cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 171 Documents
GIGI TIRUAN JEMBATAN DENGAN MODIFIED RIDGE LAP PONTIC PADA KEHILANGAN GIGI ANTERIOR Sushera, Ferren Natasya
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2723

Abstract

Latar Belakang: Kehilangan gigi anterior menyebabkan masalah estetika dan dan dapat menyebabkan perubahan anatomis baik secara fungsional maupun fisiologis. Gigi yang hilang jika tidak diganti akan menyebabkan perubahan kondisi rongga mulut seperti gigi migrasi, kelainan bicara, gangguan TMJ, ekstrusi gigi dan perubahan bentuk wajah. Pembuatan gigi tiruan jembatan bertujuan untuk mengembalikan kemampuan pengunyahan dan berbicara, mencegah gigi bergeser, mempertahankan struktur wajah dan meningkatkan rasa percaya diri. Laporan kasus: Seorang pasien wanita berusia 40 tahun ingin membuat gigi tiruan cekat yang dibuat pada gigi depan atas yang tanggal. Pasien sebelumnya telah menggunakan gigi tiruan lepasan selama 20 tahun. Pada pemeriksaan intraoral ditemukan adanya kehilangan gigi anterior rahang atas. Berdasarkan pemeriksaan subjektif dan objektif, diagnosisnya adalah edentulous pada gigi 21. Rencana perawatan yang akan dilakukan adalah pembuatan gigi tiruan bridge dengan bahan porcelain fused metal (PFM). Desain gigi tiruan jembatan dengan gigi penyangga pada gigi 11 dan 22 dengan modified ridge lap pontic. Pembahasan: Modified ridge lap pontic merupakan pontik yang tidak berkontak dengan mukosa. pontik ini memiliki karakteristik hanya berkontak pada bagian labial. Desain ini meminimalkan kontak pada aspek palatal, yang bertujuan untuk menjaga kebersihan yang lebih baik dan mengurangi peradangan pada jaringan disekitarnya. Kesimpulan: Penggunaan gigi tiruan jembatan dapat mengembalikan fungsi pengunyahan, fungsi bicara, dan estetik serta perawatan pada kasus ini menunjukkan hasil yang baik. Kata kunci : Gigi tiruan jembatan, Edentulous, Modified ridge-lap pontic
PENINGKATAN FUNGSI PENGUYAHAN PADA LANSIA MELALUI GERAKAN SENAM MULUT Satuti, Nindita Enhar
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2750

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan penuruan fungsi organ baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit tubuh. Salah satu dampak dari penurunan fungsi organ tubuh ada pada rongga mulut. Fungsi rongga mulut lansia terganggu karena beberapa faktor diantaranya adalah faktor kemampuan otot mulut yang berkurang dan jumlah gigi yang sudah tidak utuh lagi. Faktor tersebut menyebabkan lanjut usia tidak dapat melakukan fungsi mengunyah, menelan, menghasilkan saliva, dan berbicara dengan baik dibandingkan masa mudanya. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan gerakan senam mulut dalam upaya peningkatan fungsi rongga mulut berupa penelanan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development Jenis penelitian yang diguanakan adalah quasi experimental dengan menggunakan pre test-post test, non-equivalent control group design. Hasil: Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik total sampling pada Lansia yang ada di panti sosial. Dilakukan validasi oleh ahli terkait Gerakan senam mulut dengan hasil p-value = 0,005 yang artinya Gerakan senam mulut ini layak sebagai upaya peningkatan fungsi rongga mulut penelanan. Hasil kelompok intervensi menunjukkan nilai ¬p-value sebesar 0,003 (<0,05) yang berarti bahwa senam mulut meningkatkan fungsi penelanan. Kesimpulan: Penegembangan Gerakan senam mulut efektif dalam meningkat fungsi penelanan pada lansia.
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAN N-HEKSAN KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Sulistyorini, Ratna; Tripermata, Anita Novia; Anwar, Risyandi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2760

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan permasalahan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut yang sering kali dihadapi masyarakat Indonesia. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans Pada tanaman matoa ditemukan senyawa tanin, flavonoid, tapenoid, saponin, alkaloid dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak metanol dan n-heksan kulit buah Pometia pinnata sebagai antibakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Metode: Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak metanol kulit buah matoa dibuat dengan metode maserasi kemudian dilakukan partisi untuk mendapat ekstrak n-heksan kulit buah matoa. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Brain Heart Infusion Agar (BHIA) dengan 4 kali pengulangan sampel. Pepsodent herbal mouthwash digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 2% digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat ekstrak metanol masing-masing 1,625 mm, 0,8625 mm, 0 mm, dan 0 mm, kontrol positif 3,375 mm dan kontrol negatif 0 mm, sedangkan ekstrak n-heksan pada semua konsentrasi memiliki rerata zona hambat 0 mm. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit buah Pometia pinnata konsentrasi 100% dan 75% berpotensi sebagai antibakteri Streptococcus mutans dengan rerata zona hambat masing-masing 1,625 mm dan 0,8625 mm dengan kategori lemah, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah Pometia pinnata tidak berpotensi antibakteri Streptococcus mutans.
Black Stain pada Pasien Anak (Literature Review) Medinah, Fatia
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2798

Abstract

ABSTRAK Black stain merupakan pigmentasi hitam yang terbentuk secara ekstrinsik, berupa titik atau garis yang muncul di sepertiga servikal dari permukaan bukal dan/atau lingual gigi. Pewarnaan pada gigi anak ini dapat menyebabkan penampilan klinis yang tidak estetik sehingga membuat anak tidak percaya diri dengan giginya saat tersenyum. Studi pada jurnal ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) dengan analisis kualitatif. Literatur ini bersumber dari dua basis data jurnal PubMed dan Google Scholar. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci “black stain”, "primary teeth”, “children” dan “tooth staining”. Black stain sulit dihilangkan bila hanya dengan menyikat gigi sehingga menyebabkan orangtua khawatir dengan noda pada gigi anaknya dan cenderung menyikat gigi anaknya terlalu kuat agar nodanya hilang. Orangtua harus mengetahui apa itu black stain, faktor yang menyebabkan terjadi black stain serta perawatan yang dibutuhkan.
Penggunaan Anestesi Umum dalam Bidang Kedokteran Gigi Anak: Literature Review Mulyana, Latifah
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2799

Abstract

Pengendalian rasa sakit dalam manajemen perilaku anak menjadi suatu hal yang menantang bagi praktisi kedokteran gigi anak. Menciptakan perawatan gigi tanpa rasa sakit dan menjadikan perawatan gigi menyenangkan menjadi tujuan dari dokter gigi anak saat ini. Anak dengan tingkat kekooperatifan yang rendah cenderung sulit untuk dilakukan perawatan gigi dan mulutnya. Sehingga penggunaan anestesi umum menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan perawatan gigi yang nyaman, aman, efektif dan efisien bagi anak dan dokter gigi anak. Namun, pemberian anestesi umum untuk perawatan gigi dan mulut memiliki risiko dan implikasinya sendiri. Oleh karena itu, evaluasi pra-anestesi, intraoperatif dan pasca- anestesi sangat penting untuk diperhatikan untuk memberikan anestesi yang aman.
GAMBARAN KLASIFIKASI IMPAKSI DAN JENIS KELUHAN PASCA ODONTEKTOMI DI RSKGM KOTA BANDUNG Liasari, Navis; Putri, Megananda Hiranya; Laut, Deru Marah; P, Yenni Hendriani
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2808

Abstract

Latar Belakang : Kasus impaksi sangat bervariasi, ada yang memerlukan tatalaksana bedah yaitu odontektomi dan adapula kasus yang dapat dibiarkan tanpa pembedahan, keduanya beresiko menimbulkan komplikasi. Keluhan pasien merupakan informasi awal yang dikumpulkan dokter untuk dapat menegakkan diagnosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan un tuk menggambarkan klasifikasi impaksi dengan keluhan pasca tindakan odontektomi yang dirasakan pasien yang berkunjung untuk melakukan control pasca odontektomi. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah descriptif kualitatif. 63 responden yang merupakan pasien kontrol di poli bedah mulut pasca tindakan odontektomi dihari ke 3-7, dipilih dengan teknik purposive sampling. Pada pasien dilakukan anamnesa menggunakan lembar ceklis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi impaksi paling banyak berturut-turut adalah klasifikasi horizontal sebanyak 28 pasien (44,4%), klasifikasi mesioangular 18 pasien (28,6%), klasifikasi vertikal 10 pasien (15,9%) dan klasifikasi distoangular 7 pasien (11,1%). Jenis keluhan pasien pasca tindakan odontektomi paling banyak dikeluhkan pasien yaitu nyeri sebanyak 41 pasien (65,1%), pembengkakan 38 pasien (60,3%), kesulitan membuka mulut sebanyak 34 pasien (54,0), kesemutansebanyak 22 pasien (34,9%) dan infeksisebanyak 3 pasien (4,8%). Instruksi yang tepat dan pemberian informasi dan edukasi yang baik dapat mengantisipasi hal-hal yang terjadi pasca bedah mulut
PERAWATAN SALURAN AKAR INSISIVUS SENTRAL KANAN DAN KIRI MANDIBULA DENGAN RESTORASI KOMPOSIT Stefani, Rosita; Sinatra, Talisa Claudiary; Subrata, Aryadi; Nathania, Cindy; Rein, Janice Marzel
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2811

Abstract

Latar Belakang: Kegagalan dalam perawatan saluran akar atau infeksi ulang dapat menimbulkan penyakit periapikal seperti periodontitis apikalis simptomatis. Kegagalan dalam perawatan saluran akar memerlukan perawatan ulang atau retreatment. Laporan ini bertujuan untuk memaparkan perawatan saluran akar dan retreatment pada gigi insisivus mandibula dengan periodontitis apikalis simptomatis. Laporan kasus: Seorang perempuan berusia 21 tahun datang dengan keluhan sering terasa nyeri pada gigi depan bawah serta terdapat benjolan pada gusi sejak 6 bulan terakhir. Gigi tersebut telah melalui perawatan 4 bulan yang lalu, namun benjolan pada gusi tetap hilang timbul dan terkadang disertai rasa nyeri. Gigi 31 didiagnosis mengalami nekrosis disertai periodontitis apikalis simptomatik, sementara gigi 41 didiagnosis previously treated disertai periodontitis apikalis simptomatik. Perawatan gigi 31 dan 41 diselesaikan dalam 3 kunjungan menggunakan teknik obturasi single cone dengan bioceramic sealer, diikuti dengan restorasi menggunakan direct composite. Pembahasan: Perawatan saluran akar merupakan tindakan yang umum dilakukan dalam praktik kedokteran gigi. Periodontitis apikalis simptomatik menjadi indikasi adanya bakteri yang terperangkap dalam saluran akar. Perawatan saluran akar yang tepat dan efektif sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut dan untuk meredakan keluhan pasien. Kegagalan dalam perawatan saluran akar memerlukan retreatment untuk mengatasi infeksi yang persisten dan memulihkan kesehatan gigi dan jaringan sekitarnya. Kesimpulan: Perawatan saluran akar dan retreatment yang dilakukan pada gigi 31 dan 41 berhasil dengan baik.
POTENSI PEMANFAATAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI BAHAN DISCLOSING PENDETEKSI PLAK GIGI Melysa, Melysa; Pratami, Syera Yuniari; Nazihah, Nailah Putri; Wijaya, Dhandi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2819

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan isu yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sebanyak 57,6% masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut, yang sebagian besar disebabkan oleh akumulasi plak gigi akibat kurangnya kebersihan gigi dan mulut. Plak gigi, yang merupakan kumpulan bakteri seperti Streptococcus mutans dalam matriks organik, dapat menyebabkan berbagai gangguan jika tidak ditangani dengan baik. Untuk membantu mendeteksi plak, bahan disclosing digunakan sebagai alat bantu visual untuk menilai kebersihan gigi dan mendukung keberhasilan kontrol plak. Bahan disclosing bekerja dengan memberikan warna kontras pada plak sehingga mudah terlihat. Eritrosin, salah satu bahan disclosing yang umum digunakan, memiliki kekurangan seperti sifat karsinogenik, potensi menimbulkan alergi, dan meninggalkan noda pada gigi jika digunakan dalam jangka panjang Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk sekitar 90.000 spesies tumbuhan, salah satu tanaman yang berpotensi dimanfaatkan adalah bunga telang (Clitoria ternatea), yang mengandung pigmen alami antosianin. Pigmen ini tidak hanya memberikan warna ungu-kebiruan yang menarik, tetapi juga bersifat antioksidan, aman digunakan sebagai pewarna alami, dan telah diakui secara internasional sebagai pewarna pangan selain itu, bunga telang juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri, yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab plak gigi. Dengan potensi ini, bunga telang dapat menjadi alternatif alami dalam pengembangan bahan disclosing yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan. Penelitian lebih lanjut mengenai manfaat dan efikasi bunga telang sebagai bahan disclosing dapat memberikan solusi inovatif untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment yang bertujuan untuk mengetahui potensi ekstraks bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai bahan disclosing. Dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang mahasiswa Tingkat 1 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Palembang, Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan ekstrak bunga telang sebagai bahan disclosing pendeteksi plak gigi dan kelompok pembanding menggunakan tri plaque gel. Hasil: Pada penelitian terlihat bahwa ekstrak bunga telang dapat melekat pada plak gigi, namun perlekatannya tidak sejelas apabila menggunakan disclosing buatan pabrik, selain itu usia plak gigi juga tidak dapat dibedakan secara nyata. Keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh kadar antosianin yang tidak terlalu tinggi pada bunga telang sehingga penggunaan ekstraks bunga telang sebagai bahan disclosing pewarna plak perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kesimpulan: Berdasarkan uji karakteristik, uji klinis dan uji laboratorium bunga telang dapat berfungsi sebagai bahan disclosing untuk mendeteksi plak gigi.
PENGARUH PENGGUNAAN PROPOLIS KONSENTRASI 10% SEBAGAI OBAT KUMUR TERHADAP INDEKS PLAK GIGI PADA IBU HAMIL Fatimah, Khusnul Idha Putri
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2841

Abstract

Latar Belakang: Tingginya indeks plak gigi pada ibu hamil dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut ibu serta juga dapat meningkatkan resiko komplikasi pada kehamilan, sehingga dibutuhkan penggunaan propolis konsentrasi 10% sebagai obat kumur terhadap indeks plak gigi pada ibu hamil. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh penggunaan propolis konsentrasi 10% sebagai obat kumur terhadap indeks plak gigi pada ibu hamil. Metode: Metode Penelitian yang diterapkan adalah Eksperimental Semu (Quasi Experimental Design) dengan rancangan one group pre-test dan post-test design, dengan subjek penelitian sebanyak 35 orang ibu hamil. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah formulir observasi penilaian indeks plak. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji Paired T-test. Hasil: Hasil penelitian menggambarkan bahwa nilai indeks plak gigi yang dimiliki oleh ibu hamil di Puskesmas Sawah Pulo Surabaya sesudah berkumur menggunakan propolis konsentrasi 10% dalam kriteria sedang yaitu sebesar 85.7%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penggunaan propolis konsentrasi 10% sebagai obat kumur terhadap indeks plak gigi pada ibu hamil yaitu dari buruk menjadi sedang. Penggunaan obat kumur propolis konsentrasi 10% terbukti dapat membantu dalam menjaga oral hygiene pada ibu hamil untuk memperbaiki kesehatan rongga mulut pada ibu hamil. Kata kunci: Propolis, Indeks Plak, Obat Kumur, Ibu Hamil.
Penggunaan Aplikasi Syera RiskCare dalam Deteksi Risiko Karies Gigi pada Anak Sekolah Dasar Pratami, Syera Yuniari; Widodo, Yufen; Listrianah, Listrianah; Wahyuni, Sri
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2888

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang sering dialami oleh anak usia sekolah dasar, terutama pada rentang usia 6–14 tahun yang sedang mengalami pergantian gigi sulung ke gigi permanen. Deteksi dini terhadap risiko karies sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Aplikasi Syera RiskCare hadir sebagai inovasi dalam mendeteksi risiko karies gigi. Tujuan Penelitian: Mengetahui penggunaan aplikasi Syera RiskCare dalam mendeteksi risiko karies gigi pada anak sekolah dasar. Metode Penelitian: Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 90 anak kelas III SD Negeri 117 Palembang, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara (kebiasaan menyikat gigi, kebiasaan makan, pemeriksaan kesehatan gigi), pemeriksaan klinis (kondisi gigi, kondisi saliva), observasi (gerakan menyikat gigi), data aplikasi Syera RiskCare, dan kuesioner kepuasan. Analisis dilakukan secara univariat. Hasil Penelitian: Tingkat risiko karies terbanyak pada anak sekolah dasar dengan kategori buruk memiliki kriteria sedang berdasarkan faktor risiko seperti kondisi gigi (lubang gigi (86,3%)), kondisi saliva (93,2%), kebiasaan menyikat gigi (gigi belakang menghadap pipi (76,5%)), kebiasaan makan (minum manis (87,1%)), dan pemeriksaan kesehatan gigi (80,3%). Aplikasi Syera RiskCare menunjukkan potensi sebagai alat deteksi dini yang mudah digunakan oleh anak-anak. Tingkat kepuasan terhadap aplikasi cukup tinggi, dengan 61,1% anak menyatakan puas. Kesimpulan: Aplikasi Syera RiskCare dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mendeteksi risiko karies gigi pada anak sekolah dasar, mayoritas anak berada dalam kategori buruk dengan tingkat risiko sedang dengan tingkat kepuasan terhadap aplikasi ini cukup tinggi, menunjukkan bahwa aplikasi ini berpotensi dalam mendukung upaya pencegahan karies sejak dini.