cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
PENANGANAN PANDEMI COVID-19 OLEH PEMERINTAH RI DITINJAU DARI STRATEGI PERTAHANAN NIRMILITER Mitro Prihantoro; Yoedhi Swastanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1149

Abstract

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, tindakan pemerintah sangat diperlukan agar penyebaran wabah Covid-19 tidak mengancam kelangsungan hidup bangsa terutama keselamatan warga negara. Pemerintah Indonesia telah berusaha mengatasi virus corona melalui tindakan pencegahan dan mitigasi, termasuk membentuk satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun upaya pemerintah tersebut belum menunjukkan hasil yang menenteramkan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk menganalis pelibatan kementerian/lembaga dalam penanganan situasi krisis akibat pandemi Covid-19 sebagai usaha menjaga dan melindungi keselamatan bangsa di tinjau dari strategi pertahanan nirmiliter. Metode penelitian secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam menganalisis fokus substansi baik informasi dan data diperoleh dari sumber terbuka meliputi media massa, media elektronik, literatur dan sumber terbuka lainnya. Secara umum komponen utama dalam pertahanan nirmiliter dalam hal ini kementerian/lembaga beserta pemerintah daerah telah memperkuat pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagai pusat operasi pertahahan nirmiliter secara strategis menjalin komando pengendalian dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Namun demikian, persepsi masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 belum mendapat respons yang positif. Apabila dilihat dari perspektif pertahanan nirmiliter, faktor yang menjadi penghambat dalam proses penanganan Covid-19 adalah terjadi ambiguitas dalam memandang ancaman Covid-19 sebagai ancaman non militer. Ada yang berpandangan biasa saja terhadap situasi yang berkembang dan ada yang menilai sebagai hal yang sangat prioritas untuk ditangani. Karena adanya ambiguitas tersebut menimbulkan tidak sinerginya pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.
ANALISIS BIAYA LOGISTIK MILITER DARI PERANG TELUK (1990-1991) Nurbaiti Nurbaiti; Nugroho Adi Sasongko
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1150

Abstract

Penelitian ini didesain untuk mendapatkan pemahaman tentang pembiayaan sektor logistik di Perang Teluk (1990-1991). Penelitian ini menggunakan teori logistik. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari US Department of Defense, US Office of Management and Budget, US Congressional Budget Office, US Government Accountability Office. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data dan verifikasi dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. Validitas data menggunakan: (1) kredibilitas; (2) keteralihan (transferability); (3) kebergantungan penelitian terhadap data yang didapatkan; dan (4) kepastian. Hasil penelitian adalah pada operasi Desert Shield dalam sektor logistik dan energi diperkirakan menghabiskan $1,603 miliar sedangkan Desert Storm dibutuhkan biaya $28,658 miliar. Setelah dianalisa lebih lanjut, didapatkan bahwa dalam Desert Shield dan Desert Storm menghabiskan energi (bahan bakar) sebesar $3,932 miliar dan logistik berupa senjata dan fasilitas pendukung $ 3,319 miliar, makanan tentara sebesar $2,110 miliar, mesiu sebesar $621 juta dan jika ditotalkan biayanya sekitar $9,982 miliar. Biaya ini terbantu karena mendapatkan bantuan dari Negara koalisi khususnya Arab Saudi.
METODE PENDIDIKAN BELA NEGARA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA BANDUNG DALAM MEMBANGUN GENERASI MUDA YANG TANGGUH Mursyid Setiawan; Hilal Ramdhani
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1168

Abstract

Metode pendidikan bela negara yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung sangat penting dalam memperbaiki dengan generasi muda yang menunjukkan adanya penurunan sikap nasionalisme, serta merubahnya menjadi generasi muda yang tangguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pendidikan bela negara yang dilakukan oleh Bakesbangpol Kota Bandung dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh dan menghadapi berbagai ancaman yang dihadapi oleh generasi muda akibat adanya globalisasi. Teori yang digunakan yaitu teori metode pendidikan, pertahanan keamanan negara dan konsepsi bela negara. Analisis ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan strategi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penemuan telah menunjukkan pendidikan bela negara dari Bakesbangpol Kota Bandung diselenggarakan dengan menggunakan model pentahelix. Keunggulan dari metode pendidikan bela negara yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol Kota Bandung yaitu mengembangkan generasi muda yang tangguh dengan memiliki dimensi geografis, psikologis, security, dan dedikasi, sedangkan kelemahannya yaitu belum adanya metode tindak lanjut dan media bagi generasi muda dalam menjalin komunikasi
PEMBENTUKAN SIKAP RELA BERKORBAN MAHASISWA MELALUI MATA KULIAH PATRIOTISME Eddy Wahyudi; Sri Wibawani
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1169

Abstract

Pembangunan karakter menjadi salah satu misi penting yang telah diatur oleh pemerintah melalui berbagai peraturan perundang-undangan. Presidan Joko Widodo bahkan memasukkan misi pembangunan karakter ke dalam Nawa Cita yang digagasnya. Salah satu karakter yang tengah gencar digaungkan oleh pemerintah adalah karakter bela negara. Sebagai Kampus Kebangsaan, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mencanangkan mata kuliah Patriotisme. Selain sebagai mata kuliah penciri universitas, Patriotisme juga bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa. Salah satu tujuan dari mata kuliah Patriotisme adalah membentuk karakter rela berkorban mahasiswa yang merupakan salah satu unsur dari nilai bela negara. Dengan adanya mata kuliah Patriotisme, mahasiswa Universutas 17 Agustus 1945 Surabaya diharapkan memiliki karakter kebangsaan yang kokoh. Mata kuliah Patriotisme juga bertujuan agar mahasiswa tak hanya memahami pelajaran yang didapat di kelas, namun juga mempraktikkan nilai tersebut di lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel diambil dari mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Patriotisme. Selain itu, penelitian ini juga merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian menggunakan angket dengan Skala Likert sehingga tiap jawaban di dalam angket memiliki tingkatan skor tertentu. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap nilai yang diajarkan dalam mata kulaih Patriotisme lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dan praktiknya.Kata Kunci: Mahasiswa, Karakter Rela Berkorban, Patriotisme
KONSEPSI PENGELOLAAN PULAU TERDEPAN SEBAGAI FORWARD OPERATING BASE DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN NASIONAL (SEBUAH TINJAUAN SCENARIO PLANNING) Novky Asmoro; Yoedhi Swastanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i2.1182

Abstract

Konsep pengelolaan pulau terdepan sebagai forward operating base pada prinsipnya membutuhkan harmonisasi program antara pemerintah sebagai pengelola pada tataran kebijakan dengan berbagai institusi lain pada tingkat yang lebih teknis. Kompleksitas masalah tersebut tidak hanya terpaku bagaimana menggelar unsur-unsur kekuatan militer di berbagai pulau terdepan. Perlu pendalaman melalui kajian ilmiah secara komprehensif guna mengulas aspek lingkungan strategis yang relevan. Analisis secara deskriptif kualitatif berbasis scenario planning difokuskan pada aspek-aspek keamanan nasional termasuk, tren ancaman serta dampak sosio ekonomi saat menentukan wilayah pulau terdepan sebagai basis pertahanan. Pengelolaan yang proporsional diharapkan tidak hanya mewujudkan keamanan nasional secara utuh namun juga berhasil meningkatkan taraf kesejahteraan daerah-daerah tersebut.Kata Kunci: Forward Operating Base, Pulau Terdepan, Scenario Planning, Sosio Ekonomi, Tren Ancaman, dan Keamanan Nasional
SEJARAH PENGGUNAAN PESAWAT TERBANG TANPA AWAK (PTTA) DALAM PERANG MODERN DAN PERSIAPAN MILITER INDONESIA Agus Bayu Utama; Syaiful Anwar
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i3.1190

Abstract

Abstrak - Salah satu teknologi peralatan perang saat ini adalah Penggunaan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), baik untuk pemantauan udara maupun sebagai senjata pemusnah dimana PTTA dapat membawa senjata atau sebagai senjata itu sendiri (kamikaze). Objek penelitian dalam artikel ini adalah sejarah penggunaan PTTA dalam perang modern oleh beberapa negara dengan studi kasus penggunaan PTTA milik Amerika Serikat, Israel, Turki dan China di beberapa wilayah konflik serta persiapan militer Indonesia dalam memanfaatkan PTTA tersebut. Kerangka teori yang dipakai adalah teori kekuatan udara dan terori organisasi. Dalam artikel ini digunakan metode penelitian historis dengan menggunakan data sekunder yaitu dari jurnal dan berita berita dari media online. Dari peperangan atau konflik di beberapa negara, digunakan pesawat terbang tanpa awak, dapat dibuktikan efektivitas dari penggunaan PTTA tersebut. Kementerian Pertahanan Indonesia telah membuat kebijakan untuk penggunaan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) dalam beberapa operasi militer dan non militer satuan pasukannya, baik dengan menggunakan PTTA produk dalam negeri maupun luar negeri. Kemandirian industri pertahanan PTTA sangat didorong dengan adanya konsorsium pembuatan Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam.Kata Kunci: industri pertahanan, operasi militer, operasi non militer, Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), perang modern
PERAN NYATA PUSAT HIDRO-OSEANOGRAFI TNI ANGKATAN LAUT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Kristiyono Kristiyono; Syamsul Maarif; M Adnan Madjid
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1197

Abstract

Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) bertugas untuk melaksanakan pembinaan hidro-oseanografi dalam rangka mendukung kepentingan TNI maupun kepentingan sipil, serta menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut. Undang-Undang No. 34 tahun 2004 tentang TNI menyebutkan bahwa tugas pokok operasi militer selain perang diantaranya adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan, membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Dengan demikian, Pushidrosal juga mengemban fungsi untuk penanggulangan bencana, baik bencana alam, bencana non alam, dan membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Pushidrosal memiliki kemampuan dalam bidang hidrografi dan oseanografi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu penanggulangan bencana, namun belum banyak diketahui dan dimanfaatkan oleh instansi terkait dalam membantu penanggulangan bencana di Indonesia. Penelitian ini untuk menganalisis peran Pushidrosal dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan bagaimana Pushidrosal dalam penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pushidrosal telah berperan nyata dan aktif dalam melaksanakan penanggulangan bencana yaitu dengan melaksanakan survei investigasi untuk keselamatam navigasi kecelakaan transportasi di laut dan survei investigasi untuk bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Pushidrosal juga sudah melaksanakan survei untuk mengetahui penyebab tsunami seperti yang telah dilaksanakan di Palu dan Banten. Peta laut yang diproduksi oleh Pushidrosal selain digunakan untuk keselamatan navigasi kapal dari bencana kecelakaan transportasi juga sebagai upaya mitigasi bencana kegagalan teknologi yang ditimbulkan oleh pipa bawah laut. Pushdirosal juga aktif dalam melaksanakan pencarian dan penyelamatan seperti kejadian jatuhya pesawat Air Asia QZ8501 diperairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah tahun 2014, pesawat Lion Air JT-610 diperairan Karawang Jawa Barat tahun 2018, tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba Sumatera Utara tahun 2018, serta yang terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di teluk Jakarta tahun 2021.
LITERATUR REVIEW: KERJA SAMA INTERNASIONAL DI BIDANG PERTAHANAN DALAM STRATEGI PERANG SEMESTA INDONESIA Kurniawan Firmuzi Syarifuddin; Rizerius Eko HS; I Wayan Midhio
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i2.1198

Abstract

Konsep perang semesta yang pertama kali dicetuskan oleh Clausewitz, dalam perjalanannya telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan sejak pertama kalidigunakan oleh Napoleon. Strategi perang semesta masih banyak digunakan oleh negara-negara di dunia, bahkan ketika dunia sudah memasuki era peperangan generasi ke-5. Indonesia yang telah menetapkan strategi perang semesta sebagai pedoman dalam penyusunan strategi pertahanan negaranya juga harus terus mengembangkan dengan ciri khas yang berbeda dengan pengertian perang semesta yang dikenal secara umum. Dalam konsep strategi perang semesta, kegiatan kerja sama internasional di bidang pertahanan menjadi salah satu elemen penting, terutama dalam membangun kekuatan untuk mempertahankan negara. Termasuk dalam strategi perang semesta yang diimplementasikan oleh Indonesia, kerja sama internasional di bidang pertahanan digunakan untuk membangun kekuatan nasionalnya dalam menghadapi ancaman militer maupun nir-militer. Kajian terhadap literatur yang terkait dengan perang semesta ini, berupaya melakukan penelitian kualitatif secara mendalam terhadap sumber referensi sekunder dalam rangka menyampaikan lebih jauh tentang pengertian perang semesta, terutama yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan kajian yang dilakukan kemudian dapat dipahami adanya hubungan yang erat dalam melakukan kerja sama internasional di bidang pertahanan dan strategi perang semesta di Indonesia.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI KOLABORASI PERGURUAN TINGGI, ORGANISASI PROFESI, UNDUSTRI, DAN PEMERINTAH DALAM INDUSTRI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN PENTING DALAM STRATEGI PERTAHANAN NEGARA Teguh Haryono; Yoedhi Swastanto; Siswo Hadi Sumantri; Suhirwan Suhirwan; Jupriyanto Jupriyanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1210

