cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
PEMETAAN RAWAN BANJIR DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT DAN PONTIANAK KOTA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Purnomo, Sidik; Mulki, Gusti Zulkifli; Firdaus, Hendri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.873 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.34829

Abstract

Bencana banjir merupakan  isu penting kebencanaan di Indonesia. Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota adalah salah satu wilayah yang secara geografi memiliki topografi rendah dan datar sehingga sering mengalami banjir/genangan saat musim penghujan dan air laut pasang tinggi. Hujan intensitas yang tinggi disertai  pasang surut sungai merupakan penyebab utama banjir. Salah satu upaya mitigasi banjir adalah dengan integrasi Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam proses penanggulangan bencana banjir. Penelitian bertujuan untuk merumuskan Pemetaan Rawan Banjir di Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan teknik analisis Analitic Hierarchy Process, Skoring dan Overlay (kesesuaian lahan) peta variable non-spasial dan spasial. Wilayah penelitian dibagi dalam tiga zona yang masing-masing berjarak 2000 m di mulai dari tepian sungai. Hasil dari penelitian adalah bahwa. penyebab banjir/genangan di Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota adalah banjir akibat pasang surut air sungai namun tidak berlangsung lama (Y) dengan luasan 700 Ha, dan banjir atau genangan dan run off (W) saat musim penghujan dengan luasan 970 Ha, Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota diklasifikasikan menjadi tiga yaitu, Rawan (21%), Cukup Rawan (77%), Tidak Rawan (2%). Kata kunci: AHP, banjir, pemetaan, sistem informasi geografis
IDENTIFIKASI LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN KARAKTERISTIK KECELAKAAN DI KOTA PONTIANAK Pratama, Sastriawan; Mayuni, Siti; ., Said
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.683 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.15616

Abstract

Kota Pontianak memiliki jalan – jalan dengan fungsi yang penting terutama jalan arteri yang menghubungkan kota Pontianak dengan ibu kota/kota kabupaten lainnya. Sebagai jalan yang mempunyai fungsi strategis semestinya jalan tersebut dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di daerah rawan kecelakaan secara menyeluruh, berdasarkan data selama kurun waktu lima tahun mulai dari tahun 2009 – 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat diskriptif analisis prosentase yang merupakan proses penggambaran lokasi penelitian di Kota Pontianak yang berbasis data sekunder dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Data tersebut berupa data kecelakaan lalu lintas yang menggambarkan daerah rawan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut. Dengan titik rawan terjadinya kecelakaan pada ruas jalan 28 Oktober, jalan Sultan Syahrir A. Rahman, jalan Tanjungpura, jalan  Prof. Muh. Yamin, jalan Ya’M Sabran, jalan Kom Yos Sudarso, jalan Ahmad Yani, jalan Gusti Situt Mahmud, jalan Sultan Hamid II dan jalan Khatulistiwa. Karakteristik kecelakaan secara umum terjadi disebabkan karena faktor manusia (77 %), faktor kendaraan (3 %), faktor jalan (11 %) dan faktor lingkungan (5 %). Tingkat kecelakaan lalu lintas yang menjadi titik rawan pada 10 ruas jalan tersebut sebanyak 390 kejadian kecelakaan, dengan didominasi oleh sepeda motor. Dari hasil analisis data, penulis menyimpulkan bahwa ada pengaruh tata guna lahan, kondisi jalan dan lingkungan terhadap terjadinya kecelakaan. Langkah strategis yang harus dilakukan adalah penambahan badan jalan seiring jumlah kendaraan yang semakin meningkat dan pemeliharaan jalan secara berkala. Saran untuk pengguna jalan agar selalu meningkatkan kesadaran untuk mematuhi peraturan lalu lintas, penggantian moda transportasi umum, pembatasan jumlah motor dan ada aturan pemerintah yang mengikat itu semua.
KARAKTERISTIK CAMPURAN BERASPAL (LASTON) AKIBAT PENGARUH PENGGUNAAN INSTANT POWDER SEBAGAI PENGGANTI FILLER Safariadi, -; Erwan, H. Komala; Akhmadali, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.158 KB)

Abstract

Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) a surface layer which is a flexible pavement construction comprising a mixture of hard asphalt and aggregates, mixed, spread and compacted at temperature. This study used King Kong Instant Powder as a substitute of filler on Laston AC-WC mixture to increase strength on concrete asphalt.The purpose of this research is to get the comparison of laston (AC-WC) characteristics with filler from, King Kong Instant Powder, Tiga Roda portland sement and ash stone and analyzed the effect of the use of King Kong Instant Powder as a filler against the strength of Laston. In this study using variations of asphalt content of 5%, 5.5%, 6%, 6.5% and 7%.This research was conducted in Laboratorium Unit Pengujian Mutu Pembinaan Jasa Konstruksi (UPMPJK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat which is at jalan Khatulistiwa km 6,5 Pontianak. The coarse aggregate used is a crushed stone extracted from a stone crusher, which comes from the Peniraman area. For fine aggregates, the river sand is used from the Kapuas River Pontianak.Laboratory test results obtained as Optimum Asphalt Level (KAO) of 6.75% for Asphalt mixture with Instant Powder Kingkong Filler, Portland Cement and Ash Stone. Result of Analysis with Instant Powder Kingkong Filler At 6.75% KAO obtained Stability value of 1721,7 Kg, Flow 3,8 mm, VIM 4,9%, VFB 72,4%, VMA 20,1% and MQ 454,7 Kg. Result of Analysis with Portland Cement Filler At KAO 6.75% obtained result of 1355,5 Kg, Flow 3,7 mm, VIM 5,3%, VFB 74,0%, VMA 20,5% and MQ 366,8 Kg. Result Analysis with Filler Ash stone at KAO 6.75% got result of 1158,7 Kg, Flow 3,8 mm, VIM 5,9%, VFB 72,9%, VMA 20,6% and MQ 305,7 Kg.The end result shows that in terms of quality, the use of Kingkong Intant Powder as Filler is able to provide good characteristic of Laston, this can be seen from the value of stability, Flow, VMA, VMA, and MQ generated, compared with the use of Porland Cement Filler and Filler Abu Batu. Kingkong Intant Powder can be an alternative to its use as a Filler because the resulting laston characteristics are almost identical to the commonly used filler for portland cement, and stone ash where the resulting values fall within the required specifications. 1. Alumni Prodi Teknik Sipil FT. UNTAN2. Dosen Prodi Teknik Sipil FT. UntanKeywords: Laston (AC-WC)Filler, Instant Powder.
ANALISA PENGARUH METODE PELAKSANAAN PROYEK UNTUK EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN GEDUNG BERTINGKAT DI KOTA PONTIANAK Zainuddin, -; M.Nuh, Syafaruddin; Indrayadi, M.
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.789 KB)

Abstract

The construction of multi-storey buildings in the city of Pontianak is very rapid, with the level of management difficulties and difficulties in implementing high-rise buildings. The longer the duration of time needed will affect the cost of completing the project. Because it requires an implementation method, which can support and consider the costs incurred in the implementation of the work. In addition, sharpening priorities is expected to increase efficiency and project management activities. All of that is to achieve the goal of a multi-storey building project that suits your needs. Different implementation methods in a building. must be followed by a good and appropriate project implementation. Good technical management and implementation can reduce the risk of multi-storey building construction projects and the delay becomes small. This will reduce the development of project costs, and ultimately will provide a distinct advantage for contractors. Analysis of the data used includes the implementation method in the construction of one building with two different implementation methods. The first method is casting 9th and 10th floors using a concrete pump and ready mix with truck concrete. Furthermore, the second implementation method uses the elevator machine and concrete mixer (Molen). The results obtained at the time efficiency value, because the implementation process is fast, the first method is the best solution, because in terms of cost is not much different from the second implementation method. Method one has a low cost of implementation, but the implementation time is not efficient.Keywords              : Analysis method, time and cost efficiency, good execution method
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KEMACETAN DAN POLUSI UDARA DI JALAN SULTAN ABDURAHMAN PONTIANAK Putra, Dedi Purwa; Sulandari, Eti; ., Said
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.118 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.16138

Abstract

Exhaust Emission vehicle is one of the causes of air pollution in an area that is the impact of the use of vehicles as a means of transportation, be it land, sea or air. Any motor vehicle that uses the engine and oil as the driving source is the cause of the air pollution that comes from combustion imperfect issued in the form of exhaust emissions kendaraan.Memberikan description of the relationship of traffic on the roads in a region, the problems it causes, namely air pollution such as vehicle exhaust emissions in comparison to other areas in the city of Pontianak. Examines several types of air pollution caused by vehicle exhaust emissions which occurred on Jalan Sultan Abdurahman Pontianak. In this study used the method of observation, by analyzing the high percentage of the amount of emissions that occur in Jalan Sultan Abudrahman and analysis of vehicle exhaust emissions as sources and types of air pollutants, according existing emission standard and set. In this study during peak hours occur significant air pollution is at 32.88 NO2, SO2 amounted to 37.65, O3 for 1931 and Dust of 632. The density of vehicles influence of air pollution on roads Sultan Abdurahman, while the degree of saturation at peak hours of 0.46 at 12:15 to 13:15. The more dense then the vehicle will be high air pollution ditimbulkan.Tingkat exhaust emissions on the road during hours of peak Sultan Abdurahman is enormous NO2 mg / m³ of 32.88 g / m³, SO2 amounted to 37.65 g / m³, O3 at 1931 mg / m³ and Dust by 632 mg / m³.   Keywords: Emissions, Air Pollution, and Congestion
KESIAPAN INFRASTRUKTUR WISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KARIMUNTING Yesicha, Lidya; Mulyani, Endang; Lestari, Arfena Deah
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu lokasi wisata yang ada di Kalimantan Barat adalah Pantai Kura-Kura terletak di wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang dikelola oleh pemerintah daerah dan berkerja sama dengan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan Infrastruktur Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Karimunting yang ada saat ini. Masih banyak sarana infrastruktur di Pantai Kura-Kura yang belum dikembangkan dan disediakan seperti Aksebilitas, Listrik, Sumber Air Bersih, Persampahan. Oleh karena itu dengan  mengunakan Metode Survei dan pendekatan analisa data kualitatif dan kuantitatif serta Metode Evaluasi, diperolehlah hasil kesiapan infrastruktur wisata yang ada di desa Karimunting dirasakan  belum siap, dimana kondisi jalan menuju Pantai Kura-Kura yang masih tanah kuning, belum optimal ketersediaan infrastruktur listrik, tidak adanya pengelolaan untuk buangan air limbah padat dan cair, serta tidak layaknya kondisi bangunan tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di desa. Kata Kunci: Infrastruktur Wisata
ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAP BAJA RINGAN Oktafia, -; Indrayadi, Muhammad; Rafie, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.051 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30441

Abstract

Produktivitas setiap proyek sangat berpengaruh pada keuntungan / kerugian proyek. Perhitungan faktor utilitas dapat diketahui tingkat produktivitas tenaga kerja. Pengaruh tersebut antara lain umur, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, kesesuaian upah, jumlah tanggungan keluarga, kesehatan pekerja, hubungan antar pekerja, manajerial, dan komposisi kelompok kerja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja dan mengetahui pengaruh umur, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, kesesuaian upah, jumlah tanggungan keluarga, kesehatan pekerja, hubungan antar pekerja, manajerial, dan komposisi kelompok kerja terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas 5 kelompok kerja, terdiri dari 3 orang tenaga kerja dengan satu sampel rumah dikerjakan satu kelompok kerja dan disertai pengisian kuesioner sebanyak 8 pekerja. Pengamatan tingkat produktivitas (LUR) dilakukan selama 8 hari dibagi menjadi 2 tahap, yaitu untuk 4 hari pertama tahap pekerjaan rangka atap dan untuk 4 hari selanjutnya pekerjaan penutup atap. Pengumpulan data produktivitas berupa kuesioner, dengan proses pengolahan data dengan metode borda. Hasil analisis tingkat produktivitas (LUR) pekerja rata-rata pekerjaan struktur atap di proyek perumahan sebesar 81,31%, cukup produktif (lebih dari 50%). Variabel yang berpengaruh diantaranya,  variabel pengalaman kerja, tingkat pendidikan, tanggungan,kesehatan pekerja, hubungan antar pekerja, manajerial, komposisi kelompok kerja = 0,045 dan variabel keseuaian upah yang memiliki bobot sebesar 0,056. Dengan nilai bobot terbesar yaitu 0,056 maka variabel kesesuaian upah mempunyai pengaruh dominan terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja di pembangunan perumahan.Kata kunci:Metode Borda, LUR, Variabel
POLA PERGERAKAN PENDUDUK KOTA PONTIANAK TERHADAP SEBARAN FASILITAS PERDAGANGAN Setiani, Ingga Erva; Wulandari, Agustiah; Chairunnisa, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.34319

Abstract

Kota Pontianak memiliki pusat-pusat aktivitas atau kegiatan yang biasanya dapat menarik penduduk melakukan pergerakan terutama pada pusat kota. Pola pergerakan yang terjadi dilakukan berdasarkan kebutuhan penduduk dan jangkauan dalam mengakses sebaran dari pusat aktivitas. Keadaan ini yang menjadi acuan untuk dapat melihat lebih jauh bagaimana pola pergerakan penduduk yang ada dapat berpengaruh terhadap sistem pusat pelayanan di Kota Pontianak. Penelitian ini merumuskan pola pergerakan penduduk yang berfokus pada tujuan pergerakan fasilitas perdagangan di Kota Pontianak serta kajian pola pergerakan terhadap struktur ruang kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif. Data yang digunakan berupa data primer dari hasil survei, dan data sekunder berupa literatur terkait penelitian. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan overlay. Hasil penelitian menunjukan Kecamatan Pontianak Barat, Pontianak Kota, dan Pontianak Selatan memiliki pola pergerakan terbesar terhadap fasilitas perdagangan. Kecamatan Pontianak Barat memiliki pergerakan penduduk terbesar terhadap toko/warung dan supermarket. Kecamatan Pontianak Kota memiliki pergerakan penduduk terbesar terhadap pasar lingkungan dan pusat perbelanjaan. Kecamatan Pontianak Selatan memiliki pergerakan penduduk terbesar terhadap pasar tradisional, penyaluran grosir, dan mal. Hasil pola pergerakan penduduk yang ada di kaji dengan struktur ruang kota sehingga di dapatlah pusat pelayanan fasilitas perdagangan yang melayani skala kota(PPK), sub-pusat kota(SPPK), maupun skala lingkungan.  Kata Kunci :  Pola pergerakan, Kota Pontianak, fasilitas perdagangan, dan struktur ruang
STUDI NORMALISASI KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI (STUDI KASUS SUNGAI ENGKULIK DI KABUPATEN SINTANG) Pratama, Dhani; ., Umar; Yulianto, Eko
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i2.8494

Abstract

Dampak terjadinya kerusakan DAS Engkulik dapat terlihat pada kondisi morfologi sungai yang berada di wilayah tersebut, antara lain terjadinya pendangkalan dasar alur sungai, sehingga menyebabkan terjadinya banjir yang makin meningkat dan meluas pada akhir – akhir ini. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan dengan data curah hujan dan data debit terukur dari stasius hidrologi pada sub DPS yang di tinjau  dan data yang mewakili karakteristik DPS tersebut, serta analisa data yang dilakukan berdasarkan priode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun.
ANALISIS PROGRAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN PERBATASAN KECAMATAN BADAU KABUPATEN KAPUAS HULU Yudha, Gst. Arista Kusuma; Juniardi, Ferry; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.9739

Abstract

Kecamatan Badau merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan dengan negara Malaysia yang termasuk kedalam Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan luas wilayah 700 km2 atau sekitar 2,35 persen dari luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. kecamatan Badau terbagi menjadi 9 Desa yaitu : Desa Badau, Desa Sebindang, Desa Seriang, Desa Tajum, Desa Janting, Desa Semuntik, Desa Kekurak, Desa Tinting Seligi, dan Desa Pulau Majang. Dengan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia kecamatan Badau memiliki peranan yang strategis bagi pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu. Dimana setiap Desa memiliki kebutuhan yang berbeda – beda dalam membangun dan mengembangkan kawasannya.  Adapun tujuan dari skripsi ini adalah mengidentifikasi sektor-sektor yang diprioritaskan sebagai fasilitas pelayanan, menghitung nilai aksesibilitas dengan metode Integrated Rural Accessibility Planning ( IRAP ), serta menentukan pendekatan penanganan/perbaikan akses penduduk desa. Dalam penelitian ini dilakukan suatu pengkajian mengenai perencanaan aksesibilitas pedesaan dengan menggunakan metode Integrated Rural Accessibility Planning (IRAP) yang dikembangkan oleh International Labour Organization (ILO). Pengumpulan data untuk metode IRAP ini dengan menggunakan kombinasi pengumpulan data berbasis interview/wawancara, observasi lapangan, dan pengisian kuisioner. Adapun sektor yang ditinjau dalam kuisioner ini antara lain : sumber air bersih, kesehatan,  pendidikan, pertanian/perkebunan, pemukiman, perkantoran, komunikasi, sumber tenaga listrik, pasar, dan KAMTIBMAS di daerah perbatasan. Hasil analisa penelitian menyimpulkan bahwa tingkatan nilai aksesibilitas pada sektor – sektor aksesibilitas pada sembilan Desa.Untuk sepuluh sektor yang di teliti memiliki nilai aksesibilitas yang bervariasi yaitu :Sektor Sumber Air Bersih dengan nilai 11,800 di prioritaskan untuk Desa Pulau Majang, sektor Pertanian/Perkebunan dengan nilai 10,525 di prioritaskan untuk Desa Tajum, sektor Pendidikan dengan nilai 12,025 di prioritaskan untuk Desa Tinting Seligi, sektor Kesehatan dengan nilai 10,424 di prioritaskan untuk Desa Tajum, sektor Pemukiman dengan nilai 8,417 di prioritaskan untuk Desa Tajum, sektor Perkantoran dengan nilai 6,781 di prioritaskan untuk Desa Kekurak, sektor KAMTIBMAS dengan nilai 9,527 di prioritaskan untuk Desa Pulau Majang, sektor Sumber Tenaga Listrik dengan nilai 11,759 di prioritaskan untuk Desa Tajum, sektor Pasar dengan nilai 10,667 di prioritaskan untuk Desa Tajum, dan sektor Komunikasi dengan nilai 11,375 di prioritaskan untuk Desa Pulau Majang.Hasil analisis terbaru harian regional oleh terbagi atas tiga klasifikasi, yaitu aksesibilitas fasilitas, aksesibilitas sarana transportasi dan aksesibilitas prasarana transportasi. Berdasarkan perbandingan nilai aksesibilitas antara komponen fasilitas, sarana dan prasarana transportasi untuk semua sektor maka pada kesembilan Desa tersebut di ketahui bahwa memprioritaskan perbaikan/penaganan prasarana transportasi.    1. Kata Kunci: kecamatan badau, Integrated Rural Accessibility Planning (IRAP), aksesibilitas

Page 44 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue