cover
Contact Name
Herani Tri Lestiana
Contact Email
herani@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285641552211
Journal Mail Official
altarbiyah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teachers Training (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Jalan Raya By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal)
ISSN : 24426377     EISSN : 27213595     DOI : -
Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) is a double-blind peer reviewed journal on Education published by the Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) welcomes and accepts qualified original research papers about education which are written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. This journal is published twice a year. Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) has already had registration numbers of p-ISSN: 2442-6377 and e-ISSN: 2721-3595 issued by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). Al-Tarbiyah journal was inactive during 2016-2018. In 2019 this journal started continuing the publication of Volume 29.
Articles 88 Documents
PENGEMBANGAN LKS BANGUN RUANG SISI DATAR BERBASIS POE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Salasatun, Qofifah Putri; Pramesti, Santika Lya Diah; Lestiana, Herani Tri
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.16 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i2.9110

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah matematika dalam pembelajaran matematika merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berupa LKS  berbasis POE  yang valid, praktis, dan efektif, serta dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (define, desain, develop, dan disseminate). Namun pada pengembangan lembar kerja siswa ini peneliti hanya menggunakan 3D yang terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (desain), dan pengembangan (develop). Tahap define menganalisis awal, siswa, tugas, dan konsep. Tahap desain merancang bahan ajar siswa materi bangun ruang sisi datar. Tahap develop menghasilkan bahan ajar siswa berbasis POE. Berdasarkan hasil penelitian, hasil validasi ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 3.39 dengan kriteria valid dan ahli media diperoleh rata-rata sebesar 3.39 dengan kriteria valid. Hasil uji kepraktisan dilihat dari angket respon siswa diperoleh rata-rata sebesar 3,389 dengan kriteria praktis. Hasil uji coba LKS yaitu dari hasil posttest siswa dengan perolehan rata-rata sebesar 73.50 dengan kriteria efektif. Maka LKS berbasis POE (Predict Observe Explain) valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci: 4D, LKS POE, Pemecahan Masalah Matematika AbstractMathematical problem solving ability in learning mathematics is needed by students. The purpose of this research was to develop teaching materials in the form of POE-based materials that were valid, practical, and effective and could improve students' mathematical problem solving abilities in flat-sided geometry material. This type of research was Research and Development (R&D) with a 4D development model (define, design, develop, and disseminate). However, in developing this student worksheet, the researcher only used 3D consisting of defining, designing, and developing. The define stage consisted of initial analysis of the students, assignments, and concepts. The designing stage consisted of designing students’ learning materials for flat-sided geometry. In the developing stage, POE-based students’ learning materials were produced. Based on the research results, the result of the material expert validation obtained an average of 3.39 showing a valid criterion.  The result of the practicality test based on students’ responses on questionnaires obtained an average of 3.389 reflecting practical criterion. The results of the worksheet field test based on the students' posttest results shows an average of 73.50 belonging to effective criterion. Thus, the POE (Predict Observe Explain)-based worksheet is valid, practical, and effective to improve students' mathematical problem solving abilities.Keywords: 4D, POE worksheet, mathematical problem solving
STUDI KASUS GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI KABUPATEN TEGAL KARASIDENAN PEKALONGAN Shintia Dwi Alika; Veni Nurpadillah; Kurnia Dewi Nurfadilah
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.614 KB) | DOI: 10.24235/ath.v29i1.5038

Abstract

AbstrakKemampuan literasi yang tinggi dapat mendorong perkembangan kearah tingkatan yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, banyak negara khususnya yang sedang membangun dan berkembang menjadikan literasi sebagai agenda utama pembangunan yang banyak menelan biaya. Signifikasi literasi ternyata belum mampu memberikan kesadaran bagi berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untuk segera bergegas meningkatan penguasaan literasi keilmuan masyarakatnya. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melihat dan menganalisis kegiatan literasi di lingkungan Sekolah Menengah Atas di Karesidenan Pekalongan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan fokus utama penelitian ini adalah gerakan literasi sekolah yang dilakukan di SMA Negeri 2 Slawi yang berada di Kabupaten Tegal. Penelitian melibatkan 50 siswa kelas XII SMA, yang terdiri dari 25 siswa kelas XII IPA dan 25 siswa kelas XII IPS.Sumber data penelitian ini adalah dokumentasi, hasil angket dan persepsi guru dan siswa. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 2 Slawi, sekolah tersebut belum melaksanakan kegiatan literasi sekolah. Karena tidak semua siswa dan gurunya mengetahui gerakan tersebut. Akan tetapi minat membaca dan menulis siswanya sudah cukup baik.Kata Kunci        : Gerakan Literasi Sekolah, Literasi Keilmuan, Studi Kasus AbstractHigh literacy skills can encourage development towards higher levels. Therefore, many countries, especially those that are growing and developing, make literacy the main agenda of development that costs a lot. The significance of literacy has not been able to provide awareness for various parties involved in the world of education to immediately rush to increase the mastery of scientific literacy of their society. This encourages researchers to see and analyze literacy activities in high school environment in Pekalongan countSy, using qualitative research methods and the main focus of this research is the school literacy movement carried out in 2 Slawi Public High Schools in Tegal Regency. This research involved 50 senior high school students of class XII, consisting of 25 students of class XII IPA and 25 students of class XII IPS. The data sources of this study were documentation, questionnaire results and perceptions of teachers and students. Based on the results of observations in SMA 2 Slawi, the school has not implemented school literacy activities. Because not all students and teachers know the movement however students interest in reading and writing students is quite good.Keywords: School Literacy Movement, Scientific Literacy, Case Study
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL Zahrotus Saidah
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.835 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8430

Abstract

AbstrakPenanaman nilai-nilai pendidikan agama berbasis kearifan lokal merupakan salah satu upaya efektif dalam menangkal degradasi nilai-nilai agama peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang telah diterapkan TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisa data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal, TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang telah menerapkan strategi pembudayaan nilai-nilai agama melalui kegiatan-kegiatan berbasis kearifan lokal seperti tahlilan, ziarah makam, silaturrahim dan halalbihalal. Nilai-nilai pendidikan Islam yang telah ditanamkan berupa nilai akidah yaitu iman kepada Allah dan kepada hari akhir; nilai akhlak yaitu kasih sayang, kepedulian sosial, kesopanan, serta berbakti kepada orang tua dan guru; dan nilai ibadah berupa bacaan dzikir ayat-ayat suci Al Qur’an dan kalimat thayyibah.Kata kunci: Nilai Pendidikan Islam, Kearifan Lokal, Generasi Digital  AbstractInternalization of religious education values based on local wisdom is one of the effective efforts to prevent the degradation of students’ religious values in the digital era. This study aimed to determine the strategies that have been implemented by TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang in internalizing the values of Islamic education based on local wisdom. This research was a descriptive qualitative research. Data collection was done through structured and unstructured interviews, observation, and documentation. The data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation and verification. The result of this study indicates that in internalizing the values of Islamic education based on local wisdom, TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang has implemented a strategy of cultivating religious values through activities based on local wisdom such as tahlil, grave pilgrimace, visits, and halal bihalal. The values of Islamic education that have been instilled are in the form of faith values, such as faith in Allah dan the day of judgement; moral values, such as affection, social awareness, politeness and devotion to parents and teachers; and worship values in the form of recitation of the holy verses of the Qur’an and kalimah thayyibah. Keywords: Islamic Education, Local Wisdom, Digital Generation
PENINGKATAN SIKAP SOPAN SANTUN MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL KARTUN Jajang Aisyul Muzakki
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 30, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.788 KB) | DOI: 10.24235/ath.v30i1.6415

Abstract

AbstrakPesatnya perkembangan teknologi menjadikan faktor menurunnya moral terutama sikap sopan santun. Pemberian stimulus dengan menyuguhkan video kartun dapat memotivasi anak dalam bersikap sopan santun terhadap orang lain. Penelitian dilatarbelakangi oleh anak kelompok A2 di TKIT Al-Umm Klangenan Cirebon. Tujuan penelitian: 1) mengetahui sikap sopan santun anak sebelum diterapkannya media audio visual kartun, 2) mengetahui penerapan media audio visual kartun dalam meningkatkan sikap sopan santun anak, dan 3) mengetahui sikap sopan santun anak setelah diterapkan media audio visual kartun. Jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian sebanyak 16 anak, terdiri dari 13 siswa dan 3 siswi. Objek penelitian media audio visual kartun. Metode yang digunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan menonton kartun dapat mengembangkan sikap sopan santun anak pada kelompok A2 di TKIT Al-Umm Klangenan Cirebon. Berdasarkan keseluruhan penilaian jumlah anak dan seluruh indikator terjadi peningkatan pada setiap siklusnya. Presentasi peningkatan pada pra siklus sebesar 43,85%, siklus 1 70,98% meningkat 27,12% dan siklus 2 86,49% meningkat 15,52%, sehingga prosentase peningkatan kemampuan sikap sopan santun melalui media audio visual kartun dapat mencapai indikator keberhasilan yaitu mencapai 75%. Langkah-langkah agar mencapai keberhasilan yaitu: 1) penjelasan secara bertahap dan terus-menerus, 2) teladan dan pembiasaan, 3) mengingatkan anak untuk bersikap baik, 4) pujian dan motivasi.Kata kunci: sikap sopan santun, kartun, anak usia dini  AbstractThe rapid development of technology has led to moral decline, especially in manners. Providing stimulus by presenting cartoon videos can motivate children to perform good manners towards others. The research was motivated by the A2 group children at TKIT Al-Umm Klangenan Cirebon. The purpose of this study included: 1) knowing the attitude of child courtesy before the implementation of cartoon audio visual media, 2) knowing the application of cartoon audio visual media to increase the attitude of child courtesy, and 3) knowing the attitude of child courtesy after applying cartoon audio visual media. The type of the research was a classroom action research. The research subjects were 16 children, consisting of 13 male students and 3 female students. The objects of the research were audio visual cartoons. The method used were observation, documentation, and interviews. The result of the research shows that the cartoon watching activity can develop the attitude of child courtesy in the A2 group at TKIT Al-Umm Klangenan Cirebon. Based on the overall assessment of the number of children and all indicators, there is an increase in each of the cycle. The pre-cycle percentage is 43.85%, cycle 1is  70.98% which increases 27.12% and cycle 2 86.49% which increases 15.52%, so the increase percentage in the ability to perform good manners through audio visual cartoon media can achieve an indicator of success that reaches 75%. The steps to achieve the success are: 1) a gradual and continuous explanation, 2) example and habituation, 3) reminding children to be kind,   and 4) praise and motivation.Keywords: manners, cartoons, early childhood
INTEGRASI SAINS DENGAN KEILMUAN LAIN PADA TINGKAT SD/MI Miptah Parid; Adi Abdurahman; Indah Hari Utami
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10625

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai integrasi sains dengan keilmuan lain pada tingkat SD/MI sehingga dapat menggambarkan dasar integrasi sains dengan keilmuan lain serta cara pengimplementasiannya. Integrasi sains dengan keilmuan lain yaitu proses menggabungkan mata pelajaran lain dengan sains. Penelitian ini menggunakan library research. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis isi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: Dasar-dasar yang menyebabkan integrasi sains dengan keilmuan lainya antara lain sebagai berikut: time pressure, fragmentation of curriculum, dan the explosion of knowledge. Proses mengintegrasikan sains dengan keilmuan lainya yaitu dengan membuat tema untuk diintegrasikan antara sains dengan keilmuan /mata pelajaran lain ditingkat sekolah dasar sesuai dengan tujuan pembelajaran agar menjadi tema yang bermakna dan menarik. Beberapa keilmuan yang diintegrasikan dalam pembahasan ini adalah Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Seni, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Integrasi sains dengan keilmuan lain pada tingkat SD/MI dikembangkan melalui pendekatan multdisipliner misal berkaitan dengan makhluk sosial, pengukuran pertumbuhan makhluk hidup, dan pengamatan terhadap lingkungan hidup. Kata Kunci:  integrasi, sains, Sekolah Dasar  AbstractThis article discusses the integration of science with other subjects at the SD/MI level so that it can describe the basis for integrating science with other subjects and how to implement it. The Integration of science with other subjects is the process of combining other subjects with science. This study was library research with interactive methods. The data were collected by using content analysis technique. The findings of the study show the bases that lead to the integration of science with other sciences which include the time pressure, the fragmentation of curriculum, and the explosion of knowledge. The process of integrating science with other subjects is done by creating a theme to be integrated between science and other subjects at the elementary school level in accordance with the learning objectives to become a meaningful and interesting theme. Some subjects integrated with science in this discussion are mathematics, social science, arts, reading skills, and writing skills. The integration of science with other sciences at the SD/MI level is developed through a multidisciplinary approach, for example relating to social beings, measuring the growth of living things, and observing the environment. Keywords: integration, science, elementary school
URGENSI PENDIDIKAN TASAWUF PADA REMAJA MILENIAL Ilman Nafi'a; Muhammad Ziyan Naufal; Septi Gumiandari
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10788

Abstract

AbstrakPendidikan tasawuf berfungsi untuk menjadikan manusia berkepribadian shalih dan memiliki laku-lampah yang baik dan mulia serta mempunyai ibadah yang berkualitas, yang menghasilkan output berupa manusia yang jujur, istiqāmah dan tawadu. Pendidikan tasawuf pada remaja sangat dibutuhkan demi mencegahnya kenakalan-kenakalan pada remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami urgensi pendidikan tasawuf demi mencegahnya kenakalan-kenakalan pada remaja. Artikel ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Pencarian literatur dilakukan secara online melalui Google Cendekia yang dibatasi dari tahun 2012-2022 dengan proses percarian menggunakan kata kunci “Pendidikan Tasawuf”, “Pendidikan Tasawuf Remaja”, dan “Pendidikan Tasawuf Milenial”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar pendidikan tasawuf adalah sarana untuk seseorang mendekatkan diri kepada Allah melalui penyucian jiwa dan hati. Hal ini yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan modern yang dialami oleh manusia, khususnya para remaja milenial yang dekat dengan dunia teknologi dan internet. Pendidikan tasawuf juga harus masuk dan perlu dikemas dengan pendekatan-pendekatan yang terkini agar relate dengan para remaja milenial. Hai ini demi terciptanya remaja yang mempunyai akhlakul karimah dan menjaga pribadinya dari krisis ruhani.Kata kunci: milenial, pendidikan, remaja, tasawuf  AbstractTasawuf education serves to make humans have pious personalities, good and noble behavior, and the best worship, resulting in output in the form of honest, istiqāmah and tawadu humans. Tasawuf education for teenagers is really needed to prevent juvenile delinquency. This article aimed to identify and understand the urgency of tasawuf education in order to prevent juvenile delinquency.  This article used a literature review approach. The literature search was conducted online through Google Scholar which was limited from 2012-2022 with the search process using the keywords of "Tasawuf Education", "Tasawuf Education for Teenagers", and "Millennial Tasawuf Education". The result of this study shows that in general, tasawuf education is a means for a person to get closer to Allah through the purification of the soul and heart. This is what is needed to face the modern life experienced by humans, especially the millennial teens who are keen to the world of technology and the internet. Tasawuf education must also be included and presented with the latest approaches so that it relates to millennial teens. It is for the sake of creating teenagers who have good morals and protecting their personalities from spiritual crisis. Keywords: milenialls, education, teenagers, tasawuf
MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF PESERTA DIDIK MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN METODE PSIKODRAMA Eka Yulia Wijayanti
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10619

Abstract

 AbstrakPerilaku asertif harus diterapkan dalam kegiatan individu setiap harinya agar dapat mengkomunikasikan perasaan dan pikiran dengan efektif, jujur, dan tegas tanpa ada tekanan dari orang lain atau lingkungan. Perilaku ini menjadi gambaran rumusan kebutuhan komunikasi yang jujur dan tetap menjaga perasaan. Dalam adat ketimuran, sering kali peserta didik kurang mampu berperilaku asertif atas nama adat dan budaya. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan permasalahan peserta didik (AKPD), diperoleh data bahwa 71,43% peserta didik belum mengetahui sikap dan perilaku asertif. Kasus tersebut melatar belakangi penelitian mengenai apakah perilaku asertif dapat ditingkatkan dengan metode psikodrama sebagai bentuk layanan bimbingan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan konseling. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus. Hasil post tes pada siklus 1 terdapat persentase sebesar 7% dengan tingkat sangat tinggi, persentase sebesar 90% dengan tingkat tinggi, persentase sebesar 3% dengan tingkat rendah dan persentase sebesar 0% dengan tingkat sangat rendah. Sedangkan hasil post tes pada siklus 2 terdapat hasil persentase sebesar 17% dengan tingkat sangat tinggi, persentase sebesar 83% dengan tingkat tinggi, persentase sebesar 0% untuk tingkat rendah dan sangat rendah.  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku asertif dapat ditingkatkan dengan bentuk layanan bimbingan klasikal melalui metode psikodrama.Kata kunci:  perilaku asertif, layanan bimbingan klasikal, psikodrama.  AbstractAssertive behaviour must be implemented in an individual’s daily activities in order to communicate his or her feelings and thoughts effectively, honestly, and firmly without any pressure from other people or the environment. This behaviour is an illustration of the needs of honest communication and feeling appreciation. In eastern customs, students are often less able to behave assertively because of the local custom and culture. Based on the results of the analysis of students’ needs and problems (AKPD), the data show that 71.43% of students do not know assertive attitudes and behaviour. This case became the background of this study on whether assertive behaviour could be improved by using the psychodrama method as a form of guidance service. This research was counselling guidance action research. The research was conducted in two cycles. The post test results in the first cycle show the assertive behaviour consisting of very high, high, low, and very low levels shown by the percentages of 7%, 90%, 3% and 0% respectively. On the other hand, the post test results in the second cycle show the assertive behaviour consisting of very high, high, low, and very low levels shown by the percentages of 17%, 83%, 0% and 0% respectively. From these results, it can be concluded that assertive behaviour can be improved with classical guidance services through the psychodrama method.Keywords: assertive behaviour, classical guidance service, psikodrama.
PEMANFAATAN PLATFORM EDMODO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Alyan Fatwa
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10545

Abstract

Abstrak Pemanfaatan edmodo dalam proses pembelajaran daring dapat digunakan pada kegiatan yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah, penggunaan edmodo dalam pembelajaran daring dapat digunakan oleh peserta didik dengan memanfaatkan komputer, laptop atau notebook dan hp android yang ada di rumah peserta didik. Adapun tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran e-learning berbasis edmodo dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMAN 1 Slawi dan MAN 1 Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan melalui proses kerja kolaborasi guru matematika, peneliti, dan kepalasekolah serta tenaga pendidik dan kependidikan. Pengumpulan data dengan memberikan tes kepada siswa, yang sebelumnya dibuat terlebih dulu instrument tesnya. Berdasarkan temuan dan hasil penelitian tentang penggunaan aplikasi edmodo ternyata dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang konsep nilai mutlak padasiswa kelas X di SMA Negeri 1 Slawi dan MAN 1 Tegal. Jadi secara keseluruhan hasil belajar siswa sudah meningkat jika dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas X ini. Kata Kunci: edmodo, pembelajaran e-learning, hasil belajar siswaAbstractUtilization of Edmodoo in the online learning process can be used in activities carried out at school and outside of school, the use of Edmodo in online learning can be used by students by utilizing computers, laptops or notebooks and Android phones in the students' homes. The purpose of this study was to determine the implementation of Edmodo-based e-learning in improving the learning outcomes of class X students at SMAN 1 Slawi and MAN 1 Tegal Regency. This research is a classroom action research which is carried out through a collaborative work process of mathematics teachers, researchers, and principals as well as educators and education staff. Collecting data by giving tests to students, who previously made the test instrument. Based on the findings and results of research on the use of the Edmodo application, it turns out that it can improve students' mathematics learning outcomes about the concept of absolute value in class X students at SMA Negeri 1 Slawi and MAN 1 Tegal. So overall student learning outcomes have increased when viewed from the average value obtained by students in class X. Keywords: edmodo, e-learning, student learning outcomes 
SUATU KAJIAN POST DEVELOPMENTALISME: REFLEKSI MULTIKULTURALISME DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Suci Ramdaeni; Misbah Binasdevi
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10577

Abstract

 AbstrakTujuan penulisan artikel ini adalah untuk merefleksikan keberagaman yang ada di Pendidikan anak usia dini. Penulisan artikel ini menggunakan metodologi penelitian metaanalisis yang mengintegrasikan beberapa hasil temuan penelitian yang dilakukan di berbagai negara. Melalui perspektif post developmentalisme, hasil analisis mengungkap bagaimana praktek di PAUD acapkali lebih berfokus pada sisi kognitif anak, tanpa melihat potensi negative keberagaman anak berdasarkan keadaan sosial, ekonomi, gender, budaya, ras dan agama. Sehingga, Temuan ini diharapkan menjadi sebuah refleksi untuk guru dan orang dewasa untuk lebih sensitive terhadap keberagaman yang acapkali menunjukan ketidakadilan baik itu dilakukan oleh guru maupun anak-anak. Sehingga PAUD tidak hanya menjadi tempat untuk menstimulasi perkembangan anak saja, namun menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan.Kata kunci: Post-Developmentalisme, Multikulturalisme, Pendidikan Anak Usia Dini AbstractThe purpose of writing this article is to reflect on the diversity that exists in early childhood education. The writing of this article uses a meta-analytical research methodology that integrates several research findings conducted in various countries. Through the perspective of post-developmentalism, this paper reveals how the practice in PAUD is often more focused on the cognitive side of children, without seeing the negative potential of children's diversity based on social, economic, gender, cultural, racial, and religious conditions. This finding is expected to be a reflection of teachers and adults being more sensitive to diversity which often shows injustice, whether it is done by teachers or children. So that PAUD is not only a place to stimulate children's development but also a safe, comfortable, and fun place.Keywords: Post- Developmentalism, Multiculturalism, Early Childhood Education 
INTERNALISASI NILAI KARAKTER GAGAH MELALUI PEMBELAJARAN TARI TOPENG KLANA CIREBON Ayu Vinlandari Wahyudi; Yunita Dwi Jayanti; Yayu Mega Purnamasari
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10527

Abstract

AbstrakKarakter dalam tari merupakan bagian terpenting selain dari gerak dan irama musik. Lemahnya kreativitas dalam pembelajaran tari menjadi persoalan utama dalam teknik penguasaan karakter, sehingga berpengaruh terhadap unsur-unsur lainnya seperti gerak dan musik karena unsur tari tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini dilakukan untuk memperdalam pemahaman terhadap karakter dalam tari, yaitu Tari Topeng Cirebon. Karakter dalam Tari Topeng Cirebon sangat variatif, yaitu Topeng Panji, Rumyang, Tumenggung, Samba, dan Klana. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan tentang karakter “gagah” dalam Tari Topeng Klana. Lemahnya karakter seseorang, khususnya remaja dalam memerankan perannya di kehidupan menjadi persoalan lain yang berkaitan dengan karakter “gagah” yang dimaksud. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa Tari Topeng Klana Cirebon memiliki nilai karakter gagah, yang dimana tercermin dari data tekstual dan kontekstual tentang Tari Topeng Klana Cirebon. Nilai karakter gagah pun dapat termanifestasi melalui proses pembelajaran yang dilakukan melalui model pembelajaran role playing.Kata kunci: Tari Topeng Klana Cirebon, karakter, gagah AbstractCharacter in dance is the most important part beside the movement and the rhythm of the music. Weak creativity in dance learning is the main problem in character mastery techniques. Thus, it affects other elements such as motion and music because these elements of dance are an inseparable unit. This research was conducted to deepen the understanding of the characters in dance, namely Cirebon Mask Dance. The characters in Cirebon Mask Dance are very varied, namely Panji, Rumyang, Tumenggung, Samba, and Klana masks. This paper aims to describe the "gallant" character in the Klana Mask Dance. The weakness of a person's character, especially teenagers in playing their roles in life, is another problem related to the "gallant" character. The method used in this research is descriptive analysis method with a qualitative approach. Based on the result of this study, it is found that the Cirebon Klana Mask Dance has a “gallant” character value, which is reflected in the textual and contextual data about the Cirebon Klana Mask Dance. The value of a “gallant” character can also be manifested through a learning process carried out through a role playing learning model.Keywords: Cirebon Klana Mask Dance, character, gallant