cover
Contact Name
Tri Sunarsih
Contact Email
jice.unjaya@gmail.com
Phone
+6282123521525
Journal Mail Official
jice.unjaya@gmail.com
Editorial Address
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA Kampus 1: Jl. Siliwangi, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55293 Telp. (0274) 552489, Email. jice.unjaya@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
ISSN : 27163490     EISSN : 27163504     DOI : https://doi.org/10.30989/jice.v3i2
Core Subject : Health, Social,
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Jurnal JICE merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang membahas praktik dan proses pelibatan masyarakat. Jurnal JICE menyediakan forum bagi para akademisi, praktisi dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan merefleksikan praktik-praktik yang berkaitan dengan berbagai kegiatan yang dilibatkan. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah Jurnal Ilmu Pengetahuan Terapan. Jurnal ilmu terapan didasarkan pada penelitian asli yang terkait dengan program pelibatan masyarakat. Jenis penelitian tergantung pada bidang Anda atau topik pelibatan masyarakat (program yang telah dilakukan, percobaan, dampak program, survei, wawancara, kuesioner, dll.). Jurnal penelitian akan didasarkan pada analisis dan interpretasi antara teori dan program pelibatan masyarakat dan Anda perlu menjelaskan masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat di mana program ini dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 201 Documents
Edukasi Kesehatan Seksual Dengan Media Video dan Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Yang Bersekolah Dengan Basis Asrama Sumiyarini, Retno; Riyadi, Sujono; Dwiyati; Susilowati, Latifah
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.691

Abstract

ABSTRAK : Isu pelecehan dan kekerasan seksual pada anak yang bersekolah dengan basis asrama dilaporkan mengalami peningkatan. Pelecehan seksual di asrama dapat meliputi sodomi, meraba bagian tubuh bahkan hingga pemerkosaan berkedok kegiatan spiritual. Hal ini disebabkan faktor budaya hirarki dan maskulinitas yang terlalu kuat ditambah rendahnya pemahaman anak mengenai praktik pelecehan seksual. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masayarakt ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual khususnya saat mereka berada di asrama. Kegiatan ini melibatkan 19 orang anak usia sekolah dasar di Rumah Belajar Ummu Yasmin yang bersekolah di asrama. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, pemutaran video dan permainan ular tangga. Kegiatan ini diawali dengan pre test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, dilanjutkan dengan pemberian materi dan evaluasi akhir mengenai materi yang diberikan melalui post test. Setelah edukasi, pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksual naik secara signifikan dengan nilai P< 0,05. Aspek pengetahuan yang spesifik yakni pengetahuan mengenai tindakan pencegahan kekerasan seksual dan dampak kekerasan seksual mengalami peningkatan yang jauh lebih siginifikan (P= 0,01). Hal ini berarti edukasi seksual efektif meningkatkan pengetahuan siswa untuk mencegah kekerasan seksual.
Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati Latifah Susilowati; Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.697

Abstract

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas di perlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Sebagai upaya untuk mencegah adanya keterlambatan pada perkembangan dan masalah pertumbuhan maka perlu adanya deteksi dini. Deteksi dini pertumbuhan berdasarkan buku panduan SDIDTK menggunakan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan deteksi dini perkembangan dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat dengan alur sebagai berikut pengabdi melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan selanjutnya menentukan status gizi. Pemeriksaan perkembangan dilakukan kepada peserta menggunakan KPSP untuk mengetahui apakah peserta mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dan diinterpretasikan hasilnya. Tahap terakhir adalah konsultasi hasil pemeriksaan oleh pengabdi. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,9% dan 39,1% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar peserta berusia 6 tahun yaitu sebanyak 47,83% diikuti usia 5 tahun sebanyak 39,13% dan usia 4 tahun sebanyak 13,04%. Sebagian besar peserta memiliki status gizi baik yaitu sebesar 87% sedangkan peserta yang berisiko gizi lebih sebanyak 8,7% dan obesitas sebanyak 4,3%. Perkembangan peserta sesuai umur sebanyak 95,7% sedangkan peserta dengan perkembangan meragukan sebesar 4,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anak usia pra sekolah masih ada yang mengalami masalah keterlambatan perkembangan dan memiliki status gizi beresiko gizi berlebih serta obesitas.
Efektivitas Goal Setting untuk Peningkatan Career Efficacy pada Remaja di Bawah Asuhan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo Bantam, Dian Juliarti; Mifti Jayanti, Arini; Erwan Syah, Muhammad
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.713

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Goal Setting, guna meningkatkan career efficacy pada Forum Anak Kulon Progo, khusunya Remaja di bawah asuhan/ naungan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo Dinsos (PPPA Kulon Progo). Pengabdi pada PkM ini adalah dosen Prodi Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan mahasiswa dengan jumlah total pengabdi adalah 4 (dua) orang. Peserta yang mengikuti PkM berjumlah 10 orang. Pengumpulan data career efficacy menggunakan kuesioner CDMSE (Career Decision Making Self Efficacy Scale Short Form) dari Betz dan Taylor (2012), berjumlah 25 aitem, yang terdiri dari 5 aspek yaitu accurate self-appraisal, gathering occupational information, goal selection, making plans for the future, dan problem solving. Sedangkan modul pelatihan goal setting ini dikembangkan dengan menggunakan modifikasi dari prinsip goal setting dari Moran (Singgih-Salim & Sukadji, 2006) dan komponen goal setting dari Locke dan Latham (2013). Rancangan pengambilan data menggunakan Pre-Experimental Design, dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.037 (p<0.05). Dimana Mean rank prates (7.75) lebih kecil dari mean rank pascates (13.25). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pelatihan goal setting efektif untuk meningkatkan career efficacy pada remaja di bawah asuhan/ nauangan Dinsos PPPA Kulon Progo.
Pengurangan Nyeri Haid Melalui Yoga Pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Yogyakarta Yulaikhah, Lily; Puspitasari, Dian; Kumorojati, Ratih; -, Eniyati; Agnes Wulandari, Anastasia; Anamardiyah Ramadani, Aisyah; Putri Arthadewi, Anisa; Widyastuti, Ayu; Desmanita
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.717

Abstract

ABSTRAK. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan di dalam tubuh yang memungkinkan untuk bereproduksi. Perubahan biologis yang mendasar pada remaja disebut pubertas, gangguan menstruasi yang sering dialami perempuan seperti nyeri perut bagian bawah, menstruasi yang tidak teratur, nyeri pinggang, dan salah satunya yaitu dismenore. Upaya penanganan untuk mengurangi dismenore adalah dengan pemberian terapi farmakologi dan terapi non farmakologis diantaranya adalah menggunakan teknik relaksasi, olahraga dan yoga. Yoga merupakan tehnik yang mengajarkan seperti tehnik relaksasi, pernafasan, dan posisi tubuh untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan mengurangi rasa nyeri. Oleh karenanya dalam rangka memberikan pemahaman bagi para remaja tentang nyeri haid dan yoga telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi dan melatih remaja untuk menggunakan beberapa gerakan yoga yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari secara daring menggunakan zoom meeting dan luring bertempat di Balai Desa Tirtomartani Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja perempuan dari Parikesit dengan tujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai yoga serta melatih gerakan yoga untuk mengurangi nyeri haid. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang yoga untuk mengurangi nyeri haid berdasarkan hasil pretes dengan rata-rata 68,33 dan postes dengan rata-rata 83,06. Dengan adanya peningkatan pengetahuan remaja dapat dievaluasi bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang nyeri haid dan yoga untuk mengatasi nyeri haid. Dalam praktik yoga sebagian besar peserta juga dapat mengikuti gerakan yoga dengan tepat. Luaran dari kegiatan ini berupa publikasi di jurnal nasional serta media koran elektronik tribunnews. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pengetahuan remaja senantiasa dijaga dan ditingkatkan serta dapat diterapkan dalam mengatasi dismenorhea saat menstruasi. Pihak Puskesmas diharapkan dapat melakukan pemantauan terhadap remaja dalam implementasi yoga untuk mengurangi nyeri saat haid serta memberikan pendidikan kesehatan lain terkait dengan remaja.
Pendidikan Kesehatan Pola Asuh Anak dan Remaja dalam Penanggulangan Stunting Kurniasari Pratiwi; Ariani, Tri
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.727

Abstract

Latar belakang : Saat ini Stunting menjadi salah satu masalah yang cukup membahayakan. Tidak sekedar masalah fisik seseorang, tetapi akan meluas menjadi masalah Nasional dengan kehilangan generasi (lost-generation), sekaligus menjadi beban yang semakin membesar jika tidak dihentikan. Penurunan angka stunting telah dinyatakan sebagai program prioritas nasional. Pada Global Nutrition Target 2025, penurunan Balita yang mengalami Stunting diharapkan dapat mencapai sebesar 40 persen. Sementara, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2020-2024, pemerintah menargetkan Balita yang menderita Stunting turun menjadi tinggal 14 persen. Stunting merupakan isu strategis dan kompleks karena ditenggarai multiple faktor dan membutuhkan kerjasama lintas sektor untuk mengatasinya. Laporan TNP2K pada tahun 2017 menyebutkan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya Stunting dua diantaranya adalah praktek pengasuhan pada anak yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehatan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta sesudah melahirkan, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi yang dapat mempengaruhi terjadinya infeksi berulang yang berdampak pada perkembangan anak. Mengasuh anak adalah memberikan kebutuhan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi orangtua yaitu kebutuhan kesehatan dan gizi, kebutuhan kasih sayang, dan kebutuhan stimulasi. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak oleh lingkungan (ayah, ibu, anggota keluarga lain, pengasuh anak) untuk mempercepat tumbuh kembang. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang anak. Berdasarkan data pada saat studi pendahuluan di daerah Glugo Kecamatan Sewon pernah terjadi kasus 1 kasus stunting meninggal dengan penyakit penyerta serta kasus gizi buruk 7 kasus. Hal ini merupakan hal yang sangat memprihatikan dan perlu penanganan segera. Metode : Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendidikan kesehatan tentang pola asuh anak dan remaja untuk penanggulangan stunting. Sebelum dan sesudah dilakukan pemaparan materi dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil: Berdasarkan data pretest diketahui bahwa mayoritas peserta memiliki pengetahuan sedang, serta data posttest diketahui bahwa peserta mayoritas memiliki pengetahuan tinggi. Kesimpulan: Berdasarkan analisa diketahui bahwa pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh anak dan remaja, sehingga harapannya dapat berkontribusi dalam penanggulangan stunting. KATA KUNCI: Pendidikan kesehatan; pola asuh; stunting
Cegah Komplikasi Gangguan Muskuloskeletal Dengan Balut Bidai Melalui Posyandu Remaja Parikesit Darussalam, Miftafu; Lestari, Ratna; Ferianto; Threes Harjanti, Dini
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.731

Abstract

ABSTRAK Fraktur merupakan terputusnya kontuinitas tulang yang dapat menimbulkan gejala yang umum seperti nyeri atau rasa sakit, pembengkakan dan kelainan bentuk tubuh. Fraktur atau patah tulang harus ditangani dengan cepat, tepat dan harus sesuai dengan prosedur pelaksanaan. Menurut WHO 70% kecelakaan lalu lintas dialami oleh pelajar atau remaja. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional melaporkan bahwa kasus fraktur pada tahun 2017 secara Nasional mengalami peningkatan sebesar 27,7%. Kecelakaan pada sistem musculoskeletal harus ditangani dengan cepat dan tepat. Apabila tidak dilakukan akan menimbulkan cidera yang semakin parah dan dapat memicu terjadinya perdarahan. Dampak lain yang terjadi dapat mengakibatkan kelainan bentuk tulang, kecacatan dan sampai kematian. Untuk mencegah terjadinya cidera pada sistem muskuloskeletal dibutuhkan pertolongan balut bidai. Balut bidai merupakan tindakan memfiksasi atau mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera yang menggunakan benda yang bersifat kaku maupun fleksibel sebagai fiksator. Pertolongan balut bidai dapat dilakukan oleh semua orang awam yang terlatih. Salah satu orang awam yang terlatih disekolah yaitu siswa yang telah mendapatkan pendidikan dasar kegawatdaruratan melalui kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR), dan seharusnya pendidikan dasar kegawatdaruratan tidak hanya diberikan kepada anggota PMR tetapi juga semua siswa disekolah atau remaja di lingkungan desa. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kelurahan Tamanmartani ini diikuti oleh 21 kader remaja Parikesit. Metode yang digunakan dengan pemberian materi secara online pada hari pertama dan praktik secara langsung di hari kedua. Pengetahuan kader remaja sebelum dan setelah edukasi pembalutan dan pembidaian ada peningkatan pengetahuan dengan mean nilai pretest adalah 62,38 dan mean nilai posttest adalah 95,24. Jadi ada peningkatan sebesar 32,86. Kader sebelum pelatihan yang tidak terampil menjadi terampil sebanyak 12 (57%) kader, sedangkan 4 (19%) kader masih belum terampil. Dibutuhkan pendampingan dari pihak puskesmas Kalasan agar kader remaja Parikesit dapat mengaplikasi ilmu yang telah didapatkan untuk pencegahan komplikasi akibat gangguan fraktur. KATA KUNCI: Posyandu Remaja; Fraktur; Kader Remaja ABSTRACT A fracture is a break in the continuity of the bone that can cause general symptoms such as pain or tenderness, swelling and deformity of the body. Fractures or fractures must be treated quickly, accurately and follow the implementation procedure. According to WHO 70% of traffic accidents are experienced by students or teenagers. Based on the National Health Survey reports, fracture cases in 2017 increased by 27.7% nationally. Accidents to the musculoskeletal system must be treated quickly and appropriately. Failure to do so will result in more severe injury and lead to bleeding. Other impacts can result in bone deformities, disability and even death. To prevent injury to the musculoskeletal system, splints are needed. A splint is an act of fixing or immobilizing the injured body part using a rigid or flexible object as a fixator. Splint dressing can be performed by all trained laypeople. One of the laypeople who are trained in school is a student who has received basic emergency education through extracurricular activities of the Palang Merah Remaja (PMR), and basic emergency education should not only be given to PMR members but also all students in schools or youth in the village environment. The community service carried out in Tamanmartani Village was attended by 21 Parikesit youth cadres. The method used is giving the material online on the first day and hands-on practice on the second day. There was an increase in knowledge of adolescent cadres before and after education on bandages and splints, with the mean pretest value being 62.38 and the posttest mean value being 95.24. So there is an increase of 32.86. There were 12 (57%) cadres before training who were unskilled, while 4 (19%) cadres were still unskilled. Assistance is needed from the Kalasan Public Health Center so that the Parikesit youth cadres can apply the knowledge obtained to prevent complications due to fracture disorders. KEYWORDS: Posyandu Remaja; Fracture; Youth Cadre
Pelatihan Kognitif Perilaku Berbasis Kekuatan Untuk Mengelola Kualitas Hidup Remaja Jayanti, Arini Mifti; Juliarti Bantam, Dian; Erwan Syah, Muhammad
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.735

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup remaja pada kelompok FAKP (Forum Anak Kulon Progo) yang berada dalam pengawasan Dinas Sosial Kulon Progo. Pengabdi pada kegiatan ini adalah dosen prodi psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan mahasiswa dengan 15 peserta. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan kognitif perilaku berbasis kekuatan untuk mengelola kualitas hidup remaja. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan Skala kualitas hidup yang digunakan diadaptasi dari skala WHOQOL_BREF (2004). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kognitif perilaku berbasis kekuatan dapat membantu remaja memahami diri, menemukan kekuatan dalam dirinya, mengelola emosi serta lebih produktif sehingga meningkatkan kualitas hidupnya.
Terapi Komplementer Akupresure Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Kader ‘Aisyiah Tanjung Kabupaten Banyumas Muflihah, Ima Syamrotul; Naftuchah Riani, Evicenna; Nur Azizah, Atika
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.736

Abstract

Paradigma pelayanan kebidanan saat ini telah mengalami pergeseran. Asuhan kebidanan telah dilaksanakan dengan memadukan pelayanan kebidanan konvensional dengan komplementer dan telah menjadi bagian penting dari praktik kebidanan. Kehamilan merupakan proses fisiologis, pada kehamilan ibu akan mengalami perubahan fisik maupun psikologis. Terapi komplementer kebidanan yang dapat diberikan merupakan salah upaya mempertahankan kesehatan ibu. Jenis terapi komplementer dalam kebidanan menurut Permenkes RI No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 antara lain yoga prenatal dan doa, herbal, akupunture, akupresure, aromaterapi, terapi pijat, suplemen nutrisi. Terapi komplementer akupresure pada asuhan kebidanan merupakan suatu metode alternatif pemijatan dengan teknik penekanan untuk menstimulasi aliran darah didalam tubuh menjadi baik sehingga menimbulkan rasa rileks dan menciptakan kenyamanan. Tidak hanya itu, akupresure dapat dimanfaatkan karena meningkatkan hormone endorphin atau hormone kebahagiaan sehingga ibu hamil, ibu bersalin serta ibu nifas cenderung lebih tenang dan terhindar dari rasa cemas. Setelah dilakukan pelatihan dan pemberian edukasi para kader terhadap akupresure sebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan melalui pemberian materi, diskusi, demonstrasi dan tanya jawab, maka hasilnya tingkat pengetahuan kader terhadap akupresure meningkat secara signifikan dimana 55% peserta mendapatkan nilai baik dan 45% tingkat pengetahuan dengan kategori sedang. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada edukasi dan pelatihan terapi komplementer akupresure sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu selanjutnya dapat diterapkan oleh kader Aisyiyah di lingkungan ‘Aisyiah Tanjung Kabupaten Banyumas
Sosialisasi Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Yang Mengalami Hipertensi Dan Diabetes Dengan Pola Gaya Hidup Sehat Di Pedukuhan Dongkelan, Bantul Rizqa Salsabila Firdausia; Kurnia Rahayu Purnomo Sari
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.738

Abstract

ABSTRAK. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang dihadapi baik secara nasional salah satunya di Dusun Dongkelan, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Berdasarkan data terdapat sekitar 8,5% masyarakat Dongkelan menderita penyakit hipertensi dan diabetes mellitus (DM). Hal ini perlu dijadikan perhatian karena suatu penyakit degeneratif tidak bisa hanya disembuhkan dengan satu atau dua kali pengobatan saja. Biasanya pengobatan penyakit degeneratif bersifat jangka panjang bahkan sampai seumur hidup, tergantung pada kondisi masing-masing. Adapun salah satu tujuan konsumsi obat secara teratur adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pencegahan komplikasi dari penyakit hipertensi dan DM selain dilakukan dengan pengobatan, perlu didukung dengan terapi non farmakologis berupa penerapan gaya hidup sehat. Upaya-upaya ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat penderita hipertensi dan DM. Namun menurut analisa permasalahan di lapangan, informasi terkait upaya ini belum banyak diketahui oleh masyarakat sehingga hal ini menjadi salah satu alasan perlunya kegiatan sosialisasi. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat Pedukuhan Dongkelan, khususnya penderita hipertensi dan DM untuk berperilaku hidup sehat demi meningkatkan kualitas hidup untuk mencegah komplikasi penyakit. Sosialisasi dilakukan di Balai Pedukuhan Dongkelan yang diikuti oleh peserta yang menderita hipertensi dan DM, serta beberapa peserta yang memiliki faktor resiko terhadap penyakit tersebut. Kegiatan diawali dengan memberikan pretest terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta tentang materi, kemudian dilanjutkan pemaparan materi, diskusi dan diakhiri dengan posttest. Berdasarkan hasil pretest dibandingkan dengan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari para peserta terkait materi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah jawaban benar dari 73,08% menjadi 98,46%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi dengan tema “Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Yang Mengalami Hipertensi Dan Diabetes Dengan Pola Gaya Hidup Sehat” ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Pedukuhan Dongkelan, khususnya penderita hipertensi dan DM demi mencegah komplikasi penyakit hipertensi dan DM. KATA KUNCI Diabetes; Hipertensi; Lifestyle ABSTRACT Non-communicable disease is one of the health problems faced nationally, one of which is in Dongkelan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Based on the data, about 8.5% of Dongkelan people suffer from hypertension and diabetes mellitus (DM). This needs to be considered because usually this disease needs long-term until a lifetime medication. One of the goals of taking medication regularly is to prevent complications. Prevention of complications from hypertension and DM, needs to be supported by non-pharmacological therapy in the form of implementing a healthy lifestyle. These efforts also need to improve the patient’s quality of life. However, according to the problem in the field, people in Dongkelan still lack of information related to this effort, so it needed for some education. The aim of the activity is increasing knowledge and awareness of Dongkelan local community, especially people with hypertension and diabetes. The activites was carried out at the Dongkelan, which was attended by participants who suffered from hypertension and DM, as well as several participants who had risk factors for these diseases. The activity begins by giving a pretest first to determine the level of participants knowledge about the material, then continues with the presentation of the material, discussion and ends with a posttest. Based on the results of the pretest compared with the posttest, it showed an increase in the knowledge of the participants regarding the material which was marked by an increase in the number of correct answers from 73.08% to 98.46%. Based on these results, it can be concluded that community service activities through socialization can increase knowledge and awareness of the Dongkelan local community, especially hypertension and DM sufferers in order to prevent complications of hypertension and DM. KEYWORDS Diabetes; Hypertension; Lifestyle
Penyuluhan Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Di Dusun Jaranan Bantul Andriani, Yuni; Anggraini, Dian
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.739

Abstract

Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap karena gejala tidak terlihat lebih awal sebagai peringatan bagi korbannya. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian. Pra lansia (45-59 tahun) dan lansia (60-70 tahun) merupakan orang yang mempunyai faktor risiko tinggi terjadinya hipertensi, sehingga perlu dilakukan penyuluhan pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia supaya lebih memperhatikan pola hidup yang sehat agar tidak menimbulkan hipertensi yang mungkin disertai dengan komplikasi berbahaya lainnya. Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada warga pra lansia dan lansia Dusun Jaranan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan 40 peserta. Tahapan dari kegiatan ini yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Tahapan persiapan terdiri dari observasi lapangan, pengumpulan bahan, penyusunan proposal, dan persiapan materi. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pretest, ceramah, dan diskusi. Tahapan evaluasi meliputi posttest, pengisian kuisioner, dan penyusunan laporan. Hasil dari nilai pretest peserta yakni sebanyak 26 peserta (65%) mempunyai pengetahuan yang kurang, 12 peserta (30%) mempunyai pengetahuan yang cukup, dan hanya 2 peserta (5%) memiliki pengetahuan yang baik terkait hipertensi. Hasil dari nilai posttest pengetahuan peserta terkait hipertensi meningkat dilihat dari tidak ada peserta (0%) berada dalam kategori kurang, 18 peserta (45%) masuk ke dalam kategori cukup dan 22 peserta (55%) dengan kategori baik. Berdasarkan hasil evaluasi yang didapatkan, penyuluhan dengan metode ceramah ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat lansia terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi dilihat dari rata-rata kenaikan nilai pretest dan posttest dari 49% (kategori kurang) menjadi 82% (kategori baik).