cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 171 Documents
KOLERASI STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI ANAK TK BINA PUTRA II SUKARAME PALEMBANG Wahyuni, Sri; Nurhayati, Masayu Nurhayati; Septiana, Rika Septiana
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i1.1596

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Status sosial ekonomi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status kesehatan, Perilaku hidup sehat dapat dipengaruhi oleh sosial ekonomi yaitu pekerjaan, pendapatan. Pekerjaan menunjukan Status sosial ekonomi karna dari bekerja segala kebutuhan dapat terpenuhi. Status sosial ekonomi dapat mempengaruhi, gaya hidup, dan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Metode: Menggunakan metode deskriptif analitik dengan sampel penelitian berjumlah 44 reponden terdiri dari orang tua dan anak TK bina putra II Hasil: Orang tua yang memiliki status sosial ekonomi katagori Rendah 13,6%, Sedang .72,8%. Tinggi 13,6%. Dan anak yang memiliki karies gigi (def-t) katagori rendah 36,4%,sedang 50%,dan tinggi 13,6%. Berdasarkan uji statistik Chi Square di peroleh nilai P =0,021( <0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikat antara status sosial ekonomi dengan karies gigi pada anak bina putra II sukarami palembang.
PENGARUH PEMBERIAN BONEKA BERSUARA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN ANAK YANG AKAN DILAKUKAN PENCABUTAN GIGI Hanum, Nur Adiba
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i1.1599

Abstract

Latar belakang. Di klinik Eksodonsia Jurusan Kesehatan Gigi Palembang, sering dijumpai pasien usia anak yang pada saat datang bersikap biasa, namun begitu mendengar bahwa giginya akan dicabut, seketika menunjukkan rasa cemas dan ketakutan yang pada akhirnya anak ingin pulang. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh permainan boneka bersuara terhadap tingkat kecemasan pasien anak yang akan dilakukan pencabutan gigi. Metode: Rancangan Penelitian adalah quasi eksperimental semu dengan pendekatan one group pretest and post test. Sampel adalah pasien usia 7-10 tahun yang berobat di klinik eksodonsia Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Palembang, sebanyak 30 responden. Tingkat kecemasan diukur dengan skala ukur Hamilton Anxiety Rating Scale (HRS-A). Analisa data dilakukan menggunakan uji T berpasangan dengan CI 95% dan α < 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan P = 0.00, artinya ada perbedaan secara signifikan antara tingkat kecemasan responden sebelum diberikan boneka bersuara dan setelah diberikan boneka bersuara pada responden yang akan dilakukan pencabutan gigi. Kesimpulan Pemberian boneka bersuara pada anak yang akan dilakukan pencabutan gigi berpengaruh menurunkan tingkat kecemasan anak secara signifikan.
Depigmentasi Gingiva Menggunakan Teknik Bedah Scalpel pada Pasien dengan Hiperpigmentasi Gingiva : Sebuah Laporan Kasus Negara, Mellani Cindera
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i1.1605

Abstract

Background: Gingival hyperpigmentation is a physiological pigmentation genetically, appearing with brown to black pigment on the gingiva and oral mucosa which is an aesthetic problem for patients. Purpose: This case report aims to discuss gingival depigmentation procedure using scalpel surgical techniques in patients with gingival hyperpigmentation. Case presentation: A 27-year-old female patient reported brown discoloration on the gums of her upper and lower front teeth which she had noticed ten years ago. Gingival depigmentation using scalpel surgical technique is performed to remove the pigment. Conclusion: Gingival hyperpigmentation is an aesthetic problem that is of concern to patients and requires surgical intervention to remove the pigment, one of them are gingival depigmentation with a scalpel surgery. Keywords: gingival depigmentation, gingival hyperpigmentation, scalpel surgery
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTARA MEDIA BUSY BOOK DAN MEDIA SCRAPBOOK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK TENTANG MAKANAN KARIOGENIK PADA ANAK TK ANGGREK PALEMBANG Andreastiti, Putri; Widodo, Yufen
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i1.1632

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi. Makanan keriogenik merupakan salah satu penyebab pembentukan plak sehingga dapat memicu terjadinya karies gigi. Busy book adalah buku kain dengan halaman kegiatan yang dibuat dalam bentuk buku. Scrapbook adalah seni menempel pada suatu media (biasanya kertas). Tujuan : Diketahuinya perbandingan penyuluhan tingkat pengetahuan anak tentang makanan kariogenik dengan menggunakan media busy book dan scrapbook di TK Anggrek Palembang. Metode : yang digunakan adalah Quasi Eksperiment. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest group desain. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 orang yang masing-masing kelompok berjumlah 20 orang. Tiap kelompok diberikan lembar pretest dan posttest untuk didapatkan hasil rata-rata pengetahuan setelah dan sebelum dilakukan penyuluhan. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa selisih rata-rata pengetahuan anak kelompok 1 yang diberi penyuluhan dengan busy book adalah 6.3 dan kelompok 2 adalah 4.9. Dari rata-rata tersebut ada perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberi penyuluhan dengan busybook dan scrapbook. Hal ini dibuktikan dengan nilai p Value <0,050 yaitu 0,031 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan : Terdapat perbedaan dilihat dari selisih rata-rata skor pengetahuan makanan kariogenik sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan media busy book dan media scrapbook. Penggunaan media busy book dalam meningkatkan pengetahuan anak lebih meningkat daripada menggunakan media scrapbook. Kata Kunci : Penyuluhan, Media, Pengetahuan, Busy book, Scrapbook
UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RAMBUT JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Sulistiawati, Sulistiawati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.1875

Abstract

Latar Belakang:Penyakit periodontal merupakan penyakit kesehatan gigi dan mulut terbanyak urutan kedua di Indonesia. Pencegahan penyakit periodontal untuk menghambat pertumbuhan plak seperti pada bakteri Porphyromonas gingivalis dapat dilakukan secara kimiawi, bahan alami seperti rambut jagung dapat digunakan sebagai alternatif pencegahan secara kimiawi karena memiliki sifat antibakteri Metode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Kelompok perlakuan menggunakan ekstrak rambut jagung dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% yang diperoleh melalui metode maserasi. Kontrol positif menggunakan klorheksidin glukonat 0,2%, dan kontrol negatif berupa akuades. Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) dan uji konsentrasi bunuh minimum (KBM) dilakukan menggunakan metode dilusi serta uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram. Hasil:Hasil uji KHM pada penelitian ini tidak dapat ditentukan karena terhalang oleh warna ekstrak yang gelap. Hasil uji KBM ditetapkan pada konsentrasi 50%. Hasil uji zona hambat menunjukkan ekstrak rambut jagung konsentrasi 75% memiliki diamater zona hambat yang paling besar namun masih lebih rendah dibandingkan dengan klorheksidin glukonat 0,2%. Kesimpulan:Ekstrak rambut jagung (Zea mays saccharata Sturt) terbukti memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.
UJI DAYA HAMBAT PERMEN JELI LIDAH BUAYA TERHADAP Streptococcus mutans Chairani, Shanty
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i2.1878

Abstract

Background: The bacteria which has an important role in the dental cariess process is Streptococcus mutans. Antibacterial agent which can inhibit or kill Streptococcus mutans there was aloe vera that can be made as a product like jelly candy. The aim of this study was to determined antibacterial activity of aloe vera jelly candy on the growth of Streptococcus mutans. Methods: An in vitro experimental laboratory used in this study. Well diffusion method was used to determined antibacterial activity of Streptococcus mutans and there were two sample groups: aloe vera jelly candy and jelly candy without aloe vera. Antibactrial activity of jelly candy was measured by calculated zone of inhibiton in milimeter using caliper. Independent T-test was used to analyzed the mean zone of inhibiton and assess the difference in significance between the test groups. Results: Aloe vera jelly candy could inhibit Streptococcus mutans significantly compared to jelly candy without aloe vera (p<0,05). Conclusion: Aloe vera jelly candy had the potential to be used for prevention of dental caries because it had antibacterial activity against Streptococcus mutans.
Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Perawatan Saluran Akar Multi Kunjungan pada Pasien BPJS di Rumah Sakit X Sidoarjo Nerito, Prima; sutowijoyo, aryo
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i2.1967

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menjamin kesehatan warga Indonesia dengan mendirikan BPJS sebagai Badan Penjamin Kesehatan di Indonesia. Sekitar 90% warga Indonesia telah menjadi peserta BPJS Kesehatan pada 1 Maret 2023. Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya pasien yang melakukan perawatan gigi dan mulut dengan menggunakan BPJS. Salah satu peKaries gigi merupakan penyakit gigi dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan penyakit pada pulpa gigi yang pada akhirnya memerlukan perawatan saluran akar (PSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien menjalani perawatan saluran akar multi kunjungan di salah satu Rumah Sakit Umum di Sidoarjo. Metode: Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dengan populasi dalam penelitian ini yaitu pasien yang berkunjung melakukan perawatan gigi di Rumah Sakit ABC dengan cara bayar BPJS pada periode Mei – Juli 2023. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 31 pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 26 pasien (84%) patuh menjalani PSA multi kunjungan dan 5 pasien (16%) tidak patuh. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini ialah pasien BPJS yang menjalani PSA multi kunjungan di Rumah Sakit X Sidoarjo tergolong patuh.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN MAHASISWA DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SAAT PRAKTIK DI KLINIK LAYANAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG Wijaya, Dhandi; Bastari, Meyrisa; Ray, Ngurah
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i2.1990

Abstract

Latar belakang: Alat pelindung diri (APD) merupakan alat yang digunakan untuk melindungi sebagian atau keseluruhan tubuh dari potensi terpaparnya penyakit atau bahaya selama melakukan kegiatan praktikum. Kepatuhan mahasiswa terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) dapat meminimalisir terjadinya faktor risiko yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan praktikan. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dalam menggunakan APD mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2023 di Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang. Subjek penelitian sebanyak 150 orang mahasiswa yang diambil secara total sampling. Data tentang tingkat kepatuhan, faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis chi-square dan regresi logistik dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Tingkat kepatuhan mahasiswa menggunakan APD di klinik asuhan kesehatan gigi dan mulut sebesar 56%. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan adalah perilaku dan sikap (predisposisi) (p-value=0,001, PR= 0,181, 95%CI= 0,089-0,367), ketersediaan APD dan informasi (pemungkin) (p-value=0,001, PR= 0,146, 95%CI= 0,071-0,300), dan faktor sanksi dan pengawasan (reinforcing) (p-value=0,001, PR= 0,144, 95%CI= 0,046-0,453). Kesimpulan: Tingkat kepatuhan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi dalam menggunakan APD saat praktik di klinik asuhan kesehatan gigi dan mulut masih rendah. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kepatuhan adalah faktor perilaku dan sikap (predisposisi), ketersediaan APD dan informasi (pemungkin), dan faktor sanksi dan pengawasan (reinforcing).
HUBUNGAN STUNTING PADA ANAK DAN KARIES GIGI DI INDONESIA : STUDY LITERATURE Sopianti, Maya; Hasyim, Hamzah; Izzatika, Meiliza; Ramadhani, Indah; Tuzzahra, Aquila Haya; Fitriani, Ranty; Sari, Wulan Kurnia; Fitriani, Nurul
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v5i2.2005

Abstract

Pendahuluan: Nutrisi adalah aspek penting dari Kesehatan. Stunting, sebagai indikator kekurangan gizi kronis, dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk pertumbuhan dan perkembangan rongga mulut, serta berbagai penyakit dan gangguan gigi. Beberapa penelitian menemukan bahwa anak dengan kondisi stunting adalah: lebih mungkin mengalami karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan ruang lingkup penelitian yang ada mengenai hubungan stunting dengan karies gigi. Metode: Penelitian ini memanfaatkan dua database mesin pencari (Scopus dan PubMed) dengan menggunakan kata kunci "stunting" dan "karies". Proses pemilihan artikel dilakukan mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Hasil :Diketahui jumlah artikel yang meneliti tentang hubungan stunting pada anak dan karies gigi sebanyak 30 artikel, artikel yang paling banyak di teliti pada tahun 2023 sebanyak 9 artikel atau sebesar (30%) sedangkan artikel yang paling sedikit pada tahun 2020 yaitu sebanyak 3 artikel atau sebesar (10 %).Sebagaimana dinyatakan dalam bagian hasil, temuan studi tentang signifikansi hubungan antara stunting pada masa kanak-kanak dan karies gigi sangat bervariasi. Kesimpulan: Stunting dan karies pada anak keduanya disebabkan oleh interaksi faktor risiko yang kompleks, termasuk pendidikan orang tua yang rendah, kualitas pola makan yang buruk, dan status sosial ekonomi keluarga yang rendah.
GAMBARAN KASUS LESI ENDO-PERIO DI RSKGM PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2022 Anastasia, Danica; Sulistiawati, Sulistiawati; Gusnico, Marcella
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v6i1.2063

Abstract

Latar Belakang: Lesi endo-perio didefinisikan sebagai komunikasi patologis antara jaringan endodontik dan periodontal. Infeksi pulpa dan nekrosis dapat keluar ke rongga mulut melalui ligamen periodontal sehingga menyebabkan kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar. Sebaliknya, infeksi poket periodontal dapat menyebar melalui kanal aksesoris ke pulpa sehingga mengakibatkan nekrosis pulpa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus lesi endo-perio tahun 2022 di RSKGM Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data Surveilans Terpadu Penyakit tahun 2022 dari Instalasi Rekam Medik RSKGM Provinsi Sumatera Selatan. Data pasien lesi endo-perio dicatat berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil: Terdapat 552 kasus lesi endo-perio yang terdiri dari abses periapikal dengan sinus (71,01%), abses periapikal tanpa sinus (19,93%), chronic apical periodontitis (4,35%), acute apical periodontitis of pulpal origin (2,72%), dan kista radikular (1,99%). Kasus lesi endo-perio paling banyak ditemukan pada usia 20-44 tahun (46,56%) dan paling sedikit pada usia > 69 tahun (1,81%) dengan jenis kelamin perempuan (61,77%) lebih banyak daripada laki-laki (38,22%). Kesimpulan: Kasus lesi endo-perio yang paling banyak ditemukan di RSKGM Provinsi Sumatera Selatan adalah abses periapikal dengan sinus pada usia 20-44 tahun dan jenis kelamin perempuan.

Page 11 of 18 | Total Record : 171