cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 208 Documents
HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PESISIR PULAU KODINGARENG Tullah, Muh Firdaus; Firman, Firman; A, Ainul Auliyah; Rismawati, Rismawati; Natalia, Natalia
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3624

Abstract

Posisi kebersihan mulut memainkan peran penting dalam menggambarkan kualitas hidup melalui Oral Health Related Quality of Life(OHRQoL). Masyarakat yang tinggal di pulau terpencil sering menghadapi akses terbatas ke fasilitas perawatan gigi yang dapat mempengaruhi kebersihan mulut dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara status kebersihan mulut dan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan rongga mulut pada penduduk pesisir Pulau Kodingareng, Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan cross-sectional dilakukan dan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Kebersihan Mulut dinilai menggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) serta OHRQoL diukur menggunakan kuesioner Oral Health Impact Profile-14 (OHIP-14). Data dianalisis menggunakan Chi-Square untuk menentukan hubungan antara skor kebersihan mulut dan kualitas hidup masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tinggal di daerah pesisir memiliki skor kebersihan mulut dan OHRQoL kategori cukup hingga buruk serta memiliki korelasi yang signifikan antara OHI-S dan OHRQoL dengan skor p < 0,05. Sebagai kesimpulan, ada hubungan yang signifikan antara status kebersihan mulut dan kualitas hidup terkait kesehatan mulut di antara penduduk Pulau Kodingareng, menekankan perlunya peningkatan praktik kebersihan mulut dan peningkatan akses ke perawatan gigi preventif di masyarakat pulau terpencil.
EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI “DAILY BOOK CHALLENGE” TERHADAP CARA MENYIKAT GIGI DI SD N 02 PALEMBANG Sidabutar, Rosari Inriani; awaliah, Hema; Apriani, Maya; Utomo, Galih Prasojo; Salsabila, Amalia; Dewi, Lola Febriani
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3645

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Angka kejadian gigi rusak, berlubang, atau berpenyakit di Sumatera Selatan cukup tinggi yaitu 45,1% dimana 54% dialami oleh anak usia sekolah. Upaya pencegahan perilaku karies dapat dilakukan dengan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. Penyuluhan pada anak sekolah dasar dinilai sangat penting karena usia tersebut disebut masa kritis pada anak dan dianggap usia efektif dalam memberikan informasi melalui media yang menarik dan mudah dipahami.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media edukasi “daily book challenge” terhadap cara menyikat gigi pada anak di SD N 02 Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Penelitian ini melibatkan 84 anak di SD N 02 Palembang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan intervensi menggunakan media edukasi “daily book challenge” dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Pengukuran pengetahuan dan teknik menyikat gigi dengan k.uesioner dan video. Analisis statistik menggunakan Uji Mann-Whitney.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada skor pengetahuan dan video cara menyikat gigi yang benar dengan nilai p=0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis diterima.Kesimpulan: Media edukasi "daily book challenge" efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan teknik menyikat gigi yang benar pada anak-anak di SD N 02 Palembang.Kata Kunci: Tantangan buku harian, Pengetahuan, Teknik, Menyikat gigiABSTRACTBackground: Incidence of damaged, decayed, diseased teeth in South Sumatra quite high at 45.1% which 54% is experienced by school-age children. Efforts prevent caries behavior can be done with good and correct brushing techniques. Counseling in elementary school children considered very important because this age is called a critical period in children and considered an effective age in providing information through media is interesting and easy to understand.Objective: Determine effectiveness educational media "daily book challenge" on how to brush teeth children at SD N 02 Palembang.Methods: This research is quasi experiment with pre-test and post-test design. This study involved 84 children at SD N 02 Palembang who were divided into two groups, namely treatment group with intervention using educational media "daily book challenge" and control group without intervention. Measurement of knowledge and tooth brushing techniques with questionnaires and videos. Statistical analysis using Mann-Whitney Test.Results: There was significant difference between treatment group and control group on knowledge score and correct tooth brushing video with a value of p=0.000 (p<0.05) so that the hypothesis was accepted.Conclusion: Educational media "daily book challenge" is effective in improving knowledge and proper tooth brushing techniques in children at SD N 02 Palembang.Keywords: Daily book challenge, Knowledge, Techniques, Brushing teeth
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH SEBELUM TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI POLI GIGI RSUD KOTA SABANG Destri Khairun Naziya; Cut Ratna Keumala; Andriani Andriani; Nia Kurniawati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3097

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH SEBELUM TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI POLI GIGI RSUD KOTA SABANG RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND BLOOD PRESSURE BEFORE TOOTH EXTRACTION IN DENTAL POLYCLINIC OF RSUD KOTA SABANG Destri Khairun Naziya1, Cut Ratna Keumala2 1,2 Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Aceh (email: destrikhairunnaziya@gmail.com ) ABSTRAK Latar belakang: Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan dalam perawatan gigi yang dapat memicu kecemasan tinggi pada pasien. Berdasarkan data awal pada 15 pasien yang akan mencabut gigi, sebanyak 9 orang mengalami penundaan tindakan akibat kecemasan terhadap rasa sakit, baik saat penyuntikan maupun pencabutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah sebelum tindakan ekstraksi gigi di Poli Gigi RSUD Kota Sabang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan melakukan pencabutan gigi permanen di poli gigi RSUD Kota Sabang, dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 28 April–16 Mei 2025. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasi Penelitian: Dari 52 responden, didapatkan 8 (15,4%) pasien kategori tidak cemas, seluruhnya memiliki tekanan darah normal (100%). Kategori Cemas ringan 9 (17,3%) orang, 7 (77,8%) memiliki tekanan darah normal, dan 2 (22,2%) memiliki tekanan darah rendah. Kategori terbanyak adalah cemas sedang 23 (44,2%) orang, di mana 16 (69,6%) memiliki tekanan darah tinggi dan 7 (30,4%) memiliki tekanan darah normal. Kategori kecemasan panik 1 (100%) orang dengan tekanan darah tinggi. Kesimpulan: Hasil uji chi-square diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah sebelum tindakan eskstraksi gigi. Saran agar tenaga kesehatan gigi meningkatkan komunikasi yang efektif untuk membantu pasien merasa lebih tenang sebelum menjalani tindakan. Kata Kunci : Kecemasan, Ekstraksi Gigi, Tekanan Darah. Background: Tooth extraction is a dental procedure that can trigger high levels of anxiety in patients. Based on preliminary data from 15 patients undergoing tooth extraction, nine patients postponed the procedure due to anxiety about pain, both during injections and during the extraction itself. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and blood pressure before tooth extraction at the Dental Clinic of Sabang City Hospital. Methods: This is an analytical study with a cross-sectional design. The population was all patients undergoing permanent tooth extraction at the Dental Clinic of Sabang City Hospital. A sample of 52 patients was selected using accidental sampling. Data collection was conducted from April 28–May 16, 2025. Data analysis used the chi-square test. Results: Of the 52 respondents, 8 (15.4%) were categorized as not anxious, and all had normal blood pressure (100%). 9 (17.3%) individuals were categorized as mild anxiety 7 (77.8%) had normal blood pressure, and 2 (22.2%) had low blood pressure. The most common category was moderate anxiety, with 23 (44.2%) individuals experiencing anxiety, consisting of 16 (69.6%) patients with high blood pressure and seven (30.4%) patients with normal blood pressure. 1 (100%) patient experienced panic/phobia anxiety with high blood pressure. Conclusion: The chi-square test showed a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a significant relationship between anxiety levels and blood pressure before tooth extraction. Dental health professionals are advised to improve effective communication to help patients feel more comfortable before the procedure. Keywords: Anxiety, Tooth Extraction, Blood Pressure.
PENGUKURAN FAKTOR RISIKO KARIES TERHADAP MAHASISWA BARU KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA MENGGUNAKAN CAMBRA Muhammad Habib Abdurrahman; Merryca Bellinda; Danica Anastasia; Billy Sujatmiko
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3709

Abstract

Latar Belakang: Pencegahan karies gigi terdiri dari pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Mengetahui tingkat risiko karies merupakan pencegahan primer salah satunya dengan menggunakan CAMBRA bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kejadian karies pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Sriwijaya menggunakan form CAMBRA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang ditentukan berdasarkan perhitungan besar sampel dan memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui screening menggunakan Google Form, pengisian kuesioner CAMBRA, serta pemeriksaan klinis rongga mulut pada responden. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat karies pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Sriwijaya sebanyak 6 responden rendah (7.1%), 20 responden sedang (22.3%), 51 responden tinggi (60.7%), dan 7 responden ekstrim (8.3%). Kesimpulan: Tingkat risiko karies pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Sriwijaya berada dalam kategori tinggi (60.7%).
PENATALAKSANAAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PERIOPERATIF PADA KLIEN AN. R (3 TAHUN) DENGAN KASUS RANULA DI RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Tri Agustina; Megananda Hiranya Putri; Nining Ningrum; Irwan Supriyanto; Melita Sylvyana
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3723

Abstract

Background: The prevalence of residents in West Java Province who have had dental health problems in the past year for those aged ≥ 3 years has reached 48%. One oral health problem that can reduce quality of life is ranula. Ranula is a cyst of the floor of the mouth that occurs due to damage to the sublingual salivary gland duct or the submandibular duct. Ranula is usually not painful, the most common complaint expressed by clients is a feeling of fullness in the mouth and a raised tongue. The consequences of ranula are not met human needs, including not being free from disease risks and not being met the integrity of skin tissue and mucous membranes in the neck and head. In addition, there is also not being free from pain in the neck and head.Objective: To determine the management of perioperative dental and oral health care for client An. R (3 years old) with a case of ranula at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung.Methods: The management of dental and oral health care includes the stages of assessment, perioperative diagnosis, perioperative planning, perioperative implementation, perioperative evaluation and documentation.,Results: The eight basic needs of the client were fulfilled after perioperative dental and oral health care was carried out on client An. R (3 years old) with a ranula case.Conclusion: The assessment revealed swelling under the tongue (ranula), irritation on the upper tongue, caries on tooth 61, and a plaque score of 25%. Seven basic needs were unmet. The procedures included removal of the ranula using marsupialization under general anesthesia and placement of a composite resin filling on tooth 61, education on anxiety reduction, the causes of ranula and its treatment, and the causes of caries. Oral physiotherapy training on modified bass toothbrushing techniques was also provided.
Dental ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA KLIEN X DENGAN KASUS TEMPOROMANDIBULAR DISORDER DI RSHS BANDUNG resky ayu hasfitha; Neneng Nurjanah; Devy Octaviana; Nining Ningrum; Eka Marwansyah Oli’i
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3736

Abstract

Latar Belakang: Kelainan pada sendi temporomandibular bisa mengenai sendi dan otot-otot yang berada disekitarnya. Sebagian besar penyebab besar kelainan sendi temporomandibular adalah gabungan dari ketegangan otot dan kelainan anatomis pada sendi, kadang disertai faktor psikologis. Metode: Penelitian kasus studi dilakukan di RSHS Bandung pada klien X dengan kasus Temporomandibular Disorder. Pengumpulan data menggunakan pendekatan pembunuhan berdasarkan delapan kebutuhan dasar manusia menurut Darby dan Walsh (2015), meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil: Ditemukan lima kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi: bebas dari rasa nyeri kepala dan leher, kondisi biologis dan fungsi gigi geligi yang baik, bebas dari rasa takut dan stres, konseptualisasi dan pemecahan masalah, serta tanggung jawab terhadap kesehatan gigi dan mulut. Intervensi dilakukan melalui edukasi langsung kepada klien mengenai penyebab terjadinya gangguan pada persendian rahang bawah, sebab akibat impaksi, teknik menyikat gigi yang optimal, serta makanan tinggi kalori tinggi protein, pemeriksaan plak menggunakan Hygiene Indeks. Hasil intervensi menunjukkan berkurangnya rasa nyeri pada persendian rahang yang telah dioperasi, gigi impaksi yang telah dicabut, skor plak kontrol yang sudah 0% dengan teknik menyikat gigi yang optimal, penyembuhan yang baik dengan mengikuti anjuran makan-makanan tinggi kalori tinggi protein. Kesimpulan: Faktor penentu keberhasilan adalah pemahaman dan kepatuhan klien untuk tidak mengulangi kebiasaan buruk yang sering dilakukan, meskipun jarak jauh menjadi hambatan akses perawatan.
Pengaruh Lapisan Hidroksiapatit Pada Titanium Implan Gigi Terhadap Osseointegrasi Brevy Risna Devinci; Sri Wahyuningsih Rais; Bambang Nuryadi; Billy Sujatmiko
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3777

Abstract

Latar Belakang: Implan gigi berbahan titanium menjadi pilihan utama karena kekuatan mekanis, biokompatibilitas, serta ketahanan korosinya. Namun, proses osseointegrasi yang kurang optimal dan potensi reaksi inflamasi masih menjadi kendala. Lapisan hidroksiapatit (HA) digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan osseointegrasi karena bersifat osteokonduktif, memiliki koefisien ekspansi termal mirip tulang, serta mampu merangsang proliferasi osteoblas. Tujuan: Mengetahui pengaruh dari penggunaan lapisan hidroksiapatit pada permukaan implan gigi titanium terhadap osseointegrasi. Metode: Literature review dilakukan menggunakan data Google Scholar, DOAJ, Science Direct, dan PubMed selama 15 tahun terakhir dihitung sejak tahun 2010 hingga 2025. Jurnal yang digunakan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan analisis dan dirangkum untuk mendapatkan data pengaruh dari penggunaan lapisan hidroksiapatit pada permukaan implan gigi titanium terhadap osseointegrasi. Hasil: Penelitian literature review ini berhasil menyintesis 11jurnal in vivo dengan hasil bias rendah pada jurnal tersebut.Sebanyak 9 dari 11 jurnal menyatakan bahwa hidroksiapatitpada titanium implan gigi mempengaruhi osseointegrasi. Kesimpulan: Lapisan hidroksiapatit pada titanium implan gigi mempengaruhi hasil osseoinegrasi.
DUKU (Lansium domesticum) STEM BARK GEL PROMOTES HEALING OF ORAL ULCERS IN WISTAR RATS: AN IN VIVO STUDY Siti Rusdiana Puspa Dewi; Pudji Handayani; Jessi Miranda; Shanty Chairani; Rahmatullah Irfani
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3799

Abstract

Background: Oral ulcers are common and usually managed with topical medications; however, prolonged use of these medications may lead to various side effects. Duku (Lansium domesticum) stem bark contains flavonoids, saponins, alkaloids, and Triterpenes that may promote healing. This study investigated the impact of duku stem bark extract gel on the healing of oral ulcers in Wistar rats. Methods: An experimental study was done with 25 wistar strain rats and were divided into 5 tested groups, namely negative control, positive control (0,1% triamcinolone acetonide), and the experimental group with three different concentrations (5%, 10%, and 20%) duku stem bark extracts gel. Oral ulcers were induced on the lower lip mucosa of rats. Extract gels were applied three times daily for 14 days. Diameter of ulcer was measured on day 0, 3, 5, 7, 9, 11, 13, and 14. Kruskal Wallis and Pairwise Comparison test were used to analyze the data. Results: At day 13th, the 20% duku stem bark extract gel had significant lower ulcer diameters compared to another group (p <0,05). Conclusion: Duku (Lansium domesticum) stem bark extract gels could accelerate oral ulcer healing and could be used as an alternative natural topical drug for oral ulcer.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL DEMOGRAFI DENGAN MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA PENDUDUK INDONESIA USIA ≥ 15 TAHUN: ANALISIS DATA SURVEI KESEHATAN INDONESIA (SKI) TAHUN 2023 Firdy Rama; Putu Gyzca Pradypta; Didik Marsigid
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3809

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan beban global yang tinggi dan dipengaruhi determinan sosial demografi, namun bukti berbasis survei nasional Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik sosial demografi dengan masalah kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menyikat gigi yang benar pada penduduk Indonesia usia ≥15 tahun. Metode: Studi analitik cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Pusdatin Kemenkes RI dengan sampel 638.178 responden. Variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan tempat tinggal. Variabel dependen adalah masalah kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menyikat gigi yang benar. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik biner), dengan kemaknaan statistik p<0,05. Hasil: Sebanyak 41,5% responden mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut dan hanya 4,0% menyikat gigi dengan benar. Seluruh variabel independen berhubungan bermakna dengan kedua variabel dependen (p<0,001). Umur merupakan determinan terkuat masalah gigi; kelompok remaja–dewasa muda memiliki peluang 65% lebih rendah dibandingkan lansia (AOR=0,350; 95%CI=0,344–0,357). Pendidikan merupakan determinan terkuat perilaku menyikat gigi; kelompok berpendidikan rendah memiliki peluang 52,6% lebih rendah dibandingkan berpendidikan tinggi (AOR=0,474; 95%CI=0,454–0,496). Kesimpulan: Karakteristik sosial demografi berhubungan bermakna dengan masalah kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menyikat gigi yang benar, dengan umur dan pendidikan sebagai determinan utama, sehingga program promosi kesehatan gigi perlu memprioritaskan kelompok lansia dan berpendidikan rendah. Kata kunci : Kesehatan gigi dan mulut, menyikat gigi, sosial demografi, Survei Kesehatan Indonesia, determinan kesehatan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA PERMEN JELI KOPI ARABIKA SEMENDO Tri Wahyuni; Shanty Chairani; Desi Fitriani
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3812

Abstract

Latar belakang: Radikal bebas merupakan fragmen molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga tidak stabil, sangat reaktif dan berumur pendek. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dapat memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak sel serta jaringan dan berhubungan dengan penyakit rongga mulut seperti periodontitis. Kopi arabika Semendo memiliki kandungan senyawa antioksidan seperti tanin, polifenol, dan flavonoid. Ekstrak kopi arabika Semendo dilaporkan mempunyai aktivitas antioksidan, sehingga dilakukan pengembangan dalam bentuk permen jeli dalam penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada permen jeli kopi arabika Semendo. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro. Metode DPPH digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan permen jeli kopi arabika Semendo, dan terdapat dua kelompok sampel yaitu permen jeli kopi arabika Semendo dan permen jeli tanpa kopi arabika Semendo. Aktivitas antioksidan permen jeli kemudian diukur dengan menghitung nilai absorbansi untuk mendapatkan nilai persen inhibisi sampel menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Uji parametrik T-test tidak berpasangan digunakan untuk menganalisis hasil nilai absorbansi larutan dan perbedaan signifikansi antarkelompok uji. Hasil: Permen jeli kopi arabika Semendo memiliki aktivitas antioksidan secara signifikan dibandingkan dengan permen jeli tanpa kopi arabika Semendo (p<0,05).Kesimpulan: Permen jeli kopi arabika Semendo memiliki aktivitas antioksidan.