cover
Contact Name
Bobby Kurnia Putrawan
Contact Email
jurnaldidache@gmail.com
Phone
+628176907033
Journal Mail Official
jurnalrerum@gmail.com
Editorial Address
Matana University Tower Lantai 7 Jalan CBD Barat Kav.1 Kelapa Dua Tangerang, Banten 15810
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didache : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27152758     DOI : https://doi.org/10.46362/didache
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani (e-ISSN: 2715-2758) merupakan jurnal ilmiah teologi dengan perspektif Praktika Alkitabiah yang menjadi wadah ilmiah untuk jurnal akademik dengan multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Teologi Moriah bersama Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia. Fokus dan Ruang Lingkup Artikel yang dimuat dalam Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani memiliki fokus dan scope pada teologi pendidikan agama Kristen, teologi pastoral, kepemimpinan Kristen, misi, dan manajemen gereja. Penerbitan jurnal ini akan dilakukan dalam satu tahun sebanyak dua kali terbit yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 77 Documents
MENTRANSFORMASI SPIRITUAL MANTAN NARAPIDANA MELALUI TEORI SPIRITUALITAS DALLAS WILLARD: Studi kasus pembinaan mantan narapidana di Yayasan Pelangi Bisat Nusantara Akimas, Handreas; Tanasyah, Yusak; Singal, Youke L.
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.1, December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i1.186

Abstract

By definition, an ex-convict is someone who has served and completed their sentence in a prison in accordance with the decision of the criminal court and for the sake of a sense of legal justice. The experience of being an ex-convict has a far-reaching impact on their lives both internally and externally.  From the internal side, ex-convicts are insecure and have a borderline personality (emotional ups and downs very quickly). From the external side, families, churches, and communities reject their presence. Strong negative labeling of them (double punishment) makes them choose the safe path by withdrawing from the social environment. If ex-convicts are not properly trained, then the potential to become recidivists is very high. This study used qualitative research methods. The type of research used is a case study with a semi-structured interview technique method in order to obtain depth and sharpness of the truth of the results to be achieved. The object of the study was 18 ex-convicts consisting of 10 women and 8 men with an average age of 44.5 years with 90% of narcotics cases.   Menyandang status sebagai mantan narapidana berdampak luas pada kehidupan mereka baik secara internal maupun eksternal.  Labelisasi negatif yang kuat terhadap mereka (hukuman ganda) membuat mereka memilih jalan aman dengan menarik diri dari lingkungan sosial. Itulah sebabnya, mantan narapidana perlu mendapatkan pembinaan dengan metode yang tepat, jika tidak maka potensi menjadi residivis sangatlah tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas teori spiritualitas dari Dallas Willard dalam pembinaan spiritualitas mantan narapidana di Yayasan Pelangi Bisat Nusantara Karawaci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan metode yang digunakan adalah teknik wawancara semi terstruktur. Subyek penelitian berjumlah 18 informan yang terdiri dari 10 wanita dan 8 pria dengan usia rata-rata 44,5 tahun dengan 90% kasus narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Spiritualitas Dallas Willard sangat efektif digunakan pada pembinaan mantan narapidana di Yayasan Pelangi Bisat Nusantara Karawaci. Alasannya adalah, teori tersebut sederhana dalam penerapannya dan tolak ukur yang digunakan sangat jelas. Penelitian ini diharapkan menjadi sumbangsih positif bagi komunitas, yayasan dan gereja yang memiliki keterpanggilan dalam melakukan pembinaan terhadap mantan narapidana.
STUDY OF CHRISTIAN ETHICAL VALUES ACCORDING TO 1 PETER 3: 14-17 AND ITS IMPLEMENTATION IN RELIGIOUS MODERATION IN INDONESIA Hendarwoto, Yermia; Sutrisno, Sutrisno
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.1, December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i1.197

Abstract

The biblical passage emphasizes virtues such as gentleness, respect, and endurance in the face of adversity, providing a foundational framework for ethical conduct. Through an exploration of the cultural and societal context in Indonesia, this abstract seeks to elucidate how these values can be implemented to promote interfaith dialogue, social responsibility, and a culture of understanding, thereby contributing to religious moderation and harmony. The research draws upon biblical exegesis, cultural studies, and contemporary examples to illuminate the relevance and impact of Christian ethical values in the Indonesian context, offering insights for both scholars and practitioners engaged in interfaith initiatives and the promotion of tolerance.This research was conducted by carrying out exegesis of 1 Peter 3: 14-17 which is believed to provide a way to be moderate and afterward conducting descriptive qualitative research by conducting interviews with witnesses and sources. In this study, it was found that the ability and strength of Christians in carrying out the practice of religious moderation is not based on ethical and moral awareness as human beings but is based on understanding and total self-surrender to sanctify Christ in the heart, so that a person can be patient in suffering, strong enough to forgive the guilty, stand firm in righteousness and godliness.
RELEVANSI TEOLOGI MISI KONTEKSTUAL PAULUS DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA KONTEMPORER BERDASARKAN KISAH PARA RASUL Pabisa, Djonny; Pratiwi, Eunike
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.2, June 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i2.216

Abstract

This research explores the relevance of the Book of Acts in contemporary sociocultural contexts, especially in the theological thinking and contextual mission strategies applied by Paul. An analysis of the text of Acts and Paul's writings reveals how Paul adapted to various cultural and social contexts in his mission. Paul's adaptive ability to understand local languages, cultures, and social norms enabled him to convey Christ's message to various sections of society in Roman territory, even in difficult situations such as Corinth. The research also reviews the theological implications of Paul's contextual mission strategy and its application in the contemporary church. Data from the selected literature, previous research, and expert writings were analyzed using the thematic qualitative analysis method, which identifies, analyzes, and reports patterns (themes) in qualitative data. Acts are the primary source for understanding how Paul carried out his mission. The results demonstrate the importance of understanding the local socio-cultural context in the mission of the contemporary church, and the need for adaptive, responsive, and inclusive approaches in spreading the gospel message relevantly and effectively.   Penelitian ini mengeksplorasi relevansi Kitab Kisah Para Rasul dalam konteks sosial budaya kontemporer, terutama dalam pemikiran teologis dan strategi misi kontekstual yang diterapkan oleh Paulus. Analisis terhadap teks Kitab Kisah Para Rasul dan tulisan-tulisan Paulus mengungkap bagaimana Paulus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai konteks budaya dan sosial dalam misinya. Kemampuan adaptif Paulus dalam memahami bahasa, budaya, dan norma sosial lokal memungkinkannya menyampaikan pesan Kristus kepada berbagai golongan masyarakat di wilayah Romawi, bahkan dalam situasi sulit seperti di Korintus. Penelitian juga mengulas implikasi teologis dari strategi misi kontekstual Paulus, serta penerapannya dalam gereja kontemporer. Data dari literatur terpilih, penelitian terdahulu, dan tulisan pakar dianalisis dengan metode analisis kualitatif tematik, yaitu mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola (tema) dalam data kualitatif. Kisah Para Rasul digunakan sebagai sumber utama untuk memahami bagaimana Paulus menjalankan misinya. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya memahami konteks sosial budaya lokal dalam misi gereja kontemporer, dan perlunya pendekatan yang adaptif, responsif, dan inklusif dalam menyebarkan pesan Injil secara relevan dan efektif.
SUMBANGSI TEOLOGI ABRAHAM KUYPER BAGI KEADILAN SOSIAL DI INDONESIA: Sebuah Refleksi Iman Kristen Irawati, Chandra Wahyuni
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.1, December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i1.224

Abstract

The idea of Indonesian democracy is to fight for social justice for all Indonesians. Although the vision of social justice has long been echoed and fought for by the Indonesian people and has even been contained in detail in the state constitution, it has not yet been properly realized. The reality of social justice and welfare has not been realized for all, and economic disparity still exists in Indonesian society. One of the Christian theologians who focused on the framework for social and political reform is Abraham Kuyper. Using the literature research method, this paper investigates Kuyper's ideas and examines his contributions to social reform in the pursuit of social justice in Indonesia. Kuyper's vision is based on God's sovereignty over all aspects of life, which He has also delegated to humans, at least through the state, society, and the church.   Cita-cita demokrasi Indonesia adalah memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun visi tentang keadilan sosial telah lama bergelora dan diperjuangkan oleh bangsa Indonesia bahkan telah termuat secara rinci dalam konstitusi negara namun belum terwujud dengan baik. Realita keadilan dan kesejahteraan sosial belum terwujud bagi semua, dan kesenjangan ekonomi masih terjadi dalam masyarakat Indonesia. Salah satu teolog Kristen yang berfokus pada kerangka berpikir bagi pembaruan di bidang sosial dan politik adalah Abraham Kuyper. Dengan menggunakan metode riset literatur, tulisan ini mengkaji pemikiran Kuyper dan melihat sumbangsihnya bagi pembaharuan sosial dalam mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Visi Kuyper berpusat pada kedaulatan Allah atas semua aspek kehidupan yang juga mendelegasikan otoritas-Nya kepada manusia, setidaknya melalui negara, masyarakat, dan gereja.
IMAN DAN SAINS: Memikirkan Ulang Integrasi Iman Kristen dan Sains dalam Pemikiran Alister McGrath Pandiangan, Tumpal
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.1, December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i1.244

Abstract

This study aims to present an effort to integrate Christian faith and science based on the concept of Alister E. McGrath's thinking. The process of integration of both, Christian faith and science is mediated by Christian natural theology. Christian natural theology is the result of rethinking conventional natural theology by McGrath. This is done because the meaning of conventional natural theology as an interface of Christian faith and science is not in accordance with Christian faith. The Efforts to integrate Christian faith and science through conventional natural theology are something that is not possible, because conventional natural theology is denoted as a pure theology centered on the rationality of scientific thought alone, not based on the word of God. In this paper we will show how Christian natural theology as a result of thinking by McGrath can be a medium for integrating Christian faith with science. The analysis of this paper is generally based on the writings of McGrath, which are only partially reconciled with the views of several other theologies. Data collection was carried out through literature study and described descriptively. The result of the research is a description of the integration of Christian faith with science mediated by Christian natural theology. Christian natural theology was built by McGrath based on observations in terms of critical reality, Christian history and the word of God (Genesis 1 and 2), thus allowing the human mind to have a strong relationship with the order and beauty of nature that God created. This is the reason why the integration of Christian faith and science based on McGrath's concept of thought is more likely to reveal the truth in the reality of the Christian faith's life that is integrated with science.   Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan suatu upaya integrasi iman kristen dan sains berdasarkan konsep pemikiran Alister E. McGrath.  Proses integrasi keduanya, iman kristen dan sains dimediasi oleh teologi natural kristen. Teologi natural kristen adalah hasil pemagnaan ulang terhadap teologi natural konvesional oleh McGrath. Hal ini dilakukan karena magna teologi natural konvesional sebagai antarmuka iman kristen dan sains tidak sesuai dengan iman kristen. Upaya integrasi iman kristen dan sains melalui teologi natural konvesional adalah sesuatu yang tidak mungkin, karena teologi natural konvesional dimagnai sebagai teologi murni yang berpusat pada hasil pemikiran rasionalitas sains saja, tidak berdasarkan firman Tuhan. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan bagaimana teologi natural kristen sebagai hasil pemikiran oleh McGrath dapat menjadi suatu media untuk mengintegrasikan iman kristen dengan sains. Analisis tulisan ini pada umumnya didasarkan pada tulisan-tulisan karya McGrath yang sebagian kecil dipertemukan dengan pandangan beberapa teologi lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian adalah berupa deskripsi tentang integrasi iman kristen dengan sains yang dimediasi oleh teologi natural kristen. Teologi natural kristen dibangun oleh McGrath berdasarkan hasil observasi dalam hal realitas kritis, sejarah kristiani dan firman Tuhan (Kejadian 1 dan 2), sehingga memungkinkan pikiran manusia memiliki relasi yang kuat dengan keteraturan dan keindahan alam yang Tuhan ciptakan. Inilah alasan mengapa integrasi iman kristen dan sains berdasarkan konsep pemikiran McGrath dianggab lebih mengungkapkan hal-hal kebenaran dalam realitas hidup iman orang kristen yang berintegrasi dengan sains.
STUDI EKSEGESIS TENTANG MAKNA GENAP WAKTUNYA MENURUT GALATIA 4:4 Dwiraharjo, Susanto
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.2, June 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i2.245

Abstract

The time of Christ's coming to earth has given rise to various interpretations. The difference in interpretation has also caused tension in arguments among theological learners. This research was conducted using the exegesis method. This method is suitable for finding the truth related to the fullness of Christ's coming. This article aims to discover the truth about the fulfillment of Christ's coming. As a result of this research, it is hoped that it can provide answers to various Christological questions that can give biblical answers to various questions. In the end, it can be concluded that the coming of Christ has been determined according to the appointed time.   Waktu kedatangan Kristus di bumi telah menimbulkan berbagai intepretasi. Perbedaan intepretasi itu juga telah menimbulkan ketegangan argumentasi di antara para pembelajar teologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksegesis. Metode ini cocok untuk menemukan kebenaran terkait dengan waktu kegenapan kedatangan Kristus tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menemukan kebenaran terkait dengan penggenapan waktu kedatangan Kristus. Sebagai hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi jawaban terhadap berbagai kebimbangan kristologis yang dapat memeberi jawaban alkitabiah atas berbagai perbedaan pertanyaan tersebut. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa kedatangan Kristus telah ditetapkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
VISI DAN STRATEGI KEPEMIMPINAN KRISTEN Missa, Antonius
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.6, No.1, December 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v6i1.212

Abstract

Dasar kepemimpinan Kristen adalah berlandaskan ajaran Kitab Suci. Secara khusus, premis mengenai pemimpin dalam kepemimpinan. Kepemimpinan Kristen didasarkan atas premis utama, yaitu bahwa Tuhan, oleh kehendak-Nya yang berdaulat, menetapkan serta memilih setiap individu dalam konteks pelayanan menjadi pemimpin Kristen. Namun di era milenial ini kepemimpinan Kristen seolah hilang influensanya, oleh karena tidak memiliki visi dan strategi yang benar berdasarkan Kitab Suci, sehingga tidak heran apabila terjadi degradasi yang tajam. Para pemimpin pun tidak memiliki moral yang sesuai dengan standar Tuhan. Dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil dari permasalahan ini digunakan metode kualitatif kepustakaan untuk mengumpulkan teori dan dapat merumuskan visi dan strategi kepemimpian dalam sebuah organisasi Kristen yang baik dan benar.
SERVANT LEADERSHIP LEARNING STRATEGY IMPLEMENTATION FOR SPIRITUAL FORMATION OF HIGH SCHOOL STUDENTS AT THE ATHALIA SCHOOL Sanga, Victor Sumua; Khoe Yao Tung
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.6, No.1, December 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v6i1.217

Abstract

Strong leadership is crucial for success in the 21st century. However, student leadership development has yet to be consistently implemented for all students. Servant leadership is considered the best model for high school students, but research on this model is limited in that context. Previous studies focused on servant leadership's contribution to spirituality but were confined to theological education. Further research is needed to provide servant leadership training in a broader student context. Athalia High School aims to develop servant leaders and requires sufficient data on the impact of servant leadership strategies on students' spiritual formation to realize the school's vision. This qualitative phenomenological study addresses these challenges. Eight students participating in the spiritual formation project within the servant leadership program at Athalia High School were interviewed using purposive sampling. The study reveals that servant leadership learning facilitates students' spiritual formation, with four common themes emerging: self-awareness, meaningful routines, life changes, and challenges in spiritual formation. These findings emphasize the importance of implementing servant leadership principles to foster students' spiritual growth and leadership abilities.   Kepemimpinan kuat merupakan kebutuhan untuk berhasil di abad ke-21. Sayangnya, pengembangan kepemimpinan murid belum dilakukan reguler, untuk semua murid tanpa kecuali. Meski ahli meneguhkan bahwa model kepemimpinan terbaik untuk dikembangkan bagi para murid di sekolah menengah adalah servant leadership, namun penelitian model kepemimpinan ini juga masih sangat kurang di jenjang tersebut. Penelitian servant leadership yang berkontribusi bagi spiritualitas memang pernah dilakukan sebelumnya karena kesadaran akan saling pengaruh positif antara kepemimpinan dan spiritualitas, namun implementasinya masih terbatas pada pendidikan teologi. Penelitian selanjutnya membutuhkan pelatihan servant leadership untuk pendidikan menengah dalam konteks murid yang lebih luas. SMA Athalia membentuk muridnya secara reguler untuk mampu memimpin dengan cara dan prinsip servant leader. Namun SMA Athalia membutuhkan data yang cukup sejauh mana implementasi strategi pembelajaran servant leadership yang diterapkan dapat membangun formasi spiritual murid sehingga dapat mewujudkan visi sekolah. Penelitian kualitatif fenomenologi ini dirancang untuk berkontribusi bagi kendala-kendala di atas. Sumber data penelitian ditentukan dengan purposive sampling yang dihimpun melalui wawancara kepada delapan murid SMA Athalia yang memilih formasi spiritual dalam proyek penerapan karakter servant leadership. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran servant leadership memfasilitasi murid mengalami formasi spiritual. Ada empat tema umum yang dialami: kesadaran diri, rutinitas bermakna, perubahan hidup, dan tantangan formasi spiritual.
PERAN KONSELOR KRISTEN TERHADAP EMOSI DAN PERILAKU MAKAN DALAM MENGHADAPI OBESITAS ANAK Rusli , Christian; Sutrisno; Soukotta, Dunant F.; Widjaja, Imron
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.2, June 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i2.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konselor Kristen dalam membimbing anak-anak yang menghadapi obesitas, dengan fokus pada pengelolaan aspek emosional dan perilaku makan. Kondisi obesitas pada anak-anak menjadi masalah kesehatan yang semakin mendesak, dan peran konselor Kristen dapat menjadi kunci dalam membantu anak-anak mengatasi tantangan ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan pustaka terhadap peran konselor Kristen yang memiliki pengalaman dalam membimbing anak-anak dengan obesitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor Kristen melibatkan pendekatan holistik yang memahami aspek spiritual, emosional, dan perilaku anak-anak. Konselor membantu anak-anak mengidentifikasi faktor-faktor emosional yang mungkin berkontribusi pada perilaku makan tidak sehat. Selain itu, peran konselor mencakup memberikan dukungan moral, memotivasi anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan makan yang sehat, dan memfasilitasi pemahaman spiritual untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana peran konselor Kristen dapat membantu anak-anak menghadapi obesitas dengan memandang aspek spiritual dan emosional sebagai bagian integral dari proses penyembuhan.
ANALISIS TEOLOGIS KONSEP KASIH ALLAH DAN MISI DALAM DOKTRIN PREDESTINASI YOHANES CALVIN DAN IMPLIKASINYA KEPADA GEREJA - GEREJA REFORMED INDONESIA : ANALISIS TEOLOGIS KONSEP KASIH ALLAH DAN MISI DALAM DOKTRIN PREDESTINASI YOHANES CALVIN DAN IMPLIKASINYA KEPADA GEREJA - GEREJA REFORMED INDONESIA Cong, Timotius; Lumintang, Ramly; Simangunsong, Amran
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.6, No.1, December 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v6i1.262

Abstract

Yohanes Calvin memiliki pandangan bahwa kasih Allah bersifat universal yaitu diberikan kepada semua orang berdosa. Selain itu Calvin juga mengajarkan tentang predestinasi. Salah satu wujud kasih Allah menurut Calvin adalah dengan memberitakan Injil kepada semua orang agar mereka mengalami kasih Allah melalui Yesus Kristus. Namun demikian, gereja-gereja Reformed di Indonesia yang menganut paham Calvin tampaknya kurang aktif dalam melakukan misi penginjilan. Akibat kurang bermisi, Gereja reformed di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kasih Allah dan misi dalam teologi Calvin, serta mengimplementasikannya dalam konteks Gereja Reformed di Indonesia agar lebih aktif bermisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuannya adalah untuk menemukan solusi agar semangat penginjilan yang diajarkan oleh Calvin dapat diimplementasikan di gereja reformed di Indonesia dalam rangka melaksanakan perintah Tuhan Yesus agar Injil diberitakan kepada semua orang. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan teologi kontekstual dalam rangka mengimplementasikan konsep kasih Allah universal Calvin ke dalam konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan perlunya edukasi terhadap konsep predestinasi yang keliru sehingga menjadi penghalang bagi jemaat pergi bermisi, dan perlunya kontekstualisasi konsep kasih Allah dalam bermisi untuk meningkatkan jumlah jemaat.