cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Pengembangan Konsep Belajar dengan Gamifikasi Maitsa Amila Shaliha; Moch Raka Fakhzikril
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.43608

Abstract

Kebutuhan dan urgensi bahwa pendidikan formal harus disesuaikan dengan teknologi digital dan mengembangkan cara prakteknya. Penggunaan teknologi digital ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara pengembangan konsep belajar yang menarik. Game, dapat menjadi pilihan dalam pengembanganya, dikarenakan selain banyak diminati, game ini tidak selamanya membawa pengaruh yang buruk pada penggunaannya, karena apabila digunakan dengan cara yang benar dan baik maka game ini akan menjadi salah satu alternatif media pembelajaran bagi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memaparkan terkait bagaimana pengembangan konsep pembelajaran mampu menarik antusiasme peserta didik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan bahan pustaka yang relevan dengan permasalah atau topik yang diangkat pada penelitian ini. Hasil penelitian ini pada disebutkan bahwa gamefikasi dapat meningkatkan motivasi belajar, engagement, kognitif, afektif serta psikomotorik dari peserta didik itu sendiri. Lebih lanjut gamifikasi disarankan dapat dimanfaatkan sebagai perkembangan teknologi yang ada dan diterapkan pada pembelajaran untuk dapat meningkatkan proses belajar peserta didik. Kata Kunci: Antusiasme; Gamifikasi; Motivasi AbstractThe need and urgency that formal education must be adapted to digital technology and develop ways of practice. The use of digital technology can be used as a way of developing interesting learning concepts. Games, can be an option in its development, because apart from being in great demand, this game does not always have a bad influence on its use, because if it is used in the right and good way, this game will become an alternative learning media for students. The purpose of this research is to be able to explain how the development of learning concepts is able to attract the enthusiasm of students. The method used in this research is a literature study by collecting library materials that are relevant to the problem or topic raised in this study. The results of this study stated that gamification can increase the learning motivation, engagement, cognitive, affective and psychomotor of the students themselves. Furthermore, it is suggested that gamification can be used as a development of existing technology and applied to learning to be able to improve the learning process of students.
Penerapan model Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika Vian Tri Hadiat Moko; Muhamad Chamdani; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44974

Abstract

Learning outcomes are essential for elementary school students. One indicator that determines whether or not a learning goal is achieved is learning outcomes. This study aims to improve students' mathematics learning outcomes about building space using the Discovery learning model at the State Elementary School 3 Rejamulya. The method used in this research is classroom action research conducted in two cycles. This research was conducted at the State Elementary School 3 Rejamulya. The subjects of this study were fifth-grade elementary school students. Data collection techniques apply observation, interviews, tests, and document studies. Data validity uses source and technique triangulation. Data analysis techniques apply the stages of reducing data, presenting data, and making conclusions. The results showed that the students' mathematics learning outcomes on geometrical material increased after using the Discovery learning model. By implication, implementing the discovery learning model can improve mathematics learning outcomes and can be used by teachers as an alternative innovative learning model in mathematics learning. AbstrakHasil belajar menjadi hal yang penting untuk siswa sekolah dasar. Salah satu indicator yang menentukan tercapai tidaknya suatu tujuan belajar adalah hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang bangun ruang dengan menggunakan model Discovery learning di Sekolah Dasar Negeri 3 Rejamulya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 3 Rejamulya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas lima sekolah dasar. Teknik pengumpulan data mengaplikasikan teknik observasi, wawancara, tes, dan studi dokumen. Validitas data mengaplikasikan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data mengaplikasikan tahap mereduksi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil belajar matematika siswa tentang materi bangun ruang mengalami peningkatan setelah menggunakan model discovery learning. Secara implikasi, pengimplementasian model discovery learning mampu meningkatkan hasil belajar matematika dan dapat digunakan oleh guru sebagai alternative model pembelajaran inovatif pada pembelajaran matematika.Kata Kunci: Hasil belajar; Matematika; model discovery learning
Gerbang Maca: Strategi inovatif dalam pengembangan layanan Disarpus sebagai sumber belajar masyarakat Kab. Indramayu Eka Rahmawati; Angga Hadiapurwa; Anindya Putri Maharani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44049

Abstract

Gerbang Maca or “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” is something the local government and the community must do together to increase and develop their interests, hobbies, and reading culture. To create a generation that is intelligent, characterized, and competitive. The purpose of this study is to examine the Gerbang Maca program and the impact of the implementation of the Gerbang Maca program, thus describing the library as a learning resource for the community, especially the Indramayu community. The method used is the qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. The data collection technique uses field observations. The study was conducted by virtual observation on social media Instagram, Disarpus Kab. Indramayu and journal articles referring to library innovation strategies. In the analysis carried out, it was found that the program carried out by the Disarpus Kab. Indramayu is to shape the character of its people with varied innovations. So that some of the sub-programs carried out are adjusted to the community's needs. Such as Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling and Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini. The program was then used as an innovative strategy to build a smart, characterized, and competitive Kabupaten Indramayu and make the library a learning resource for the community. AbstrakGerbang Maca atau “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji terkait Gerbang Maca, kegiatan yang terdapat di dalamnya, serta dampak dari penerapan program Gerbang Maca, sehingga menggambarkan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat khususnya masyarakat Indramayu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan (field observation). Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi virtual pada media sosial Instagram Disarpus Kab. Indramayu serta artikel dari jurnal yang merujuk pada strategi inovasi perpustakaan. Pada analisis yang dilakukan didapat hasil bahwa program yang dilakukan oleh Disarpus Kab. Indramayu dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakatnya dengan menggunakan inovasi yang bervariatif, sehingga beberapa sub program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program, seperti program Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling dan Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini dijadikan strategi inovatif untuk membangun Kabupaten Indramayu yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, juga menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat.Kata Kunci: Gerbang Maca; Indramayu; pelibatan masyarakat; perpustakaan keliling
Pengembangan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru Profesional SD Kelas Awal di Provinsi Banten S. Surjono
Inovasi Kurikulum Vol 12, No 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v12i2.48233

Abstract

Tingkat kompetensi guru sangat rendah. Guru harus diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Profesi guru merupakan soft profesion, harus diberikan pelatihan (in service training) secara rutin. Permasalahannya adalah belum ada kurikulum diklat yang lengkap untiik peningkatan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen kurikulum diklat guru profesional SD kelas awal yang komprehensif meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi social di Provinsi Banten. Penelitian menggunakan metode campuran (mix methods), yaitu mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam pengumpulan dan anaiisis data. Ada empat kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu; studi pendahuluan, training need assessment dengan survei, perumusan kurikulum diklat dengan pendekatan kualitatifdan validasi dokumen kurikulum dengan teknik delphi. Hasil penelitian adalah dokumen kurikulum diklat guru profesional SD kelas awal yang komprehensif meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi social di Provinsi Banten yang dapat digunakan sebagai pedoman dam penyelenggaraan diklat. Keempat kompetensi guru tersebut memang harus dikembangkan secara bersama-sama karena satu dengan lainnya saling mempengaruhi. Penguasaan keempat kompetensi secara baik akan membentuk guru yang bermutu. Guru yang bermutu merupakan syarat mutlak hadirnya sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Implikasi dari temuan penelitian ini adalah dalam penyelenggaraan diklat guru, struktur kurikulumnya harus mengkombinasikan keempat kompetensi guru. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum diklat guru.
Pendekatan Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Laboratorium Percontohan UPI Ronny Mugara
Inovasi Kurikulum Vol 12, No 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v12i2.48172

Abstract

Latar belakang penelitian ini diilhami oleh adanya kesenjangan antara harapan pada tujuan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA dengan kenyataan. Saat ini penyampaian materi pendidikan Agama di sekolah sebagian besar masih dilakukan hanya sebatas teori, padahal yang 14,ih penting adalah menciptakan suasana keagamaan bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan kerjasama antara penanggung jawab pendidikan di lingkungan pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dan untuk meningkatkan pemahaman agamanya, ialah model Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang mengaitkan suasana pembelajaran dengan konteks di mana siswa berada. Penelitian yang dilakukan di SMA Laboratorium-Percontohan UPI dengan pendekatan penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa pada dasarnya guru PAI di SMA Laboratorium-Percontohan UPI telah merencanakan pengajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran kontekstual mulai dari penyusunan kelengkapan administrasi pembelajaran hingga penetapan instrumen evaluasinya. Sementara itu, kegiatan proses pembelajaran melalui pendekatan kontekstual dalam PAI di SMA Laboratorium-Percontohan UPI telah dilakukan secara menyeluruh dengan langkah-langkah yang sejalan dengan karakteristik pembelajaran kontekstual Lcrsebut. Berkenaan dengan dampak pembelajaran kontekstual terhadap aktivitas keseharian siswa, ditemukan fenomena yang memperlihatkan tingkat pemahaman siswa yang cukup tinggi terhadap materi yang telah dipelajarinya, bahkan telah mampu menerapkannya dalam kehidupan kesehariannya. Namun demikian, kelengkapan unsur-unsur penunjang Pendidikan Agama Islam di sekolah ini masih perlu mendapatkan perhatian untuk lebih ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya, agar pelaksanaan pembelajaran kontekstual dalam PAI di SMA Laboratorium¬Percontohan UPI ini dapat berlangsung lebih fokus, lancar, dan terarah, serta dapat terciptanya suatu proses pembelajaran yang lebih kondusif.
Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Dasar di Kota Bandung Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Inovasi Kurikulum Vol 12, No 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v12i2.48234

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian pembatasan implementasi kurikulum 2013 Sekolah Dasar (SD) oleh Kemendikbud dengan kesiapan Kota Bandung yang mencapai 90%. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui perencanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kurikulum 2013 di SD, (2) mengetahui proses pembelajaran pada implementasi kurikulum 2013 tematik terpadu di SD, (3) mengetahui implementasi penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 di SD, (4) mengetahui respon siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu. Penelitian evaluasi ini menggunakan model Stake's Countenance dengan pendekatan evaluasi kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, studi dokumen, observasi dan wawancara. Subyek Penelitian ini adalah Waka Kurikulum, Guru dan Siswa. Hasil penelitian mununjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 Sekolah Dasar di Kota Bandung meliputi perencanaan RPP kurikulum 2013, Implementasi Kurikulum 2013 tematik terpadu dan implementasi penilaian autentik serta respon siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu berjalan baik sekali. Simpulan penelitian evaluasi dengan Stake's Countenance Model yaitu : (1) perencanaan RPP pada Kurikulum 2013 yang telah dikembangkan oleh para guru sesuai seluruhnya dengan standard yang telah ditetapkan pemerintah, (2) proses pembelajaran pada implementasi kurikulum 2013 tergolong dalam kategori baik sekali, (3) implementasi penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran tergolong dalam kategori baik, (4) respon siswa dalam Implementasi kurikulum 2013 menunjukkan respon positif (baik sekali).
Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Emosi dan Sosial Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Nandi Warnandi
Inovasi Kurikulum Vol 12, No 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v12i2.48227

Abstract

There are a number of reasons why the emotional and social abilities of students with special needs in inclusive primary schools are very low, among others, is the fact that the schools have not developed leaming models specifically focusing on improving emotional and social abilities. Then, the problem formulated in this research is: "Can TGT (Teams-Games-Toumament) learning model improve the emotional and social abilities ofstudents with special needs in inclusive primary schools, and is TGT learning model better than conventional leaming model in improving the emotional and social abilities of students with special needs in inclusive primary schools?"Hence, the research aims to: Produce a learning model that can improve the emotional and social abilities of students with special needs in inclusive primary schools. The research hypothesized: "TGT leaming model can improve the emotional and social abilities of students with special needs, and TGT learning model is better than conventional learning model in improving the emotional and social abilities of students with special needs in inclusive primary schools. The method adopted was Research and Development. To meet the research objectives, the researcher employed mixed methods, combining qualitative and quantitative methods with the aim of obtaining answers more appropriate to the research questions. The two types of data in the research are mutually completing, considering both of them are required to strengthen the research findings. The data were then analyzed quantitatively using t-test. The research results show: The learning models used in inclusive primary schools are conventional, showing that there has not been any effort in improving the emotional and social abilities of students with special needs, where they are frequently not involved in teaching and learning, considered as incapable,and positioned at the back of the classroom. The use of TGT model has brought significant impact on the improvement of special needs students' emotional and social abilities, where there were significant increases in the learning outcomes using TGT model that it could be concluded that TGT learning model adjusted to special needs students' condition was suitable to improve their emotional and social needs. Furthermore, TGT model was better than the conventional one in improving the emotional and social abilities of students with special needs in inclusive schools. It was also found that the emotional and social competence of students with special needs in inclusive schools in majority lagged behind students in general. Hence, it is recommended that Directorate of Special Education and Services, Provincial Department of Education, and Regional/Municipal Department of Education create extension programs to disseminate TGT model, while continuing to consider thc obstacles faced by students with special needs. The future researchers are expected to broaden the scope of research subjects, so that the research findings will truly represent the special needs students' teaching and learning.
The reality of professional education teachers in Jordan's use of modern learning strategies Mohammad Omar AL-Momani; Elham Mahmoud Rababa
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.43821

Abstract

The information revolution created today has created increased information and various learning resources. The existence of these developments causes teachers to need to re-identify how modern learning strategies and the application of teaching methods are primarily for teachers in vocational schools. This study was conducted to identify the reality of using modern learning strategies in teaching vocational education at the basic stage from the point of view of vocational education teachers in Jordan, where a descriptive analytical approach is used, and to achieve the objectives of the study and answers. In this study the method used is descriptive analytical method using a questionnaire as an instrument for research. Questionnaires were distributed online to research respondents who are teachers who teach in vocational schools. The results of the study found that the use of modern strategies in the educational process has a positive impact on students, in addition to the statistically significant differences between teachers who use modern learning strategies in teaching compared to teachers who apply traditional teaching methods. For further research, the authors recommend managing learning materials to facilitate and improve the implementation of active learning strategies. AbstrakRevolusi informasi yang tercipta pada zaman sekarang menciptakan meningkatnya informasi dan berbagai sumber belajar. Adanya perkembangan tersebut menyebabkan guru perlu untuk mengidentifikasi kembali bagaimana strategi pembelajaran modern dan penerapan metode ajar utamanya untuk guru pada sekolah kejuruan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi realitas penggunaan strategi pembelajaran modern dalam mengajar pendidikan kejuruan pada tahap dasar dari sudut pandang guru pendidikan kejuruan di Yordania, di mana pendekatan deskriptif analitis digunakan, dan untuk mencapai tujuan studi dan jawaban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk penelitian. Kuesioner disebarkan secara daring kepada responden penelitian yang merupakan guru yang mengajar di sekolah kejuruan. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan strategi modern dalam proses pendidikan memberikan dampak positif bagi siswa, selain adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara guru yang menggunakan strategi pembelajaran modern dalam mengajar dibandingkan dengan guru yang menerapkan metode pengajaran tradisional. Untuk penelitian selanjutnya, penulis merekomendasikan untuk melakukan pengelolaan materi pembelajaran untuk mempermudah dan meningkatkan implementasi strategi pembelajaran aktif..Kata Kunci: Guru pendidikan kejuruan; kurikulum pendidikan; mata pelajaran pendidikan kejuruan; strategi pembelajaran; strategi pembelajaran modern
Model Pembelajaran Classroom Community Partnership (CCP) Dalam Pembelajaran PPKn Lisye Salamor
Inovasi Kurikulum Vol 12, No 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v12i2.48230

Abstract

Classroom Learning Community Partnership Model (CCP) as an innovative learning product iiseful in integrating a variety of learning resources in civic education at primaty schools. Research and development method in the process ofdeveloping the model, has proven successful in improving the social cognitive skills with parents involvment as a the source and models a of of learning in the learning process.
Pengembangan Model Workplace Learning (WPL) untuk Meningkatkan Kompetensi Keahlian Jasa Boga Siswa Program Studi Tata Boga SMK Pariwisata Yulia Rahmawati; As'ari Djohar
Inovasi Kurikulum Vol 12, No 2 (2015): Inovasi Kurikulum, August 2015
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v12i2.48231

Abstract

Vocational practical learning activities are an important part, however, they do not link the practice learning activities conducted in schools with field work in the industry, yet. The implementation of the vocational students' field industrial practice (prakerin) still cause some problems and complaints from industry. Research results show that the pace of learners' work is slow, work accident's is still high, lack ofresponsibility sense, less able to maintain hygiene in food handling, as well as less neat of personal appearance. The purpose of this study attempts to develop WPL model to improve the student's catering competency skill of Tourism Culinary Vocational School. This research was done by conducting Research and Development (R D) towards the Catering Tourism Culinary Vocational School students. The process started from preliminary studies, model development and validation done by the experts. The results shows that: (1) preliminary (a) there is variation in the planning, implementation, evaluation activities in vocational industrial working practices studied, (b) The condition of infrastructure in vocational is relatively adequate, (c) the timing of the practice in the industry starts from 3-6 months. (2) WPL Model covers the planning, implementation, and evaluation. After the draft of WPL models developed and (3) the results of the validation test shows WPL that WPL model is effective for improving the students' competence of vocational catering skills. The author proposes some recommendations, namely: The Monitoring and evaluation done by knowledge ability, work attitude (employability skill), and the process of interaction in the workplace using complete learning device. This study is limited to WPL Model of Students' Catering Competency Skill of Tourism Culinary Vocational School. Other researchers who are interested in the model are recommended to develop the WPL model of vocational school cooperate with the relevan industry.

Page 9 of 30 | Total Record : 295