cover
Contact Name
Abdulloh Ubet
Contact Email
jilsa@uinsa.ac.id
Phone
+6282257622145
Journal Mail Official
jilsa@uinsa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Jl. Jend. Ahmad Yani 117 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab)
ISSN : 26147777     EISSN : 26151952     DOI : https://doi.org/10.15642/jilsa
Core Subject : Humanities,
Jurnal Ilmu Linguistik & Sastra Arab (JILSA) adalah Jurnal yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun oleh Program Studi Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab & HUmaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jurnal ini memfokuskan bidang kajiannya dalam bidang Bahasa & Sastra Arab.
Articles 137 Documents
Students’ Perception on Online Arabic Learning Based on Learning Principle of Rusydi Ahmad Thu’aimah Perspective: Case Study in Arabic Language Intensive Program of State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya Nafiesatinnaja, Asma; Thohir, Muhammad; Dimyathi, Muhammad Afifudin
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.1.64-87

Abstract

Arabic language learning must experience its learning system reconstruction as a consequence of Covid-19 pandemic which hits the world globally. The system change from offline to online makes each learning component must adjust with new system by still referring to the learning principles built adjusting with the virtual system. This article presents the study result conducted on Arabic language program at State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya. The purpose of this research was to understand the students’ perception about online Arabic language learning based on the learning principle by Rusydi Ahmad Thu’aimah which covers communication principle, learning method principle, and learning media principle. This study was conducted by using qualitative method through case study approach with data obtained through questionnaire based survey strengthened by the data of interview result. The research result showed that students had quite good perception on Arabic language intensive learning in odd semester of 2021-2022.
Ali Ahmad Bakatsir dan Upayanya dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia Melalui Karya Sastra Al-Mubassyir, Muhammad; Yumanto, Mochammad Indra
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.1.10-21

Abstract

Ali Ahmad Bakatsir adalah seorang penyair prolifik Arab berdarah Hadrami yang lahir dan tumbuh di Indonesia, berkembang di Hadramaut, dan berkarir sampai akhir hayatnya di Mesir. Bakatsir terkenal sebagai pelopor karya drama (masraḥ) karena semasa hidupnya banyak menulis karya drama selain juga menulis puisi dan novel. Salah satu yang cukup berkesan bagi rakyat Indonesia dari sosok Ali Ahmad Bakatsir adalah karya-karyanya yang banyak menceritakan kemerdekaan Indonesia, dan bahkan karya-karya tersebut turut andil dalam membangun dan mendorong iklim kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dalam kehidupannya, Bakatsir juga akrab dengan tokoh-tokoh pemegang kunci kemerdekaan seperti Ir. Soekarno, dr. Soetomo, dan Drs. Moh. Hatta. Ia memberi dorongan dan semangat serta menjadi salah satu penyuara atas kemerdekaan Indonesia. Dengan mengacu kepada kajian pustaka, artikel ini akan mengulas biografi Ali Ahmad Bakatsir dan upayanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui karya sastra.
Plagiarisme dalam Dunia Puitika Arab Klasik: Studi Komparasi Pemikiran al-Jumahī dan al-Qairawānī Ulum, Muhammad Bachrul
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.136-150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan interpretasi nyata studi kritik sastra terhadap praktik plagiarisme yang terjadi pada puisi Arab klasik. Al-Jumahi adalah orang yang membuka jalan bagi para kritikus untuk mengungkap pada public “kebusukan” dibalik kejayaan reputasi sastra Arab pada masa itu, sedangkan Al-Qairawany secara lebih sistematis menyajikan teori – teori yang berkaitan dengan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis kontrastif terhadap dua karya besar mereka, yakni Ṭabaqāt Fuḥūl As-Syu´arā dan Al-‘Umdah fi Al-Maḥāsin li As-Syi’r Wa Adabihi Wa Naqdih. Hasil yang diperoleh adalah Al-Jumahi dan Al-Qairawany berangkat dari gagasan yang sama, kendati memiliki sudut pandang yang berbeda. Al-Jumahi berpendapat bahwa semua jenis peniruan merupakan tindak plagiarisme yang secara absolut tidak bisa diterima dalam dunia sastra. Sedangkan Al-Qairawany berpendapat bahwa selama yang ditiru bukanlah prinsip kreasi dan inovasi, maka hal tersebut masih bisa diterima sebagai karya sastra yang orisinil. Dari itu, terlihat perkembangan kritik yang signifikan pada masa Al-Jumahi dan Al-Qairawany.
Efektivitas Metode Langsung dalam Proses Pemerolehan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Kedua Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 5 (Kajian Teori B.F Skinner) Oktaviana, Anisa Rosi
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.151-161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan kefektifitasan hasil dari penggunaan metode langsung (direct method) dalam proses pemerolehan bahasa Asing dalam hal ini adalah bahasa Arab. Menggunakan teori Operan milik B.F Skinner, dimana menurutnya bahasa merupakan hasil dari stimulus-respon (S-R) antara pembicara-pendengar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dimana peneliti menggunakan instrumen pre-test – treatment – post-test. Hasil penelitian berasal dari presentase hasil test santri Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 5, yang menunjukkan adanya peningkatan nilai post-test dari nilai pre-test setelah dilakukan treatment berupa kegiatan muhadatsah shobahiyah. Namun tujuan dari penelitian ini, bukanlah klaim bahwa metode ini paling benar dan efektif dalam proses pemerolehan bahasa kedua (Second Language Aqcuisition), akan tetapi peneliti ingin mengungkapkan bahwa metode dan teori ini adalah salah satu cara efektif dalam proses SLA. Dan tidak menutup kemungkinan metode dan teori lain juga efektif dalam penerapannya.
Taḥlīl al-Qiyam al-Akhlāqiyah fī Kitāb al-Qirā’ah al-Rasyīdah al-Juz’ al-Ṡānī (Dirāsah al-Adab al-Ijtimā’ī) Robiansyah, Dodi
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.88-103

Abstract

The objectives of this research are to know and explain an ethical message in the book of Qira>aturrasyi>dah, and to know and explain the form of moral values in the book of of Qira>aturrasyi>dah Part II.. The method of qualitative research, with the social approach to literature the data sources used contain basic data including the book of rational reading, journals and related articles and secondary data including dictionary, books and the Internet. The data collection techniques used are library, reading, data analysis and note-taking. The technique of its analysis is descriptive and qualitative. The results of the search from the message to the moral of moral values are honesty, "God does not cost a soul except in its power," and help, love, and care among creatures. The form of moral values in it is harmony, usefulness or help, and please help, care for others, and help each other. After conducting analysis and discussion, several conclusions can be drawn that are that every human being must possess honesty regardless of his social status. Everything we sow we will reap, and God has created His creatures according to their quotas, and God does not cost a soul except its power, and help all things, even if they are small.
Analisis Ilmu Arudl dan Qawafi dalam Kitab Tanwīr al-Qāri' Karya Muhammad Mundzir Nadzir Hikmawati, Masna; Amalia, Ulfa; Kamiliah, Nur Ilmi
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.162-175

Abstract

Ilmu Arudl dan Qawafi merupakan dua ilmu yang ada di bidang sastra Arab yang saat ini kurang diminati oleh kalangan pelajar, karena dianggap terlalu terikat dengan aturan yang baku dan mengekang dalam mengungkapkan ekspresi serta emosi. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kedua ilmu (Arudl dan Qawafi) ini telah menjadi mutiara dalam sejarah peradaban Arab. Penelitian ini berusaha menganalisa syair dalam kitab Tanwir al-Qari’ karya Muhammad Mundzir Nadzir yaitu kitab tajwid yang syairnya berbahasa Jawa yang ditinjau dari Ilmu Arudl dan Ilmu Qawafi. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu memaparkan hasil analisis puisi ini ditinjau dari Ilmu Arudl dan Ilmu Qawafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair kitab Tanwir al-Qari’ menggunakan bahar Rajaz. Dilihat dari segi Ilmu Arudl, ada beberapa yang sahih, dan ada beberapa yang fasid. Dalam syair ini juga terdapat beberapa zihaf yang digunakan, antara lain; khabn, khazm, Thayy, dan khabl. Dari segi ilmu Qawafi, syair dalam bab nun sukun ini dibagi menjadi dua macam, yaitu bentuk Qawafi dan jenis qafiyah. Sedangkan dari segi bentuk Qawafi, syair kitab Tanwir al-Qari’ bab nun sukun ini menggunakan dua jenis huruf Qafiyah, yaitu ar-Rawiy (Rawiy Mutlak dan Rawiy Muqayyad) dan al-Wasl.
Keistimewaan Bahasa al-Qur’an: Studi Tentang Dugaan Ketidaksempurnaan dan Ketidakbenaran al-Qur’an Djamaluddin, Burhan; Nurlailah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.118-135

Abstract

Terdapat dugaan dari sebagian kalangan masyarakat bahwa bahasa al-Qur’an memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan. Diantara kekurangan bahasa al-Qur’an, adalah adanya susunan bahasa al-Qur’an yang tidak lazim, misalnya mendahulukan maf’ul dari fi’il dan fa’il, ‘adad yang tidak sesuai dengan ma’dud, dhamir yang tidak sesuai dengan isim yang dirujuk, ketidaksesuaian antara tamyiz dan mumayyiz, ketidaksesuaian antara mubtada’ dan khabar, ketidaksesuaian antara sifat dan mawsuf, ketidaksesuaian antara hal dan shahib al-hal, ketidaksesuaian antara fi’il dan fa’il, kesalahan dalam kaidah nahwiyyah, penggunaan kata kerja madhi yang digunakan untuk waktu yang akan datang, dan penggunaan fi’il mudari’ untuk waktu yang telah lalu, dan ketidakbenaran informasi dari al-Qur’an, khususnya informasi tentang akan terjadinya sesuatu pada masa yang akan datang. Dugaan-dugaan tersebut ternyata tidak benar, karena muncul dari ketidakpahaman terhadap bahasa al-Qur’an pada khususnya, dan bahasa Arab pada umumnya, yang memiliki ciri khas dibanding dengan bahasa lainnya. Dugaan ketidakbenaran informasi al-Qur’an, boleh jadi disebabkan oleh ketidakpahaman tentang pemilik bahasa al-Qur’an itu sendiri, yaitu Allah, yang Maha Mengetahui, baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Khusus sesuatu yang belum terjadi, yang diinformasikan lebih dahulu oleh al-Qur’an, boleh jadi diragukan oleh sebagian orang, adalah karena informasi tentang sesuatu yang akan terjadi yang muncul dari manusia, seperti dari tukang ramal, sering tidak sesuai dengan kenyataan.
Analisis Bentuk Struktur Sosial dalam Kisah Layālī Turkistān Karya Najīb Al-Kailānī S, Hasfikin; Nisa, Ainy Khairun; Mugrib, Nuz Chairul
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.104-117

Abstract

This research is analysis of social structure in Layali Turkistan Novel written by Najib Al-Kailani aims to reveal the social structure in the story. This research is qualitative research. It uses literature research or library research and research method is content-analysis or descriptive qualitative. The approach used in this research is emic approach including literature, sociology and history socio. Type of social structure portrayed in the story in Layali Turkistan Novel written by Najib Al-Kailani is social status and role. Social status or social class in this story is ascribed status, achieved status and assigned status. Whereas, social role involving norms which are related with position or status to someone in society is the concept about what person is able to be achieved in society as social community and individual behavior which is important to social structure of society.
Analisis Semantik pada Kata “Afnān”: Kajian Mikro Linguistik Arab terhadap Surah al-Rahman Ayat 48 Fransisca, Malia
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.99-106

Abstract

Surah al-Rahman is one of the surahs in the Qur'an which has its own uniqueness, namely that there is 1 verse that is repeated up to 31 times, namely the verse that reads "fabi'ayyi alaa'i robkumuma tukadzdziban". It turns out that not only this verse, the researcher will also describe other uniqueness in this paper related to the word "afnān" which in translation means trees and fruits. Referring to the meaning of the dictionary, it is irrelevant, so the researcher uses a library research approach, in this case interpretation. This writing method uses qualitative methods. This study was analyzed using micro-study of Arabic linguistics (language), namely semantics. The result of this paper is that the word "afnān" contained in Surat al-Rahman verse 48 literally means branch, color, art. Meanwhile, Tafsir Ibn Kathir and al-Wajiz explained that the meaning of the word "afnān" is the colorful fruits or several branches that have very many fruits. Meanwhile, Tafsir Jalalain explains that the meaning of the word "afnān" is raindrops or the ruins of a house. So, from these two explanations we can conclude that there are differences in the meaning of the word "afnān" in terms of quality and quantity.
Semantik Hijrah dalam Al Qur'an Suryaningrat, Erwin
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.68-82

Abstract

Istilah hijrah sudah masyhur didengar, bahkan ada fenomena di tengah masyarakat pada masa kini munculnya Gerakan “hijrah”, yaitu sekelompok orang yang didominasi oleh kaula muda untuk berproses menuju kepada kebaikan, dan proses perubahan menuju kebaikan ini mereka pahami dengan istilah “Hijrah”, Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban seputar permasalahan semantik hijrah dalam Al-Qur’an  yang  dirumuskan dalam poin-poin di bawah ini. (1) Persoalan etimologi hijrah (2) Persoalan pemakaian dan pemaknaan hijrah dalam Al-Qur’an (3) Relasi semantik hijrah dalam Al-Qur’an . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik dengan menggunakan kajian semantik. Dalam hal ini penulis menggunakan metode deskriptif, dan metode sinkronik dan diakronik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan tata hubungan sintagmatik, paradigmatik, intratekstual, dan intertekstual. Hasil dari penelitian yang penulis dapatkan adalah Al-Qur’an  menyebutkan hijrah sebanyak tujuh belas kali dalam bentuk kata kerja dan ism fa’il. Penggunaan kata hijrah dalam Al-Qur’an  menunjukan kepada pengertian menjauh, baik dalam bentuk perbuatan, perkataan dan sikap. Ada empat makna dalam Al-Qur’an  yang menggunakan kata hajara, verba dari nomina hijrah, yaitu; 1) perkataan yang tercela, 2) meninggalkan dalam bentuk berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, 3) berpisah ranjang dengan pasangan, 4) meninggalkan dalam bentuk perkataan dan uzlah ‘menyendiri’. Dan pada akhirnya penulis menemukan subtansi dari makna kata  hijrah merupakan ism dari kata kerja hajara yang memiliki makna musytarak yang pada intinya menuju pada satu pengertian, yaitu meninggalkan.

Page 10 of 14 | Total Record : 137