cover
Contact Name
Agung Suharyanto
Contact Email
suharyantoagung@gmail.com
Phone
+628126493527
Journal Mail Official
mahesarc1@gmail.com
Editorial Address
Griya Nafisa 2, Blok A No. 10 , Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan, Sumatera Utara.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni
Published by Mahesa Research Center
ISSN : -     EISSN : 27769801     DOI : 10.34007
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, is a source of scientific information and communication for academics, and educational reviewers, and art creators visuals, music, dance, and performance. The articles published are the results of research, and reports on the creative process of art creation that are critical, actual in the sphere of education and art creation. All articles are reviewed by two experts in their field on a system without identity (authors name). The scope of the Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, is based on pedagogical scholarship and artistic creation.
Articles 87 Documents
Blended Learning Musik Kolintang dalam Ekologi Budaya Sudarno, Sudarno
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan blended learning materi video praktik musik Kolintang dalam ekologi budaya sebagai sumber belajar. Proposisi Holden tentang emergence, growth, complex independent, evolution, web dan networking, convergence dan Sistemic Fragile menjadi pisau bedah dalam menjelaskan teks konteks materi video praktik musik Kolintang. Metode penelitian menggunakan deskripsi kualitatif, karena video praktik musik Kolintang dibuat untuk diversifikasi transfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan sehingga tercapai kemandirian belajar mahasiswa selain itu untuk mendukung pembelajaran tatap muka. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literature, observasi dan wawancara dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa implemnetasi teknoogi dan kemunculan materi-materi berupa video praktik musik Kolintang  memberikan pengetahuan dan pemahaman bermain musik kolintang mahasiswa, ilmu tentang sejarah kolintang, nama-nama instrumen dalam ansambel dan pola garapan sehingga proses evolusi dan saling ketergantungan berbagai elemen memberikan kestrabilan ekologi budaya. 
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis IT untuk Meningkatkan Apresiasi Siswa terhadap Lagu Daerah Sumatera Utara Matondang, Dian Libriani; Suroso, Panji; Wiflihani, Wiflihani
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis IT dalam pengajaran lagu daerah Sumatera Utara dan mengidentifikasi apresiasi siswa terhadap materi tersebut di kelas VIII-I SMP Swasta Amir Hamzah Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa media berbasis IT, seperti Edmodo, memberikan dampak positif dalam pembelajaran Seni Budaya. Media pembelajaran berbasis IT terbukti mampu mengatasi keterbatasan media konvensional di sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Hal ini memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan antusiasme mereka, serta mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap makna dan nilai budaya lagu daerah. Siswa tidak hanya mengembangkan apresiasi yang lebih mendalam terhadap kekayaan budaya Sumatera Utara, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran seni dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempromosikan warisan budaya sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penerapan teknologi dalam pendidikan seni untuk mendukung pembelajaran yang kreatif dan bermakna.
Lesung Virtual Berbasis Applied Ethnomusicology sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini Ganito, Osa Umar; Putra, Vahesa Satya; Ramadhan, Wahyu; Rahayu, Idhayu Mugia Ningrat Tri; Wijayanto, Ary Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi lesung virtual berbasis etnomusikologi terapan sebagai media pembelajaran Anak Usia Dini. Simbiosis transformasi virtual Hinning dengan etnomusikologi terapan Klisala Horison menjadi pilihan dalam implementasi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah ATUMICS, dengan memperhatikan organologi akustik lesung sebagai elemen tradisi yang dielaborasi dengan scratch untuk pemrograman, audacity sebagai konversi bunyi dan corel draw untuk desain sebagai unsur-unsur modern. Hasil penelitian penciptaan menunjukan bahwa aplikasi teknologi dapat membantu membuat produk seni yang memiliki organologi akustik yang menarik secara audio-visual. Hubungan dengan ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, bahwa aspek teknologi dalam lesung virtual mampu menjadi menciptakan pembelajaran yang menarik antara peserta didik dan pendidik. Aspek ekonomi, sosial dan budaya yang terjadi adalah teknologi mampu mereduksi modal ekonomi dan meningkatkan modal pengetahuan bagi pendidik dan peserta didik.
Proses Regenerasi Penari Jaranan Kelompok Anak di Grup Satrio Bokor Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Suprihatin, Endang Wara; Sumarwahyudi, Sumarwahyudi; Hidajat, Robby; Zandra, Rully Aprilia; Yatim, Heriyati; Rahman, Amalia Arifah
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses regenerasi penari Jaranan anak-anak dalam kelompok Satrio Bokor (SB). Pemilihan SB sebagai subjek penelitian didasarkan pada statusnya sebagai satu-satunya grup Jaranan di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yang memiliki penari anak-anak berusia 4 hingga 15 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap lima informan, observasi, serta dokumentasi. Verifikasi data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses regenerasi dilakukan dengan pola internal menggunakan sistem regenerasi horizontal transmission, di mana proses pengetahuan dan keterampilan diwariskan secara sejajar antar anggota kelompok; 2) pelatihan dilaksanakan melalui pembelajaran langsung dan terbimbing. Temuan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya strategi regenerasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi Jaranan di kalangan anak-anak di wilayah Tumpang.
Penguatan Wawasan Nusantara Melalui Seni Gerabah Tradisional di Desa Melikan Klaten (Pendekatan Studi Literatur Kualitatif) Purbasari, Verbena Ayuningsih; Samidi, R; Hapsari, Yuanita Dwi; Kurniawan, Bekti Galih
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.693

Abstract

Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap potensi diri dan lingkungan tempat tinggalnya. Saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan pada arus westernisasi yang semakin melemahkan nilai-nilai budaya daerah dan menggerus pemahaman generasi bangsa tentang wawasan usantara. Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penguatan wawasan nusantara melalui seni kerajinan gerabah tradisional Desa Melikan, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu. pelestarian seni gerabah tradisional Desa Melikan dilakukan sebagai upaya untuk menguatkan wawasan Nusantara di Indonesia. Upaya ini diawali dengan langkah masyarakat yang tetap mempertahankan teknik tradisionalnya dalam membuat kerajinan gerabah. Selanjutnya, menjadikan Desa Melikan sebagai desa wisata dengan tujuan untuk mengenalkan salah satu bentuk kebudayaan Indonesia kepada masyarakat luas, mengajarkan ketrampilan cara membuat gerabah dan menjaga kontinuitas pelestarian seni kerajinan gerabah.
Konsep Kurasi International Eco Fashion Festival Suharno, Suharno; Arafah, Naufal; Pratiwi, Luqiani Octa
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.701

Abstract

International Eco Thread Fashion adalah konsep acara fashion show ramah lingkungan yang dirancang oleh Program Studi Tata Rias dan Busana FSRD ISBI Bandung bekerja sama dengan Birla Cellulose, perusahaan tekstil internasional yang memproduksi serat ramah lingkungan. Fashion show kolaboratif ini tidak hanya bertujuan mempromosikan produk fashion berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan model kurasi yang dapat dijadikan acuan untuk penyelenggaraan fashion show kolaboratif antara industri dan kampus. Kurasi ini menggunakan pendekatan pragmatis dan ideologis sebagai objek formal, yang bertujuan untuk mengakomodasi kepentingan industri dan akademik secara seimbang. Hasil dari riset ini adalah model kurasi fashion show berkelanjutan yang dapat dijadikan referensi untuk acara-acara serupa yang digagas bersama oleh institusi pendidikan dan industri, membuka peluang bagi perkembangan praktik kurasi fashion show yang lebih relevan dan berwawasan lingkungan dalam skala internasional.
Tari Anak dalam Perspektif Perkembangan Intelektual, Sosial Emosional, dan Multikultural Purnomo, Eko; Hartono, Hartono
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.551

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tari anak dalam perkembangan intelektual, sosial emosional, dan multikultural. Teknik pengambilan data menggunakan studi dokumen dan pustaka. Teknik analisis data menggunana deskriptif analitik. Masa anak merupakan masa emas perkembanngan intelektual, sosial emosional, dan multikultural. Pada masa inilah intervensi yang dilakukan dapat efektif dan efisien. Pada kemampuan intelektual menekankan pada berpikir kritis, kreatif, dan logis. Pada sosial emosional menekankan pada pembentukan sikap dan krakter. Pada multikultural menekankan pada kemampuan memahami budaya di lingkungan sendiri dan budaya di lain daerah. Pengenalan budaya ini dilakukan agar setiap anak memiliki rasa toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati perbedaan budaya yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa tari anak dapat dijadikan sebagai salah satu media untuk mengembangkan kemampuan intelektual, sosial emosional, dan multikultural.
Penciptaan Cocktail Dress “The Radiant Treasure of Khatulistiwa” dengan Teknik Beading dan Draping Nursabilillah, Ikrima; Marlianti, Mira; Suharno, Suharno
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i1.751

Abstract

The background to the creation of this cocktail dress was the direct appointment of the national director of Miss Teenager Indonesia to the author to create a cocktail dress that contained Indonesia's natural wealth. This request was executed by combining Indonesian culture and natural wealth elements in one unified cocktail dress collection, The Radiant Treasure of the Equator. This mix and match is a form of novelty because, de facto, in general, cocktail dress designers have not placed elements of Indonesian culture and natural wealth as the main theme of creating cocktail dresses. Therefore, the aim of creating this work, apart from fulfilling the Miss Teenager Indonesia 2024 event, is to offer a new cocktail dress that combines elements of Indonesian culture and natural wealth. To achieve this goal, the creation method is the one diamond model adopted from the double diamond model. The results of this creation are 4 (four) cocktail dress looks which were presented at the Miss Teenager Indonesia Grand Final at the Surabaya Youth Hall building on November 1, 2024.
Strategi Kemasan Tari Gayam Karya Nefria Lelyana dalam Mendukung Pelestarian Situs Sendang Gayam Amalia, Lintang Husna; Istiandini, Winda; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i1.752

Abstract

Madiun City has one site in the center of the city which is called the Sendang Gayam Site. This site has a historical story and there is an air source that is considered to have properties, but its existence is still little known by the wider community. Gayam Dance was created as a work of art that seeks to preserve historical stories and values. This research aims to analyze the Gayam Creation Dance by Nefria Lelyana as an effort to preserve the Sendang Gayam Site in Madiun City using descriptive qualitative methods and collecting data sources through observation, interviews, and documentation. The concept of smooth and firm movements in this dance uses an East Javanese style. Floor patterns use vertical, horizontal, and zig-zag patterns. The number of dancers in this dance is five people. The accompaniment composition uses traditional Javanese musical instruments with pelog tunings. The choice of costumes is dominated by blue as a symbol of the Sendang Gayam Site and the dancers' make-up is simple. Dance props include kendhi, white cloth, blue cloth, and white bag. The location of the dance performance is not always on the site but can be performed at various events. Gayam Creation Dance is a medium for introducing the cultural potential of Madiun City and presenting a strong cultural identity. This dance shows how art can be a bridge between tradition, history, and current needs in efforts to preserve culture
Eksplorasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Tari Sri Ganyong: Studi di Sanggar Lang Lang Buana, Banyuwangi Putri, Septi Riskia; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i1.765

Abstract

Sri Ganyong Dance is a mandatory dance at Sanggar Lang Lang Buana that incorporates cultural values related to character education. This dance has become one of the arts that represents the culture of Banyuwangi, encompassing the storyline, movements, song lyrics, makeup, and costumes. This research aims to describe the character education values found in the Sri Ganyong Dance. The research method used is descriptive qualitative. Research data were obtained through observation, interviews, and documentation from four informants. The research results show that there are 8 character education values in dance, such as religious values, honesty values, tolerance values, discipline values, independence values, hard work values, love for the homeland values, and responsibility values. These findings provide an understanding of the importance of strengthening relevant character education values in the context of local cultural preservation. As for suggestions for further research, it is recommended to provide a more detailed description of character education values in the learning process