cover
Contact Name
Tri Sunarsih
Contact Email
jice.unjaya@gmail.com
Phone
+6282123521525
Journal Mail Official
jice.unjaya@gmail.com
Editorial Address
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA Kampus 1: Jl. Siliwangi, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55293 Telp. (0274) 552489, Email. jice.unjaya@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
ISSN : 27163490     EISSN : 27163504     DOI : https://doi.org/10.30989/jice.v3i2
Core Subject : Health, Social,
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Jurnal JICE merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang membahas praktik dan proses pelibatan masyarakat. Jurnal JICE menyediakan forum bagi para akademisi, praktisi dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan merefleksikan praktik-praktik yang berkaitan dengan berbagai kegiatan yang dilibatkan. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah Jurnal Ilmu Pengetahuan Terapan. Jurnal ilmu terapan didasarkan pada penelitian asli yang terkait dengan program pelibatan masyarakat. Jenis penelitian tergantung pada bidang Anda atau topik pelibatan masyarakat (program yang telah dilakukan, percobaan, dampak program, survei, wawancara, kuesioner, dll.). Jurnal penelitian akan didasarkan pada analisis dan interpretasi antara teori dan program pelibatan masyarakat dan Anda perlu menjelaskan masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat di mana program ini dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
Sifat Fungsional dan Tingkat Penerimaan Masyarakat Atas Produk Olahan Labu Susu (Cucurbita moscatta ‘Butternut’) sebagai Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting Mumpuni, Nurpuji; Astuti, Yuli; Zolekhah, Dewi; Daryono, Budi Setiadi; Supriyadi, Supriyadi; Lestari, Lily Arsanti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 2 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i2.1953

Abstract

Anemia and stunting remain a major challenge in public health issues, especially in pregnant women and toddlers. Cucurbita moscatta ‘Butternut’ (Labu susu), which is rich in essential micronutrients uch as Beta Carotene (provitamin A), folic acid, iron, and zinc, can be processed into highly potent functional foods. Aside from being an excellent source of alternative carbohydrates, it can also meet the micronutrient needs to support the prevention of Anemia and stunting. This activity was carried out at the Community-Friendly Green Open Space (RTH - Ruang Terbuka Hijau) in the Bener sub-district, Tegalrejo district, Yogyakarta City, with the aim of analyzing the taste acceptability of processed bottle gourd products among the target groups. The implementation methods included socialization, taste testing, and acceptability analysis of three processed products based on Bottle Gourd: Nutrient-Rich Baby Porridge, High-Protein Mud Cake (Kue Lumpur), and Compote for Pregnant Women (Kolak Ibu Hamil). The activity involved 50 panelists who assessed the color, aroma, taste, texture, and overall acceptance of the three processed products using a six-level hedonic scale. The results showed that all three products were well-received. For all indicators ( Color, Aroma, Taste, and Texture), all products received scores above 4.6, and the overall acceptance was above 5. The overall acceptance score for the High-Protein Mud Cake (5.22 ± 0.6), the Kolak for Pregnant Women (5.18 ± 0.7), and Nutrient-Rich Baby Porridge (5.00 ± 0.8). The conclusion of this research is that panellists “like” and “accept / receive” all three products. This activity had a positive impact on increasing public knowledge regarding the diversification of local food and served as a strategic rocessed products; step in the effort to prevent anemia and stunting at the family level through the fulfillment of essential micronutrients.
The Public Awareness and Education on Household Drug Waste Disposal: A Community Movement: Gerakan Masyarakat: Kesadaran Masyarakat dan Edukasi Pengelolaan Limbah Obat dalam Skala Rumah Tangga Nugroho Putra, Eric; Saputri, Anita; Zulkifli, Rahmat; Saraswati, Niken Ayu; Andriani Putri, Friska; Arifah, Mitsalina Fildzah; Sari, Kurnia Rahayu Purnomo
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 2 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i2.1613

Abstract

Pengelolaan limbah obat tidak terpakai yang tepat dan tidak tepat dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Edukasi pengelolaan limbah obat kepada masyarakat supaya limbah dapat dikelola dengan tepat di lingkungan Dukuh Ngentak, Bantul. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pengelolaan limbah obat pada masyarakat Padukuhan Ngentak. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukasi secara door to door dan wawancara untuk memberikan informasi serta mengevaluasi pemahaman mereka. Kegiatan ini berlangsung dengan melakukan pemaparan dan praktik terkait materi pengelolaan limbah obat tidak terpakai dan telah mewawancarai sebanyak 22 peserta dengan rentang usia 30-70 tahun. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa praktik pengelolaan limbah obat rumah tangga yang tidak tepat masih ditemukan pada sebagian responden. Lebih dari 35% masyarakat masih membuang obat tidak terpakai ke tempat sampah atau wastafel, sementara pembuangan obat kedaluwarsa ke wastafel mencapai 50%. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan perilaku belum sepenuhnya terjadi secara optimal. Kategori lain diketahui masyarakat mendapatkan “akses informasi pembuangan obat” sebesar 100% dan “pengetahuan dampak pembuangan obat” sebesar 100% sehingga dapat dikategorikan baik.  Perbedaan antara tingkat pengetahuan yang tinggi dan praktik pembuangan yang belum sepenuhnya sesuai mengindikasikan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Oleh karena itu, efektivitas edukasi dalam penelitian ini dibuktikan melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat, sedangkan perubahan perilaku pembuangan obat memerlukan penguatan berkelanjutan melalui pendampingan, pengulangan edukasi, serta penyediaan fasilitas pendukung pengelolaan limbah obat.
Skrining Anemia melalui Pemeriksaan Kadar Hemoglobin pada Pekerja Wanita di CV. Kirana Mas Homes Kalasan Susanti, Dwi Susanti; Nursanti, Ida; Solikhah, Solikhah
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1726

Abstract

Anemia adalah penyakit dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin yang lebih rendah dari biasanya. Anemia umumnya terjadi pada wanita usia subur. Hal ini dikarenakan siklus menstruasi seorang wanita terjadi setiap bulannya. Kejadian anemia yang menimpa kalangan wanita biasanya dipengaruhi oleh beragam faktor, yakni adanya pendarahan hebat pada saat fase menstruasi tiap bulannya, tidak terpenuhinya kadar zat besi secara cukup dalam tubuh, kurangnya asam folat pada tubuh, adanya penyakit yang kronis, infeksi cacing tambang, bawaan keturunan atau genetik. Anemia pada wanita berdampak pada menurunnya produktivitas kerja, daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit, sedangkan akibat jangka panjang dari anemia yaitu berat badan lahir rendah/BBLR, prematuritas, angka kematian perinatal, dan risiko kematian maternal. Sedangkan jangka pendek adalah mudah lelah, letih, lesu, dan lemah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk skrining kesehatan secara umum dan pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai salah satu upaya pencegahan anemia. Kegiatan dalam pengadian kepada masyarakat ini dibagi menjadi beberapa tahap yang meliputi persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pada tahap persiapan pengabdi dan tim mengurus surat ijin, koordinasi dengan direktur CV. Kirana Mas Homes, dan mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Pada tahap evalusi pengabdi melakukan analisis data dan menyusun laporan. Kegiatan skrining anemia dilakukan pada 37 pekerja wanita di CV. Kirana Mas Homes Kalasan. Hasil skrining menunjukkan 100% pekerja wanita memiliki kadar hemoglobin yang normal. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pekerja wanita di CV. Kirana Mas Homes tidak mengalami anemia.
Translation in English: **Assistance in the Implementation of Comprehensive Integrated Primary Service (ILP) Posyandu at Gunung Krakatau Posyandu Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta** Supatmi, Supatmi; Pranawati, Erma; Purwaningsih, Eni
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1765

Abstract

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan menyediakan layanan kesehatan terpadu di tingkat desa atau kelurahan. Program ini mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer seperti imunisasi, pemantauan gizi, pemeriksaan kesehatan dasar, serta pencegahan dan deteksi dini penyakit. Manfaat Posyandu ILP meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat, memperluas akses dan cakupan pelayanan kesehatan primer, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memberdayakan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Implementasi Posyandu ILP mencakup pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan, dan validasi data hasil pelayanan. Program ini mendukung pemantauan digital kesehatan warga sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat tepat sasaran. Cakupan Posyandu ILP memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bayi hingga lansia. Implementasi posyandu ILP  perlu  persiapan sumberdaya manusia, peralatan, kemampuan kader baik segi ketrampilan skrining penggunaan alat skrining maupun kemampuan pelaporannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendampingan implementasi posyandu ILP yang mampu dilaksanakan sesuai dengan kapasitas sumberdaya dan kondisi lokal Masyarakat di dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul Yogyakarta. Pengabdian Masyarakat ini di tujukan untuk seluruh kader posyandu dusun soka dengan jumlah kader 16 orang. Tahapan pelaksanaan kegiatan mulai dari pre test pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki kader untuk melaksanakan Posyandu ILP. Hasil pre test peserta 3 orang (18,8 %) baik, 11 orang (68,8%) sedang,   2 orang (12,4 %) kurang. Pembelajaran teori dan pembelajaran ketrampilan dengan kelompok kecil, Role play pelaksanaan Posyandu ILP, kunjungan rumah. Hasil post test pengetahuan dan ketrampilan 12 orang  ( 75%) baik, 4 orang ( 25%) sedang.  Hasil post test sebagai bahan evaluasi dan review materi yang belum di kuasai. Langkah selanjutnya launching posyandu ILP sekaligus sebagai implementasi pembelajaran praktek. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan posyandu dan rencana tindak lanjut serta pendampingan sebanyak 2 kali pelaksanaan posyandu ILP berikutnya. Kesimpulannya kader posyandu Gunung Krakatau dusun Soka mampu melaksanakan  Posyandu ILP.
S Strategi Pencegahan KDRT Di KEP Bangun Tani Asih (Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kalurahan Bangunjiwo) Niken Wahyuning
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1754

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan sosial yang kompleks, khususnya di masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Faktor ketimpangan ekonomi dan ketergantungan finansial, terutama pada perempuan, sering menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Data di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan bahwa kasus KDRT masih tinggi, dengan mayoritas korban adalah perempuan. Upaya penanganan yang hanya mengandalkan pendekatan hukum belum cukup efektif tanpa disertai strategi yang menyentuh akar permasalahan, yaitu ketahanan ekonomi keluarga. Tulisan ini membahas program Membangun Komunitas Peduli sebagai strategi berbasis komunitas dalam pencegahan dan penanggulangan KDRT melalui pemberdayaan ekonomi dan edukasi sosial. KEP Bangun Tani Asih, sebagai komunitas berbasis pertanian, memiliki potensi untuk dikembangkan dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi keluarga sekaligus menekan angka KDRT. Program pengabdian masyarakat ini mengedepankan  pendekatan  partisipatif,  edukatif,  dan  produktif melalui  sinergi  antara  pemberdayaan ekonomi, pendampingan korban, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Dukungan pemerintah kalurahan turut memperkuat keberlanjutan program, sehingga diharapkan terbentuk komunitas peduli yang mampu menciptakan keluarga mandiri, setara, dan bebas dari kekerasan. Dengan demikian, program ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan sosial dan nasional melalui penciptaan lingkungan masyarakat yang  aman,  adil,  dan  harmonis.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  merancang  dan  mengimplementasikan program  berbasis  komunitas yang melibatkan berbagai  elemen  masyarakat, seperti tokoh masyarakat, lembaga sosial, serta aparat penegak hukum. Metode yang digunakan mencakup edukasi, pendampingan korban, serta penyediaan layanan pengaduan dan rehabilitasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam program ini dapat meningkatkan kesadaran, mencegah terjadinya KDRT, serta memberikan perlindungan lebih efektif bagi korban. Dengan demikian, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi yang efektif dalam menangani dan mencegah KDRT, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis.
A Development of Coffee Agribusiness on the Slopes of Mount Merapi through the Utilization of Coffee Beans and Cascara Waste as Functional Beverages in the Coffee Farmers Group of Hargobinangun Village Riastri, Anami; Arifah, Mitsalina Fildzah; Indarti, Oktavia
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1763

Abstract

Gunung Merapi dengan tanah vulkaniknya yang subur telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi di Indonesia. Salah satu penghasil kopi di lereng Gunung Merapi terletak di wilayah Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan kualitas biji kopi, kapasitas petani, diversifikasi produk kopi melalui pemanfaatan limbah kaskara, dan pengembangan jaringan pemasaran. Program ini dilaksanakan pada kelompok tani kopi di Kaliurang Timur, Hargobinangun, Sleman, dengan tujuan meningkatkan kualitas pascapanen kopi Merapi, pemanfaatan limbah kaskara berbasis ekonomi hijau, serta keterampilan pemasaran produk kopi. Kegiatan diikuti oleh 27 partisipan, yang mayoritas berusia ≥60 tahun (77,8%), berprofesi sebagai petani (70,4%), berpendidikan SMP/SMA (55,6%), serta memiliki pendapatan <1 juta rupiah per bulan (59,3%). Sebagian besar peserta belum pernah mendapatkan edukasi tentang agribisnis (55,6%), sehingga intervensi pelatihan menjadi sangat relevan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek produksi, terutama keterampilan pemanenan buah merah, teknik pengeringan, dan praktik menjaga mutu biji kopi. Pada aspek pengolahan limbah, terjadi penurunan 20% volume limbah kaskara yang tidak termanfaatkan, serta peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah kaskara menjadi minuman fungsional. Evaluasi menggambarkan perkembangan perilaku dari kategori “tidak pernah” ke “kadang” dan “sering”, khususnya pada indikator mencicipi kopi hasil panen, menjaga kebersihan buah kopi, serta penyimpanan pascapanen. Selain itu, minimal 80% peserta memahami prinsip pengolahan limbah kopi ramah lingkungan, dan 60% mampu mempraktikkannya secara mandiri. Dalam aspek pemasaran, peserta memperoleh pengetahuan mengenai strategi direct selling di kawasan pariwisata lokal serta pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku petani kopi Merapi dalam aspek produksi, pengolahan limbah, dan pemasaran. Intervensi berpotensi mendorong terciptanya produk kopi berkualitas tinggi, pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, serta penguatan daya saing kopi Merapi di pasar lokal maupun digital.
Detection of Stunting and Wasting Through Nutritional Status Assessment Among Preschool Children Utari, Dewi; Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1779

Abstract

Permasalahan gizi pada anak usia pra-sekolah merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena masa ini termasuk periode emas pertumbuhan dan perkembangan. Ketidakseimbangan asupan gizi dapat menyebabkan berbagai masalah seperti stunting, wasting, maupun obesitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan antropometri dan edukasi gizi pada anak usia dini di salah satu PAUD dan TK di wilayah Yogyakarta. Metode kegiatan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, serta perhitungan indikator TB/U, BB/TB, dan IMT/U untuk menilai status gizi anak. Sebagian besar anak menunjukkan pertumbuhan normal berdasarkan TB/U (48% normal pada KB dan 81,6% normal pada TK), namun masih ditemukan gizi lebih berdasarkan BB/TB dan IMT/U (20% overweight dan 32% obesitas pada KB; 10,5% risiko gizi lebih, 2,6% overweight, dan 5,3% obesitas pada TK). Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun masalah stunting relatif rendah, terdapat potensi masalah gizi lebih pada sebagian anak usia dini. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran guru dan orang tua tentang pentingnya pemeriksaan gizi secara berkala dan pola makan seimbang sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan gizi tidak seimbang pada anak.
E EDUKASI PEMANFAATAN SUPLEMEN HERBAL PENUNJANG NAFSU MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KARANGWANGKAL: Pendekatan Edukasi Berbasis Penyuluhan dan Evaluasi Pretest–Posttest Nadhirotul Aribah, Izza; Faisal Aziz, Febrian; Hamidi Yanti, Jamilah; Wulandari, Dewi; Izzatun Nafsi, Aulia; Harwoko, Harwoko
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1980

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi utama pada balita yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya nafsu makan. Pemanfaatan suplemen herbal berbasis tanaman lokal berpotensi menjadi strategi pendukung dalam pencegahan stunting, namun efektivitas edukasi terkait pemanfaatannya masih perlu dievaluasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan suplemen herbal sebagai penunjang nafsu makan dalam upaya pencegahan stunting pada balita di Desa Karangwangkal dengan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Metode: Edukasi dilaksanakan melalui penyuluhan menggunakan media presentasi, kemudian dievaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 12 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pemahaman responden dari 85,83 pada pretest menjadi 95,00 pada posttest, peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik. Meskipun demikian, peningkatan skor pada sebagian besar responden menunjukkan bahwa edukasi memiliki dampak positif secara praktis, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan suplemen herbal sebagai penunjang nafsu makan balita. Kesimpulan: Edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan didukung metode pembelajaran yang lebih interaktif agar efektivitasnya meningkat.
Inovasi Puding Labu Siam Sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi Ibu Hamil di Desa Samarang Kurniasih, Siti; Marlina, Sani; Rahmawati, Ema; Ghaida Nurshafa, Nevi; Rahmi J, Nurul; Parida, Elis; Marlinda, Resa; Marisa, Imas; Kurniati, Dewi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1988

Abstract

Hipertensi pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan berdampak pada kesehatan ibu maupun janin. Upaya pengendalian hipertensi pada ibu hamil perlu dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari inovasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung upaya pengendalian hipertensi pada ibu hamil melalui inovasi puding labu siam di Desa Samarang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendidikan kesehatan dan difusi inovasi pangan lokal. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil yang berdomisili di Desa Samarang. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi pada kehamilan, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan puding labu siam sebagai alternatif pangan lokal yang mudah diolah dan berpotensi mendukung pola konsumsi sehat. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan serta observasi terhadap penerimaan peserta terhadap inovasi yang diperkenalkan.  Hasil Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai hipertensi pada kehamilan setelah diberikan edukasi kesehatan, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 68 pada pretest menjadi 90 pada posttest. Selain itu, inovasi puding labu siam mendapatkan respons positif dari peserta karena bahan mudah diperoleh, proses pembuatan sederhana, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif ibu hamil dalam upaya menjaga kesehatan selama kehamilan.Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan inovasi puding labu siam merupakan pendekatan aplikatif yang dapat mendukung upaya pengendalian hipertensi pada ibu hamil di tingkat komunitas