cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Program SAJADAH VENA: Edukasi Kesehatan Multimateri untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya Abraham Ahmad Ali Firdaus; Mia Puspitasari; Mochamad Faishal Riza; Fanty Filianovika; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Neila Dikhyatul Qolbi Shofa Anas; Muhammad Farelino Aurea Yuliawan; Jesi Lailiyah Siham; Pratama Ghozi Sakinul Jinan; Nizwa Shilha Brilianti; Irfan Murdianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3330

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan sebagian besar faktor risikonya dapat dicegah. Aktivitas santri yang menuntut posisi berdiri atau duduk lama juga meningkatkan risiko penyakit vena kronis pada tungkai, sementara pesantren mahasiswa umumnya belum memiliki program deteksi dini yang terstruktur. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai varises vena, faktor risiko kardiovaskular, dan masalah kesehatan prioritas lain melalui edukasi kesehatan multimateri yang didukung kegiatan skrining kesehatan berbasis Posbindu sebagai komponen pendukung program. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya dengan melibatkan 25 santri yang terbagi dalam lima kelompok materi, yaitu tuberkulosis, stres pada mahasiswa, varises vena, infeksi saluran pernapasan akut, dan bahaya merokok. Pendekatan partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest digunakan untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi kesehatan multimateri. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 74,80 ± 16,61 pada pretest menjadi 85,60 ± 16,85 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 48,0% menjadi 76,0%. Kesimpulan: Edukasi kesehatan multimateri dengan dukungan kegiatan skrining berbasis Posbindu menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri segera setelah kegiatan. Perbedaan peningkatan antar kelompok materi perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah peserta tiap kelompok terbatas. Keberlanjutan program memerlukan penguatan kader kesehatan santri dan pelaksanaan Posbindu pesantren secara berkala.
Program SIAGA MANIS: Edukasi dan Skrining Kesehatan Metabolik untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Sindrom Metabolik pada Santri Pondok Pesantren Wachid Hasyim Ardyarini Dyah Savitri; Danny Irawan; Faizal Armando Nugroho; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Keysa N. S.; Gigih Dwi Septa Pribadi; Ahmad Maulana Madhani; Eva Maharani Septiani Adiputri; Muchammad Ghifari Azhar; Elysia Talitha Iona Ardianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3331

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penyandang diabetes melitus meningkat tajam secara global, dengan sebagian besar faktor risiko berasal dari pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik yang dapat dimodifikasi. Lingkungan pondok pesantren dengan penyediaan makanan terpusat, jadwal kegiatan yang padat, serta keterbatasan aktivitas fisik terstruktur dapat menjadi lingkungan yang memengaruhi pembentukan kebiasaan kesehatan metabolik sejak usia muda. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, serta pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik melalui edukasi kesehatan dalam program SIAGA MANIS yang disertai skrining kesehatan metabolik. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Wachid Hasyim dengan melibatkan 10 santri putri menggunakan pendekatan partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang dan penyakit metabolik, pengenalan gerakan hidup aktif, serta skrining antropometri, tekanan darah, dan gula darah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank sebagai analisis utama (α = 5%). Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 69,00 ± 16,63 pada pretest menjadi 81,00 ± 17,29 pada posttest, dengan selisih 12,00 poin (IK 95%: 6,36–17,64) atau 17,39%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (Wilcoxon signed-rank eksak p = 0,008) dengan besar efek kuat (r = 0,82) dan N-gain 0,39 (kategori sedang). Delapan peserta (80,0%) mengalami kenaikan nilai dan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%. Kesimpulan: Program SIAGA MANIS menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri mengenai pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik segera setelah kegiatan edukasi. Peserta dengan pengetahuan awal rendah memerlukan pendekatan pendampingan yang lebih individual. Keberlanjutan program dapat didukung melalui kader kesehatan santri, penyesuaian menu dapur, dan skrining berkala.
Edukasi dan Skrining Tuberkulosis melalui Program SIKAT TB di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya Nathalya Dwi Kartika; Adyan Donastin; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Ersalina Nidianti; Robert Aditya Wijanarko; Najmy Najah Anisah; Qoyyum Meikasari; Fatikasari Zain
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3332

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam beban tuberkulosis dengan estimasi sekitar 1,1 juta kasus pada tahun 2024, sementara sebagian kasus belum terdeteksi akibat rendahnya literasi masyarakat mengenai gejala dan pentingnya skrining. Wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya merupakan kawasan dengan karakteristik permukiman padat dan mobilitas penduduk tinggi sehingga memerlukan penguatan upaya pencegahan dan penemuan kasus berbasis komunitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini tuberkulosis melalui penyuluhan SIKAT TB. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya dengan melibatkan 100 warga. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif menggunakan media poster, leaflet, dan video, serta layanan skrining sederhana. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dan dilaporkan sebagai persentase jawaban benar pada setiap butir soal. Analisis dilakukan pada tingkat butir soal menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan α = 5%. Hasil: Rerata persentase jawaban benar meningkat dari 56,80% ± 14,26 pada pretest menjadi 97,70% ± 2,87 pada posttest, dengan selisih 40,90 poin persentase (IK 95%: 30,32–51,48) atau peningkatan relatif sebesar 72,01%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (t(9) = 8,749; p < 0,001) dengan besar efek yang sangat kuat (Cohen’s dz = 2,77) dan nilai N-gain kategori tinggi (0,95). Seluruh sepuluh butir soal mengalami peningkatan, dan lima butir mencapai persentase jawaban benar 100%. Analisis menggunakan butir soal sebagai unit evaluasi sehingga hasil menggambarkan perubahan capaian pengetahuan pada setiap topik edukasi. Kesimpulan: Penyuluhan SIKAT TB efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis, terutama pada materi yang sebelumnya memiliki tingkat penguasaan lebih rendah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan kader kesehatan, pengulangan edukasi secara berkala, serta penguatan keterhubungan antara masyarakat dan layanan kesehatan primer untuk mendukung penemuan kasus aktif.
Edukasi Piring Sehat dan Aktivitas Jalan Kaki Terstruktur untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang Santri di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Evi Sylvia Awwalia; Effendy Effendy; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Ahmad Fairuz Zaky Ardiansyah; Rakhanisa Tasya Intan Syahputri; Fauzanin Rozan Nazhifa; Arikah Salsabila; Camelia Zhevilla Hassan; Rafif Johar Alim
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3333

Abstract

Latar Belakang: Kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja meningkat secara global dan menjadi faktor risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa. Di pondok pesantren, penyediaan makanan terpusat yang tinggi karbohidrat dan lemak, konsumsi sayur dan buah yang terbatas, serta jadwal belajar yang padat dan banyak duduk meningkatkan risiko tersebut. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang berbasis konsep piring sehat dan aktivitas jalan kaki terstruktur sebagai upaya pencegahan obesitas di lingkungan pondok pesantren. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, melibatkan 50 santri, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi penyusunan piring sehat, penetapan jadwal jalan kaki, dan penerapan media edukasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir (rentang nilai 0–100) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 80,00 ± 13,25 pada pretest menjadi 86,40 ± 11,20 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,001), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 70,0% menjadi 84,0%. Kesimpulan: Edukasi piring sehat dan aktivitas jalan kaki ssecara terstruktut meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang dan pencegahan obesitas segera setelah intervensi.  Keberlanjutan program perlu didukung melalui penyesuaian menu dapur, penjadwalan jalan kaki rutin, dan pemantauan indeks massa tubuh berkala.
Pengenalan Work Stretch 3S Program sebagai Alternatif Upaya Pencegahan Low Back Pain pada Pekerja Tambang di PT X Diah Surti Ningsih; Mussawwir M.Ilyas; Purwo Nugroho
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3338

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang berisiko terjadi pada pekerja dengan aktivitas fisik berat dan postur kerja tidak ergonomis, termasuk pekerja pertambangan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan kerja dan memperkenalkan upaya promotif dan preventif untuk mengurangi risiko LBP pada pekerja PT X. Metode meliputi observasi aktivitas dan postur kerja, wawancara, penilaian postur menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), penentuan prioritas menggunakan Urgency, Seriousness, Growth (USG), dan analisis penyebab menggunakan Fishbone Diagram. Hasil identifikasi menunjukkan LBP sebagai prioritas utama dengan skor USG 41. Wawancara terhadap 10 pekerja menunjukkan adanya keluhan nyeri pinggang saat dan setelah bekerja, sementara 9 pekerja belum mengetahui informasi mengenai LBP dan stretching. Penilaian REBA pada 3 pekerja memperoleh skor 10, 11, dan 12 yang menunjukkan risiko ergonomi tinggi hingga sangat tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan uji coba Work Stretch 3S Program pada 27 pekerja Safety. Hasil wawancara sebelum dan sesudah uji coba menunjukkan adanya pengurangan keluhan nyeri pinggang yang dilaporkan pekerja Safety. Selain itu, 88,9% pekerja menyatakan bahwa stretching membantu mengurangi keluhan nyeri pinggang. Work Stretch 3S Program diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif upaya promotif dan preventif serta referensi bagi perusahaan dalam mempertimbangkan pencegahan LBP sesuai kondisi kerja dan kebutuhan pekerja.
Pendampingan Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Kaya Literasi di PKBM Anggrek Bulan Desa Grogol Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Widya Nusantara; Rofik Rosyanafi; Ali Yusuf
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3343

Abstract

Rendahnya keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung literasi anak menjadi permasalahan penting dalam pendidikan keluarga. Banyak orang tua belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membangun budaya literasi di rumah, padahal keluarga merupakan lingkungan awal dan utama dalam perkembangan literasi anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar kaya literasi melalui program pendampingan berbasis komunitas. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 45 orang tua peserta PKBM Anggrek Bulan, Desa Grogol, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, melalui pelatihan, praktik, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui tes 15 butir soal untuk mengukur pemahaman peserta dan observasi untuk menilai keterampilan praktik. Data tes dianalisis secara deskriptif menggunakan N-gain score. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 70,13 pada pre-test menjadi 82,36 pada post-test, dengan N-gain sebesar 0,41 dalam kategori sedang. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta mulai mampu menerapkan keterampilan dalam menciptakan lingkungan belajar kaya literasi, antara lain melalui penataan sudut baca sederhana, pemilihan bahan bacaan sesuai usia anak, dan perancangan aktivitas membaca bersama. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta serta indikasi penguatan keterampilan praktis orang tua dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar kaya literasi di lingkungan keluarga.
Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Apotek Hidup Siswa MI Islamiyah Kaaffah Salis Setiani; Silvinatin Al-Masyithoh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3346

Abstract

Rendahnya kesadaran siswa Madrasah Ibtidaiyah terhadap pelestarian lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), di tengah tersedianya lahan sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal, melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini di MI Islamiyah Kaaffah Lamongan. Kegiatan ini melibatkan 31 siswa dan bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan pada siswa melalui pembuatan dan penanaman Apotek Hidup. Metode pelaksanaan disusun dalam empat tahap berkesinambungan selama satu bulan, yaitu pengenalan dan sosialisasi, praktik penanaman, perawatan dan pembiasaan karakter, serta pemanfaatan hasil dan evaluasi berupa pelatihan pengolahan panen TOGA menjadi minuman herbal seperti wedang jahe dan kunyit hangat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis, manfaat, dan cara perawatan TOGA, serta tumbuhnya tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian lingkungan, yang tampak dari inisiatif siswa merawat tanaman tanpa diminta dan meningkatnya keterlibatan menjaga kebersihan sekolah. Temuan ini mengindikasikan bahwa Program Apotek Hidup berpotensi menjadi media pembiasaan karakter peduli lingkungan yang aplikatif, dan dapat dipertimbangkan untuk direplikasi pada sekolah lain dengan evaluasi yang lebih terukur pada penerapan berikutnya.
GEMA TPQ: Strategi KKN dalam Meningkatkan Partisipasi dan Jumlah Santri TPQ Al-Husna di Desa Gembongan Alya Rachmawati; Agung Tri Utama; Alya Atmim Nurona; Aisyah Nur Baiti; Lailia Fatimatuz Zahra; Maulana Azmi Arribat; Achmad Erfani; Mafrukhin Mafrukhin; Tri Wahyuningsih; Nida'ul Khoirun Nisa; Isma Melati; Sabrina Xena Navenia; Rusliana Rusliana; Ayu Salva Pratama; Anisa Ell Raharyani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3347

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an dan karakter religius anak sejak usia dini. TPQ Al-Husna di Desa Gembongan menghadapi permasalahan berupa ketidakteraturan kehadiran dan rendahnya partisipasi sebagian santri, yang berkaitan dengan keterbatasan tenaga pengajar, variasi pembelajaran, serta kondisi pendampingan di rumah. Kegiatan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan partisipasi serta jumlah santri melalui strategi GEMA TPQ (Gerakan Menghidupkan dan Memajukan TPQ). Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu pada Agustus–September 2026 dengan sasaran santri TPQ Al-Husna. Data Mei–Juli digunakan sebagai data perkembangan sebelum intervensi utama, sehingga angka 58 santri merupakan kondisi awal sebelum rangkaian perkembangan tersebut dan bukan seluruhnya hasil intervensi enam minggu. Metode meliputi identifikasi kondisi awal, pendataan santri, koordinasi dengan pengurus dan orang tua, strategi jemput dan jaga santri, kelas mengaji, permainan edukatif, pendampingan rutin, pencatatan kehadiran, serta monitoring dan evaluasi. Data perkembangan menunjukkan jumlah santri meningkat dari 58 menjadi 84 anak, atau sebesar 44,8% sedangkan selama periode utama GEMA TPQ jumlah santri meningkat dari 70 menjadi 84 anak. Rata-rata frekuensi kehadiran tercatat meningkat dari sekitar tiga menjadi sekitar enam kali per minggu. Hasil ini dipahami sebagai indikasi adanya perubahan partisipasi selama program, bukan sebagai bukti hubungan sebab-akibat, karena dukungan orang tua dan kegiatan TPQ yang telah berlangsung sebelumnya juga dapat berkontribusi. Keberlanjutan program memerlukan pendataan berkala, penguatan kapasitas pengajar, variasi metode pembelajaran, kaderisasi pendamping, serta kerja sama antara pengurus TPQ, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat.
Optimalisasi Peran Tenaga Administrasi dan Manajemen Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda Rahel Tresiya; Erwin Purwaningsih
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3348

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dipengaruhi oleh optimalisasi peran tenaga administrasi dan manajemen dalam mendukung proses pelayanan. Hasil pengamatan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda menunjukkan adanya beberapa kondisi yang berpotensi memengaruhi mutu pelayanan, terutama berkaitan dengan komunikasi, beban kerja, monitoring dan evaluasi, dokumentasi, serta lingkungan kerja. Kegiatan magang dilaksanakan pada 16 Februari–14 Maret 2026 melalui pengamatan langsung dan diskusi dengan pihak rumah sakit. Identifikasi dan analisis masalah dilakukan menggunakan metode fishbone dengan mengelompokkan faktor penyebab berdasarkan aspek man, method, material, dan environment. Selanjutnya, prioritas alternatif pemecahan masalah ditentukan menggunakan matriks REINKS dan disusun dalam bentuk Plan of Action (POA). Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal tenaga administrasi dan manajemen belum optimal, beban kerja relatif tinggi, sistem monitoring dan evaluasi belum maksimal, dokumentasi pelayanan belum sistematis, penyampaian informasi prosedur pelayanan belum optimal, serta terdapat kondisi lingkungan kerja yang sibuk dan bertekanan. Berdasarkan matriks REINKS, peningkatan sistem monitoring dan evaluasi pelayanan secara rutin menjadi prioritas utama dengan skor 24. Kesimpulan: Optimalisasi mutu pelayanan dapat dilakukan melalui penguatan monitoring dan evaluasi secara berkala, pelatihan komunikasi efektif, perbaikan dokumentasi pelayanan, pengelolaan beban kerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Implementasi upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Dari Peta Bising ke Perilaku Aman Melalui Noise Exposure Mapping dan Safety Talk Nur Ambang Maulida; Jusma Zaskia Saputri; Purwo Setiyo Nugroho
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3350

Abstract

Kebisingan merupakan bahaya fisik yang banyak ditemukan di lingkungan kerja industri dan dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja area welding/workshop PT X dalam mengenali area berisiko kebisingan, serta mendorong penggunaan earplug/earmuff melalui Safety Talk berbasis Noise Exposure Mapping. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, pengukuran kebisingan dengan Sound Level Meter pada 14 April 2026, penyusunan Noise Exposure Mapping, Safety Talk sebelum pekerjaan dimulai yang diikuti 14 pekerja, dan observasi pada 18 pekerja. Tingkat kebisingan adalah 95 dBA pada area gerinda, 92 dBA pada area mesin las, 88 dBA pada area fabrikasi, 79 dBA pada area penyimpanan material, dan 72 dBA pada area istirahat. Area gerinda dan mesin las termasuk zona merah, fabrikasi zona kuning, serta penyimpanan material dan area istirahat zona hijau. Jumlah pekerja yang memakai earplug/earmuff meningkat dari 4 menjadi 8 dari 18 pekerja yang diobservasi (22,2% menjadi 44,4%), meskipun masih kurang dari separuh pekerja; laporan kegiatan juga mencatat indikasi peningkatan pemahaman secara kualitatif. Karena kegiatan tidak menggunakan desain pre-test–post-test, instrumen terstruktur, maupun pemeriksaan audiometri, temuan ini diinterpretasikan sebagai indikasi perubahan positif secara observasional, bukan bukti efektivitas intervensi. Safety Talk berbasis Noise Exposure Mapping dapat menjadi pendekatan pemberdayaan yang aplikatif untuk menerjemahkan data lingkungan kerja menjadi informasi keselamatan yang mudah dipahami.