cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
abdimasku@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kaligawe Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2809915X     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku
Core Subject : Health,
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran is a peer-reviewed journal that includes the study of the development and application of science and technology aimed at publishing the results of community service activities in the field of: 1. Human resource development in medical and health 2. Community empowerment in medical and health 3. Rural health development 4. Health promotion 5. Technology application in medical and health 6. Business application in medical and health
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2026): January" : 5 Documents clear
Pemeriksaan Kesehatan, Skrining Faktor Risiko serta Edukasi Kesehatan Warga Pra-lansia dan Lansia Dewi, Dian Puspita; Nugraheni, Arwinda; Afifah, Diana Nur; Hastuti, Yuni Dwi; Rustanti, Ninik; Riansari, Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.1-14

Abstract

Penuaan membuat golongan lansia rentan terkena penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, sakit sendi dan dislipidemia. Penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke apabila tidak segera ditangani. Selain proses penuaan, faktor-faktor lain seperti pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik juga mempengaruhi. Ketidakseimbangan antara energi yang dihasilkan dari konsumsi makanan dengan energi yang dikeluarkan (aktivitas fisik) mengakibatkan kondisi status gizi yang buruk. Status gizi yang buruk ini juga mempengaruhi penyakit dan komplikasi yang dapat muncul pada lansia. Penapisan untuk kondisi dan penyakit tersebut perlu dilakukan sedini mungkin pada golongan pra-lansia dan lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining faktor risiko dan memberikan edukasi kesehatan pada warga pra-lansia dan lansia. Kegiatan penapisan dilakukan dengan menyelenggarakan pengabdian masyarakat di kelurahan Pudakpayung. Warga pra-lansia dan lansia diukur tinggi badan dan berat badannya, tekanan darah, serta kadar gula darah, asam urat dan kolesterol. Warga juga mengisi informasi aktivitas olahraga. Selain itu, diberikan juga edukasi kesehatan kepada warga yang berpartisipasi. Sebanyak 60 warga pra-lansia (48,3%) dan lansia (51,7%) berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil pemeriksaan partisipan menunjukkan prevalensi yang tinggi pada obesitas (55%), hipertensi (46,7%) dan kadar kolesterol tinggi (70%). Warga antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang ditunjukkan dengan aktif berdiskusi terkait topik yang diberikan. Hanya 25 warga yang telah cukup melakukan aktivitas fisik. Perlu adanya kegiatan pengabdian berkesinambungan yang dapat memfasilitasi warga untuk peningkatan durasi aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan warga pra-lansia dan lansia. Selain itu, juga dibutuhkan edukasi mengenai asupan gizi seimbang pada pra-lansia dan lansia.
Edukasi Konsumsi Ice Cream Jahe bagi Remaja Putri dalam Usaha Meredakan Dismenorea di SMKN 3 Kota Samarinda Tahun 2024 Ariestantia, Dwi Riyan; Alviyani, Dea Lola; Khasriyanie, Khasriyanie; Maren, Marsela Putri; Nurlilah, Nurlilah; Alasri, Nanda; Ramadhani, Novia; Hairunisa, Rahmah; Samia, Sinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.15-21

Abstract

Dismenorea atau nyeri haid merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu alternatif penanganan alami adalah penggunaan jahe (Zingiber officinale) yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik. Namun, konsumsi jahe secara langsung kurang diminati karena rasa dan aromanya yang kuat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri di SMKN 3 Kota Samarinda mengenai manfaat jahe sebagai pereda dismenorea melalui inovasi produk es krim jahe. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi dan pemberian intervensi konsumsi es krim jahe kepada 55 responden. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan uji Paired t-Test. Hasil menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri menstruasi yang signifikan setelah intervensi (p = 0,000). Penurunan rerata tingkat nyeri menstruasi dari 2,62 ± 0,49 sebelum intervensi menjadi 2,05 ± 0,61 setelah intervensi, dengan hasil uji Paired t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik, dengan pergeseran mayoritas responden dari nyeri berat ke sedang dan ringan. Kesimpulannya, konsumsi es krim jahe terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri haid dan dapat dijadikan sebagai alternatif alami yang diterima baik oleh remaja. Inovasi ini diharapkan mendorong pola hidup sehat dan pemanfaatan herbal dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri.Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common health problem experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities and reduce quality of life. One natural alternative for managing dysmenorrhea is the use of ginger (Zingiber officinale), which has anti-inflammatory and analgesic properties. However, direct consumption of ginger is often less preferred due to its strong taste and aroma. This community service activity aimed to enhance the understanding of adolescent girls at SMKN 3 Samarinda City regarding the benefits of ginger in relieving dysmenorrhea through an innovative ginger ice cream product. The program was implemented through educational sessions and an intervention involving the consumption of ginger ice cream by 55 respondents. Evaluation was conducted using pre-test and post-test measurements analyzed with a Paired t-test. The results demonstrated a significant reduction in menstrual pain intensity after the intervention (p = 0.000), with the mean pain score decreasing from 2.62 ± 0.49 before the intervention to 2.05 ± 0.61 after the intervention. The Paired t-test results indicated a statistically significant difference, accompanied by a shift in the majority of respondents from severe pain to moderate and mild pain levels. In conclusion, the consumption of ginger ice cream was proven to be effective in reducing menstrual pain and can be considered a natural alternative that is well accepted by adolescents. This innovation is expected to promote healthy lifestyle behaviors and the utilization of herbal remedies in maintaining adolescent reproductive health.
Staying Healthy Abroad: Supporting Migrant Workers through Nutrition and Health Screening Nurrahma, Herlin Ajeng; Janitra, Fitria Endah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.22-29

Abstract

Indonesian migrant workers in Taiwan, particularly those employed in domestic caregiving roles, are at risk of developing undiagnosed metabolic conditions due to long working hours, limited access to nutritious food, and insufficient health information. This community service program aimed to promote nutritional awareness and conduct early screening for metabolic risks among Indonesian migrant workers in Taipei. Implemented in June 2025 in collaboration with the Indonesian Muslim community (PCINU Taiwan), the program engaged 38 participants aged 25–55 years. Activities included anthropometric assessments, blood pressure measurements, random blood glucose testing, and a brief nutrition education session in Bahasa Indonesia. The results showed that 42.1% of participants had elevated blood glucose levels (140–199 mg/dL), and 5.3% reached the diabetes threshold (≥200 mg/dL). Blood pressure screening revealed that 28.9% were in the pre-hypertensive range and 7.9% had hypertension. Body mass index data indicated that 44.8% of participants were either overweight or obese. The culturally tailored education session was well-received, improving participants’ understanding of nutrition and practical steps for disease prevention. This program demonstrated the feasibility and impact of combining basic health screening with targeted health education for underserved migrant populations. It underscores the importance of early detection and culturally sensitive health promotion in preventing chronic diseases among migrant workers. Future efforts should expand such initiatives and integrate mental health and follow-up components to ensure sustainable community health support.
Penyuluhan Perawatan Kulit Bayi dan Anak pada Masyarakat Desa Buluh Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang Paramita, Deryne Anggia; Effendy, Elmeida; Rahmawaty, Rodiah; Wahyuni, Arlinda Sari; Amin, Mustafa Mahmud; Hamdi, Ibnati Amira; Afia, Nadira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.30-37

Abstract

Salah satu isu penting yang diangkat dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Sumatera Utara adalah kesehatan kulit bayi dan anak, mengingat kelompok usia ini memiliki karakteristik kulit yang berbeda dibandingkan orang dewasa, yakni lebih tipis, sensitif, dan rentan terhadap berbagai gangguan seperti iritasi, ruam popok, biang keringat, dan infeksi kulit. Kurangnya pemahaman orang tua dan pengasuh mengenai perawatan kulit yang benar sering menjadi faktor utama munculnya permasalahan tersebut. Berdasarkan data global dan nasional, prevalensi penyakit kulit pada anak cukup tinggi, di antaranya dermatitis atopik (10–20%) dan ruam popok (sekitar 25%), dengan faktor lingkungan dan kebersihan sebagai penyebab dominan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan kulit bayi dan anak melalui penyuluhan kesehatan dan konsultasi langsung. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, sesi tanya jawab, serta pelaksanaan pra-uji dan pasca-uji untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan diharapkan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit, faktor risiko yang memengaruhi, serta praktik perawatan yang tepat. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan kulit bayi dan anak secara mandiri di rumah sehingga dapat menurunkan kejadian penyakit kulit serta meningkatkan derajat kesehatan anak di lingkungan setempat.
Pengolahan Limbah Sarang Lebah Klanceng sebagai Sabun dan Pemanfaatan Dehumidifier untuk Meningkatkan Kualitas Madu di UMKM Jepara Januarti, Ika Buana; Sagaf, Muhammad; Alfian, Tristan; Fais, Muhammad Teguh; Salsabila, Syaela Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.38-44

Abstract

Usaha madu klanceng Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) terdapat di Kabupaten Jepara mempunyai 100 buah koloni lebah Trigona leavicep. Produksi madu dimulai dari rumah lebah diambil dari setup, dan diperas menggunakan alat pemeras manual. Madu kemudian disaring,  kemudian dikemas menggunakan botol plastik dan botol kaca. Hasil perasan madu kurang bersih karena tercampur oleh kotoran sarang lebah yang rusak. Kandungan/kadar air pada madu selama ini belum dilakukan kontrol kualitas dikarenakan ketidaktahuan dan ketiadaan alat kontrol. Hal inilah yang menjadi kendala untuk menjaga kualitas madu dari Omah Ra&Fi. Permasalahan lain yaitu mitra juga belum memanfaatkan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai jual, manajemen usaha masih sederhana dan terbatas di Jepara sehingga dapat dirumuskan tujuan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi dengan penambahan setup koloni jenis Heterotrigona itama dan leavicep, memberi spinner dan pengurang kadar air dehumidifier, melatih pembuatan limbah menjadi sabun, dan memperluas area pemasaran dengan membuat market place serta mendesain kemasan dengan teknologi Augmented Reality. Kegiatan pengabdian dimulai dari persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan monitoring serta evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan bahwa mitra telah mampu menggunakan alat-alat meningkatkan kontrol kualitas madu, membuat sabun, mengemas madu dan sabun dengan kemasan terbaru serta memanfaatkan market place di Instagram dan facebook.The Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) honey business is located in Jepara Regency and has 100 bee colonies. Honey production begins with the honeycomb being removed from the hive and pressed using a manual press. The honey is then filtered and packaged in plastic and glass bottles. The honey extraction process results in honey that is not very clean because it is mixed with debris from damaged bee hives. The water content in the honey has not been quality controlled due to a lack of knowledge and the absence of control equipment. This is an obstacle to maintaining the quality of honey from Omah Ra&Fi. Another problem is that partners have not yet utilized bee hive waste into products with commercial value, and business management is still simple and limited in Jepara. Therefore, the objectives of this community service program can be formulated as follows: to increase production capacity and quality by adding Heterotrigona itama and leavicep colony setups, providing spinners and dehumidifiers to reduce moisture content, training in the production of soap from waste, and expanding the marketing area by creating a marketplace and designing packaging with Augmented Reality technology. The community service activities began with preparation, implementation, assistance, monitoring, and evaluation. The results of the activities showed that the partners were able to use the tools to improve honey quality control, make soap, package honey and soap with the latest packaging, and utilize the marketplace on Instagram and Facebook.

Page 1 of 1 | Total Record : 5