cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2025)" : 25 Documents clear
Edukasi Emotional Demonstration dalam meningkatkan pengetahuan dan tindakan kepatuhan medikasi lansia hipertensi Pertiwi, Rina; Maulina, Maulina; Asniar, Asniar
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1411

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan medikasi pada lansia dengan hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan hospitalisasi, namun tingkat kepatuhan medikasi pada pasien hipertensi khususnya lansia masih rendah sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengatasi hal tersebut melalui pendidikan kesehan. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran peningkatan pengetahuan dan tindakan kepatuhan medikasi melalui edukasi Emotional Demonstration (Emo Demo) pada lansia hipertensi di Aceh Besar. Metode: Metode kegiatan dimulai dengan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) pada sepuluh lansia hipertensi serta wawancara pada bidan desa dan kader posyandu lansia. Kegiatan implementasi berupa edukasi Emo-Demo, evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Analisa data menggunakan analisa univariat dan uji Paired T Test. Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dari 63,15 % menjadi 78,95 % serta peningkatan tindakan kepatuhan dari 36,8% menjadi 57,8%. Hasil uji Paired T Test didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang sebelum dan sesudah dilakukan Emo-Demo dengan nilai pengetahuan sebesar 0.016 serta tindakan kepatuhan 0,011. Rekomendasi: Metode Emo Demo ini direkomendasikan untuk terus digunakan dalam program edukasi kesehatan, terutama bagi lansia, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam pengobatan penyakit kronis.
Efikasi diri mahasiswa dalam melakukan pertolongan pertama pada cedera Muskuloskeletal di kota Banda Aceh Sasvia, Pasrah; Jufrizal, Jufrizal; Fikriyanti, Fikriyanti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1414

Abstract

Latar Belakang: Efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai hasil yang diharapkan. Dalam konteks pertolongan pertama pada cedera muskuloskeletal, efikasi diri mahasiswa menjadi faktor penting dalam menentukan kesiapan dan kepercayaan diri mereka dalam menangani situasi darurat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri mahasiswa dalam melakukan pertolongan pertama pada cedera muskuloskeletal di Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 238 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri responden tinggi (68%) dan tingkat efikasi diri responden rendah (32%). Rekomendasi: Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar responden dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan mengikuti pelatihan atau keterampilan yang diperlukan dalam situasi darurat pada cedera muskuloskeletal, diantaranya RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), pembidaian dan pemberhentian perdarahan pada trauma terbuka.
Hubungan pengetahuan, sikap, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja di PT. Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Kota Kendari Wati, Kasma; Sabilu, Yusuf; Nurfadilah H, Siti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1415

Abstract

Introduction: The shipbuilding industry is involved in the manufacture and repair of ships. There are many potential hazards associated with the shipbuilding process, including electrical hazards, hot temperatures, manual handling, the risk of falling or being hit by materials, metal fumes, radiation, and sparks. Data from the International Labor Organization (2024) also shows that more than 2.78 million people die each year due to work accidents or work-related diseases, of which 2.4 million (86.3%) are workers die related to work-related diseases and 380,000 workers (13.7%) die due to work-related diseases. Objective: This study was to determine the Relationship between Knowledge, Attitude, Supervision and Availability of PPE to Compliance with the Use of PPE in Workers at PT. Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Kota Kendari. Method: The research used in the study was quantitative analytical research using an observational method with a cross-sectional study approach. Population: This study was all field workers as many as 77 workers. Sampling used the total sampling technique or saturated sample so that the research sample was 77 respondents. Data analysis in this study includes univariate and bivariate analysis. The statistical test used is the chi-square test which is analyzed using SPSS software. Results: This study shows that there is a relationship between knowledge (0.001 <0.05), attitude (0.025 <0.05), and availability of PPE (0.012 <0.05) with compliance with PPE use. However, supervision has no relationship with compliance with PPE use (0.213> 0.05). Pendahuluan: Industri galangan kapal terlibat dalam aktivitas pembuatan dan perbaikan kapal. Banyak potensi bahaya yang terkait dengan proses pembuatan kapal, termasuk bahaya listrik, suhu panas, penanganan manual, risiko jatuh atau tertimpa material, asap logam, radiasi sinar, dan percikan api. Data International Labour Organization (2024) juga menunjukkan bahwa orang meninggal akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja lebih dan dari 2,78 juta orang kematian per tahun, diantaranya 2,4 juta pekerja (86,3%) meninggal berhubungan dengan penyakit akibat kerja dan 380.000 pekerja (13,7%) meninggal disebabkan penyakit akibat kerja. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap, Pengawasan dan Ketersediaan APD Terhadap Kepatuhan Penggunaan APD Pada Pekerja di PT. Galangan Kapal Bontuni Tirtamas Kota Kendari. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan metode observasional menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi: Penelitian ini yaitu seluruh pekerja lapangan sebanyak 77 pekerja. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau sampel jenuh sehingga sampel penelitian sebanyak 77 responden. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square yang dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (0.001 < 0.05), sikap (0.025 < 0.05), dan ketersediaan APD (0.012 < 0.05) dengan kepatuhan penggunaan APD. Namun, pengawasan tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD (0.213 > 0.05).
Gambaran pola pemberian makan pada balita dengan risiko stunting Azira, Zahwa; Hartaty, Neti; Atika, Syarifa
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1417

Abstract

Background: Stunting remains a major global public health concern, particularly in early childhood, as it is closely related to inadequate nutritional intake and feeding patterns. Aim Of Research: This study aimed to describe the feeding patterns of toddlers at risk of stunting, where the risk of stunting was determined by the absence of complete exclusive breastfeeding. Methode: This research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study involved 103 respondents selected through non-probability sampling using purposive sampling. The participants were mothers with toddlers aged 1–5 years who had a history of incomplete exclusive breastfeeding. Result: The findings revealed that the feeding patterns of toddlers at risk of stunting in Meuraxa District, Banda Aceh, were categorized as appropriate in 73 respondents (70.9%), which included appropriate food types in 100 respondents (97.1%) and appropriate feeding schedules in 81 respondents (78.5%). However, 59 respondents (57.3%) had inappropriate feeding schedules. Conclusion: In conclusion, the feeding patterns in Meuraxa District, Banda Aceh, were generally appropriate in terms of food type and quantity, while feeding schedules were categorized as inappropriate. It is recommended that the Meuraxa Community Health Center provides education on proper feeding practices for toddlers. Latar Belakang: Masalah stunting merupakan masalah gizi balita yang hingga saat ini masih menjadi fokus dunia, dimana stunting adalah masalah pemenuhan gizi yang berkaitan erat dengan pola pemberian makan pada balita. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola pemberian makan pada balita dengan risiko stunting, dimana risiko stunting sendiri diukur dari faktor pemberian ASI eksklusif tidak lengkap. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional dengan responden sebanyak 103 responden yang dipilih melalui metode non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, yang memiliki kriteria ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun, serta riwayat ASI eksklusif tidak lengkap. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu pola pemberian makan balita dengan risiko stunting di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh memiliki kategori tepat sebanyak 73 orrang (70,9%) yang meliputi jenis sebanyak 100 orang (97,1%) dan jadwal sebanyak 81 orang atau (78,5%), sedangkan pada jadwal pemberian makan memiliki kategori tidak tepat sebanyak 59 orang (57,3%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu pola pemberian makan di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh memiliki kategori tepat, baik jenis maupun jumlah makan, sedangkan pada jadwal makan memiliki kategori tidak tepat, diharapkan kepada pihak Puskemas Meuraxa agar dapat memberikan edukasi terkait pola pemberian makan pada balita.
Asuhan keperawatan keluarga dengan masalah Hipertensi dan Hiperkolesterolemia: Studi kasus Felisha, Indira; Fithria, Fithria; Mulyati, Dini
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1420

