cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 270 Documents
Interoperability in The Indonesian Air Force Zero ... | Samsul Rizal and Safril Hidayat | 103 INTEROPERABILITY IN THE INDONESIAN AIR FORCE ZERO ACCIDENT POLICY Samsul Rizal; Safril Hidayat
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.857 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i1.833

Abstract

The Zero Accident Policy is a priority of the Indonesian Air Force to reduce accidents and incidents in the aircraft operations of the Indonesian Air Force. Implementation of the policy can reduce the number of accidents and incidents that can cause casualties and Air Force Weapon System. However, the policy implementation is still done manually so that interoperability cannot be realized in implementing the policy. Using the interoperability business process approach, an analysis of the implementation of the Zero Accident Policy is carried out. This study uses a qualitative research design with primary data sources through purposive sampling. The results showed that the implementation of the policy using the interoperability system in the Zero Accident Policy had not been carried out by the Air Force sub organizations. This study recommends the use of application in order to realize the interoperability in the implementation of Zero Accident Policy.Keywords: policy, interoperability, zero accident.
PENGARUH ‘STRING OF PEARL’ TIONGKOK TERHADAP PENCAPAIAN MP3EI DALAM KONTEKS PASAR BEBAS ASEAN 2015 Matondang, Erlinda
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 4, No 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.199 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v4i3.339

Abstract

String of Pearl (SoP) merupakan strategi Tiongkok dalam menyebarkan pengaruh ekonominya dari daratan Tiongkok menuju Timur Tengah dengan melalui wilayah strategis, seperti Selat Malaka dan Samudera Hindia, yang merupakan bagian dari Indonesia. Strategi ini akan memengaruhi pencapaian MP3EI, yang menjadi pedoman pembangunan ekonomi Indonesia. Pelaksanaan Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA), yang memperluas akses Tiongkok ke wilayah strategis tersebut, memberikan dampak terhadap pembangunan koridor-koridor ekonomi Indonesia, khususnya dalam kerangka MP3EI. Tulisan ini mengulas dampak SoP Tiongkok terhadap pembangunan ekonomi Indonesia yang dimotori oleh MP3EI, khususnya di era KEA. Ulasan ini menunjukkan strategi yang dapat dilakukan Indonesia untuk meminimalisasi dampak SoP terhadap pencapaian MP3EI dalam konteks pasar bebas ASEAN 2015. Potensi-potensi Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tawar dalam diplomasi dan negosiasi dengan Tiongkok juga disampaikan dalam ulasan singkat di bagian akhir tulisan ini. Kata Kunci: String of Pearl (SoP), KEA, MP3EI
GEOSTRATEGI KAWASAN PELABUHAN BITUNG DALAM SUDUT PANDANG KEAMANAN MARITIM INDONESIA (STUDI PADA KAWASAN INDO – PASIFIK PERIODE TAHUN 2018 – 2019) Supartono Supartono; Purwanto Purwanto; M. Harry Riana Nugraha
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.495 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v10i3.1080

Abstract

Kawasan Pelabuhan Bitung memiliki sejumlah potensi yang dapat berdampak pada struktur keamanan nasional dan pertahanan negara, dikarenakan memiliki konsep gesotrategi bagi Kawasan Indo – Pasifik. Kawasan Pelabuhan Bitung sebagai international hub port, hal ini tertuang pada Kepmenhub Nomor 54 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik analisis data menggunakan interctive of model analysis. Penelitian ini menganalisis konsep Geostrategi Kawasan Pelabuhan Bitung sebagai bagian dari strategi keamanan nasional guna penguatan pertahanan negara berdasarkan sisi keamanan maritim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum analisis Gesotrategi kawasan Pelabuhan Bitung dalam kajian keamanan maritim untuk keamanan nasional nasional dan pertahanan negara, menunjukan beberapa hal: 1) kondisi strategis kawasan Pelabuhan Bitung perlu didukung dengan kebijakan strategis dan terintegrasi antara pemerintah Pusat dengan Provinsi Sulawesi Uatara dan pemerintah Kota Bitung; 2) pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) memerlukan akselerasi pelaksanaan kebijakan secara berkelanjutan dukungan penuh dari sisi anggaran, hal ini untuk memperkuat basis kewilayahan dalam konsep geostrategi; dan 3) perlu ada upaya pendekatan terhadap masyarakat dalam mendukung terwujudnya wilayah strategis Kota Bitung, Sulawesi Utara. Terpenuhinya persyaratan tersebut, menjadikan kawasan Pelabuhan Bitung mampu mendukung geostrategi melalui kajian keamanan maritim yang strategis dan implikasi ekonomi, karena berada di Kawasan Indo – Pasifik sebagai pusat pertahanan politik dan ekonomi sehingga mampu memperkuat keamanan nasional dan Pertahanan negara. Kata Kunci: geostrategi, kawasan pelabuhan, Pelabuhan Bitung, kawasan Indo – Pasifik
INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA: SUATU TINJAUAN GEOPOLITIK Yani, Yanyan M.; Montratama, Ian
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.37 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v5i2.356

Abstract

Poros Maritim Dunia (PMD) merupakan konsep yang disampaikan Presiden Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur, di Naypyidaw Myanmar pada tanggal 13 November 2014. Sementara Jepang dan India telah lebih dulu mencanangkan konsep Confluence of the Two Seas pada tahun 2007, disusul Amerika Serikat dengan Rebalancing toward Asia pada tahun 2011, dan Tiongkok dengan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 di tahun 2013. Keempat kekuatan besar tersebut berkompetisi di kawasan Indo-Pasifik. Paper ini menempatkan PMD sebagai geopolitik Indonesia dalam memanfaatkan dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan untuk kepentingan nasional Indonesia. Kata kunci: poros maritim dunia, Indo-Pasifik, geopolitik
PROXY WAR DAN KEAMANAN NASIONAL INDONESIA: VICTORIA CONCORDIA CRESCIT PROXY WAR AND INDONESIA’S NATIONAL SECURITY: VICTORY GROWS THROUGH HARMONY Safril Hidayat; Wawan Gunawan
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.899 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.127

Abstract

Abstrak – Perang proxy telah terjadi sejak zaman dahulu sampai dengan saat ini yang dilakukan oleh negara-negara besar menggunakan aktor negara maupun aktor non negara. Kepentingan nasional negara negara besar dalam rangka struggle for power dan power of influence mempengaruhi hubungan internasional. Proxy war memiliki motif dan menggunakan pendekatan hard power dan soft power dalam mencapai tujuannya. Indonesia dalam menghadapi strategi proxy war menjaga keamanan nasionalnya dari upaya disintegrasi dapat dihilangkan sehingga integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh. Dalam menjaga integrasi bangsa tersebut maka Indonesia perlu melakukan kontra proxy. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari referensi dan literatur yang berhubungan dengan proxy war. Keabsahan dan keterandalan data dilakukan dengan triangulasi referensi. Hasil studi menunjukkan bahwa kontra proxy war dilakukan dengan menjaga Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan Opus Dei atas Indonesia, melakukan kebijakan yang tidak materialistik dan untuk kepentingan orang banyak (pro bono), dan menjaga keharmonian Indonesia. Kata Kunci : proxy war, motif perang proksi, keamanan nasional, kontra proxy war.  Abstract – Proxy war has been going on since ancient times until now carried out by the major powers by using state actors or non-state actors. National interests of major countries in the framework of struggle for power and power of influence affecting international relations. Proxy war has motives and approaches of hard power and soft power to achieve its goals. Indonesia in the face of proxy war strategy in order to maintain its national security efforts so that the disintegration can ce eliminated and integration of the Unitary Republic of Indonesia remain intact. In keeping with the integration of the nation, so Indonesia needs to do the counter proxy. This article uses a qualitative approach to the data source of reference and literature related to the proxy war. Validity and reliability of data was done by triangulation reference. The results showed that the counter proxy war can be conducted through maintaining unity in diversity which is Opus Dei on Indonesia, pursue policies that are not materialistic, and for the public good (pro bono), and maintain the harmony of Indonesia. Keywords: proxy war, motives of proxy war, national security, counter proxy war.
PENANGANAN PANDEMI COVID-19 OLEH PEMERINTAH RI DITINJAU DARI STRATEGI PERTAHANAN NIRMILITER Mitro Prihantoro; Yoedhi Swastanto
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.458 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1149

Abstract

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, tindakan pemerintah sangat diperlukan agar penyebaran wabah Covid-19 tidak mengancam kelangsungan hidup bangsa terutama keselamatan warga negara. Pemerintah Indonesia telah berusaha mengatasi virus corona melalui tindakan pencegahan dan mitigasi, termasuk membentuk satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun upaya pemerintah tersebut belum menunjukkan hasil yang menenteramkan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk menganalis pelibatan kementerian/lembaga dalam penanganan situasi krisis akibat pandemi Covid-19 sebagai usaha menjaga dan melindungi keselamatan bangsa di tinjau dari strategi pertahanan nirmiliter. Metode penelitian secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam menganalisis fokus substansi baik informasi dan data diperoleh dari sumber terbuka meliputi media massa, media elektronik, literatur dan sumber terbuka lainnya. Secara umum komponen utama dalam pertahanan nirmiliter dalam hal ini kementerian/lembagabeserta pemerintah daerah telah memperkuat pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagai pusat operasi pertahahan nirmiliter secara strategis menjalin komando pengendalian dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Namun demikian, persepsi masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 belum mendapat respons yang positif. Apabila dilihat dari perspektif pertahanan nirmiliter, faktor yang menjadi penghambat dalam proses penanganan Covid-19 adalah terjadi ambiguitas dalam memandang ancaman Covid-19 sebagai ancaman non militer. Ada yang berpandangan biasa saja terhadap situasi yang berkembang dan ada yang menilai sebagai hal yang sangat prioritas untukditangani. Karena adanya ambiguitas tersebut menimbulkan tidak sinerginya pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.
SYARAT-SYARAT KESIAPAN PENYELENGGARAAN PROGRAM BELA NEGARA Subagyo, Agus
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 5, No 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.579 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v5i3.367

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis di tingkat global dan regional menimbulkan ancaman terhadap negara, baik ancaman militer maupun nir militer sehingga memerlukan kesiapan negara untuk melakukan langkah antisipasi. Salah satu langkah kesiapan menghadapi musuh adalah menggelar program bela negara bagi semua masyarakat. Dalam hal ini masyarakat harus memiliki semangat nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air dan kemampuan fisik dan disiplin untuk membela negara ketika negara dalam keadaan perang menghadapi musuh. Bela negara sangat penting bagi bangsa Indonesia mengingat sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan semesta dimana rakyat merupakan komponen pendukung yang harus siap membela negara dari berbagai ancaman musuh. Diperlukan kesiapan yuridis, sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana dan kultural dalam menyelenggarakan program bela negara. Kata kunci : bela negara, nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO ANCAMAN KEJAHATAN SIBER (CYBER CRIME) DALAM PENINGKATAN CYBER DEFENSE Rahmawati, Ineu
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.337 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v7i2.179

Abstract

Abstrak – Kemajuan teknologi dan informasi menimbulkan ancaman baru di ruang siber yakni kejahatan siber. Kejahatan siber merupakan kejahatan yang lahir sebagai suatu dampak negatif dari perkembangan aplikasi pada internet. Dalam menganalisis dampak kejahatan siber terhadap pertahanan sebuah negara, diperlukan identifikasi manajemen risiko yang dapat mengetahui seberapa besar probabilitas dan konsekuensi yang ditimbulkan dari kejahatan siber. Risiko yang dihadapi dalam mengatasi ancaman kejahatan siber tidak kalah dengan perang konvensional. Hal ini menyebabkan risiko yang diidentifikasi harus bisa menghasilkan strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.Kata Kunci : kejahatan siber, manajemen risiko, strategi, pertahanan negaraAbstract – Increasing technology and information caused new threat in cyberspace called cyber crime. Cyber crime is a crime that emerge as a negative impact of applications development on the internet. In analyzing the impact of cyber crime towards a state defense, it is necessary to identify risk management that can know how big the probability and consequences caused by cyber crime. The risks faced in overcoming the threat of cyber crimeis not inferior to conventional wars. This causes the identified risks has to be able to produce a state defense strategy in the face of cyber crime threat.Keywords: cyber crime, risk management, strategy, state defense
DETERMINATION OF AIR DEFENSE IDENTIFICATION ZONE (ADIZ) IN ORDER TO SUPPORT SOVEREIGNTY OF NATIONAL AIR REGION Marsono, Marsono; D.A.R., Deni
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.932 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v8i2.388

Abstract

One aspect of air spatial arrangement relating to national airspace sovereignty is to establish Air Defense Identification Zone (ADIZ) which established on the basis of security considerations, particularly for the purposes of foreign aircraft identification. ADIZ Indonesia that has been established at this time is not ideal because it is still above Java and surrounding areas, which is still not sufficient in the face of the vast territory of Indonesia. In order to do so, the purpose of this study is to analyze the current condition of ADIZ Indonesia, what efforts have been made to re-establish ADIZ Indonesia in order to suport sovereign national airspace, and the ADIZ stipulation provision in accordance with international air law. This research using qualitative method, data collected by interview and literature review. The results show that ADIZ Indonesia currently resides in the airspace of a small portion of South Sumatra, Java and Madura, Bali, Lombok and a small portion of the western Sumbawa Island, not outside the territorial sea territory (ZEE). Attempts to reassign ADIZ Indonesian terrritory has been implemented through discussion forums or FGDs held at BNPP, and the appointment of ADIZ Indonesia is already based on international customary law at that time.  Keywords: ADIZ, aircraft identification, airspace sovereignty, air law One aspect of air spatial arrangement relating to national airspace sovereignty is to establish Air Defense Identification Zone (ADIZ) which established on the basis of security considerations, particularly for the purposes of foreign aircraft identification. ADIZ Indonesia that has been established at this time is not ideal because it is still above Java and surrounding areas, which is still not sufficient in the face of the vast territory of Indonesia. In order to do so, the purpose of this study is to analyze the current condition of ADIZ Indonesia, what efforts have been made to re-establish ADIZ Indonesia in order to suport sovereign national airspace, and the ADIZ stipulation provision in accordance with international air law. This research using qualitative method, data collected by interview and literature review. The results show that ADIZ Indonesia currently resides in the airspace of a small portion of South Sumatra, Java and Madura, Bali, Lombok and a small portion of the western Sumbawa Island, not outside the territorial sea territory (ZEE). Attempts to reassign ADIZ Indonesian terrritory has been implemented through discussion forums or FGDs held at BNPP, and the appointment of ADIZ Indonesia is already based on international customary law at that time.
Upaya Bela Negara Untuk Menggerakkan Industri Kecil Nasional Dalam Lanskap Global Kontemporer Salsabiela, Bilqis Fitria
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 7, No 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.343 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v7i3.228

Abstract

Abstrak – Nilai-nilai dasar dalam Bela Negara terefleksikan pada bentuk cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal untuk Bela Negara yang dikorelasikan dengan upaya untuk menggerakkan industri kecil nasional di era perdagangan internasional saat ini. Letak keberhasilan sebuah negara berasal dari sumber daya manusianya yang senantiasa sigap dalam menghadapi perubahan sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama bagi industri kecil nasional bertahan dalam lanskap global kontemporer.Kata Kunci: bela negara, industri kecil, perdagangan internasional, sumber daya manusia, ekonomi Abstract – The basic points in defending the country are reflected by loving our country land, recognize to be one nation and state, believe on Pancasila as the ideology for our country, willing to sacrifice for the nation and state and has an ability to defend the country which is corellated to the effort of driving the national small industries in international trade. The key success for a country comes from the human resources who are ready to face the change, so that the increasing of human resources quality for small local industries is the main key to survive in this global contemporer landscape.Keywords: defend the country, small industries, international trade, human resource, economy

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 11, No 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 8, No 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 6, No 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 5, No 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 4, No 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue