cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
JUMLAH SEL SPERMIOGENESIS TIKUS PUTIH YANG DIBERI TANIN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica) SEBAGAI SUMBER BELAJAR Susetyarini, Rr. Eko
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat sebagai antifertilitas belum banyak digunakan, maka perlu alternatif  obat antifertilitas  terutama pada pria, yaitu beluntas (Pluchea indica). Beluntas dapat digunakan sebagai obat antifertilitas dalam taraf uji pre-klinik (Susetyarini, 2011). Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan tentang tanin yang dapat menurunkan potensi fertilisasi spermatozoa tikus (Susetyarini, 2010). Pengkajian tannin daun beluntas dalam mempengaruhi spermatogenesis belum pernah dilakukan, maka perlu dikaji tahapan spermatogenesis  terutama spermiogenesis. Spermiogenesis merupakan proses pembentukan spermatid menjadi spermatozoa. Spermatozoa berperanan dalam proses fertilisasi.  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh tannin daun beluntas terhadap jumlah  sel spermiogenesis  tikus putih jantan dengan berbagai waktu pengamatan. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen dengan perlakuan kelompok kontrol (tanpa pemberian tannin), kelompok perlakuan pemberian tannin sebanyak 0,8 ml dengan ke tikus putih jantan dewasa yang diulang 3 kali. Waktu pengamatan 49+3 hari, 49+16 hari, 49+26 hari, 49+36 hari dan 49+49 hari. Tikus putih setiap waktu pengamatan dimatikan dan diambil organ testis serta dibuat preparat histology dengan metode Humason Data dianalisis dengan menggunakan anava dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  p<0,05 berarti ada pengaruh pemberian tannin beluntas dengan berbagai waktu pengamatan terhadap jumlah spermatid dan spermatozoa tikus putih jantan. Jumlah spermatid dan spermatozoa  terbanyak pada saat waktu pengamatan 49+3 hari dan jumlah spermatid dan spermatozoa terendah pada saat waktu pengamatan 49+49 hari. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar pada matakuliah Embriologi dan Reproduksi Hewan.  Kata Kunci : spermiogenesis, tanin daun beluntas, sumber belajar
Aktivitas Bakteri Kitinolitik dari Cangkang Perna viridis sebagai Antifungi Phytophthora palmivora Penyebab Penyakit Busuk Buah Kakao (Theobrorna cacao L.) Agustin, Debby; Khikmah, Ulfia Nurul; Isroni, Muhson; Maulidiya, Anisa
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emphasis on the growth of Phytophthora palmivora was important in order to reduce Pod Rot Disease of cacao (Theobrorna cacao L.) which could harm agriculture sector. Some bacteria had chitinolytic enzyme activity that is potentially used as an antifungal against Phytophthora palmivora, because the cell wall of the fungi composed of chitin. The purpose of this research were to know chitinolytic bacteria from Perna viridis shell which had higher activity of chitinase enzyme, the amount of chitinase enzyme activity of each selected isolate, and to know the effect of chitinolytic bacterial isolates from Perna viridis shell to reduce the growth of Phytophthora palmivora. The bacteria were isolated from Perna viridis shell at Depok Beach, Kretek, Bantul, Yogyakarta. This research were an explorative research which include bacterial characterization and experimental research which include antagonistic test of chitinolytic bacteria against Phytophthora palmivora. The chitinolytic bacteria was isolated using selective chitin agar medium by pour plate method and then screening the isolates that had chitinase enzyme activity by measuring the enzyme activity of each bacterial isolates by spectrophotometric method. Selected bacterial isolates were characterized by macroscopic, microscopic and physiological characters. The bacteria that had been selected tested for their ability to reduce the growth of Phytophthora palmivora by Kirby Bauer modification method. The result showed that there were 10 isolates that had chitinase enzyme activity which two selected isolates had the higher chitinase enzyme activity. There were 7D and 6B isolates. The isolate 7D had 1,258 u/ml chitinase enzyme activity and isolate 6B had 1,212 u/ml chitinase enzyme activity. The result of chitinolytic bacterial antagonist test on Phytophthora palmivora growth showed that both bacterial isolates were potential to antifungal Phytophthora palmivora and showed a real effect in inhibiting the growth of Phytophthora palmivora with significance value < 0,05.
Pengembangan Modul Evaluasi Pembelajaran dengan Model Pembelajaran 7E Berbasis Kreativitas Yuni Pantiwati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tahun pertama dari dua tahun yang direncanakan. Tujuan penelitian tahun pertama untuk  menghasilkan model dan Modul evaluasi Pembelajaran dengan Pembelajaran 7E Berbasis Kreativitas. Jenis penelitian pengembangan dengan metode Research and Development (R & D) dari Sugiono (2011) dengan langkah-langkah: 1) identifikasi potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, 10) produksi masal. Hasil observasi, wawancara, pengisian angket,  dan FGD (Focus Group Discusion). Hasil penelitian:   1) pengembangan modul menggunakan model pembelajaran siklus belajar 7E yaitu (Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate, dan Extend) (Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate, dan Extend), 2) Materi yang dikembangkan yaitu: (Konsep dasar penilaian, pengukuran, dan evaluasi; Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Evaluasi; Hakekat Evaluasi Autentik;  Jenis Evaluasi; Pengembangan Instrumen Tes), 2) Hasil penilaian terhadap modul, rata-rata penilaian validasi dari ahli materi  mencapai 84,25%,  ahli media 83%, dan validator 84,25%, respon mahasiswa memilih jawaban setuju (ya) dengan rata-rata presentase 86,53% dan sangat positif,  sehingga modul (7E) menunjukkan kriteria “valid” atau layak untuk digunakan.
PERILAKU BERUANG MADU DI KAWASAN WISATA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN Sri Ngabekti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sun bear (Helarctos malayanus) is one of the fauna in East Kalimantan, included to protected biodiversity. Since 2002 sun bear used to be the mascot of Balikpapan City. To save the population of sun bear, there isKawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) in which there are five sun bears in the enclosure area of 1.3 hectares. Outside the enclosure, there is a boardwalk along 400 meters which provided for visitors to see and observe the sun bears and their behavior directly. This study aims to examine the behavior of sun bears at KWPLH Balikpapan City. Used method is the method of survey, interviews, and document analysis. The results showed there were at least four observable behavior which are feeding behavior, social, activities, and communication. Eating behavior that were seen aretheir way to eat and the type of food. There are different relationship in social behavior such as nice fellow, polite, cranky, or irritable. Sun bear’s active time is during the afternoon (diurnal). To communicate between sun bears, it can be done through sound, smell, and various facial expressions. The conclusion in this study is sun bear’s behavior can be observed well if it maintained in an extensive enclosure and managed according to the condition of natural habitats. Keywords : educational tour, sun bear, behavior
Developing Environmental Teaching Materials Based on Local Context and Environmental Literacy Mukhyati, Mukhyati; Sriyati, Siti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to develop environmental teaching materials for senior high school based on local contexts of Bangka Island and environmental literacy. Research and Development designed by Borg & Gall was used with the following steps: research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, & main field testing. The limited testing was conducted at one school by involving 30 students from year ten and testing of wide scale was conducted at three schools involving 92 students. The teaching materials was developed follow the guidelines of developing environmental materials according to NAAEE. The six key characteristics of environmental materials which is environmental literacy oriented are: fairness & accuracy, depth, emphasis on skill building, action orientation, instructional soundness and usability. Data collection was conducted through observation, documentation, questionnaires, and test. Test validation by materials experts, technology experts, users, and readability test were conducted to ensure the quality of teaching materials. Feasibility of content and graphical aspects was measured through questionnaire, whereas the readability test was conducted by using cloze test. Data were analyzed qualitatively. The result showed: 1) the quality of teaching materials based on material experts validation was good categorized with a percentage of 76.3%, the technology experts validation was good categorized with a percentage of 75%, and the teacher validation, as a user, was excellent categorized with a percentage of 93.4%, 2) by using cloze test analysis, the teaching materials had a high readability. The product had been revised based on advice and corrections from validator, the result of limited testing, and testing of wide scale. The conclusions of this research is the development of teaching material based on local contexts of Bangka Island and environmental literacy can be implemented in learning process of environmental change concept.Keywords: local contexts, environmental teaching materials, environmental literacy
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Scriptyang Dipadu denganThink Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Biologi Rahmawati, Lidya; Nuraida, Dede
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the result of interview with science teacher in SMP Negeri 3 Semanding it is known that the learning method used by teachers in SMP Negeri 3 Semanding Tuban still using conventional learning method that is teacher-centered learning method. So that results in low student learning outcomes. Responding to this the researchers took the initiative to use Cooperative Script learning model combined with Think Pairs Share to overcome the above problems. This research is a Classroom Action Research (PTK). This classroom action research is conducted with 2 cycles, namely cycle I and Cycle II. This research was conducted at SMPN 3 Semanding class VII-C on science subject Biology subject of environmental pollution in academic year 2017/2018 with subject of research is student of class VII-C with total of 22 students consist of 12 male students and 10 students women. The results of the research implementation as much as two cycles obtained increased learning outcomes by 22.73%, increased teacher activity by 21.25%, and increased student activity by 22.5%. Thus it can be concluded that the implementation of Cooperative Script learning model combined with Think Pair Share can increase learning outcomes, teacher activity and student activities.
MENGOPTIMALKAN MINAT, KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI, KETERAMPILAN METAKOGNITIF, DAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN CLASSWIDE PEER TUTORING (CWPT) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA SMA Bowo Sugiharto; Baskoro Adi Prayitno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan minat siswa melalui pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Classwide Peer Tutoring pada pembelajaran Biologi SMA, 2) Meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Classwide Peer Tutoring pada pembelajaran Biologi SMA, 3) Mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention (PMII) Tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) terhadap keterampilan metakognitif siswa pada pembelajaran Biologi SMA, dan 4) Mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention (PMII) Tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) terhadap penguasaan konsep pada pembelajaran Biologi SMA. Penelitian ini dilakukan dengan dua seting yaitu penelitian tindakan kelas dan penelitian quasi eksperimen. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada PTK ini, yang menjadi variabel masalah adalah minat dan keatifan komunikasi siswa dalam pembelajaran biologi. Variabel tindakan adalah pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT). Selanjutnya dalam seting penelitian quasi eksperimen pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) digunakan sebagai variabel bebas. Variabel terikatnya adalah keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep dalam pembelajaran Biologi. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan rancangan pretes dan postes dengan kelompok pengendali tidak diacak. Hasil penelitian tindakan kelas menyimpulkan bahwa 1) pembelajaran PMII tipe CWPT dapat meningkatkan minat siswa, serta 2) pembelajaran PMII tipe CWPT dapat meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa pada pembelajaran biologi siswa SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Hasil penelitian kuasi eksperimen menyimpulkan 1) tidak ada pengaruh pembelajaran PMII tipe CWPT terhadap penguasaan konsep biologi, 2) ada pengaruh pembelajaran PMII tipe CWPT terhadap keterampilan metakognitif pada siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Key word: CWPT, minat, keaktifan berkomunikasi, keterampilan metakognitif, penguasaan konsep, pembelajaran biologi
PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI RELEGIUS DALAM BUKU PELAJARAN KIMIA SMA/MA SEBAGAI METODE ALTERNATIF MEMBENTUK KARAKTER INSAN MULIA PADA SISWA Agung Nugroho Catur Saputro
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBuku pelajaran merupakan salah satu sumber  belajar  yang sangat strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan karakter yang sekarang ini telah masuk dalam kurikulum pendidikan seyogyanya mendapat perhatian serius dari praktisi  pendidikan. Karakter siswa yang bagaimana yang akan dibentuk perlu dipikirkan secara matang. Dalam makalah ini, penulis memberikan wacana tentang pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai relegius bersumber dari Al Qur’an melalui buku pelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Kemungkinan pemasukan nilai-nilai relegius dalam buku pelajaran kimia SMA/MA sebagai upaya  mengintegrasikan pendidikan karakter islami (karakter insan mulia), dan 2). Metode pengintegrasian nilai-nilai relegius dalam buku pelajaran kimia SMA/MA. Penelitian ini dilakukan melalui kajian berbagai pustaka yang berkaitan dengan materi kimia dan nilai-nilai relegius dalam ayat-ayat Al Qur’an dan didukung dengan pengalaman selama mengajar dan menyusun buku pelajaran kimia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1). Nilai-nilai relegius dapat dimasukkan dalam buku pelajaran kimia SMA/MA, 2). Metode pengintegrasian nilai-nilai relegius dalam buku pelajaran kimia SMA/MA  dapat ditempuh melalui pengutipan ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan tema materi kimia di awal atau di dalam isi uraian materi pelajaran disertai penjelasan makna yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut.Kata Kunci : integrasi, nilai-nilai relegius, buku pelajaran kimia, pendidikan karakter.
PENGARUH CEKAMAN SALINITAS TERHADAP MORFOLOGI AKAR TERUNG KOPEK LOKAL Agus Muji Santoso; Lailatul Riska; Miftachul Rizal
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Arsitektur akar memiliki arti penting sebagai salah satu bentuk adaptasi tanaman dalam merespon kondisi lingkungan yang ekstrem, termasuk pada kondisi salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman salinitas terhadap morfologi akar Solanum melongena varietas Kopek sebagai referensi kajian awal pengembangan budi daya tanaman sayur tropis lokal pada lahan salin. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Biologi, Universitas Nusantara PGRI Kediri (kondisi: 4700-6000 lux pada tanah ladang steril, liat berpasir, v-angin 0-1 m/s, 67 mdpl, pH media 6-6,8), Februari- Mei 2012 dengan desain Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan 0% (0-1 ds/m), 5% (2-3 ds/m), 10% (8-10 ds/m), 15% (14-16 ds/m) NaCl (dalam 50 mL air penyiraman/pot/2 hari yang mengandung pupuk green tonic 3 g/L (masing-masing 5 ulangan/perlakuan). Akar dipanen dengan metode destruktif pada 63 hst, diamati, dianalisis kuantitatif-kualitatif, dan didokumentasi sesuai parameter morfologi yang ditentukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) termasuk akar tunggang; (2) bertipe  ramosus; (3) jumlah cabang dan rata-rata panjang akar rambut lebih tinggi pada perlakuan 5%, namun semakin tinggi tingkat cekaman (10 dan 15%) semakin rendah rata-rata panjang akar pokok, jumlah maupun panjang rata-rata cabang akar tingkat I, II, dan III dan berat konstan akar (dw); (4) arah tumbuh akar pokok geotropisme positif bersama rambut-rambut akarnya pada semua perlakuan; arah tumbuh cabang tingkat I kearah samping (dengan kisaran 20-35O dari garis horizontal medium); cabang tingkat II dan III relatif tidak beraturan (ke segala arah) arah tumbuhnya; (5) warna akar pokok dan cabang tingkat I coklat tua, warna cabang tingkat III beserta rambut-rambut akar yang tumbuh dari akar pokok, cabang tingkat I, II, dan III putih coklat muda; (6) akar pokok lebih kaku dibanding cabang-cabangnya; (7)  panjang akar pokok lebih dominan dibanding cabangnya, panjang semakin berkurang seiring tingkat cemakan (rata-rata berkurang 1,78 cm/ tanaman).   Kata kunci:  cekaman salinitas, morfologi akar, terung kopek
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) DAN TTW (THINK, TALK, WRITE) Listiana, Lina
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21 ini, menuntut reformasi pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, mampu bersaing dan memiliki kemampuan  intelektual seperti kemampuan berpikir tinggi. Keterampilan berpikir menjadi sangat penting untuk dikembangkan dalam pendidikan kita. Upaya meningkatkan keterampilan berpikir siswa dalam proses pembelajaran masih jauh dari harapan, hal ini antara lain disebabkan kurangnya pemahaman para guru tentang hakekat keterampilan berpikir sehingga guru tidak termotivasi untuk merancang dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat memberdayakan keterampilan berpikir siswa. Salah satu alternative strategi atau model pembelajaran yang mempromosikan keterampilan berpikir siswa yaitu dengan penerapan model kooperatif tipe Group Investigatiaon  (GI) dan Think Talk Write  (TTW) dalam pembelajaran biologi. Kedua strategi ini memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga dapat saling melengkapi dalam aplikasinya. Pembelajaran biologi yang kontekstual menuntut siswa untuk terampil dalam mengobservasi fenomena, mendeskripsikan, menganalisis, mensintesis, mampu memecahkan masalah, dengan kemampuan berpikir  kritis  dan kreatif sehingga sampai pada membuat keputusan sebagai solusi masalah dalam kehidupan nyata. Kata kunci: Pembelajaran Biologi, Keterampilan Berpikir, Group Investigation, Think Talk Write.

Page 11 of 124 | Total Record : 1234