cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 518 Documents
EPISTIMOLOGI ISLAM DI ERA DIGITAL: INTEGRASI BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI SEBAGAI FONDASI AKAL KRITIS DAN AKAL SPIRITUAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nadi Afriani; Eva Dewi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12413

Abstract

The digital transformation of the 21st century has fundamentally shifted knowledge authority structures, as truth is frequently determined by virality and platform algorithms. This reality exposes society to digital colonialism rooted in Western secularism and positivism, necessitating a robust epistemic reconstruction. This study employs an analytical-integrative library research method to examine the integration of Islamic epistemology in addressing modern information disruptions. The findings formulate four conceptual syntheses: first, bayani epistemology provides an ethical foundation through tabayyun principles and digital sanad verification; second, burhani epistemology strengthens rational-demonstrative reasoning to detect algorithmic bias; third, irfani epistemology preserves inner consciousness through muraqabah amidst cyberspace distractions; fourth, the synthesis of all three generates critical reason (al-ʿaql al-naqqād) and spiritual reason (al-ʿaql al-rūḥānī). This integrative framework establishes a novel paradigm for Islamic education to avoid epistemic dichotomy and secular scientism. Such reconstruction necessitates strengthening digital literacy based on divine unity, transcendental values, and moral integrity to guide human well-being. This holistic epistemic formulation provides a strategic pedagogical compass to produce intellectually competitive and spiritually resilient Muslim generations confronting technological hegemony. ABSTRAK Transformasi digital abad ke-21 menggeser struktur otoritas keilmuan secara fundamental karena kebenaran kerap ditentukan oleh viralitas serta algoritma platform global. Realitas ini menempatkan masyarakat pada ancaman kolonialisme digital yang berbasis sekularisme dan positivisme Barat, sehingga memerlukan rekonstruksi epistemik yang kokoh. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan analitis-integratif guna mengkaji integrasi epistemologi Islam dalam menjawab disrupsi informasi modern. Hasil kajian merumuskan empat sintesis konseptual: pertama, epistemologi bayani menyediakan fondasi etik melalui prinsip tabayyun dan verifikasi sanad digital; kedua, epistemologi burhani mengokohkan nalar rasional-demonstratif guna mendeteksi bias algoritmik; ketiga, epistemologi irfani memelihara kesadaran batin melalui muraqabah di tengah distraksi ruang siber; keempat, perpaduan ketiganya membentuk konsep akal kritis (al-ʿaql al-naqqād) dan akal spiritual (al-ʿaql al-rūḥānī). Kerangka integratif ini melahirkan paradigma baru bagi pendidikan Islam agar tidak terjebak pada dikotomi keilmuan ataupun saintisme sekuler. Rekonstruksi tersebut meniscayakan penguatan literasi digital berbasis ketauhidan, nilai transendental, serta integritas moral guna memandu kemaslahatan umat manusia. Formulasi epistemik holistik ini menjadi kompas pedagogis strategis dalam mencetak generasi muslim yang berdaya saing intelektual sekaligus memiliki ketahanan spiritual menghadapi hegemoni teknologi.    
PENINGKATAN KEMAMPUAN CRITICAL THINKING MELALUI METODE BRAINSTORMING PADA SISWA KELAS VIII MATERI TAJWID SMP NEGERI 4 TEMANGGUNG TAHUN AJARAN 2025/2026 Dzihan Farkhiyah; Muhammad Ubaidillah; Nangkula Utaberta
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12418

Abstract

Students' critical thinking skills in tajweed learning were still low, particularly in providing reasons, supporting answers with relevant principles, and drawing conclusions. This study aimed to improve the critical thinking skills of eighth-grade students at SMP Negeri 4 Temanggung through the brainstorming method. The study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in two cycles, with two meetings in each cycle, involving 30 students. Data were collected through observations using a critical thinking rubric and cognitive assessments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) at the C4 level. The results showed an improvement in students' critical thinking skills. Based on the observation data, the proportion of students achieving at least the Good category increased from 50.0% at the end of Cycle I to 93.3% at the end of Cycle II. The cognitive assessment also showed an increase from 63.3% to 93.3%. At the end of Cycle II, the proportion of students in the Poor category reached 0% in both data sources. Therefore, the brainstorming method improved students' critical thinking skills in tajweed learning through activities involving idea generation, comparison and evaluation of arguments, and conclusion drawing based on tajweed principles. ABSTRAK Kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran tajwid masih rendah, terutama dalam memberikan alasan, membuktikan jawaban berdasarkan kaidah, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan critical thinking siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Temanggung melalui metode brainstorming. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan, dengan subjek 30 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan rubrik critical thinking dan asesmen kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) level C4. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan critical thinking siswa. Berdasarkan observasi, persentase siswa yang mencapai kategori minimal Baik meningkat dari 50,0% pada akhir Siklus I menjadi 93,3% pada akhir Siklus II. Hasil asesmen kognitif juga menunjukkan peningkatan dari 63,3% menjadi 93,3%. Pada akhir Siklus II, kategori Kurang pada kedua sumber data mencapai 0%. Dengan demikian, metode brainstorming dapat meningkatkan kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran tajwid melalui aktivitas mengemukakan gagasan, membandingkan dan mengevaluasi argumen, serta menyusun kesimpulan berdasarkan kaidah tajwid.
DIGITAL EDUCATIONAL GAMES FOR ENHANCING GEOMETRY PROBLEM-SOLVING SKILLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Elna Mar’atussholihah; Rika Mulyati Mustika Sari
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12444

Abstract

Geometry represents a demanding mathematical domain requiring spatial visualization, abstract reasoning, and structured cognitive strategies. This qualitative systematic literature review examines empirical evidence regarding digital educational game implementations for enhancing students' geometry problem-solving skills. Following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, relevant peer-reviewed studies published between 2015 and 2025 were retrieved from major academic databases using targeted keywords. Fourteen empirical articles satisfied the inclusion criteria and were analyzed across game genres, pedagogical designs, and learning outcomes. The synthesis reveals that interactive platforms, visual modeling software, and mobile educational applications foster problem-solving proficiency by supporting dynamic spatial manipulation, algorithmic reasoning, task persistence, and collaborative inquiry. Challenge-driven game mechanics mitigate cognitive overload by translating abstract geometric principles into intuitive exploratory spaces. Consequently, game-based learning serves as an effective instructional methodology for advancing geometric problem-solving competencies. Future educational research must explore adaptive learning architectures, artificial intelligence integration, and tailored scaffolding mechanics to address diverse student aptitudes across spatial domains and longitudinal mathematical development. ABSTRAK Geometri merupakan ranah matematika yang menuntut dan membutuhkan visualisasi spasial, penalaran abstrak, serta strategi kognitif yang terstruktur. Tinjauan pustaka sistematis kualitatif (qualitative systematic literature review) ini mengkaji bukti empiris mengenai implementasi permainan edukasi digital (digital educational games) untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah (problem-solving skills) geometri siswa. Mengikuti kerangka kerja Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), studi-studi peer-reviewed relevan yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 dikumpulkan dari basis data akademik utama menggunakan kata kunci yang ditargetkan. Sebanyak empat belas artikel empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis berdasarkan genre permainan, desain pedagogis, serta capaian pembelajaran. Sintesis ini mengungkapkan bahwa platform interaktif, perangkat lunak pemodelan visual, dan aplikasi edukasi seluler mendorong kemahiran pemecahan masalah dengan mendukung manipulasi spasial dinamis, penalaran algoritmik, ketekunan tugas, dan inkuiri kolaboratif. Mekanika permainan berbasis tantangan (challenge-driven game mechanics) memitigasi beban kognitif berlebih (cognitive overload) dengan menerjemahkan prinsip-prinsip geometri abstrak ke dalam ruang eksplorasi yang intuitif. Akibatnya, pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) berfungsi sebagai metodologi instruksional yang efektif untuk memajukan kompetensi pemecahan masalah geometris. Penelitian pendidikan di masa depan harus mengeksplorasi arsitektur pembelajaran adaptif (adaptive learning architectures), integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan mekanika scaffolding yang disesuaikan untuk mengatasi keragaman bakat siswa di seluruh ranah spasial serta perkembangan matematika longitudinal.    
DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN MITIGASI BANJIR BERULANG DI DESA KARANGLIGAR Ilma Novelia Winata; Arini Rahmawati; Fitri Sri Mulyani; Akhmad Rusbani; Maman Suryaman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12446

