cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
ANALISIS PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KEBUN HUTAN DI DESA HARATAI Azizatun Tazkia; Hafizianor Hafizianor; Basir Achmad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11989

Abstract

This study aims to analyze the system of management and utilization of forest gardens in Haratai Village. The research method used is descriptive analysis which can be obtained from observations and interview directly in the field. The results tof stis study show that in Haratai Village the management system of forest garden by the community uses intercropping or agroforestry, the use of forest gardens play an important role from an economy and ecologyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan,dan pemanfaatan kebun hutan di Desa Haratai. Metode penelitian yang dilakukan yaitu analisis dekstiptif dapat diperoleh dari hasil osservasi serta wawancara secara langsung ke lapangan. Hasil dari penelitian ini bahwa di Desa Haratai system pengelolaan kebun hutan oleh masyarakat menggunakan pengamatan dan wawancara secara langsung di lapangan. Hasil dari penelitian ini sistem pengelolaan kebun hutan oleh masyarakat di Desa Haratai menggunakan tumpang sari atau agroforestri, pemanfaatan kebun hutan memegang peranan penting dari segi ekonomi dan ekologi
PENYEBARAN SATWA KUSKUS BERDASARKAN TIPE HUTAN (PRIMER DAN SEKUNDER ) PADA HUTAN DESA TALA, KECAMATAN AMALATU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Samira D. Joseph; Lesly Latupapua; J. F. Sahusilawane
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11605

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pola sebaran kuskus. Penelitian ini didesain dengan menggunakan metode jalur. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat 4 individu dari 2 spesies/jenis Kuskus yaitu  Phalanger orientalis (sebanyak 2 individu) dan Spilocuscus maculatus (sebanyak 2 individu). Pola penyebaran kuskus yang ada di Desa Tala yaitu penyebaran acak pada setiap tipe hutan, pada hutan primer ditemukan 23 ekor kuskus dan pada hutan sekunder ditemukan 34 ekor kuskus. Jumlah kuskus yang ditemukan lebih banyak pada tipe hutan sekunder karena dipengaruhi oleh faktor sumber daya terutama makanan, pada hutan sekunder sumber pakan lebih melimpah karena hutan sekunder ada tumbuhan berbuah serta dekat dengan perkebunan masyarakat
HABITAT DAN POPULASI BURUNG GOSONG KELAM (Megapodius freycinet) DIRESORT SASARATA WILAYAH MASINATU TAMAN NASIONAL MANUSELA KECAMATAN WAHAI SERAM UTARA KABUPATEN MALUKU TENGAH Fentia Talapessy; C. K. Pattinasarany; M. M.S Putileihalat
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11620

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Habitat Burung Gosong Kelam di Resort Sasarata Taman Nasional Manusela Kecamatan Wahai Seram Utara. Penelitian Ini Menggunakan Metode Stripe Transect Dimana Mengambil Data Sepanjang Perjumpaan Dengan Satwa. Pada Lokasi Penelitian Terdapat Vegetasi Dengan Tingkat Semai Sebanyak 36 Jenis, Tingkat Pancang Sebanyak 41 Jenis, Tingkat Tiang Sebanyak 49 Jenis Dan Tingkat Pohon Sebanyak 27 jenis Sedangkan Populasi burung Gosong Kelam pada jalur 1 terdapat 16 ekor, jalur 2 terdapat 6 ekor, jalur 3 terdapat 5 ekor, jalur 4 terdapat 7 ekor , dan jalur 5 terdapat 17 ekor.
ANALISIS KORELASI ENHANCED VEGETATION INDEX DENGAN NORMALIZED DIFFERENCE MOISTURE INDEX DI KHDTK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Ridha Mira Azhari; Ahmad Jauhari; Udiansyah Udiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11028

Abstract

The level of vegetation density is one of the indicators of the value of soil surface moisture. However, monitoring the condition of vegetation and soil surface moisture quickly and thoroughly will be very difficult if only conventional methods are used. Remote sensing is one of the solutions for monitoring very large forest areas and can be used to find out information about very complex forestry problems using data from satellite imagery. The purpose of this study was to determine the distribution of moisture in KHDTK ULM, analyze the value of soil surface moisture at various levels of vegetation density and the correlation between humidity and vegetation density in the KHDTK ULM Area of Mandiangin Village. This study utilized the vegetation index using the EVI algorithm and the humidity index using the NDMI algorithm. The data presented is in the form of information about how much influence the vegetation index value (EVI) has on moisture conditions in the study area. The results of the data analysis showed that the EVI value was positively correlated with the soil surface moisture value. Regression analysis of the two variables resulted in the equation Y= 21.8936 + 97.3197X with a coefficient of determination (R2) value of 0.5451 or 54.51%. The coefficient of determination of 54.51% means that EVI has an effect of this value in affecting surface soil inertia. The correlation coefficient (r) of 0.738 shows a strong relationship between EVI value and humidity.Tingkat kerapatan vegetasi merupakan salah satu indikator nilai kelembaban permukaan tanah. Akan tetapi pemantauan kondisi vegetasi dan kelembaban permukaan tanah secara cepat dan menyeluruh akan sangat sulit dilakukan apabila hanya menggunakan metode konvensional. Salah satu solusi untuk pemantauan kawasan hutan yang sangat luas adalah menggunakan metode penginderaan jauh dengan untuk mengetahui informasi mengenai permasalahan kehutanan yang sangat kompleks menggunakan data dari citra satelit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran kelembaban di KHDTK ULM, menganalisis nilai kelembaban permukaan tanah pada berbagai tingkat kerapatan vegetasi serta korelasi antara kelembaban dan kerapatan vegetasi di Wilayah KHDTK ULM Desa Mandiangin. Penelitian ini memanfaatkan indeks vegetasi menggunakan algoritma EVI dan indeks kelembaban menggunakan algoritma NDMI. Data yang disajikan berupa informasi mengenai seberapa besar pengaruh nilai indeks vegetasi (EVI) terhadap kondisi kelembaban pada wilayah penelitian. Hasil analisis data menujukan bahwa nilai EVI berkorelasi positif dengan nilai kelembaban permukaan tanah. Analisis regresi dari kedua variabel tersebut menghasilakn persamaan Y= 21.8936 + 97.3197X dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.5451 atau sebesar 54.51%. Koefesien determinasi sebesar 54.51% mengartikan bahwa EVI berpengaruh sebesar nilai tersebut dalam mempengaruhi kelembaan tanah permukaan. Koefesien korelasi (r) yang bernilai 0,738 menunjukan hubungan yang kuat antara nilai EVI dengan kelembaban.
PENGARUH PERSENTASI PEREKAT DAMAR (Shorea javanica) TERHADAP KARAKTERISTIK DAN LAJU PEMBAKARAN BRIKET ARANG CANGKANG KEMIRI (Aleurites moluccana L. Willd) Miftahul Hafiza Rahim; Trisnu Satriadi; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11019

Abstract

Candlenut shells have high lignin content (54.46%) so that they have potential to be used as fuel. In this study, adhesive used was resin which was used to increase the calorific value and accelerate the ignition process. This study aims to analyze the effect of variations in the addition of resin on the quality and rate of combustion based on the Indonesian National Standard (SNI). This study used a completely randomized design (CRD) method and in this study there was only one factor (Factor A = candlenut shell charcoal and adhesive), 5 treatments with 3 replications. The results of the research of candlenut shell charcoal briquettes using resin adhesives produced an average value of water content testing 4.4626 - 6.0681%, volatile matter testing 39.0411 - 49.8596%, ash content testing 6.4745 - 12.0787% , bonded carbon test 32.3519 - 39.8396 %, density test 1.0718 - 1.2233 g/cm3, calorific value test 5141.52 - 6523.13 cal/g and combustion rate test 0.4469 - 0.6633 g/minute. Water content, density and calorific value tests have met the Indonesian standard, while volatile matter and bound carbon content tests have not met Indonesian standards. Ash content only A5 treatment that mets Indonesian standards and there is no Indonesian standard for testing the combustion rate. Best quality of candlenut shell charcoal briquettes was in treatment A5 and best combustion rate was in A1 treatment. Results of this study indicate that the percentage of resin adhesive can affect the characteristics and rate of burning of candlenut shell charcoal briquettesCangkang kemiri memiliki lignin yang tinggi (54,46%) sehingga potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Pada penelitian ini perekat yang digunakan adalah getah damar yang berfungsi untuk meningkatkan nilai kalor dan mempercepat proses penyalaannya. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan menganalisis pengaruh penambahan getah damar terhadap kualitas dan laju pembakaran berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI). Penelitian memakai metode rancangan acak lengkap (RAL) dan penelitian ini hanya ada satu faktor (Faktor A= serbuk arang cangkang kemiri dan perekat damar) sebanyak 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian dari briket arang cangkang kemiri menggunakan perekat damar menghasilkan nilai rata-rata pengujian kadar air 4,4626 - 6,0681%, pengujian kadar zat terbang 39,0411 - 49,8596%, pengujian kadar abu 6,4745 - 12,0787%, pengujian karbon terikat 32,3519 - 39,8396%, pengujian kerapatan 1,0718 - 1,2233 g/cm3, pengujian nilai kalor 5141,52 - 6523,13 kal/g dan pengujian laju pembakaran 0,4469 - 0,6633 g/menit. Pengujian dari kerapatan, kadar air dan nilai kalor telah sesuai dengan standar negara indonesia (SNI 01-6235-2000) sedangkan untuk pengujian kadar zat terbang dan karbon terikat tidak memenuhi standar. Pengujian kadar abu hanya perlakuan A5 yang memenuhi standar indonesia dan pengujian laju pembakaran belum ada standar indonesia. Kualitas briket arang cangkang kemiri yang terbaik pada perlakuan A5 (65% serbuk arang cangkang kemiri + 35% perekat damar) dan laju pembakaran yang terbaik pada perlakuan A1 (85% serbuk arang cangkang kemiri + 15% perekat damar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentasi perekat damar dapat mempengaruhi karakteristik dan laju pembakaran briket arang cangkang kemiri.
PENGARUH PUPUK MIKORIZA TERHADAP TANAMAN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendron Linn) BERUMUR 2 TAHUN Qadar Zailani Arifin; Eny Dwi Pujawati; Adistina Fitriani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11987

Abstract

Cajuput is plants producing NTFPs (Non-Timber Forest Products) which has good prospects for development in the future. Plants with mycorrhizae grow better than plants without mycorrhizae because mycorrhizae can effectively increase nutrient absorption, both macro, and micronutrients. The study aimed to analyze the growth of eucalyptus by administering mycorrhiza and to analyze the health level of eucalyptus by administering mycorrhiza. The study used a completely randomized design with factors of mycorrhizal fertilizer administration with 3 treatments and 25 replications. The results of the study, namely the growth response of eucalyptus aged two years to the application of mycorrhizal fertilizers, obtained 100% survival. Treatment B (40 gr) has the best growth in height (37.80 cm) and diameter (11.87 mm), while treatment A (30 gr) the lowest growth in height (29.88 cm) and diameter (9.57 mm), treatment C (50 gr) have a height (35.56 cm) and diameter (11.59 mm) which was quite high and the highest health level of eucalyptus plants was in treatment B (40 gr) with initial conditions of 4 plants to 19 plants with a percentage of 60%, with higher health conditions, while treatment A (30 gr) with initial conditions of 11 plants became 17 plants with a 24%, treatment C (50 gr) with initial conditions 7 plants to 18 plants with a 44%Tanaman kayu putih merupakan tanaman penghasil produk HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) yang memiliki prospek bagus untuk dikembangkan di masa depan. Tanaman yang memiliki mikoriza bisa tumbuh lebih baik dibandingkan tanaman yang tidak memiliki mikoriza karena membantu dalam penyerapan unsur hara mikro maupun makro. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis pertumbuhan kayu putih dengan pemberian mikoriza dan menganalisis tingkat kesehatan kayu putih dengan pemberian mikoriza. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor pemberian pupuk mikoriza dengan 3 perlakuan dan 25 ulangan, dianalisis secara statistik menggunakan Anova dimana data dilakukan uji kenormalannya dengan uji homogenitas ragam bartlett terlebih dahulu, selanjutnya diuji analisis keragaman. Hasil dari penelitian yaitu respon pertumbuhan kayu putih umur dua tahun terhadap pemberian pupuk mikoriza diperoleh 100% hidup. Pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik pada perlakuan B (40 gr) menghasilkan pertumbuhan tinggi (37,80 cm) dan diameter (11,87 mm) tertinggi, sedangkan perlakuan A (30 gr) menghasilkan pertumbuhan tinggi (29,88 cm) dan diameter (9,57 mm) terendah, perlakuan C (50 gr) menghasilkan pertumbuhan tinggi (35,56 cm) dan diameter (11,59 mm) cukup tinggi serta tingkat kesehatan tanaman kayu putih tertinggi pada perlakuan B (40 gr) dengan kondisi awal 4 tanaman hingga menjadi 19 tanaman dengan persentase 60%, dengan kondisi kesehatan lebih tinggi, sedangkan perlakuan perlakuan A (30 gr) dengan kondisi awal 11 tanaman menjadi 17 tanaman dengan pesentase 24%, perlakuan C (50 gr) dengan kondisi awal 7 tanaman menjadi 18 tanaman dengan persentse 44%.
ANALlSlS KOMPOSlSl DAN STRUKTUR VEGETASI DI KAWASAN TAMAN WlSATA ALAM PULAU BAKUT KECAMATAN ANJlR MUARA KABUPATEN BARlTO KUALA KALlMANTAN SELATAN Nor Aida Azizah; Abdi Fithria; Gusti Syeransyah Rudy; Rina Kanti; Hafif Abdul Rahman; Riyanto Imam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11730

Abstract

Indonesia is an example of a country with the largest type of mangrove forest ecosystem and has abundant wealth. One of the forests with this type of mangrove ecosystem in South Kalimantan is in the Bakut Island Natural Tourism Park area. The Bakut Island TWA itself is a residential place for a typical Kalimantan primate, namely the Proboscis Monkey (Nasalis Larvatus). Knowing information about ecological aspects related to the structure (shape) and composition (arrangement) of vegetation in this area is the first step in managing and preserving mangrove forest areas. In this research process the researchers intended to anaIyze the structure and composition of the mangrove forest vegetation types and calculate the species diversity index in the Bakut Island Nature Park area. Data was collected using a combination method, namely a combination method between the path method and the checkered Iine method which was carried out intentionally (purposive sampling). The data were then analyzed in several calculations to find the lmportance VaIue lndex and Species Diversity lndex. In the results of this study there were 22 plant species divided at several growth stages, namely seedlings, saplings, poles and trees. As for the diversity index of the types of values obtained at all levels of growth, it is included in the low diversity categoryIndonesia adalah satu contoh negara dengan tipe ekosistem hutan mangrove terbesar serta memiliki kekayaan yang melimpah.  Salah satu hutan dengan tipe ekosistem mangrove di Kalimantan Selatan ada di kawasan Taman Wisata Alam Pulau Bakut. TWA pulau bakut sendiri merupakan tempat hunian bagi satwa primata khas Kalimantan yaitu Bekantan (Nasalis Larvatus). Mengetahui informasi mengenai aspek ekologis terkait struktur (bentuk) dan komposisi (susunan) vegetasi yang ada di kawasan ini merupakan langkah awal dalam melakukan pengelolaan dan pelestarian kawasan hutan mangrove. Pada proses penelitian ini peneliti bermaksud untuk menganalisis struktur serta komposisi jenis vegetasi hutan mangrove dan menghitung indeks keragaman jenis di kawasan Taman Wisata Alam Pulau Bakut. Data diambil dengan metode kombinasi yaitu metode gabungan antara metode jaIur dan metode garis berpetak yang dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Data kemudian dianalisis pada beberapa perhitungan untuk mencari lndeks NiIai Penting dan lndeks Keanekaragaman Jenis.  Pada hasiI peneIitian ini terdapat 22 jenis tumbuhan yang terbagi pada beberapa tingkat tunbuh yaitu semai, pancang, tiang dan pohon. Sedangkan untuk lndeks Keragaman jenis nilai yang di dapat pada semua tingkat pertumbuhan termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah.
Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman kenari renumerasi ke-IX di demplot hatusua kecamatan seram bagian barat Frenly Syahailatua; A. Sahupalla; L. Siahaya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.10543

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengtahui tingkat pertumbuhan (tinggi, diameter) dan perkembangan tanaman kenari (Canarium ambonensis) pada tanaman umur 9 Tahun dan mengetahui faktor  yang mempengharui pertumbuhan dan perkembangan tanaman kenari (Canarium ambonensis) di demplot sumber benih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik observasi dilapangan dan disajikan kedalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan kenari dengan riap tahunan berjalan (CAI) diameter pada tahun kesembilan yaitu 2,75 (cm/tnm/thn) dan Riap rata-rata Tahuna (MAI) diameter yaitu 2,35 (cm/tnm/thn), Riap Tahunan Berjalan tinggi yaitu 2,34 (m/tnm/thn) dan Riap rata-rata Tahunan tinggi yaitu 2,11(m/tnm/thn). Perkembangan tanaman kenari pada pengukuran kesembilan tanaman kenari telah berkembang hingga tingkat pohon dan mampu berbuah  yang berdiameter 21,18 cm dan tinggi 19,02 m. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yaitu pH Tanah dan kelembapan tanah.Kata Kunci : Pertumbuhan, Perkembangan,
KARAKTERISTIK BIOPELET CAMPURAN SERBUK KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) DAN SERBUK PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) Muhammad Fahmi Noor; Muhammad Faisal Mahdie; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11024

Abstract

Research on the characteristics of biopellets mixed with sengon (Paraserianthes falcataria) sawdust and Palm (Elaeis guineensis) frond powder was observed with the aim of analysing the quality of biopellets mixed with sengon wood and oil palm fronds based on the Indonesian National Standard (SNI 8021:2014). The study used the SNI 8021-2014 method with test parameters including Moisture content, bound carbon content, volatile matter, ash content, and heating value. The experimental design uses an exploratory data analysis (EDA) experimental design which is presented graphically with a box and whisker plot. Based on the results of this study, it showed that the mixture of sengon sawdust and palm frond powder showed that the results of the water content (%) treatment had reached the standard (SNI), namely 12% max and the lowest water content value was in treatment C, namely 5.1965%. The results obtained from the ash content (%) test showed that each treatment varied, some reached the standard and some did not meet the standard (SNI), namely 1.5% max, and the ash content that met the standard was treated A and B. Test results Determination of Calorific Value (cal/g) indicates that it does not meet the standard (SNI), namely 4000 cal/g min. The best composition comparison is in comparison with 75% sengon sawdust and 25% palm frond powder (in treatment D), because the results of the calorific value are close to the standard (SNI).Penelitian karakteristik biopelet campuran serbuk kayu sengon (paraserianthes falcataria) dan serbuk pelepah kelapa sawit (elaeis guineensis) diamati dengan tujuan menganalisa kualitas biopelet campuran kayu sengon dan pelepah kelapa sawit berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 8021:2014). Penelitian menggunakan metode SNI 8021-2014) dengan parameter uji meiliputi kadar air, kadar karbon terikat, zat terbang, kadar abu, dan nilai kalor. Rancangan percobaan menggunakan rancangan percobaan analisis data eksploratif (Exploratory Data Analysis – EDA) yang disuguhkan secara grafis dengan box and whisker plot. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan campuran serbuk kayu sengon dengan serbuk pelepah kelapa sawit bahwa hasil pengujian Kadar Air (%) perlakuannya telah mencapai standar (SNI) yaitu maks 12% dan nilai kadar air paling rendah pada perlakuan C yaitu 5,1965%. Hasil yang diperoleh dari pengujian Kadar Abu (%) bahwa setiap perlakuan beragam, ada yang mencapai standar dan ada juga yang tidak memenuhi standar (SNI) yaitu maks 1,5%, dan kadar abu yang memenuhi stardar ada diperlakuan A dan B. Hasil uji  penentuan Nilai Kalor (kal/g) menujukan bahwa belum memenuhi standar (SNI) yaitu min 4000 kal/g. Perbandingan komposisi terbaik ada pada perbandingan dengan serbuk 75% serbuk kayu sengon dan 25% serbuk pelepah kelapa sawit (pada perlakuan D), karena hasil nilai kalor yang mendekati standar (SNI).
DEVIASI KOORDINAT ANTARA GNSS BERBASIS ANDROID DAN GNSS KONVENSIONAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BATUKURA TANAH LAUT Muhammad Rizkiansyah; Kissinger Kissinger; Syam'ani Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11990

Abstract

The smartphone is one of the rapidly developing technologies. Essentially, smartphones are equipped with GNSS, but the GNSS signal capture on each smartphone is different. With the presence of GNSS features on smartphones, various companies and organizations have developed applications that utilize GNSS features on smartphones to support field activities. Some examples are Avenza Maps and SW Maps. The purpose of this study is to analyze the distance shift by the SW Maps and Avenza Maps applications against the GNSS receiver as the base data. The analysis was performed using the Euclidean Distance equation on coordinate point data, which would then be used to create maps. The results of this study show that the distance shift between the Avenza Maps application and GNSS-R is 8.81 meters with a standard error of 0.74. Meanwhile, the SW Maps application has an average shift of 5.29 meters with a standard error of 0.64 and an accuracy range of 4.00-6.59 metersTelepon pintar atau dikenal dengan istilah Smartphone merupakan salah satu teknologi yang perkembangannya sangat pesat. Pada dasarnya Smartphone sudah dibekali GNSS, hanya saja tangkapan sinyal GNSS pada setiap Smartphone berbeda. Adanya fitur GNSS pada Smartphone tersebut, maka berbagai perusahaan dan organisasi mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan fitur GNSS dalam Smartphone untuk menunjang kegiatan di lapangan, beberapa contohnya adalah Avenza Maps dan SW Maps. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pergeseran jarak yang dihasilkan aplikasi SW Maps dan Avenza Maps terhadap GNSS Receiver sebagai base data. Analisis dilakukan dengan menggunakan persamaan Euclidean Distance terhadap data titik koordinat yang nantinya akan dilakukan penggambaran peta. Hasil dari penelitian ini yaitu pergeseran jarak antara aplikasi Avenza Maps terhadap GNSS-R dengan nilai rata-rata sebesar 8,81 m dengan Standard Error 0,74. Sedangkan aplikasi SW Maps nilai rata-rata pergeseran sebesar 5,29 m dengan Standard Error 0,64 dengan kisaran akurasi pada aplikasi Avenza Maps adalah 4,32 – 7,30 m dan kisaran pada aplikasi SW Maps adalah 4,00 – 6,59 m.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue