cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH TERHADAP AKSESIBILITAS INFRASTRUKTUR DASAR DENGAN METODE IRAP Marselawati, Ike; Azwansyah, Heri; Juniardi, Ferry
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.985 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.20939

Abstract

Kecamatan Putussibau Selatan sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Putussibau Utara, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bika, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kalis, dan sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur. Dengan luas wilayah kecamatan   5634,16km2. Kecamatan Putussibau Selatan  terbagi menjadi 16 desa yang terdiri dari Desa Kedamin Hilir, Desa Kedamin Hulu, Desa Jaras, Desa Sungai Uluk, Desa Tanjung Jati, Desa Kedamin Darat, Desa Melapi, Desa Ingko"™tambe, Desa Sayut, Desa Urang Unsa, Desa Suka Maju, Desa Cempaka Baru, Desa Beringin Jaya, Desa Kereho, Desa Bungan Jaya, dan Desa Tanjung Lokang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sektor-sektor yang diprioritaskan sebagai fasilitas pelayanan, menghitung nilai aksesibilitas dengan metode Integrated Rural Accessibility Planning (IRAP), serta menentukan pendekatan penanganan/perbaikan akses penduduk desa. Dalam penelitian ini dilakukan suatu pengkajian mengenai perencanaan aksesibilitas pedesaan dengan menggunakan metode Integrated Rural Accessibility Planning (IRAP) yang dikembangkan oleh International Labour Organization (ILO). Pengumpulan data untuk metode IRAP ini dengan menggunakan kombinasi pengumpulan data berbasis interview/wawancara, observasi lapangan, dan pengisian kuisioner. Adapun sektor yang ditinjau dalam kuisioner ini antara lain : Sumber Tenaga Listrik, Sumber Air Bersih, Pendidikan, Kesehatan, Pasar, Perkebunan, Komunikasi, Pemukiman, Pertanian, dan Perikanan. Hasil analisa penelitian yang dilakukan dalam penangan sektor prioritas dari nilai aksesibilitas yang paling tinggi  menyimpulkan bahwa tingkatan prioritas nilai aksesibilitas Desa Melapi adalah sektor air bersih dengan nilai 11,248dan nilai aksesibilitas sarana 11,467dengan pendekatan intervensi pemenuhan kebutuhan untuk mck51.200 ltr/ hari dengan pembangunan jaringan PDAM dan pemenuhan kebutuhan masak dan minum sebesar14.850 lt/hari dengan penambahan PAH maupun gentong-gentong air serta pemantapan jaringan jalan sepanjang100 m dengan penanganan jalan berupa tambal sulam cor beton. Hasil analisis terbagi atas tiga klasifikasi, yaitu aksesibilitas fasilitas, aksesibilitas sarana transportasi dan aksesibilitas prasarana transportasi. Berdasarkan perbandingan nilai aksesibilitas antara komponen fasilitas, sarana dan prasarana transportasi untuk semua sektor maka pada Desa Melapitersebut di ketahui bahwa memprioritaskan perbaikan/penanganan sarana dan prasarana .   Kata kunci: Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan ,aksesibilitas, prioritas
OPTIMALISASI PARIT SUNGAI JAWI SEBAGAI PUSAT WISATA AIR KOTA PONTIANAK Yuliansyah, Niken Pratiwi; Mulki, Gusti Zulkfli; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.444 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.27591

Abstract

Parit Sungai Jawi merupakan salah satu kawasan strategis yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kota Pontianak menjadi salah satu kawasan wisata, dengan berbasis potensi lokal dari segi perairan sungai dengan mengacu pada rencana Kota Pontianak sebagai Waterfront City. Saat ini, Parit Sungai Jawi dalam tahap pembenahan oleh Pemerintah namun belum dikelola secara optimal baik segi fisik maupun nonfisik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengoptimalan Parit Sungai Jawi agar menjadi pusat wisata air bagi masyarakat Kota Pontianak.Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan terdiri dari tiga analisis yaitu 1) Analisis Deskriptif untuk meninjau kondisi dan fungsi Parit Sungai Jawi , 2) Analisis Kelayakan dengan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADOODTWA) PHKA tahun 2003 untuk melihat kelayakan sebagai wisata serta bentuk aktivitas masyarakat dan 3) Analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengoptimalan sebagai pusat wisata air.Hasil penelitian ini menunjukan kawasan wisata air Parit Sungai Jawi dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata dengan berbasis wisata sungai. Hasil penilaian keseluruhan pada kawasan wisata air Parit Sungai Jawi menunjukan layak berpeluang untuk dikembangkan menjadi pusat wisata air dengan dukungan berupa fasilitas-fasilitas penunjang dan pembangunan yang berkelanjutan dapat membuat kawasan ini menarik wisatawan sehingga atraksi-atraksi wisata seperti kearifan lokal dalam bentuk-bentuk aktivitas masyarakat di parit menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung. Strategi pengoptimal dengan mengangkat potensi lokal dan berciri khas Kota Pontianak menjadi salah satu alternatif untuk kawasan Parit Sungai Jawi. Kata kunci : Parit Sungai Jawi, wisata air, kearifan lokal
KAJIAN EKONOMI MENGGUNAKAN ANALISIS SENSITIVITAS NILAI NET PRESENT VALUE TERHADAP PARAMETER HARGA JUAL DAN ONGKOS PRODUKSI PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATU GRANODIORIT PT. BINA ARDI LESTARI Kristina, Ice; Syahrudin, -; Purwoko, Budhi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Ardi Lestari adalah salah satu perusahaan pertambangan batu granodiorit, dalam menjalankan kegiatan penambangan perlu melakukan kajian kelayakan dan analisis sensitivitas terhadap investasi yang dilaksanakan untuk mengetahui akibat yang dapat terjadi apabila terjadi perubahan pada parameter ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Net Present Value (NPV), Internal rate of Retrun (IRR) dan Payback Periode yang didapatkan dari hasil pengolahan data berdasarkan parameter yang telah ditentukan dan melakukan analisis sensitivitas dari nilai Net Present Value (NPV ) berdasarkan perubahan parameter harga jual dan ongkos penambangan yang telah ditentukan. Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah metode kuantitatif yaitu salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan teknik pengambilan data berupa data primer dan sekunder yang berhubungan dengan kajian penelitian. Hasil analisis kelayakan didapatkan nilai Net Present Value sebesar Rp 51.780.960.085,17,- , Internal Rate of Return sebesar 47,2% dan Payback Periode 2,12 Tahun. Analisis sensitivitas nilai NPV dilakukan untuk memperhitungkan tingkat kepekaan suatu alternatif proyek jika dilakukan perubahan pada beberapa parameter. Kondisi Harga jual tetap terhadap ongkos produksi naik, terjadi pada kenaikan ongkos produksi 300% dengan nilai NPV Rp (4.063.850.911,35). Kondisi harga jual berubah terhadap ongkos produksi tetap, terjadi pada persentase penurunan harga jual 40% dengan nilai NPV Rp (6.344.253.560,12). Kondisi harga jual turun terhadap ongkos produksi naik, terjadi pada persentase penurunan harga jual dan kenaikan ongkos produksi secara bersamaan 50% dengan nilai NPV Rp (11.461.251.321,72). Kondisi harga jual turun terhadap ongkos penambangan turun, terjadi pada persentase penurunan harga jual dan penurunan ongkos penambangan sebesar 60% dengan nilai NPV Rp (3.110.116.928,45)Kata Kunci : Analisis Sensitivitas, Internal Rate of Return, Investasi, Net Present Value, Payback Periode
ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN LINGKUNGAN LOKASI KALIMANTAN BARAT Aryani, Fiki; ., Rafie; ., Syahruddin
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.908 KB)

Abstract

Manajemen waktu adalah bagian esensi dari setiap aktivitas proyek. Potensi pemborosan dan kegagalan proyek akan semakin besar tanpa manajemen waktu yang optimal. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Penelitian ini secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan manajemen waktu proyek konstuksi pada empat perusahaan kontraktor klasifikasi kecil di Kalimantan Barat, yaitu CV. Adi Jaya Konstruksi, CV. Bayaro Aqzasa Susemuru, CV. Adian Natama, CV. Firama Lestari. Analisa pada penelitian ini sesuai dengan aspek-aspek manajemen waktu, yaitu mengenai schedule, monitoring, analisis, corrective action, update schedule. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa manajemen waktu yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor klasifikasi kecil di Kalimantan Barat sudah dilaksanakan dengan baik hanya belum mampu dilaksanakan dengan optimal dikarenakan adanya hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan aspek manajemen waktu. Hambatan yang sering ditemui terjadi pada pengendalian proyek. Selama proses pengendalian proyek, schedule mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Selain itu proses monitoring selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang paling realistis agar alokasi sumber daya dan penetapan durasinya sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Hal ini sangat penting untuk dilaksanakan karena analisis hasil pekerjaan dapat dilaksanakan dari hasil monitoring yang teratur. Kata kunci:Manajemen Waktu, Konstruksi Jalan, Kalimantan Barat
ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM RUTE SINGKAWANG – SAMBAS Nurhasanah, Siti; Ariyadi, Teddy
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.516 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.23916

Abstract

This research is aimed to find out the optimal number of fleets at present and to predict for the next 5 years based on population growth then determine the need of current and next 5 years public transportation with reference to passenger number, load factor, vehicle operational cost and income earned from survey and analysis results. Given the optimal number of fleets needed to serve the needs of public transport (small bus) on the route Singkawang - Sambas is expected to improve service levels to be better, meaning there is no shortage or excess number of fleets.The calculation of population growth prediction is North Singkawang now amounts to 24,434 people for 2020 to 27,166 people. Selakau District residents now number 31,751 people for 2020 to 33,530 inhabitants. Residents Kecamatan Pemangkat now amounted to 46,265 people for the year 2020 amounted to 48,013 inhabitants. Residents of Semparuk sub-district now number 25,085 people for 2020 amounted to 26,484 inhabitants. The population of Tebas sub-district now amounts to 66,872 people for 2020 totaling 70,310 inhabitants. The population of Sebawi District now amounts to 16,627 people for the year 2020 totaling 17,728 inhabitants. Residents of Kecamatan Sambas now number 49.127 people for 2020. The average number of passengers surveyed for Singkawang - Sambas route is 669 passengers while Sambas - Singkawang 1099 passengers, and the most crowded passengers on Monday as many as 1917 passengers. Estimated passenger growth for 2020 based on population growth amounted to 2040 passengers. With the current population growth of 260,161 people for the year 2020 to 276,907 inhabitants.From the analysis result based on the load factor in the optimal number of public transportation with Singkawang - Sambas route for now is 33 units from 34 fleets operating now. Based on the number of population growth for the next five years, the optimal number of fleet is 35 units of vehicles. So for the next five years the number of vehicles that operate now is still quite sufficient only need the addition of 1 unit of fleet but the age of the vehicle is too old to operate.
MODEL HUBUNGAN VOLUME KECEPATAN DAN KERAPATAN PADA JALAN JENDRAL AHMAD YANI 1 PONTIANAK Nego, Abet; S. Suyono, Rudi; Nurlaily Kadarini, S.
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.158 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.29255

Abstract

Kota Pontianak memiliki beberapa Ruas Jalan yang sering terjadi masalah lalu lintas seperti kemacetan. yang terjadi di Ruas Jalan Jendral Ahmad Yani 1 yang dimana daerah tersebut merupakan pusat dari Kegiatan Pemerintahan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan Manjemen Lalu Lintas yang terencana dan terarah dengan terlebih dahulu mengetahui karakteristik lalu lintas seperti Volume Dan Kecepatan Dengan Melakukan Studi Pada Ruas Jalan tersebut.Studi dalam penelitian ini dilakukan di Ruas Jalan Jendral Ahmad Yani 1 selama 1 hari survey paada dua (2) segmen yang berbeda A & B yang bertujuan untuk mengetahui Jumlah Volume dan Kecepatan yang ada di Ruas Jalan tersebut, dengan menggunakan metode  Model Greenshields, Greenberg dan Underwood di dapat dengan terlebih dahulu mencari Hubungan Matematis Antara Parameter pada dua (2) segmen yang telah ditentukan.dari hasil pemodelan di dapat untuk koefisien determinasi tertinggi pada  Segmen A adalah Model Underwood dari simpang Jalan Abdulrahman Saleh menuju ke arah MAPOLDA kal-bar dengan () = 0,893 dengan persamaan hubungan V = 79,530.   kapsitas (VM) = 1186,515 Smp/Jam. pada Segmen B untuk koefisien determinasi tertinggi adalah Model  Underwood  dari  depan Kantor Gubernur Kal-Bar  menuju ke arah Tugu di Gulis dengan () = 0,912 dengan persamaan hubunga V  = 95,323. (VM) = 1193,020 Smp/Jam berdasarkan perhitungan dari ketiga model tersebut maka untuk Model Underwood sebagi model terbaik dengan detirminasi tertinggi sebesar () = 0,893 pada Segmen A () = 0,912 pada Segmen B Kata Kunci : Greenshields, Greenberg , Underwood.
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG KAWASAN BUDIDAYA DI KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Hidayat, Bagus; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35383

Abstract

Penentuan peruntukan kawasan lindung budidaya di Kecamatan Kapuas dibutuhkan sebagai arahan pengembangan wilayah. Aktivitas penduduk dalam pengembangan kawasan telah menyebabkan pelanggaran pemanfaatan ruang. Mengingat bahwa pengembangan wilayah seharusnya memperhatikan kondisi eksisting kawasan tersebut. Arahan pemanfaatan ruang Kawasan Budidaya di Kecamatan Kapuas berbasis SIG dibutuhkan sebagai arahan pemanfaatan ruang di Kecamatan Kapuas. Metode penelitian yang digunakan ialah metode pendekatan kuantitatif berbasis SIG melalui analisis kesesuaian lahan, overlay, dan skoring. Kebutuhan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa Peta Adminstrasi, Peta Curah Hujan, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, Peta DAS, Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah pada kawasan penelitian dan kondisi penggunaan lahan eksisting pada kawasan penelitian. Penggunaan lahan eksisiting Kecamatan Kapuas didominasi oleh perkebunan dan permukiman. Berdasarkan hasil penelitian, arahan peruntukan ruang kawasan budidaya di Kecamatan Kapuas adalah peruntukan kawasan budidaya, yaitu Kawasan Hutan Produksi 22%, Pertanian 5%, Perkebunan 55%, Permukiman 13%, Pariwisata 2% dan Perdagangan dan Jasa 3%.. Kata kunci: Pemanfaatan Ruang, Kawasan Budidaya, Kecamatan Kapuas, Sistem Informasi Geografis.
STONE DUSH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT TERHADAP BETON NORMAL Huda, Imam Al; Lingga, Andry Alim; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.25 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.17177

Abstract

Construction of the structure and infrastructure in Indonesia began to rapidly return. Civil buildings are usually constructed using a base material in the form of concrete and teel. Concrete used isusually a mixing between the coarse aggregate (gravel), fine aggregate (sand), cement, and water. The material used in the manufacture of concrete are materials culled from nature so that it can be called as natural resources. Makers of concrete material is largely natural resources that cannot be renewed. Natural resources that cannot be renewed will gradually run out, it needs to be searched then need to look for a successor. Grey is a by-product of the stone-breaking machine in the process of solving the stone to stone broke the aggregate replacement materialscould be made smooth. However grey had many disadvantages such as water absorption greater than natural sand. In the writing of this blending of gray stone with fine aggregate in this case in the form of grey concrete planning quality f'c 25 MPa. In this case is expected to come by a good proportion so that the blending is obtained strong press optimum Keywords: grey,concrete Aggregate, fine, normal quality f'c 25 MPa, robust press
PRODUKTIVITAS KELOMPOK TENAGA KERJA PADA GEDUNG BERTINGKAT (PEKERJAAN PLESTERAN) Setiawan, Refki Feri; Syahrudin, -; Mulyani, Endang
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.977 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24931

Abstract

Dalam Dunia jasa konrtruksi, produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan. Dalam mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja ada berbagai macam cara, salah satunya yaitu dengan meneliti besarnya tingkat LUR (Labour Utilitation Rate) masing-masing pekerja., yaitu meneliti sampai seberapa tingkat efektivitas pekerja dalam bekerja. Besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah umur, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, kesesuaian upah dan komposisi kelompok kerjaBesarnya tingkat produktivitas diperoleh dari hasil pengumpulan data tentang tingkat LUR (labour utilitation rate) masing- masing pekerja selama. Pada Nilai LUR ini dimana pada pekerjaan di Pembangunan Gedung Rusun TNI sebesar 80,15% dan di gedung STIK Muhammadiyah sebesar 77,67%. Pada nilai LUR ini dimana pada pembangunan di Gedung Rusun TNI sangant tinggi ini dikarenakan para tenaga kerja pada bagian plesteran mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi serta target dari suatu pekerjaan yang harus dicapai, sedangkan di STIK muhammadiyah faktor LUR nya sangat rendah ini diakibatkan kurangnya disiplin bekerja pada tenaga kerja itu sendiri.perhitungan nilai koefisien yang dibandingkan dengan nilai koefisien standar dari SNI 2837-2008 dan BOW Tahun 1982, uraian koefisien di gedung Rusun TNI AD pada lantai 3 dimana mandor sebesar 0,009 OH, tukang batu sebesar 0,139 OH, pekerja 0,111 OH. Sedangkan pada gedung STIK Muhammadiyah koefisiennya adalah mandor sebesar 0,024 OH, tukang batu 0,167 OH, dan Pekerja 0,215 OH.Berdasarkan perbandingan Koefisien pekerjaan secara SNI, BOW dan perhitungan dilapangan dalam proyek Rusun TNI AD di Kota Pontianak dan proyek gedung STIK Muhammadiyah Pontianak, terlihat bahwa koefisien pekerjaan disetiap pelaksanaan pekerjaan plesteran lebih rendah dari nilai koefisien SNI dan BOW, dimana berarti setiap pekerja memiliki produktivitas yang tinggi dari analisa SNI dan BOW. Perbedaan nilai koefisien perhitungan dilapangan dengan analisa SNI dan BOW disebabkan antara lain karna dilapangan hanya ditinjau dari 2 proyek dengan tingkatan lantai yang berbeda, sedangkan pada analisa SNI dan BOW adalah rangkuman dari beberapa proyek, jam kerja yang ditinjau pada lapangan tidak penuh satu hari serta peralatan yang digunakan dilapangan berbeda dengan yang digunakan pada analisa SNI dan BOW. Namun perbandingan yang ditunjukkan tidak terlalu besar. Kata Kunci : Perbandingan koefisien,Tingkat Produktivitas    
ANALISIS DAN ALTERNATIF PENANGANAN MASALAH KINERJA SIMPANG (Studi Kasus : Persimpangan Jalan Prof. M. Yamin – Jalan Ampera – Jalan Harapan Jaya, Kota Pontianak) Tomi, Oktavianus; Azwansyah, Heri; Yosomulyono, Sutarto
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.349 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30472

Abstract

Persimpangan jalan merupakan tempat terjadinya konflik lalulintas. Persimpangan Jalan Prof. M. Yamin – Jalan Ampera – Jalan Harapan Jaya salah satu simpang tak bersinyal di kota Pontianak. Situasi persimpangan pada jam puncak terjadi konflik lalulintas seperti kendaraan yang melakukan crossing, diverging dan merging. Tujuan penelitian menganalisa kinerja simpang. Untuk memproyeksi /prediksi arus lalulintas yang melewati simpang sampai 10 tahun dan menentukan alternatif penanganan simpang sampai 10 tahun saat kinerja simpang sudah tidak memenuhi syarat. Data penelitian menggunakan data primer yang didapat dari suvei lapangan seperti data volume lalulintas, geometrik dan kondisi lingkungan dan data sekunder seperti data jumlah penduduk, kendaraan bermotor dan tata guna lahan. Analisa dan perencanaan menggunakan MKJI’97. Hasil analisa VJR tahun 2018, 2023 dan 2028, nilai DS = 1,13; 1,57; 2,19. Hasil perencanaan Bundaran Lalulintas untuk 10 tahun mendatang didapat DS jalinan AB=0,81;BC =0,79;CD=0,74;DA=0,72. Hasil perencanaan Simpang Bersinyal untuk 10 tahun dengan 4 fase dan waktu siklus 130 detik didapat DS pendekat A=0,87;B=0,69;C=1,0;D=0,82. Dari perencanaan penanganan masalah simpang untuk 10 tahun kemudian dapat dipilih Bundaran Lalulintas karena DS < 0,85 (AB=0,81;BC=0,79;CD=0,74;DA=0,72).Kata Kunci : Kinerja Simpang; Simpang Bersinyal; Bundaran Lalulintas

Page 14 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue