cover
Contact Name
Slamet Mulyani
Contact Email
mulyanislamet@gmail.com
Phone
+6285271254313
Journal Mail Official
mulyanislamet@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lembaga Senggoro Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 27752577     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KAISA is open access and peer-reviewed journal in the fields of Education and Learning published by the Faculty of Education and Teacher Training of STAIN Bengkalis, Indonesia. The publication of an article in KAISA is an essential building block in the development of a respected network of knowledge. It is a direct reflection of the quality of the work of the authors and the institutions that support them. Peer-reviewed articles support and embody the scientific method. KAISA journal published two times a year in the following months: March and September. Each issue consists of nine (9) articles and therefore every volume has eighteen (18) articles. The focus of KAISA is to provide scientific articles on Education and Learning that developed in attendance through academic articles, critical statements on current issues, developmental practice, action. KAISA journal welcomes papers from academicians on education and learning, curriculum and teaching methodology, technology in education, educational psychology, management, and leadership education, childhood education, chemistry education, distance education, language education, mathematics education, and vocational education.
Articles 69 Documents
Metode Pembelajaran Efektif dan Efisien Sobri, Hanif; Saida Rahma, Fathati; Larasati, Dewi
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v2i2.482

Abstract

Some Arabic teachers complain about their role as Arabic teachers and the ineffectiveness of learning in the classroom. Among the things that can cause are: Teachers don't know the concept of effective and efficient learning, how to streamline learning and organize effective learning. As a result, learning is only done by transfer of knowledge (knowledge transfer) the importance in learning, especially Arabic language teachers, to find out how to make the learning more effective. 
Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Pemanfaatan Teknologi Rahmalia, Fadlila
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v3i2.484

Abstract

This article examines how technology can be utilized in the process of Arabiclearning. Many problems of learning of Arabic language in accordance with the context faced in various educational institutions, a teacher allows modification formethodsof teaching and learning. This can be done with technological developments that contain lots of information that can be used to improve learning  outcomes. Discussion about the application of technology in learning Arabic contains the question of what kind of technology that can be utilized, whether the technology can play a role in the alignment and sustainability of learning Arabic from basic to middle level, whether the technology can make learners will be more interested in learning the Arabiclanguage, whether the technology can create realization and relevance to what the students perceived, whether the technology can create Arabic learning media more varied that still lacks, whether the technology can improve the ability or competence of teachers in teaching Arabic, whether technology is able to take advantage of time allocation for learning Arabic, whether the technology is able to create an Arabic speaking environment. Through qualitative descriptive method, this article summarizes some of the above questions. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab. Masalah pembelajaran bahasa Arab yang berbeda tergantung pada konteks di lembaga pendidikan yang berbeda, staf pengajar memungkinkan perubahan dalam metode belajar mengajar. Hal ini dapat dilakukan melalui perkembangan teknologi yang mengandung kekayaan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar. Pembahasan penerapan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab meliputi pertanyaan seperti: bentuk teknologi apa saja yang dapat digunakan, apakah teknologi dapat berperan dalam keserasian dan keberlangsungan pembelajaran bahasa Arab dari SD hingga SMA, apakah teknologi dapat merangsang minat belajar bahasa siswa. Bahasa Arab, teknologi dapat menciptakan pemahaman dan makna bagi perasaan siswa, teknologi dapat menciptakan lingkungan belajar bahasa Arab yang lebih fleksibel, yang kekurangan waktu yang dihabiskan untuk belajar bahasa Arab, teknologi dapat menciptakan lingkungan bahasa Arab. Artikel ini membahas beberapa masalah di atas melalui deskripsi kualitatif.  
Pengaruh lingkungan dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik Amelia, Rizqi; Khiyarotunnisa , Warda; Nurul Adillia, Safira
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v3i1.486

Abstract

The environment is a place where there is a reciprocal process with each other and with society where a complex system occurs. In the environment there are all humans, animals, and plants or objects made by humans themselves. Both biotic and abiotic things. The environment is a place where all natural events can develop. From the environment we can get the values of life. However, not all values contained in the environment have a positive influence, they can also have a negative influence. In the world of education the role of the environment is very large. The environment is the place where the educational process is first recognized by students. The family environment is the environment that is first recognized by students, then students get to know the school environment and also the community environment. In the world of environmental education plays a role in shaping the personality of students. In the process of forming the personality of students, the social environment and the natural environment play an important role. Problems that arise in the environment cannot be ignored by anyone, especially parents, teachers or educators in general. The environment is a place for students to develop themselves and form their own character through various activities held both in the family environment, school environment and community environment. Therefore, parents, teachers and other educators must be selective in determining the environment as a means of self-development of students. Lingkungan adalah tempat dimana terjadinya proses timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat dimana disitu terjadi suatu system yang kompleks. Di lingkungan semuanya ada baik manusia,hewan,maupun tumbuhan atau benda yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Baik benda biotik maupun abiotik. Lingkungan adalah tempat dimana semua kejadian alam bisa berkembang. Dari lingkungan kita bisa mendapat nilai nilai kehidupan. Akan tetapi tidak semua nilai nilai yang terkandung di lingkungan memberi pengaruh positif bisa juga memberikan pengaruh negative. Didalam dunia Pendidikan peran lingkungan sangatlah besar. Lingkungan adalah tempat dimana proses Pendidikan pertama kali dikenal oleh peserta didik. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama kali dikenal oleh peserta didik,kemudian peserta didik mengenal lingkungan sekolah dan juga lingkungan masyarakat. Dalam dunia Pendidikan lingkungan berperan dalam membentuk kepribadian peserta didik. Didalam proses pembentukan kepribadian peserta didik lingkungan sosial dan lingkungan alam sangatlah berperan penting. Masalah yang timbul dalam lingkungan tidak bisa di abaikan oleh siapa pun,khususnya bagi orang tua, guru, atau pendidik pada umumnya. Lingkungan adalah wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan membentuk karakter diri melalui berbagai kegiatan yang diadakan baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Oleh karena itu orang tua,guru,maupun pendidik lainnya harus bisa selektif dalam menentukan lingkungan sebagai sarana dalam pengembangan diri peserta didik.
Pendidikan Seks Bagi Remaja Menjadi Sebuah Kebutuhan Sumardi, Salsabila; Nurul Mubarak, Muhammad; Hasna Tsabitha , Nisrina
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v2i2.487

Abstract

Abstract: Sex education in Indonesia is as yet viewed as a no liable to be given to youngsters and youths. Guardians and grown-ups are as yet awkward and hesitant when kids and young people pose inquiries connected with sex and decide to dive into the discussion or let them know that they will find out for themselves when they grow up. Schooling is essentially an endeavor to give information about the capability of the regenerative organs by imparting ethics, morals, and responsibility so there is no maltreatment of the conceptive organs by giving information and understanding into sex training for these youths to keep them from wantonness, forestalling sex beyond marriage, to get to know a portion of the illnesses/results brought about by sex that is too soon. This study utilizes the writing strategy and the aftereffects of this study show that there are as yet numerous youths who don't figure out sex instruction.
Analisis Proses Intregrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Bahasa Arab Pada Masa Covid 19 Lestari, Rahmawati Dwi
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v3i2.491

Abstract

  Teaching and learning activities take place online due to the covid 19 pandemic. This also cause character education to be less than optimal. Therefore, the purpose of this discussion is to find out to what extent character education is applied In learning during covid 19 pandemic. This research uses literature review or library research and descriptive approach and the method used is the data collection method or by qualitative data analysis in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions from several journal and articles. The results of the research show the values applied by the teacher in the from of sosial spiritual values , knowledge value, skill value however   Kegiatan belajar mengajar  berlangsung secara  daring di karenakan pandemi covid 19. Hal ini juga menyebabkan pendidikan karakter menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendidikan karakter itu di terapkan dalam pembelajaran pada masa pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka atau library research dan pendekatan deskriptif serta metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data  atau dengan  analisis data kualitatif berupa reduksi data , penyajian data  dan penarikan kesimpulan  yang bersumber dari beberapa jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan nilai nilai yang di terapkan para pengajar berupa nilai sosial, nilai spiritual, nilai pengetahuan, nilai keterampilan.
Persepsi Minat Mahasiswa Pendidikan Menjadi Calon Guru Profesional Nurrikza; Nofiana, Putri
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v2i2.494

Abstract

The purpose of this study was to find out 1) The effect of student perceptions on the interest in the teaching profession to become a teacher. 2) The influence of the family environment on the interest in becoming a teacher. 3) Competencies that must be possessed by professional teachers. It turns out that it is true that student perceptions of the teaching profession have a significant effect on interest in becoming a teacher. This means that students' perceptions of the teaching profession directly have a great influence on the formation of interest in becoming a teacher. In addition, the family environment also has a significant effect on the interest in becoming a teacher. This means that the family environment is indirectly able to have a big influence on students' interest in becoming teachers. Meanwhile, the criteria that must be met by a professional teacher include 4 things, namely: 1) pedagogic competence, namely the teacher's competency in conveying learning material including an understanding of students; 2) personality competence, namely attitude and behavior as a professional teacher figure; 3) social competence, namely the ability to establish relationships with the learning community including teachers, students, and parents of students; and 4) professional teacher competence related to mastery of learning material content.
Generasi Z Dalam Memanfaatkan Media Sosial Widiani, Sri
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v2i1.497

Abstract

: The development of technology has experienced rapid progress, one of which is the existence of social media. Technology began to develop in the era of generation z, where generation z is the one who gets the impact of technological developments. Social media never escapes daily use. Apart from being a liaison for social media communication, it also received a good response in education, which made it easier for teachers to make teaching materials more effective and made it easier for teenagers to access something. Besides the benefits of technological advances, there are also negativ impacts that have emerged. In this case, it will be explained some of the benefits and problems that arise in technological advances in the era of generation z . Based on qualitative data collected from literacy results in several journals that will strengthen this discussion
Menilik Manfaat Minyak VCO (Virgin Coconut Oil) Dalam Dunia Kesehatan Dan Kecantikan Rochma, Nanda; Salsabina, Zifa; Siwi Pawestri, Ganding Niluh
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v2i2.499

Abstract

Kelapa sering dijumpai dipesisir pantai Indonesia serta hutan yang berada di kepulauan riau. Biasanya masyarakat setempat mengolah kelapa untuk dijadikan masakan, seperti rendang atau masakan lainya yang mengandung kelapa. Dengan seiringnya waktu kini buah kelapa sering di jadikan minyak yang mempunyai banyak manfaat, yang saat ini dikenal dengan nama VCO (virgin coconut oil). Penggunan minyak vco dipercaya dapat memelihara Kesehatan kulit dan tubuh. Dengan mengonsumsi minyak VCO dapat menangkal berbagai macam penyakit yang berasal dari virus dan bakteri. Selain itu, VCO dapat juga mengatasi kegemukan, penyakit kulit, darah tinggi, dan diabetes
Politik Pendidikan Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Islam Di Indonesia S, Rahmad; Zulmuqim; Muhammad, Zalnur
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v3i1.563

Abstract

Education is an effort to develop the human potentials of students, both their physical potential, their creative potential, taste and intention, so that this potential becomes real and can function in their life journey. The politics of education in question is manifested in the government's strategic policies in the field of education. The expected education politics is, of course, educational politics that side with the small or poor people. This study uses library research methods (Library Research). Which data previously collected was based on library data and did not use empirical tests. The politics and power of a country holds the key to the success of education. In the context of democratization and decentralization development in Indonesia, the role of executive and legislative politics to advance education is enormous. The realm of politics and power must be able to realize an education system that educates and enlightens the civilization of this nation. A nation with bad educational politics will have poor educational performance. On the other hand, a country with good educational politics will also have good educational performance. Since independence until the reform era, the political journey of national education has undergone three changes, namely in the Old Order era, in 1954, in the New Order era, and currently in the reform era. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Politik pendidikan yang dimaksud termanifestasikan dalam kebijakan- kebijakan strategis pemerintah dalam bidang pendidikan. Politik pendidikan yang diharapkan tentunya politik pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil atau miskin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research). Yang mana data-data yang dikumpulkan sebelumnya berdasarkan data kepustakaan dan tidak menggunakan uji empirik. Politik dan kekuasaan suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan.Dalam konteks pembangunan demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia, peran politik eksekutif dan legislatif untuk memajukan pendidikan begitu besar. Ranah politik dan kekuasaan harus mampu mewujudkan sistem pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan peradaban bangsa ini.Bangsa yang politik pendidikannya buruk, maka kinerja pendidikannya pun pasti buruk. Sebaliknya, negara yang politik pendidikannya bagus, kinerja pendidikannya pun juga akan bagus. Semenjak kemerdekaan sampai dengan era reformasi perjalanan politik pendidikan nasional telah mengalami tiga kali perubahan, yaitu di era orde lama, pada tahun 1954, di era orde baru, dan saat ini di era reformasi.  
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Materi Keputusan Bersama Kelas V Di Sdn Pekayon Jaya V Kota Bekasi Dulyapit, Apit; Kamila Zahrani , Alya
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v2i2.594

Abstract

Kurangnya inisiatif keaktifan siswa Kelas V SDN Pekayon Jaya V dalam mata pelajaran PKn menyebabkan nilai yang masih jauh dari tingkatan KKM. Maksud dari analisis penelitian yang saya lakukan ialah untuk meninjau peningkatan hasil belajar para siswa dalam materi keputusan bersama dengan metode memainkan peran melalui model pembelajaran kooperatif. Metode yang dikenakan dalam penelitian ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan mulai bulan Agustus hingga bulan Oktober, subjek analisis penelitian yang dibutuhkan yakni sebanyak 23 orang siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Sifat yang digunakan untuk prosedur penelitian ini adalah siklus yang terbagi menjadi dua (2) siklus. Kedua siklus mempunyai 4 tahap yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sistem akumulasi data mengombinasikan antara ujian formatif dengan tinjauan lapangan. Hasil dari penelitian yang dilakukan ialah bahwa model pembelajaran kooperatif bisa memaksimalkan hasil belajar siswa dalam materi keputusan bersama, dibandingkan dari model pembelajaran lainnya. Presentase pada ketuntasan hasil belajar siswa telah memperoleh kenaikan yang relevan setelah dilaksanakan pembaruan pada pembelajaran, pada hasil sebelum pembaruan pembelajaran terdapat 8 siswa atau 34,78% dari 23 siswa. Pembelajaran siklus I mengalami peningkatan, siswa dengan nilai 75 keatas sebanyak 18 siswa atau 78,26% dari 23 siswa, dan saat pembaruan siklus II jadi 23 siswa atau 100% dari 23 siswa.