cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
suharyantoagung@gmail.com
Phone
+628126493527
Journal Mail Official
mahesarc1@gmail.com
Editorial Address
Griya Nafisa 2, Blok A No. 10 , Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan, Sumatera Utara.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni
Published by Mahesa Research Center
ISSN : -     EISSN : 27769801     DOI : 10.34007
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, is a source of scientific information and communication for academics, and educational reviewers, and art creators visuals, music, dance, and performance. The articles published are the results of research, and reports on the creative process of art creation that are critical, actual in the sphere of education and art creation. All articles are reviewed by two experts in their field on a system without identity (authors name). The scope of the Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, is based on pedagogical scholarship and artistic creation.
Articles 87 Documents
Inovasi Metode Pembelajaran Sulim Batak Toba Terhadap Para Penyandang Disabilitas Netra di Panti Asuhan Karya Murni Medan Tamsar, Agustinus; Fadlin, Fadlin; Gulo, Hubari
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.945

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi dan kreatifitas seorang guru musik tunanetera dalam memberikan metode pembelajaran Sulim Batak Toba terhadap para penyandang disabilitas netra di kota medan Jl. Karya Wisata No 06 medan Johor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi lapangan, studi Pustaka, dan wawancara narasumber bersmaa saudara Yohanes Dirja Berutu, S.Sn. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran yang dikemukakan oleh Sumiati dan Asra, serta teori Learning bye  musik  yang di kemukakan oleh E Edwin Gordon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa inovasi dari guru musik di Panti Asuhan Karya Murni terdapat pada konsep pelaksanaan pembelajaran yang dibagi menjadi lima fase yakni: fase perkenalan instrumen musik, fase teknik dasar permainan, fase memainkan lagu, fase improvisasi, dan fase finishing, yang dikombinasikan dengan empat metode pembelajaran yakni: metode ceramah, medemonstrasi, penugasan, dan metode kooperatif. Sedangkan kreatifitasnya terdapat pada metode kontemporer yang belum pernah diterapkan oleh guru musik lain yakni dengan memanfaatkan kemasan botol aqua yang sudah kosong ketika belajar meniup Sulim Batak Toba.Kata Kunci: Metode Belajar Sulim, Disabilitas Netra, Inovasi Guru Musik
Implementasi Pendekatan Holistik Dalam Pembelajaran Seni Tari Di Sanggar Tari Baratha Kudus Puspitasari, Putri Wulan
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran seni tari di Sanggar Tari Baratha Kudus. Di tengah tantangan globalisasi dan risiko "amnesia budaya," sanggar ini berupaya mencetak penari yang tidak hanya mahir secara teknis melalui konsep Wiraga, Wirama, dan Wirasa, tetapi juga memiliki karakter yang matang dan siap pentas (performance-ready). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, kuesioner, dan studi dokumentasi terhadap 30 peserta didik dan staf pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendekatan holistik didukung oleh tiga pilar utama: (1) Diferensiasi struktural melalui metode Play-Based Learning untuk kelas usia dini dan eksplorasi koreografi untuk kelas lanjutan; (2) Evaluasi komprehensif yang memanfaatkan media digital untuk refleksi mandiri; dan (3) Lingkungan belajar suportif yang demokratis dan non-intimidatif. Data empiris menunjukkan peningkatan koordinasi motorik sebesar 78% pada kelas usia dini dan tingkat kehadiran siswa di atas 90%. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa model pendidikan seni non-formal yang holistik mampu meningkatkan kreativitas dan resiliensi afektif siswa, sehingga layak direplikasi sebagai upaya pelestarian budaya nasional. 
Representasi Identitas Budaya Nias melalui Analisis Musikal dan Lirik Lagu Populer Ciptaan Man Harefa Laia, Kristiyani Feranola; Dewi, Heristina; Gulo, Hubari
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur musikal dan makna tekstual tiga lagu populer Nias ciptaan Man Harefa, yaitu Tano Niha Ni’omasioda, Hulo Omasio, dan Yae Wangandorogu. Lagu-lagu ini dipilih karena merepresentasikan identitas budaya dan nilai spiritual masyarakat Nias, baik di kampung halaman maupun di perantauan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis dan semiotik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terhadap rekaman lagu, transkripsi notasi musik, wawancara dengan narasumber utama, serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat Nias. Analisis musikal dilakukan berdasarkan teori struktur melodi William P. Malm, sedangkan analisis makna lirik menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lagu memiliki struktur melodi yang sederhana namun ekspresif, dengan pola kontur naik-turun yang mencerminkan nuansa emosional. Secara tekstual, lirik lagu memuat simbolisme lokal yang kuat dan mengangkat tema cinta tanah air, kerinduan, serta harapan spiritual. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa lagu-lagu Man Harefa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas, dan refleksi nilai-nilai sosial masyarakat Nias.
Taur-taur Bahtonang Dalam Tradisi Simalungun: Nyanyian Ungkapan Perasaan Dan Permohonan Berkat Kristin, July Arta; Naiborhu, Torang; Sitopu, Sapna
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1074

