cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Pelatihan Penggunaan Alat Peraga dan Software Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dwi Antari Wijayanti; Aris Hadiyan Wijaksana; Mimi Nur Hajizah; Azzam Tawaqqal Abdu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3299

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam mengonkretkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan guru dalam memilih, menggunakan, dan mengembangkan alat peraga serta media pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam memanfaatkan alat peraga matematika dan software pembelajaran, khususnya GeoGebra, sebagai media untuk mendukung pembelajaran matematika yang konkret, visual, interaktif, dan bermakna. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, pengembangan media, simulasi pembelajaran, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru Sekolah Dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi keterampilan praktik, serta angket respons peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 56,33 pada pretest menjadi 82,67 pada posttest. Selain itu, peserta mampu menghasilkan media pembelajaran sederhana menggunakan alat peraga konkret dan GeoGebra untuk materi bilangan, pecahan, bangun datar, dan bangun ruang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan alat peraga dan teknologi ke dalam pembelajaran matematika. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pengembangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru agar penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi terintegrasi dengan tujuan pedagogis dan substansi matematika.
Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Inovasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun di Desa Toapaya Selatan Ririn Deswita Putri; Gisila Ariani; Rafika Okdanola Megarani; Elisabet Nababan; Nada Aiyskamila; Salsa Herawati; Gerysia Margareta; Tiara Yunisyafitri; Deo Januar Purba; Romi Romi; Zaitun Zaitun
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3303

Abstract

Minyak jelantah adalah salah satu jenis limbah dari rumah tangga yang bisa menyebabkan masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan yang memiliki manfaat masih perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memproduksi sabun dari minyak jelantah, mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik bagi lingkungan, serta mengenalkan manfaat ekonomi yang bisa diperoleh dari hasil pengolahan tersebut. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, demonstrasi, latihan langsung, bimbingan, dan penilaian. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 26 anggota PKK dengan didampingi oleh 4 mahasiswa dari Divisi Acara. Proses pembuatan sabun dimulai dengan mencampur 800 gram minyak jelantah, 300 gram air, dan 105 gram natrium hidroksida (NaOH).Setelah itu, ditambahkan pewangi untuk memberikan aroma pada sabun. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa semua 26 orang yang mengikuti pelatihan memahami materi dan langkah-langkah dasar dalam membuat sabun dari minyak jelantah. Kegiatan tersebut membantu mengembangkan keterampilan yang nyata dalam proses menyaring bahan, mencampur bahan-bahan, membuat sabun dengan dicetak, serta mengeringkan sabun itu. Perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan pengembangan usaha masih dalam tahap perencanaan.
Sosialisasi Dan Praktik Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Bagi TP-PKK Desa Toapaya Selatan Ahmad Bahrun Naim; Adinda Adriana Kurnia Silfa Saputri; Aprilani Lilis Martha Siahaan; Novriyanti Br Hombing; Aurellya Nathazza; Ester Lusiana Silitonga; Dliya Radhiyyah Solehah Sr.; Eunike Natavity Saragih; Giovano Deva Altareza; Kevin Zheng; Zaitun Zaitun
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3309

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila dibuang atau digunakan secara berulang tanpa pengelolaan, namun pengetahuan warga mengenai risiko tersebut, termasuk pada ibu-ibu TP-PKK Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali pemahaman dan keterampilan anggota TP-PKK dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun melalui pendekatan sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di Balai Desa Toapaya Selatan, diikuti oleh 49 peserta yang terdiri atas 29 anggota TP-PKK sebagai sasaran utama dan 20 mahasiswa KKN sebagai fasilitator. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi dampak minyak jelantah, demonstrasi, serta praktik pembuatan sabun padat berbasis saponifikasi NaOH melalui sembilan tahap, mulai dari penjernihan hingga curing selama 3–4 minggu. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan kemampuan peserta menyelesaikan tahapan praktik. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan sabun dengan pendampingan serta menunjukkan partisipasi aktif selama sosialisasi dan praktik. Kegiatan ini membekali TP-PKK Desa Toapaya Selatan dengan pengetahuan dan keterampilan awal untuk mengelola minyak jelantah secara mandiri, meskipun keberlanjutannya masih memerlukan pendampingan lanjutan dan dukungan kelembagaan PKK setempat.
Implementasi Strategi Digital Marketing dan Teknologi Kompor Seribu Titik untuk Peningkatan Peluang Penjualan dan Efisiensi Produksi pada UMKM Tahu Kita Desa Gitik Eka Novita Sari; Alfin Hidayat; Subono Subono
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3311

Abstract

UMKM Tahu Kita merupakan usaha produktif sektor pangan yang memiliki potensi pasar, namun masih menghadapi kendala pada aspek produksi dan pemasaran. Proses produksi masih menggunakan kayu bakar atau kompor konvensional satu titik api yang menyebabkan distribusi panas kurang merata, waktu pemanasan lebih lama, dan belum didukung sistem pengamanan kebocoran gas yang memadai. Pada aspek pemasaran, penjualan masih dilakukan secara konvensional dengan jangkauan pelanggan lokal serta belum optimal dalam pemanfaatan branding, media sosial, dan marketplace. Program pengabdian ini menawarkan solusi terintegrasi melalui implementasi Teknologi Kompor Seribu Titik berbasis sistem deteksi kebocoran gas dan strategi digital marketing. Pada aspek produksi, teknologi kompor dirancang untuk meningkatkan pemerataan panas, efisiensi energi, dan keamanan proses produksi. Pada aspek pemasaran, kegiatan meliputi pengembangan identitas merek, desain kemasan, pembuatan foto dan konten promosi, serta aktivasi media sosial dan marketplace. Pelaksanaan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, instalasi teknologi, pelatihan operasional, pengembangan branding, pendampingan digital marketing, serta monitoring dan evaluasi. Program ini mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM Tahu Kita.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare Sena Sena; Fitriani Umar; Rini Anggraeny; Haniarti Haniarti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3317

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, antara lain perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Parepare dengan populasi sebanyak 198 orang dan sampel sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta pengukuran kadar gula darah sewaktu (GDS) dan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 132 responden, sebanyak 4 responden (3,0%) mengalami Diabetes Melitus. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari (p=0,386), pola makan (p=0,197-1,000), obesitas (p=1,000), maupun riwayat keluarga (p=0,057) dengan kejadian Diabetes Melitus. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara keempat variabel tersebut dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare, sehingga upaya pencegahan tetap diperlukan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.
Pendampingan Branding dan Pemasaran Digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Purwosari RT 15 Muhamad Syafiq Gusmalianto; Putri Martina Panggabean; Suci Oktapia; Jhody Anugrah; Maharani Maharani; Nathasya Arum Fatih; Faizza Angelia Putri; Wan Faridah; Restela Restela; Siti Bintangi Putri Tias Pertiwi; Zaitun Zaitun
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3318

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Purwosari RT 15 memiliki beragam produk dan potensi usaha, tetapi pemanfaatan media promosi, penyajian informasi produk, dan pemasaran digital masih berbeda pada setiap pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan branding dan pemasaran digital berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sasaran. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development melalui tahap Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Sasaran kegiatan terdiri atas enam usaha atau kelompok, yaitu Kue Ibu Ningsih, Pisang Karamel, KUBE 3, Farm Agam, Catering Titin, serta Rujak Kang Wi dan Bite Ice. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 6 dari 6 sasaran atau 100% memperoleh kegiatan sesuai kebutuhan. Sebanyak 3 sasaran atau 50% memperoleh banner, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh menu digital atau katalog produk, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh foto dan video produk, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh pendampingan promosi media sosial dan pendaftaran lokasi Google Maps, serta 1 sasaran atau 16,67% memperoleh sosialisasi. Dokumentasi digunakan sebagai bukti pelaksanaan dan pendukung penilaian ketercapaian kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bentuk pendampingan dapat disesuaikan dengan aset dan kebutuhan masing-masing sasaran.
Pengaruh Media Edukasi Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMPN 1 Duapitue Nur Tri Wahyuni. Js; Makhrajani Majid; Henni Kumaladewi Hengky; Fitriani Umar
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3320

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi, diet ketat, serta meningkatnya kebutuhan zat gizi selama pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Duapitue. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 98 remaja putri, terdiri atas 49 responden kelompok video dan 49 responden kelompok leaflet. Kelompok video menerima edukasi audiovisual sebanyak tiga kali selama dua minggu, sedangkan kelompok leaflet menerima media edukasi leaflet sebanyak satu kali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan uji parametrik sesuai distribusi data. Rata-rata pengetahuan kelompok video meningkat dari 9,22 menjadi 14,71 (Δ=5,49), sikap dari 33,33 menjadi 35,37 (Δ=2,04), dan perilaku dari 29,63 menjadi 30,20 (Δ=0,57). Perbedaan peningkatan antara kelompok video dan leaflet bermakna pada pengetahuan (p<0,001), sikap (p=0,023), dan perilaku (p=0,011). Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok video mengalami peningkatan skor yang lebih besar daripada kelompok leaflet selama periode penelitian, meskipun perubahan perilaku relatif kecil.
Senam Napas untuk Meningkatkan Kebugaran Kardirespirasi pada Lansia Ulfah Widyastuti Arsal; Nur Fadhilah Irfani; Rizki Isnaeni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3321

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan tahap kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi organ dan sistem tubuh akibat proses penuaan. Salah satu dampaknya adalah menurunnya kapasitas fungsi paru, efektivitas pertukaran gas, serta daya tahan jantung-paru, sehingga dapat memengaruhi kemampuan fungsional dan aktivitas fisik lansia. Senam napas merupakan latihan sederhana yang dilakukan dengan mengatur pola inspirasi dan ekspirasi secara terkontrol untuk mendukung fungsi pernapasan dan kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas fungsional dan kebugaran jantung-paru lansia melalui program senam napas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Rehabilitation (CBR) melalui sosialisasi, pelatihan kader dan lansia, penerapan senam napas berbasis modul, pendampingan, serta evaluasi dengan desain pre-test–post-test satu kelompok tanpa kelompok pembanding menggunakan 6-Minute Walk Test (6MWT). Intervensi diberikan dalam satu sesi terbimbing, terdiri atas lima latihan pernapasan sesuai modul, yaitu pursed lip breathing (inspirasi 2 hitungan, ekspirasi 4 hitungan), pernapasan diafragma (inspirasi ±4 detik, ekspirasi ±6 detik), thoracic expansion exercise (tahan 2–3 detik), pernapasan dalam (tahan 2–3 detik), dan pernapasan dengan ekstremitas atas, masing-masing 10–15 repetisi. Sebanyak 20 lansia mengikuti kegiatan. Rerata jarak tempuh 6MWT meningkat dari 403,8 ± 53,1 m pada pre-test menjadi 451,8 ± 63,2 m pada post-test, dengan selisih rerata 48,0 m dengan nilai p < 0,001. Distribusi kategori juga membaik, ditandai peningkatan kategori baik dari 7 menjadi 12 orang dan sangat baik dari 1 menjadi 4 orang. Dengan demikian, program senam napas berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional, toleransi aktivitas, dan kebugaran kardiorespirasi lansia, meskipun hubungan sebab-akibat belum dapat disimpulkan karena tidak adanya kelompok pembanding dan pemberian intervensi hanya satu sesi.
Pengembangan Kawasan Ekoriparian Terpadu Berbasis Komunitas: Upaya Konservasi Lingkungan dan Edukasi Azka Aulia Faza; Ranty Wulandari; Eko Budi Prastyo; Hafiz Nurqori; Moh Aminulloh; Muhammad Reza Ardiansyah Putra Pratama
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3327

Abstract

Kawasan ekoriparian merupakan area transisi antara aliran sungai dan daratan di sekitarnya yang berperan penting secara ekologis, yakni menyaring bahan pencemar sebelum masuk ke badan air, meredam potensi banjir, sekaligus menjadi ruang belajar dan pelestarian lingkungan bagi warga sekitar. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan kawasan ekoriparian berbasis komunitas di Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, dengan fokus pada keterlibatan masyarakat, edukasi lingkungan, dan kerja sama lintas pihak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 5 informan, informan yang terdiri atas Pak Wisnu ketua RT setempat, Pak Agung Gunawan ketua RW setempat, Daffa ketua Sahabat Hijau Ekologi, Abah Asep Solihin pengurus Ekoriparian dan Pak Ali Sutardi pengurus Ekoriparian. Data dikumpulkan pada satu bulan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sukaragam terlibat dalam pemeliharaan lingkungan, penanaman, pemantauan kondisi kawasan, dan kegiatan edukasi. Komunitas Sahabat Hijau Ekologi berperan sebagai salah satu penggerak dalam mendukung dan mengorganisasi kegiatan pengelolaan kawasan. Kegiatan edukasi lingkungan yang dilakukan melalui keterlibatan langsung memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami kondisi lingkungan sekaligus mengenal tindakan konservasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengembangan kawasan menunjukkan perlunya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar pengelolaan dapat berlangsung secara konsisten dan tidak bergantung pada satu pihak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kawasan ekoriparian Desa Sukaragam tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh keterlibatan masyarakat, keberlanjutan edukasi, dan koordinasi antarpihak. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan kapasitas komunitas dan pelaksanaan edukasi lingkungan secara berkala menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Higiene Pribadi dan Sanitasi Makanan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Infeksi Helicobacter pylori pada Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Danny Irawan; Lea Maera Shanty; Ardyarini Dyah Savitri; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Diva Najlacesa Zefanya Purwanto; Keysa Dhia Kamila; Faizzatur Salma Ratnaduhita; Raffy Firdaus Xxafier; Mikail Nur Ramadhani; Muhammad Reihan Putra Purnama
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3329

Abstract

Pondok pesantren merupakan hunian komunal dengan kepadatan tinggi dan pola penyediaan makanan terpusat, sehingga memiliki risiko terhadap transmisi patogen saluran cerna termasuk Helicobacter pylori melalui jalur oral–oral dan fekal–oral. Praktik higiene pribadi dan sanitasi makanan yang belum optimal dapat meningkatkan risiko paparan infeksi saluran cerna pada santri. Meningkatkan pengetahuan santri mengenai higiene pribadi dan sanitasi makanan sebagai upaya pencegahan risiko infeksi Helicobacter pylori di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, melibatkan 50 santri dalam lima kelompok edukasi paralel, menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi cuci tangan pakai sabun, penerapan media edukasi, dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir yang dikonversi ke rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 5%. Meskipun nilai awal peserta telah berada pada kategori tinggi (90,00 ± 9,26), skor pengetahuan meningkat menjadi 97,40 ± 6,00 setelah edukasi. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (Z = −5,018; p <0,001) dengan besar efek kuat (r = 0,71). Proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 90,0% menjadi 98,0%. Edukasi higiene pribadi dan sanitasi makanan berbasis partisipasi menunjukkan peningkatan pengetahuan santri segera setelah intervensi. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan pengetahuan, perubahan perilaku higiene, serta dampaknya terhadap keluhan gastritis.