Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waru Seram Bagian Timur. Griennasty Siahaya; Zasendy Rehena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.693

Abstract

The degree of public health can be seen from various factors which include indicators of life expectancy, mortality rate, number of visits and nutritional status of the community, especially in toddlers. Toddlers are the age group that most often suffers from malnutrition. Malnutrition or underweight is a toddler's failure to achieve the ideal weight, which can then affect the growth of height. This study aims to determine the factors associated with the incidence of malnutrition in children under five in the working area of the East Waru Seram Health Center. The type of research used is Cross Sectional with a sample of 157 toddlers in the working area of the Waru Health Center. Statistical test using chi-square test using univariate and bivariate analysis. The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (p = 0.044), consumption patterns (p = 0.44), and environmental sanitation (p = 0.035) with the incidence of malnutrition. The conclusion of this study is that there is a relationship between exclusive breastfeeding, food consumption patterns and environmental sanitation with the incidence of malnutrition in children under five in the working area of the East Waru Seram Health Center. Suggestions for mothers to offer exclusive breastfeeding and always follow posyandu activities.
The Utilization Of Coconut Tombong As A Raw Material For Flour Griennasty Clawdya Siahaya; Samuel Titaley; Zasendy Rehena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.33-43

Abstract

This study is the first step in developing coconut (Cocos nucifera) tombong which has not been utilized by society. The purpose of this study is to obtain a proper drying time in producing a nutrient-grade coconut tombong flour. This study used an experimental design with a complete randomized design where the coconut tombong was dried at 50°C for 6,7 and 8 hours. Furthermore in the analysis of content carbohydrate, protein, fat, ash content, crude fiber and water content. The results of the analysis showed that coconut tombong flour with 8 hours drying produced the best of coconut tombong flour compared with 6 and 7 hours drying, with lower moisture content 11, 7353%, fat 8,1666%, protein 11,7158%, ash content 7,4917% and crude fiber 11,8421%. The results of statistical test show that the drying treatment of 6, 7 and 8 hours gives a very significant difference to the average chemical properties (carbohydrate, moisture content, protein, fat, ash content, crude fiber) coconut tombong flour with Fvalue > Ftable 5% or significance value of all treatments is smaller than alpha value 0.05. Based on these results, it can be concluded that coconut tombong  flour which through the drying process at 50°C for 8 hours (L3) is the best treatment among two other treatments (L1 and L2) which has the potential to be further developed as various substitution materials food products.
UJI TOTAL MIKROBA DAN ESCHERICHIA COLI PADA PANGAN JAJANAN Griennasty Clawdya Siahaya
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6, No 4 (2016): November 2016
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.842 KB)

Abstract

Kasus keracunan makanan banyak terjadi pada anak Sekolah Dasar dikarenakan kualitas makanan jajanan yang buruk dan tidak memenuhi syarat karena mengandung cemaran mikroba yang melebihi ambang batas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminasi bakteri Escherchia coli pada pangan jajanan anak sekolah di lingkungan SDN Teladan Kota Ambon. Jenis penelitianyang digunakan adalah deskriptif untuk mengetahui jumlah total mikroba dan mengidentifikasi keberadaan mikroba pathogen E.coli pada jajanan (makanan dan minuman) di kompleks SDN Teladan Kota Ambon. Pengambilan sampel dilakukan pada penjajah makanan baik dari kantin sekolah maupun pedagang di lingkungan sekolah dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 6 jajanan pangan yang terdiri atas 3 sampel minuman es dan 3 sampel makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total mikroba yang diuji pada jajanan makanan di kompleks SDN Teladan Kota Ambon untuk jenis minuman es krim cup berjumlah 2,2x102CFU/ml, es sirup orange 2,5x106 CFU/ml dan es lilin coklat 5,2x102CFU/ml. sedangkan untuk jenis jajanan pisang goreng berjumlah 9x103 CFU/ml, singkong goreng 2,5x106 CFU/ml dan patatas goreng 25x101 CFU/ml. terkait keberadaan Escherichia coli pada pangan jajanan diperoleh hasil empat sampel jajanan pangan yang teridentifikasi positif mengandung bakteri E.coliyaitu es krim cup, es sirup orange, es lilin cokelat dan pisang goreng. Sedangkan sampel jajanan yang tidak mengandung E.coli adalah singkong goreng dan patatas goreng. Kesimpulan penelitian semua sampel sampel minuman (es krim cup, es sirup orange, es lilin cokelat) dan jajanan pisang dan singkong goreng tidak aman dikonsumsi sedangkan sampel jajanan makanan patatas goreng aman dikonsumsi. Kata Kunci: Pangan Jajanan, Total Mikroba, E.coli
Determinan Kontrasepsi Modern di Provinsi Maluku (Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017) Devita Madiuw; Vanny Leutualy; Dian Thiofany Sopacua; Griennasty Clawdya Siahaya; Muhammad Ridwan Dasnel
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68349

Abstract

Latar Belakang: Tren penggunaan kontrasepsi modern di Maluku menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan kontrasepsi modern lebih rendah di perkotaan dibandingkan pedesaan.Tujuan: Mengetahui faktor penentu penggunaan kontrasepsi modern di Maluku berdasarkan hasil SDKI 2017.Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sumber data yaitu hasil SDKI 2017. Sebanyak 1139 data wanita usia subur menikah umur 15‒49 tahun disertakan dalam analisis. Uji bivariat menggunakan uji chi-square. Selanjutnya, dilakukan analisis mutivariat bagi variabel dengan nilai p<0,25.Hasil: Penggunaan kontrasepsi di antara wanita usia subur menikah adalah 39,9%. Umur (OR: 1,996; 95% CI: 1,471‒2,707), tingkat pendidikan (OR: 1,309; 95% CI: 1,015‒1,687) dan jumlah anak hidup (OR: 0,478; 95% CI: 0,360‒0,635) berhubungan secara signifikan dengan penggunaan kontrasepsi modern. Empat variabel lainnya tidak memiliki hubungan, yaitu daerah tempat tinggal, indeks kekayaan, sumber pelayanan KB dan kunjungan petugas.Kesimpulan: Diperlukan berbagai intervensi sebagai upaya peningkatan pengetahuan serta kesadaran wanita usia subur tentang pentingnya penggunaan metode kontrasepsi modern sebagai metode yang lebih efektif dalam mencegah kehamilan.
Perilaku Penggunaan Suplemen Dalam Meningkatkan Imunitas Di Masa Pandemi COVID-19 Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan UKIM Ambon Tahun 2022 Griennasty Clawdya Siahaya
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.972

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan masalah yang dihadapi di seluruh dunia saat ini, Indonesia juga terkena dampak buruk dari COVID-19 Keberhasilan dalam mencegah serta mengendalikan COVID-19 merupakan kerjasama semua pihak baik pemerintahan maupun masyarakat, melalui upaya peningkatan kesehatan, dengan meningkatkan daya tahan tubuh perorangan, merupakan salasatu cara pencegahan di masa pandemi COVID-19. Daya tahan tubuh atau imunitas seseorang dapat ditingkatkan dengan menjaga kebersihan, menerima asupan nutrisi yang baik, serta mengonsumsi suplemen kesehatan. Tujuan penelitian ini melihat perilaku penggunaan suplemen dalam meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kesehatan UKIM. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 293 orang. Teknik pengambilan Sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Crosstab. Hasil pengukuran menunjukkan responden pengetahuan baik dengan perilaku penggunaan suplemen baik berjumlah 236 orang (80,5%), hasil pengukuran responden sikap positif dengan perilaku penggunaan suplemen baik berjumlah 144 orang (49,1%), hasil pengukuran responden tindakan dengan perilaku penggunaan suplemen baik berjumlah 240 orang (81,9%) Secara keseluruhan Mahasiswa Fakultas Kesehatan pada perilaku penggunaan suplemen dalam meningkatkan imunitas di masa pandemi COVID-19 berada di kategori baik
PKM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SISWI DI SD NEGERI 294 MALUKU TENGAH, DESA HATU, KECAMATAN LEIHITU BARAT, KABUPATEN MALUKU TENGAH Wilma Fransisca Mamuly; Lea Mediatrix Janwarin; Griennasty Clawdya Siahaya
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.961

Abstract

SD Negeri 294 Maluku Tengah, merupakan salah satu SD yang berada di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah tenaga guru 12 orang ditambah 2 tenaga kependidikan dan 150 jumlah siswa-siswi. Setelah dilakukan observasi awal dan dari hasil wawancara antara Tim PKM dengan mitra disepakati bersama ada beberapa masalah yang menjadi prioritas diantaranya Minimnya pengetahuan mitra tentang pentingnya PHBS, dikhususkan buat sampah dan cuci tangan pakai sabun, Kurangnya fasilitas tempat sampah dan juga wadah untuk mencuci tangan pada SD Negeri 294 Maluku Tengah (Mitra), UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang sudah tidak berfungsi, Tidak ada poster – poster kesehatan. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah penyuluhan tentang sampah dan langkah-langkah mencuci tangan, serta pelatihan 7 langkah mencuci tangan, Pengadaan tempat sampah dan wadah untuk mencuci tangan. Penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah.Sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan kepada mitra, tentang pentingnya UKS dalam sebuah lembaga pendidikan. Kegiatan PKM telah dilakukan oleh tim selama kurang lebih 1 bulan, kegiatan yang dilakukan antara lain, sosialisasi PHBS di Sekolah, Pemberdayaan UKS, penyediaan fasilitas-fasilitas yang menunjang program PHBS di Sekolah di antaranya, Kotak P3K, Tempat Sampah, Wadah untuk mencuci tangan, dan juga poster –poster kesehatan, dari hasil pembagian pre test dan post test terjadi peningkatan pengetahuan 90% dari mitra. Target luaran yang telah dicapai, publikasi pada jurnal LPM UKIM, Publikasi media massa online Maluku News https://malukunews.co/berita/kiriman-pengunjung/130qp9qc1emj27t7/perilaku-hidup-sehatdi-lingkungan-sdn-294-malteng dan video kegiatan dapat diakses melalui https://youtu.be/Osc601RIUIg
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SISWI DAN GURU DI SD NEGERI 5 SULI, KECAMATAN SALAHUTU, KABUPATEN MALUKU TENGAH Wilma Fransisca Mamuly; Griennasty Clawdya Siahaya
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.380

Abstract

SD Negeri 5 Suli, merupakan salah satu SD yang berada di Desa Suli, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah tenaga guru 20 orang dan 242 jumlah siswa-siswi. Setelah dilakukan observasi awal dan dari hasil wawancara antara Tim PKM dengan mitra disepakati bersama ada beberapa masalah yang menjadi prioritas diantaranya Minimnya pengetahuan mitra tentang pentingnya PHBS, dikhususkan buat sampah dan cuci tangan pakai sabun, Kurangnya fasilitas tempat sampah dan juga wadah untuk mencuci tangan pada SD Negeri 5 Suli ( Mitra ), Kurangnya kesadaran mitra tentang bahaya merokok, bagi diri sendiri dan lingkungan, UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang sudah tidak berfungsi, Tidak ada poster – poster kesehatan.Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah penyuluhan tentang sampah dan langkah-langkah mencuci tangan, serta pelatihan 7 langkah mencuci tangan, Pengadaan tempat sampah dan wadah untuk mencuci tangan. Penyuluhan tentang bahaya merokok ( terkhusus bagi para Guru ). Kegiatan PKM telah dilakukan oleh tim selama kurang lebih 1 bulan, kegiatan yang dilakukan antara lain, sosialisasi PHBS di Sekolah, Pemberdayaan UKS, penyediaan fasilitas-fasilitas yang menunjang program PHBS di Sekolah di antaranya Timbangan, Kotak P3K, Tempat Sampah, Wadah untuk mencuci tangan, Tempat tidur untuk ruangan UKS dan juga poster –poster kesehatan, dari hasil pembagian pre test dan post test terjadi peningkatan pengetahuan 90% dari mitra. Target luaran yang telah dicapai, publikasi pada jurnal LPM UKIM, Publikasi media massa online Maluku News https://.malukunews.co/berita/kiriman-pengunjung/zse14trc0rk5aq7/budayakan-phbs-di-sekolah dan video kegiatan dapat diakses melalui https://youtu.be/X10wIRG5vls.
Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waru Seram Bagian Timur. Griennasty Siahaya; Zasendy Rehena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 3 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i3.693

Abstract

The degree of public health can be seen from various factors which include indicators of life expectancy, mortality rate, number of visits and nutritional status of the community, especially in toddlers. Toddlers are the age group that most often suffers from malnutrition. Malnutrition or underweight is a toddler's failure to achieve the ideal weight, which can then affect the growth of height. This study aims to determine the factors associated with the incidence of malnutrition in children under five in the working area of the East Waru Seram Health Center. The type of research used is Cross Sectional with a sample of 157 toddlers in the working area of the Waru Health Center. Statistical test using chi-square test using univariate and bivariate analysis. The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (p = 0.044), consumption patterns (p = 0.44), and environmental sanitation (p = 0.035) with the incidence of malnutrition. The conclusion of this study is that there is a relationship between exclusive breastfeeding, food consumption patterns and environmental sanitation with the incidence of malnutrition in children under five in the working area of the East Waru Seram Health Center. Suggestions for mothers to offer exclusive breastfeeding and always follow posyandu activities.
The Utilization Of Coconut Tombong As A Raw Material For Flour Siahaya, Griennasty Clawdya; Titaley, Samuel; Rehena, Zasendy
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 14 No. 1 (2021): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to obtain a proper drying time in producing a nutrient-grade coconut tombong flour. This study used an experimental design with a complete randomized design where the coconut tombong was dried at 50°C for 6,7 and 8 hours. The results of the analysis showed that coconut tombong flour with 8 hours drying produced the best of coconut tombong flour compared with 6 and 7 hours drying, with lower moisture content 11, 7353%, fat 8,1666%, protein 11,7158%, ash content 7,4917% and crude fiber 11,8421%. The results of statistical test show that the drying treatment of 6, 7 and 8 hours gives a very significant difference to the average chemical properties (carbohydrate, moisture content, protein, fat, ash content, crude fiber) coconut tombong flour with Fvalue > Ftable 5% or significance value of all treatments is smaller than alpha value 0.05. Based on these results, it can be concluded that coconut tombong flour which through the drying process at 50°C for 8 hours (L3) is the best treatment among two other treatments (L1 and L2) which has the potential to be further developed as various substitution materials food products.
Substitution of The Laor Worm (Polychaeta) Flour on Nutritional Content and Organoleptic Properties of Laor Sago Crackers Siahaya, Griennasty Clawdya; Rehena, Zasendy
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 1 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.39 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v15i1.1026

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of substitution of laor worm flour on the nutritional content (carbohydrates, protein, fat) of sago crackers. The research method used in this study is an experimental study using a one-factor Completely Randomized Design design, namely the substitution of laor worm flour in the formulation of sago laor crackers with a concentration of 0% (TCL 0); 2,5% (TCL 1); 5 % (TCL2); 7.5% (TCL3) with 3 replicates. The results showed that there was an effect of substitution of laor worm flour on the nutritional content of carbohydrates (significant 0.00 < 0.05), protein content (significant 0,00 < 0,05) and fat content (significant 0,00 < 0,05) sago laor crackers. Based on the results of the organoleptic test, it was found that the sago crackers with 7.5% laor worm flour (TCL3) were highly favored by the panelists for the aroma, taste and texture criteria with a very favorable rating, while the color was indicated by the criterion of liking compared to the other three treatments, namely TCL0, TCL1 and TCL2. Based on the research that has been done, further research needs to be done including analyzing the nutritional value for the energy content of crackers, the shelf life of cracker products and product packaging so that the results can be empowered by the community.