cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2025)" : 25 Documents clear
Comparison of vitamin c levels in dutch eggplant (Solanum betaceum Cav.) based on fruit ripeness stages Nofiandi, Dedi; Rasyid, Roslinda; Azyenella, Lola; Arrazaq, Afif
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1356

Abstract

Dutch eggplant or tamarillo (Solanum betaceum Cav.) is a fruit native to the Amazon region of South America that was introduced to Indonesia by Dutch colonists. This fruit contains rich nutritional compounds including proteins, carbohydrates, fats, fiber, phenolic compounds, flavonoids, carotenoids, and vitamin C. This study aimed to determine and compare vitamin C levels in Dutch eggplant fruits at different maturity stages (unripe, semi-ripe, and ripe). Quantitative analysis was performed using UV-Vis Spectrophotometry at 266.5 nm wavelength. The results showed that vitamin C content in unripe samples was 5.906 mg/100g, semi-ripe samples contained 15.518 mg/100g, and ripe samples had 22.031 mg/100g. Statistical analysis using one-way ANOVA (SPSS 25.00) revealed significant differences (p<0.05) in vitamin C levels among the three maturity stages. This research demonstrates that ripeness stage significantly affects the vitamin C content in Dutch eggplant fruits, with fully ripe fruits containing the highest levels of vitamin C.  
Penerapan terapi menggambar pada pasien halusinasi pendengaran: Sebuah studi kasus Alhariz, Ziyan; Martina, Martina; Dineva R, Farah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1384

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala positif yang sering muncul pada pasien skizofrenia. Pasien dengan halusinasi pendengaran dapat mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada, seperti bisikan, suara ancaman, atau perintah yang tidak nyata. Hal ini membuat pasien sulit membedakan antara kenyataan dan halusinasinya, sehingga dapat berdampak negatif pada kualitas hidupnya. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Tn. S dengan halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi pelaksanaan dan terapi menggambar di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode: Pemberian strategi pelaksanaan dilakukan selama 2 hari, dan untuk terapi menggambar dilakukan selama 5 hari, satu sesi per harinya dengan durasi 45 menit. Hasil: Hasilnya menunjukkan penurunan skor Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) dari 29 (Berat) menjadi 18 (Sedang) yang berarti adanya perubahan frekuensi dan intensitas halusinasi pendengaran, peningkatan fokus, serta peningkatan ketenangan pada pasien. Kesimpulan: Terapi menggambar ini terbukti efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pada pasien skizofrenia. Diharapkan metode ini dapat diaplikasikan lebih luas di Rumah Sakit Jiwa Aceh untuk menurunkan tanda gejala halusinasi pada pasien.
Pengalaman kekerasan kerja pada perawat ruang rawat inap di rumah sakit Fadila, Cut Raisa; Rachmah, Rachmah; Mahdarsari, Mayanti; Yuswardi, Yuswardi; Yullyzar, Yullyzar
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1394

Abstract

Latar belakang: Kekerasan kerja merupakan tindakan kekerasan fisik, verbal, psikologis, atau seksual yang terjadi di tempat kerja. Kekerasan kerja yang terjadi di sektor kesehatan mencapai 25% dari seluruh kekerasan di tempat kerja. Kekerasan ini dapat datang dari pasien, keluarga pasien, atau bahkan rekan kerja, yang menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman dan berdampak buruk terhadap kesejahteraan fisik dan mental tenaga kesehatan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman kekerasan kerja pada perawat ruang rawat inap di rumah sakit. Metode: Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Workplace Violence Health Sector Language Version yang merujuk dari penulis Cut Kharissa kepada 24 perawat. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa 20,8% perawat mengalami kekerasan verbal dalam 12 bulan terakhir. Kekerasan verbal yang paling sering terjadi berupa penghinaan dan pelecehan verbal. Mayoritas insiden kekerasan tidak dilaporkan (95,8%). Tindakan yang diharapkan oleh perawat untuk mengurangi kekerasan meliputi pelatihan staf (29,2%) dan dukungan psikologis (29,2%). Kesimpulan: Studi ini menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan, dan dukungan manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rekomendasi: Studi kasus ini diharapkan adanya peningkatan sistem pelaporan insiden kekerasan yang sederhana dan mudah diakses oleh perawat serta terjaga kerahasiaannya agar memudahkan perawat dalam membuat pelaporan.
Asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak usia remaja di Kecamatan Darussalam Aceh Besar Ahad, Fazal; Fithria, Fithria; Atika, Syarifa
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1396

Abstract

Background: The abuse of narcotics, psychotropic substances, and other addictive substances, as well as smoking habits, are serious issues among Indonesian adolescents, negatively impacting their health and future potential. Objective: This case study aimed to describe nursing care for families with adolescent members in Darussalam Sub-district, Aceh Besar. Method: This study employed a case study design with family nursing care approach, including assessment, diagnosis, intervention, planning, and evaluation. Results: Two main diagnoses were identified: knowledge deficiency regarding narcotics, psychotropic substances, and other addictive substances and engagement in a risky health behavior (smoking). The nursing care plan was developed based on the five family health tasks. Interventions for the first diagnosis included education on the dangers of narcotics, psychotropic substances, and other addictive substances, health support, deep breathing relaxation training, provision of health service information, and motivation to seek healthcare services. Interventions for the second diagnosis involved health education on the risks of smoking, support for smoking cessation, and the application of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy to help manage smoking urges. The evaluation results showed improvements in family knowledge, skills, and motivation in enhancing their health status through the implementation of the five family health tasks. Conclusion: The nursing care increased knowledge, skills, and motivation among the families in addressing drug abuse and smoking habits among adolescents. Recommendations: Community health center nurses are encouraged to be more proactive in organizing educational and outreach programs for adolescents to prevent drug abuse and smoking, as well as to implement SEFT interventions for those who already smoke. These efforts require the participation of parents and the community, along with the provision of counselling services for adolescents. Latar Belakang: Penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) serta kebiasaan merokok merupakan masalah serius di kalangan remaja Indonesia yang berdampak negatif pada kesehatan dan potensi masa depan mereka. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada keluarga dengan usia remaja di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, perencanaan, dan evaluasi. Hasil: Terdapat dua diagnosis utama yang diidentifikasi adalah defisien pengetahuan; Napza dan perilaku kesehatan cenderung berisiko; merokok. Perencanaan disusun berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga. Intervensi diagnosa pertama, meliputi edukasi tentang bahaya Napza, dukungan kesehatan, pelatihan teknik relaksasi pernapasan dalam, penyediaan informasi layanan kesehatan, dan motivasi untuk mencari layanan kesehatan. Intervensi diagnose kedua mencakup pendidikan kesehatan mengenai risiko merokok, dukungan untuk berhenti merokok, dan pengajaran terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk mengatasi dorongan merokok. Hasil evaluasi proses menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi keluarga dalam meningkatkan status kesehatan mereka melalui pelaksanaan lima tugas kesehatan keluarga. Kesimpulan: Asuhan keperawatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi keluarga untuk mengatasi masalah Napza dan kebiasaan merokok pada remaja. Saran: Perawat di puskesmas diharapkan lebih aktif dalam mengadakan program edukasi dan penyuluhan untuk remaja guna mencegah pengunaan Napza dan merokok, serta menerapkan intervensi SEFT pada remaja yang sudah merokok. Upaya ini memerlukan partisipasi orang tua dan masyarakat serta penyediaan layanan konseling bagi remaja.
Asuhan keperawatan pasien post kraniotom tumor meningioma Nailussa'dah, Nailussa’dah; Syarif, Hilman; Halimuddin, Halimuddin
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1397

Abstract

Kraniotomi (insisi pada tengkorak) dapat dilakukan untuk mengangkat tumor, memperbaiki gejala yang berhubungan dengan lesi, atau memperkecil ukuran tumor (debulk). Pembedahan ini menjadi tantangan yang berat dengan upaya mengangkat tumor selengkap mungkin tanpa merusak jaringan normal. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan post op craniotomy tumor meningioma di Intensive Care Unit. Masalah keperawatan yang muncul pada kasus pasien adalah risiko aspirasi berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran, pengguaan selang nasogastik tube, dan terpasang trakeostomi; gangguan penyapihan ventilator berhubungan dengan hambatan upaya nafas; penurunan kapasitas adaptif intrakranial b.d edema serebral; ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah b.d resistensi insulin. Hasil evaluasi setelah dirawat beberapa hari, belum ada perbaikan yang signifikan pada kondisi pasien, ditandai dengan tekanan darah: 150/ 80 mmHg, MAP: 103 mmhg, frekuensi nadi: 117 x/menit, suhu 37,6, EKG sinus takikardi. Pada penggunaaan ventilator mengalami peningkatan dengan Mode Simv kemode spontan dengan Fio2 30%, RR: 24x/ menit, PEEP: 5 cmH2O, dan SpO2: 97%. Pada hari kelima setelah dirawat pasien akhirnya meninggal dunia. Rekomendasi bagi perawat dan tim medis untuk memberikan farmakologi yang optimal untuk menstabilkan tekanan darah menjadi normal.
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. C umur 19 tahun dengan faktor resiko umur kurang dari 20 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes tahun 2024 Anlespa, Apnia Fatimah; Khoeroh, Himatul; Kholifah, Uma
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1402

Abstract

Latar Belakang: Faktor resiko kehamilan yang menyebabkan komplikasi dan kematian ibu salah satunya adalah Resiko Tinggi Umur ≤ 20 Tahun. Angka kehamilan pada ibu hamil ≤ 20 tahun tahun 2023 sebanyak 7 kasus. Tujuan: Untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. C umur 19 tahun dengan faktor resiko umur kurang dari 20 tahun dengan menggunakan pendokumentasian Varney dan SOAP. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi komprehensif. Hasil Penelitian: Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif yang dilakukan pada Ny. C umur 19 tahun, dari awal pemeriksaan trimester III tidak ditemukan masalah hanya saja kehamilannya dibawah umur kurang dari 20 tahun. Persalinan Ny. C dilakukan dengan tindakan Sectio Caesarea. Bayi Ny. C lahir dengan normal namun pada masa nifas didapat tekanan darah Ny. C tinggi tetapi proses involusi berjalan dengan baik. Kesimpulan: Selama dilakukan asuhan kebidanan dan pendampingan terhadap Ny. C yang diberikan bidan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik.
Perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang anemia dengan media kartu kuartet anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Kendari tahun 2025 Pertiwi, Wa Ode Elistianti; Sabilu, Yusuf; Hikmawati, Zainab
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1407

Abstract

Introduction: A condition in which red blood cells and circulating hemoglobin are unable to meet the oxygen needs of body tissues is called anemia. The World Health Organization (WHO) revealed that in 2023 there will be around two billion people worldwide affected by anemia. Globally, the prevalence of anemia in adolescents is 29.9%, then the prevalence of anemia in Indonesia is 32%, which means 3 to 4 out of 10 adolescents suffer from anemia. According to the 2023 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI), the prevalence of anemia in Indonesia is 16.3% in the 5-14 age group and 15.5% in the 15-24 age group, with the highest anemia in women (18% vs 14.4%). Objective: This research is intended to determine the differences in knowledge, attitudes, and actions before and after health education about anemia with anemia quartet card media in female adolescents at SMP Negeri 11 Kendan in 2025.  Methods: This study used a pre-experimental design with one pre-test and post-test group. This study was quantitative using the Wilcoxon signed rank test. Population: 123 female adolescents who were the research population at SMP Negeri 11 Kendari. Sample: The sample of this study amounted to 56 people.  Results: The results of this study indicate an increase in the value of knowledge, attitudes, and actions of female adolescents about anemia, with a p-value for the Knowledge, Attitude and Action variables of 0.000, then the p-value is 0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: This study shows that there are differences in knowledge, attitudes, and actions of female adolescents before and after being given health education about anemia with anemia quartet card media in female adolescents at SMP Negeri 11 Kendari in 2025.  Pendahuluan:Kondisi ketika sel darah merah serta hemoglobin yang bersirkulasi tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen jaringan tubuh ,disebut anemia. Badan Kesehatan Global (WHO) mengungkapkan pada tahun 2023  ada sekitar dua miliar orang di seluruh dunia yang terkena anemia. Secara global, prevalensi anemia pada remaja adalah 29,9% kemudian prevalensi anemia di Indonesia sebesar 32%, yang berarti 3 sampai 4 dari 10 orang remaja menderita anemia. Menurut SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2023, prevalensi anemia di Indonesia sebesar 16,3% pada kelompok usia 5–14 tahun dan 15,5% pada kelompok usia 15–24 tahun, dengan anemia tertinggi pada wanita (18% vs 14,4%). Tujuan: riset ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan tentang anemia dengan media kartu kuartet anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Kendari Tahun 2025. Metode:Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan satu kelompok uji pre-test and post-test,penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Populasi: 123 remaja putri yang menjadi populasi penelitian di SMP Negeri 11 Kendari. Sampel: Sampel penelitian ini berjumlah 56 orang. Hasil: Penelitian ini menunjukan adanya peningkatan nilai pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja putri tentang anemia, dengan nilai p-value untuk variabel Pengetahuan, Sikap dan Tindakan yaitu 0,000 maka p-value< 0,05 sehingga H0 di tolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukanada perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang anemia dengan media kartu kuartet anemia pada remaja putri di SMP Negeri 11 Kendari tahun 2025.
Asuhan keperawatan pada pasien Chronic Kidney Disease stage V di ruangan rawat penyakit dalam rumah sakit umum daerah Aceh Barlian, Barlian; Ahyana, Ahyana; Kamal, Anda
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1408

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) or chronic kidney failure, is a condition in which the kidneys lose their ability to regulate fluid and electrolyte balance and perform essential metabolic processes. This case study aimed to provide nursing care for a patient with CKD stage V in the Aqsha 1 Ward. Assessment findings revealed that the patient’s symptoms included shortness of breath, nausea, vomiting, oliguria, and loss of appetite. Other clinical findings included lower extremity edema, fluctuating body temperature, weakness, weight loss, a urea level of 71 mg/dL, serum creatinine of 6.15 mg/dL, hemoglobin of 9.4 g/dL, and hematocrit of 28%. The nursing problems included ineffective renal perfusion, hypervolemia, impaired gas exchange, ineffective peripheral perfusion, hyperthermia, activity intolerance, and risk of nutritional deficit. Interventions provided to Mr. B during the 5-day treatment period included the recommendation of a low-sodium diet, advising the use of ice cubes to alleviate thirst, monitoring the patient’s intake and output, and encouraging deep-breathing relaxation exercises. The patient was positioned in a semi-Fowler's position to facilitate breathing, and the consumption of beetroot juice was recommended to increase hemoglobin levels. Leg elevation to 30 degrees was implemented to manage edema, and collaboration with the healthcare team for pharmacological therapy was conducted. Regular hemodialysis was administered, and the patient adhered to a 1700 kcal renal diet with fluid restrictions. Back massages were suggested to enhance comfort, and the patient was encouraged to rest in bed to conserve energy. Nursing evaluations indicated that one problem (hyperthermia) was resolved, while six problems were partially resolved due to the ongoing hemodialysis and comorbid conditions such as diabetes mellitus and hypertension. This case study aims to guide nursing care for CKD stage V patients, with recommendations focusing on fluid management to reduce fluid overload and enhance their quality of life. Chronic Kidney Disease atau gagal ginjal kronik adalah kondisi menurunnya fungsi dalam mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit serta kehilangan daya dalam proses metabolisme. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien chronic kidney disease (CKD) stage V di Ruang Aqsha 1. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami sesak nafas, mual, muntah, oliguria, penurunan nafsu makan, edema pada ekstremitas bawah, suhu tubuh naik turun, lemas, penurunan berat badan, ureum 71 mg/dL, serum kreatinin 6,15 mg/dL, hemoglobin 9,4, hematokrit 28%. Masalah keperawatan yang didapat adalah perfusi renal tidak efektif, hipervolemia, gangguan pertukaran gas, perfusi perifer tidak efektif, hipertermia, intoleransi aktivitas dan resiko defisit nutrisi. Intervensi yang diberikan pada Tn. B selama 5 hari rawatan berupa menganjurkan diet rendah garam, manganjurkan untuk mengulum es batu, memonitor intake dan output pasien, relaksasi nafas dalam, mengatur posisi semifowler, menganjurkan konsumsi jus buah bit untuk meningkatkan kadar hemoglobin, elevasi kaki 300, memonitor intake dan output pasien dan melakukan kolaborasi pemberian terapi farmakologis, on HD regular, diet ginjal 1700 kkal serta pembatasan cairan, menjurkan pijat punggung dan mengajurkan tirah baring. Evaluasi keperawatan didapatkan bahwa satu masalah keperawatan teratasi yaitu hipertermi dan enam masalah keperawatan teratasi sebagian dikarenakan pasien sudah menjalani hemodialisa dan memiliki penyakit kormorbid seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) stage V. Rekomendasi yang dapat dilakukan yaitu pentingnya manajemen cairan upaya menurunkan kelebihan volume cairan dan meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.
Asuhan keperawatan komunitas melalui pendidikan kesehatan tentang diet dash bagi lansia dengan hipertensi di Aceh Riskya, Fara; Ridwan, Arfiza; Alam, Teuku Samsul
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1409

