cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
KAJIAN PULPING SODA BERBAHAN BAKU PANDAN RASAU (Pandanus helicopus) DENGAN VARIASI TINGKAT KONSENTRASI PEMASAKAN Dety Yuliana Rosa; Budi Sutiya; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11985

Abstract

The source of raw materials from non-timber plants to make pulp can be from various plants, one of which is pandanus rasau (Pandanus helicopus). The pandan rasau plant is considered a nuisance plant because of its easy nature to grow around rivers and in swamps. The purpose of this research is to analyze the mechanical pulp characteristics of pandan rasau pulp, determine the optimal concentration of cooking ingredients and kaolin in the manufacture of pandan rasau pulp soda pulp. The method used is pulping soda with a cooking concentration (NaOH) of 7.5%, 10% and 12.5%. The results obtained related to the yield test with the treatment of cooking concentrations of 7.5%, 10% and 12.5% obtained an average of 33.61%, 26% and 26.92%, while in black liquor the precipitate average was 15.04%, 22.06%, and 25.71%. The results of the paper mechanical test, namely the tear index obtained the highest average of 10.05 mN m²/g, while the cracked/broken index obtained the highest average of 1.1 kPa m²/g. The optimal mechanical test treatment for pandan rasau pulp is at a cooking concentration of 7.5% without the addition of kaolin.Sumber bahan baku dari tumbuhan bukan kayu untuk dijadikan pulp bisa dari berbagai tumbuhan, salah satunya pandan rasau (Pandanus helicopus). Tumbuhan pandan rasau dianggap sebagai tumbuhan pengganggu karena sifatnya yang mudah tumbuh di sekitar sungai maupun di rawa. Tujuan dari penilitian ini adalah menganalisis karakteristik pulp mekanik pulp pandan rasau, menentukan konsentrasi optimal bahan pemasak dan kaolin pada pembuatan pulping soda pulp pandan rasau. Metode yang digunakan yaitu pulping soda dengan konsentrasi pemasak (NaOH) 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil yang diperoleh terkait uji rendemen dengan perlakuan konsentrasi pemasak 7,5%, 10% dan 12,5% didapatkan rerata sebesar 33,61%, 26% dan 26,92%, sementara pada lindi hitam didapatkan rerata endapan sebesar 15,04%, 22,06%, dan 25,71%. Hasil dari uji mekanik kertas yaitu pada indeks sobek didapatkan rerata tertinggi sebesar 10,05 mN m2/g, sementara pada indeks retak / jebol didapatkan rerata tertinggi sebesar 1,1 kPa m²/g. Perlakuan uji mekanik pulp pandan rasau yang optimal terdapat pada konsentrasi pemasak 7,5% tanpa penambahan kaolin
ANALISIS PERBEDAAN UKURAN RUMAH WALET TERHADAP PRODUKSI SARANG WALET DI DESA OKA-OKA KABUPATEN KOTABARU Muhammad Syaiful Anwar; Zainal Abidin; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11727

Abstract

Swallow nest is a non-timber forest product which is a promising business opportunity because it has a high selling value. This study aims to analyze the effect of swallow house size on swallow nest production in Oka-Oka Village, Pulau Laut Kepulauan Sub-District, Kotabaru Regency. Data were collected using direct interviews with 15 swallow house owners. Data analysis used simple linear regression. The results showed that the size of the swallow's house only had a 10% effect on the production of swallow's nest. As for the age of the swallow house, this is the main factor with a 67% level of influence on the production of swallow’s nest. This data indicate that the older the age of a swallow's house, the higher the production of swallow's nest. Farmers sell swallow nests directly to collective traders who come to their villages. Swallow's nests are priced at IDR 9,500,000 per kilo or IDR 950,000 per ounce. This price determined unilaterally by the collective trader.Sarang burung walet merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu yang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan karena mempunyai nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran rumah walet terhadap produksi sarang walet di Desa Oka-Oka Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Pengambilan data menggunakan wawancara langsung kepada 15 orang pemilik rumah walet. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran rumah walet hanya 10% pengaruhnya terhadap produksi sarang walet. Umur bangunan rumah walet yang menjadi faktor utama dengan 67% tingkat pengaruhnya terhadap produksi sarang walet. Data ini menunjukkan bahwa semakin tua umur suatu bangunan rumah walet maka semakin tinggi produksi sarang walet.  Peternak menjual sarang walet langsung kepada pedagang pengumpul yang datang ke desa mereka. Sarang walet diaptok dengan hara Rp9.500.000 per kilo datau Rp950.000 per ons.  Harga ini merupakan harga yang ditentukan sepihak oleh Pedagang pengumpul
KINERJA EKOWISATA BERKELANJUTAN DI EKOWISATA SWARGALOKA KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN Siti Aisyah Hidayati; Muhammad Helmi; Kissinger Kissinger
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11036

