cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Implementasi EcoWall dan GreenCorner dalam Mendukung Program Adiwiyata di SDN 011 Samarinda Kota Andre Andre; Elvina Ayuningtyas; Faridah Faridah; Febrianti Subaydiah; M. Alvin Aprilianto; M. Indra Sanjaya; Nisa Wulandari; Nurul Ain; Reyshyfa Aurellia; Rizki Riadhotus Sholikhah; Aspian Noor; Syamdianita Syamdianita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3388

Abstract

Program Adiwiyata di sekolah dasar membutuhkan pemanfaatan lingkungan fisik yang mendukung edukasi lingkungan. Kondisi awal SDN 011 Samarinda Kota menunjukkan dinding kosong seluas sekitar 24,25 m² belum dimanfaatkan sebagai media edukasi dan 32 tanaman pada area sasaran belum tertata secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan EcoWall sebagai mural edukasi lingkungan dan GreenCorner sebagai area penghijauan yang tertata, serta memanfaatkan kembali barang bekas dalam mendukung Program Adiwiyata. Kegiatan inti dilaksanakan pada 15 Juli–8 Agustus 2026, dilanjutkan penyerahan program pada 17 Agustus 2026 dan evaluasi pascaprogram. Hasil kegiatan menunjukkan dinding kosong berhasil dimanfaatkan menjadi EcoWall, jumlah tanaman meningkat dari 32 menjadi 66 tanaman melalui penataan, perawatan, penggantian, dan penambahan tanaman, serta 20 wadah bekas berupa 15 botol air mineral 1,5 liter dan 5 galon 5 liter digunakan sebagai pot. Evaluasi melalui Google Form kepada 65 responden yang terdiri atas 3 guru, 12 siswa kelas V, dan 50 siswa kelas VI memperoleh rata-rata 4,30 dari skala 5. Hasil tersebut menunjukkan tanggapan positif terhadap pelaksanaan, manfaat, dan fungsi edukatif program. Program menghasilkan perbaikan pemanfaatan ruang, penataan tanaman, dan pemanfaatan kembali barang bekas sebagai dukungan terhadap Program Adiwiyata.
Penyaluran Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani di Rempang Eco City, Kepulauan Riau R Muhamad Razi; Rika Sartika; Syaqilla Syaqilla; Nurbella Kurnia Herawati; Yunita Br Situmorang; Salwa Cahyadi; Jhon Agus Frando Sipayung; Fito Anadiansyah; Gege Laudie; Yunisya Azura; Tri Yulianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3392

Abstract

Lahan pekarangan pada sepuluh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih didominasi tanaman sayur-sayuran, sementara pemanfaatan tanaman obat keluarga belum banyak dilakukan. Kondisi ini diperberat oleh keterbatasan luas lahan, belum tersedianya model pengolahan hasil tanaman obat bernilai ekonomi, rendahnya partisipasi sebagian anggota dalam kegiatan bertani, kebutuhan media tanam tambahan yang belum terjangkau secara ekonomi, serta belum terbangunnya jejaring kerja sama antar KWT dalam mengelola kebun tanaman obat secara kolektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan dan menyalurkan tanaman kunyit, jahe, dan kencur kepada sepuluh KWT sebagai stimulan pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi kondisi lahan dan kebutuhan mitra, diskusi pemilihan jenis tanaman bersama perwakilan KWT, penyiapan media tanam, uji coba penanaman oleh mahasiswa KKN, hingga penyerahan bibit kepada mitra pada tanggal 09 sampai dengan 24 Agustus 2026. Hasil kegiatan menunjukkan tersalurkannya 100 polybag bibit kunyit, jahe, dan kencur secara merata kepada seluruh sepuluh KWT sasaran, dalam kondisi sehat dan siap tanam. Distribusi ini menambah jenis tanaman pekarangan yang sebelumnya didominasi sayuran. Kegiatan ini masih menghadapi sejumlah kendala, yaitu yaitu lahan pekarangan yang belum tertata, rendahnya partisipasi anggota, kebutuhan media tanam tambahan, ketiadaan model pengolahan hasil bernilai ekonomi, dan lemahnya jejaring antar KWT, sehingga keberlanjutan pemanfaatan bibit ke depan memerlukan pendampingan lanjutan.
Pemberdayaan Siswa Melalui Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMP Negeri 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Imelda Hutauruk; Geby Maria Tampubolon; Jonathan Christian Daniel; Rani Nadia Sihombing; Friggia Editha Maryen; Allya Nuryani; Iham Hidayat; Yudi Umara
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3407

Abstract

Pernikahan dini merupakan persoalan yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan serta perkembangan kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi remaja. Edukasi kepada siswa menjadi salah satu upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya perencanaan masa depan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan memperkuat pemahaman siswa mengenai pencegahan pernikahan dini di SMP Negeri 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 selama kurang lebih tiga jam dan diikuti oleh 378 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang terdiri atas 207 siswa laki-laki dan 171 siswa perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap 12 siswa serta satu guru, yang dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Setelah mengikuti edukasi, siswa mampu menjelaskan pengertian pernikahan dini, faktor penyebab, dampak, serta beberapa upaya pencegahannya, antara lain melanjutkan pendidikan, menjaga pergaulan, memiliki cita-cita, dan berkomunikasi dengan orang tua atau guru. Respons siswa terhadap kegiatan secara umum positif, meskipun pemahaman mengenai hubungan pendidikan dengan pencegahan pernikahan dini dan relevansinya dengan kondisi lingkungan masih beragam. Karena evaluasi tidak menggunakan pre-test dan post-test, kegiatan ini belum dapat menunjukkan perubahan pemahaman siswa secara kuantitatif. Kegiatan edukasi perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pendampingan Awal dan Penyusunan Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mie Ayam CR7 di Kelurahan Teluk Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Fiona Agnesia; Muhammad Iqbal Muzakki; Helena Petryana Hubin; Safila Zelfi Afrianti; Nurfaizah Salsabillah; Lambok Febryan Aritonang; Cherline Cherline; Yudi Umara
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3408

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memiliki peluang berkembang, tetapi keberlanjutan usaha juga dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan, pemasaran, legalitas, dan pengadaan bahan baku. Kegiatan pengabdian berbasis asesmen dan pendampingan awal ini dilaksanakan pada Mie Ayam CR7 di Kelurahan Teluk Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan tujuan memetakan kondisi usaha dan memberikan arahan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Kegiatan dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan komunikasi dengan pemilik usaha untuk mengidentifikasi kondisi operasional, pengelolaan keuangan, pemasaran, legalitas, serta pengadaan bahan baku. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Mie Ayam CR7 telah beroperasi sejak September 2018, dikelola oleh tiga orang, memiliki tempat usaha sendiri, dan menjual sekitar 50–60 porsi mie ayam goreng per hari. Rata-rata omzet kotor yang disampaikan pemilik sekitar Rp1.300.000 per hari, sedangkan biaya operasional harian diperkirakan sekitar Rp750.000. Selisih keduanya sebesar Rp550.000 digunakan sebagai gambaran surplus operasional sementara, bukan sebagai laba bersih, karena komponen biaya lain belum dicatat secara terperinci. Permasalahan utama mitra meliputi pencatatan keuangan yang belum sistematis, pemasaran yang masih mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut, legalitas dan sertifikasi yang belum lengkap, serta kerentanan terhadap fluktuasi harga bahan baku. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan menghasilkan arahan pemberdayaan berupa pencatatan keuangan sederhana, penguatan pemasaran digital, fasilitasi pemenuhan legalitas secara bertahap, dan penguatan jejaring pemasok. Rekomendasi tersebut merupakan hasil pendampingan awal dan belum diklaim sebagai intervensi yang telah selesai dilaksanakan.
In House Training Membangun Iklim Kebhinekaan Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Sikap Toleransi Siswa Desinta Dwi Rapita; Sri Untari; Nurul Ratnawati; Sukma Ulandari; Ekaliya Priti Anggraeni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3414

Abstract

Sekolah sebagai institusi yang memiliki peran signifikan dalam membangun kesadaran toleransi di tengah masyarakat multikultural. Kesadaran tersebut dibangun melalui penanaman nilai-nilai kebhinekaan yang berdampak pada penghayatan peserta didik. Peserta didik yang menghayati kebhinekaan berarti mampu mengidentifikasi diri sebagai perwakilan budaya luhur negaranya, memahami dan menghargai keragaman budaya, aktif berinteraksi satu sama lain, mampu berkomunikasi lintas budaya dalam keragaman, menjadikan keragaman sebagai kekuatan yang inklusif dan berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, kurangnya pemahaman dan pengetahuan siswa akan bentuk-bentuk tindakan intoleransi menjadi permasalahan dan tantangan bagi guru. Untuk menunjang keberhasilan tersebut dibutuhkan kompetensi guru dan lingkungan sekolah yang didasari oleh sikap kebhinekaan. Guru membutuhkan pendekatan baru untuk mengembangkan toleransi siswa tak terkecuali Guru di SMP Negeri 13 Malang.  Oleh sebab itu dilakukan In House Training bagi guru SMP Negeri 13 Malang sebagai upaya untuk mengembangkan sikap toleransi siswa. Metode pengabdian dilaksanakan secara sistematis meliputi sosialisasi, pendampingan penyusunan program kebhinekaan, forum diskusi serta evaluasi. Pengabdian ini berhasil melatih 48 guru SMP Negeri 13 Malang dan menghasilkan 11 rancangan program kebhinekaan yang berhasil disusun.