cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
STRATEGI PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA DALAM RANGKA MENANGKAL ANCAMAN NIRMILITER. (STUDI DI WILAYAH BEKASI TAHUN 2016-2020) Tahan Samuel Lumban Toruan; Deni Dadang Ahmad; Henny Widyastuti
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i2.1215

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis setiap kendala yang dihadapi dan strategi yang digunakan dalam pembinaan sikap Bela Negara masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi dalam menangkal ancaman nirmiliter. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan studi kasus dan kualitatif, serta CIPP (context, input, process, product) digunakan sebagai model evaluasi. Subjek penelitian ini adalah para pihak yang dapat memberikan data sesuai kebutuhan peneliti dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Objek penelitian ini adalah masalah kesadaran bela negara dan strategi pembinaan kesadaran bela negara masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kesadaran Bela Negara tidak dilakukan secara periodik oleh satuan wilayah teritorial. Hal tersebut terjadi karena kegiatan pembinaan kesadaran bela negara belum menjadi prioritas serta belum adanya strategi pembinaan kesadaran bela negara.
PEMETAAN KONFLIK IDENTITAS: STUDI KASUS ETNIS SAMAWA DENGAN ETNIS BALI DI SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT Jerry Indrawan; Adinda Putri Kirana Lutfi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i2.1257

Abstract

Konflik yang terjadi di Indonesia sering kali didasari karena permasalahan identitas etnis. Salah satu konflik etnis yang pernah terjadi di Indonesia adalah konflik antara etnis Samawa dengan Etnis Bali di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2013. Konflik di Sumbawa terjadi karena berkembangnya prasangka akibat watak privasi etnisitas yang terlalu mencolok, sehingga terjadilah benturan etnisitas atau budaya. Etnis pribumi umumnya memandang negatif terhadap watak dan perilaku (budaya) etnis pendatang, apalagi jika didukung oleh adanya perbedaan agama. Artikel ini mencoba untuk menggambarkan pemetaan konflik identitas yang melibatkan etnis Samawa dengan etnis Bali dengan menggunakan Segitiga SPK (Sikap, Perilaku, Konteks) dari Simon Fisher. Pemetaan dengan Segitiga SPK dianggap bisa menggambarkan penyebab konflik yangbernuansa etnis dengan cara mengidentifikasi prasangka-prasangka yang berkembang antar-etnis yang berkonflik. Dengan melakukan pemetaan dengan segitiga SPK ini, langkah-langkah resolusi konflik yang tepat dapat ditemukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data didapatkan dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, koran, majalah, dan berita di internet. Hasil penelitian berdasarkan Segitiga SPK adalah harus ada sebuah upaya untuk mendirikan hubungan baru yang dapat bertahan lama pada kedua etnis untuk mencapai suatu kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik tersebut.
URGENSI KEBERADAAN PERALATAN HELIKOPTER AMBULANS TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN LAUT (TNI AL) DALAM MENDUKUNG SATUAN TUGAS CORONAVIRUS DISEASE-2019 (SATGAS COVID-19) Arief Sukmono Akbar; Imam Musani; Oktav Bayu D
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i2.1265

Abstract

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 melaporkan total kasus Covid-19 di Indonesia hingga 16 Juli 2021, mencapai 2.780.803 orang sejak kasus pertama diumumkan. TNI Angkatan Laut (TNI-AL) selain melaksanakan tugas pertahanan juga membantu Satgas penanggulangan Covid-19 serta operasi kemanusiaan lainnya. Pelaksanaan tugas tersebut dilaksanakan oleh Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal). TNI Angkatan Laut belum pernah mengoperasikan Helicopter Air Ambulance (HAA) yang memiliki kemampuan Helicopter Emergency Medical Services (HEMS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tempat penelitian di pusat penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda Sidoarjo Jawa Timur. Pengolahan data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldan dengan tiga langkah yaitu pemadatan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang prosesnya dilakukan bersamaan. Pengumpulan data dengan metode menelaah dokumen dan informan. Penggunaan informasi pelaku lapangan dibatasi pada informan yang memiliki pengalaman operasi sebagai penerbang helikopter terkait subyek penelitian. Tujuan dari penelitian untuk memberikan gambaran tentang urgensi keberadaan peralatan helikopter ambulans TNI AL dalam mendukung satuan tugas coronavirus disease-2019. Adapun helikopter yang ditetapkan peneliti berjenis Bell-412 atau peralatan medical evacuation (Medevac portable) yang bisa dipasang pada helikopter jenis Bell-412 TNI AL. Temuan atau kebaharuan dari penelitian ini adalah dengan adanya helikopter Medevac TNI AL ini dapat melakukan tindakan penyelamatan darurat mengevakuasi korban ke RS terapung/KRI BRS milik TNI AL atau RSAL terdekat. Helikopter AL dipilih karena hanya penerbang helikopter TNI AL yang terlatih yang mendapatkan rekomendasi landing/mendarat di geladak heli KRI BRS TNI AL. Kesimpulan bahwa helikopter jenis Bell-412 sebagai ambulans udara dan peralatan Medevac portable-nya sangat dibutuhkan dalam membantu satgas covid-19 dan operasi kemanusiaan lainnya.
PENYUSUNAN PEDOMAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERTANAHAN DI WILAYAH PESISIR, PULAU-PULAU KECIL DAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DALAM UPAYA BELA NEGARA Michael Timothy Tasliman
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i3.1370

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang menempati urutan kedua wilayah pantainya terpanjang di dunia dengan jumlah pulau menurut Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia  mencapai 17.491 pulau dimana 111 pulau diantaranya ditetapkan sebagai pulau-pulau kecil terluar berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017. Hal ini tentu merupakan potensi yang cukup besar untuk mendorong pembangunan di negara ini. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Direktorat Jenderal Penataan Agraria telah melakukan inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah terhadap wilayah pesisir, pulau-pulau kecil dan pulau-pulau kecil terluar di Indonesia. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut maka dibutuhkan langkah pemantauan dan evaluasi dari hasil inventarisasi sebagai upaya preventif timbulnya permasalahan pertanahan di kemudian hari dan terwujudnya tertib pertanahan. Atas dasar tersebut, maka Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Direktorat Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu memiliki tugas untuk melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan program, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, pelaksanaan pengendalian, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian hak tanah, alih fungsi lahan, kepulauan dan wilayah tertentu.
PROYEKSI KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT ERA PEMERINTAHAN BIDEN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DIPLOMASI INDONESIA Erlinda Matondang
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i3.1437

Abstract

Abstrak – Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) membawa babak baru dalam hubungan internasional. Sejumlah kebijakan baru sudah dirilis oleh Pemerintahan Biden walaupun untuk implementasinya mungkin akan berjalan secara efektif pada tahun 2022 atau saat masa transisi pemerintahan sudah berakhir. Dalam kebijakan luar negeri AS tersebut, tidak satu pun kawasan menjadi prioritas utama dan Pemerintahan Biden cenderung menunjukkan fokusnya dalam perbaikan kondisi domestik dan pemulihan kerja sama dengan beberapa entitas internasional. Sebagai salah satu negara maju dan besar di tataran internasional, perubahan kebijakan luar negeri AS juga berimplikasi terhadapIndonesia. Dengan netralitas dalam menanggapi perseteruan antara AS, Rusia, dan China, Indonesia mempunyai nilai dan posisi strategis dalam kebijakan luar negeri AS. Posisi strategis Indonesia dalam kebijakan luar negeri AS tidak hanya didorong oleh netralitasnya, tetapi juga peran aktifnya dalam berbagai forum internasional. Bahkan, Indonesia akan menyandang gelar pemimpin G20 pada 2022 dan ketua ASEAN pada 2023. Dengan gambaran situasi dan kondisi tersebut, penulis merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk tetap memelihara kerja sama yang sudah terjalin dengan AS sekaligus memantau perkembangan kebijakan luar negeri AS pasca-masa transisi pemerintahan. Bersamaan dengan itu, pemerintah Indonesia dapat memetakan dan merencanakan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral dengan AS yang dapat dicapai pada masa kepemimpinannya di G20 pada tahun 2022 dan keketuaannya di ASEAN pada tahun 2023.Kata Kunci: diplomasi, kebijakan luar negeri, kerja sama bilateral, posisi strategis
KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI AKAR PROPAGANDA GERAKAN SEPARATIS-TERORISME DI PAPUA Ganda Halomoan Sitorus; Novi Pasaribu; Zora Sukabdi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i3.1442

Abstract

Abstrak – Tidak meratanya pembangunan membuat adanya kesenjangan dan alienasi terhadap masyarakat Papua yang bisa melahirkan konflik horizontal, salah satunya propaganda negatif. Konflik di Papua memang sudah lama terjadi karena adanya sejarah integrasi Papua ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), identitas politik, kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), pembangunan Papua, dan juga inkonsistensi pemerintah Indonesia, dan marjinalisasi masyarakat Papua. Konflik tersebut melahirkan penyelesaian represif dari pemerintah yang membuat stigma peminggiran terhadap masyarakat Papua. Hal tersebut menyulut para orang atau kelompok orang yang tidak bertanggung jawab membuat narasi dan propaganda negatif yang disebarkan melalui media sosial. Penyebaran narasi yang cepat ini menjadi keuntungan kelompok tertentu dalam penggiringan opini serta tujuan yang ingin dicapai. Adu domba masyarakat dan pemerintah juga menjadi polemik yang berbahaya dalam melahirkan sebuah gerakan separatisme berbentuk teror. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam paradigma fenemonologi, dengan pemantauan berbagai media sosial yang terkait, studi pustaka, serta laporan atensi pemerintah dalam melihat masalah Papua. Penelitian ini ingin melihat bagaimana kesenjangan sosial dan alienasi dijadikan propaganda oleh orang dan atau kelompok orang yang dapat menyulut serta menggiring opini publik bahwa pembebasan Papua dibenarkan dan penyulut gerakan separatis teroris di Papua.Kata Kunci: kesenjangan sosial, kekerasan, media, propaganda, separatis – terorisme
KERJA SAMA DAN IKLIM ORGANISASI : PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI YANG DIMEDIASI PERENCANAAN STRATEGIS DALAM MEWUJUDKAN KESIAPAN TEMPUR ALUTSISTA Yusa Adi Hartanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v11i3.1474

Abstract

Abstrak – Kondisi kesiapan tempur alutsista TNI AL belum dapat tercapai sesuai tujuan organisasi. Dari alutsista yang ada sebagian telah melampaui usia pakai (life time) dan belum dapat mencapai kesiapan tempur sesuai fungsi azasinya. Kebutuhan anggaran untuk melaksanakan pengadaan, pemeliharaan dan pemenuhan dukungan logistik telah dituangkan dalam perencanaan strategis. Proses penyusunan perencanaan strategis alutsista yang kompleks dan beragam jenisnya melibatkan berbagai satuan kerja, sehingga membutuhkan  kerja sama. Satuan kerja yang terlibat merupakan bagian dari organisasi struktural, sehingga proses bisnisnya sangat dipengaruhi oleh iklim organisasi dengan garis komando yang jelas dan khas di lingkungan TNI AL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerja sama dan iklim organisasi terhadap kinerja organisasi yang dimediasi oleh perencanaan strategis dalam proses penyiapan alutsista. Kebaruan penelitian ini merupakan pengembangan hasil penelitian sebelumnya yang masih terbatas, yaitu pada bidang militer atau Angkatan Laut, khususnya terkait konteks Alutsista. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif melalui pengujian hipotesis yang menganalisis pengaruh antar variabel penelitian. Sampel dalam penelitian diambil berdasarkan pertimbangan dengan tujuan tertentu sehingga data lebih representatif (purposive sampling), yaitu sebanyak 218 personel berpangkat perwira yang telah berdinas selama minimal 5 tahun di bidang alutsista. Teknik analisis data penelitian adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan software statistik Linier Structural Relationship (LISREL). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kerja sama dan iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi dan akan semakin optimal melalui peran mediasi perencanaan strategis. Percepatan modernisasi alutsista, penerapan sistem informasi yang aplikatif, percepatan penghapusan alutsista yang telah melewati usia pakai dan simplifikasi jenis alutsista perlu menjadi pertimbangan sejak awal tahapan perencanaan strategis menuju tercapainya kesiapan tempur alutsista. Kata Kunci: iklim organisasi, kesiapan tempur alutsista, kerjasama, perencanaan strategis
PENINGKATAN KESIAPAN KAPAL PERANG REPUBLIK INDONESIA (KRI) SATUAN LINTAS LAUT MILITER JAKARTA UNTUK MENDUKUNG ANGKUTAN LAUT MILITER Mei Edi Prayitno; Aris Sudiarso; Dohar Sianturi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1525

Abstract

Kesiapan KRI di lingkungan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta berimplikasi pada kemampuan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dalam mendukung pergeseran pasukan, material dan logistik ke seluruh wilayah Indonesia dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan KRI Satlinlamil Jakarta ditinjau dari aspek sumber daya manusia Crew KRI, kondisi Platform dan Sewaco, dukungan bahan bakar, sistem pemeliharaan kapal dan prioritas untuk meningkatkan kesiapan KRI jajaran Satlinlamil Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan responden adalah puposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan KRI di lingkungan Satlinlamil Jakarta secara umum pada level belum optimal, sehingga perlu untuk dilakukan peningkatan kemampuan Crew kapal, peningkatan platform dan sewaco, penambahan bahan bakar, perencanaan sistem pemeliharaan dan dukungan suku cadang secara memadai. Prioritas peningkatan kesiapan KRI Satlinlamil Jakarta adalah menyusun software untuk mendukung sistem pemeliharaan terencana di KRI (0,088); meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Crew KRI dalam mengimplementasikan Sistem Pemeliharaan Terencana (SPT) (0,083), menyiapkan dukungan anggaran yang memadai sesuai dengan dengan kebutuhan untuk mendukung kesiapan platform dan sewaco (0,076) dan menyiapkan kebijakan peningkatan material platform dan Sensor Weapon and Command Control (Sewaco) (0,072). Untuk meniningkatkan kesiapan KRI disarankan Menteri Pertahanan mewujudkan kebijakan modenisasi KRI untuk mendukung tugas angkutan laut militer.
IDENTIFIKASI PROPAGANDA ORGANISASI PAPUA MERDEKA: UPAYA PREVENTIF DISINTEGRASI BANGSA Ali Kusno; Sailal Arimi; M Hafidh Wahidiyas
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1537

Abstract

Aksi teror masih terus dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan cara pembakaran fasilitas umum dan beberapa aksi pembunuhan. Selain itu, upaya disintegrasi bangsa juga dilakukan melalui propaganda di media sosial. Apabila aksi-aksi tersebut tidak segera diatasi akan menjadi ancaman disintegrasi Papua dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi beragam propaganda Papua Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis. Data yang digunakan berupa unggahan di media sosial Facebook milik KKB Papua maupun simpatisan. Hasil penelitian menunjukkan pada tataran tekstual adanya beragam propaganda, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dianggap melakukan operasi secara terbuka, membentuk milisi, menyiksa rakyat Papua, kekerasan terhadap warga sipil, dan meneror tempat ibadah. Masyarakat Indonesia non-Papua dianggap melabeli masyarakat Papua dengan kata 'monyet'/'gorila'. Mahasiswa Papua di daerah ditindas. Kemerdekaan dianggap sebagai petunjuk Tuhan untuk membebaskan diri dari kolonialisme Indonesia. Upaya memerdekakan diri dengan membuat Undang-Undang Dasar (UUD) sementara, menolak produk hukum Indonesia. Perlunya desakan dan tuntutan referendum dan penghentian otonomi khusus. Praktik wacana level meso menunjukkan bahwa unggahan diproduksi secara pribadi oleh masing-masing pemilik akun. Pada tataran makro menunjukkan adanya kecemburuan sosial ekonomi terhadap para pendatang dan sentimen keagamaan. Teknik propaganda yang dominan digunakan KKB adalah card stacking, yakni menyajikan informasi yang tidak berdasar dan memutarbalikkan fakta dengan menyudutkan pemerintah Indonesia. Teknik name calling dengan menstereotipe negatif segala hal tentang Indonesia. Penggunaan teknik glittering generalities dan bandwagon dengan menebarkan janji manis dan keyakinan tentang referendum dan kemerdekaan. Propaganda tersebut akan diterima begitu saja apabila tidak dilakukan kontra propaganda dengan memberikan informasi yang benar dan dapat dipercaya masyarakat Papua. Untuk itu pentingya memberikan edukasi dan penanaman rasa memiliki Indonesia sebagai kunci melawan aksi propaganda dan sparatisme yang dilakukan KKB Papua Merdeka bagi masyarakat indonesia khususnya masyarakat papua.
THE ASEAN-RUSSIA NAVAL EXERCISE (ARNEX) 2021: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAHANAN NEGARA 2020-2024 DIBIDANG DIPLOMASI MARITIM DI MASA PANDEMI COVID-19 Ogi Nugraha; Muhammad Erwan Syah
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1569

Abstract

Pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) yang terjadi 2 tahun belakangan ini telah banyak menimbulkan korban jiwa. Pandemi ini juga berimplikasi terhadap implementasi diplomasi Negara khsusnya dibidang Pertahanan. Program Latihan Bersama (Latma) ASEAN Russia Naval Exercise (ARNEX) 2021 harus ditangguhkan Karena Covid-19. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui upaya latihan bersama ARNEX 2021 sebagai implementasi kebijakan pertahanan Negara 2020-2024. Metode peneltian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif sebagai sumber sekunder ialah Jurnal, buku, maupun berita. ARNEX 2021 latihan bersama pertama kali yang diselenggarakan oleh Rusia dan ASEAN dengan persetujuan Menteri Pertahanan Negara ASEAN dengan tema "Joint Actions to Ensure the Safety of Maritime Economic Activity and Civil Navigations" guna memperkuat dan menjadi kesadaran dan bekal Negara yang ikut andil agar diterapkan diwilayahnya masing-masing, khususnya Laut China Selatan. Sisi positif terhadap indonesia ialah kesesuaian implementasi pada kebijakan pertahanan Negara tahun 2021 yang tercantum pada kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024 yang mana dalam isinya untuk memperkuat posisi Indonesia dikawasan regional ASEAN maupun Indo Pasifik, ditandai dengan Indonesia sebagai pemimpin koordinator dalam latihan bersama Rusia dan ASEAN, hal tersebut diharapkan dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia sebagai koordinator latihan khususnya dalam memepertahankan kedaulatannya di wilayah ASEAN, Indo Pasifik maupun Laut Natuna Utara yang seringkali mengalami ketegangan dengan China mengenai Klaim Nine Dash Line dimasa Pandemi Covid-19.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue