cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 4 (2024)" : 9 Documents clear
WHATSAPP MESSENGER FOR EDUCATION: ATTITUDE, PERCEIVED EASE OF USE AND RETENTION LEVEL AMONG UNDERGRADUATE STUDENTS IN KWARA STATE UNIVERSITIES, NIGERIA HAMZAT, AFEEZ ABIOLA; COKER, ADESHINA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.3671

Abstract

Social media usage for education can never be overemphasized as its rewards are enormous. As one of the integrated social media for education, WhatsApp messenger is an instant message application that runs on smartphone and web-based devices that enables users to trade information via various media form (Sahu, 2019). Many people seem to be awared of WhatsApp messenger and its use. This study therefore investigated the attitude, perceived ease of use and retention level of WhatsApp messenger for education among undergraduate students of Kwara State universities and as well investigated the students’ perceived ease of use of WhatsApp messenger based on school gender. The study revealed that undergraduate students’ attitude towards using WhatsApp messenger for Education in Kwara State universities is positive, the undergraduate students’ perceived ease of use of WhatsApp messenger for education is positive, the undergraduate students’ retention level in using of WhatsApp messenger for education is high, and there is no significant difference in students’ perceived ease of use of WhatsApp messenger for education based on gender. ABSTRAKPenggunaan media sosial untuk pendidikan tidak boleh terlalu ditekankan karena manfaatnya sangat besar. Sebagai salah satu media sosial terintegrasi untuk pendidikan, WhatsApp messenger merupakan aplikasi pesan instan yang berjalan pada smartphone dan perangkat berbasis web yang memungkinkan penggunanya bertukar informasi melalui berbagai bentuk media (Sahu, 2019). Banyak orang tampaknya mengetahui WhatsApp messenger dan penggunaannya. Oleh karena itu penelitian ini menyelidiki sikap, persepsi kemudahan penggunaan dan tingkat retensi WhatsApp messenger untuk pendidikan di kalangan mahasiswa S1 Universitas Negeri Kwara dan juga menyelidiki persepsi kemudahan penggunaan WhatsApp messenger oleh siswa berdasarkan gender sekolah. Studi ini mengungkapkan bahwa sikap mahasiswa sarjana terhadap penggunaan WhatsApp messenger untuk Pendidikan di Universitas Negeri Kwara adalah positif, persepsi kemudahan mahasiswa sarjana dalam menggunakan WhatsApp messenger untuk pendidikan adalah positif, tingkat retensi mahasiswa sarjana dalam menggunakan WhatsApp messenger untuk pendidikan tinggi, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi siswa tentang kemudahan penggunaan WhatsApp messenger untuk pendidikan berdasarkan gender.
PERAN MOTIVASI BELAJAR ANTARA LITERASI DIGITAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS RISWAN, DEDY; DIANA, ZULFANAH; YUNIAWAN, EKO; ROHMADI, SAMSUL HUDA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.3672

Abstract

Digitalization provides students with space for learning independence, so increasing motivation to learn independence becomes an important part of the process. This study aims to examine the moderating affects of learning motivation between digital literacy and learning independence in high school students in Bima City, West Nusa Tenggara. This study uses a quantitative approach with a sample of 200 respondents through a questionnaire, the data was analyzed using SMANrtPLS software and descriptive analysis of the data. The results of the hypothesis show that digital literacy and learning motivation have a significant positive effect on learning independence, and digital literacy has a significant positive impact on learning independence which is strengthened by learning motivation moderation. The use of learning motivation moderation in examine the effect of digital literacy on learning independence has never been studied. The findings of the study are expected to be developed by further researchers by identifying variables that have not been examine, and schools are expected to strengthen students' digital literacy and motivate to encourage student learning independence. ABSTRAKDigitalisasi memberikan ruang kemandirian belajar bagi siswa, sehingga meningkatkan dorongan dalam kemandirian belajar menjadi bagian yang penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh moderasi motivasi belajar antara literasi digital dan kemandirian belajar pada siswa SMAN se-Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 362 responden melalui kuesioner, data dianalisis menggunakan software Smartpls dan menggunakan analisis deskriptif terhadap data yang diuji. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa literasi digital dan motivasi belajar secara positif berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar, literasi digital secara positif berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar yang diperkuat moderasi motivasi belajar. Penggunaan moderasi motivasi belajar dalam menguji pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar belum pernah diteliti sebelumnya. Temuan penelitian diharapkan dapat dikembangkan peneliti selanjutnya dengan mengidentifikasi vairabel yang belum diuji, serta sekolah diharapkan untuk memperkuat literasi digital sisiwa dan memotivasi untuk mendorong kemandirian belajar siswa.
ANALISIS SUMBER PENDAPATAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH ISLAM VICTORIA, AUSTRALIA (2015–2023) RAHARJO, NADA DIKURNIA; PUTRA, HELDY RAMADHAN; MUNADI, M.; SUHARDI, MUHAMAD
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.3776

Abstract

This research analyzes income sources at Islamic Schools of Victoria from 2015 to 2023. The focus of the study includes income diversification, the contribution of each source to total income, and cross-year trends. This research method uses a library research approach, data analysis techniques with data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data is processed from the school's annual financial report. The research results show that government grants dominate the source of income, with a contribution that continues to increase from 79.29% in 2015 to 84.73% in 2023. In contrast, the contribution to school fees shows a relative decline and total income shows an increasing trend despite fluctuations. Total revenue increased from $27 million in 2015 to $44.7 million in 2023, for an average annual increase of 5.7%. The small decline in 2020 can be attributed to the COVID-19 pandemic affecting tuition payments and donations. The main income therefore comes from government grants-operating, which contributed more than 80% of total income since 2020. Other sources, such as tuition fees, donations and investment income, show significant fluctuations. This study highlights the importance of strategic financial management for the sustainability of educational institutions. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis sumber pendapatan di Sekolah Islam Victoria (Islamic Schools of Victoria) dari tahun 2015 hingga 2023. Fokus kajian mencakup diversifikasi pendapatan, kontribusi setiap sumber terhadap total pendapatan, dan tren lintas tahun. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Data diolah dari laporan keuangan tahunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan Hibah pemerintah mendominasi sumber pendapatan, dengan kontribusi yang terus meningkat dari 79,29% pada 2015 menjadi 84,73% pada 2023. Sebaliknya, kontribusi biaya sekolah menunjukkan penurunan relatif dan Pendapatan total menunjukkan tren peningkatan meskipun terdapat fluktuasi. Total pendapatan meningkat dari $27 juta pada 2015 menjadi $44,7 juta pada 2023, dengan rata-rata kenaikan tahunan sebesar 5,7%. Penurunan kecil pada 2020 dapat dikaitkan dengan pandemi COVID-19 yang memengaruhi pembayaran biaya sekolah dan donasi. Oleh karena itu pendapatan utama berasal dari hibah pemerintah (government grants-operating), yang berkontribusi lebih dari 80% dari total pendapatan sejak 2020. Sumber lain, seperti biaya sekolah, donasi, dan pendapatan investasi, menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Studi ini menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan strategis untuk keberlanjutan institusi pendidikan.
STRATEGIES OF WOMEN LEADERSHIP IN CHANGING TEACHER PERFORMANCE (CASE STUDY AT MI NUR HIDAYAH WONOSARI KLATEN) SAFITRI, PINASTI ELOK
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.3778

Abstract

This study discusses the strategy of women's leadership in improving teacher performance at MI Nur Hidayah. The main objective of this study is to identify the leadership applied and the approach used by female leaders in enhancing the performance of educators in educational institutions. Based on the research conducted, it can be observed that the indicators of performance improvement can be achieved through the women's leadership implemented at MI Nur Hidayah. The strategy applied involves establishing communication through routine activities, openness, and a mutual support attitude. This study is qualitative, using an approach based on interviews and observations. It was conducted to confirm that women are capable of being leaders who create an actively supportive work environment, thus improving teacher performance optimally to achieve maximum results. ABSTRAKPenelitian ini membahas strategi kepemimpinan perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di MI Nur Hidayah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepemimpinan yang diterapkan dan pendekatan yang digunakan oleh pemimpin perempuan dalam meningkatkan kinerja pendidik di lembaga pendidikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa indikator-indikator peningkatan kinerja dapat tercapai dengan kepemimpinan perempuan yang diterapkan di MI Nur Hidayah. Strategi yang diterapkan adalah membangun komunikasi melalui kegiatan rutin, keterbukaan, dan sikap saling mendukung satu sama lain. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengonfirmasi bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin yang menciptakan lingkungan kerja yang aktif dan mendukung, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru secara optimal untuk mencapai hasil yang maksimal.
IMPLEMENTASI METODE TALAQQI DAN TAKRIR PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN DAN HADITS: STUDI DI MTS TRI BAKTI AL IKHLAS ANAK TUHA MUKHAFIDOH, NADHIROTUL; MU’AMALAH, HUSNUL; MAULIDIN, SYARIF
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.4134

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Talaqqi and Takrir methods in the teaching of Al-Qur’an and Hadith at MTs Tri Bakti al-Ikhlas Anak Tuha. These widely used methods focus on reinforcing memorization through repetitive reading, but often fail to provide students with sufficient opportunities to understand the meaning and context of the texts being studied. This qualitative research employs observation, interviews, and document analysis to explore the application of these methods. The findings indicate that while the Talaqqi and Takrir methods are consistently applied, their implementation is not optimal in enhancing students’ understanding. The teaching process remains heavily focused on memorization and repetition, with little emphasis on discussion or reflection on the meaning of the verses and hadiths. Limited time and teachers' inability to facilitate deeper discussions are major obstacles. Therefore, this study recommends innovations in the application of these methods, including the integration of technology to support more interactive and comprehension-based learning, as well as teacher training to improve the quality of instruction. With better implementation, it is hoped that students' understanding of the Al-Qur’an and Hadith will become deeper and more applicable to their daily lives. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode Talaqqi dan Takrir dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadits di MTs Tri Bakti al-Ikhlas Anak Tuha. Metode yang umum digunakan ini berfokus pada penguatan hafalan melalui pengulangan bacaan, namun sering kali kurang memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami makna dan konteks dari teks-teks yang dipelajari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk menggali lebih dalam penerapan kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun metode Talaqqi dan Takrir digunakan secara konsisten, implementasinya belum optimal dalam meningkatkan pemahaman siswa. Pembelajaran masih lebih terfokus pada hafalan dan pengulangan tanpa mengedepankan diskusi atau refleksi tentang makna ayat dan hadits. Waktu yang terbatas dan keterbatasan kemampuan guru dalam mengelola diskusi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan inovasi dalam penerapan kedua metode, termasuk penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis pemahaman, serta pelatihan guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan penerapan yang lebih baik, diharapkan pemahaman siswa terhadap Al-Qur’an dan Hadits dapat lebih mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
PENINGKATAN KETERAMPILAN WRITING SKILL PADA TEKS INTERAKSI INTERPERSONAL DENGAN MENERAPKAN TEKNIK PEMBELAJARAN TOTAL PHYSICAL RESPONSE DI KELAS VII SMP ASTATI, ERA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.4206

Abstract

Currently, English learning is a subject studied by every level of school, including grade VII at the Junior High School (SMP) level, one of the materials is Interpersonal Interaction Text. In this material, one of the aspects that is expected is that students can improve their skills in writing Interpersonal Interaction Text. One of the right learning techniques in learning English is the Total Physical Response (TPR) Learning Technique. TPR is a language learning method that is structured on the coordination of commands, speech and movement (action); and tries to teach language through physical activity (motor). This research is included in classroom action research (PTK) which is implemented in grade VII of SMP Baiturrosyid Boarding School Padang. The results of this PTK were obtained in the pre-cycle, student completeness only reached 40% because it used conventional methods (lectures). In cycle I, by applying the Total Physical Response Learning Technique, completeness reached 72% and in cycle II, learning completeness reached 91%. Thus, the implementation of Total Physical Response Learning Technique can improve students' writing skills in Interpersonal Interaction Texts in Class VII of SMP Baiturrosyid Boarding School Padang in the 2024/2025 Academic Year. ABSTRAKSaat ini pembelajaran Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang dikaji oleh setiap jenjang sekolah, termasuk kelas VII pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang salah satu materinya yaitu Teks Interaksi Interpersonal. Pada materi ini salah satu aspek yang di harapkan adalah siswa dapat meningkatkan keterampilannya dalam menulis Teks Interaksi Interpersonal. Salah satu teknik pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran bahasa inggris adalah Teknik Pembelajaran Total Physical Response (TPR). TPR merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action); dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor). Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang diimplementasikan pada kelas VII SMP Baiturrosyid Boarding School Padang. Hasil PTK ini diperoleh pada pra siklus ketuntasan siswa hanya mencapai 40% karena menggunakan metode konvensional (ceramah). Pada siklus I, dengan menerapkan Teknik Pembelajaran Total Physical Response diperoleh ketuntasan mencapai 72% dan pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 91%. Dengan demikian implementasi Teknik Pembelajaran Total Physical Response  dapat meningkatkan ketrampilan writing skill siswa  pada Teks Interaksi Interpersonal di  Kelas VII SMP Baiturrosyid Boarding School Padang Tahun Pelajaran 2024/2025.
PROFIL PEDAGOGI MENDALAM BERBASIS KEARIFAN SASAK DALAM PERANGKAT AJAR BAHASA INDONESIA Lalu Dedi Purnawan; Khirjan Nahdi; Muh. Jaelani Al Pansori
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.14984

Abstract

ABSTRACT This study analyzes Indonesian language teachers’ ability to develop deep learning instructional materials integrating Sasak local wisdom in senior high schools in Central Lombok. The study focuses on lesson planning, teaching materials, assessment instruments, and implementation challenges. A qualitative approach with a case study design was employed across seven senior high schools. Data were collected through in-depth interviews, questionnaires, and document analysis, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. Percentages were used only as supporting descriptive data and not as the basis for statistical analysis. The findings indicate that teachers generally demonstrated good competence in developing instructional components, particularly in selecting relevant materials and learning resources. Descriptive data showed that several teaching-material indicators reached 96%, while indicators related to deep exploration and optimization of local cultural integration reached 82%, indicating a gap between the completeness of instructional components and the depth of learning experiences. The achievement of challenges and efforts across schools ranged from 86% to 93%, reflected in teachers’ participation in MGMP collaboration, training, resource sharing, and digital resource utilization. The main challenges involved limited specialized references and the lack of systematic integration of Sasak culture. The study concludes that Sasak local wisdom needs to be coherently integrated into learning objectives, activities, materials, and assessment to support deep learning, literacy, higher-order thinking skills, and cultural meaning-making. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kemampuan guru Bahasa Indonesia dalam menyusun perangkat ajar pembelajaran mendalam berbasis kearifan lokal Sasak pada SMA di Kabupaten Lombok Tengah. Fokus penelitian mencakup perencanaan pembelajaran, bahan ajar, instrumen penilaian, serta kendala implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada tujuh SMA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Persentase digunakan sebagai data deskriptif pendukung, bukan sebagai dasar analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara umum memiliki kemampuan baik dalam mengembangkan perangkat ajar, terutama pada pemilihan materi dan sumber belajar. Data deskriptif menunjukkan beberapa indikator bahan ajar mencapai 96%, sedangkan indikator eksplorasi mendalam dan optimalisasi integrasi budaya lokal mencapai 82%, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kelengkapan komponen perangkat dan kedalaman pengalaman belajar. Capaian kendala dan upaya antarsekolah berada pada rentang 86–93%, dengan strategi berupa kolaborasi MGMP, pelatihan, berbagi perangkat, dan pemanfaatan sumber digital. Kendala utama berupa keterbatasan referensi khusus dan belum sistematisnya integrasi budaya Sasak. Penelitian menyimpulkan bahwa kearifan lokal Sasak perlu diintegrasikan secara koheren dalam tujuan, aktivitas, bahan, dan asesmen agar mendukung pembelajaran mendalam, literasi, HOTS, dan pemaknaan budaya.
EKSISTENSI KEPERCAYAAN MASYARAKAT SASAK TERHADAP MATA AIR SAKRAL PEREMBUKAN DI LOMBOK TIMUR Muhammad Zulkifli Efendi; Bambang Eka Saputra; Suhupawati Suhupawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.15496

Abstract

ABSTRAK Mata air Perembukan di Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, merupakan sumber air yang sekaligus dipahami masyarakat sebagai ruang sakral. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah munculnya kesakralan mata air Perembukan, bentuk-bentuk pelestarian yang dilakukan masyarakat, serta manfaat dan dinamika kepercayaan tersebut dalam kehidupan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosial dalam metode sejarah. Pengumpulan sumber dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus desa, dan warga, serta dokumentasi. Data selanjutnya melalui kritik sumber internal dan eksternal, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesakralan Perembukan dipelihara melalui ingatan kolektif mengenai pengalaman spiritual tetua adat dan keyakinan terhadap keberadaan kekuatan supranatural di sekitar mata air. Eksistensinya tidak bersifat statis: ritual pengobatan dan kegiatan 1 Muharram mulai berkurang frekuensinya, tetapi praktik doa, sesajen, gotong royong membersihkan kawasan, serta penanaman pohon masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat. Mata air juga berfungsi sebagai sumber air domestik dan irigasi, ruang ritual, simbol warisan budaya, serta media pengikat relasi sosial. Dengan demikian, keberlanjutan mata air Perembukan bertumpu pada pertemuan antara kepercayaan, identitas budaya, dan praktik konservasi berbasis masyarakat. Pelestariannya memerlukan pewarisan antargenerasi sekaligus pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur agar nilai budaya dan fungsi ekologis dapat dipertahankan secara bersamaan.
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING DAN PENGUATAN PEMAHAMAN AKIDAH AKHLAK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH: STUDI KUALITATIF DI MTS NURUL FALAH NW LAJUT Nawai Hakim; Weli Arjuna Wiwaha
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the implementation of Problem-Based Learning (PBL), indications of strengthened student understanding, and the supporting and inhibiting factors in Aqidah Akhlak learning among Grade VIII C students at MTs Nurul Falah NW Lajut. A descriptive qualitative approach was employed involving 22 students and two Aqidah Akhlak teachers selected purposively. Data were collected from April to May 2024 through participatory observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Trustworthiness was strengthened through technique and source triangulation. The findings indicate that PBL encouraged students’ active participation in group discussions, problem solving, and contextual connections between religious-moral values and everyday situations. Strengthened understanding was indicated by students’ ability to explain learning materials more contextually and discuss alternative solutions collaboratively. Student enthusiasm and peer cooperation were the main supporting factors. In contrast, limited instructional time, uneven learning readiness and motivation, and difficulties expressing ideas in formal Indonesian constrained the learning process. These findings suggest that PBL has strong potential to strengthen students’ understanding of Aqidah Akhlak when supported by adequate scaffolding, structured time management, and explicit support for academic communication. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Problem Based Learning (PBL), indikasi penguatan pemahaman siswa, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Akidah Akhlak pada siswa kelas VIII C MTs Nurul Falah NW Lajut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 22 siswa dan dua guru Akidah Akhlak yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan pada April–Mei 2024 melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan pengaitan nilai-nilai akidah dan akhlak dengan situasi kehidupan sehari-hari. Indikasi penguatan pemahaman tampak dari kemampuan siswa menjelaskan makna materi secara lebih kontekstual serta mendiskusikan alternatif penyelesaian masalah secara kolaboratif. Semangat belajar dan kerja sama antarsiswa menjadi faktor pendukung utama. Sementara itu, keterbatasan waktu, perbedaan kesiapan belajar, motivasi yang belum merata, dan keterampilan menyampaikan gagasan dalam bahasa Indonesia menjadi hambatan. Temuan menegaskan bahwa PBL berpotensi memperkuat pemahaman Akidah Akhlak apabila diterapkan dengan scaffolding yang memadai, pengelolaan waktu yang terstruktur, serta dukungan komunikasi akademik siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9