Abstract

Perkembangan Lingkungan Strategis yang sangat dinamis penuh dengan penuh ketidak-pastian, kompleks, dan penuh ketidak-jelasan, telah mendorong setiap negara untuk membuat strategi pertahanannya dalam usaha untuk menjaga eksistensinya. Penguasaan Teknologi dan Industri Pertahanan yang dikelola dan dikembangkan secara baik seperti yang diamanatkan dalam Kebijkan Umum Pertahanan Negara 2020-2024 adalah bagian penting dari Strategi Pertahanan terutama dalam usaha mempunyai kemandirian dalam industri pertahanan Tahun 2045. Pengelolaan dan pengembangan industri pertahanan membutuhkan Sumber Daya Manusia disamping alat peralatan, material, manajemen, modal, metodologi, dan mesin dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi kriteria. Belajar dari yang terjadi sejak Perang Dunia I dan perang-perang besar lainnya, pemenang perang adalah fihak yang menguasai teknologi dan industri pertahanan. Dalam usaha untuk mencapai kemandirian industri pertahanan Tahun 2045, Indonesia memerlukan sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terintegrasi mulai dari perguruan tinggi terutama teknik, organisasi profesi semacam Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Industri Pertahanan baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Pemerintah yang salah satunya adalah Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
KEPEMIMPINAN PRESIDEN MEGAWATI PADA ERA KRISIS MULTIDIMENSI, 2001-2004 Megawati Soekarnoputri
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i1.1211

Abstract

Pada 1997 - 1998, Indonesia menghadapi berbagai macam krisis yang menimbulkan gejolak dan mengubah jalannya sejarah bangsa ini. Dimulai dari krisis ekonomi nasional, dan berlanjut pada munculnya berbagai bentuk ancaman, seperti konflik etnis dan agama, serta maraknya separatisme dan terorisme. Krisis multidimensi tersebut berpotensi menghantar Indonesia pada perpecahan dan dicap sebagai negara gagal. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang hubungan antara krisis multidimensi dan kepemimpinan presiden pada kurun waktu tahun 2001 hingga 2004. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dipakai untuk menggali tacit knowledge dari pengambil keputusan tertinggi saat itu, yang tidak lain adalah Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Byman dan Pollack (2001) sebagai pisau analisis dengan metode penelitian kualitatif. Hasil temuan penelitian yang diperoleh antara lain, walaupun dalam masa pemerintahan yang relatif singkat, kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, berhasil mengatasi sebagian besar krisis multidimensi yang dihadapi oleh Indonesia saat itu. Kebijakan strategis di bidang ekonomi, politik, hukum, sosial, dan lingkungan diambil  dengan landasan pemikiran yang inovatif, melalui berbagai upaya dialog, perundingan, pembuatan program, pengesahan peraturan perundang-undangan, hingga pemberlakuan operasi militer demi menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Indonesia. Dampak dari berbagai kebijakan tersebut masih bisa dirasakan hingga saat ini, seperti pemilihan umum secara langsung, otonomi daerah, meletakan fondasi pembangunan kemaritiman. Keberhasilan tersebut menjadi landasan yang kokoh bagi presiden selanjutnya untuk melanjutkan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat di Indonesia. Salah satu kontribusi penelitian ini adalah mengeksplisitkan aspek-aspek yang melatarbelakangi pengambilan keputusan strategis pada era 2001-2004, yang diharapkan bisa berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan saran praktis dalam rangka proses penyusunan perencanaan dan kebijakan strategis pembangunan, baik pada tataran suatu negara maupun global.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue