cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
KORELASI NILAI N-SPT TERHADAP SIFAT – SIFAT FISIK DAN MEKANIS TANAH Padagi, Eduard Asna; Priadi, Eka; ., Aprianto
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.10244

Abstract

Salah satu parameter dari kemampuan daya dukung suatu tanah adalah kepadatan tanah.Yang paling umum dan banyak dilakukan untuk mencari kepadatan suatu tanah adalah dengan metode sondir (Cone Penetration Test) dan Standard Penetration Test (SPT).Sifat-sifat fisik dan mekanis tanah dapat diketahui berdasarkan uji laboratorium dengan menguji sampel tanah yang didapat dari pengeboran dilapangan.SPT dengan pengeboran dapat dilakukan secara bersamaan pada satu titik pengeboran.Oleh karena itu dapat diketahui secara bersamaan nilai N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan membandingkan hubungan antara nilai N-SPT yang didapat dilapangan terhadap sifat-sifat fisik dan mekanis tanah pada jenis tanah yang berbeda.Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang berasal dari pekerjaan penyelidikan tanah dengan metode SPT yang dilakukan oleh laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak.pekerjaan yang dilakukan lokasinya tersebar di seluruh wilayah provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah sampel sebanyak 372 tabung. Sifat-sifat fisik dan mekanis tanah yang dikorelasikan dengan N-SPT adalah γd, γm, Cc,Cv, qu, c, dan ϕ. Hasil dari korelasi antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah menunjukan korelasi yang sangat kuat. Hal ini ditunjukan dengan nilai regresi yang mencapai nilai ≥0,75. Pada tanah lempung korelasi antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah menunjukan bahwa peningkatan nilai N-SPT ditunjukkan dengan meningkatnya kuat geser tanah seperti nilai kohesi dan sudut geser dalam tanah meningkat. Selanjutnya peningkatan N–SPT akan diikuti oleh meningkatnya nilai daya dukung tanah seperti berat volume tanah kering maupun berat volume tanah basah. Tetapi peningkatan nilai N-SPT akan diikuti dengan menurunnya angka koefisien kompresi dan koefisien konsolidasi yang ditunjukan dengan menurunnya harga Cc dan Cv.Hal ini menjelaskan bahwa adanya hubungan yang kuat antara N-SPT dengan sifat-sifat fisik dan mekanis tanah.   Kata Kunci: N-SPT, daya dukung, kuat geser.
AEVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT DARI FRONT PENAMBANGAN MENUJU UNIT CRUSHER PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT PT. BUKIT LABU MINING KABUPATEN SINTANG Zulfahmi Eki Finalda; Sutarto Yosomulyono; Budhi Purwoko
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.41013

Abstract

PT. Bukit Labu Mining membangun pabrik pemecah andesit, Sintang, Kalimantan Barat yang bergerak di bidang kontruksi bangunan dan jalan. Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan oleh kegiatan apapun, termasuk dalam proses penambangan. Akses jalan merupakan faktor penting dalam ketercapaian volume batuan yang dipindahkan. Sebelum menentukan geometri jalan yang akan dibuat maka perlu diketahui alat angkut yang akan melaluinya.Jalan yang baik akan mendukung terpenuhinya target produksi yang di inginkan dan produksi per dump truck juga akan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kondisi jalan yang sesuai standar tambang, mengetahui kemampuan daya dukung tanah dalam menahan beban yang diberikan oleh alat angkut terbesar yang melintas di atasnya,serta memberikan rekomendasi jalan angkut tambang yang sesuai dengan standar tambang.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan cara mendeskripsikan keadaan objek penelitian dan dapat memecahkan masalah dengan menggunakan perhitungan untuk meningkatkan produksi. Geometri jalan yang dihitung dalam penelitian ini adalah lebar jalan, kemiringan jalan, superelevasi, dan kemiringan melintang. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa koreksi pada perhitungan jalan sehingga harus dilakukan evaluasi agar tujuan yang diinginkan tercapai. Adapun evaluasi tersebut adalah lebar jalan tikungan yang masih belum maksimal sehingga harus dilakukan pelebaran sebanyak 1 meter pada masing-masing tikungan, kemudian kemiringan jalan dibeberapa segmen perlu disesuaikan dengan standar kemiringan yang ada yaitu 8 % dengan cara dilakukan pengerukan dan penimbunan. Kemampuan daya dukung tanah sudah sesuai standar sehingga mampu menopang alat berat yang melewati jalan tambang.Kata kunci: Jalan Angkut, Lebar Jalan, Kemiringan Jalan, Superelevasi, Kemiringan Melintang
STUDI EKSPERIMENTAL PEMAKAIAN HIGH RANGE WATER REDUCING DENGAN SIKAMENT LN TERHADAP BETON MUTU NORMAL MENGGUNAKAN METODE ACI ., Hadidi; Mungok, Chrisna Djaja; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.2411

Abstract

Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakanyaitu metode ACI, dengan menambahkan additive sikamen LN padacampuran beton normal kuat tekan rencana 25 Mpa. Pengecoran menggunakan sikamen LNyang bervariasi (0,6 %, 1,0 %, 1,5 %). Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan 15cm dan tinggi 30 cm. Pengujian meliputi uji kuat tekan, uji slumpdan uji slump flow. Sebagaiperbandingan dibuat jugasampel beton normal tanpa bahan additive. Total sampel benda ujiadalah 120 buah. Dari hasil penelitian nilaikuat tekan karakteristikbeton normal menggunakan sikament LN yang bervariasi (0,6 %, 1,0 %, 1,5 %) didapat nilai kuattekan karkteristikbeton yaitu : 29,52 MPa, 30,91 Mpa dan 28,08 Mpa, kuat tekan karakteristik betontanpa additive 28,99 Mpa. Nilai slump menggunakan sikament LN yang bervariasi (0,6 %, 1 %, 1,5 %)yaitu : 12,9 cm, 16,05 cm, 24 cmdan tanpa additive 9,75 cm. Nilai slump flow menggunakan sikament LN yang bervariasi (0,6 %, 1 %, 1,5 %)yaitu : 26 cm, 34,5 cm, 46,5 cmdan slump flow tanpa additive sebesar 19 cm. Kata Kunci : Kuat Tekan Beton, Additive, Slump dan SlumpFlow
ANALISA DAYA DUKUNG TIANG SPUNPILE DENGAN METODE UJI PEMBEBANAN STATIK Adriani, Rien Novia
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.3570

Abstract

Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Dalam skripsi ini akan dibahas tentang analisa daya dukung tiang spunpile dengan metode uji pembebanan statik (loading test). Daya dukung yang akan dipelajari adalah daya dukung tekan aksial pondasi tiang pancang spunpile untuk kondisi tiang tunggal. Dalam penelitian ini akan ditentukan daya dukung tekan aksial pondasi tiang pancang spunpile dengan analisis perhitungan menggunakan analisa daya dukung berdasarkan data SPT yang dihitung dengan lima metode, antara lain; Metode Meyerhof, Metode Smith & Pole, Metode Briaud et al, Metode Shioi & Fukui dan Metode Luciano Decourt . Kemudian mengetahui daya dukung tekan aksial pondasi tiang pancang spunpile dari hasil analisis daya dukung tiang uji pembebanan statik (loading test) yang interpretasinya dihitung dengan tiga metode antara lain; Metode Davisson, Metode Chin dan Metode Mazurkiewich. Dari hasil analisis kemudian akan dihitung koefisien pengalinya. Penelitian ini dilakukan pada empat lokasi di proyek pembangunan PLTU 2 x 27,5 MW yaitu lokasi Boiler pada tanggal 7-9 Oktober 2011, Turbine pada tanggal 10-11 Desember 2011, Chimney pada tanggal 10-11 februari 2012 dan Switch Yard pada tanggal 28-29 mei 2012. Berdasarkan hasil analisis daya dukung berdasarkan data SPT dan hasil pembebanan (loading test) didapat daya dukung ijin (Qall). Dari kedua metode tersebut didapatlah rata-rata Qall dari hasil analisa daya dukung dengan metode statik dan rata-rata Qall dari Loading Test. Dari ata-rata Qall tersebut, didapatkan koefisien pengali (KP) pada lokasi Turbine sebesar 1,47, pada lokasi Boiler sebesar 1,01, pada lokasi Chimney sebesar 0,71 dan KP lokasi Switch Yard sebesar 1,16. Sehingga didapat nilai koefisien pengali di Lokasi proyek PLTU 2 x 27,5 MW yang berlokasi di Desa Tanjung Gundul Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang, sebesar 1,09. Kata kunci: daya dukung, spunpile, parameter tanah,SPT, Loading Test
STUDI KARAKTERISTIK MATERIAL KOLOM-SEMEN PADA TANAH LUNAK DI KOTA PONTIANAK Kurnia, Sherly; Alwi, Abu Bakar; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.4765

Abstract

Tanah gambut mempunyai sifat-sifat fisik yang kurang baik bagi keperluan konstruksi, mengingat tanah tersebut memiliki kekuatan geser yang rendah dan memiliki kembang susut yang tinggi disebabkab kurangnya kandungan mineral di dalamnya. Masalah utama pada tanah gambut adalah kadar air yang tinggi, kandungan mineral tanah yang rendah, kompressibilitas tinggi serta terdapat zat humat/humic acid (COOH) di dalam bahan organic dari tanah gambut sehinga menyebabkan sulitnya dilakukan stabilisasi pada tanah gambut. Di tengah tuntutan kebutuhan kawasan pembangunan yang meningkat terus untuk pembangunan infrastruktur baru, maka meningkat pula pemanfaatan kawasan lahan gambut untuk kebutuhan konstruksi baik kebutuhahan industri maupun pemukiman. Penelitian ini melakukan perbaikan tanah dengan cara stabilisasi tanah gambut dengan bahan kimia berupa Semen, Bentonite, Kapur maupun bahan kimia lainnya, untuk selanjutnya dilakukan penambahan pasir dan kemudian diinjeksikan ke dalam tanah dengan alat khusus guna membentuk kolom-semen yang akan mendukung beban konstruksi jalan dan lalu lintas diatasnya. Penelitian ini menyajikan perbaikan jalan menggunakan stabilisasi tanah gambut sebagai timbunan jalan yang ringan, dan melakukan perbaikan tanah dasar jalan menggukanan kolom-semen.Hasil penelitian merupakan sebuah desain yang dapat diaplikasikan sebagai perbaikan tanah dasar pada konstruksi jalan di lahan gambut. Hasil pengamatan nilai shear strength undisturb vane shear tertinggi sebesar 4,8 kg/cm2, pada kolom 3 stroke di kedalaman 150 cm. Kata-kata kunci: kolom-semen, kuat geser, daya dukung
KAJIAN STABILITAS LERENG PADA JALAN AKSES JEMBATAN TAYAN DAN PENANGGULANGANNYA Asta, Robie; Faisal, Ahmad; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.6862

Abstract

Pembangunan jalan akses Jembatan Tayan memiliki kendala karena akan dibangun di daerah lereng. Pembangunan jalan akses akan menambah beban pada tanah. Apabila beban tersebut memberikan tegangan geser yang melebihi tahanan geser tanah, maka akan menyebabkan kelongsoran. Untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap stabilitas lereng dan memberikan alternatif penanggulangannya.Analisiskestabilan lereng dilakukan secara analisis manual menggunakan metode Simplified Bishop maupun secara komputerisasi menggunakan program GeoStudio.Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat lereng dalam kondisi tidak stabil pada posisi Toe Failure dan Base Failure, untuk itu dilakukan perkuatan pada kaki lereng dengan dinding penahan tanah. Akan tetapi perkuatan dengan dinding penahan tanah tidak dapat dilakukan karena dinding penahan tanah tidak mampu menahan gaya overturning, sliding dan bearing capacity, maka perkuatan diganti dengan turap. Setelah melakukan kontrol pada lereng dengan perkuatan turap menggunakan program Plaxis, hasilnya lereng masih menunjukkan kondisi yang tidak stabil. Setelah mengkaji ulang dengan meninjau ketinggian kritis dan pembebanan lereng, dilakukan analisis ulang terhadap lereng dengan beberapa ketinggian menggunakan program GeoStudio. Hasilnya adalah dengan menurunkan ketinggian menjadi 12 meter, lereng menunjukkan kondisi yang stabil tanpa perlu perkuatan. Alternatif lain yang dapat dilakukan apabila ketinggian lereng tidak dapat diturunkan adalah dengan memberikan perkuatan berupa penulangan tanah agar lereng tetap stabil.   Kata kunci: stabilitas lereng, penanggulangan kelongsoran, dinding penahan tanah
OPTIMALISASI ALAT LABORATORIUM TILTING FLUME PADA PINTU SORONG Stelly Novita Aryanti; Nashrullah Chatib; - Nurhayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.17797

Abstract

Untuk menganalisa karakteristik loncat air pada saluran berdasarkan variasi tinggi bukaan pintu dari dasar saluran sangat menarik. Variasi seperti sifat dasar saluran (halus atau kasar), kemiringan dasar saluran, profil dan bentuk saluran mempengaruhi karakteristik loncat air itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik loncat air yang melewati pintu sorong pada saluran. Penelitian dilakukan dengan cara menggunakan model saluran dengan dasar bergerak di laboratorium pada saluran kaca (Tilting Flume) dengan ukuran B rata-rata = 0,074 m, panjang saluran kaca keseluruhan = 2,572 m, ukuran saluran kaca sisi kanan berbentuk persegi panjang dengan ukuran p = 0,242 m, t = 0,44 m dan l = 0,075 m dan ukuran bak penampungan air sisi kiri berbentuk persegi dengan ukuran p = 0,647 m, t = 0,61 m dan l = 0,496 m. Untuk kekasaran dasar saluran, digunakan  jenis kekasaran yang tersedia di laboratorium, denganukuran p = 0,995 m dan l = 0,073 m. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kecepatan aliran terbesar terjadi pada kekasaran dasar saluran 1 dan bukaan pintu 0,02 m dengan nilai v = 0,5962 m/s.Nilai bilangan Froude terbesar terjadi pada kekasaran dasar saluran 1 dan bukaan pintu 0,02 m dengan nilai Fr = 2,0064 (aliran superkritis). Nilai kehilangan energi terbesar terjadi pada kedua saluran, yaitu saluran tanpa kekasaran pada bukaan pintu 0,025 m dan saluran dengan kekasaran dasar saluran 1 pada bukaan pintu 0,02 m dengan nilai                   ∆E = 0,059 m. Nilai efisiensi loncat air terbesar terjadi pada saluran tanpa kekasaran dasar dan bukaan pintu 0,02 m dengan nilai ζ = 0,7085 (70,85 %). Nilai koefisien Manning terbesar terjadi pada kekasaran dasar saluran 1 dan bukaan pintu 0,065 m dengan nilai n = 0,0012 m/s.   Kata kunci :loncat air, bukaan pintu, tilting flume, laboratorium, optimal
ANALISA KONDISI KERUSAKAN JALAN PADA LAPISAN PERMUKAAN (STUDI KASUS : JALAN ADI SUCIPTO SUNGAI RAYA KUBU RAYA) Munandar, Aris; Widodo, Slamet; Sulandari, Eti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i2.8971

Abstract

Secara umum jalan dibangun sebagai prasarana untuk memudahkan mobilitas dan aksesibilitas kegiatan sosial ekonomi dalam masyarakat. Keberadaan jalan raya sangatlah diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi, pertanian serta sektor lainnya. Mengingat manfaatnya yang begitu penting maka dari itulah sektor pembangunan dan pemeliharaan jalan menjadi prioritas untuk dapat diteliti dan dikembangkan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pemeliharaannya. Ruas Jalan Propinsi Adi Sucipto, Sungai Raya Kubu Raya sepanjang3,80 km yang mengalami kerusakan cukup signifikan, baik kerusakan ringan, kerusakan sedang  maupun kerusakan berat pada beberapa ruasjalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui jenis dan tingkat kerusakan pada permukaan jalan, danmemberikan tindakan untuk perbaikan kerusakan jalan berdasarkan tingkat dan jenis kerusakan yang terjadi. Tahapan analisa dalam penulisan skripsi ini adalah dengan melakukan survei visual di lokasi penelitian, menentukan jenis dan tingkat kerusakan dan mengukur dimensi kerusakan yang meliputi panjang, lebar dan dalam kerusakan yang terjadi, menghitung luas kerusakan, analisa kondisi kerusakan permukaan Jalan Adi Sucipto dengan cara menghitung nilai PCI secara keseluruhan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), selanjutnya menentukankondisi kerusakan permukaan jalan berdasarkan nilai PCI. Berdasarkan hasil analisa, permukaan Jalan Adi Sucipto Sungai Raya Kubu Raya tergolong dalam tingkat kerusakan buruk (poor) dengan nilai PCI sebesar 35,65. alternatif perbaikan yang sesuai adalah program tambalan (patching), dilapisi ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin.   Kata kunci : Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Metode Pavemen Condition Index
STUDI EVALUASI DAN KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN DI KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS JL. VETERAN, JL. PAHLAWAN DAN JL. SULTAN HAMID) Hendri, Yulius; AS, Syafaruddin; Juniardi, Ferry
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The case study is located at the Veteran road crossing, namely at the crossing facility (zebra crossing), Pahlawan road and Sultan Hamid crossroad on the crossing facility (zebra crossing). Observations made related to the type of crossing facility needs at the location of the study. By evaluating existing facilities and analyzing existing or non-existing facilities for pedestrian numbers and vehicle volumes. Data collected in the form of pedestrian volume data, vehicle volume, vehicle speed data and other supporting data. The method used in the study of determining the type of crossing facility needs is the appropriate approach methods, namely determining the type of crossing facilities in accordance with the Procedure for Determining Pedestrian Facilities in Urban Areas (1995) and the Department of Advice Note TA / 10/80, while for determining the average speed of the vehicle according to the Indonesian Road Capacity Manual. In addition, it will also be seen the user's perception of the existence of zebra cross seen from function, safety, comfort, cleanliness and beauty. The evaluation results at the eight existing crossing points (zebra crossing) indicate that zebra crossing is in accordance with the provisions of pedestrian criteria, only at ZONE A, ZONE B, ZONE C, and ZONE D almost 85% of respondents think on location This requires special attention and care from the related institution. Whereas on the ZONE I of the Heroes road, which determines the type of quisioner crossing facility planned for distribution to the respondents, almost 85% of respondents want an additional crossing facility in this location. Technically, analysis of crossing facilities services is analyzed that this location (Jl. Pahlawan) is a pelican with waiting stalls, but in the analysis of interview surveys shows that the need for pedestrian facilities (respondents) is a pedestrian bridge (JPO). All study sites use zebra ross which up to now still have service levels A. The selection of planning crossing facilities at the study location (Jl.Pahlawan) is reasonable when viewed from the road width of 8-10 m per track with a high median, the speed of the vehicle is stretched which ranges from 10-18 km / h and the number of pedestrians crossing carelessly without using existing facilities (zebra crossing), so it is dangerous if there are no additional crossing facilities in the form of JPO. For the volume of vehicles at this location, which is in the north direction, it has a peak hour at 16.00-17.00 with a total of 1462.1 on Mondays and the volume of vehicles in the south direction has a peak hour at 10.00-11.00 with a total of 1394.7 pcu / hour on Friday. Determination of the type of crossing facility on the road of the hero has a degree of saturation of 0.87 in LOS D which is approaching the unstable current and low speed.Keywords: Zebra Cross, Pendestrian, JPO, Traffic flow
PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN SIKAMENT LN SEBESAR 0,4% 0,6% 0,8% DAN 1% PADA PEMBUATAN BETON NORMAL Tedi Ekki Saputra; Chrisna Djaja Mungok; Gatot Setya Budi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.18680

Abstract

SNI 2000 is being used as a method when manufacturing the sample specimens, with cement water ratio around 0,4. The cement that being used is PCC cement with type 1 of OPC. The sample specimens are made in cylinder shaped with Æ 15 cm, and height 30 cm andbeam 60 cm x 15 cm x 15 cm. There are five variations of the sample specimens that being made, which are normal concrete, concrete + sikament LN 0,4%, concrete + sikament LN 0,6%, concrete + sikament LN 0,8%, andconcrete + sikament LN 1%. The examinations of the sample specimens are including compressive strength test, pull out test, and modulus of elasticity test, also flexural strength test. From the evaluation of the compressive strength value between the normal concrete and normal concrete with variation of sikament LN 0,4%, 0,6%, 0,8%, and 1% at 28 days, each has compressive strength value of 44,416 MPa, 45,378 MPa, 45,828 MPa, 46,110 MPa, and 46,989 MPa. The avarage values of pull out test of normal concrete and normal conrete with variation of sikament LN 0,4%, 0,6%, 0,8%, and 1% are 3,276 MPa, 3,323 MPa, 3,394 MPa, 3,677 MPa, and 3,724 MPa. Average of modulus of elasticity of normal concrete and normal conrete with variation of sikament LN 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1% are 14957,007 MPa, 16853,651 MPa, 16359,308 MPa, 16624,149 MPa, and 17672,353 MPa. The flexural strength values of normal concrete and normal conrete with variation of sikament LN 0,4%, 0,6%, 0,8%, and 1% are 4,832 MPa, 4,917 MPa, 4,958 MPa, 5,048 MPa, 5,880 MPa. From the research above, the use of Sikament LN on concrete can improve the compressive strength of the characteristic of the concrete itself. Keyword: sikament ln, compressive strength, pull out, modulus of elasticity, flexural strength

Page 46 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue