cover
Contact Name
Mujahidah Basarang
Contact Email
mujahidahbasarang@yahoo.com
Phone
+6285255011014
Journal Mail Official
jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 101 / Jl. Tupai No. 112 Makassar Email: jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 25407910     EISSN : 27971260     DOI : https://doi.org/10.53861/jmed
Core Subject : Health, Science,
Media Ilmiah Analis Kesehatan merupakan terbitan berkala untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di bidang Analis Kesehatan (Laboratorium Medis) yang terbit 2 (dua) nomor dalam satu tahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Media Ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pISSN; 2540-7910, eISSN; 2797-1260, menerima artikel hasil penelitian bidang teknologi laboratorium medis dengan fokus dan ruang lingkup yaitu; kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, toksikologi klinik, hematologi, dan sitohistoteknologi.
Articles 120 Documents
PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI PADA ANGGUR LAUT (Caulerpa sp ) YANG DIPERJUAL BELIKAN DI SEPANJANG PANTAI TAKALAR Anita Anita; Dewi Arisanti; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.57 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.161

Abstract

Anggur laut (Caulerpa sp) adalah golongan alga hijau, thallus (cabang) berbentuk lembaran, batangan dan bulatan, berstruktur lembut sampai keras dan siphonous. Faktor-faktor yang mempengaruhi cemaran bakteri pada anggur laut yaitu pencemaran melalui udara, air, alat-alat pengolahan, proses pengolahan dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah bakteri yang terdapat pada anggur laut (Caulerpa sp). Penelitian ini bersifat obserfasi laboratorik yang bertujuan untuk menhitung jumlah bakteri pada anggur laut (Caulerpa sp) . Sampel yang diteliti adalah 10 sampel dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Angka lempeng total (ALT). Hasil penelitian diperoleh 9 sampel yang memenuhi syarat untuk dihitung (30-300) koloni yang tumbuh yaitu sampel 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sedangkan untuk sampel 10 koloni yang tumbuh tidak memenuhi syarat untuk dihitung (<30). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 10 sampel anggur laut (Caulerpa sp) yang telah diteliti didapatkan hasil yang sesuai ketentuan SNI 7388:2009 dan masih termasuk dibawah standar yang telah ditentukan sehingga anggur laut (Caulerpa sp) yang diperjualbelikan di sepanjang pantai Takalar masih layak untuk dikonsumsi.
STUDI KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) Nurul Ni'ma Azis; Hasnah Hasnah; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.897 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Tuberculosis yang merupakan masalah kesehatan di seluruh negara yang diakibatkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penderita TB umumnya disertai dengan kekurangan energi kronis, kekurangan gizi dan mengalamai defisiensi mikronutrien. Penderita TB paru mengalami perubahan metabolisme yang disebabkan sitokin-sitokin pro inflamasi yang disekresi oleh sel-sel imun sebagai respon imun terhadap infeksi bakteri TB. Hal tersebut diduga menjadi penyebab kekurangan energi kronis yang berdampak status gizi yang lebih buruk. Defisiensi asupan makanan mempengaruhi proses eritropoesis yaitu produksi sel darah merah oleh sumsum tulang. Proses eritropoesis tersebut membutuhkan bahan dasar esensial yang beberapa bahan tidak dapat disediakan oleh tubuh. Hemoglobin adalah produk proses eritropoesis yang terbentuk dengan ketersediaan zat besi secara cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran hasil kadar hemoglobin pada penderita tuberculosis sebelum pengobatan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan melakukan pemeriksaan kadar Haemoglobin menggunakan Sysmex KX-21 dengan menggunakan metode Resistensi Elektronik (Impedans). Sampel yang diperiksa berupa plasma penderita TB sebanyak 20 sampel dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel diperoleh 8 orang (40%) menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah, 12 orang (60%) menunjukkan kadar hemoglobin yang normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa infeksi TB beresiko mengalami penurunan kadar haemoglobin.
PERTUMBUHAN DERMATOFITA DAN JAMUR LAIN PENYEBAB TINEA PEDIS PADA PETANI MENGGUNAKAN MEDIA BEKATUL Mujahidah Basarang; Tuty Widyanti; Andi Fatmawati; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.003 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.163

