cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 171 Documents
PERANAN MAKROFAG DALAM PENYEMBUHAN LUKA ORAL Ricardo, Angelina Natalia
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2066

Abstract

ABSTRAK Penyembuhan luka merupakan proses penting yang bertujuan untuk mengembalikan integritas jaringan setelah cedera. Penyembuhan luka merupakan proses dinamis dan rumit yang dapat dipisahkan menjadi empat fase yang saling tumpang tindih seperti hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Fase inflamasi bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi luka dan menghilangkan jaringan nekrotik. Inflamasi yang berlebihan dapat menyebabkan luka kronis menetap karena menghalangi luka untuk melanjutkan ke fase berikutnya. Makrofag berperan penting dalam fase peradangan seperti fagositosis, membunuh patogen, dan membuang sel-sel mati. KATA KUNCI : Inflamasi, Makrofag, Oral, Penyembuhan luka ABSTRACT Wound healing is an essential process that aims to restore tissue integrity after injury. Wound healing is a dynamic and complicated process that can be separated into four overlapping phases such as hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling. Inflammation phase is critical that aims to prevent wound infection and remove necrotic tissue. However, excessive inflammation can lead to the persistence of chronic wound because it preventing the wound from proceeding to next phases. Macrophages play important role in inflammation phase such as phagocytosis, killing pathogen, and remove dead cells. KEYWORD : Inflammation, Macrophage, Oral, Wound healing
Effect of Xylitol, Sorbitol, and Combination Xylitol-Sorbitol Chewing Gum on Increasing Saliva pH WIJAYA, DHANDI; HAMID, ABU; ISMALAYANI, ISMALAYANI
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i2.2070

Abstract

Saliva is an important factor in maintaining dental and oral health which plays a role in protective functions. The protective function is carried out by increasing saliva secretion which can be measured through flow speed, volume, pH and viscosity. The aim of this study is to determine the effect of chewing gum containing xylitol, sorbitol, and a combination of xylitol-sorbitol on increasing saliva pH. This research is a quasi-experiment research carried out in March 2022 at the Dental Health Program Study of Health Polytechnic of Palembang. The research sample of 60 people from the Dental Health Department was grouped into three groups. Each group was treated with chewing gum containing two pieces of xylitol, sorbitol, and a combination of xylitol-sorbitol for five minutes. Saliva measurements are carried out using a pH meter. Data were analyzed using a one-way anova test with a 95% confidence interval. The mean salivary pH in each group showed a significant increase (p<0.05). OnThe group that chewed gum containing xylitol had an increase in the mean saliva pH of 1.839, in the group that chewed gum containing sorbitol there was an increase in the mean saliva pH of 1.698, and in the group that chewed gum containing a combination of xylitol-sorbtiol there was an increase in the mean saliva pH of 1.868. There was a significantly increase in the mean pH of saliva in the three groups of subjects after chewing gum (p<0.05), but no significant mean differences were found between treatment groups (p>0.05). Chewing gum containing xylitol, sorbitol, and a combination of xylitol-sorbitol can reduce the risk of dental caries by increasing saliva pH.
Preventive Resin Restoration sebagai Pencegahaan Gigi Berlubang pada Gigi Molar Pertama Permanen Tami, Siti Adityanti Dwi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2071

Abstract

Karies gigi adalah salah satu penyakit kronis paling umum di seluruh dunia. Menurut laporan World Health Organization, sekitar 60-90% anak sekolah di seluruh dunia dan hampir semua orang dewasa mengalami karies gigi. Karies pit dan fisura menyumbang lebih dari 80% dari seluruh karies pada anak-anak dan remaja. Gigi permanen yang paling rentan terhadap karies adalah gigi molar pertama permanen karena merupakan gigi permanen yang pertama sekali erupsi. Restorasi resin preventif merupakan prosedur alternatif untuk merestorasi gigi permanen muda yang mengalami karies pada bagian pit dan fisur, serta hanya memerlukan sedikit preparasi gigi, memungkinkan untuk menghentikan perkembangan lesi karies pada tahap awal dan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.
PENGARUH PENYULUHAN MEDIA DENTAL STORY STICKER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SDN 22 BANDA ACEH Keumala, Cut Ratna; Mardelita, Sisca; Safriani, Fahira
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2111

Abstract

The background of this study is that dental health counseling is often carried out, but the prevalence of dental caries in school-age children in Indonesia is still relatively high, exceeding the national target, namely DMFT <1. The success of school children's dental health counseling efforts cannot be separated from educational methods and the importance of the role of the media because it can support the learning process and can help understand the material. Through media, the message conveyed can be more interesting and easy to understand. The purpose of this study is to determine the effect of counseling using dental story sticker media on the level of knowledge of dental and oral health in grade I students of SD Negeri 22 Banda Aceh. This research methodology uses the Quasi-Experimental method with one group pretest-postest design. Determination of samples in this study using a saturated sample technique totaling 30 students. This research was carried out at SDN 22 Banda Aceh. The results showed that the average knowledge score of students before being given counseling using dental story stickers was 7.53 then increased to 12.17 after being given counseling using dental story stickers. based on paired t-test P=0.001 (p<0.05) so that there is an influence of dental and oral health counseling on dental and oral health knowledge using dental story stickers. The conclusion of the research results that there was a significant increase in knowledge of dental and oral health after counseling with dental story stickers. Advice Expected to students with dental health counseling to be applied in everyday life.
PERILAKU ORANGTUA TENTANG MENYIKAT GIGI DALAM MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT kurniawati, nia niakurniawati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2121

Abstract

ABSTRAK Perilaku orang tua dalam perawatan gigi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan gigi dan mulut pada anak. Kebersihan gigi dan mulut dapat dicapai dengan menyikat gigi dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku orang tua mengenai menyikat gigi dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilaksanakan di SDN 2 Aceh Besar. Sampel yang digunakan adalah teknik total sampling yaitu seluruh siswa kelas V dan seluruh orang tua siswa yang berjumlah 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan status kebersihan gigi dan mulut OHI-S siswa (36,7%) berada pada kategori baik, (63,3%) berada pada kategori sedang. Sedangkan pengetahuan orang tua berada pada kategori baik (56,7%) dan berada pada kategori buruk (43,3%), sikap orang tua berada pada kategori baik (40%) dan berada pada kategori buruk (60%), tindakan orang tua berada pada kategori baik. kategori kurang baik (26,7%) dan kategori kurang baik (73,3%). Dapat disimpulkan siswa OHI-S (63,3%) berada pada kategori sedang, pengetahuan orang tua berada pada kategori baik (56,7%), sikap orang tua berada pada kategori kurang baik (60%) dan tindakan orang tua berada pada kategori kurang baik. yaitu (73,3%). Meskipun pengetahuan orang tua sudah baik, namun orang tua belum menerapkan ilmunya dengan baik sehingga masih ditemukan gigi anak yang kurang maksimal.
KONDISI PSIKOLOGIS PASIEN ORTODONTI YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AKIBAT PANDEMI COVID-19 Salsabila, Qotrunnada Zalfa
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2130

Abstract

Latar Belakang Maloklusi yang prevalensinya di Indonesia masih terbilang tinggi dapat dirawat menggunakan peranti ortodonti lepasan, khususnya untuk kasus yang ringan. Munculnya pandemi COVID-19 di akhir tahun 2019 menyebabkan layanan kesehatan gigi di berbagai negara, termasuk di rumah sakit pendidikan ditutup sementara, kecuali untuk perawatan darurat. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menilai kondisi psikologis dan persepsi pasien ortodonti yang dirawat menggunakan peranti lepasan di rumah sakit pendidikan terhadap perawatan yang kunjungan rutinnya dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode penelitian deskriptif dan pendekatan cross sectional pada 60 pasien ortodonti yang dirawat menggunakan peranti lepasan di RSGM Universitas Padjadjaran Bandung oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi, berdasarkan purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2021menggunakan kuesioner dari artikel yang dipublikasikan oleh Shenoi, S. B., Deshpande, S., & Jatti, R, terdiri dari 15 pertanyaan yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan telah diuji reliabilitas dan validitasnya dan dibagikan dalam bentuk google forms. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pasien yang sedang menjalani perawatan ortodonti menggunakan peranti lepasan merasa khawatir karena kunjungan ke klinik ortodonti menjadi terbatas. Kondisi psikologis sebagian besar pasien merasa takut untuk mengunjungi klinik ortodonti karena adanya pandemi COVID-19. Ketakutan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa durasi perawatan akan menjadi semakin lama akibat perawatan yang tertunda, dan hal ini membuat pasien menjadi sadar akan pentingnya pemeriksaan ortodonti yang rutin. Kesimpulan: Sebagian besar pasien ortodonti yang dirawat dengan peranti lepasan di RSGM Unpad memiliki beberapa masalah yang disebabkan oleh tertundanya perawatan akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan pasien merasa takut untuk mengunjungi praktisi ortodonti dan tidak akan pergi sebelum pandemi sepenuhnya berakhir.
SPACE MAINTAINER PADA KASUS PREMATURE LOSS GIGI SULUNG - LAPORAN KASUS Amalia, Melva Gita
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2132

Abstract

Latar Belakang: Premature loss pada anak–anak dapat memberikan dampak, antara lain dapat menyebabkan gigi tetangganya bergeser, kemiringan sumbu gigi yang tidak normal, jarak antara gigi, dan pergeseran garis tengah gigi, serta dapat menyebabkan maloklusi sehingga dibutuhkan perawatan seperti space maintainer. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan membahas tentang perawatan pada kasus premature loss. Laporan Kasus: Laki-laki berusia 8 tahun datang bersama ibunya ke RS Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan dengan mengeluhkan giginya hilang dan merasa tidak nyaman saat makan sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu. Hasil dari pemeriksaan klinis ditemukan premature loss 52, 55, 65, 74, 75, 84, 85. Pasien dilakukan perawatan removeable space maintainer fungsional pada gigi 52, 55, 65, 74, 75, 84, 85. Kesimpulan: Pemakaian space maintainer efektif untuk mencegah berkurangnya ruang pasca premature loss gigi sulung sehingga diharapkan gigi penggantinya dapat erupsi dengan baik. Kata Kunci : Premature lost, space maintainer, gigi sulung
KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN INDEKS PHP-M PADA ANAK TUNANETRA DI SLB-A PEMBINA TINGKAT NASIONAL JAKARTA Sulistiani, Silvia
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2149

Abstract

Latar Belakang:Anak tunanetra memiliki keterbatasan visual dalam memahami teknik praktis. Hal ini menyebabkan anak menjadi sangat rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut dan cenderung memiliki tingkat hygiene gigi dan kebersihan mulut rendah. Laporan WHO (2023)secara global, setidaknya 2,2 miliar orang memiliki gangguan penglihatan dekat atau jarak jauh. Anak penyandang disabilitas khususnya tunanetra membutuhkan pendampingan dan penanganan khusus karena berpotensi tinggi resiko masalah gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan pendidikan terakhir ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut anak tunanetra dengan indeks PHP-M. Metode: Desain penelitian adalah observasional deskriptif dengan pemeriksaan langsung pada rongga mulut. Usia, jenis kelamin anak tunanetra, dan pendidikan terakhir ibu digunakan sebagai variabel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Uji statistik Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel penelitian. Penelitian dilakukan di SLB-A Pembina Tingkat National Jakarta dengan total sampel 23 anak tunanetra. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% berusia 9-12 tahun dan berjeniskelamin laki2. Pendidikan terakhir ibu sebagian besar adalah SMA. Tidak ada hubungan signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan kebersihan mulut anak tunanetra dengan nilai p 0,179 dan 0,744 > 0.05. Namun, ada hubungan yang signifikan dengan pendidikan terakhir ibu (nilai p 0,000 < 0,05). Kesimpulan : Berbagai program inisiatif, pendidikan, dan layanan gigi khusus diperlukan sebagai upaya untuk mencegah penyakit gigi dan mulut pada anak tunanetra karena keterbatasan kemampuan visual dalam memahami pendidikan kesehatan gigi dan mulut Kata kunci: Anak tunanetra, Kesehatan gigi, indeks PHP-M
PENERAPAN GAME EDUKASI ULAR TANGGA BERBASIS WEB TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK saputri, intan novia; Aura, Putri; Kurniasari, Nys Henny; Widodo, Yufen; Aprianti, Kurnia
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2153

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi kesehatan banyak anak. Permainan ular tangga merupakan salah satu media edukasi kesehatan yang dapat menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, permainan ini termasuk dalam salah satu kategori permainan edukasi.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan permainan edukasi ular tangga berbasis web dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada anak, dengan program edukasi menggunakan permainan edukasi ular tangga berbasis web. Metode: Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pretest dan posttest. Sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sebanyak 30 anak. Rombongan disuguhi permainan edukasi ular tangga berbasis web. Instrumennya menggunakan lembar soal pengetahuan sebanyak 20 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistik dengan uji tes (Uji T). Hasil: Skor validitas sebesar 87,5% yang menunjukkan kategori layak dengan nilai p=0,0000 menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan mempunyai kemampuan mengukur variabel dengan tingkat reliabilitas yang tinggi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh permainan edukasi ular tangga berbasis web terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan permainan edukasi ular tangga berbasis web permainan dan masing-masing 72,17 dan 82,50. Kesimpulan:Hal ini menunjukkan Game Edukasi Ular Tangga Berbasis Web mempunyai pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Kata kunci : Ular tangga; Pendidikan teknologi; Kesehatan gigi; Pengetahuan.
HUBUNGAN POLA MENYIKAT GIGI DAN POLA MAKAN TERHADAP KARIES GIGI DI SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAGASWIDAK marlina, kiki ayu; Asiani, Gema; Anggreny, Dian Eka
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2154

Abstract

Latar Belakang : Kerusakan gigi dan penyakit mulut mempengaruhi hampir 3.5 miliar orang di seluruh dunia, dimana ada 520 juta anak-anak menderita karies gigi susu. Jumlah kejadian karies gigi anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak tahun 2023 sebanyak 2.153 atau 56.11% kasus. Kejadian karies gigi berhubungan dengan pola menyikat gigi dan pola makan. Tujuan : menganalisa hubungan pola menyikat gigi dan pola makan anak terhadap kejadian karies gigi di sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak Palembang. Metode : Desain penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu semua siswa kelas V dan VI di sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak Palembang berjumlah 1.200. Jumlah sampel sebanyak 300 yang diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik Stratified Proporsional Random Sampling. Hasil : Uji Korelasi Rank Pearson dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05. Hasil penelitian hubungan cara menyikat gigi p value 0.001 dengan pearson korelasi 0.956 (sangat kuat), hubungan frekuensi menyikat gigi p value 0.001 dengan pearson korelasi 0.442 (sedang), hubungan waktu menyikat gigi p value 0.001 dengan pearson korelasi 0.442 (sedang), hubungan frekuensi makan kariogenik p value 0.021 dengan pearson korelasi 0.133 (sangat lemah) dan hubungan jenis makanan kariogenik p value 0.021 dengan pearson korelasi 0.133 (sangat lemah) terhadap kejadian karies gigi di sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak Palembang. Kesimpulan : ada hubungan antara pola menyikat gigi yang meliputi cara, frekuensi dan waktu menyikat gigi; dan pola makan yang meliputi jenis dan frekuensi makan kariogenik dengan kejadian karies gigi dimana faktor yang paling berhubungan adalah cara menyikat gigi