cover
Contact Name
Wan Ridwan husen
Contact Email
jurnalmagelaran@gmail.com
Phone
+6289644238845
Journal Mail Official
jurnalmagelaran@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tamansari Km. 2,5 Mulyasari, Tamansari Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 26208598     DOI : https://doi.org/10.35568/
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni adalah jurnal Nasional yang diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember dengan (E-ISSN 2620-8598). Jurnal ini menerbitkan artikel ilmiah tentang : 1. Pendidikan seni 2. Seni Drama 3. Seni Musik 4. Seni Tari 5. Seni Rupa 6. Media Pembelajaran Seni 7. Seni Budaya 8. Sejarah Seni 9. Antropologi Seni Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, atau bahasa Indonesia.
Articles 81 Documents
Analisis Ragam Bentuk Gerak Dalam Karya Seni Tari Orek-Orek Di Sanggar Asriana Budaya Rembang Nuriyah Rahmawati, Laela; Moh Syaffruddin Kuryanto; Nur Fajrie
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v7i2.5276

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai bentuk gerak Tari Orek-orek di Sanggar Tari Asriana Budaya Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gerak tari pada karya seni Tari Orek-orek yang diajarkan di Sanggar Tari Asriana Budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif naratif. Tempat penelitian ini dilaksanakanan di Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, tepatnya di Sanggar Tari Asriana Budaya. Adapun data primer adalah pelatih tari dan siswa yang mengikuti kegiatan seni tari di Sanggar Tari Asriana Budaya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil teori-teori yang ada berupa dokumentasi identitas informan, catatan lapangan, dan data pendukung yang lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ragam bentuk gerak yang diajarkan sanggar tari asriana budaya terdapat 8 gerakan utama yang diajarkan dalam tari Orek-orek di sanggar tersebut.
Bentuk Penyajian Dan Fungsi Musik Nebah Tawak Dalam Upacara Notak Ompong Masyarakat Dayak Kebahan siung, mickhel siung; Mastri Dihita Sagala; Chiristianly Yery Silaban
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v7i2.5288

Abstract

Nebah Tawak music is an integral part of the Notak Ompong ceremony, a tradition of the Dayak Kebahan community which is full of meaning where the groom leaves for the bride's house. Notak Ompong is a pre-wedding ceremony that always features Nebah Tawak music to accompany a traditional procession. However, this ceremony is rarely carried out in wedding processions. This research aims to reveal the form of presentation and function of Nebah Tawak music in the Notak Ompong ceremony. The research method uses qualitative methods to find out how the music is presented and what function it plays in the ceremony. Data was obtained through observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses Miles and Huberman's theory, namely data reduction, data display, data presentation and drawing conclusions. Triangulation techniques were used to test the validity of the data, based on the results of observations, interviews and documentation. There is also triangulation of sources, namely descriptions of interviews with two musicians and traditional leaders. The results of the research show that Nebah Tawak music is presented with three Dayak gongs which have different sizes and tones. Nebah Tawak music presents cultural elements in it which are characteristic of the Dayak Kebahan community, so this music needs to be preserved. The function of Nebah Tawak music in the Notak Ompong ceremony is divided into three main aspects: as an accompaniment to traditional ceremonies, a means of entertainment for the community and as a representation of the cultural values of the Dayak Kebahan tribe.
Sistem Manajemen Sanggar Lukis Anak Jenthik Kencana Pengging, Banyudono, Boyolali Henrikus Pandu Jati Laksana; Adam Wahida; Figur Rahman Fuad
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v7i2.5303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sistem manajemen di Sanggar Lukis Anak Jenthik Kencana Pengging Banyudono Boyolali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus tunggal terpancang yang melibatkan wawancara semi terstruktur, observasi partisipasi pasif, serta analisis dokumen dan arsip. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2022, di lokasi sanggar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen sanggar berjalan cukup baik dengan faktor pendukung seperti pengambilan keputusan yang efisien dan relasi dengan sekolah lain yang mempermudah promosi. Namun, terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti kalender akademik sekolah formal yang menurunkan kehadiran peserta didik dan cuaca buruk yang menghambat kegiatan luar ruangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem manajemen yang diterapkan di sanggar telah mampu mencapai tujuan utamanya, meskipun masih memerlukan perbaikan di beberapa aspek untuk mengatasi hambatan yang ada.
Cymbal B20: Suatu Kajian Organologi Dimas Sunandar Asmara; Sandie Gunara; Febbry Cipta
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v7i2.5466

Abstract

Memahami bahan dasar yang digunakan dalam alat musik sangatlah penting, karena kualitas suara yang dihasilkan berpengaruh langsung pada pengalaman musikal. Hal ini juga mendukung performa optimal musisi saat mereka tampil di atas panggung. Artikel ini bertujuan mengkaji bahan dasar cymbal B20 sebagai bahan utamanya, mulai dari proses pembuatan dan karakter suara yang ditentukan oleh proses penempaan serta bentuk anatomi cymbal. Dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif, penulis mengumpulkan data melalui wawancara dengan drummer profesional, serta pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produksi cymbal. Selain itu observasi langsung ke tempat produksi, dilakukan untuk mengidentifikasi tema dan pola yang relevan guna memahami karakter suara cymbal berbahan B20 dan proses pembuatannya. Temuan menunjukkan bahwa dengan satu jenis bahan, yaitu B20, dapat dihasilkan berbagai karakter suara cymbal yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi para penggunanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan musikalnya.
Pola Tabuhan Gong Pangkak Lumpang Pada Ritual Adat Dayak Suhaid Desa Bati sentasik, Agusto Alvirio; Nurmila Sari Djau; Chiristianly Yery Silaban
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.5518

Abstract

   Pola Pemukulan Gong Pangkak Lumpang yang Digunakan dalam Adat Dayak Suhaid. Tesis untuk Program Studi Pendidikan Tari dan Musik Jurusan Bahasa dan Seni. Universitas Tanjung Pura. Asisten Pertama Manajer Nurmila Sari Djau, M.Pd. Cristianly Yery Silaban, M.Sn., sebagai pembimbing kedua. Pola Pemukulan Gong Pangkak Lumpang dalam Ritual Adat Dayak Suhaid dikaji dalam penelitian ini. Tantangan penelitian ada tiga: 1) bentuk Pola Ketukan Pangkak Lumpang, 2) sejarah musik yang terkait dengannya, dan 3) fungsi musik Pangkak Lumpang. Pola KetukanPenelitian ini menggunakan pendekatan MUSIKOLOGI dan penelitian kualitatif deskriptif. metodologi. Sekelin Jambi dan merupakan sumber data penelitian.  
Ronggeng Jamaras Di Kampung Babakan Suka Mulya Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Andiana, Dinda; Viranie Dwi Monikawatie; Melsya Firtikasari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6342

Abstract

Kampung Babakan Suka Mulya Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, memiliki beberapa pertunjukan tari yang erat kaitannya dengan kebutuhan ritual, khususnya yang berkaitan dengan kesuburan pertanian. Kesenian yang berkaitan untuk kepentingan ritual tersebut salah satunya adalah Ronggeng Jamaras. Kesenian Ronggeng Jamaras pada awalnya dipertunjukan sebagai upacara ritual dalam upacara yang berhubungan dengan pertanian. Berkembangnya zaman juga mempengaruhi kebetuhan pertunjukan tersebut sehingga beralih fungsi menjadi sarana hiburan. Kesenian Ronggeng jamaras juga dipertunjukan di acara-acara pernikahan maupun khitanan. Selain itu Ronggeng Jamaras juga dipertunjukan dengan cara ngaben (nutup jalan) di beranda maupun lahan kosong. Mereka mendapatkan imbalan secara sukarela dari para pamogoran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta studi pustaka. Hasil dari penelitian ini di analisis untuk menjawab masalah yang diajukan dalam penelitian ini. Ronggeng Jamaras dimainkan  oleh 7 orang, yang terdiri dari 6 orang nayaga dan 1 orang Ronggeng. Adapun alat musik yang digunakan adalah kacapi, rebab, kendang, goong, kecrek, dan ketuk. Busana yang digunakan Ronggeng cukup sederhana yaitu menggunakan kebaya, apok, dan sinjang. Rias yang digunakan adalah rias cantik. Sedangkan para nayaga menggunakan baju kampret, iket dan celana pangsi. Rias yang digunakan nayaga adalah rias seadanya atau sehari-hari.
Pengenalan Nilai Estetis Tari Melalui Pembelajaran Seni Budaya dalam Kurikulum Merdeka Ananda, Rizky; Olga, Evon Natasha; Levin, Cuttri; Sagala, Mastri Dihita
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6678

Abstract

       ABSTRACT This study aims to identify, explain, and demonstrate the aesthetic values found in dance through art and culture learning that adopts differentiated, jigsaw, and cooperative learning methods. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with an art and culture teacher, direct classroom observations, and documentation in the form of student dance performance videos at SMPN 3 Sungai Raya. Data validity was ensured through triangulation of sources, techniques, and time. The data analysis was conducted interactively through the processes of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that the application of these learning methods enabled students to express their understanding of aesthetic values in dance through the creation and performance of original choreographies. The aesthetic values were reflected in the students’ mastery of the elements of movement, rhythm, space, energy, and timing in a harmonious manner. Furthermore, this activity encouraged students to become active participants in the learning process, emphasizing not only technical dance skills but also appreciation for the meaning and expression embedded in cultural contexts. Thus, dance learning contributes to the development of students’ aesthetic awareness and character in alignment with the principles of the Independent Curriculum. These findings imply that a student-centered learning approach that allows for creative expression aligns with the principles of the Merdeka Curriculum in developing students' aesthetic insights and character holistically. Keywords: Aesthetic Value, dance, art and culture learning, independent curriculum
Eksplorasi Pembelajaran Komposisi Tari Dasar Partisipatif dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas VII SMPN 03 Sanggau Ledo Natasya, Nadia; Rhevana Ajecksi; Arfi Kurniawan; Mastri Dihita Sagala
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6686

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran komposisi tari dasar pada ekstrakurikuler tari kreasi di SMPN 3 Sanggau Ledo, guna meningkatkan kreativitas melalui elemen-elemen tari. Pembelajaran ini dilakukan dengan menerapkan Kurikulum Merdeka sehingga peserta didik memiliki ruang untuk berkreasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Adapun data penelitian diperoleh melalui wawancara kepada guru seni budaya di sekolah tersebut. Data lainnya diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi berupa hasil pembelajaran peserta didik. Uji keabsahan data melibatkan triangulasi teknik, sementara teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman, dengan mengumpulkan data, mereduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya yang dilakukan dengan materi komposisi dasar dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Hasil belajar tidak hanya menunjukkan peningkatan kreativitas, melainkan juga keterampilan teknis, dan menciptakan gerakan tari yang lebih ekspresif. Implikasi penelitian ini adalah berdampak pada apresiasi peserta didik terhadap seni tari agar peserta didik memahami dan mencintai seni tari sebagai bagian dari budaya. Selain itu, mengombinasikan gerakan hingga menjadi sebuah tarian kelompok dapat membangun komunikasi peserta didik yang lebih baik.
Implementasi Kurikulum Cambridgepada Mata Pelajaran Seni Budayadi Smp Tunas Bangsa mochrin, andra; Febriyanus Dony; Trisnawati; Mastri Dihita Sagala
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan Kurikulum Cambridge pada peserta didik di SMP Tunas Bangsa Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripitif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara kepada guru seni budaya yang mengajar di sekolah tersebut. Observasi ini didukung dengan dokumentasi berupa kegiatan yang di lakukan peserta didik pada saat melakukan praktik secara langsung. Hasil penelitian ini berupa kurikulum Cambridge menggunakan pendekatan yang dikembangkan untuk mengajarkan bahasa Inggris dengan fokus pada pemahaman konteks dan interaksi nyata. Keberhasilan metode Cambridge dapat dilihat dari efektivitas pembelajaran karena pendekatannya yang terstruktur dan relevansi konten yang mendukung pembelajaran bahasa yang lebih natural dan aplikatif. Namun, Kurikulum Cambridge sering membutuhkan sumber daya guru yang cukup banyak, ada kemungkinan perbedaan tingkat kemampuan antar peserta didik, metode ini bisa terasa terlalu kompleks bagi pemula terkait dasar-dasar tata bahasa atau kosakata mungkin merasa kesulitan mengikuti pelajaran. Implikasi penelitian ini diharapkan agar setiap guru, khususnya di Indonesia dapat tersadarkan untuk menguasai kemampuan berbahasa inggris dalam meningkatkan kompetensi professional guru dan upaya menjawab tantangan pendidikan global.
Peran dan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Seni Paringa, Crederedeo; Bunga Kemuning; Muhammad Nuruddin; Kristian Renaldo Yepi Sabaya; Mastri Dihita Sagala
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan seni, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru seni dan peserta didik di SMP Negeri 03 Segedong. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, serta perpanjangan pengamatan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang luas bagi pengembangan kreativitas, kolaborasi, dan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran seni berbasis proyek, seperti menciptakan ansambel campuran dari barang bekas. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum ini sangat bergantung pada inisiatif dan kesiapan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka, bila diimplementasikan dengan pendekatan yang tepat dan inovatif, mampu menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan seni dengan didukung kompetensi guru seni budaya.