Abstract

Taur-taur Bahtonang adalah salah satu nyanyian rakyat Simalungun yang berfungsi sebagai bentuk media pengungkapan perasaan penyanyi. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji salah satu lagu rakyat Simalungun yang dibawakan oleh Sapna Aria Sitopu. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis makna tekstual dan unsur-unsur musikologis yang terkandung dalam lagu tersebut, serta teknik bernyanyi. Untuk mendukung kajian ini, penulis menggunakan teori dari Roland Barthes dan William P. Malm. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi dalam bentuk rekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taur-taur Bahtonang yang dipopulerkan Sapna Aria Sitopu banyak mengandung unsur doa, harapan dan menonjolkan ciri khas vokal tradisional Simalungun yang dikenal sebagai inggou.
Teknik Pembuatan Sarune Silahisabungan oleh Hery Sipangkar Silitonga, Arisando; Naiborhu, Torang; Sebayang, Vanesia Amelia
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pembuatan Sarune Silahisabungan oleh Hery Sipangkar serta menganalisis fungsi musikalnya dalam konteks budaya masyarakat Silahisabungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan Hery Sipangkar sebagai narasumber utama sekaligus pengrajin instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Sarune Silahisabungan dilakukan secara teliti melalui beberapa tahap, meliputi pemilihan bahan utama berupa kayu jior, tanduk kerbau, tempurung kelapa, kuningan, dan alumunium. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut dikonstruksi menjadi bagian-bagian utama instrumen seperti ipit-ipit, uttam-uttam, tukko, porda, dan angar-angar sebelum melalui proses pelarasan. Dari segi fungsi, Sarune Silahisabungan memiliki peran penting dalam ensambel Gondang Sitolupulutolu yang digunakan pada berbagai upacara adat. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring musik, tetapi juga sebagai sar
Penggunaan Alat Musik Tambua pada Acara Baralek di Hamparan Perak, Deli Serdang Sitepu, Piere Steven Randall; Hutajulu, Rithaony; Sebayang, Vanesia Amelia
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1075

Abstract

This research discusses the use of the Tambua musical instrument in the Baralek ceremony (Minangkabau traditional wedding) held in Hamparan Perak, Deli Serdang. The study focuses on the presentation form, function, and symbolic meaning of the Tambua music within the context of the ritual. The approach used is qualitative descriptive ethnomusicology, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. The key informants are members of Sanggar Tuah Sakato Medan, who are actively preserving Minangkabau musical practices in the migrant area (perantauan). The results show that the Tambua is presented as an ensemble (along with Tansa, Gandang, Talempong, and Bansi), with a dynamic musical structure that is integrated with every stage of the Baralek procession. The Tambua plays a role as the accompaniment for the traditional procession, a builder of the sacred atmosphere, and a medium for symbolic communication. The embedded symbolic meanings reflect core Minangkabau cultural values, such as mutual cooperation (gotong royong) and kinship ties. It can be concluded that the use of the Tambua in Baralek not only functions as an artistic expression but is also a marker of cultural identity as well as a vital medium for the preservation of Minangkabau tradition in the migrant land.
Makna Teks Nyanyian Liturgis Chanting Passio di Gereja Katolik Kabanjahe Aritonang, Resdina Juita; Naiborhu, Torang; Gulo, Hubari
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.934

Abstract

Penelitian ini mengkaji Tentang Tujuan penelitian ini antara lain untuk (1) Mendeskripsikan jalannya ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Kabanjahe, (2) Menganalisis makna teks. Bagi Gereja Katolik nyanyian ini merupakan sebuah nyanyian yang ikonik karena dibawakan setiap perayaan Jumat Agung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalannya ibadah Jumat Agung menggunakan teori Upacara Keagamaan Koentjaraningrat makna teks nyanyian Chanting Passio menggunakan teori Analisis Makna Teks oleh Ferdinan de Sausere dan teori Analisis Struktur Melodi oleh Bruno Nettl untuk menganalisis struktur melodi lagu Chanting Passio di Paroki Santa Perawan Maria. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengamatan, wawancara, serta merekam dalam format audio dan video. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  bahwa Penyajian ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Kabanjahe dilaksanakan dengan khidmat dan sederhana. Pada saat ibadah, pelantunan Chanting Passio merupakan liturgi inti yang menceritakan Kisah Sengsara Yesus Kristus. Berfungsi sebagai media yang menghantar umat untuk masuk dalam penderitaan Yesus Kristus. Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyikan dalam kebaktian menunjukkan makna teks dan struktur melodi, yang secara musikal mendukung suasana duka dalam ibadah. Hal ini menunjukkan perpaduan harmonis antara nilai keagamaan dan budaya dalam kehidupan umat Katolik.