cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 26 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT MAJEMUK MELALUI MODEL PROJECT-BASED LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR Mohamad, Natalia; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Katili, Sukri
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.5846

Abstract

This study aims to improve the ability to write compound sentences through the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model among fifth-grade students at SDN 3 Bulango Ulu, Bone Bolango Regency, consisting of 10 students. The research employed a classroom action research design. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. Initial observations showed that only 1 student (10%) was able to write compound sentences, while 9 students (90%) were not. In Cycle I, Meeting I, 2 students (20%) demonstrated the ability to write compound sentences, while 8 students (80%) had not met the competency criteria. As this did not meet the targeted indicator of 75% of students scoring 75 or above, the intervention continued to Cycle I, Meeting II. In this phase, 5 students (50%) were able to write compound sentences, whereas 5 students (50%) still struggled. The target was again unmet, leading to Cycle II, Meeting I. At this stage, 9 students (90%) succeeded, and only 1 student (10%) required additional support tailored to their challenges. Based on the findings, it can be concluded that the use of the Project-Based Learning model effectively enhances students’ ability to write compound sentences in Class V at SDN 3 Bulango Ulu, Bone Bolango Regency. ABSTRAKTujuan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat majemuk melalui model pembelajaran project based laerning (PjBL) pada siswa kelas V SDN 3 Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah siswa 10 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil dari observasi awal yang mampu menulis kalimat majemuk 1 siswa atau 10%, tidak mampu 9 siswa atau 90%. Pada siklus I pertemuan I yang mampu menulis kalimat majemuk 2 siswa atau 20%, yang tidak mampu 8 siswa atau 80%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan yakni 75% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 75 keatas sehingga dilanjutkan pada siklus I pertemuan II. Pada siklus I pertemuan II siswa yang mampu menulis kalimat majemuk 5 siswa atau 50%, yang tidak mampu 5 siswa atau 50%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan yakni 75% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 75 keatas sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan I. Pada siklus II pertemuan I siswa yang mampu menulis kalimat majemuk 9 siswa atau 90%, yang tidak mampu 1 siswa atau 10%, siswa yang belum mampu diberikan bimbingan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Berdasarkan penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa dengan mneggunakan model pembelajaran project based learning kemampuan siswa menulis kalimat majemuk di kelas V SDN 3 Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolanggo meningkat.
MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN TANGUNGGUH 2 Mauliddiyah, Luluk; Kristianingsih, Serafim; Fadila, Anisa Nur; Siswoyo, Andika Adinanda
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.5937

Abstract

This study aims to determine the extent to which the implementation of the Active Learning model can improve student engagement and motivation in IPAS learning among fourth-grade students at SDN Tangungguh 2. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted over three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 25 fourth-grade students, including 11 boys and 14 girls. Data were collected through observations, motivation questionnaires, and student engagement observation sheets. The results showed that the implementation of the Active Learning model significantly improved student motivation and engagement. This was evidenced by an increase in motivation scores from an average of 70.10 in cycle I to 88.25 in cycle II, and 89.05 in cycle III. Student engagement also improved in indicators such as discussion participation, activity involvement, and attendance and discipline, all of which showed upward trends across the cycles. Thus, the Active Learning model proved effective in creating more active, enjoyable, and meaningful learning experiences for students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran Active Learning dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Tangungguh 2. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV yang terdiri dari 11 laki-laki dan 14 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, dan lembar pengamatan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Active Learning secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor motivasi dari rata-rata 70,10 pada siklus I menjadi 88,25 pada siklus II, dan mencapai 89,05 pada siklus III. Peningkatan keterlibatan siswa juga terlihat dari indikator keaktifan diskusi, partisipasi aktivitas, serta kedisiplinan dan kehadiran yang menunjukkan tren naik di setiap siklus. Dengan demikian, model Active Learning terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, RIVIEW) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Dewi, Chika Rahmahayu; Karim, Aim Abdul; Fitriasari, Susan
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6013

Abstract

The low level of activity and learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students emphasizes the importance of choosing the right learning model in the teaching and learning process, because this greatly affects the achievement of student learning outcomes, especially in the Pancasila Education subject. Low learning outcomes and lack of student activity are generally caused by the less than optimal use of ineffective learning models by teachers. To overcome these learning problems in class VIII B MTs Yamuallim, the researcher chose to apply the MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) cooperative learning model. This study aims to improve the learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students in the Pancasila Education subject in the 2024/2025 Academic Year, even semester. The method used is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles. Based on the data obtained, the average value of student learning activities in cycle I was 71.49% with classical completeness of 68.52%, while in cycle II the average value was 76.08% with learning completeness reaching 87.04%. This shows an increase in learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students after the implementation of the MURDER cooperative learning model. Thus, the MURDER cooperative learning model has been proven to have a positive impact on student learning outcomes in the Pancasila Education subject in class VIII B MTs Yamuallim in the 2024/2025 academic year. ABSTRAKRendahnya tingkat aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim menekankan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, karena hal ini sangat mempengaruhi pencapaian hasil belajar peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hasil belajar yang rendah serta kurangnya keaktifan peserta didik umumnya disebabkan kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif oleh guru. Mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut di kelas VIII B MTs Yamuallim, peneliti memilih untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Tahun Ajaran 2024/2025 semester genap. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus I 71,49% dengan ketuntasan klasikal 68,52%, sedangkan pada siklus ke II nilai rata-rata yaitu 76,08% dengan ketuntasan belajar mencapai 87,04%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif MURDER. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif MURDER ini terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII B MTs Yamuallim pada tahun ajaran 2024/2025
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA ASPEK KOGNITIF ANAK MELALUI MODEL MERAK Rahmah, Mutia; Amelia, Rizky
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6041

Abstract

This research is based on the low activity of children and critical thinking skills in the cognitive aspect of knowing the concepts of many and little. The solution to solve this problem is to use the MERAK model which is a combination of the problem based learning, make a match, and badaku media model. The purpose of this study is to analyze teacher activities, children's activities, children's critical thinking skills, and the results of cognitive development in knowing the concepts of many and little. The approach used is a qualitative approach and a type of Class Action Research (CAR) with 4 meetings. Data analysis showed that teachers' activities reached a percentage of 97% with the criterion of "Excellent". Children's activities reached a percentage of 97% with the criterion of "All Active Children". In critical thinking skills, the percentage reached 90% with the criterion of "Almost All Skilled Children". And the results of the achievement of cognitive development reached a percentage of 91% of children who managed to develop with the category "Almost All Children Develop". Based on the results of the research, it can be concluded that the MERAK Model can improve teacher activities, children's activities, critical thinking skills and children's cognitive development outcomes. So this research can be a learning innovation in the selection of the right model and media to improve the ability to know the concepts of many and little. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas anak dan keterampilan berpikir kritis pada aspek kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit. Solusi pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model MERAK yang merupakan kombinasi dari model problem based learning, make a match, dan media badaku. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis anak, serta hasil perkembangan kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Analisis data menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai persentase 97% dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas anak mencapai persentase 97% dengan kriteria “Seluruh Anak Aktif”. Pada keterampilan berpikir kritis  mencapai persentase 90% dengan kriteria “Hampir Seluruh Anak Terampil”. Dan hasil capaian perkembangan aspek kognitif mencapai persentase 91% anak berhasil berkembang dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Berkembang”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model MERAK dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis dan hasil perkembangan kognitif anak. Maka penelitian ini dapat menjadi inovasi pembelajaran dalam pemilihan model serta media yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mengetahui konsep banyak dan sedikit.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PERKEMBANGAN BAHASA DALAM MENGULANG KALIMAT YANG LEBIH KOMPLEKS MENGGUNAKAN MODEL BENGKENG Shalihah, Naufi; Amelia, Rizky
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6057

Abstract

This research raises the problem motivated by low child activity and children's language development in repeating more complex sentences. This happens because the media used by teachers is less varied, learning is less meaningful and learning is one-way. This study aims to describe teacher activities, children's activities and the results of children's language development in repeating more complex sentences. The approach used is a qualitative approach with a type of classroom action research (CAR) with 4 meetings. The research setting was in group B children of Islamic Bakti 1 Kindergarten Banjarmasin, which amounted to 18 children. This study collected data through interviews, observation and documentation, data analysis using qualitative descriptive techniques and descriptive tables and graphs. The results showed that teachers' activities obtained the category of "Very Good", children's activities obtained the category "Almost all children are active" and the results of children's language development in repeating more complex sentences obtained the category "Almost all children are developing". Based on these findings, it can be concluded that the BENGKENG model can improve teacher activities, children's activities and children's language development outcomes. It is hoped that teachers, school principals and future researchers can be input and information material to choose learning models, methods and media. ABSTRAK Penelitian ini mengangkat permasalahan yang dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas anak dan perkembangan bahasa anak dalam mengulang kalimat yang lebih kompleks. Hal ini terjadi karena media yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, pembelajaran kurang bermakna dan pembelajaran yang bersifat satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan bahasa anak dalam mengulang kalimat yang lebih kompleks. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Setting penelitian pada anak kelompok B TK Islam Bakti 1 Banjarmasin yang berjumlah 18 orang anak. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kategori “Sangat baik”, aktivitas anak memperoleh kategori “Hampir seluruh anak aktif” dan hasil perkembangan bahasa anak dalam mengulang kalimat yang lebih kompleks memperoleh kategori “Hampir seluruh anak berkembang”. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model BENGKENG dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan bahasa anak. Diharapkan bagi guru, kepala sekolah dan bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan dan informasi untuk memilih model, metode dan media pembelajaran.
MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK MENEMPEL SESUAI POLA MENGGUNAKAN PJBL, EXPLICIT INSTRUCTON DAN MEDIA BAHAN ALAM Marni, Marni; Purwanti, Ratna
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6132

Abstract

This study was motivated by the low level of children's fine motor skills in performing pattern-sticking activities in group B at Khadijah Plus Islamic Kindergarten, Banjarmasin. To overcome this problem, this study applied a combination of Project Based Learning (PjBL) learning models, Explicit Instruction, and the use of natural media as an effort to improve children's fine motor skills. The main objective of this study was to describe teacher and child activities during the learning process, and to analyze the results of children's fine motor development, especially in the skill of sticking according to the patterns taught. This study used a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) which was carried out in four meetings. The results of the data analysis showed that teacher activity reached a percentage of 94% with the category of "Very Good," while children's activity showed a significant increase with a percentage of 95%, included in the category of "Very Active." In addition, the achievement of children's fine motor development also showed satisfactory results with a percentage of 91%, which was included in the category of "Developing Very Well (BSB)." Thus, it can be concluded that the application of the learning model and media used in this study is effective as an alternative in improving children's fine motor skills, especially in pattern-sticking activities. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan motorik halus anak dalam melakukan aktivitas menempel sesuai pola pada kelompok B di TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan kombinasi model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Explicit Instruction, serta penggunaan media berbahan alam sebagai upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas anak selama proses pembelajaran, serta menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak khususnya dalam keterampilan menempel sesuai pola yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai persentase sebesar 94% dengan kategori “Sangat Baik,” sedangkan aktivitas anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan persentase sebesar 95%, termasuk dalam kategori “Sangat Aktif.” Selain itu, capaian perkembangan motorik halus anak juga menunjukkan hasil yang memuaskan dengan persentase 91%, yang tergolong dalam kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB).” Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran dan media yang digunakan dalam penelitian ini efektif sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam aktivitas menempel sesuai pola.
PENERAPAN MEDIA HAPPY NOTE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 26 PAGARALAM Hartati, Hartati; Anggraini, Rita Yulia
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6236

Abstract

Low student learning motivation is often a major challenge in learning Natural Sciences (IPA) at the elementary school level, which can have an impact on conceptual understanding and learning outcomes. This study focuses on the application of Happy Note media as an innovative solution to overcome this problem. The main objective is to specifically determine how Happy Note media can improve students' learning motivation in the subject of Natural Sciences in grade V of Elementary School 26 Pagaralam. This study uses the classroom action research (CAR) method or experiments with 13 students as subjects. Important stages of the study include observing the initial conditions of student motivation, implementing Happy Note media in several learning cycles, and final evaluation to measure the changes that occur. The findings of the study showed a significant increase in learning motivation after the intervention. Students became more enthusiastic, actively involved, and excited in each learning session. In addition, the use of this media has also been shown to help students understand science concepts more deeply and meaningfully. It is concluded that Happy Note media is an effective and interesting tool to improve learning motivation, so it can be a recommendation for teachers to create a more dynamic and quality learning environment. ABSTRAKRendahnya motivasi belajar siswa seringkali menjadi tantangan utama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar, yang dapat berdampak pada pemahaman konsep dan hasil belajar. Penelitian ini berfokus pada penerapan media Happy Note sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui secara spesifik bagaimana media Happy Note dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Pagaralam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau eksperimen dengan subjek sebanyak 13 siswa. Tahapan penting penelitian meliputi observasi kondisi awal motivasi siswa, penerapan media Happy Note dalam beberapa siklus pembelajaran, dan evaluasi akhir untuk mengukur perubahan yang terjadi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah intervensi. Siswa menjadi lebih antusias, terlibat aktif, dan bersemangat dalam setiap sesi pembelajaran. Selain itu, penggunaan media ini juga terbukti membantu siswa memahami konsep-konsep IPA secara lebih mendalam dan bermakna. Disimpulkan bahwa media Happy Note merupakan alat bantu yang efektif dan menarik untuk meningkatkan motivasi belajar, sehingga dapat menjadi rekomendasi bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan berkualitas.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MENGGUNAKAN MODEL DEMONSTRATION, METODE DRILL, DAN PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK KELAPA Hapipah, Hapipah; Maimunah, Maimunah
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6248

Abstract

This research is motivated by the low activity and development of children's gross motor skills, especially in performing coordinated movements. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities, and the results of gross motor development. This research method uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) which is carried out in 4 meetings, the research setting is in group B1 children of TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin totaling 20 children. The data collection technique uses observation and descriptive data analysis using tables and graphs. The results of the study show that (1) teacher activity at meeting 1 gets the category "Good" and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Good". (2) child activity at meeting 1 gets the category "Quite Active" with a percentage of 47% and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Active" with a percentage of 82%. (3) the results of gross motor development at meeting 1 get the category "Starting to Develop" with a percentage of 48% and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Well Developed". Based on the research results, it can be concluded that the demonstration model, drill method, and traditional coconut shell stilt games can develop gross motor activity and development results very well and all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan perkembangan motorik kasar anak, khususnya dalam melakukan gerak terkoordinasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik kasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B1 TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan data analisis secara deskriptif menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat kategori ”Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Sangat Baik”. (2) aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat kategori ”Cukup Aktif” dengan persentase 47% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Sangat Aktif” dengan persentase 82%. (3) hasil perkembangan motorik kasar pada pertemuan 1 mendapat kategori ”Mulai Berkembang” dengan persentase 48% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Berkembang Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model demonstration, metode drill, dan permainan tradisional egrang batok kelapa dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan motorik kasar dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN MEDIA KONKRIT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Tolinggi, Yolanda; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6253

Abstract

The study aimed to improve speaking skills using concrete media in grade IV students of SDN 3 Tapa, Bone Bolango Regency. The techniques used in data collection included observation, testing, and documetation. This classroom action research (CAR) consisted of several stages: Preparation, Action implementation, Monitoring and evaluation, Analysis, and reflection. The subjects of this study were 14 students of grade IV of SDN 3 Tapa, Bone Bolango Regency. The study findings, in reference to initial observation data conducted on 14 students, found 2 students (14%) who could speak. Then, in cycle I, the first meeting, students’ speaking skills improved to 4 students or 28%, while 10 students, with a percentage of 72% showed their inabilities. In cycle I, the second meeting, those who showed their abilities improved to 7 people, or 50%, while 7 students, or 50% remained unable. In cycle II, the first meeting, 9 students, or 64% were recorded to be able to speak, while 5 students, or 36% , were still unable. Then, in the second meeting of cycle II, a significant improvement was identified, where 13 students, or 93% could speak, and only 1 student, or 7% was unable. Thus, the use of concrete media has proven to improve the speaking skills of grade IV students of SDN 3 Tapa, Bone Bolango Regency. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan media konkrit pada siswa kelas IV SDN 3 Tapa Kabupaten Bone Bolango. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahap: Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan tindakan, Tahap pemantauan dan evaluasi, Tahap analisis dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Tapa Kabupaten Bone Bolango sebanyak 14 orang siswa. Hasil penelitian berdasarkan data observasi awal yang dilakukan pada 14 siswa, bahwa ditemukan 2 orang siswa atau (14%) yang mampu berbicara. Pada siklus I pertemuan pertama kemampuan berbicara siswa meningkat menjadi 4 orang dengan presentase yang mampu sebanyak (28%), sedangkan 10 orang siswa dengan presentase (72%) kurang mampu atau tidak mampu. Pada siklus I pertemuan kedua meningkat menjadi menjadi 7 orang dengan presentase yang mampu sebanyak (50%), sedangkan 7 orang siswa dengan presentase (50%) kurang mampu atau tidak mampu. Pada siklus II pertemuan pertama kemampuan berbicara mengalami perubahan menjadi 9 orang siswa dengan presentase yang mampu sebanyak (64%), sedangkan 5 orang siswa dengan presentase (36%) kurang mampu atau tidak mampu. Pada siklus II pertemuan kedua mengalami peningkatan yang signifikan yaitu menjadi 13 orang siswa dengan presentase yang mampu sebanyak (93%), sedangkan 1 orang siswa dengan presentase (7%) tidak mampu. Dengan demikian, penggunaan media konkrit dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN 3 Tapa Kabupaten Bone Bolango.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MELALUI VIDEO YOUTUBE PADA SISWA KELAS V SD NEGERI Abdullah, Fatra Yuliana; Pulukadang, Wiwy T.; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6254

Abstract

This study aimed to improve the listening skills of children's stories using YouTube videos among Grade V students at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. This type of research was classroom action research (CAR). Data collection techniques in this study included observation, documentation, and tests. The results of the study show that in the initial observation, only 4 out of 18 students, or 22% were able to listen effectively. In Cycle 1, Meeting 1, 5 students or 28% were able to listen, while 13 students or 72% were still unable. In Cycle 1, Meeting 2, the number of students able to listen increased to 10 or 56%, while 8 students or 44% were still unable. In Cycle II, Meeting 1, the number rose again to 12 students, or 67% who were able to listen, and 6 students, or 33% who were not. In Cycle II, Meeting 2, there was a significant improvement, with 15 students, or 83% able to listen, and only 3 students, or 17% who still could not. Based on these results, it can be concluded that the use of YouTube videos can improve the listening skills of Grade V students in listening to children's stories at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita menggunakan video YouTube pada siswa kelas V SDN 5 Bulango Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal bahwa dari 18 siswa yang mampu menyimak hanya 4 siswa atau 22%. Pada siklus I pertemuan 1 berjumlah 5 siswa atau dengan persentase 28% siswa yang mampu menyimak dan terdapat 13 siswa atau 72% yang belum mampu menyimak. Pada siklus I pertemuan 2 siswa yang mampu menyimak berjumlah 10 atau 56% dan terdapat 8 siswa yang belum mampu menyimak dengan persentase 44%. Pada siklus II pertemuan 1 yang mampu menyimak meningkat menjadi 12 siswa dengan persentase 67% dan terdapat 6 siswa yang belum mampu menyimak dengan persentase 33%. Pada siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan secara signifikan yaitu siswa yang mampu menyimak berjumlah 15 siswa dengan persentase 83% dan terdapat 3 siswa dengan persentase 17% yang belum mampu menyimak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan video YouTube dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak cerita di kelas V SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango.

Page 1 of 3 | Total Record : 26