cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 518 Documents
INTEGRATING INQUIRY-BASED LEARNING IN MACROECONOMICS: ENHANCING DIGITAL COMPETENCE AND CRITICAL THINKING SKILLS Sondang Aida Silalahi; Salman Munthe; Tri Effiyanti; Rini Herliani; Ulfa Nurhayani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13931

Abstract

The rapid development of digital technology in higher education requires students not only to master macroeconomic concepts but also to develop digital competence and critical thinking skills to process information, analyze data, and make evidence-based decisions. However, Macroeconomics instruction that remains predominantly focused on content delivery does not always provide sufficient opportunities for students to develop these competencies in an integrated manner. This study aimed to develop and implement an Inquiry-Based Learning (IBL) model in a Macroeconomics course to enhance students’ digital competence and critical thinking skills. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants were 60 students enrolled in the Accounting Education Study Program at Universitas Negeri Medan, while the feasibility of the model was evaluated by experts in instructional design, subject matter, and educational technology. Data were collected through expert validation sheets, observations, and pretest–posttest instruments and were analyzed descriptively and using the N-Gain score. The results showed that the developed IBL model was categorized as highly feasible, with validation scores of 90% for the learning model, 90% for teaching materials, 85% for the learning strategy, and 88.5% for student responses. The implementation of the model resulted in an N-Gain score of 0.71, categorized as high, indicating improvement in students’ abilities to explore and analyze data, construct evidence-based arguments, and utilize digital technologies in Macroeconomics learning. The novelty of this study lies in the development of an IBL model that systematically integrates inquiry stages, digital activities, and critical thinking indicators into Macroeconomics instruction. The developed model provides an alternative instructional approach for strengthening students’ digital competence and higher-order thinking skills in higher education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai konsep makroekonomi, tetapi juga memiliki kompetensi digital dan kemampuan berpikir kritis untuk mengolah informasi, menganalisis data, serta mengambil keputusan berbasis bukti. Namun, pembelajaran Makroekonomi yang masih cenderung berorientasi pada penyampaian materi belum sepenuhnya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kedua kompetensi tersebut secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model Inquiry-Based Learning (IBL) pada mata kuliah Makroekonomi untuk meningkatkan kompetensi digital dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan, sedangkan kelayakan model divalidasi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan ahli teknologi pendidikan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, observasi, serta instrumen pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model IBL yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak, dengan skor validasi model pembelajaran sebesar 90%, bahan ajar sebesar 90%, strategi pembelajaran sebesar 85%, dan respons mahasiswa sebesar 88,5%. Implementasi model menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,71 yang termasuk kategori tinggi, menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mengeksplorasi dan menganalisis data, membangun argumentasi berbasis bukti, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran Makroekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model IBL yang secara sistematis mengintegrasikan tahapan inquiry, aktivitas digital, dan indikator berpikir kritis dalam pembelajaran Makroekonomi. Model yang dikembangkan dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung penguatan kompetensi digital dan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa di pendidikan tinggi.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PENDIDIKAN DASAR: BUKTI DARI STUDI MULTILOKASI DI KABUPATEN ENREKANG, INDONESIA Nur Asia Jufri; Wahira; Hasan Usman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13944

Abstract

ABSTRACT The implementation of the deep learning approach in elementary education is important for developing students’ critical thinking, creativity, collaboration, communication, and character. However, its implementation continues to vary across schools due to differences in readiness and contextual conditions. This study aims to describe the implementation of the deep learning approach in elementary schools in Enrekang District and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. A qualitative approach with a multisite study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation from selected elementary schools and analyzed through within-site and cross-site analyses to identify common patterns across the research sites. The findings indicate that the implementation of deep learning consists of three main stages: planning, learning implementation, and assessment. The planning stage emphasizes alignment among learning objectives, instructional components, and deep learning principles. The learning implementation stage applies three core principles: mindful, meaningful, and joyful learning. The assessment stage focuses on developing students’ critical thinking, problem-solving, creativity, collaboration, communication, character, and reflective abilities through various assessment methods, including technology-based assessment and reflective rubrics. Supporting factors include teacher competence, school resources, and institutional support, while resource limitations and varying levels of readiness remain major challenges. Therefore, effective implementation of deep learning requires strengthening teacher competence, providing adequate resources, and developing context-responsive strategies to improve the quality of elementary education. ABSTRAK Penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah dasar penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta karakter siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi perbedaan kesiapan dan kondisi kontekstual sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah dasar di Distrik Enrekang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada beberapa sekolah dasar terpilih, kemudian dianalisis melalui analisis dalam situs dan analisis lintas situs untuk menemukan pola dan karakteristik umum antarlokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. Perencanaan menekankan keselarasan tujuan pembelajaran, komponen pembelajaran, dan prinsip pembelajaran mendalam. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan prinsip pembelajaran penuh perhatian, bermakna, dan menyenangkan. Penilaian diarahkan pada pengembangan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, dan kemampuan reflektif siswa melalui berbagai teknik penilaian, termasuk pemanfaatan teknologi dan rubrik reflektif. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan sumber daya sekolah, dan dukungan kelembagaan, sedangkan keterbatasan sumber daya dan kesiapan menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, implementasi pembelajaran mendalam memerlukan penguatan kompetensi guru, dukungan sumber daya, dan strategi yang adaptif terhadap konteks sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
STRATEGI PEMANFAATAN POTENSI EKONOMI DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (STUDI KASUS DI KABUPATEN TANAH BUMBU) Hasnah Hasnah; Yanuar Bactiar
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14088

Abstract

ABSTRACT Strengthening Regional Original Revenue (PAD) in Tanah Bumbu Regency is not merely a matter of increasing revenue, but also of enabling the region to identify sources that should be maintained, strengthened, or developed. This study analyzes strategies for utilizing economic potential to increase PAD through the optimization of Regional Taxes and Regional Levies (PDRD) by mapping revenue characteristics, assessing collection performance, and identifying opportunities for new levy sources. A descriptive qualitative and quantitative approach was employed by combining primary and secondary data. The Klassen Typology was used to examine the position of PDRD types based on their growth and contribution, target-realization analysis was applied to assess revenue performance, while a feasibility study was conducted to evaluate alternative new levy sources. During the observation period, PDRD grew by an average of 10.5% annually, exceeding the average growth of other regencies/cities in South Kalimantan at 5.4%. The mapping identified three leading tax types, three developing types, and five requiring special attention; among levies, there were two leading, one potential, four developing, and ten underdeveloped types. The study also identified opportunities for Business Service Levy for Poultry Slaughterhouses and Certain Licensing Levy for the Employment of Foreign Workers. These findings point to a PAD strategy that integrates revenue-source prioritization, management improvement, and selective development of new sources based on data and institutional readiness. ABSTRAK Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Bumbu tidak hanya berkaitan dengan besarnya penerimaan, tetapi dengan kemampuan daerah mengenali sumber yang layak dipertahankan, diperkuat, atau dikembangkan. Penelitian ini menganalisis strategi pemanfaatan potensi ekonomi untuk meningkatkan PAD melalui optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), dengan memetakan karakter penerimaan, menilai kinerja pemungutan, dan mengidentifikasi peluang sumber retribusi baru. Pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif digunakan dengan memadukan data primer dan sekunder. Tipologi Klassen digunakan untuk membaca posisi jenis PDRD berdasarkan pertumbuhan dan kontribusinya, analisis target-realisasi digunakan untuk menilai kinerja penerimaan, sedangkan feasibility study diterapkan pada alternatif retribusi baru. Selama periode pengamatan, PDRD tumbuh rata-rata 10,5% per tahun, lebih tinggi daripada rata-rata kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan sebesar 5,4%. Pemetaan menghasilkan tiga pajak unggulan, tiga berkembang, dan lima yang memerlukan perhatian khusus; pada retribusi terdapat dua unggulan, satu potensial, empat berkembang, dan sepuluh terbelakang. Kajian juga menemukan peluang Retribusi Jasa Usaha Pelayanan Rumah Potong Unggas dan Retribusi Perizinan Tertentu Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Temuan ini mengarah pada strategi PAD yang memadukan prioritas sumber penerimaan, pembenahan pengelolaan, dan pengembangan sumber baru secara selektif, berbasis data dan kesiapan kelembagaan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KITAB ALALA DI SMP AL HIKMAH CEPU FULL DAY AND BOARDING SCHOOL DAN RELEVANSINYA DALAM MEMBANGUN PERADABAN Yuzidatul Fuad; Samsudin Samsudin; Choeroni Choeroni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14134

Abstract

ABSTRACT Changes in students’ social interactions and the intensity of their engagement with the digital environment present challenges to character development, particularly when learned values do not consistently become habits in everyday life. This condition calls for an examination of how Islamic values are translated into educational practices that are consistently cultivated at school and in the boarding environment. This study aims to analyze the implementation of character education values in Kitab Alala at SMP Al Hikmah Cepu Full Day and Boarding School, describe the teaching methods used for Kitab Alala, and examine the relevance of its implementation to building civilization. The study employed a descriptive qualitative approach by combining field research and library research. Data were obtained through participatory observation, in-depth interviews, document analysis, and an examination of Kitab Alala as the primary source alongside supporting literature. Field data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while library data were analyzed using content analysis. The findings identified 19 character education values related to learning attitudes, social relationships, religiosity, discipline, and respect for teachers. Kitab Alala was taught through bandongan, lectures, question-and-answer sessions, discussions, and memorization, and was reinforced through learning activities, role modeling, co-curricular activities, habituation, and mentoring in the boarding environment. These practices demonstrate that the values of the text can be integrated into students’ daily lives and contribute to character development as part of broader civilization building. ABSTRAK Perubahan pola pergaulan dan intensitas interaksi peserta didik dengan lingkungan digital menghadirkan tantangan bagi pembentukan akhlak, terutama ketika nilai yang dipelajari belum selalu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong perlunya melihat bagaimana sumber nilai keislaman diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan yang berlangsung secara konsisten di sekolah dan asrama. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam Kitab Alala di SMP Al Hikmah Cepu Full Day and Boarding School, mendeskripsikan metode pembelajaran Kitab Alala, serta mengkaji relevansi implementasinya dalam membangun peradaban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan field research dan library research. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumen, serta telaah Kitab Alala sebagai sumber primer dan literatur pendukung. Analisis data lapangan dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan data kepustakaan dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian mengidentifikasi 19 nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan sikap belajar, hubungan sosial, religiusitas, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap guru. Pembelajaran Kitab Alala dilakukan melalui bandongan, ceramah, tanya jawab, diskusi, dan hafalan, kemudian diperkuat melalui pembelajaran, keteladanan, kegiatan kokurikuler, pembiasaan, dan pendampingan di asrama. Implementasi tersebut memperlihatkan bahwa nilai kitab dapat terhubung dengan praktik keseharian dan berkontribusi pada pembentukan pribadi berkarakter sebagai bagian dari pembangunan peradaban.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDU Vitensia Meliani Nggego; Nur Eka Wahyuningsih; Ikhlas Rasido; Hasan Hasan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14242

Abstract

Low student interest in utilizing individual counseling services can hinder the optimal implementation of guidance and counseling in helping students address problems and develop their potential. This study aimed to describe students' interest in participating in individual counseling services and analyze the factors influencing their low interest at SMP Negeri 3 Palu. This study employed a qualitative approach using a case study design. The participants consisted of six eighth-grade students identified as having low interest in individual counseling services and one guidance and counseling teacher selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that students' interest in individual counseling services was still low, as reflected in their limited initiative to voluntarily utilize the services. The low interest was influenced by three main aspects: students' perceptions of the service and counseling confidentiality, psychological barriers such as embarrassment, fear, and lack of self-confidence, and the perception that their problems did not require assistance from a guidance and counseling teacher. The perception that guidance and counseling services are primarily intended for problematic students further strengthened students' reluctance to utilize the services. Thus, students' low interest was influenced not only by internal conditions but also by perceptions of the function and safety of individual counseling services. These findings highlight the importance of strengthening students' understanding of the function of counseling, creating a safe and nonjudgmental counseling environment, and increasing students' trust in the confidentiality of counseling services. ABSTRAK Rendahnya minat siswa dalam memanfaatkan layanan konseling individu dapat menghambat optimalisasi fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahan serta mengembangkan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat siswa dalam mengikuti layanan konseling individu dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat tersebut di SMP Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas VIII yang teridentifikasi memiliki minat rendah dalam mengikuti layanan konseling individu dan satu guru bimbingan dan konseling yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa dalam mengikuti layanan konseling individu masih rendah, ditandai dengan minimnya inisiatif siswa untuk memanfaatkan layanan secara sukarela. Rendahnya minat tersebut dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu persepsi siswa terhadap layanan dan kerahasiaan konseling, hambatan psikologis berupa rasa malu, takut, dan kurang percaya diri, serta persepsi bahwa masalah yang dihadapi belum memerlukan bantuan guru bimbingan dan konseling. Persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling identik dengan siswa bermasalah juga memperkuat keengganan siswa untuk memanfaatkan layanan. Dengan demikian, rendahnya minat siswa tidak hanya berkaitan dengan kondisi internal siswa, tetapi juga dengan persepsi yang terbentuk terhadap fungsi dan keamanan layanan konseling individu. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan sosialisasi fungsi konseling, penciptaan suasana layanan yang aman dan tidak menghakimi, serta peningkatan kepercayaan siswa terhadap kerahasiaan layanan.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BAYI USIA 3-6 BULAN Galfi Vega P. G; Lumastari Ajeng Wijayanti
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14244

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is one of the factors that may increase the risk of growth and developmental problems in infants, including gross motor development. The age of 3–6 months is an important period for achieving gross motor milestones, making early detection of developmental delays necessary. This study aimed to analyze the relationship between low birth weight and gross motor development among infants aged 3–6 months in the working areas of Puhjarak and Ngancar Public Health Centers, Kediri Regency. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 72 infants aged 3–6 months selected using stratified random sampling. Birth weight data were obtained from the Maternal and Child Health (KIA) book, while gross motor development was assessed using the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP). Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that among the 72 infants, 22 (30.6%) had a history of LBW and 50 (69.4%) had normal birth weight. Based on the assessment of gross motor development, 38 infants (52.8%) had development appropriate for their age, while 34 (47.2%) had development that was not appropriate for their age. The Chi-Square test showed a significant relationship between birth weight and gross motor development among infants aged 3–6 months (p = 0.018; α = 0.05). Infants with a history of LBW had a higher proportion of age-inappropriate gross motor development than infants with normal birth weight. These findings highlight the importance of developmental monitoring and early motor stimulation, particularly for infants with a history of LBW, as part of efforts to detect and address developmental problems at an early stage. ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan motorik kasar. Usia 3–6 bulan merupakan periode penting dalam pencapaian milestone motorik kasar sehingga deteksi dini terhadap kemungkinan keterlambatan perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puhjarak dan Puskesmas Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data berat badan lahir diperoleh dari buku KIA, sedangkan perkembangan motorik kasar dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 72 bayi, sebanyak 22 bayi (30,6%) memiliki riwayat BBLR dan 50 bayi (69,4%) memiliki berat badan lahir normal. Berdasarkan penilaian perkembangan motorik kasar, sebanyak 38 bayi (52,8%) memiliki perkembangan sesuai usia dan 34 bayi (47,2%) memiliki perkembangan tidak sesuai usia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan (p = 0,018; α = 0,05). Bayi dengan riwayat BBLR memiliki proporsi perkembangan motorik kasar tidak sesuai usia yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat badan lahir normal. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan perkembangan dan pemberian stimulasi motorik secara dini, terutama pada bayi dengan riwayat BBLR, sebagai bagian dari upaya deteksi dan intervensi dini gangguan perkembangan
KEARIFAN LOKAL RITUAL NEDE DALAM TRADISI MEMINTA HUJAN MASYARAKAT DESA SENYIUR Bahtiar Hidayat; Zulkarnaen Hadi; Ridwan Markama
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14245

Abstract

Traditional rituals are an important part of local wisdom that not only represents cultural heritage but also embodies religious and social values that contribute to community life. Amid modernization and environmental changes, the existence of local traditions such as the Nede Ritual is important to examine in order to understand their underlying values and continuity within the community. This study aims to analyze the implementation of the Nede Ritual, identify the local wisdom values embedded in it, and examine its existence in the social life of the people of Senyiur Village, Keruak District, East Lombok Regency. This study employed a qualitative approach with informants selected through purposive sampling, consisting of customary leaders, religious leaders, community elders, and residents involved in the Nede Ritual. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the Nede Ritual consists of a series of activities that integrate customary practices with Islamic teachings, from spiritual preparation to collective prayers and communal meals. The ritual embodies religious values, mutual cooperation, social solidarity, togetherness, gratitude, environmental awareness, and respect for ancestral cultural heritage. Its continued existence is supported by community participation and the roles of customary and religious leaders in transmitting and preserving the tradition. Thus, the Nede Ritual functions not only as a spiritual effort to pray for rain but also as a medium for strengthening social solidarity and preserving the cultural identity of the Senyiur Village community. ABSTRAK Ritual adat merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga memuat nilai religius dan sosial yang berperan dalam kehidupan masyarakat. Di tengah modernisasi dan perubahan lingkungan, keberadaan tradisi lokal seperti Ritual Nede penting dikaji untuk memahami nilai yang terkandung di dalamnya serta keberlanjutannya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Ritual Nede, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji eksistensinya dalam kehidupan masyarakat Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, tokoh agama, sesepuh masyarakat, dan masyarakat yang terlibat dalam Ritual Nede. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Nede dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang memadukan praktik adat dan ajaran Islam, mulai dari persiapan spiritual hingga doa bersama dan makan bersama. Ritual ini mengandung nilai religius, gotong royong, solidaritas sosial, kebersamaan, rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Eksistensi Ritual Nede tetap terjaga melalui partisipasi masyarakat serta peran tokoh adat dan tokoh agama dalam pewarisan dan pelestarian tradisi. Ritual Nede tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon hujan, tetapi juga berfungsi sebagai media penguatan solidaritas sosial dan pelestarian identitas budaya masyarakat Desa Senyiur.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN LITERASI SAINS MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA MAKASSAR Muh. Aqrim S; Jusniar Jusniar; Netti Herawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14371

Abstract

Scientific literacy is an essential competency because students need to use scientific knowledge to understand phenomena and solve real-life problems. However, scientific literacy assessment in chemistry learning tends to emphasize conceptual mastery and rarely incorporates cultural contexts closely related to students’ experiences. This study aimed to develop a valid, practical, and reliable scientific literacy assessment instrument for the colloidal system topic based on Makassar local cultural wisdom. The instrument was developed using Mardapi’s seven-stage test development model: preparing specifications, writing items, reviewing, piloting, analyzing items, revising, and assembling the test. The instrument consisted of multiple-choice items accompanied by answer justifications and was based on the OECD (2023) scientific literacy framework. Makassar cultural wisdom was integrated through stimuli involving local food, environmental conditions, community practices, and everyday phenomena relevant to colloidal systems. The pilot test involved 30 eleventh-grade students at SMAS Wahdah Islamiyah Makassar during the 2025/2026 academic year. The results showed a Gregory content validity coefficient of 1.00 and a percentage of agreement of 100%. Of the 21 tested items, 20 were empirically valid. The KR-20 reliability coefficient was 0.682, while the average practicality score was 87%. The integration of local cultural contexts provided relevant stimuli connecting colloidal concepts with students’ real-life experiences. Therefore, the developed instrument is valid, reliable, and practical and can serve as an alternative scientific literacy assessment based on Makassar local cultural wisdom. ABSTRAK Literasi sains merupakan kemampuan penting karena peserta didik dituntut mampu menggunakan pengetahuan ilmiah untuk memahami fenomena dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan nyata. Namun, asesmen literasi sains pada pembelajaran kimia masih cenderung menekankan penguasaan konsep dan belum banyak mengintegrasikan konteks budaya yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen literasi sains materi sistem koloid berbasis kearifan lokal budaya Makassar yang valid, praktis, dan reliabel. Pengembangan menggunakan model Mardapi yang terdiri atas tujuh tahap, yaitu menyusun spesifikasi tes, menulis butir, menelaah, melakukan uji coba, menganalisis butir, merevisi, dan merakit tes. Instrumen berbentuk pilihan ganda beralasan berdasarkan kerangka literasi sains OECD (2023), dengan kearifan lokal Makassar diintegrasikan melalui stimulus tentang pangan, lingkungan, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat yang relevan dengan konsep koloid. Uji coba melibatkan 30 peserta didik kelas XI SMAS Wahdah Islamiyah Makassar tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan koefisien validitas isi Gregory sebesar 1,00 dan percentage of agreement sebesar 100%. Dari 21 butir yang diuji, 20 butir valid secara empiris. Reliabilitas KR-20 sebesar 0,682 dan kepraktisan rata-rata sebesar 87%. Integrasi kearifan lokal menghasilkan stimulus kontekstual yang menghubungkan konsep koloid dengan pengalaman nyata peserta didik. Instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, dan praktis serta dapat digunakan sebagai alternatif asesmen literasi sains berbasis kearifan lokal budaya Makassar.
BRIDGING THE DIGITAL DIVIDE IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION: A MIXED-METHODS STUDY OF MANAGERIAL STRATEGIES AND TEACHER ADAPTATION IN IMPLEMENTING UNPLUGGED COMPUTATIONAL THINKING Siti Fatimatun; Heni Puspitasari; Slamet Slamet
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14479

Abstract

The success of educational transformation relies heavily on educator dedication, yet declining work enthusiasm and professional burnout remain critical issues in schools. This descriptive qualitative study aims to explore the role of principals' democratic leadership and psychological climate in fostering teachers' autonomous motivation and work engagement. A multi-case study approach was used to examine work interactions in primary and secondary schools. Data collection was conducted through in-depth interviews, participatory observation, and institutional documentation analysis. Data analysis was carried out through data condensation, thematic data display, and drawing credible conclusions. The results indicate that democratic leadership emphasizing open communication and participatory decision-making fosters a psychologically safe and empowering climate. This supportive atmosphere fulfills basic psychological needs, transforming extrinsic motivation into sustainable autonomous motivation. Consequently, teachers demonstrate high dedication, optimal absorption, and active work engagement. Participatory leadership serves as a strategic foundation for sustainable educational quality improvement. ABSTRAK Keberhasilan transformasi pendidikan sangat bertumpu pada dedikasi pendidik, namun fenomena penurunan antusiasme kerja dan kejenuhan profesional guru masih menjadi persoalan krusial di lingkungan sekolah. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah serta iklim psikologis dalam menumbuhkan motivasi otonom dan keterlibatan kerja guru. Pendekatan studi kasus ganda diterapkan untuk mengkaji realitas interaksi kerja pada lingkungan sekolah dasar dan menengah. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam yang terstruktur, observasi partisipatif langsung, serta analisis dokumentasi kelembagaan yang relevan. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui kondensasi data, penyajian data tematik, serta penarikan kesimpulan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan demokratis yang mengedepankan komunikasi terbuka dan pengambilan keputusan partisipatif mampu menciptakan iklim psikologis yang aman dan memberdayakan. Suasana suportif ini memicu pemenuhan kebutuhan dasar psikologis yang mentransformasi motivasi ekstrinsik menjadi motivasi otonom berkelanjutan. Implikasinya, guru memperlihatkan dedikasi tinggi, daya serap kerja optimal, dan keterlibatan aktif dalam pengajaran. Praktik kepemimpinan partisipatif menjadi landasan strategis peningkatan mutu pendidikan.    
PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN KUALITAS PRODUK TENUN TRADISIONAL DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI SENTRA KAIN TENUN LOKAL Hosadwi Fuju Nurkam; Muhamad Juaini; Farhana Muhammad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14640

Abstract

Pringgasela traditional woven fabric is a local craft product with economic and cultural value. However, its development needs to consider consumers' perceptions of product quality and the prices offered. Therefore, consumer satisfaction is an important aspect in developing the marketing of local woven products. This study aims to analyze the effects of consumer perception, product quality, and price on consumer satisfaction with traditional woven fabrics in Pringgasela Village, East Lombok Regency, both partially and within the overall research model. This study employed a quantitative approach with a causal research design. Data were collected through questionnaires from 98 consumers selected using purposive sampling based on the criteria of having purchased Pringgasela traditional woven fabric, being at least 17 years old, and being willing to participate as respondents. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 through measurement model and structural model evaluations and bootstrapping analysis. The results show that consumer perception, product quality, and price have positive and significant effects on consumer satisfaction. Price has the relatively strongest effect, followed by consumer perception and product quality. Overall, the findings indicate that consumer satisfaction with Pringgasela woven fabric is influenced by consumers' evaluations of the product, the quality received, and the suitability of the price with the value and benefits of the product. The findings imply that artisans should maintain the quality and distinctive characteristics of woven fabrics while setting prices that are consistent with product value and developing positive consumer perceptions. ABSTRAK Kain tenun tradisional Pringgasela merupakan produk kerajinan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya, tetapi pengembangannya perlu memperhatikan penilaian konsumen terhadap kualitas produk dan harga yang ditawarkan. Kondisi tersebut menjadikan kepuasan konsumen sebagai aspek penting dalam pengembangan pemasaran kain tenun lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi konsumen, kualitas produk, dan harga terhadap kepuasan konsumen kain tenun tradisional di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, baik secara parsial maupun dalam model penelitian secara keseluruhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data diperoleh melalui kuesioner dari 98 konsumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pernah membeli kain tenun tradisional Pringgasela, berusia minimal 17 tahun, dan bersedia menjadi responden. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0 melalui evaluasi measurement model dan structural model serta pengujian bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen, kualitas produk, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Harga menunjukkan pengaruh relatif paling kuat, diikuti persepsi konsumen dan kualitas produk. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa kepuasan konsumen kain tenun Pringgasela dipengaruhi oleh penilaian konsumen terhadap produk, kualitas yang diterima, serta kesesuaian harga dengan nilai dan manfaat produk. Hasil penelitian memberikan implikasi bagi pengrajin untuk mempertahankan kualitas dan karakteristik khas tenun sekaligus menetapkan harga yang sesuai dengan nilai produk dan membangun persepsi positif konsumen.