cover
Contact Name
Bobby Kurnia Putrawan
Contact Email
jurnaldidache@gmail.com
Phone
+628176907033
Journal Mail Official
jurnalrerum@gmail.com
Editorial Address
Matana University Tower Lantai 7 Jalan CBD Barat Kav.1 Kelapa Dua Tangerang, Banten 15810
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didache : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27152758     DOI : https://doi.org/10.46362/didache
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani (e-ISSN: 2715-2758) merupakan jurnal ilmiah teologi dengan perspektif Praktika Alkitabiah yang menjadi wadah ilmiah untuk jurnal akademik dengan multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Teologi Moriah bersama Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia. Fokus dan Ruang Lingkup Artikel yang dimuat dalam Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani memiliki fokus dan scope pada teologi pendidikan agama Kristen, teologi pastoral, kepemimpinan Kristen, misi, dan manajemen gereja. Penerbitan jurnal ini akan dilakukan dalam satu tahun sebanyak dua kali terbit yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 77 Documents
LANDASAN TEOLOGIS MANAJEMEN DALAM GEREJA : FONDASI PELAYANAN YANG EFEKTIF DAN BERINTEGRITAS Tobing, Dany Lumban; Saputra, Yudha Nata
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.495

Abstract

Church management is a crucial aspect in supporting the success of the church's ministry as the body of Christ in the world. However, church management cannot be separated from the theological foundation that underpins the values, principles, and direction of every church policy and action. This article discusses the importance of integrating modern management principles with theological values derived from the Bible, both the Old and New Testaments. This study outlines the theological principles of biblical figures such as God, Moses, Joseph, Nehemiah, Jesus, and the apostles, demonstrating the spiritual and strategic application of management. Management functions such as planning, organizing, staffing, directing, implementing, and supervising are discussed within the church context using a biblical approach. This article also highlights the challenges churches face in implementing theologically sound management, such as maintaining spiritual integrity, addressing differences in perception, limited resources, and the dynamics of social and technological change. The research method used in this study is a literature review, examining how the theological foundation in church management serves as a crucial foundation for effective and integrated ministry. The findings indicate that churches need a sound management system based on Christian teachings to ensure their services remain relevant, effective, and faithful to their primary mission of glorifying God and serving others. Manajemen gereja merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan gereja sebagai tubuh Kristus di tengah dunia. Namun, manajemen gereja tidak dapat dilepaskan dari landasan teologis yang menjadi fondasi nilai, prinsip, dan arah setiap kebijakan serta tindakan gerejawi. Artikel ini membahas pentingnya integrasi antara prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai teologis yang bersumber dari Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Studi ini menguraikan prinsip-prinsip teologis dari tokoh-tokoh Alkitab seperti Allah, Musa, Yusuf, Nehemia, Yesus, dan para rasul yang menunjukkan penerapan manajemen secara rohani dan strategis. Fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, pelaksanaan, dan pengawasan dibahas dalam konteks gereja dengan pendekatan alkitabiah. artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi gereja dalam menerapkan manajemen berlandaskan teologi, seperti menjaga integritas rohani, menghadapi perbedaan persepsi, keterbatasan sumber daya, serta dinamika perubahan sosial dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah studi kepustakaan yang melihat bagaimana landasan teologis dalam manajemen gereja menjadi dasar penting bagi fondasi pelayan yang efektif dan berintergritas.  Hasil temuan bahwa gereja perlu memiliki sistem manajemen yang baik dan berbasis pada ajaran iman Kristen, agar pelayanan tetap relevan, efektif, dan tetap setia pada misi utama yaitu memuliakan Tuhan dan melayani sesama.
Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital Tasiringan, Marton; Hohakay, Ilona Ervvina
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.515

Abstract

The purpose of this study is to analyze the character formation of students at Nehemia Galela Christian High School, and analyze Christian Religious Education as an Approach in character formation of students at Nehemia Galela Christian High School digitally so that students have Christian characters namely intelligent, caring, dignified, spiritually disciplined, faithful, pious to God, and responsible (cf. Exodus 20:12; Ephesians 6:1-3; Colossians 3:20). This study uses a qualitative method. Qualitative research methods are methods for investigating and interpreting humanitarian problems by involving questions, data collection mechanisms, identifying and analyzing field data and interpreting the findings descriptively. The findings are that the process of character formation of students at Nehemia Galela Christian High School is through classroom learning with Christian religious subjects, giving advice and motivation in morning and afternoon assemblies, giving students assignments to make worship journals, student council worship, choosing inspiring memorization verses, and watching spiritual videos. The obstacles experienced in the formation of student character are the lack of cooperation between teachers and parents, internal and external influences. So it can be concluded that learning tools, school equipment and strategies are neat and ideal both nationally and internally but there is no cooperation between teachers and parents and no moral awareness of students then the formation of student character which is the goal of the school will be in vain and will not succeed.   Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela, dan menganalisis PAK Sebagai Pendekatan dalam membentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela di digital agar siswa memiliki karakter Kristen yakni cerdas, peduli, bermartabat, disiplin rohani, beriman, bertaqwa kepada Tuhan, dan bertanggung jawab (bdk. Keluaran 20:12; Efesus 6:1-3; Kolose 3: 20). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena menyelidiki dan memaknai masalah kemanusian dengan melibatkan pertanyaan, mekanisme mengumpulkan data, mengidentifikasi dan menganalisis data lapangan dan menginterpretasi hasil temuan secara deskriptif. Hasil temuannya adalah bahwa proses pembentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela adalah melalui pembelajaran kelas dengan mata pelajaran agama Kristen, memberi nasihat dan motivasi dalam apel pagi dan siang, memberi tugas kepada siswa membuat jurnal ibadah, ibadah osis, memilih ayat hafalan yang menginspirasi, dan menonton video rohani. Kendala yang dialami dalam pembentukan karakter siswa adalah tidak ada kerja sama antara guru dengan orang tua, pengaruh internal dan eksternal. Maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran, perangkat sekolah dan  strategi yang rapih dan ideal baik secara nasional maupun internal sekolah tapi tidak ada kerja sama antara guru dan orang tua dan tidak ada kesadaran moral siswa maka pembentukan karakter siswa yang adalah tujuan sekolah menjadi sia-sia dan tidak akan berhasil.
KITAB KELUARAN: EKOLOGI DAN KEBERLANJUTAN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGIS Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Tantero, Angely Nuh
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.516

Abstract

This research investigates the theological perspective of ecology and sustainability as reflected in the Book of Exodus, in response to urgent contemporary environmental crises such as climate change, biodiversity loss, and ecological degradation. The study aims to explore how principles of creation care embedded in Exodus—such as the Sabbath year and holistic respect for the land—can inform modern ecological ethics and sustainable practices. Using a qualitative methodology, the research combines biblical text analysis with case studies and statistical data to reveal the practical relevance of theological values in promoting ecological responsibility. The findings show that Exodus not only provides moral guidance but also offers applicable frameworks for sustainable agriculture, conservation, and community-based ecological initiatives. The novelty of this study lies in bridging ancient theological insights with modern sustainability practices, offering an integrative model that connects spirituality, ecological ethics, and practical sustainability.   Penelitian ini mengkaji perspektif teologis tentang ekologi dan keberlanjutan sebagaimana tercermin dalam Kitab Keluaran, sebagai respons terhadap krisis lingkungan kontemporer seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana prinsip pemeliharaan ciptaan yang terdapat dalam Keluaran seperti tahun Sabat dan penghormatan holistik terhadap tanah dapat menjadi dasar etika ekologis dan praktik keberlanjutan modern. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teks biblika yang dipadukan dengan studi kasus dan data statistik untuk menunjukkan relevansi praktis nilai teologis dalam mendorong tanggung jawab ekologis. Hasil penelitian menegaskan bahwa Kitab Keluaran tidak hanya memberi pedoman moral, tetapi juga menawarkan kerangka praktis untuk pertanian berkelanjutan, konservasi, dan inisiatif ekologis berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya menjembatani wawasan teologis kuno dengan praktik keberlanjutan modern, sehingga menghadirkan model integratif yang menghubungkan spiritualitas, etika ekologi, dan keberlanjutan praktis.
KETIKA GEREJA TURUN KE LEMBAH LUKA: MENYINGKAP PERAN CARITAS LARANTUKA DALAM PEMULIHAN KORBAN BENCANA LEWOTOBI DALAM TERANG PASTORAL KONSELING Manu, Maximus; Pryatno, Emanuel Rizan; Guru, Kornelius Afran
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.522

Abstract

The Mount Lewotobi eruption disaster on November 4, 2024 has attracted the attention of many parties, including the Caritas Larantuka institution. Since the incident occurred, this institution has been involved in advocating for the victims. Viewed from a pastoral counseling perspective, for the author, Caritas Larantuka's involvement is not just a social response. However, it represents the presence of a shepherd (counselor) to restore the victims' (clients') wounds. This study uses a qualitative method with a case study approach. The results show that the Caritas Larantuka institution has contributed to overcoming the wounds of the victims of the Mount Lewotobi eruption disaster. In a fast and collaborative work system, this institution is present like a counselor who gets closer to the victims. It is present to restore the trauma and wounds of the victims. Bencana letusan Gunung Lewotobi pada 4 November 2024 mengundang atensi dari banyak pihak, termasuk dari lembaga Caritas Larantuka. Sejak peristiwa itu terjadi, lembaga ini turut terlibat mengadvokasi para korban. Ditinjau dari perspektif pastoral konseling, bagi penulis, keterlibatan Caritas Larantuka bukan sekadar respons sosial. Namun, ia merepresentasikan kehadiran gembala (konselor) untuk memulihkan keterlukaan korban (klien). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan bahwa lembaga Caritas Larantuka turut berkontribusi dalam mengatasi keterlukaan korban bencana letusan Gunung Lewotobi. Dalam sistem kerja yang cekat dan kolaboratif, lembaga ini hadir bak konselor yang mendekatkan diri dengan para korban. Ia hadir untuk memulihkan trauma dan keterlukaan para korban.
ANALISIS DOKTRIN CORPUS DELICTI ERASTUS SABDONO DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI JOHN CALVIN TENTANG INKARNASI KRISTUS: ANALISIS DOKTRIN CORPUS DELICTI ERASTUS SABDONO DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI JOHN CALVIN TENTANG INKARNASI KRISTUS Irawati, Chandra Wahyuni
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.526

Abstract

This study examines Erastus Sabdono’s concept of corpus delicti from the perspective of John Calvin's theology on the doctrine of Christ’s incarnation. As a comparative dogmatic study using qualitative library research methods, this study finds that the concept of corpus delicti, which underlies and serves as a lens for Sabdono’s theological conclusions regarding the incarnation of Christ, contains deviations from the teachings of Scripture. This study shows that there are several theological distortions in the doctrine of corpus delicti, including the negation of the doctrine of Christ’s incarnation and the distortion of the true message of the Gospel, which implicitly results in a concept of salvation based on morality or legalism. The doctrine of corpus delicti also has the potential to produce an unrealistic concept of Christian perfection given the sinful nature of humans. Studi ini mengkaji konsep corpus delicti dari Erastus Sabdono dalam perspektif teologi John Calvin tentang doktrin inkarnasi Kristus. Sebagai studi komparatif dogmatis dengan metode kualitatif kepustakaan, studi ini menemukan bahwa konsep corpus delicti, yang melatarbelakangi dan menjadi lensa bagi kesimpulan-kesimpulan teologis yang diajarkan Sabdono mengenai inkarnasi Kristus, mengandung penyimpangan dari pengajaran Kitab Suci. Studi ini menunjukkan adanya beberapa distorsi teologis pada doktrin corpus delicti, di antaranya negasi terhadap doktrin inkarnasi Kristus dan distorsi terhadap pesan Injil yang sejati yang secara implisit menghasilkan konsep keselamatan berbasis moral atau legalisme. Doktrin corpus delicti juga berpotensi menghasilkan konsep kesempurnaan Kristen yang tidak realitis dengan natur manusia yang berdosa.    
Imperatif Ganda dalam 1 Petrus 4:7-11 sebagai Dasar Manifestasi Partisipium dalam Kesadaran Eskatologis: Suatu Kajian Eksegesis Gramatikal dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini Imelda Sagala, Hotria
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.533

Abstract

This article examines 1 Peter 4:7-11, focusing on the two main imperatives, s?phron?sate (“be sensible”) and n?psate (“be sober”), as the basis for Christian ethics of love and service within eschatological awareness. Using an exegetical method with a historical-grammatical and contextual approach, this study finds that these imperatives form the foundation for all acts of love, hospitality, and ministry mentioned by Peter. Eschatological awareness is not passive waiting but an active orientation toward responsible love and glorifying God. Its relevance for the Indonesian church lies in the challenges of modernity, digital faith, and spiritual decline that demand renewal in transformative ministry. Thus, 1 Peter 4:7-11 serves as a theological foundation for shaping Christian community ethics rooted in love and eschatological hope. Tulisan ini bertujuan menelaah 1 Petrus 4:7-11 dengan fokus pada dua imperatif utama, s?phron?sate (kuasailah dirimu) dan n?psate (waspadalah), sebagai dasar etika kasih dan pelayanan dalam kesadaran eskatologis. Metode yang digunakan adalah eksegesis dengan pendekatan historis-gramatikal yang diikuti refleksi kontekstual terhadap kehidupan gereja masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua imperatif tersebut membentuk fondasi bagi seluruh tindakan kasih, keramahan, dan pelayanan karunia yang dijabarkan Petrus. Kesadaran eskatologis bukan sekadar penantian pasif, melainkan orientasi hidup yang aktif dan bertanggung jawab dalam mengasihi sesama serta memuliakan Allah. Relevansinya bagi gereja Indonesia tampak dalam tantangan modernitas, digitalisasi iman, dan krisis spiritualitas yang menuntut pembaruan praksis kasih dan pelayanan transformatif. Dengan demikian, teks 1 Petrus 4:7-11 menjadi landasan teologis bagi pembentukan etika komunitas Kristen yang berakar pada kasih dan pengharapan eskatologis.  
PENTINGNYA PERSIAPAN MENGAJAR UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN Dairu, Anita Louru Dairu; Mulyani, Sri; Oktavianti, Nelci
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.551

Abstract

Persiapan mengajar merupakan elemen fundamental dalam menentukan kualitas kegiatan pembelajaran. Guru bukan sekadar  pemberi materi, namun sebagai perancang, mediator, pemotivasi dan teladan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pentingnya persiapan mengajar demi terwujudnya tujuan pembelajaran serta aspek-aspek yang memengaruhi keberhasilannya. Pendekatan yang dipakai adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber yang  terkait persiapan pembelajaran, kompetensi guru, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan mengajar berfungsi sebagai jembatan antara tujuan pembelajaran dalam kurikulum dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Persiapan yang matang, termasuk penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, pemilihan metode, penggunaan media, dan perencanaan evaluasi, terbukti meningkatkan efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kompetensi siswa. Faktor pendukung seperti sarana prasarana, kompetensi guru, dan manajemen waktu berpengaruh signifikan terhadap kualitas persiapan mengajar. Sebaliknya, keterbatasan fasilitas dan rendahnya penguasaan kompetensi menjadi hambatan yang dapat menurunkan mutu pembelajaran. Dengan demikian, kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam menyiapkan dan menerapkan strategi pembelajaran secara sistematis, profesional, dan sesuai perkembangan kurikulum.