Abstract

Hypertension is still a global health issue, especially in the elderly group. In Lampuuk Village, Darussalam District, Aceh Besar Regency, 16 elderly people out of 33 registered at the posyandu have hypertension. These elderly people have not implemented an appropriate diet pattern due to a lack of knowledge regarding diet for hypertension sufferers. Diet management can help hypertension sufferers control their blood pressure and reduce the risk of complications. This study aims to apply community nursing care to the aggregate of elderly people with hypertension related to DASH diet in Lampuuk Village. This study was conducted through the stages of assessment, diagnosis formulation, planning, implementation, and evaluation. Community nursing assessment is carried out using data collection methods in the form of windshield surveys, interviews, and surveys using questionnaires so that the diagnosis of Ineffectiveness of Health Self-Management in the elderly appears. Nursing planning is arranged to achieve Nursing Outcomes Classifications (NOC), namely hypertension diet knowledge by applying the Nursing Intervention Classification (NIC) through health education related to DASH diet in the elderly with hypertension. Implementation of health education regarding DASH diet in elderly with hypertension is done by lecture method. Evaluation was carried out through pre-test and post-test using a questionnaire on 8 elderly people with hypertension. The result found that there was an increase in knowledge, namely from 37.5% (3 people) with sufficient knowledge and 25% (2 people) with insufficient knowledge to 100% (8 people) having a good level of knowledge. The conclusion is that health education related to the DASH diet is useful in increasing elderly knowledge about the appropriate diet for hypertension sufferers. Hipertensi sampai saat ini masih menjadi isu kesehatan global, terutama pada masyarakat lanjut usia (lansia). Di Desa Lampuuk Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, terdapat 16 lansia dari 33 lansia yang terdaftar di posyandu mengalami hipertensi. Lansia tersebut belum menerapkan pola diet yang tepat dikarenakan kurangnya pengetahuan terkait diet bagi penderita hipertensi. Pengaturan diet dapat membantu penderita hipertensi mengendalikan tekanan darahnya dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengaplikasikan asuhan keperawatan komunitas pada agregat lansia dengan hipertensi terkait diet DASH di Desa Lampuuk. Studi ini dilakukan melalui tahapan pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pengkajian keperawatan komunitas dilakukan dengan metode pengumpulan data berupa winshield survey, wawancara dan survey menggunakan angket sehingga muncul diagnosa Ketidakefektifan Manajemen Mandiri Kesehatan pada lansia. Perencanaan keperawatan disusun untuk mencapai Nursing Outcomes Classifications (NOC) yaitu pengetahuan diet hipertensi dengan menerapkan Nursing Intervention Classification (NIC) melalui pendidikan kesehatan terkait diet DASH pada lansia dengan hipertensi. Implementasi pendidikan kesehatan mengenai diet DASH dilakukan dengan metode ceramah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pada 8 lansia hipertensi. Analisis hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yaitu dari 37,5% (3 orang) berpengetahuan cukup dan 25% (2 orang) berpengetahuan kurang menjadi 100% (8 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Kesimpulannya pendidikan kesehatan terkait diet DASH bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang diet yang tepat bagi penderita hipertensi.
Asuhan keperawatan pada Tn. S dengan cedera kepala berat di ruang Mina 1 rumah sakit umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh: Studi kasus Elsa, Nur Assifah; Ahyana, Ahyana; Kamal, Anda
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1410

Abstract

Background: Severe head injury is an injury to the brain that can cause impaired brain function, either with or without bleeding. Symptoms such as bleeding and swelling can damage the brain and increase pressure inside the head. This can cause the patient to lose consciousness and be unable to carry out daily activities, resulting in dependence. Aim of Research: This case study aims to provide nursing care to Mr. S who suffered a severe head injury in the Mina 1 room of the dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Regional General Hospital, with a care period of November 26-30, 2023. Research Method: This study uses a case study with a nursing care approach of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Result of Study: The results of the case study showed that the patient experienced decreased consciousness with a GCS value of E3M5Vx, a pain scale of 3 (FLACC), hyperventilation, wounds on the face, upper and lower extremities, dry skin and lips, and the patient was in a state of gastric decompression so that he was not given a diet. The nursing problems found were decreased intracranial adaptive capacity, ineffective breathing patterns, acute pain, impaired skin integrity, and the risk of nutritional deficits. The interventions included a 30-degree head position, Al-Qur'an murrotal therapy to reduce pain, oxygen therapy, wound care with honey and olive oil, and nutritional management. Conclusion: The results obtained from the interventions showed that the patient was calmer, breathing was more regular, the wound began to dry, and the lips looked more moist. Recommendation: It is recommended that nursing care providers continue to improve nursing care for patients with severe head injuries and implement nursing care by the latest nursing science. Latar Belakang: Cedera kepala berat adalah cedera pada otak yang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak, baik dengan atau tanpa pendarahan. Gejala yang berupa pendarahan dan pembengkakan dapat merusak otak serta meningkatkan tekanan di dalam kepala. Hal ini dapat menyebabkan pasien kehilangan kesadaran dan tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga mengalami ketergantungan. Tujuan: Studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan kepada Tn. S yang mengalami cedera kepala berat di ruang Mina 1 Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, dengan periode asuhan pada 26-30 November 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pemgkajian, penetapan diagnose, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan kesadaran dengan nilai GCS E3M5Vx, skala nyeri 3 (FLACC), Hiperventilasi, luka pada wajah, ekstremitas atas dan bawah, kulit dan bibir kering, dan pasien dalam keadaan dekompresi lambung sehingga tidak diberikan diet. Masalah keperawatan yang ditemukan adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial, pola napas tidak efektif, nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan resiko defisit nutrisi. Intervensi yang dilakukan antara lain posisi kepala 30 derajat, terapi murrotal Al-Qur’an untuk mengurangi nyeri, terapi oksigen, perawatan luka dengan madu dan minyak zaitun, dan manajemen nutrisi. Kesimpulan: Hasil yang diperoleh dari intervensi yang diberikan menunjukkan pasien lebih tenang, pernafasan lebih teratur, luka mulai mengering, dan bibir tampak lebih lembab. Saran: Disarankan bagi pemberi asuhan keperawatan terus meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien pasien dengan cedera kepala berat dan menerapkan asuhan keperawatan sesuai dengan ilmu keperawatan yang terbarukan.

Page 1 of 3 | Total Record : 25