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan kondisi kadar kolesterol dalam darah tinggi, yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Kombinasi hipertensi dan hiperkolestrolemia meningkatkan risiko komplikasi serius, sehingga memerlukan pengelolaan yang mencangkup perubahan gaya hidup, diet sehat, dan terapi medis untuk mengurangi kesakitan dan kematian. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga dengan masalah hipertensi dan hiperkolestrolemia. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan lima tugas utama kesehatan keluarga. Intervensi yang diberikan pada diagnosa pertama adalah pendidikan kesehatan tentang hiperkolesterolemia, diet rendah kolesterol, mengajarkan senam ADUHAI, dan modifikasi pola penyajian nutrisi. Sementara itu, intervensi yang diberikan pada diagnosa kedua adalah memberikan pendidikan kesehatan terkait konsep hipertensi, penerapan diet DASH, terapi pijat tengkuk, serta pencegahan komplikasi melalui modifikasi perilaku. Kesimpulan: Hasil evaluasi proses keperawatan mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman keluarga mengenai hipertensi dan hiperkolesterolemia, serta peningkatan keterampilan dan motivasi dalam upaya meningkatkan status kesehatan melalui pemenuhan lima tugas utama kesehatan keluarga. Saran: diharapkan, perawat di puskesmas setempat dapat memantau dan mengoptimalkan promosi kesehatan terkait diet rendah kolestrol, senam ADUHAI, diet DASH dan terapi pijat tengkuk bagi penderita hipertensi serta hiperkolesterolemia.
Pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap bedah anak RSUD pemerintah Sari, Fani Permata; Kamil, Hajjul; Putra, Ardia
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1428

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan menerapkan pendekatan multidisiplin, melibatkan berbagai profesi seperti medis, keperawatan, farmasi, fisioterapi, gizi dan penunjang lainnya untuk memberikan layanan terbaik kepada Masyarakat. Salah satu bentuk pelayanan yang penting dalam konteks ini adalah perencanaan pulang pasien atau Discharge Planning (DP), yang bertujuan memastikan kesinambungan asuhan dan mendukung pemulihan pasien secara optimal. Metode: Studi kasus ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Discharge Planning di ruang rawat inap raudhah 2 RSUD Pemerintah Aceh Kota Banda Aceh. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan Total Sampling dengan jumlah 25 responden di Ruang Rawat Inap Bedah Anak RSUD Pemerintah Aceh. Data diambil dengan cara observasi berdasarkan menggunakan lembar, observasi. Hasil: Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (80%) melaksanakan Discharge Planning dan sebanyak 5 responden (20%) tidak melaksanakan Discharge Planning. Rekomendasi: Diharapkan bagi pihak manajemen rumah sakit agar meningkatkan kesadaran perawat dengan memberikan pelatihan, seminar, dan workshop terkait Discharge Planning. Hal ini akan mendukung penerapan Discharge Planning dalam pemberian asuhan keperawatan professional sesuai dengan SOP, sehingga dapat tercipta asuhan keperawatan yang lebih optimal.
Hubungan antara status ekonomi dengan kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme di UPT Pusat Layanan Autis Samarinda Azriani, Maya; Milkhatun, Milkhatun; Widyastuti, Dwi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1429

Abstract

Latar Belakang : Autisme adalah gangguan syaraf otak yang menghambat perkembangan pada anak sehingga tidak mampu berkembang secara normal. Penyandang autisme cenderung sangat sulit mengendalikan emosi. Kehadiran anak autisme, mempengaruhi kehidupan keluarga, terutama orang tua.  Hal ini dikarenakan kondisi anak autisme yang memiliki banyak keterbatasan membuatnya membutuhkan perhatian yang lebih dibanding anak lainnya. Tuntutan pengasuhan yang tinggi tersebut memicu munculnya tekanan dan permasalahan pada diri  orang tua, seperti stres, kecemasan dan depresi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status ekonomi dengan kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme di Upt Pusat Layanan Autis. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak autis sebanyak 88 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan uji analisis bivariate menggunakan uji kendall’s tau-b.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pada variabel independen atau status ekonomi dan variabel dependen atau kecemasan memiliki p value 0,144 dan nilai korelasi kendall’s tau-b sebesar 0,144 bermakna sangat lemah menunjukkan tidak ada korelasi yang berarti jika variabel status ekonomi meningkat maka variabel kecemasan tetap meningkat atau tidak berubah. Maka keputusan dinyatakan H0 diterima dan Ha ditolak.
Perbandingan mtode K-Nearest Neighbors (K-NN) dan regresi logistik biner dalam memprediksi kanker Surbakti, Christina Amanda; Sinaga, Albert Samuel; Simorangkir, Agnes Monica; Sarah, Auta Shinta; Harefa, Clara Jocelyn; Dalimunthe, Syairal Fahmy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1456

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki tingkat kematian tinggi, sehingga dibutuhkan metode klasifikasi yang akurat untuk mendukung proses diagnosis. Penelitian ini membandingkan performa metode K-Nearest Neighbors (KNN) dan Regresi Logistik Biner dalam mengklasifikasikan kanker sebagai ganas atau jinak. Metode: Penelitian ini menggunakan dataset sekunder dari Kaggle yang terdiri dari 569 data pasien kanker dengan 11 variabel independen yang mencakup karakteristik tumor. Model dikembangkan dengan menggunakan normalisasi data, pembagian data training dan testing, serta teknik K-Fold Cross Validation untuk optimasi parameter K dalam KNN. Evaluasi model dilakukan berdasarkan akurasi, presisi, recall, serta uji McNemar dan ANOVA untuk menguji signifikansi perbedaan performa model. Hasil: Model KNN dengan K=13 menunjukkan akurasi 95,58%, presisi 95,83%, dan recall 97,18%, sementara Regresi Logistik Biner memiliki akurasi 94,69%, presisi 92,86%, dan recall 92,86%. Hasil uji McNemar menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua model (p-value = 1), sedangkan hasil ANOVA menunjukkan bahwa semua variabel independen berkontribusi terhadap model. Kesimpulan: Kedua metode menunjukkan performa yang baik dalam klasifikasi kanker, tetapi KNN dengan K=13 memiliki sedikit keunggulan dalam akurasi dan recall dibandingkan Regresi Logistik Biner. Implementasi model ini dapat mendukung sistem pendukung keputusan dalam diagnosis kanker untuk meningkatkan ketepatan hasil klasifikasi.
Peran digitalisasi dalam implementasi manajemen risiko asuransi kesehatan El-Tsana, Ashfiya Vi'aqila; Nabilah, Hanifah; Wasir, Riswandy; Arbitera, Cahya
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1464

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong industri asuransi kesehatan untuk beradaptasi dengan cara baru dalam mengelola risiko yang lebih inovatif dan efektif. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi implementasi manajemen risiko yang inovatif dan berbasis digital dalam bisnis asuransi kesehatan di Indonesia. Literatur diperoleh dari Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci terkait, kemudian diseleksi sesuai kriteria dan tujuan studi. Hasil menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan efektivitas manajemen risiko asuransi kesehatan dengan memanfaatkan big data, artificial intelligence (AI), dan blockchain untuk analisis risiko yang lebih akurat dan proses klaim yang lebih efisien. Namun, penerapan digitalisasi di perusahaan asuransi kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Melalui pendekatan strategi yang inovatif, perusahaan asuransi kesehatan dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk memperkuat sistem manajemen risiko dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan merumuskan strategi-strategi inovatif baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi di masa yang akan datang.
Manajemen asuhan kebidanan ibu hamil dengan anemia defisiensi besi: Studi kasus pada Ny. ‘’C’’ umur 28 tahun di Puskesmas Panekan Permatasari, Ineke; Nafisah, Khilda Durrotun; Fatah, Roiful
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1471

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu maupun janin. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia defisiensi besi di Puskesmas Panekan. Subjek studi adalah Ny. C, umur 28 tahun, dengan diagnosa anemia defisiensi besi pada kehamilan trimester kedua. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan komprehensif meliputi pengkajian, diagnosa kebidanan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa intervensi berupa pemberian suplementasi zat besi, edukasi gizi, dan pemantauan rutin berhasil meningkatkan kadar hemoglobin Ny. X dari 9,5 g/dL menjadi 11 g/dL dalam waktu 4 minggu. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen asuhan kebidanan yang tepat dan komprehensif dapat efektif dalam menangani anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Diperlukan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pasien untuk mencapai hasil yang optimal.

Page 2 of 3 | Total Record : 25