cover
Contact Name
ardi
Contact Email
ardi.nupi@yahoo.com
Phone
+6282317862727
Journal Mail Official
ardi.nupi@yahoo.com
Editorial Address
Jln. Raya Bandung-Sumedang KM. 20.5 Jawa Barat Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
ISSN : 28091620     EISSN : 28091612     DOI : 10.32670/fairvalue
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (E-ISSN : 2809-1612, P-ISSN : 2809-1620) adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Akuntansi, Institut Manajemen Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dalam satu bulan sekali dalam setahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 642 Documents
Analisis hukum internasional bisnis global terhadap investasi asing dan perusahaan multinasional di Indonesia Ramadhan, Muh Arwan Maulana
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/6rf60j68

Abstract

Investasi Asing Langsung (FDI) dan ekspansi perusahaan multinasional (MNC) merupakan pendorong utama ekonomi global, namun secara inheren menimbulkan implikasi kompleks bagi hukum internasional. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis bagaimana struktur hukum internasional menciptakan ketidakseimbangan antara kepentingan MNC dan kedaulatan regulasi Indonesia dalam praktik investasi. Meskipun FDI berperan bagi pertumbuhan ekonomi, MNC kerap memanfaatkan celah yurisdiksi seperti separate legal personality dan transfer pricing untuk mengoptimalkan keuntungan finansial serta menghindari regulasi ketat, sehingga memfragmentasi akuntabilitas dan merusak kedaulatan negara tuan rumah. Asimetri struktural ini tampak pada instrumen internasional seperti Bilateral Investment Treaties (BITs) dan mekanisme Investor-State Dispute Settlement (ISDS) yang secara historis cenderung melindungi investor. Di Indonesia, kerangka hukum nasional, termasuk kemajuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional (UU No. 1/2023) yang mengatur pertanggungjawaban pidana korporasi dan revisi Undang-Undang Cipta Kerja (UU No. 6/2023), menghadapi tantangan signifikan. Tantangan ini berasalah dari keterbatasan yurisdiksi nasional dalam menembus sekat korporasi MNC yang terstruktur global dan penegakan hukum yang efektif terhadap strategi penghindaran pajak. Dinamika berkelanjutan antara modal global dan kapasitas regulasi nasional menyoroti perjuangan Indonesia untuk menyeimbangkan daya saing ekonomi dengan perlindungan kepentingan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa rezim investasi yang lebih adil memerlukan evaluasi ulang instrumen hukum internasional dan kapasitas regulasi nasional yang kuat untuk mengatasi praktik korporasi lintas batas secara efektif.
Model Pengaturan Pengangkatan dan Pemberhentian Menteri Negara dalam Sistem Tata Negara (Studi Perbandingan Indonesia dengan Malaysia) Nadir, Nadir; Holidi, Achmad
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v4i4.6164

Abstract

Pengaturan pengangkatan dan pemberhentian menteri negara merupakan aspek penting dalam menjalankan fungsi pemerintahan di indonesia dan malaysia. Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan di Indonesia dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan di Malaysia memiliki peran penting dalam menentukan dan menunjuk siapa pun yang memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai menteri negara sesuai dengan sistem pemerinta-han masing-masing. Presiden dan perdana menteri harus mempertimbangkan dengan sangat baik agar dapat menciptakan pemerintahan yang baik dan menjamin bahwa setiap orang yang diangkat sebagai menteri harus terhindar dari korupsi, kolusi dan nepotisme yang dapat merusak bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kewenangan presiden dan perdana menteri dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan comparative study terhadap konstitusi di masing-masing negara sebagai hukum tertinggi dan menggunakan pendekatan statute approach, menganalisis konstitusi sebagai pemberi hak kepada presiden dan perdana menteri untuk mengangkat dan memberhentikan menteri negara serta menjadi pemimpin dalam kabinet pemerintahan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 3 (2026): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 2 No. 01 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 12 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 1 No. 11 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 1 No. 10 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 2 No. 3 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. Spesial Issues 3 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 2 No. Special Issue 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. Spesial Issues 1 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia  Vol. 1 No. 9 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 8 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 6 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia More Issue