Abstract

River overflow flood disasters represent a serious hydrometeorological threat affecting Karawang Regency, particularly Karangligar Village. This periodic disaster severely disrupts the multidimensional fabric of community life, demanding comprehensive empirical investigation. This study aims to analyze social impacts, economic consequences, and evaluate mitigation strategies implemented by community and policymakers. This research applies a qualitative design using the case study method. Data collection techniques were conducted through participatory observation, in-depth interviews with key informants, and village archive documentation. Field investigation results indicate that recurrent flooding damages physical structures, disrupts basic educational access, triggers environmental disease outbreaks, and suppresses rural psychosocial stability. Financially, communities experience significant losses due to paddy crop failures, daily productivity decreases, and swelling post-disaster recovery expenses. Countermeasure efforts are carried out structurally through embankment reinforcement and non-structurally through independent preparedness simulations. Research recommendations emphasize the importance of strengthening community-based mitigation synergies integrated with sustainable governance. ABSTRAK Bencana banjir luapan sungai merupakan ancaman hidrometeorologi serius yang melanda Kabupaten Karawang, khususnya Desa Karangligar. Bencana periodik ini merusak tatanan hidup warga secara multidimensional sehingga memerlukan kajian komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak sosial, konsekuensi ekonomi, serta mengevaluasi strategi mitigasi yang diterapkan masyarakat maupun pemangku kebijakan. Penelitian ini menerapkan rancangan kualitatif dengan metode case study. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap informan kunci, dan studi dokumentasi arsip desa. Hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa banjir berulang merusak bangunan fisik, memutus akses pendidikan dasar, memicu wabah penyakit lingkungan, serta menekan stabilitas psikososial warga pedesaan. Secara finansial, masyarakat mengalami kerugian signifikan akibat kegagalan panen padi, penurunan produktivitas kerja harian, dan membengkaknya biaya pemulihan pascabencana. Upaya penanggulangan dilakukan secara struktural melalui penguatan tanggul serta nonstruktural lewat simulasi kesiapsiagaan mandiri. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya penguatan sinergi mitigasi berbasis kearifan lokal yang terintegrasi tata kelola berkelanjutan.    
DAMPAK JUDI ONLINE TERHADAP STRUKTUR DAN DINAMIKA SOSIAL (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DESA JAMBU REJO KECAMATAN SUMBER HARTA) Muhammad Muslih; Artiyanto Artiyanto; Purna Irawan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12477

Abstract

This study aims to analyze the influence of online gambling on rural social dynamics and identify forms of social capital erosion in Jambu Rejo Village, Sumber Harta District, Musi Rawas Regency. The research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving 16 informants, including village officials, religious leaders, community leaders, youth leaders, active online gamblers, former gamblers, and family members of gamblers. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that online gambling has significantly contributed to the erosion of social capital within the community. This erosion is reflected in declining social participation, weakened social interaction, reduced social trust due to debt-related problems and financial losses, increasing family conflicts, declining social solidarity, and weakened social control over deviant behavior. The study confirms that online gambling affects not only individual economic conditions but also the structure of social relationships and the social resilience of rural communities. Therefore, strengthening social capital through digital literacy programs, revitalization of community social activities, and enhanced roles of families and community leaders is essential to mitigate the negative impacts of online gambling.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITALISASI UNTUK EFEKTIVITAS MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI ERA SOCIETY 5.0 Fitri Sri Mulyani; Maman Suryaman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12499

Abstract

Digital transformation drives the reformation of modern educational governance as conventional models often burden teachers with administrative tasks. This study aims to analyze the integration of digitalization in lesson planning to improve the effectiveness of instructional management in the Society 5.0 era. The method used is a qualitative descriptive literature review of reputable scientific publications indexed by Scopus and Sinta from 2018 to 2025. The results indicate that digitalization shifts the function of planning from mere document compliance to an adaptive, data-analytic strategic instrument. The utilization of Learning Management Systems (LMS), Educational Management Information Systems (EMIS), cloud computing, and artificial intelligence is proven to significantly reduce educators' manual workloads. Furthermore, the digital ecosystem facilitates real-time instructional monitoring and evaluation, strengthens multi-stakeholder collaboration, and enhances the accuracy of educational managerial decision-making. The study concludes that digital planning is a fundamental pillar in realizing effective, inclusive, and flexible learning governance. Equitable infrastructure support and sustainable teacher digital competency development are necessary to maximize implementation across all national educational levels. ABSTRAK Transformasi digital mendorong reformasi tata kelola pendidikan modern karena model konvensional sering membebani guru secara administratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi digitalisasi dalam perencanaan pembelajaran guna meningkatkan efektivitas manajemen instruksional di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kajian literatur deskriptif kualitatif terhadap publikasi ilmiah bereputasi terindeks Scopus dan Sinta pada rentang tahun 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi menggeser fungsi perencanaan dari sekadar kepatuhan dokumen menjadi instrumen strategis berbasis data analitik yang adaptif. Pemanfaatan Learning Management System (LMS), Educational Management Information System (EMIS), cloud computing, serta artificial intelligence terbukti mampu memangkas beban kerja manual pendidik secara signifikan. Selain itu, ekosistem digital memfasilitasi monitoring dan evaluasi instruksional secara real-time, memperkuat kolaborasi multisektoral, serta meningkatkan akurasi pengambilan keputusan manajerial pendidikan. Penelitian menyimpulkan bahwa perencanaan digital merupakan pilar fundamental dalam mewujudkan tata kelola pembelajaran yang efektif, inklusif, dan fleksibel. Diperlukan dukungan infrastruktur merata serta peningkatan kompetensi digital pendidik yang berkelanjutan untuk memaksimalkan implementasi sistem ini pada seluruh jenjang satuan pendidikan nasional.    
TEACHER SHAMING DAN KRISIS RELASI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Siti Rahmah; Maman Suryaman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12503

Abstract

Digital transformation has reshaped communication patterns in education while simultaneously increasing social media usage among students, parents, and the general public. Conversely, these developments have given rise to the phenomenon of "teacher shaming"—the act of humiliating or disparaging teachers via digital platforms. This study aims to analyze teacher shaming as an indicator of a crisis in educational relationships within the digital era, examine its impact on teacher well-being, and identify its implications for children's character development. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) combined with an Integrative Literature Review, adhering to PRISMA 2020 guidelines. Data were sourced from Scopus, Web of Science, ERIC, and Google Scholar/Garuda (Sinta 1–4 accredited) databases, covering publications from 2018 to 2026. Thirty-two empirical articles meeting the inclusion criteria were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that teacher shaming frequently occurs on TikTok, Instagram, Facebook, and parent WhatsApp groups, manifesting as verbal abuse, cyberbullying, the unauthorized sharing of videos, and negative comments directed at teachers. This phenomenon leads to increased stress, anxiety, and burnout, as well as reduced work motivation and job satisfaction among teachers. Furthermore, the normalization of teacher shaming contributes to a decline in respect for teachers, diminished empathy, and a crisis of digital etiquette among children. The study concludes that teacher shaming constitutes a form of symbolic violence reflecting a crisis in educational relationships in the digital age. Consequently, there is a need to strengthen digital ethics, safeguard the teaching profession, and promote character education, alongside fostering collaboration among schools, families, and the government to create a safer and more civil educational environment. ABSTRAK Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi dalam pendidikan sekaligus meningkatkan penggunaan media sosial oleh siswa, orang tua, dan masyarakat. Di sisi lain, perkembangan tersebut memunculkan fenomena teacher shaming (perundungan dan penghinaan guru), yaitu tindakan mempermalukan atau merendahkan guru melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis teacher shaming sebagai indikator krisis relasi pendidikan di era digital, mengkaji dampaknya terhadap kesejahteraan guru (teacher well-being), serta mengidentifikasi implikasinya terhadap karakter anak. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan Integrative Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari database Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar/Garuda (terakreditasi Sinta 1-4) pada rentang publikasi 2018–2026. Sebanyak 32 artikel empiris yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teacher shaming banyak terjadi melalui TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp Group orang tua dalam bentuk penghinaan verbal, cyberbullying, penyebaran video tanpa izin, dan komentar negatif terhadap guru. Fenomena ini berdampak pada meningkatnya stres, kecemasan, burnout, rendahnya motivasi kerja, dan menurunnya kepuasan kerja guru. Selain itu, normalisasi teacher shaming berkontribusi terhadap menurunnya rasa hormat kepada guru, melemahnya empati, serta krisis kesantunan digital pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teacher shaming merupakan bentuk kekerasan simbolik yang mencerminkan krisis relasi pendidikan di era digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan etika digital, perlindungan profesi guru, pendidikan karakter, serta kolaborasi sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan berkeadaban.  
EVALUASI PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Fenia Marliana; Yanti Safitri; Mohammad Erihadiana; Eva Latifah Fauzia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12754

Abstract

The evaluation of spiritual attitudes in Islamic Religious Education learning at elementary schools faces challenges such as high subjectivity and limited standardized instruments. This study aims to map the development of scientific publications regarding the evaluation of spiritual and social attitudes using the Systematic Literature Review approach assisted by bibliometric analysis. Bibliographic data were gathered through the Publish or Perish application sourced from Google Scholar spanning from 2020 to 2025 using relevant keywords. All article datasets were managed using Mendeley and analyzed through VOSviewer visualization to examine keyword co-occurrence and topical trends. The synthesis results reveal that evaluation studies are dominated by general learning assessments, while the evaluation of the spiritual affective domain occupies a low publication frequency and represents an emerging topic. Most elementary teachers rely on observation and attitude journals without standardized authentic rubrics. The development of valid, reliable, practical affective assessment instruments integrated with Islamic values is needed. ABSTRAK Penilaian sikap spiritual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar menghadapi tantangan berupa tingginya subjektivitas dan terbatasnya instrumen baku. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan publikasi ilmiah mengenai evaluasi sikap spiritual dan sosial menggunakan pendekatan Systematic Literature Review berbantuan analisis bibliometrik. Data bibliografi dikumpulkan melalui aplikasi Publish or Perish bersumber dari Google Scholar rentang tahun 2020 hingga 2025 dengan kata kunci relevan. Seluruh data artikel dikelola menggunakan Mendeley dan dianalisis melalui visualisasi VOSviewer untuk melihat keterkaitan kata kunci serta tren kebaruan topik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kajian evaluasi didominasi oleh evaluasi pembelajaran umum, sedangkan evaluasi ranah afektif spiritual menempati frekuensi publikasi yang masih rendah dan menjadi topik berkembang. Guru sekolah dasar mayoritas mengandalkan observasi dan jurnal sikap tanpa didukung rubrik autentik terstandar. Diperlukan pengembangan instrumen penilaian sikap afektif yang valid, reliabel, praktis, serta terintegrasi nilai Islam secara berkelanjutan.    
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA : STUDI DESKRIPTIF PADA KELAS VI SD SURABAYA BARAT Dian Kartikasari; Suryanti Suryanti; Julianto Julianto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12772

Abstract

The low level of higher-order thinking skills in elementary schools poses a crucial challenge in 21st-century education. This study aims to describe the profile of sixth-grade elementary school students' critical thinking skills on alternative electrical energy topics. The study employed a quantitative descriptive design. The participants were 81 students across three schools in West Surabaya: 28 students from SDN Lontar 481 (Class VI-A), 23 students from SDN Banjar Sugihan II (Class VI-A), and 30 students from SD Khadijah 3 (Class VI-C). Data were collected using a 10-item Higher-Order Thinking Skills (HOTS) multiple-choice test (C4–C6 cognitive levels) measuring Facione's five critical thinking indicators, complemented by teacher interviews and observations. Data were analyzed using mean percentage scores and categorization rubrics. The results indicated that students' critical thinking skills at SD Khadijah 3 were dominated by the moderate category (75%), at SDN Banjar Sugihan II by the high (48%) and moderate (44%) categories, and at SDN Lontar 481 by the moderate category (75%). Overall, the critical thinking profile across the three schools falls into the moderate category. These findings provide an empirical foundation for developing inquiry-based and contextual project-based learning strategies in primary science education. ABSTRAK Rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi pada jenjang sekolah dasar menjadi tantangan krusial dalam implementasi pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kritis siswa kelas VI sekolah dasar pada topik energi listrik alternatif. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 81 siswa yang berasal dari 3 sekolah di kawasan Surabaya Barat, yaitu 28 siswa kelas VI-A SDN Lontar 481, 23 siswa kelas VI-A SDN Banjar Sugihan II, dan 30 siswa kelas VI-C SD Khadijah 3. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes pilihan ganda sebanyak 10 butir soal Higher Order Thinking Skills (level C4–C6) yang mengukur lima aspek berpikir kritis menurut Facione, serta didukung wawancara guru dan observasi. Teknik analisis data menggunakan penghitungan persentase skor rata-rata dan kategorisasi berjenjang. Hasil penelitian menunjukkan persentase keterampilan berpikir kritis siswa di SD Khadijah 3 didominasi kategori sedang (75%), SDN Banjar Sugihan II didominasi kategori tinggi (48%) dan sedang (44%), serta SDN Lontar 481 didominasi kategori sedang (75%). Profil keterampilan berpikir kritis siswa secara keseluruhan pada ketiga sekolah berada pada kategori sedang. Temuan ini memberikan dasar empiris mengenai perlunya inovasi strategi pembelajaran sains berbasis inkuiri dan proyek kontekstual di sekolah dasar.    
PERANCANGAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN SEKSUAL DI SEKOLAH DASAR BERBASIS NILAI-NILAI AGAMA ISLAM Sri Bulan; Hidayani Syam
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12791

Abstract

Sex education is an important effort to equip children with an understanding of their bodies, personal boundaries, and healthy behaviors in order to prevent sexual violence. However, the implementation of sex education in elementary schools still faces several challenges, including the lack of engaging learning media and the limited integration of Islamic values into the learning process. This study aimed to develop an animated video learning medium based on Islamic values as a tool for sex education for elementary school students and to examine its validity, practicality, and effectiveness. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4-D development model, which consists of the stages of define, design, develop, and disseminate. The research was conducted at SD IT Raissalam, Rokan Hulu Regency. Data were collected through interviews, observations, expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and learning achievement tests. The data were analyzed quantitatively using descriptive statistics, percentages, and N-Gain analysis. The results indicated that the developed media had a high level of validity, with validation scores of 80% from media experts (valid), 97% from language experts (very valid), and 93% from subject matter experts (very valid). The practicality test showed percentages of 89.67% based on student responses and 93.3% based on teacher responses, both categorized as very practical. The effectiveness test demonstrated an improvement in students’ learning outcomes with an N-Gain score of 0.752, which falls into the high category. Therefore, the Islamic values-based animated video developed in this study was found to be valid, practical, and effective as a sex education medium for elementary school students. In addition to improving students’ understanding of sex education, the media also helps instill Islamic values, develop self-awareness, and enhance self-protection skills in accordance with children’s developmental stages. ABSTRAK Pendidikan seksual merupakan upaya penting dalam membekali anak dengan pemahaman tentang tubuh, batasan diri, serta perilaku yang sehat untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual. Namun, penyampaian pendidikan seksual di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan minimnya integrasi nilai-nilai agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis nilai-nilai agama Islam sebagai sarana pendidikan seksual bagi siswa sekolah dasar serta menguji tingkat validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di SD IT Raissalam Kabupaten Rokan Hulu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan persentase validasi ahli media sebesar 80% (valid), ahli bahasa 97% (sangat valid), dan ahli materi 93% (sangat valid). Hasil uji praktikalitas menunjukkan persentase sebesar 89,67% pada respon siswa dan 93,3% pada respon guru dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dengan nilai N-Gain sebesar 0,752 yang termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, media video animasi berbasis nilai-nilai agama Islam yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif sebagai sarana pendidikan seksual bagi siswa sekolah dasar. Media ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pendidikan seksual, tetapi juga membantu menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk kesadaran diri, serta meningkatkan kemampuan menjaga diri sesuai dengan tahap perkembangan anak.