Abstract

Bekatul adalah lapisan dari beras yang terlepas dari proses penggilingan gabah/padi. Bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 84,36% juga mengandung kalsium, magnesium, mangan, zat besi, kalium, dan natrium yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur dan nitrogen yang kompleks. Sehingga bekatul dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengisolasi jamur penyebab penyakit infeksi seperti Tinea pedis. Tinea pedis merupakan dermatofitosis pada kaki, terutama pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki yang disebabkan oleh bermacam-macam jenis jamur yaitu Tricophyton rubrum, Tricophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menyetahui media bekatul dapat digunakan untuk menumbuhkan jamur penyebab Tinea pedis dan jamur penyebab tinea pedis pada sela jari kaki petani. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, hasil penelitian ditemukan bahwa petani di kabupaten gowa yang secara klinis mengalami infeksi jamur adalah 10 orang. Dengan rincian 1 orang terinfeksi jamur penyebab primer dan 9 orang terinfeksi jamur penyebab sekunder. Jenis jamur penyebab yang menginfeksi yaitu Tricophyton interdigitale, Aspergillus flavus, Mucor circinelloides, Aspergillus fischeri dan Khamir. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bekatul dapat digunakan untuk pertumbuhan jamur dan 1 orang petani terinfeksi jamur penyebab Tinea pedis yaitu jamur Tricophyton interdigitale.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN PADA REBUNG BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP PENURUNAN KADAR SIANIDA Nur Qadri Rasyid; Muh Rifo Rianto; Ita Reski Cahyani
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.89 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.164

Abstract

Rebung betung (Dendrocalamus asper) memiliki kandungan nutrisi, namun di samping itu rebung juga mengandung unsur anti nutrisi yang membahayakan kesehatan yaitu kandungan hidrogen sianida (HCN). Asam sianida merupakan senyawa beracun yang sangat mematikan, apabila masuk kedalam tubuh dalam dosis yang tinggi maka akan menyebabkan gangguan kesehatan bahkan kematian dalam sekejap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman pada rebung betung (Dendrocalamus asper) terhadap penurunan kadar sianida dengan variasi waktu 0 menit,15 menit, 30 menit, 45 menit dan 1 jam. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorik yang diuji secara kuantitatif dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar sianida pada perendaman 0 menit diperoleh kadar sianida sebanyak 64,07 mg/kg dengan selisih 0, pada perendaman 15 menit diperoleh kadar sebanyak sianida sebanyak 49,78 mg/kg dengan selisih sebanyak 14,29 pada perendaman 30 menit didapatkan kadar sianida sebanyak 45,15 mg/kg dengan selisih sebanyak 18,92 mg/kg, pada perendaman 45 menit didapatkan kadar sianida sebanyak 44,85 mg/kg dengan selisih sebanyak 19,22 mg/kg dan penurunan kadar sianida tertinggi yaitu pada perendaman selama 1 jam sebanyak 43,83 mg/kg dengan selisih sebanyak 20,24 mg/kg, Sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu perendaman rebung mempengaruhi kadar sianida pada rebung, semakin lama waktu perendaman kadar sianida semakin menurun sehingga masih aman untuk dikonsumsi karena tidak melewati ambang batas yang telah ditentukan yaitu <50 mg/kg.
HITUNG JUMLAH LEUKOSIT PADA PENDERITA KANKER PAYUDAR PASCA KEMOTERAPI Suardi Suardi; Nurul Ni'ma Azis; Dewi Arisanti; Fatma S Tondau
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.965 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.165

Abstract

Kanker payudara atau Carcinoma mammae adalah merupakan masalah utama kesehatan wanita di dunia, karena morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas yang tinggi diperlukan pengobatan yang tepat salah satunya kemoterapi. Kemoterapi ini bekerja pada sel-sel kanker payudara dan sel-sel yang aktif membelah di karenakan penggunaan obat-obatan yang bersifat sitoksik sehingga kemoterapi sering menimbulkan efek samping seperti mielosupresi. Mielosupresi adalah penurunan sel-sel darah salah satunya leukosit. Leukosit merupakan sistem pertahanan tubuh yang dapat mendeteksi masuknya mikroorganisme serta virus kedalam tubuh. Hal ini akan memperburuk keadaan pasien dan mengancam kelangsungan hidup pasien. Jenis penelitian ini bersifat observasi laboratorik untuk mengetahui jumlah leukosit pada penderita kanker payudara pasca kemoterapi. metode yang digunakan dalam pemeriksaan ini yaitu automatic analyzer dengan menggunakan alat mindray BC-3600 dengan jumlah 5 sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa jumlah leukosit pada sampel kanker payudara pasca kemoterapi mengalami laukopenia atau penurunan.
CUTTON BUD SEBAGAI ALAT PENDETEKSI BORAKS PADA DAGING AYAM POTONG YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR PA’BAENG-BAENG KOTA MAKASSAR Nur Qadri Rasyid; Anita Anita; Eva Trianingsih
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.286 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.166

Abstract

Keracunan makanan salah satunya disebabkan karena adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti penambahan boraks untuk memperpanjang masa simpan produk. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2012, Insiden keracunan akibat mengkonsumsi makanan menduduki posisi paling tinggi, yaitu 66,7%, dibandingkan dengan keracunan akibat penyebab lain. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks. Akumulasi boraks di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Boraks merupakan Kristal lunak yang mengandung unsur-unsur boron, bewarna dan larut dalam air, tidak berbau, stabil pada suhu tinggi serta tekanan normal. Boraks digunakan sebagai pengawet pada ayam potong untuk memperpanjang masa penyimpanan pada ayam potong. Namun pemakaian boraks disalahgunakan untuk dijadikan sebagai bahan pengawet pada makanan karena memiliki sifat sebagai antiseptik, pengontrol kecoa, bahan solder dan pembersih alat dapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi boraks pada daging ayam potong dengan menggunakan Cutton bud yang diperjualbelikan pada pasar pa’baeng-baeng Makassar. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan 20 sampel paha ayam potong menunjukan bahwa 1 sampel positif mengandung boraks. Hasil ini ditunjukan dengan adanya perubahan warna pada kapas cutton bud dari kuning menjadi bewarna merah ini menandakan bahwa boraks ditambahkan pada sebagian kecil pedagang ayam potong dipasar pa’baeng-baeng Makassar.
STUDI KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA AKSEPTOR PIL KELUARGA BERENCANA (KB) Nurul Ni'ma Azis; Hasnah Hasnah; Cia Munifa
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.858 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.167

Abstract

Alat kontrasepsi oral adalah salah alat kontrasepsi yang umumnya dipakai masyarakat untuk mencegah kehamilan. Ada 2 macam kontrasepsi yaitu kontrasepsi hormonal dan non hormonal kontrasepsi hormonal salah satunya yaitu pil KB . Kontrasepsi pil merupakan alat kontrasepsi hormonal yang berupa obat dalam bentuk pil yang dimasukan melalui mulut (oral), yang mengandung estrogen dan proestrogen, bertujuan untuk mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur). Tujuan penelitian ini untuk mengukur kadar kolesterol pada wanita akseptor pil KB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kolesterol total pada akseptor pil KB. Jenis penelitian ini bersifat observasi laboratorium dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria penggunaan selama 1.5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh sebanyak 3 (15%) sampel mengalami kenaikan kadar kolesterol total dan 17 (85%) sampel tidak mengalami kenaikan kadar kolesterol total.
IDENTIFIKASI Aspergillus sp PADA ROTI MANTAO YANG DI PERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Isna Rahmasari Burhanuddin; Dewi Arisanti; Mujahidah Basarang
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.465 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.168

Abstract

Roti mantao merupakan salah satu pangan semi basah yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Roti mantao berwarna putih dan bertekstur empuk yang dapat disajikan dengan cara dikukus, dibakar, ataupun digoreng. Bahan utama untuk membuat roti mantao yaitu tepung terigu, gula, susu dan ragi. Pertumbuhan jamur yang sangat cepat pada roti mantao dikarenakan komposisi dari bahan dasar dari pembuatan roti mantao yang merupakan sumber nutrisi utama bagi mikroorganisme seperti Aspergillus sp. Jenis jamur ini juga merupakan kontaminan umum pada berbagai pangan, yang menyebabkan kerusakan pangan. Jamur terdapat pada bahan makanan, dan tumbuh dengan sangat cepat dengan koloni berwarna putih, hitam, hijau tua, dan hitam kecoklatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Aspergillus sp pada roti mantao. Metode penelitian ini adalah observasi laboratorik dengan menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar) yang diinkubasi selama 5 hari. Dengan melakukan pengamatan setiap hari pada 10 sampel untuk melihat ada tidaknya pertumbuhan Aspergillus sp pada roti mantao. Hasil pengamatan memperlihatkan adanya pertumbuhan Aspergillus sp pada media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan ciri-ciri koloni dengan tekstur seperti kapas (cotton), dengan warna koloni hijau tua. Kesimpulan penelitian ini adalah 10% roti mantao yang diperjualbelikan di Kota Makassar terkontaminasi Aspergillus sp.
PENETAPAN KADAR ALKOHOL PADA MINAS (MINUMAN KHAS SINJAI) YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA SINJAI Rahmawati Rahmawati; Musfirah Anshar; Nurul Ni'ma Azis; Andi Asri Yustika Rifada
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.4 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.169

Abstract

Minuman beralkohol merupakan sejenis minuman yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. MINAS atau minuman khas Sinjai merupakan minuman yang terbuat dari tapai singkong dan beberapa tambahan lainnya. Tapai singkong merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia dan diperoleh dari proses fermentasi yang produk akhirnya akan menghasilkan alkohol. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. 14 Tahun 2016 tentang standar keamanan dan mutu makanan beralkohol dan minuman beralkohol adalah tidak lebih dari 0,01% . Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kadar alkohol pada MINAS yang diperjualbelikan di Kota Sinjai, dengan enis penelitian yaitu observasi laboratorik. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Alkalimetri didapatkan nilai rata-rata kadar alkohol dalam MINAS pada 10 sampel berturut-turut sebesar 0.1338%, 0.1758%, 0.1835%, 0.1804%, 0.1628%, 0.2069%, 0.1447%, 0.1369%, 0.2940%, dan 0.1804%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kadar alkohol pada MINAS melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No.14 Tahun 2016 yaitu 0.01%.
PENETAPAN KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA EYE – LINER DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Muawanah Muawanah; Hamsina Hamsina; Reva Reva
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.997 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.170

Abstract

Eye-liner merupakan sediaan kosmetik yang digunakan pada kulit tipis disekitar mata, oleh karena itu bahan yang terkandung didalamnya harus aman. Timbal (Pb) masuk kedalam tubuh manusia melalui jalur oral (makanan dan minuman), pernafasan, kontak melalui kulit, serta melalui parental. Efek berbahaya yang dapat ditimbulkan dari paparan logam timbal (Pb) bagi tubuh adalah sindroma abdomal, SSP, hematologi, renal dan neuromuscular. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar logam timbal (Pb) pada sampel Eye-liner. Metode penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283,3 nm. Sampel Eye-liner dikumpulkan sebanyak 5 sampel dengan metode Purposive Sampling dimana kriteria yang ditentukan dalam penelitian ini adalah Eye-liner liquid, waterproof, yang seing digunakan oleh masyarakat dan dicurigai tercemar oleh logam berat timbal (Pb). Dari hasil penelitian diperoleh kadar timbal (Pb) masing-masing sampel adalah, sampel A sebanyak 2,2215 mg/kg, sampel B sebanyak 0,9226 mg/kg, sampel C sebanyak 18,7713 mg/kg, sampel D sebanyak 1,2215 mg/kg, dan sampel E sebanyak 5,7021 mg/kg. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut masih berada di bawah batas maksimum yang ditentukan yakni 20 ppm (20 mg/kg) menurut BPOM, sehingga masih dikategorikan aman untuk digunakan.

Page 8 of 12 | Total Record : 120