) mengetahui jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan; 3) mengetahui spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan. Sampel dendeng Ikan dibuat dengan menggunakan bahan baku ikan kembung lelaki (Rastreiliger canagurta). Dendeng ikan disimpan dalam suhu ruang selama 1-3 hari. Sampel dendeng ikan yang telah disimpan selama 6x24 jam sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1%, sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1 kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0.1% pada tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran dinokulasikan pada medium Czapek’s Agar sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 25°C selama 7x24 jam. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan, isolasi tiap spesies kapang kontaminan, pengamatan morfologi koloni, deskripsi ciri-ciri mikroskopis, serta identifikasi tiap spesies kapang kontaminan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) Dalam sampel dendeng ikan yang diperiksa ditemukan 5 genus yang meliputi 17 spesies kapang. Kelima genus kapang tersebut ialah Aspergillus, Peniciilium. Fusarium, Cladosporium, dan Genicularia 2) Jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan berkisar antara 0,13x104 cfu/g sampai 3,20x107 cfu/g sampel; 3) Spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan ialah Penicilium paraherquei yang berjumlah 3,20x10 cfu/gram sampel. Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan speies-spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan perlu mendapat perhatian agar dendeng ikan tetap aman untuk dikonsumsi.   Kata kunci: Kapang kontaminan, dendeng ikan, mikoflor
Penyusunan Instrumen Keterampilan Proses Sains Berbasis Inkuiri Kontekstual pada Perkuliahan Mikrobiologi Hasruddin, Hasruddin; Harahap, Fauziyah; Mahmud, Mahmud
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.041 KB)

Abstract

The study aims to determine the level of feasibility and effectiveness of science process skill instruments in contextual inquiry at microbiology courses in Biology Education Program of Universitas Negeri Medan (Unimed). The r development esearchthrough the stages Analysis, Define, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The draft of science process skill instrument is validated by 2 microbiology material experts, 2 design learning experts, 2 evaluation experts, and 2 linguists. Individual trials were conducted on 3 students of biology education, small group trials were conducted on 9 students, and large group trials were conducted to 21 biology education students who were enrolled in microbiology courses. Data were analyzed using percentage technique and presented in frequency table form. The results of the study found that the development process skill instruments categorized as "feasible" and "effective" were used in microbiology lectures by applying contextual inquiry learning model.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA SMA N 2 KARANGANYAR Dewi, Asri Nafi’a; Dwiastuti, Sri; Prayitno, Baskoro Adi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.009 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut (1). Menguji pengaruh model pembelajaran aktif Avtive Knowlegde Sharing terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar  tahun pelajaran 2011/ 2012 (2). Menguji pengaruh minat belajar siswa terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011 2012 (3). Menguji ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran aktif Active Knowledge Sharing dan minat siswa terhadap hasil belajar biologi kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/ 2012. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Experimental Research) menggunakan Posttest Only Nonequivalent Control Gruop Design. Model pembelajaran sebagai variabel bebas, minat sebagai variabel moderator, dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X.1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X.2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan “Cluster Random sampling”. Teknik pengumpulan data hasil belajar ranah kognitif menggunakan teknik tes, angket, dan lembar observasi. Pengukuran minat menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan anava. Kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut 1). Model Active Knowledge Sharing berpengaruh terhadap hasil belajar biologi ranah kognitif dengan P-value 0,024, sedangkan pada ranah afektif dan ranah psikomotor tidak berpengaruh pada siswa kelas X SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,059 dan 0,274; 2). Tidak terdapat pengaruh antara minat tinggi, sedang, dan rendah terhadap hasil belajar biologi pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor pada siswa kelas X SMA N 2  Karanganyar dengan P-value 0,742; 0,702 dan 0,805; 3). Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar biologi siswa SMA N 2 Karanganyar dengan P-value 0,852; 0,483; dan 0,717.   Kata kunci:  Model  Active Knowledge Sharing, hasil belajar, dan minat.
Developing E-learning Based MOODLE in Learning Ecosystem to Improve Environmental Literacy in Class X Enrichment Program Haske, Anita Sugiansih; Wulan, Ana Ratna
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.322 KB)

Abstract

The purpose of this study was to produce e-learning based moodle that can improve environmental literacy class X and can streamline enrichment program. This study was a quasi-experimental, with a study population of class X of SMAN 3 Sumedang 2014/2015 school year. The study sample consisted of two classes include experimental class and control class. The study sample taken are students who have passed KKM material ecosystem from daily test results by teachers so that they can follow the activities of enrichment program in the learning ecosystem to gain a broad knowledge. The experimental class in this study, students attend enrichment program through e-learning based moodle so that they can access information about environmental issues related to the ecosystem as much as possible, whenever and wherever. While, the control class students attend enrichment program accordance with enrichment program usually done by teachers of subjects in SMAN 3 Sumedang, through discussions and solving environmental problems. The sampling technique using random class methods. The research design in this study is the matching- only pretest-posttest control group design. Data collection instrument is a test environment literacy (Ecological knowledge, verbal commitment intention to act, environmental sensitivity, cognitive skill, and actual commitment pro environmental behaviour). Data analisis using a independent sample t-test. Based on the results of data analysis, it was found that environmental literacy domain ecological knowledge there were not significant differences between the experimental class and control class (Sig=0,082, p>0,05), environmental literacy domain disposition sub domain verbal commitment intention to act there were significant differences between the experimental class and control class (Sig=0,003, p<0,05), environmental literacy domain disposition sub domain environmental sensitivity there were significant differences between the experimental class and control class (Sig=0,001, p<0,05), environmental literacy domain cognitive skill there were significant differences between the experimental class and control class (Sig=0,003, p<0,05), and environmental literacy domain actual commitment pro environmental behaviour there were significant differences between the experimental class and control class (Sig=0,034, p<0,05).Key words : E-learning, Moodle, Ecosystem, Environmental literacy, Enrichment program
Conversion 9-Methyl Octadecene to 1-Octadecanol Handoko, Donatus Setyawan Purwo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.553 KB)

Abstract

The investigations of methyl oleate (methyl 9-octadecenoate) to convert 1-octadecanol, has been done. The conversion was carried out using ZSiA catalysts and fixed bed reactor that was operated at 400, 450, and 500 oC. ZSiA catalyst was prepared by washing zeolite with aquadest, followed by dipping in HCl 2M solution, adding Na2SiO3 5% b/b, dipping in NH4Cl 2M, calcination at 500 oC under nitrogen with flow rate of 20 mL/min for 2 hours, oxydation under oxygen flow rate of 20 mL/min. Characterization of the catalyst included determination of metal content using AAS, acidity using gravimetric method, surface area using Gas Sorption Analyzer NOVA 1000, and crystallinity using XRD. The fixed bed reactor was filled by catalyst and heated up to 400 oC under hydrogen flow rate of 20 mL/min. Then the feed (methyl oleate or methyl 9-octadecenoate) in evaporator was heated up to 400 oC under hydrogen flow rate of 20 mL/min. The reaction product was collected in glass tube and analyzed using GC-MS. Catalytic hydrogenation of methyl oleate produced 87,21% of 1-octadecanol as major product. 1-octadecanol product decreased significantly by the increase of hydrogen flow rate from 20 to 60 mL/min and for 5 to 15 grams catalysts.Keywords: methyl oleate, 1-octadecanol, ZSiA catalysts
Various Teaching Methods and Models of Virus Learning at High School and College Level: A Systematic Review Hendro Gunadi; Suranto Suranto; Murni Ramli
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 17, No 1 (2020): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.402 KB)

Abstract

The topic of viruses is closely related to the daily life and problems faced by students. The concept of viruses is considered difficult by students because they are abstract and contain many unfamiliar words. This research aimed to analyze various teaching methods and models of virus learning at the high school and college level and to find out the most suitable models or methods in learning virus concepts effectively. This study reviewed research articles published on online databases, such as Google Scholar, Eric, WorldCat, and ScienceDirect. Articles were selected using the PRISMA method with the keywords "virus concepts" and "high school" "biology education" published from 2011-2020. Matched articles from Google Scholar (N = 52), Eric (N = 5) Science Direct (N = 2) WorldCat (N = 4). The articles were selected based on the research focus according to the topic, there were 10 articles according to the criteria, methods, and results of articles by the objectives of this study and were analyzed. The results showed that virus concept learning in school can be done using various learning methods and models. The best learning methods and models in learning viral concepts are contextual ones such as problem-based learning and the use of learning media such as video games. The results of the article review show that the concept of viruses through contextual learning can improve students' understanding, learning outcomes, misconceptions, and critical thinking
PROSPEK BUDIDAYA KENTANG HITAM (Coleus tuberosum) DI LAHAN KEKERINGAN Yudi Rinanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.723 KB)

Abstract

Abstract - The utilization of Coleus tuberosus Benth is not common for Indonesian citizen especially for the carbohydrate sources. Whereas, the Black Potatoes have a great potention to be develop at dryland . Dryland is distribute rife in Indonesia. Unfortunately, the utilization is not optimal exploitation. The adaptability of the black potatoes in dryland is very well. It can be seen from the requirement to grow plants that spread in many kind of land from low land until high land variety. Black potatoes can be used as carbohydrate source because the content of protein  higher than potatoes commonly in highland comercial . In addition, more black potatoes resistant to the diseases. The cultivation of black potatoes  easier than the commercial potato crops. By those reason, The utilization black potatoes have a good prospective in Indoneasia especially in dry land. Keywords: Coleus tuberosus, dry land
Peningkatan Daya Saing Bangsa melalui Penguatan SDM Berbasis Pemampuan SDA dan Kearifan Lokal Secara Kompetitif Ananto Kusuma Seta
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2388.594 KB)

Abstract

Peningkatan Daya Saing Bangsa melalui Penguatan SDM BerbasisPemampuan SDA dan Kearifan Lokal Secara Kompetitif
Perbandingan Metode Lisis Jaringan Hewan dalam Proses Isolasi DNA Genom pada Organ Liver Tikus Putih (Rattus norvegicus) Slamet Hariyadi; Erlia Narulita; M Amien Rais
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.028 KB)

Abstract

Teknik dasar yang harus dikuasi pada saat melaksanakan penelitian secara molekuler adalah isolasi DNA genom. Isolasi DNA bertujuan untuk memisahkan DNA dari komponen lainnya seperti lipid, protein, dan polisakarida. Secara umum, tahapan isolasi DNA untuk berbagai bahan adalah sebagai berikut : lisis sel atau jaringan yang efektif, denaturasi kompleks nukleoprotein, dan inaktivasi nuklease. Akan tetapi bahan yang berbeda akan membutuhkan metode yang berbeda juga. Salah satu jaringan yang sulit untuk dilakukan isolasi DNA adalah jaringan hewan.Jaringan hewan memiliki lemak dan protein yang sangat banyak sehingga dapat mengkontaminasi DNA itu sendiri.Tahapan lisis adalah tahapan penting yang mempengaruhi kesuksesan isolasi DNA hewan. Terdapat berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk melisiskan sel dan jaringan. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan proses lisis dengan 4 perlakuan yang berbeda yakni lisis dengan menggunakan teknik Sambrook (1987) dimana jaringan di inkubasi dengan suhu 55 oC selama 12 jam, lisis dengan dengan metode Penggerusan yakni menggunakan mortar dan prestel, lisis dengan suhu 65 oC dalam inkubasi selama 2 jam, dan lisis dengan suhu 80 oC dalam inkubasi selama 10 menit. Setelah tahapan lisis selesai, ke empat perlakuan di ekstraksi dengan metode organik (Phenol Chlorofom Isoamyl Alcohol25 : 24 : 1), DNA kemudian cuci dengan menggunakan ETOH 70% dan pelet DNA dilarutkan dengan menggunakan buffer TE. Hasil menunjukkan bahwa teknik Sambrook menunjukkan hasil yang lebih baik, berikutnya metode inkubasi 65 derajat selama 2 jam yang menunjukkan hasil baik, sementara metode lisis dengan mortar dan prestel, maupun dengan inkubasi 80 derajat selama 10 menit tidak menunjukkan hasi yang baik akibat terjadi kerusakan DNA.
PARADIGMA PENILAIAN PERILAKU BERKARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BIOLOG Muji Sri Prastiwi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.006 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan paradigma penilaian perilaku berkarakter dalam pembelajaran Biologi. Khususnya, mengembangkan indikator domain kognitif, afektif, dan psikomotorik dari kompetensi dasar Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan untuk melakukan penilaian perilaku berkarakter yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, serta mengembangkan metode belajar mengajar yang selaras dengan tujuan dan penilaian pada materi tersebut. Penelitian ini merupakan bagian penelitian pengembangan perangkat pembelajaran IPA-Biologi SMP Berbasis ICT untuk memfasilitasi pendidikan karakter dan proses belajar mengajar bertaraf internasional. Hasil penelitian ini adalah paradigma penilaian pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dapat mendeskripsikan perilaku berkarakter siswa yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran.   Kata kunci:  Penilaian, Perilaku Berkarakter, Pembelajaran Biologi

Page 9 of 124 | Total Record : 1234