cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 3 (2026)" : 23 Documents clear
CONTEMPORARY LINGUISTIC TRENDS AND THEIR APPLICATIONS IN ARABIC LANGUAGE TEACHING Althaf Javid H. Aziz; Dewy Sartika; Hayatun Nissa; Dika Syam El-Fathony; Fachrul Ghazi
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11888

Abstract

ABSTRACT Modern linguistic schools, such as structuralism, transformational-generative linguistics, functionalism, and sociolinguistics, have made significant contributions to the development of language theory and teaching practices. In Arabic language learning, understanding these linguistic approaches serves as a strategic foundation for designing curricula, instructional methods, and assessment systems that are more effective and responsive to learners’ needs. This study aims to identify the major schools of modern linguistics, analyze their fundamental characteristics, and examine their relevance to Arabic language teaching. The study employs a library research method with a descriptive-analytical approach through the review of various primary and secondary sources in both theoretical and applied linguistics. The findings indicate that each linguistic school offers distinct perspectives for Arabic language learning, ranging from strengthening structural and grammatical aspects to developing communicative competence and incorporating social and cultural contexts into the learning process. The study further reveals that no single linguistic approach can fully address the diverse needs of Arabic language instruction. Therefore, an integrative approach that combines the strengths of various linguistic schools is necessary to accommodate different learning objectives, instructional materials, and learner characteristics. In conclusion, the integrated application of modern linguistic approaches can enhance the effectiveness of Arabic language teaching while fostering learners’ linguistic and communicative competence. ABSTRAK Aliran linguistik modern seperti strukturalisme, transformasional-generatif, fungsionalisme, dan sosiolinguistik telah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan teori dan praktik pengajaran bahasa. Dalam pembelajaran bahasa Arab, pemahaman terhadap berbagai aliran linguistik menjadi landasan strategis untuk merancang kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi yang lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran-aliran linguistik modern utama, menganalisis karakteristik dasarnya, serta mengkaji relevansinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai sumber primer dan sekunder dalam bidang linguistik teoretis maupun terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aliran linguistik menawarkan perspektif yang berbeda dalam pembelajaran bahasa Arab, mulai dari penguatan aspek struktural dan gramatikal, pengembangan kompetensi komunikatif, hingga pemanfaatan konteks sosial dan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak ada satu aliran yang sepenuhnya mampu menjawab seluruh kebutuhan pembelajaran bahasa Arab, sehingga diperlukan pendekatan integratif yang mengombinasikan keunggulan berbagai aliran linguistik sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, penerapan pendekatan linguistik modern secara terpadu dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab sekaligus memperkuat kompetensi kebahasaan dan komunikatif peserta didik.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENULISAN TEKS PROPOSAL BAHASA INDONESIA: ANALISIS KOMPARATIF ERA PRA-AI DAN PASCA-AI Rifqi Putra Winanda; Naufal Aqiilah Asra; Muhammad Raihansyah Lubis; Mohd. Rafiif Albani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11901

Abstract

ABSTRACT The rapid development of generative Artificial Intelligence (AI) in academic writing has created a need to examine its impact on the quality of Indonesian-language proposal texts. This study investigates the use of AI in proposal writing through a discourse analysis and comparative text approach. A descriptive qualitative method was employed by comparing four proposal drafts: two manually written proposals from the pre-AI era (2018–2019) and two proposals produced in the generative AI era (2024). The analysis focused on lexical-syntactic structure, orthography, contextual relevance of ideas, and operational validity. The findings indicate that AI-generated texts exhibit more systematic language structures and greater adherence to linguistic conventions but tend to present more generalized and less contextualized ideas. Manual editing of AI-generated texts gave rise to a hybrid error phenomenon, characterized by inconsistencies in writing that reflect weaknesses in the text integration and revision process. In contrast, proposals written entirely by humans demonstrated stronger performance in presenting technical details, timelines, and contextually relevant operational information. The study concludes that AI is most effective as a linguistic support tool, whereas technical planning, budget formulation, and the development of contextualized ideas still require human judgment and control. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) generatif dalam penulisan akademik mendorong perlunya kajian terhadap pengaruhnya pada kualitas teks proposal Bahasa Indonesia. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan AI dalam penulisan proposal melalui pendekatan analisis wacana dan komparatif teks. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan membandingkan empat draf proposal, terdiri atas dua proposal yang ditulis secara manual pada era pra-AI (2018–2019) dan dua proposal yang disusun pada era AI generatif (2024). Analisis dilakukan berdasarkan aspek leksikal-sintaksis, ortografi, kontekstualitas gagasan, dan validitas operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI menghasilkan struktur bahasa yang lebih sistematis dan sesuai kaidah, tetapi cenderung menghadirkan gagasan yang lebih umum dan kurang kontekstual. Penyuntingan manual terhadap teks AI memunculkan fenomena hybrid error, yaitu ketidakkonsistenan penulisan yang menunjukkan kelemahan dalam proses integrasi naskah. Sebaliknya, proposal yang ditulis sepenuhnya oleh manusia lebih unggul dalam menyajikan rincian teknis, linimasa, dan informasi operasional yang relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI efektif sebagai pendukung aspek kebahasaan, sedangkan perencanaan teknis, penyusunan anggaran, dan pengembangan gagasan kontekstual tetap memerlukan kendali manusia.
AN ERROR ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL MISTAKES BASED ON CONTRASTIVE ANALYSIS Sabrina Salsabila; Siti Ismahani; Nadhifa Shofi Andara; Nurul Fadilah Tambunan; Celli Geovani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11952

Abstract

ABSTRACT Grammatical errors remain a major challenge for English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesian higher education. However, studies integrating Error Analysis (EA) and Contrastive Analysis (CA) to identify the sources of errors in the context of Islamic higher education remain limited. This study aims to analyze the grammatical errors made by EFL students through a combined EA and CA approach. A mixed-methods design was employed involving 20 students from the TBI-3 class of the 2023 cohort at the State Islamic University of North Sumatra (UINSU), Medan. Data were collected through essay-writing tasks and analyzed using both quantitative and qualitative methods. The findings revealed 300 grammatical errors across six major categories, with subject–verb agreement errors being the most dominant. Most errors were influenced by first-language transfer (Indonesian), supporting the predictions of Contrastive Analysis regarding cross-linguistic influence in second-language acquisition. Inter-rater reliability demonstrated a high level of agreement (κ ≥ 0.81). These findings confirm that the integration of EA and CA is effective in identifying patterns of grammatical errors and can serve as a basis for developing more targeted grammar instruction for Indonesian EFL learners.  ABSTRAK Kesalahan gramatikal masih menjadi kendala utama bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di perguruan tinggi Indonesia. Namun, penelitian yang mengintegrasikan Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA) untuk mengidentifikasi sumber kesalahan dalam konteks perguruan tinggi Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan gramatikal mahasiswa EFL melalui pendekatan gabungan EA dan CA. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan melibatkan 20 mahasiswa kelas TBI-3 Angkatan 2023 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan. Data diperoleh melalui tugas menulis karangan dan dianalisis secara kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 300 kesalahan gramatikal dalam enam kategori utama, dengan kesalahan kesesuaian subjek-predikat sebagai bentuk yang paling dominan. Sebagian besar kesalahan dipengaruhi oleh transfer bahasa pertama (Bahasa Indonesia), sehingga mendukung prediksi Analisis Kontrastif mengenai pengaruh lintas bahasa dalam pemerolehan bahasa kedua. Reliabilitas antarpenilai menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi (κ ≥ 0,81). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi EA dan CA efektif untuk mengidentifikasi pola kesalahan gramatikal serta dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran tata bahasa yang lebih tepat bagi pembelajar EFL Indonesia.
A CONTRASTIVE ANALYSIS OF COMMA USAGE IN ENGLISH AND BAHASA INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Annisa annisa; Imelda Kurniati Siregar; Reinasya Br Surbakti; Tiara Adelia; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12123

Abstract

Tanda baca memegang peranan penting dalam penulisan akademik karena berkontribusi terhadap kejelasan, koherensi, dan keterbacaan suatu teks. Di antara berbagai jenis tanda baca, koma merupakan salah satu tanda baca yang paling sering digunakan sekaligus menjadi salah satu yang paling menantang bagi pembelajar bahasa, khususnya mereka yang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Perbedaan aturan penggunaan koma antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sering kali menyebabkan kesalahan dalam penulisan akademik di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kesalahan menulis pada pembelajar EFL, penelitian yang secara khusus menganalisis penggunaan koma melalui perspektif analisis kontrastif antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan dan perbedaan penggunaan koma antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis kontrastif berbasis kajian literatur, serta meneliti dampaknya terhadap penulisan akademik pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tanda baca, penggunaan koma, analisis kontrastif, dan penulisan akademik EFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia memiliki beberapa persamaan dalam penggunaan koma, seperti untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu daftar dan klausa pengantar. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan koma sebelum konjungsi koordinatif, pada klausa nonrestriktif, dan dalam struktur kalimat yang kompleks. Perbedaan-perbedaan tersebut berkontribusi terhadap kesalahan penggunaan koma di kalangan pembelajar EFL di Indonesia, terutama pada struktur yang kompleks, sehingga diperlukan pengajaran tanda baca yang eksplisit berbasis analisis kontrastif. Punctuation plays a crucial role in academic writing because it contributes to the clarity, coherence, and readability of a text. Among the various types of punctuation, the comma is one of the most frequently used punctuation marks and also one of the most challenging for language learners, particularly those learning English as a foreign language (EFL). Differences in comma rules between Indonesian and English often lead to errors in academic writing among English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia. Although various studies have addressed writing errors among EFL learners, research specifically analyzing comma usage through a contrastive analysis perspective between English and Indonesian remains relatively limited. Therefore, this study aims to examine the similarities and differences in comma usage between English and Indonesian using a literature-based contrastive analysis approach, as well as to investigate its impact on the academic writing of English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia. This study employs a qualitative literature review method by analyzing various sources, including books, journals, and previous research related to punctuation, comma usage, contrastive analysis, and EFL academic writing. The results of the study show that English and Indonesian share some similarities in comma usage, such as separating items in a list and introductory clauses. However, there are significant differences in the use of commas before coordinating conjunctions, non-restrictive clauses, and complex sentence structures. These differences contribute to errors in comma usage among EFL learners in Indonesia, particularly in complex structures, making explicit punctuation instruction based on contrastive analysis necessary.
PENERAPAN METODE SIMULASI ROLE PLAY UNTUK MENINGKATKAN MAHARATUL QIRA’AH SISWA KELAS V MI MASYARIQUL ANWAR BANDAR LAMPUNG Ratih Kurnia; Zulhanan Zulhanan; Asti Fauziah
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12239

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of maharatul qira’ah (Arabic reading skills) among students without a boarding school (pesantren) educational background, which often leads to difficulties in understanding Arabic language learning materials. This condition is further exacerbated by students’ low learning motivation, the limited availability of qualified Arabic language teachers, and the use of less varied instructional methods. The purpose of this study was to improve the maharatul qira’ah skills of fifth-grade students at MI Masyariqul Anwar Bandar Lampung through the implementation of the role-play simulation method. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation and were analyzed using qualitative and quantitative approaches. The findings revealed that the implementation of the role-play simulation method, combined with reading activities, discussions, and supporting instructional media, enhanced students’ participation, self-confidence, and reading skills. Quantitatively, the percentage of learning mastery increased from 20% in the pre-cycle stage to 53% in Cycle I and reached 93% in Cycle II. This 73% improvement indicates that the role-play simulation method is effective in developing students’ maharatul qira’ah skills. Furthermore, the findings provide a practical contribution to the development of Arabic language instruction at the Islamic elementary school level by promoting a more active, engaging, and student-centered reading learning process. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan maharatul qira’ah siswa yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pondok pesantren, sehingga mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran bahasa Arab. Kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya minat belajar siswa, keterbatasan tenaga pendidik bahasa Arab, serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan maharatul qira’ah siswa kelas V MI Masyariqul Anwar Bandar Lampung melalui penerapan metode simulasi role play. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode simulasi role play yang dipadukan dengan aktivitas membaca, diskusi, dan penggunaan media pendukung mampu meningkatkan partisipasi, kepercayaan diri, serta kemampuan membaca siswa. Secara kuantitatif, persentase ketuntasan belajar meningkat dari 20% pada pra-siklus menjadi 53% pada siklus I dan mencapai 93% pada siklus II. Peningkatan sebesar 73% tersebut menunjukkan bahwa metode simulasi role play efektif dalam mengembangkan kemampuan maharatul qira’ah siswa. Temuan ini memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan pembelajaran bahasa Arab di tingkat madrasah ibtidaiyah, khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran membaca yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa.
ANALISIS NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA DENGAN PENDEKATAN UNSUR INTRINSIK Desty Endrawati Subroto; Danti Rahmawati; Dian Handayani; Yuliyawati Yuliyawati
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13081

Abstract

ABSTRACT Andrea Hirata's Ayah is not only a novel portraying a father's unconditional love but also a literary work constructed through the harmonious integration of intrinsic elements that shape its narrative quality. Although the novel has gained wide recognition among readers, comprehensive studies focusing on the interrelationship of its intrinsic elements remain limited. Therefore, this study aims to describe the intrinsic elements found in Andrea Hirata's Ayah. This research employed a descriptive qualitative method, with observation and note-taking techniques used to collect textual data. The data were analyzed through identification, classification, and interpretation of the novel's intrinsic elements, including theme, characterization, plot, setting, point of view, language style, and message. The findings indicate that the novel is dominated by the theme of paternal love and sacrifice, supported by well-developed characters, a mixed plot, settings in Belitung, Sumatra, and Australia, a third-person point of view, and language styles consisting of personification, metaphor, hyperbole, and Belitung Malay diction. These intrinsic elements are closely interconnected and function cohesively to construct a unified narrative, strengthen the novel's meaning, and enhance its literary and aesthetic value. ABSTRAK Novel Ayah karya Andrea Hirata tidak hanya mengangkat kisah kasih sayang seorang ayah, tetapi juga menyajikan struktur cerita yang kompleks melalui keterpaduan tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Meskipun novel ini telah banyak mendapat apresiasi, kajian yang mendeskripsikan unsur-unsur intrinsiknya secara menyeluruh masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data, sedangkan data dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap unsur intrinsik novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memiliki tema dominan tentang kasih sayang dan pengorbanan seorang ayah yang didukung oleh penokohan yang kuat, penggunaan alur campuran, latar Belitung, Sumatra, dan Australia, sudut pandang orang ketiga, serta gaya bahasa berupa majas personifikasi, metafora, hiperbola, dan diksi Melayu Belitung. Keseluruhan unsur intrinsik tersebut saling berkaitan secara harmonis sehingga membangun cerita yang utuh, memperkuat makna, nilai estetika, serta kualitas naratif novel Ayah karya Andrea Hirata.
ERROR ANALYSIS OF ENGLISH CAPTIONS ON INSTAGRAM: A STUDY OF GRAMMATICAL, LEXICAL, AND PRAGMATIC ERRORS Aisyah Amru; Nasywa sakinah; Nadia Wulandari; Izzati Amirah Sari; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12528

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan kebahasaan yang ditemukan dalam caption berbahasa Inggris di Instagram dengan berfokus pada aspek gramatikal, leksikal, dan pragmatik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan dari caption yang ditulis oleh mahasiswa sebagai penutur non-asli bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan gramatikal merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, khususnya pada penggunaan verba dan struktur kalimat, diikuti oleh kesalahan leksikal dan pragmatik. Kesalahan-kesalahan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh interferensi bahasa pertama, overgeneralisasi, dan keterbatasan paparan terhadap penggunaan bahasa Inggris yang autentik. Penelitian ini berargumen bahwa media sosial, meskipun sering dianggap sebagai ruang komunikasi informal, mencerminkan produksi bahasa yang nyata sehingga memberikan wawasan berharga mengenai perkembangan interlanguage pembelajar. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa integrasi media sosial ke dalam pembelajaran bahasa dapat meningkatkan kesadaran pembelajar terhadap ketepatan (accuracy) dan kesesuaian penggunaan (appropriateness) bahasa Inggris. This study examines linguistic errors found in English captions on Instagram, focusing on grammatical, lexical, and pragmatic aspects. The research employs a qualitative descriptive design, with data collected from captions written by students as non-native speakers of English. The findings reveal that grammatical errors are the most dominant, particularly in verb usage and sentence structure, followed by lexical and pragmatic errors. These errors are largely influenced by first language interference, overgeneralization, and limited exposure to authentic English use. The study argues that social media, while often perceived as informal, reflects genuine language production and therefore offers valuable insights into learners’ interlanguage development. The findings suggest that integrating social media into language instruction can enhance learners’ awareness of both accuracy and appropriateness in English usage.
GRAMMATICAL ERRORS IN INDONESIAN EFL STUDENTS’ WRITING: A LIBRARY RESEARCH FROM THE PERSPECTIVES OF CONTRASTIVE ANALYSIS AND ERROR ANALYSIS Lili Elisa Rahma; Nazwa Umri Damanik; Rismayani Marpaung; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12529

Abstract

ABSTRACT Writing is one of the most challenging skills for learners of English as a Foreign Language (EFL) because it requires the integration of linguistic, cognitive, and communicative competencies. In higher education, writing proficiency is essential for producing various academic texts; however, Indonesian EFL students continue to experience grammatical difficulties that negatively affect the quality of their writing. This study aims to examine the common grammatical errors found in the writing of Indonesian EFL students through the perspectives of Contrastive Analysis and Error Analysis. This study employed a library research design by analyzing and synthesizing relevant books, scholarly journal articles, and previous studies. The findings reveal that the most frequent grammatical errors involve tense usage, subject–verb agreement, articles, prepositions, plural forms, and sentence structure. These errors are primarily attributed to first-language transfer, overgeneralization, incomplete rule application, limited grammatical competence, and structural differences between Indonesian and English. In conclusion, Contrastive Analysis and Error Analysis provide complementary frameworks for identifying the sources of grammatical errors and serve as a valuable basis for improving the writing accuracy of EFL learners. The findings are expected to provide useful insights for teachers, curriculum developers, and researchers in designing more effective EFL writing instruction. ABSTRAK Menulis merupakan salah satu keterampilan yang paling menantang bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language/EFL) karena menuntut penguasaan aspek linguistik, kognitif, dan komunikatif. Dalam pendidikan tinggi, kemampuan menulis sangat penting untuk menghasilkan berbagai karya akademik, namun mahasiswa EFL di Indonesia masih sering melakukan kesalahan gramatikal yang memengaruhi kualitas tulisan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesalahan gramatikal yang umum ditemukan dalam tulisan mahasiswa EFL Indonesia melalui perspektif Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis) dan Analisis Kesalahan (Error Analysis). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan meliputi penggunaan tenses, subject–verb agreement, artikel, preposisi, bentuk jamak, dan struktur kalimat. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh transfer bahasa pertama, overgeneralisasi, penerapan aturan yang tidak lengkap, keterbatasan penguasaan tata bahasa, serta perbedaan struktur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Simpulannya, Analisis Kontrastif dan Analisis Kesalahan saling melengkapi dalam mengidentifikasi penyebab kesalahan gramatikal dan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan akurasi menulis mahasiswa EFL. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru, pengembang kurikulum, dan peneliti dalam mengembangkan pembelajaran menulis EFL yang lebih efektif.
THE IMPACT OF DAILY PRACTICE FREQUENCY ON STUDENT'S ENGLISH SPEAKING SKILL Rismayani Marpaung; Nurul Fadilah Tambunan; Tiara Sani Sinaga; Muhammad Ilham Khanis; Didik Santoso
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12650

Abstract

ABSTRACT Speaking is a fundamental skill in learning English as a Foreign Language (EFL). However, despite years of formal instruction, many students continue to experience difficulties in speaking fluently and confidently. Moreover, empirical evidence regarding the benefits of daily English-speaking practice from students' perspectives remains limited. This study aimed to explore students' perceptions of the role of daily English-speaking practice in improving their speaking skills. A quantitative survey design was employed involving 15 students selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire consisting of 15 statements covering pronunciation, fluency, vocabulary mastery, communication effectiveness, self-confidence, motivation, and overall speaking ability. The data were analyzed using descriptive statistics, including frequencies and percentages. The findings revealed that most participants held positive perceptions of daily English-speaking practice, reporting that it improved their pronunciation, fluency, vocabulary, self-confidence, and motivation while reducing their fear of making mistakes during communication. The study concludes that daily English-speaking practice is perceived as an effective strategy for enhancing EFL learners' speaking skills. These findings provide empirical support for integrating regular speaking practice into English language instruction to strengthen learners' communicative competence and improve the quality of EFL speaking instruction. ABSTRAK Berbicara merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language/EFL). Namun, meskipun telah mengikuti pembelajaran formal, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam berbicara secara lancar dan percaya diri. Selain itu, bukti mengenai manfaat praktik berbicara bahasa Inggris setiap hari berdasarkan persepsi siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi siswa terhadap peran praktik berbicara harian dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif dengan melibatkan 15 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 15 pernyataan yang mencakup aspek pelafalan, kelancaran, kosakata, komunikasi, kepercayaan diri, motivasi, dan kemampuan berbicara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap praktik berbicara harian karena dinilai mampu meningkatkan pelafalan, kelancaran, penguasaan kosakata, kepercayaan diri, motivasi, serta mengurangi rasa takut melakukan kesalahan saat berkomunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik berbicara bahasa Inggris setiap hari merupakan strategi yang dipersepsikan efektif untuk mendukung pengembangan keterampilan berbicara pembelajar EFL serta memberikan dasar empiris bagi penerapan latihan berbicara secara berkelanjutan dalam pembelajaran bahasa Inggris.
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SPEAKING ANXIETY AND THEIRORAL PROFICIENCY Reinasya Br Surbakti; Nazwa Umri Damanik; Izzati Amirah Sari; M Rafli Raja Gazali Nahulae
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12909

Abstract

ABSTRACT This study aimed to examine the relationship between speaking anxiety and English oral proficiency among EFL students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 60 students from the Department of English Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University of North Sumatera (UIN-SU), selected using purposive sampling. Data were collected using the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) and an oral proficiency test based on the IELTS Speaking Band Descriptors, and were analyzed using the Pearson Product Moment correlation. The results revealed a strong and statistically significant negative correlation between speaking anxiety and English oral proficiency (r = –0.673, p < 0.001). The coefficient of determination (r² = 0.453) indicated that 45.3% of the variance in oral proficiency was associated with speaking anxiety, while the remaining variance was likely related to other factors. These findings suggest that students with higher levels of speaking anxiety tend to demonstrate lower oral English proficiency. Therefore, English language instruction should incorporate strategies that reduce speaking anxiety while fostering a supportive learning environment to enhance students' oral communication competence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecemasan berbicara dan kemahiran berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa EFL. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) dan tes kemahiran berbicara menggunakan IELTS Speaking Band Descriptors, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kecemasan berbicara dan kemahiran berbicara bahasa Inggris (r = –0.673; p < 0.001). Nilai r² = 0.453 menunjukkan bahwa 45,3% variasi kemahiran berbicara berhubungan dengan tingkat kecemasan berbicara, sedangkan sisanya kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat kecemasan berbicara yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan berbicara yang lebih rendah. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris perlu menerapkan strategi yang mampu mengurangi kecemasan berbicara sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kompetensi komunikasi lisan.

Page 1 of 3 | Total Record : 23