Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Articles
270 Documents
FAKTOR MENINGKATNYA ALOKASI ANGGARAN KEMENTERIAN PERTAHANAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN) 2022
Muhammad Ariel Azfar Hadi;
Muhammad Irgi Sya'awal;
Muhammad Reyhan Afif Septyatna;
Sarah Finka Simangunsong
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i2.1760
Anggaran merupakan komponen penting untuk menunjang jalannya pemerintahan dan negara. Dalam membuat anggaran, aspek yang harus diperhatikan adalah nilai dan kebermanfaatannya sehingga dampak yang ditimbulkan akan dapat dirasakan oleh masyarakat umum. Memasuki tahun 2020, virus Covid-19 mulai masuk ke Indonesia sehingga pada saat itu ekonomi diprediksikan akan mengalami penurunan sampai beberapa tahun kedepan. Bidang kesehatan yang bersinggungan langsung dengan permasalahan ini menjadi perhatian yang serius, karena berdampak terhadap bidang-bidang lain, khususnya bidang ekonomi dan sosial. Bidang ekonomi dan sosial menjadi yang paling relevan karena dampak yang ditimbulkan oleh virus Covid-19 dapat dirasakan langsung pada masyarakat. Namun, dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 tercatat Kementerian Pertahanan yang memiliki anggaran terbesar meskipun permasalahan kesehatan, ekonomi, dan sosial belum selesai. Jurnal ini menggunakan metode kualitatif dari literatur dan dokumentasi dari berbagai sumber, sehingga data-data yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan validitas dan legalitasnya. Teori utama yang digunakan dalam jurnal ini adalah teori patron-klien, teori ini menjelaskan bagaimana hubungan antara satu orang dengan yang lain yang kedudukannya lebih tinggi. Dari data - data dan sumber-sumber yang sudah dianalisis, alokasi anggaran terhadap Kementerian Pertahanan tidak relevan dinilai dari situasi dan kondisi saat ini, terlebih anggaran Kementerian Pertahanan adalah kementerian dengan anggaran yang paling besar dalam APBN tahun 2022.
NILAI DAN SEMANGAT TENTARA PEMBELA TANAH AIR (PETA) UNTUK MEMBANGUN BUDAYA STRATEGIS BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERKUAT BELA NEGARA
Hendra Nurdiansyah;
Aris Sarjito
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1649
Sejarah panjang perjuangan indonesia tidak terlepas dari pembentukan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada masa pendudukan jepang di indonesia (1942-1945). PETA merupakan perwujudan rasa nasionalisme dan patriotisme berupa pembelaan kepada negara yang menginginkan kemerdekaan dan keadilan sosial. Dari sejarah tersebut tergambar nilai dan semangat PETA dalam membangun budaya strategis bangsa Indonesia saat ini. Budaya strategis ini berperan pada pembangunan karakter dalam kerangka bela negara saat ini. Artikel ini menjelaskan mengenai pentingnya fungsi nilai dan semangat kepejuangan PETA dalam membela tanah air yang pada prinsipnya merupakan dasar pembangunan budaya strategis dan penguatan bela negara yang direlevansikan dengan ilmu pertahanan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik pengumpulan data literatur seperti merekam, membaca, dan mengolah bahan penelitian. Dari hasil studi ini diperoleh bahwa dalam sejarahnya, PETA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Budaya strategis yang berada di tengah persilangan antara hibridasi dan sejarah masa lalu juga direfleksikan sebagai wajah politik luar negeri Indonesia yang mengambil jalan tengah, poros tengah, moderatisme dengan sebutan politik bebas aktif. Nilai dan semangat yang ada pada sejarah PETA berkontribusi dalam pembangunan budaya strategis sehingga dapat memperkuat bela negara. Relevansi PETA dan budaya strategis terhadap ilmu pertahanan diasumsikan sebagai kekuatan bangsa dan negara Indonesia demi tercapainya tujuan dan menjaga kepentingan Indonesia baik dalam lingkup regional maupun global.
STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN AIRPOWER INDONESIA
Andhini Citra Pertiwi;
Marina Ika Sari
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i2.1749
Dari aspek pertahanan udara, ruang udara negara didefinisikan sebagai proyeksi ke atas dari wilayah permukaan suatu negara baik berupa daratan maupun perairan. Seiring dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis, ancaman pertahanan udara semakin kompleks dan multidimensional, mulai dari intrusi udara hingga kemajuan teknologi persenjataan udara yang dapat mengubah cara berperang di masa depan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan untuk meningkatkan airpower Indonesia. Peneliti menggunakan metode kualitatif serta konsep airpower dan strategi dalam menganalisis studi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kemampuan airpowernya melalui reformasi organisasi dalam hal dokumen strategis, anggaran pertahanan, dan personel angkatan udara; modernisasi alutsista; dan kesiapan operasi.
IDENTIFIKASI PROPAGANDA ORGANISASI PAPUA MERDEKA: UPAYA PREVENTIF DISINTEGRASI BANGSA
Ali Kusno;
Sailal Arimi;
M Hafidh Wahidiyas
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1537
Aksi teror masih terus dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan cara pembakaran fasilitas umum dan beberapa aksi pembunuhan. Selain itu, upaya disintegrasi bangsa juga dilakukan melalui propaganda di media sosial. Apabila aksi-aksi tersebut tidak segera diatasi akan menjadi ancaman disintegrasi Papua dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi beragam propaganda Papua Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis. Data yang digunakan berupa unggahan di media sosial Facebook milik KKB Papua maupun simpatisan. Hasil penelitian menunjukkan pada tataran tekstual adanya beragam propaganda, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dianggap melakukan operasi secara terbuka, membentuk milisi, menyiksa rakyat Papua, kekerasan terhadap warga sipil, dan meneror tempat ibadah. Masyarakat Indonesia non-Papua dianggap melabeli masyarakat Papua dengan kata ‘monyet’/’gorila’. Mahasiswa Papua di daerah ditindas. Kemerdekaan dianggap sebagai petunjuk Tuhan untuk membebaskan diri dari kolonialisme Indonesia. Upaya memerdekakan diri dengan membuat Undang-Undang Dasar (UUD) sementara, menolak produk hukum Indonesia. Perlunya desakan dan tuntutan referendum dan penghentian otonomi khusus. Praktik wacana level meso menunjukkan bahwa unggahan diproduksi secara pribadi oleh masing-masing pemilik akun. Pada tataran makro menunjukkan adanya kecemburuan sosial ekonomi terhadap para pendatang dan sentimen keagamaan. Teknik propaganda yang dominan digunakan KKB adalah card stacking, yakni menyajikan informasi yang tidak berdasar dan memutarbalikkan fakta dengan menyudutkan pemerintah Indonesia. Teknik name calling dengan menstereotipe negatif segala hal tentang Indonesia. Penggunaan teknik glittering generalities dan bandwagon dengan menebarkan janji manis dan keyakinan tentang referendum dan kemerdekaan. Propaganda tersebut akan diterima begitu saja apabila tidak dilakukan kontra propaganda dengan memberikan informasi yang benar dan dapat dipercaya masyarakat Papua. Untuk itu pentingya memberikan edukasi dan penanaman rasa memiliki Indonesia sebagai kunci melawan aksi propaganda dan sparatisme yang dilakukan KKB Papua Merdeka bagi masyarakat indonesia khususnya masyarakat papua.
ANALISIS SUBSTITUSI IMPOR GUNA MENDUKUNG KEMANDIRIAN INDUSTRI KENDARAAN TAKTIS DI BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN INDONESIA
Bayu Nurpatria;
Abdul Rivai Ras;
Imam Supriyadi
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i2.1695
Industri pertahanan dan keamanan Indonesia hingga saat ini dapat dikatakan masih bergantung dengan sejumlah negara asing. Mengingat begitu pentingnya kemandirian dan penguasaan akan teknologi industri pemerintah menginisiasi kebijakan Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) untuk dapat mencapai kemandirian. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis substitusi impor dan memahami kendala-kendala yang dihadapi dalam industri pertahanan Indonesia dalam mencapai kemandirian dan lepas dari ketergantungan impor. Penelitian ini berfokus pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) industri kendaraan taktis (Rantis). Menggunakan teori sistem dunia terkait Substitusi Impor yang dicetuskan oleh Wallerstein dan Mengunakan pendekatan metode kualitatif eksploratif. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan kendaraan taktis yaitu sebagaian besar komponen penting didalamnya masih sangat bergantung terhadap teknologi impor yang dikembangkan dari negara lain, hal ini disebabkan oleh kurangnya penelitian dan pengembangan, serta dukungan pemerintah pusat di industri pertahanan nasional yang sampai saat ini hanya berfokus pada desain Rantis dan persenjataan. Tantangan era globalisasi dan ancaman yang semakin kompleks, Indonesia dituntut untuk dapat meningkatkan kemandirian, salah satu cara yaitu dengan melakukan Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) agar dapat meningkatkan ketahanan dan keamanan nasional.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI KOLABORASI PERGURUAN TINGGI, ORGANISASI PROFESI, UNDUSTRI, DAN PEMERINTAH DALAM INDUSTRI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN PENTING DALAM STRATEGI PERTAHANAN NEGARA
Teguh Haryono;
Yoedhi Swastanto;
Siswo Hadi Sumantri;
Suhirwan Suhirwan; Jupriyanto Jupriyanto
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1210
Perkembangan Lingkungan Strategis yang sangat dinamis penuh dengan penuh ketidak-pastian, kompleks, dan penuh ketidak-jelasan, telah mendorong setiap negara untuk membuat strategi pertahanannya dalam usaha untuk menjaga eksistensinya. Penguasaan Teknologi dan Industri Pertahanan yang dikelola dan dikembangkan secara baik seperti yang diamanatkan dalam Kebijkan Umum Pertahanan Negara 2020-2024 adalah bagian penting dari Strategi Pertahanan terutama dalam usaha mempunyai kemandirian dalam industri pertahanan Tahun 2045. Pengelolaan dan pengembangan industri pertahanan membutuhkan Sumber Daya Manusia disamping alat peralatan, material, manajemen, modal, metodologi, dan mesin dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi kriteria. Belajar dari yang terjadi sejak Perang Dunia I dan perang-perang besar lainnya, pemenang perang adalah fihak yang menguasai teknologi dan industri pertahanan. Dalam usaha untuk mencapai kemandirian industri pertahanan Tahun 2045, Indonesia memerlukan sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terintegrasi mulai dari perguruan tinggi terutama teknik, organisasi profesi semacam Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Industri Pertahanan baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Pemerintah yang salah satunya adalah Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR KADET MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN MILITER UNHAN TA 2020/2021
Anisah Anisah;
Putrya Hawa;
Herlina Tarigan;
Rachma Hidana;
Yaumi Faiza;
Elies Fitriani
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i2.1700
Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi dalam ranah pengetahuan, sikap dan perilaku. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kompetensi tersebut adalah motivasi belajar mahasiswa, motivasi yang tinggi akan menghasilkan pencapaian belajar yang lebih baik. Lingkungan belajar membentuk suasana belajar yang dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar terhadap tingkat motivasi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 74 mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhan angkatan 2020/2021 mengisikuesioner Dundee Ready Environment Educational Measurement (DREEM) dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Didapatkan nilai total DREEM 147,36 yang berarti mahasiswa menilai lingkungan belajar yang terbentuk saat ini di FK Unhan masuk dalam kategori “lebih banyak hal positif daripada negatif” dengan nilai tertinggi didapatkan pada skala penilaian terhadap staf pengajar (77,1%) dan penilaian terendah pada skala kehidupan social (65,4%). Nilai rata-rata untuk motivasi adalah 3.59 masuk dalam kategori “tinggi”, dengan nilai tertinggi pada skala “intrinsicl value” 3,92 dan terendah pada skala anxiety 3,43. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan motivasi belajar (p = 0,023).
PENINGKATAN KESIAPAN KAPAL PERANG REPUBLIK INDONESIA (KRI) SATUAN LINTAS LAUT MILITER JAKARTA UNTUK MENDUKUNG ANGKUTAN LAUT MILITER
Mei Edi Prayitno;
Aris Sudiarso;
Dohar Sianturi
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1525
Kesiapan KRI di lingkungan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta berimplikasi pada kemampuan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dalam mendukung pergeseran pasukan, material dan logistik ke seluruh wilayah Indonesia dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan KRI Satlinlamil Jakarta ditinjau dari aspek sumber daya manusia Crew KRI, kondisi Platform dan Sewaco, dukungan bahan bakar, sistem pemeliharaan kapal dan prioritas untuk meningkatkan kesiapan KRI jajaran Satlinlamil Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan responden adalah puposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan KRI di lingkungan Satlinlamil Jakarta secara umum pada level belum optimal, sehingga perlu untuk dilakukan peningkatan kemampuan Crew kapal, peningkatan platform dan sewaco, penambahan bahan bakar, perencanaan sistem pemeliharaan dan dukungan suku cadang secara memadai. Prioritas peningkatan kesiapan KRI Satlinlamil Jakarta adalah menyusun software untuk mendukung sistem pemeliharaan terencana di KRI (0,088); meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Crew KRI dalam mengimplementasikan Sistem Pemeliharaan Terencana (SPT) (0,083), menyiapkan dukungan anggaran yang memadai sesuai dengan dengan kebutuhan untuk mendukung kesiapan platform dan sewaco (0,076) dan menyiapkan kebijakan peningkatan material platform dan Sensor Weapon and Command Control (Sewaco) (0,072). Untuk meniningkatkan kesiapan KRI disarankan Menteri Pertahanan mewujudkan kebijakan modenisasi KRI untuk mendukung tugas angkutan laut militer.
FENOMENA KESADARAN NILAI-NILAI BELA NEGARA BAGI GENERASI MUDA DI LINGKUNGAN KAMPUS
Rachel Amelia Masridha;
Iga Purnama Mukti;
Fitri Syofiah;
Muhammad Rifki;
Satino Satino
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i2.1720
Kesadaran bela negara merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan demi keberlangsungan suatu negara. Bela negara itu sendiri adalah sikap, tindakan, dan perilaku warga negara yang dilandasi oleh rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Adanya nilai-nilai bela negara yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari membuat suatu negara dapat terhindar dari berbagai ancaman baik militer maupun non militer. Bela negara memiliki beberapa nilai dasar, yaitu: Kecintaan kepada tanah air, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara, Memiliki kemampuan bela negara baik secara psikis maupun fisik. Semangat mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur, bagi generasi muda khususnya, sikap patriotik yang harus dimiliki adalah semangat kejuangan yang diwujudkan dalam semangat belajar yang tekun dan rajin. Selain itu, cintai tanah air dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan meneruskan perjuangan mereka dengan cara belajar dengan giat dan tekun untuk dapat membanggakan nama bangsa Indonesia.
THE ASEAN-RUSSIA NAVAL EXERCISE (ARNEX) 2021: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAHANAN NEGARA 2020 – 2024 DIBIDANG DIPLOMASI MARITIM DI MASA PANDEMI COVID-19
Ogi Nugraha;
Muhammad Erwan Syah
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1569
Pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) yang terjadi 2 tahun belakangan ini telah banyak menimbulkan korban jiwa. Pandemi ini juga berimplikasi terhadap implementasi diplomasi Negara khsusnya dibidang Pertahanan. Program Latihan Bersama (Latma) ASEAN Russia Naval Exercise (ARNEX) 2021 harus ditangguhkan Karena Covid-19. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui upaya latihan bersama ARNEX 2021 sebagai implementasi kebijakan pertahanan Negara 2020 – 2024. Metode peneltian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif sebagai sumber sekunder ialah Jurnal, buku, maupun berita. ARNEX 2021 latihan bersama pertama kali yang diselenggarakan oleh Rusia dan ASEAN dengan persetujuan Menteri Pertahanan Negara ASEAN dengan tema “Joint Actions to Ensure the Safety of Maritime Economic Activity and Civil Navigations” guna memperkuat dan menjadi kesadaran dan bekal Negara yang ikut andil agar diterapkan diwilayahnya masing-masing, khususnya Laut China Selatan. Sisi positif terhadap indonesia ialah kesesuaian implementasi pada kebijakan pertahanan Negara tahun 2021 yang tercantum pada kebijakan umum pertahanan negara 2020 – 2024 yang mana dalam isinya untuk memperkuat posisi Indonesia dikawasan regional ASEAN maupun Indo Pasifik, ditandai dengan Indonesia sebagai pemimpin koordinator dalam latihan bersama Rusia dan ASEAN, hal tersebut diharapkan dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia sebagai koordinator latihan khususnya dalam memepertahankan kedaulatannya di wilayah ASEAN, Indo Pasifik maupun Laut Natuna Utara yang seringkali mengalami ketegangan dengan China mengenai Klaim Nine Dash Line dimasa Pandemi Covid-19.