Abstract

Research with the analyze the performance of ecotourism towards sustainable ecotourism in Swargaloka Ecotourism. The benefit of this research is to provide information to the community and agencies related to the sustainable performance of ecotourism in Swargaloka Ecotourism so that is expected the ecosystem is well maintained, natural resources are utilized continuously in order to prosper the community. This study used a survey method through the distribution of questionnaires on a likert scale. Respondents to this study consisted of local communities and farmers, community leaders, and ecotourism business actors. The data was analyzed using PLS-SEM analysis techniques, with Smart-PLS4 software. The results obtained from this study are that after the PLS-SEM test, the performance of ecotourism has a significant effect on sustainable ecotourism by showing the value of T-Value 39.025 and P-Value < 0.0001 The performance of ecotourism is further improved on conservation variables such as preserving nature, services such as improving decent facilities for visitors, economic and infrastructure development such as holding training and increasing the number of tour guides and controlling  such as making village-level regulations, the variable of sustainable ecotourism is also increasing by paying attention to the well-maintained environment, welfare of the social condition of the community, and sources of economic income of the communityPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ekowisata terhadap ekowisata yang berkelanjutan di Ekowisata Swargaloka. Manfaat penelitian adalah memberikan informasi kepada masyarakat dan instansi terkait kinerja ekowisata yang berkelanjutan pada Ekowisata Swargaloka sehingga diharapkan ekosistem terjaga dengan baik, sumberdaya alam dimanfaatkan secara terus menerus agar dapat mensejahterakan masyarakat. Metode survey digunakan pada penelitian ini dengan cara menyebarkan kuisioner dengan skala likert. Responden pada penelitian ini terdiri dari masyarakat dan petani lokal, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha ekowisata. Menganalisis data dengan teknik analisis PLS, bentuk sofware Smart-PLS4. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu setelah dilakukan uji PLS-SEM kinerja ekowisata berpengaruh signifikan terhadap ekowisata berkelanjutan dengan ditunjukkan nilai dari T-Value 39,025 dan P-Value < 0,0001.Semakin ditingkatkan kinerja ekowisata pada variabel konservasi seperti menjaga kelestarian alam, layanan seperti  meningkatkan fasilitas yang layak terhadap pengunjung, pembangunan ekonomi dan infrastruktur seperti mengadakan pelatihan dan menambah jumlah tour guide dan pengendalian seperti membuat peraturan tingkat desa maka semakin meningkat juga variabel ekowisata berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan  terjaga baik, mensejahterakan keadaan sosial masyarakat, dan sumber pendapatan ekonomi masyarakat.
PENILAIAN POTENSI DAYA TARIK EKOWISATA PANTAI TANJUNG DEWA KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Tania Agustiana; Fonny Rianawati; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11021

Abstract

This research was conducted at Tanjung Dewa Beach located in Tanjung Dewa Village, a beach known only as a pier to get to Datu Island, and an assessment of the natural potential of the beach has not been identified. The status of land ownership that is still owned by individuals (privately) and there is no management intervention from the government makes Tanjung Dewa Beach less developed into a natural tourist attraction area. This study was conducted to identify the potential of Tanjung Dewa Beach's natural resources. The method used in this study is direct observation and interview techniques with a qualitative descriptive analysis approach in collecting data on the potential of Tanjung Dewa Beach. The landscape potential assessment used the Bureau of Land Management method and got a score of 24 with high potential. The potential for tourist attraction uses the Puspar method of Gadjah Mada University, and gets a score of 31 which is potentially low. Assessment of biodiversity using the Fandeli method, assessment of flora biodiversity on Tanjung Dewa Beach gets a scale of 4 which means good and there are 25 species. Assessment on fauna using interviews, direct observation, and citing research journals, the overall results of fauna get 24 species with a scale of 5 which means very good.Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Tanjung Dewa yang berlokasi di Desa Tanjung Dewa, pantai yang dikenal hanya sebagai dermaga untuk menuju ke Pulau Datu, dan penilaian tentang potensi alam pantai tersebut belum teridentifikasi. Status kepemilikan lahan yang masih dimiliki perorangan (pribadi) serta belum ada campur tangan kepengelolaan dari pemerintah membuat Pantai Tanjung Dewa menjadi kurang berkembang menjadi kawasan objek wisata alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam Pantai Tanjung Dewa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik pengamatan langsung dan wawancara dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dalam pengambilan data potensi yang dimiliki Pantai Tanjung Dewa. Penilaian potensi lanskap menggunakan metode Bureau of Land Management dan mendapatkan skor 24 yang berpotensi tinggi. Potensi daya tarik wisata menggunakan metode Puspar Universitas Gadjah Mada, dan mendapatkan skor 31 yang berpotensi rendah. Penilaian keanekaragaman hayati menggunakan metode Fandeli, penilaian keanekaragaman hayati flora di Pantai Tanjung Dewa mendapatkan skala 4 yang artinya baik dan terdapat 25 jenis. Penilaian pada fauna menggunakan metode wawancara, pengamatan secara langsung, dan mengutip jurnal penelitian, hasil keseluruhan fauna mendapatkan 24 jenis dengan skala 5 yang artinya sangat baik.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA DI BUKIT PARALAYANG KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON Tevalian Werinussa; H. Lelloltery; M. R. Sitanala
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11630

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Persepsi Wisatawan terhadap objek wisata Alam di Bukit  Paralayang di dusun Air Low Kecamatan Nusaniwe kota Ambon. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Persepsi pengunjung terhadap aktraksi wisata paralayang adalah 54% pengunjung menyatakan sangat menarik dan 46% menarik. Persepsi pengunjung terhadap fasilitas wisata paralayang yaitu toilet, gazebo, warung, tempat sampah. Pengunjung menyatakan baik  sedangkan tempat parkir sangat baik 57%. Persepsi pengunjung terhadap aksebilitas yaitu: kondisi jalan 100% dan mudah untuk mencapai lokasi wisata paralayang.
ANALISIS TINGKAT KEKRTITISAN LAHAN DI DAERAH TANGKAPAN AIR DI SUB-SUB DAS RIAM KANAN Nur Anisa Saputri; Eko Rini Indrayatie; Ahmad Jauhari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11735

Abstract

The conversion of agricultural land into built-up land which is unproductive and not in accordance with the capability of the land has the potential to become critical land because it affects the function of the watershed as a regulator of water management and erosion control. This study explains the critical level of land that occurs in the Riam Kanan Watershed (DTA) sub-watershed through a purposive sampling method based on land unit maps that have been overlaid with land cover maps, soil type maps, and slope maps that utilize a Geographic Information System using scoring analysis. The parameters used to analyze the critical level of land in agricultural cultivation areas include productivity parameters, slope parameters, erosion hazard parameters, and management factors. Based on the results of the study, it was found that the criticality level of the land with the category of Critical Potential was 699.43 ha (36.3%) on the land cover of Mixed Dry Land Plantation and mixed gardens, the land with the category of Slightly Critical was 348, 65 ha (18.1%) on rubber plantation land cover and secondary forest, land with Critical category covering 144.47 ha (7.5%) on mixed garden land cover, and land with Very Critical category covering an area of 733.91 ha (38.1%) on scrub and mining land cover.Perubahan lahan pertanian menjadi lahan terbangun dan tidak produktif serta tidak sesuai dengan kemampuan lahan berpotensi menajdi lahan kritis karena mempengaruhi fungsi DAS sebagai pengatur tata air dan pengendali erosi. PeneIitian ini menjelaskan tingkat kekritisan lahan yang terjadi di Daerah Tangkapan Air (DTA) Sub-sub DAS Riam Kanan melalui metode purposive sampling berdasarkan peta satuan lahan yang telah dioverlay dengan peta tutupan lahan, peta jenis tanah, dan peta kelerengan yang memanfaatkan Sistem Informasi Geografi menggunakan analisa skoring. Parameter yang digunakan untuk menganalisis tingkat kekritisan lahan di kawasan budidaya pertanian antara lain parameter produktivitas, parameter kelerengan, parameter tingkat bahaya erosi (TBE), dan manajemen. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat kekritisan lahan dengan kriteria Potensial Kritis (PK) seluas 699,43 ha (36,3%) pada penutup lahan Perkebunan Lahan Kering Campur (PLKC) dan kebun campuran, lahan dengan kategori Agak Kritis (AK) seluas 348,65 ha (18,1%) pada penutup lahan perkebunan karet dan hutan sekunder, lahan dengan kategori Kritis (K) seluas 144,47 ha (7,5%) pada penutup lahan kebun campuran, dan lahan dengan kategori Sangat Kritis (SK)seluas733,91ha (38,1%)pada penutup lahan semak belukar dan pertambangan
ANALISIS PERKEMBANGAN TUMBUH TANAMAN KALIANDRA MERAH (Calliandra calothyrsus) DI AREAL PASCA TAMBANG TARJUN KOTABARU Nurmala Siti Fatimah; Yudi Firmanul Arifin; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11038

Abstract

The purpose of this research is to analyse the physical and chemical properties of soil in clay and laterite areas, and to analyse the average growth of diameter and height of red calliandra plants each year. The parameters used are red calliandra consisting of diameter and height, soil chemistry such as N, P, K, Mg, Fe, CEC, pH, and soil physical properties namely bulk density and sand, dust, clay. The results of soil physical properties of the volume weight of the clay area have a large bulk denstity so that the soil is denser than the laterite area. The soil texture of the clay area is dominated by clay according to the soil texture class, namely dusty clay while the laterite area is dominated by dust. Soil chemical parameters of N elements have very low criteria, P is very low-medium, K and Fe are moderate, Mg is very low and pH is slightly alkalis. The average growth of diameter and height of red calliandra in the clay area is 0.32 cm/year and 1.06 m/year which has a greater value than the laterite area.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis sifat fisik dan kimia tanah pada areal clay dan laterit, menganalisis rata-rata pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman kaliandra merah setiap tahunnya. Parameter yang digunakan yaitu kaliandra merah terdiri dari diameter dan tinggi, kimia tanah seperti N, P, K, Mg, Fe, KTK, pH, serta fisik tanah yaitu bulk density dan pasir, debu, liat. Hasil sifat fisik tanah berat volume areal clay memiliki bulk denstity  besar sehingga tanah lebih padat dibandingkan areal laterit. Tekstur tanah areal clay  didominasi oleh liat sesuai kelas tekstur tanah yaitu liat berdebu sedangkan areal laterit didominasi debu. Parameter kimia tanah unsur N memiliki kriteria sangat rendah, P sangat rendah-sedang, K dan Fe sedang, Mg sangat rendah dan pH bersifat agak alkalis. Pertumbuhan rata-rata diameter dan tinggi kaliandra merah areal clay yaitu 0,32 cm/tahun dan 1,06 m/tahun memiliki nilai lebih besar dibandingkan areal laterit.
INVENTARISASI POTENSI DAN KERAGAMAN HUTAN GAMBUT SEKUNDER PADA BEBERAPA TINGKAT KERAWANAN KEBAKARAN DI HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Nurul Hasanah; Mufidah Asy&#039;ari; Suyanto Suyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11026

Abstract

Liang Anggang Protection Forest is dominated by peat soils. Peat is a very rich natural resource with biodiversity, dry peat is flammable and can disrupt the function of the land ecosystem. Drying peatlands can increase the chances of peatland fires because dry peat will find it difficult to absorb water due to the repeated forest and land fires. The Liang Anggang Protection Forest is thought to have the potential and diversity of regeneration. This study aims to analyze the composition and potential of youth at several levels of fire hazard classes and to analyze the diversity of youth in fire hazard classes. Sampling was determined by purposive sampling with plotted paths according to fire hazard classes, i.e. moderately prone to fire, prone to fire, and not prone to fire. The Liang Anggang protection forest in the city of Banjarbaru has diversity and potential for regeneration. There are 2 types of plants, namely acacia (Acacia mangium) and galam (Melaleuca leucadendra), according to the fire vulnerability class. The highest average plant potential was in the fire-prone class at the seedling level, namely, galam with a value of 9,000 stems/ha and the lowest average potential was in the fire-prone class at the acacia tree level with a value of 1.28 stems/ha. The diversity index (H') of plants in the Liang Anggang Protection Forest of the 3 fire vulnerability classes has a low type because the value is less than 1.Gambut pada umumnya merupakan sumber daya alam yang kaya dengan keanekaragaman hayati, keringnya gambut memiliki sifat yang mudah terbakar dan mengganggu fungsi ekosistem lahan tersebut. Keringnya lahan gambut dapat memperbesar peluang terjadinya kebakaran lahan gambut karena gambut yang telah kering akan sulit menyerap air akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan yang berulang-ulang, Hutan Lindung Liang Anggang diduga memiliki keragaman jenis permudaan dan potensi bervariasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis komposisi dan potensi permudaan pada beberapa tingkatan klas kerawanan kebakaran dan menganalisis keragaman permudaan pada klas kerawanan kebakaran.Penetuan sampel dilakukan dengan purfosif sampling dengan jalur berpetak sesuai klas kerawanan kebakaran, yaitu agak rawan kebakaran, rawan kebakaran dan tidak rawan kebakaran. Hutan lindung liang anggang kota banjarbaru mempunyai keragaman dan potensi permudaan terdapat 2 jenis tumbuhan yaitu akasia (Accacia mangium) dan galam (Melaleuca leucadendra), sesuai dengan klas kerawanan kebakaran. Rata-rata potensi tumbuhan tertinggi di klas rawan kebakaran pada tingkat semai yaitu galam dengan nilai 9.000btg/ha dan rata-rata potensi terendah ada di klas rawan kebakaran pada tingkat pohon jenis tumbuhan akasia dengan nilai 1,28 btg/ha. Indeks keragaman (H’) tumbuhan pada Hutan Lindung Lindung Liang Anggang dari 3 klas kerawanan kebakaran jenis keanekargamannya tergolong rendah karena nilainya kurang dari 1.
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU TIKAR LAMPIT ROTAN (RATTAN CARPET) MENGGUNAKAN SNI 12-0677-2002 DI PT SARIKAYA SEGA UTAMA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Adri Haufifatih; Zainal Abidin; Siti Hamidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11017

Abstract

Rattan carpet produced by PT Sarikaya Sega Utama have not yet used the SNI 12-0677-2002 standard.This study aims to analyze the quality of rattan carpet using general and special parameter requirements that have been regulated in SNI 12-0677-2002 and the results of these tests are analyze for product quality control using a cause and effect diagram/fishbone diagram. The test result for 11 parameters of general requirements measured using a tool obtain 54% fulfilled according to SNI with details of 6 of 11 parameters fulfilled, namely thickness, width and distance of hijiran holes, witdh of tulang walut, thickness of watun and water content. The results of testing the parameters of general requirements observed visually obtained 50% fulfilled according to SNI with details 2 of 4 parameters fulfilled, namely eveness and type of yarn. The results of testing the special requirements measured using tools and observed visually obtained 33,3% fulfilled according to SNI with details 1 of 3 parameters being met, namely the natural color of the upper surface of the lampit. Based on SNI 12-0677-2002 the production of rattan carpet at PT Sarikaya Sega Utama is not yet in a controlled state because all the reference parameters that have been regulated in SNI 12-0677-2002 have not been fulfilled. The cause of the failure is caused by human error, machine (equipment) and material (raw materials).Tikar lampit rotan yang di produksi oleh PT Sarikaya Sega Utama sampai saat ini belum menggunakan standar SNI 12-0677-2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tikar lampit menggunakan parameter persyaratan umum dan khusus yang telah diatur di dalam  SNI 12-0677-2002 dan hasil pengujian tersebut di analisis pengendalian mutu produk  menggunakan diagram sebab akibat/tulang ikan. Hasil pengujian 11 parameter persyaratan umum yang diukur menggunakan alat didapatkan hasil 54% sesuai SNI dengan rincisan 6 dari 11 parameter terpenuhi yaitu tebal, lebar dan jarak lubang hijiran, lebar tulang walut, tebal watun serta kadar air. Hasil pengujian  parameter persyaratan umum yang diamati secara visual didapatkan hasil 50% sesuai SNI dengan rincisan 2 dari 4 parameter terpenuhi yaitu kerataan dan jenis benang. Hasil pengujian persyaratan khusus yang diukur menggunakan alat dan diamati secara visual didapatkan hasil 33,3% sesuai SNI dengan rincisan 1 dari 3 parameter terpenuhi yaitu warna alami permukaan atas lampit. Berdasarkan SNI 12-0677-2002 produksi tikar lampit rotan di PT Sarikaya Sega Utama belum di dalam keadaan terkendali sebab belum terpenuhinya ke seluruh parameter acuan yang telah diatur di dalam SNI 12-0677-2002. Penyebab dari kegagalan tersebut disebabkan oleh faktor kesalahan manusia (human error), mesin (alat) dan material (bahan baku).
DINAMIKA POPULASI DAN INTERAKSI ANTAR-SPESIES FLORA DAN FAUNA DI HUTAN ALAM DUSUN FENARUA DESA PARBULU KECAMATAN WAILATA KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Yulianus Dominggus Komul; Febian Filiph Tetelay
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11152

Abstract

Population dynamics and interactions between species of flora and fauna in natural forests are a process to determine the potential of biological natural resources and have a very important role in maintaining ecosystem balance and supporting life in general, helping to maintain ecosystem balance. Each species in an ecosystem has a unique role in nutrient cycling, decomposition, and climate change. The higher the level of biodiversity, the more stable the ecosystem is against disturbance and change, providing resistance to environmental change or disease attacks. Buru Island is one of the many islands located in Maluku province which has very large and diverse natural forest potential which certainly has a positive influence on its biodiversity value. Through research conducted in the natural forest area of Fenarua hamlet, Parbulu Village with mixed secondary forest land cover with shrubs, it can be seen that the biodiversity value for vegetation is 1.2583%. with the category of species diversity being in moderate condition as evidenced by the species diversity index (H') criteria according to Hanon Winner 1954. Meanwhile, the types of animals found were recorded as 14 types of birds, 7 types of mammals, 5 types of reptiles, and 7 types found in Research locations were found in various abundance classes, either very common, common, frequent or uncommon

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue